cover
Contact Name
Epro Barades
Contact Email
eprobarades@polinela.ac.id
Phone
+6285279373335
Journal Mail Official
peranan@polinela.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No.10 Rajabasa Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
PERANAN
ISSN : -     EISSN : 27229890     DOI : https://doi.org/10.25181/peranan
Jurnal Perikanan Terapan merupakan jurnal ilmiah penelitian perikanan bertujuan untuk membantu para peneliti mempublikasikan hasil penelitiannya dan berkontribusi dalam perkembangan perikanan. Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian bidang perikanan. Ruang lingkup perikanan mencakup seluruh bidang perikanan, meliputi berbagai aspek seperti genetika, reproduksi, nutrisi, kesehatan, sistem teknologi, lingkungan, penangkapan, bioteknologi dan pengolahan hasil. Naskah yang dimuat dalam jurnal ini berasal dari penelitian atau ulasan akademisi dari berbagai universitas, lembaga pemerintah dan pemerhati permasalahan perikanan di Indonesia
Articles 28 Documents
Pemberian Probiotik dalam Pendederan Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Tahap III di kolam Terpal Dengan Padat Tebar Optimal Ari Yudatama; Pindo Witoko; Dian Febriani
Jurnal Perikanan Terapan Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/peranan.v2i1.2357

Abstract

Ikan gurame merupakan jenis ikan konsumsi yang banyak diminati. Akan tetapi dalam budidaya memiliki kendala yaitu pertumbuhannya yang lambat. Salah satu pemecahan masalahnya adalah dengan pemanfaatan probiotik pada pakan. Probiotik merupakan mikroba hidup yang bersifat menguntungkan dan memberikan dampak bagi peningkatan keseimbangan mikroba saluran usus ikan dan memperbaiki kualitas air. Dosis probiotik yang diberikan 4ml/1 kg pakan dengan cara menyemprotkan ke permukaan pakan yang diberikan. Sebelum dilakukan penyemprotan, bakteri probiotik dicampurkan dengan molase 100 ml dan air tawar sebanyak 12ml kemudian disemprotkan ke 1 kg pakan yang kemudian di kering anginkan. Pemeliharaan benih ikan gurame dilakukan di kolam beton ukuran 3x1 m dan padat penebaran perlakuan yaitu 60 ekor/m2 yang dipelihara selama 40 hari. Benih gurame diberi makan 3 kali sehari sebanyak 5% dari bobot biomassa. Selama pemeliharaan hasil pertumbuhan yang didapatkan yaitu pertambahan panjang dari awal tebar 3,93 cm sampai panen 6,60 cm. Pertambahan berat dari 2,85 g sampai 5,75 g. Laju pertumbuhan panjang harian mencapai 0,3-2,8%, nilai FCR (Food Convertion Ratio) 1,8 serta tingkat kelulusan hidup ikan gurame mencapai 53,5%.
Penambahan Probiotik Em4 dan Bacillus sp Pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Post Larva Udang Vaname Yoka Agustama; Tiara Abung Lestari; Aldi Huda Verdian; Pindo Witoko; Eulis Marlina
Jurnal Perikanan Terapan Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.898 KB)

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) Stadia Post Larva sangat rentan terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Sehingga Pakan Biasa tidak cukup untuk memenuhi Kelangsungan Hidup udang vaname. Dengan Keadaan tersebut kita dapat memanfaatkan Pengaplikasian Probiotik Em4 dan Bacillus sp terhadap pakan buatan dengan Tujuan Untuk Mengetahui Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup udang vaname. Penelitian ini Bertujuan untuk mengetahui Keberhasilan Pemberian Probiotik em4 danBacillus sp pada Pakan Buatan dan melakukan perbandingan dengan pemberian pakan pada udang tanpa pengaplikasian Probiotik. yang dilakukan adalah Persiapan Media, Pembuatan dan Penambahan Bacillus sp pada pakan Udang, Penebaran benur, pemeliharaan udang, pengamatan sampling, pengamatan kualitas air, dan Pemanenan. penebaran benur sebanyak 50 ekor dalam 1 Akuarium stadia post larva 7 udang vaname dan pemberian Probiotik Bacillus sp dengan Dosis 20 mL/kg pakan dan dosis em4 dengan dosis 15 ml/kg pakan. Data Survival Rate (SR) Akuarium Pemberian Probiotik Bacillus sp pada pakan buatan Udang Vaname yaitu 80%, Berat rata-rata 2,96 gram, Pertumbuhan Panjang Udang rata-rata 10,4. kemudian data Survival Rate (SR) Akuarium terkontrol yaitu 60%, berat rata-rata 2,77 gram, pertumbuhan panjang rata-rata 7,39 cm.  kemudian untuk hasil dengan penambahan probiotik em4 data Survival Rate (SR) Akuarium Pemberian Probiotik em4 pada pakan buatan Udang Vaname yaitu 64 %, Berat rata-rata 3,11 gram, Pertumbuhan Panjang Udang rata-rata 9,07 cm.
PEMBERIAN Lactobacillus sp. PADA PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI TAMBAK INTENSIF juna, Junaidi; Witoko, Pindo; Indariyanti, Nur
Jurnal Perikanan Terapan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/peranan.v3i1.2727

Abstract

White shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the economically important shrimp that has several advantages including tolerance of water conditions, can grow quickly, and thick flesh. One of the problems in white shrimp cultivation is the slow growth of white shrimp due to inappropriate feed management. The addition of grampositive bacteria to the feed is scientifically believed to increase the growth of white shrimp. Among the grampositive bacteria that are commonly added to white shrimp aquaculture activities, namely Lactobacillus sp., this bacterium has many advantages for the survival of white shrimp in aquaculture activities. The addition of Lactobacillus sp. can increase the digestibility of feed due to simplification of complex proteins into simpler proteins so that the feed is easily absorbed by white shrimp. The results obtained from the administration of Lactobacillus sp. bacteria in the feed were getting very good growth results, the growth results from the lowest to the highest were A1 = 23.8 grams/head, A2=28.1 gram/head, A3=24.3 gram/head, A4=22.1 gram/head, A5=22.4 gram/head, A6=18.8 gram/head.
BUDIDAYA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DENGAN SISTEM INTENSIF PADAT PENEBARAN 200 dan 300 EKOR/M2: INDONESIA Rizal, Rizal Aji Prasetya; Mahmuda Noor, Nuning; Puji Hartono, Dwi
Jurnal Perikanan Terapan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/peranan.v3i1.2790

Abstract

Vannamei Shrimp (Litopenaeus vannamei) is a commodity that is widely cultivated. This is because the shrimp has promising prospects and profits. This activity aims to determine the growth and survival of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) with a stock density of 200 and 300 individuals/m2. During maintenance the observations made included growth, survival rate, feed conversion ratio and water quality. Vannamei shrimp rearing was carried out for 90 days with a stocking density of 200 individuals/m2 and 300 individuals/m2. The growth results of vannamei shrimp culture with a stocking density of 200 and 300 individuals/m2 showed different results in each pond during 90 days of maintenance. The growth of vannamei shrimp every week has increased in growth. Survival in vannamei shrimp farming ranges from 87.74-87.99%. In pond 1, the survival rate was 87.74%, then in pool 2, the survival rate was 87.99%.
Penggunaan Automatic Feeder Terhadap Pertumbuhan Dan Rasio Konversi Pakan Pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Siswoyo, Siswoyo; Witoko, Pindo; Mahmuda Noor, Nuning; Huda Verdian, Aldi
Jurnal Perikanan Terapan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/peranan.v3i1.2713

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) banyak dibudidayakan di Indonesia. Budidaya udang yang semakin pesat sehingga pakan menjadi variabel terbesar dalam biaya produksi yaitu mencapai 50-60, sehingga perlu adanya sebuah teknologi yang dapat mengontrol dalam proses pemberian pakan udang. Automatic feeder adalah mesin pemberi pakan otomatis yang bekerja menggunakan tenaga listrik dan dapat diatur waktu pemberian pakan dan jumlah pakan yang diberikan. Pemeliharaan menggunakan kolam HDPE dengan penebaran 189 ekor/m² dengan dua perlakuan dan tiga ulangan, perlakuan yang dilakuakan yaitu : M (pemberian pakan manual) dan A (menggunakan automatic feeder). Benur yang digunakan PL-10. Pemeliharaan selama 63 hari. Dari hasil  pemeliharaan nilai rata-rata bobot udang dengan perlakuan metode pemberian pakan automatic feeder pada kolam A1 yaitu 17,61 gram, SR 44,1% dan FCR 1,23. Kolam A2 ABW akhir 12,06 gram, SR 68,2% dan FCR 1,27. Kolam A3 ABW akhir 15,94 gram, SR 54% dan FCR 1,21. Pada perlakuan metode pemberian pakan manual ABW akhir pada kolam M1 yaitu 14,16 gram, SR 39,8% dan FCR 1,43. Kolam M2 ABW akhir 9,94, SR 55,1% dan FCR 1,32. Kolam M3 ABW akhir 16,46 gram, SR 21,9% dan FCR 1,55. 
PENAMBAHAN SINBIOTIK (Lactobacillus dan Ekstrak Ubi Jalar) UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) : indonesia happy, happymarlini; Oktaviana, Adni; Febriani, Dian
Jurnal Perikanan Terapan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/peranan.v3i1.2728

Abstract

Tilapia is an important part of freshwater aquaculture in Indonesia. This fish has a high survivability and tolerance for poor water quality and has become a leading commodity for freshwater aquaculture in several Southeast Asian countries including Indonesia. Probiotics are food additives in the form of live microbes that have a beneficial effect on the host by increasing the balance of microbes in the digestive tract. Tilapia rearing was using a cement pond 4x3 meters with a total of 2 pools. Preparation of the container begins with installing the tarpaulin. After that, clean or rinse the pool. Then the pond is filled with water as high as 30 cm from the beginning of maintenance to harvest and left for 1-2 days. Ponds are aerated to increase oxygen levels in the water. Maintenance was carried out for 30 days until the size was 6-8 cm, with commercial feeding in the form of pf800 which had been mixed with synbiotics. From the results of tilapia rearing, it was concluded that the addition of synbiotics in the feed to improve the health of tilapia seeds during 30 days of maintenance was normal. The addition of sweet potato extract and lactobacillus as probiotics is good for fish health.
Penambahan Suplemen Herbal Temulawak (Curcuma zanthorrhiza) Pada Pakan Terhadap Gambaran Darah dan Tingkat Kelulushidupan (Survival rate) Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus): indonesia imas, imas rofi'ah; Barades, Epro; Rakhmawati, Rakhmawati
Jurnal Perikanan Terapan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/peranan.v3i1.2791

Abstract

This final project will be carried out from July to August 2022 Teaching Farm Polytechnic State Polytechnic Lampung for 20 days starting from July to August 2022. This implementation aims to determine the total erythrocytes, leukocytes, and differential leukocytes and the survival of catfish fed with addition of temulawak herbal supplements to the immunity of catfish (clarias gariepinus). Maintenance use round tarpaulin pond with a diameter of 2 m with a stocking of 471 fish/m3 with two treatments namely K (without giving temulawak herbal supplement in feed) and A (supplementation of temulawak herb in feed). that seedThe size used is 5-9 cm. Maintenance is carried out for 20 days. From the results of maintenance on fish with treat the method of adding temulawak herbal supplements to feed, namely the survival rate of 98%, increase the good immune response in the body of the fish, the amount of feed consumption and growth performance, the average valueerythrocytes 2.83 × 106 cells/mm3, leukocytes 48.70 × 103 cells/mm3, lymphocytes 71.71%, neutrophils 16.42%, monocytes 6.14%, platelets116 × 103 cells/mm3 .
Pemberian Lactobacillus sp. Pada Pakan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Tambak Intensif Witoko, Pindo; Indariyanti, Nur; Junaidi, Junaidi
Jurnal Perikanan Terapan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/peranan.v3i1.4030

Abstract

White shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the economically important shrimp that has several advantages including tolerance of water conditions, can grow quickly, and thick flesh. One of the problems in white shrimp cultivation is the slow growth of white shrimp due to inappropriate feed management. The addition of gram-positive bacteria to the feed is scientifically believed to increase the growth of white shrimp. Among the gram-positive bacteria that are commonly added to white shrimp aquaculture activities, namely Lactobacillus sp., this bacterium has many advantages for the survival of white shrimp in aquaculture activities. The addition of Lactobacillus sp. can increase the digestibility of feed due to simplification of complex proteins into simpler proteins so that the feed is easily absorbed by white shrimp. The results obtained from the administration of Lactobacillus sp. bacteria in the feed were getting very good growth results, the growth results from the lowest to the highest were A1 = 23.8 grams/head, A2=28.1 gram/head, A3=24.3 gram/head, A4=22.1 gram/head, A5=22.4 gram/head, A6=18.8 gram/head.
MASKULINISASI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN MENGGUNAKAN LARUTAN MADU (Apis mellifera linneus) Verdian, Aldi Huda; Febriani, Dian; Pamungkassari , Agustina Tri
Jurnal Perikanan Terapan Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Male tilapia is preferred by cultivators because it has a higher growth speed or matures quickly (sexual maturity) than female tilapia. Efforts need to be made to increase the production of tilapia by applying masculinization to increase the production of male tilapia. Masculinization activities can be carried out using the hormone 17α-Methyltestoteron. However, the use of these hormones usually leaves a carcinogenic residue which not only does not meet food safety requirements but also endangers consumers. Efforts to masculinize can be done by immersing the larvae in a water solution of honey. Honey contains chrysin which acts as an aromatase inhibitor resulting in increased hormone production and male traits become dominant. The purpose of this activity is to determine the male sex ratio from immersing tilapia larvae in honey solution. The larvae used were 7 days old, then soaking was carried out for 20 hours using honey with a concentration of 15 ml/L capable of producing 76% male seeds.
PEMELIHARAAN LARVA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DENGAN GENETIKA BERBEDA Subhan, Rio Yusufi; Witoko, Pindo; Kurniawan, Ilham Hadi
Jurnal Perikanan Terapan Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vannamei shrimp is a prospective commodity that continues to be cultured intensively in Indonesia. Efforts to produce vannamei shrimp fry are an activity that continues to be developed by stakeholders, including efforts to improve genetics. Apart from a good aquaculture system, genetics is also an important factor in the success of vannamei shrimp culture. This research was conducted at CV. Manunggal Rasa with a research design carried out using a comparison of 2 genetics of vannamei shrimp larvae, namely American Penaeid, Inc (API) and Benchmark Genetics (BM) with a stocking density used of 40,000 individuals/m2 in each pond with an area of 25 m2. Rearing vannamei shrimp fry for 4 cycles provided several differences in the observation of absolute length growth and survival rate. The absolute length growth of the API genetic vannamei shrimp fry was 5.68 mm, while the BM genetics was 6.16 mm. The survival rate in each cycle is cycle 1 (API 89.9% and BM 93.1%), cycle 2 (API 91.4% and BM 95.6%), cycle 3 (API 88.9% and BM 89 .7%) and cycle 4 (API 93.2% and BM 94.6%). The water quality for each cycle is calculated to be optimal, namely ranging from 27-31oC (temperature), 4.5-5 ppm (DO), 30 ppt (salinity), 0-0.1 ppm (ammonia) and 7.9-8.3 (pH).

Page 2 of 3 | Total Record : 28