cover
Contact Name
Muhammad Azhar
Contact Email
m.azhar030390@gmail.com
Phone
+6281342482951
Journal Mail Official
jurnalagrisistem@gmail.com
Editorial Address
Jl. Malino Km. 7 Romanglompoa Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa , Sulawesi Selatan (92171)
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Agrisistem
ISSN : 18584330     EISSN : 27764362     DOI : https://doi.org/10.52625/j-agr
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrisistem merupakan jurnal yang memuat publikasi hasil-hasil penelitian di bidang pertanian secara makro dan peternakan secara mikro. Bidang pertanian meliputi Agronomi, Agroteknologi, Ilmu Tanah, Hortikultura, Hama dan Penyakit, Perkebunan, dan Teknologi Hasil Pertanian. Bidang Peternakan meliputi Budidaya Ternak, Nutrisi Ternak, Bioteknologi Peternakan dan Teknologi Hasil Peternakan. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember) oleh Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.
Articles 197 Documents
MORFOLOGI ORGAN DAN AKTIFITAS ENZIM PENCERNAAN LARVA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) Andi Nikhlani; Komsanah Sukarti
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan organ pencernaan sejalan dengan pertumbuhan larva, dan spesifik untuk setiap spesies. Proses kimia pencernaan dalam larva rajungan dimulai pada segmen lambung karena enzim pencernaan yang berperan dalam proses pencernaan kimia mulai dihasilkan oleh kelenjar lambung.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan organ pencernaan dan aktivitas enzim pencernaan larva rajungan. Data perkembangan organ pencernaan dan aktivitas enzim pencernaan disajikan dalam bentuk gambar dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh dapat menjadi referensi dalam menentukan pencapaian fase definitif organ pencernaan. Berdasarkan studi histologis, organ pencernaan larva rajungan mulai berkembang ke tahap definitif pada hari 5 dan mencapai kesempurnaan pada hari ke -13 dan aktivitas enzim amilase dari organ pencernaan larva rajungan meningkat pada hari -5, demikian juga aktivitas enzim lipase dan pepsin.
PEMANFAATAN TANAMAN SERUT (Streblus asper L) SEBAGAI BAHAN PENGUMPUL SUSU PADA PEMBUATAN DANGKE Muhammad Taufik; Nur Rasuli; Arief Sirajuddin S.
Jurnal Agrisistem Vol 12 No 1 (2016): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dangke merupakan salah satu bentuk olahan susu yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Untuk membuat dangke, biasanya menggunakan enzim papain. Selain enzim tersebut, dapat pula digunakan enzim yang berasal dari tumbuhan lain, salah satunya dengan memanfaatkan enzim dari tanaman Serut (Streblus asper L). Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi serut sebagai bahan penggumpal susu dalam pembuatan dangke. Tujuan khusus dari penelitian ini, yaitu untuk mengetahui pengaruh interaksi konsentrasi dan level enzim serut terhadap kemampuan enzim protease serut dalam proses penggumpalan susu dan karakteristik dangke. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap pola Faktorial 2x3 dengan 4 ulangan. Parameter yang diukur antara lain Rendemen, Kadar air, Kadar Protein Kasar dan Kadar Lemak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serut memiliki kemampuan sebagai bahan penggumpal susu dalam pembuatan dangke dan perlakuan interaksi konsentrasi dan level serut K2L3 memberikan hasil yang lebih baik dibanding perlakuan yang lainnya berdasarkan kadar air, kadar protein dan lemak, sedangkan berdasarkan rendemen yang dihasilkan perlakuan K1L1 memberikan hasil yang terbaik
PEMBERIAN LEVEL ENERGI DAN PROTEIN YANG BERBEDA TERHADAP PERFORMA AYAM KAMPUNG UMUR 2 – 8 MINGGU Soraya Faradila; Laily Agustina; Muhammad Zain Mide
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji imbangan energi protein terbaik terhadap performa ayam kampung. Penelitian ini menggunakan ayam kampung sebanyak 100 ekor berasal dari PT. AKI (Ayam Kampung Indonesia) unsex yang diberi perlakuan mulai umur dua minggu hingga umur 8 minggu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali (masing-masing dengan 5 ekor ayam). Parameter yang diamati adalah Performa ayam kampung berupa konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian imbangan energi protein berbeda pada ransum ayam kampung berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap performa ayam kampung. Kesimpulan bahwa imbangan energi protein 2800 kkal/kg : 18% memberikan level terbaik dalam meningkatkan performa ayam kampung.
PERTUMBUHAN TETUA JAGUNG HIBRIDA DIINOKULASI CENDAWAN ENDOFIT PADA BERBAGAI JUMLAH BENIH PER LUBANG TANAM Nurcaya Nurcaya; Elkawakib Syam’un; Amir Yassi; Itji Diana Daud
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan spora cendawan Beauveria bassiana dan jumlah benih per lubang tanam terhadap pertumbuhan jagung hibrida. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hama Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar dan di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dari bulan Maret hingga Juni 2018. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk percobaan 2 faktor yang disusun dalam Rancangan Petak Terpisah. Faktor pertama adalah jumlah benih per lubang tanam yang terdiri 1 dan 2 benih per lubang tanam. Faktor kedua adalah kepadatan spora cendawan B. bassiana dengan kepadatan 1 x 105, 1 x 106, dan 1 x 107 per mL, serta tanpa pemberian spora (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kepadatan spora cendawan B. bassiana 1 x 107 per mL dengan 2 benih per lubang tanam menunjukkan laju tumbuh tanam dan laju asimilasi bersih periode I tertinggi, namun tidak berbeda nyata pada laju tumbuh tanam dan laju asimilasi bersih periode II hingga periode IV.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU (MUNG BEAN FLOUR) TERHADAP PEMBUATAN “COCONUT FLAKES” Munira Munira; Ummu Aimanah; Nuraeni Nuraeni
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu produk olahan kelapa yaitu flakes. Flakes merupakan makanan siap saji yang baik dikonsumsi saat sarapan pagi oleh segala jenis umur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kacang hijau terhadap pembuatan coconut flakes. Komponen utama dalam tepung kacang hijau adalah protein yakni sebanyak 24,27%. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah uji organoleptik terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur, analisa kadar air dan kecepatan rehidrasi. Kadar air tetinggi yang diperoleh dari hasil penelitian ini terdapat pada flakes dengan penambahan tepung kacang hijau sebanyak 40 gram dengan nilai 5.9225% dan kadar air terendah terdapat pada flakes dengan penambahan tepung kacang hijau sebanyak 60 gram dengan nilai 3.5525%. Waktu rehidrasi tertinggi juga terdapat pada penambahan tepung kacang hijau sebanyak 40 gram dengan nilai 35.72 detik dan terendah juga pada penambahan tepung kacang hijau sebanyak 60 gram dengan nilai 25.92 detik. Sedangkan pada hasil uji organoleptik dimana pada parameter warna, aroma, rasa dan tekstur yang paling disukai terdapat pada penambahan tepung kacang hijau sebanyak 60 gram dan yang paling tidak disukai terdapat pada penambahan tepung kacang hijau sebanyak 40 gram. Penambahan tepung kacang hijau pada penelitian ini bertujuan agar produk coconut flakes mempunyai kenampakan yang baik secara fisik.
PENINGKATAN PRODUKSI KAKAO MELALUI PEMELIHARAAN TANAMAN SECARA BERKELANJUTAN Apresus Sinaga; Mimin Yulita Kusumaningrum
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya kakao dengan pengelolaan secara terpadu dapat meningkatkan produksi kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang paket teknologi pengelolaan tanaman kakao di Provinsi Papua Barat. Penelitian dilaksanakan di Distrik Prafi Mulya Kabupaten Manokwari Papua Barat. Penelitian dilaksanakan, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 ulangan dan masing-masing perlakuan diamati sebanyak 5 tanaman. Data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji selang berganda Duncan pada taraf 0,05. Analisis korelasi dan regresi diterapkan untuk mengetahui hubungan antara karakter dan jumlah bunga terhadap buah segar kakao. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan paket D dapat meningkatkan jumlah bunga per tanaman dan berbeda nyata terhadapa paket A (kontrol) dan meningkatkan hasil buah kakao sehat per tanaman sebesar 297,73% terhadap perlakuan paket A (kontrol). Berkorelasi secara signifikan antara jumlah bunga pertanaman terhadap jumlah buah sehat pertanaman sebesar r=0,41*. Koefiesien regresi menunjukkan jumlah bunga per tanaman berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah segar kakao per tanaman dengan tingkat signifikansi 0,022 (< 0,05).
KAJIAN PEMUPUKAN BEBERAPA VARIETAS JAGUNG PADA POLA TUMPANG SARI DIANTARA BARISAN TANAMAN CENGKEH DI KABUPATEN BANTAENG Amir Amir; Rahmatiah Rahmatiah
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulawesi Selatan memiliki lahan kering seluas 4.429.747 Ha sebagai potensi pengebangan jagung. Pengembangan jagung pada lahan kering seluas 60-70%. Pengkajian bertujuan meningkatkan produksi jagung dalam pola tumpang sari diantara tanaman cengkeh. Kegiatan disusun menurut rancangan petak terpisah (RPT), tiga ulangan, lima varietas jagung sebagai petak utama (PU) dan dosis pupuk anorganik tiga level sebagai anak petak (AP). Pengkajian dilaksanakan dengan tidak mengolah tanah (TOT) diantara tanaman cengkeh. Pengamatan dilakukan terhadap komponen pertumbuhan dan komponen hasil. Perlakuan tunggal varietas NK-Sumo memberikan produksi pipilan kering jagung tertinggi (9,8 t/ha) dan berbeda nyata dengan perlakuan tunggal varietas lainnya. Perlakuan tunggal dosis pupuk rekomendasi memberikan produksi pipilan kering jagung lebih tinggi (8,85 t/ha) dan berbeda nyata dengan perlakuan tunggal dosis pupuk lainnya. Interaksi varietas NK-Sumo dengan dosis pupuk rekomendasi memberikan produksi pipilan kering jagung tertinggi (10.30 t/ha).
EFEKTIVITAS PEMBERIAN PLANT GROWTH PROMOTHING RHIZOBACTERIA (PGPR) AKAR PUTRI MALU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI (Brasicca juncea L.) Ramli Ramli; P. Hamzah; W. Pasauran
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) adalah sejenis bakteri yang hidup dan berkembang di perakaran tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pemberian Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR) Akar Putri Malu Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi serta untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani. Penelitian dilaksanakan di lahan kampus Polbangtan Gowa, pada bulan Maret sampai Mei 2020. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 12 plot. Perlakuan yang digunakan yaitu: P0 : Tanpa Perlakuann, P1 : Pemberian PGPR akar putri malu 15 ml/tanaman, P2 : Pemberian PGPR akar putri malu 20 ml/tanaman atau dan P3 : Pemberian PGPR akar putri malu 25 ml/tanaman. Parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan berat bersih. Pemberian dosis PGPR akar putri malu pada pertumbuhan dan produksi tanaman sawi pada P3 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman yaitu 36,33 cm, jumlah daun 12,60 helai dan berat bersih 154,00 gram.
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT NENAS TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG PANJANG Jati Nurcholis; Basrun Basrun; Syaifuddin Syaifuddin; Buhaerah Buhaerah
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk organik cair kulit nanas pada pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan empat perlakuan tiga kali ulangan, sehingga terdapat 12 bedengan percobaan. P0 = Tanpa perlakuan (kontrol); P1 = 150 milliliter pupuk organik cair kulit nanas + 1 liter air per bedengan = 1.041 liter per hektar; P2 = 300 milliliter pupuk organik cair kulit nanas + 1 liter air per bedengan = 2.083 liter per hektar; P3 = 450 milliliter pupuk organik cair kulit nanas + 1 liter air per bedengan = 3.124 liter per hektar. Penggunanaan pupuk organic cair kulit nenas pada tanaman kacang Panjang memperlihatkan perbedaan pertumbuhan pada perlakauan dengan tidak memberikan pupuk organic cair kulit nenas. Pemberian pupuk organic cair dengan dosis 450 mililiter fermentasi kulit nenas + 1 liter air setiap bedengan menunjukkan pengaruh nyata dibandingkan dengan perlakuan yang lain, Rata rata pertumbuhan tinggi tanaman mencapai 203,56 centimeter dengan jumlah daun rata rata mencapai 48,27 helai serta berat basah rata -rata mencapai 100,73 gram.
PERFORMA AYAM PEDAGING TERHADAP PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) DALAM PAKAN Muhammad Yunus; Djoni Prawira Rahardja; Laily Agustina Rotib
Jurnal Agrisistem Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Agrisistem
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan genetik, dan industri pakan ternak dewasa ini telah membawa perkembangan yang siginifikan dalam industri perunggasan dengan meningkatkan pencapaian bobot akhir hingga 2 kg hanya dalam waktu < 30 hari. Namun demikian, pencapaian ini masih diikuti dengan peningkatan munculnya masalah terkait dengan kondisi fisiologis ayam seperti kematian mendadak (sudden death syndrome) dan penyakit pernafasan, serta masalah pada kaki terutama pada kondisi pemeliharaan di daerah tropis. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi dampak dari lingkungan terhadap produktivitas ayam pedaging diantaranya dengan penggunaan berbagai jenis tanaman herba untuk meningkatkan daya tahan tubuh memberikan nilai tambah pada produk daging yang dihasilkan. Salah satu jenis herba yang telah lama dikenal di Indonesia sebagai sayuran dan dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak pada ayam pedaging ialah tanaman kelor. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor dalam pakan terhadap performa ayam pedaging. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Laboratorium Fisiologi Ternak, dan Laboratorium Kimia dan Makanan Ternak Universitas Hasanuddin, bulan November 2015 sampai Januari 2016. Penambahan tepung daun kelor hingga 4% dalam pakan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap performa, terutama pada pencapaian berat badan akhir, dan efesiensi penggunaan pakan ayam pedaging.

Page 11 of 20 | Total Record : 197