cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
m.azhar030390@gmail.com
Phone
+6281342482951
Journal Mail Official
jurnalagrisistem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malino Km. 7 Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan (92171)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrisistem
ISSN : 18584330     EISSN : 27764362     DOI : https://doi.org/10.52625/j-agr
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrisistem merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian secara makro dan peternakan secara mikro. Bidang pertanian meliputi Agronomi, Agroteknologi, Ilmu Tanah, Hortikultura, Hama dan Penyakit, Perkebunan, dan Teknologi Hasil Pertanian. Bidang Peternakan meliputi Budidaya Ternak, Nutrisi Ternak, Bioteknologi Peternakan dan Teknologi Hasil Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.
Articles 189 Documents
PENGENDALIAN PENYAKIT FUSARIUM OXYSPORIUM PADA TANAMAN CABAI DENGAN JAMUR TRICHODERMA SP DI KELURAHAN BORONG KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN MAROS Tamrin Kunta; Andi Faisal Suddin; M. Issac Maulana
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui fungsi Trichoderma, sp dalam pengendalian penyakit layu fusarium oxysporium, pada tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan mulai maret sampai mei 2012 di Kelurahan Borong Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Metode penelitian dilakukan dengan percobaan lapangan dengan menggunakan RAK dimana parameter yang diukur adalah jumlah daun tanaman cabe, jumlah cabang tanaman cabe, tinggi tanaman cabe, dan jumlah tanaman cabe yang terserang penyakit. Jamur Trichoderma sp, diaplikasikan pada saat tanaman cabai akan di tanam dilahan pertanaman. Perlakuan terbagi tiga yaitu bedengan pertama tanpa perlakuan agensi hayati yaitu (P0) atau kondisi familiar yang biasa dilakukan petani, (P1) perlakuan yang berbentuk cairan Trichoderma sp, (P2) perlakuan Trichoderma dalam bentuk padat, di analisis berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Dari hasil di simpulkan bahwa Jamur Trichoderma dapat digunakan sebagai pencegah penyakit layu Fusarium Osyxporium pada tanaman cabai. Dengan konsentrasi 100-120 cc/ 15 liter air menujukkan kemampuan Trichoderma pada minggu ketiga dan keempat serangan penyakit layu Fusarium dapat diatasi.
PEMANFAATAN TEPUNG JERAMI PADI DAN KEONG EMAS (Pomacea canaliculata) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN ITIK SEDANG BERTUMBUH Andi Ella; A. Nurhayu; D. Pasambe
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh tepung jerami padi dan keong emas sebagai campuran pakan untuk ternak itik. Kegiatan dilaksanakan di kandang itik Kebun Percobaan (KP) Gowa, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) propinsi Sulawesi Selatan. Ternak itik diberikan pakan yang komposisi tepung jerami padi yang berbeda. Sebanyak 150 ekor itik ditempatkan dalam kandang berbeda sesuai komposisi pakan yang diberikan, setiap kandang ditempatkan 50 ekor ternak itik dengan perbandingan 40 ekor betina dan 10 ekor jantan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot badan ternak pra produksi tertinggi yaitu 468 g/ekor/hari dicapai dari perlakuan R3 meskipun bobot awal ternak lebih rendah yaitu 967,5 g/ekor dari perlakuan lainnya. Dari hasil tersebut memberikan gambaran bahwa pemberian tepung jerami padi dan keong mas yang merupakn limbah dan hama pada tanaman padi dapat memberikan produksi yang siknifikan yang ditandai dengan peningkatan bobot badan ternak.
UJI EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LAMPOKO BIOURINE PADA TANAMAN PADI SAWAH Arafah Arafah; Muh. Iqbal Ardah
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian lapangan uji efektivitas pupuk organik cair Lampoko Biourine pada tanaman padi sawah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas POC Lampoko terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah. dilaksanakan di Kab. Pinrang pada musim tanam 2015 mulai tanam tanggal 29 Mei 2015 dan panen tanggal 29 Agustus 2015, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan, ukuran plot 5m x 6m, susunan perlakuan adalah sebagai berikut: (1) Rekomendasi berdasarkan PUTS, (2) Rekomendasi berdasarkan PUTS + POC Lampoko Biourine, (3) Rekomendasi berdasarkan PUTS (- 25%) + POC Lampoko Biourine, (4) Rekomendasi berdasarkan PUTS (- 50%) + POC Lampoko Biourine, (5) Rekomendasi berdasarkan PUTS (- 75%) + POC Lampoko Biourine, dan (6) Pemupukan cara petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan POC Lampoko Biourine mampu meningkatkan produksi sebesar 1,90 t/ha atau kenaikan sebesar 24,05% dan mampu mengurangi penggunaan pupuk anorganik sampai 75%.
EFEKTIVITAS KAPUR DOLOMIT PADA TANAH ALFISOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogea L. ) Ramli Ramli; Sudirman Sudirman; Samsur dulati
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai dosis kapur dolomit pada tanah alfisol terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, sehingga di dapatkan 12 jumlah plot perlakuan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pemberian berbagai dosis kapur dolomite adalah : P0 Tanpa pemberian / Kontrol, P1. Dosis 900 gr/ plot, atau 3. Ton/ ha, P2. Dosis 1800 gr/plot. atau 6 Ton/ha P3 . Dosis 2700 gr/plot atau 9 Ton h-1. Pemberian kapur dolomit menghasilkan tinggi tanaman yang maksimal pada setiap minggunya terdapat pada perlakuan P3 pada dosis 9 ton h-1 dimana tinggi tanaman mencapai 58,00 cm, akan tetapi perlakuan P2 dengan dosis 6 ton h-1 jumlah cabang 10,11 buah, rata-rata berat polong basah 23,44 g setara 3,1 ton h-1, Berat polong kering 14,51 g setara 1,9 ton h-1, dan berpengaruh tidak nyata pada setiap perlakuan.
PENGARUH TRANSPLANTING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERONG (Solanum melongena ) Buhaerah Buhaerah; Muh Askari Kuruseng
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur benih tanaman terong yang tepat untuk ditransplanting dan interval waktu transplanting terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong. Penelitian dilaksanakan di lahan praktik STPP Gowa, dari bulan maret sampai Juni 2016. Penelitian disusun dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan P0 (Tanam benih langsung), P1 (Tansplanting umur 1 minggu), P2 (Transplanting umur 2 minggu), P3 (transplanting umur 3 minggu). Parameter pengamatan yaitu tingtgi tanaman, jumlah daun, lebar daun, produksi (berat buah, panjang buah, diameter buah ).Hasil penelitian memperlihatkan tinggi tanaman yang terbaik adalah P2 (transplanting 2 mst) yaitu 56,58 cm, Jumlah daun 39,06 helai, Panjang daun 19,64 cm, lebar daun 16,55 cm, jumlah cabang 8,33 cabang, berat buah 277,66 gram, panjang buah 27,9 cm, diameter buah 4,9133 cm. 2 minggu setelah dipersemaian.
PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG, JAHE DAN KUNYIT BAWAH TEGAKAN DI KAWASAN HUTAN DIKLAT TABO-TABO KABUPATEN PANGKEP Yandi Bachli; Daud Irundu
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia perlu dijaga dan dikembangkan kuantitas dan kualitasnya. Optimalisasi fungsi lahan dapat mendukung permasalahan ketersediaan pangan Indonesia. Uji coba pertumbuhan dan produktifitas tanaman jagung, jahe dan kunyit ini dilaksanakan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tabo-Tabo Kabupaten Pangkep. Pengamatan pertumbuhan dan produktivitas tanaman diperoleh dengan cara pengukuran persen tumbuh, jumlah daun, rata-rata tinggi dan produksi buah yang dihasilkan. Analisis dilakukan secara dekriptif sesuai data pengukuran. Hasil menunjukan persentase tumbuh jagung, jahe dan kunyit masing-masing 94%, 97% dan 82%. Jumlah daun dominan ketiga tanaman masing-masing adalah 10, 7, dan 5. Tinggi rata-rata ketiga tanaman masing-masing 117,3 cm,29,1 cm, dan 28,8 cm. Produktifitas jangung tidak dapat dilakukan, sedangkan jahe dan kunyit masing-masing sebanyak 136,11 gram/rimpang dan 122,02 gram/rimpang. Berdasarkan hasil pertumbuhan ketiga tanaman dianggap cukup baik, namun produktifitas dianggap masih kurang maksimal. Hasil ujicoba ini diharapkan menjadi informasi awal untuk kegiatan penelitian terhadap pengembangan berbagai jenis tanaman pangan di bawah berbagai tegakan hutan yang berbeda.
MEMPELAJARI KARAKTERISTIK PENGERINGAN LAPIS TIPIS PISANG AMBON (Musa paradisiaca forma typical) Fitrah Pangerang; Ummu Aimanah
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mempelajari karakteristik pengeringan pisang ambon. Perlakuan penelitian meliputi perendaman dalam asam sitrat dan pengeringan pada suhu 40, 50, 60 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perendaman asam sitrat memperlihatkan grafik pada berbagai tingkatan suhu lebih curam. Kadar air pisang untuk perlakuan tanpa perendaman dalam asam sitrat untuk mencapai kadar air standar 12 % bb suhu 40 oC dicapai pada waktu 300 menit, suhu 50oC dicapai pada waktu 240 menit dan suhu 60oC dicapai pada waktu 180 menit. Sedangkan untuk perlakuan perendaman dalam asam sitrat untuk suhu 40oC dicapai pada waktu 330 menit, suhu 50oC dicapai pada waktu 210 menit dan suhu 60oC dicapai pada waktu 150 menit. Pengeringan dengan perlakuan dalam perendaman asam sitrat memiliki laju penurunan kadar air terhadap waktu pengeringan lebih tinggi begitu juga dengan laju pengeringan terhadap waktu pengeringan serta penurunan laju pengeringan terhadap kadar air. Kesimpulan penurunan kadar air terhadap waktu pengeringan sejalan dengan penurunan laju pengeringan terhadap waktu pengeringan serta penurunan laju pengeringan dan kadar air pengeringan, sehingga makin lama waktu pengeringan laju pengeringan dan kadar air bahan makin menurun dan laju pengeringan menuju nol (0), sedangkan kadar air akan menurun sampai mencapai kadar air kesetimbangan.
PENGARUH CAMPURAN TEPUNG DAUN PEPAYA DALAM RANSUM KOMERSIL TERHADAP PERTUMBUHAN ITIK Muh. Irfan Aryawiguna; Andy Andy; Laila Nuzuliyah
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 2 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan campuran tepung daun pepaya terhadap konsumsi pakan, pertambahan berat badan, dan konversi pakan ternak itik. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Romanglompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, bulan April sampai Juni 2016. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 12 petakan kandang, yang setiap petakan berisi 3 ekor itik. Hasil analisis dengan menggunakan uji Duncan menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan yang nyata pada pakan. Perlakuan R2 menghasilkan konsumsi pakan (4649.18), pertambahan berat badan yaitu (926.96) dan konversi pakan pada perlakuan R2 (3.76).
STUDI KEMAMPUAN ISOLAT- ISOLAT JAMUR PELAPUK PUTIH DAN COKLAT DALAM DEKOMPOSISI LIMBAH JERAMI PADI ( Orzya Satiava) Jati Nurcholis
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mendekomposisi limbah jerami padi (oryza sativa L ) dengan menggunakan isolat jamur pelapuk putih dan coklat. Isolat yang digunakan pada penelitian adalah 7 isolat yang terdiri dari isolat MKS, KSH, KSB, JM isolat B, isolat C dan isolat E. Ketujuh isolat diambil dari kayu lapuk yang berada di daerah sekitar Makassar, Gowa dan Soppeng. Isolat – isolat tersebut diperbanyak pada media PDA, kemudian diuji pada media CDA untuk melihat aktifitas enzim Lignoselulolitik. Selanjutnya isolat jamur pelapuk ditumbuhkan pada baglog yang berisi bahan organik jerami padi. Setiap media diamati pertumbuhan miseliumnya, setelah itu dilakukan pengujian terhadap penurunan kandungan lignoselulolitik (kadar ADF dan NDF) dengan menggunakan metode Van Soest (1976), penentuan kadar ADF danNDF dilakukan dengan cara mengambil sampel pertumbuhan isolat jamur pelapuk yang berada dalam baglog dan dianalisa dilaboratorium kimia dan makanan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Hasil penelitian menunjukkan aktifitas enzim selulolitik terbaik adalah isolat MKS, JM dan KSH. Pertumbuhan terbaik pada media organik jerami padi dalah isolat MKS, JM, dan isolat KSH, penurunan kandungan lignoselulolitik tertinggi pada ke empat media organik adalah isolat MKS dan JM.
APLIKASI PUPUK KANDANG SAPI DAN UREA PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT AUSTRALIA (Paspalum dilatatum) Muh. Irfan Aryawiguna; Hartina Beddu; Andarias Sarno Parantean
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui aplikasi pupuk kandang sapi dan urea pada pertumbuhan dan produksi rumput Australia (Paspalum dilatatum). Penelitian dilaksanakan di STPP Gowa, Maret sampai Mei 2015. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), 4 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, lebar daun, jumlah anakan, produksi basah dan produksi kering. Hasil aplikasi pupuk kandang sapi dan urea pada pertumbuhan dan produksi rumput Australia (Paspalum dilatatum) dapat memberikan pengaruh yang nyata untuk perlakuan P3 terhadap tinggi tanaman (88,63 cm), lebar daun (2,38 cm) dan jumlah anakan berpengaruh nyata P3 (32,96 anakan). Produksi rumput Australia panen pertama diperoleh rata-rata 9,26 ton per hektar sedangkan produksi kering 2,61 ton per hektar.

Page 10 of 19 | Total Record : 189