Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2020): Mei"
:
10 Documents
clear
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI KELURAHAN GADANG KOTA MALANG
Ika Yudianti;
Tarsikah Tarsikah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (704.257 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.484
Kehamilan risiko tinggi merupakan suatu keadaan dimana kondisi ibu hamil yang dapat menyebabkan janinyang dikandungnya tidak dapat tumbuh dengan sehat, bahkan dapat menimbulkan kematian pada ibu dan janin.Kematian ini dapat dicegah dengan cara deteksi dini ibu hamil beresiko oleh tenaga kesehatan dan masyarakatyang kemudian dilaporkan ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan segera. Pengabdian masyarakat inidilakukan dengan metode pelatihan kepada 40 kader yang dilaksanakan selama 1 bulan. Materi yang diberikanmeliputi: komunikasi efektif, ibu hamil risiko tinggi, deteksi dini ibu hamil risiko tinggi menggunakan KartuSkor Puji Rochyati (KSPR), dan alur pelaporan. Berdasarkan hasil uji statistika menggunakan pair t-testdidapatkan hasil 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan kadersebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Pelatihan kader ini adalah program yang jarang dilakukan apalagitentang pengisian KSPR, sehingga perlu dilakukan terus menerus, disebarluaskan kepada kader-kader yang lain,dipahami dapat diimplementasikan dalam melakukan deteksi dini pada ibu hamil.
EFEKTIFITAS PRENATAL YOGA TERHADAP PENGURANGAN KELUHAN FISIK PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI KELURAHAN DASAN CERMEN WILAYAH KERJA PUSKESMAS BABAKAN KECAMATAN SANDUBAYA
Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti;
Intan Gumilang Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1062.166 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.474
Selama masa kehamilan ibu hamil mengalami perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkanketidaknyamanan. Salah satu perawatan kehamilan pada trimester II dan III adalah olahraga berupa yoga. Tujuanuntuk mengetahui efektifitas prenatal yoga terhadap pengurangan keluhan fisik dan psikologis pada ibu hamiltrimester III. Jenis Intervensi pada prenatal yoga adalah gerakan kelas sunsalutation A selama 4 kali intervensidalam 4 minggu. Sampel sebanyak 15 ibu hamil trimester III, hasil simpulan penelitian bahwa prenatal yogaefektif terhadap pengurangan keluhan fisik ibu hamil trimester III. Hasil evaluasi gerakan yoga sunsalutation Amulai beradaptasi dengan tubuh ibu dan gerakan yoga sudah mulai ibu hamil kuasai sendiri tanpa bantuanfasilitator, keluhan seperti kram kaki, sakit punggung, kaki bengkak dan sembelit pada intervensi ke IV sudahtidak ada lagi dan pada tubuh ibu merasa lebih ringan dengan gerakan tersebut. Hasil uji statistic didapatkan nilaip = 0,005 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara keluhan ibu hamil sebelum dilakukanyoga antenatal dan setelah dilakukan yoga antenatal. Saran perlunya program prenatal gentle yoga inidilaksanakan dalam asuhan kebidanan khususnya pada kelas ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Babakansecara rutin sehingga ketidakyamanan ibu hamil selama kehamilan dapat teratasi
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KADER DALAM RANGKA PENJARINGAN IBU HAMIL RESIKO TINGGI DAN SISTEM PELAPORAN KE TENAGA KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARSENGON KABUPATEN JEMBER
Dian Aby Restanty;
Yuniasih Purwaningrum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (832.6 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.480
Kehamilan risiko tinggi merupakan suatu keadaan dimana kondisi ibu hamil yang dapat menyebabkan janinyang dikandungnya tidak dapat tumbuh dengan sehat, bahkan dapat menimbulkan kematian pada ibu dan janin.Kematian ini dapat dicegah dengan cara deteksi dini ibu hamil beresiko oleh tenaga kesehatan dan masyarakatyang kemudian dilaporkan ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan segera. Pengabdian masyarakat inidilakukan dengan metode pelatihan kepada 40 kader yang dilaksanakan selama 1 bulan. Materi yang diberikanmeliputi: komunikasi efektif, ibu hamil risiko tinggi, deteksi dini ibu hamil risiko tinggi menggunakan KartuSkor Puji Rochyati (KSPR), dan alur pelaporan. Berdasarkan hasil uji statistika menggunakan pair t-testdidapatkan hasil 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan kadersebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Pelatihan kader ini adalah program yang jarang dilakukan apalagitentang pengisian KSPR, sehingga perlu dilakukan terus menerus, disebarluaskan kepada kader-kader yang lain,dipahami dapat diimplementasikan dalam melakukan deteksi dini pada ibu hamil.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA MENGGUNAKAN APLIKASI “ISI PIRING AMBO” SEBAGAI UPAYA PENERAPAN GIZI SEIMBANG
Betty Yosephin Simanjuntak;
Anang Wahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (967.459 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.485
Remaja adalah anak yang berusia 10-19 tahun. Pada masa ini individu mengalami perkembanganpsikologi dan pola identifikasi dari anak-anak menjadi dewasa. Perubahan tersebutmempengaruhi kebutuhan gizi dan makanan terhadap masing-masing individu. Isi piringkumenggambarkan tentang makanan SEHAT dengan pedoman gizi seimbang. Perkembanganmedia teknologi informasi dan komunikasi pada era sekarang ini menunjukan betapasemakin banyak media komunikasi yang beredar dalam masyarakat. Oleh karena itu edukasi inidilakukan melalui smartphone dengan menggunakan aplikasi. Metode yang digunakan dalampengabdian masyarakat adalah pelaksanaan edukasi dengan ceramah, diskusi, dan Tanya jawab.Hasil dari kegiatan pengabmas ini adalah pengukuran pretest dan postest menunjukkanpeningkatan rerata skor pengetahuan siswa/siswi yang dilanjutkan dengan memonitoringperkembangan transfer pengetahuan dari siswa/siswi yang telah mendapat pendidikan gizikepada siswa sebaya mengenai pengetahuan gizi seimbang isi piringku dengan aplikasismartphone. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan siswa/siswi mengalami peningkatanpengetahuan mengenai isi piringku dengan aplikasi “Isi Piring Ambo”.
EDUKASI TENTANG GIZI SEIMBANG UNTUK IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN DINI STUNTING
Intan Gumilang Pratiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (859.39 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.476
Pemenuhan gizi ibu hamil adalah yang terpenting pada masa kehamilan. Dengan mendapatkangizi yang seimbang dan baik, ibu hamil dapat mengurangi resiko ksehatan pada janin dan sangibu. Oleh karena itu, memperhatikan asupan makanan dan juga nutrisi sangat penting dilakukanoleh ibu hamil maupun keluarganya.Menjaga keseimbangan gizi pada ibu hamil sangat diperlukan agar kondisi ibu dan janin tetap sehat dengan memberikan makanan yang cukupmengandung karbohidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga. Dan sebagai sumber zatpembangun protein mendapatkan tambahan minimal zat besi, kalsium, vitamin, asam folat danenergi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkanpengetahuan ibu hamil dalam gizi seimbang. Metode dilakukan dengan pemberian edukasitentang gizi seimbang pada ibu hamil, dilaksakan di Desa Karang Bayan,Kecamatan LingsarKabupaten Lombok Barat. Evaluasi penilaian menggunakan kuisioner dengan metode pre-posttest. Hasil dari pengabdian masyarakat ini pengetahuan ibu hamil sejumlah 40 respondenmeningkat dari 46,45 menjadi 76,25.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MELALUI KELAS PRANIKAH UNTUK MENYIAPKAN KEHAMILAN YANG SEHAT DI DESA WATUGEDE SINGOSARI KABUPATEN MALANG
Tarsikah Tarsikah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (792.204 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.481
Berbagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu lebih banyak dilakukan pada saat perempuan sudahhamil, sedangkan program kesehatan reproduksi remaja belum menyentuh materi bagaimana menyiapkankehamilan yang sehat. Penyiapan kesehatan reproduksi pada catin di KUA belum maksimal karena keterbatasanpemateri kesehatan yang bisa memberikan pembekalan secara kontinyu. Kelas pra nikah untuk remaja usiaakhir dan belum menikah menjadi alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan kegiatan adalahmeningkatkan pengetahuan remaja tentang kesiapan menjalani kehamilan yang sehat melalui kegiatan kelas pranikah. Metode yang digunakan adalah ceramah tanya jawab dan diskusi dengan media pembelajaran lembarbalik persiapan pranikah, lap top dan video. Sasaran kegiatan adalah remaja putri sejumlah 24 orang yangdibagi dua kelompok yang masing masing kelompok dua kali pertemuan dengan topik kesiapan fisik, kesiapangizi dan kesiapan psikologis menghadapi kehamilan. Kegiatan dilakukan pada bulan Juni-Juli 2019. Pada akhirpertemuan dilakukan pemeriksaan kadar Hb sebagai upaya skreening anemia. Hasil kegiatan pengabmasmenunjukkan ada perubahan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pemberikan pendidikan kesehatanmelalui kegiatan kelas pra nikah. Kegiatan ini bisa menjadi salah satu alternatif pendidikan pra nikah berbasiskomunitas, yang bisa dilakukan sebagai kegiatan tersendiri maupun mengikuti kegiatan pemberdayaan ditingkat masyarakat yang sudah ada misalnya posyandu remaja maupun karang taruna.
PENGGUNAAN CAKRAM GIZI SARAPAN PAGI SEBAGAI MEDIA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA
Retno Wahyuningsih;
Joyeti Darni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (679.033 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.477
Anak usia sekolah menjadi perhatian khusus, karena di usia ini anak sedang mengalami pertumbuhan yang pesat,sehingga kebutuhan akan zat-zat gizi juga mengalami peningkatan. Sarapan pagi diperlukan untuk anak usiasekolah, agar dapat meningkatkan fungsi kognitif dan prestasi belajar anak. Tujuan kegiatan adalah untukmeningkatkan pengetahuan anak sekolah melalui penyuluhan tentang sarapan pagi. Metode yang digunakanadalah penyuluhan (pemaparan melalui ceramah secara langsung) dengan media cakram gizi sarapan pagi danpengisian kuesioner pre-post test untuk mengetahui keberhasilan penyuluhan yang dilakukan. Didapatkan hasilrata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan dengan skor benar >80% adalah sebanyak 87,5%, dan setelahpenyuluhan skor benar >80% adalah sebanyak 97,5%. Rata-rata skor pengetahuan sebelum penyuluhan termasukdalam kategori baik (nilai >80) sebanyak 87,5%, dan pengetahuan sedang sebanyak 12,5%. Setelah penyuluhandidapatkan skor pengetahuan baik sebanyak 97,5% dan sedang sebanyak 2,5%. Kesimpulannya terdapatpeningkatan pengetahuan sesudah diberikan penyuluhan tentang Sarapan pagi.
PENINGKATAN KETERAMPILAN IBU DALAM PENANGANAN TERSEDAK PADA BAYI DAN ANAK
Mira Utami Ningsih;
Baiq Kirana Kitna Yusarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (778.859 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.482
Tersedak merupakan suatu kegawat daruratan yang sangat berbahaya, karena dalam beberapamenit akan terjadi kekurangan oksigen secara general atau menyeluruh sehingga hanya dalamhitungan menit klien akan kehilangan reflek nafas, denyut jantung dan kematian secarapermanen dari batang otak. Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2011sekitar 17.537 kasus tersedak paling sering terjadi pada anak usia batita (1,5 – 3 tahun). Anakusia dini (0-6 tahun) merupakan anak-anak yang sangat unik dan memiliki karakteristik yangberagam sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan di rumah tangga apabila anak-anakdibiarkan tanpa pengawasan yang baik, salah satunya adalah kejadian tersedak. Penanganantersedak pada anak sangat tergantung pada peran orangtua. Pengetahuan orangtua yang berbedaakan mengakibatkan penanganan tersedak pada anak yang berbeda pula. Perlu ada pendidikanuntuk mengubah atau mempengaruhi perilaku orangtua tentang penanganan tersedak, salahsatunya melalui penyuluhan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalahuntuk meningkatkan keterampilan Ibu dalam memberikan pertolongan pertama atau menanganitersedak pada bayi dan anak Di Kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya Kota Matarammelalui kegiatan penyuluhan dan demonstrasi tindakan back blow. Evaluasi hasil dilakukan secaralangsung dengan menanyakan kepada peserta penyuluhan menggunakan kuesioner. Hasilmenunjukkan 75% peserta menjawab dengan benar pertanyaan yang diberikan.
PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN SENAM HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA MANAJEMEN DIRI PENDERITA HIPERTENSI
Hamdan Hariawan;
Cut Mutia Tatisina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (687.407 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.478
Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap diatasi. Penyebab hipertensi hinggasaat ini secara pasti belum dapat diketahui, tetapi gaya hidup berpengaruh besar terhadap kasus ini. Hal yangdapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi adalah dengan senam hipertensi dan dukungan keluarga melaluipemberdayaan keluarga. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan penyuluhankepada keluarga sebagai pemberdayaan keluarga dan senam hipertensi kepada anggota keluarga yang menderitahipertensi. Hasil yang didapatkan berupa keikutsertaan keluarga dalam pemberdayaan keluarga dankeikutsertaan peserta dalam senam hipertensi. Kombinasi pemberdayaan keluarga dan senam hipertensimeningkatkan anajemen hipertensi dengan p
PENINGKATAN PENGETAHUAN & SKILL DALAM MERAWAT LUKA
Alva Cherry Mustamu;
Hillary L Mustamu;
Nur Hafni Hasim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 1, No 2 (2020): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (547.722 KB)
|
DOI: 10.32807/jpms.v1i2.483
Luka memiliki berbagai penyebab; beberapa timbul dari intervensi bedah, akibat dari cedera, dan yang lain adalahkonsekuensi dari faktor ekstrinsik, seperti tekanan atau gesekan, bahkan komorbid yang mendasari seperti diabetesatau penyakit pembuluh darah.Prevalensi risiko diabetic foot ulcer (DFU) di Indonesia diperkirakan tinggi, karenabanyak pasien DM yang tidak terdiagnosis. saat ini Pengembangan prosedur keperawatan dalam perawatan lukamerupakan tuntutan klien dalam menerima standar layanan baru. Beberapa penelitian menunjukan bahwa, berbagaijenis program peningkatan sumber daya manusia termasuk pendidikan berkelanjutan seperti seminar dan workshopnampaknya sangat penting, Sebenarnya, pendidikan yang terarah bisa meningkatkan keefektifitasannya karenadidasarkan pada kondisi dan kebutuhan perawat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini adalah workshop yang meliputi diskusi interaktif dan praktik langsung antara pengabdi denganperawat yang tersebar di Kota dan Kabupaten Sorong. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dengan Jumlahpeserta sebanyak 49 orang. Evaluasi penilaian menggunakan kuisioner dan lembar observasi dengan metode prepost test. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukan bahwa pengetahuan perawat meningkat dari Mean:12,53 menjadi 17,59 dan skill perawat meningkat dari mean: 10,39 menjadi 14.