Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2022): Mei"
:
10 Documents
clear
PELATIHAN KADER SEBAYA SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN REMAJA DI BIDANG KESEHATAN REPRODUKSI
Tarsikah Tarsikah;
Nur Eva Aristina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v3i2.820
Masalah yang menonjol di kalangan remaja yaitu permasalahan seputar seksualitas, HIV/AIDS dan Napza, serta rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi Ada potensi kerentanan remaja untuk beperilaku berisiko terhadap kesehatan reproduksinya, sehingga pemerintah melakukan salah satu pedekatan melalui program teman sebaya sebagai sumber informasi kesehatan reproduksi remaja. Keberadaan kader diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi melalui edukasi, namun fakta dilapangan jumlah kader teman sebaya jumlahnya terbatas. Tujuan kegiatan: pemberdayaan remaja putri melalui peningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja calon kader teman sebaya melalui kegiatan pelatihan. Kegiatan dilakukan di desa Watugede Singosari Kabupaten Malang, pada bulan April-September 2021 dengan jumlah peserta 10 calon kader teman sebaya, berusia antara 15-20 tahun dengan pendidikan minimal SMU dan bersedia mengikuti kegiatan minimal 4 kali pertemuan. Hasil penilaian pengetahuan menggunakan kuisioner pre dan post test. Penilaian ketrampilan menggunakan lembar observasi cek list peer educator. Analisis data secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar pengetahuan kesehatan reproduksi calon kader meningkat. Secara kualitatif yang perlu dipertahankan oleh kader teman sebaya adalah motivasi yang kuat untuk belajar. Hal yang perlu ditingkatkan dari ketrampilan calon kader adalah kemampuan menjalin kedekatan pada audience dan kemampuan melakukan apersepsi melalui penggambaran fakta fakta dilapangan sesui dengan topik yang akan disampaikan. Kegiatan berkelanjutan berupa memberikan kesempatan kepada kader teman sebaya untuk melakukan edukasi pada peserta yang lebih luas melalui kegiatan kemasyarakatan yang sudah ada di desa.
TRAUMA HEALING PASCA BENCANA DENGAN PENDEKATAN SPIRITUAL MENURUNKAN KECEMASAN DAN KETAKUTAN PADA WARGA
Cembun Cembun;
Akhmad Fathoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v3i2.871
Badan nasional penanggulangan Bencana (BNPB), mencatat kerusakan yang diakibatkan oleh rangkaian gempa Lombok pada tahun 2018 adalah 71.962 unit rumah rusak, 671 fasilitas pendidikan rusak, 52 unit fasilitas kesehatn, 128 unit fasilitas peribadatan dan sarana infastruktur. Sedangkan data korban adalah 460 orang meninggal dunia, 7.733 korban luka-luka, 417.529 orang mengungsi. Masalah-masalah yang ditemukan pada korban setelah bencana alam gempa bumi diantaranya yaitu pertama masalah dampak gempa yang meliputi ketakutan akan kembali terjadinya gempa bumi, kesulitan melupakan peristiwa gempa, kecemasan, kegelisahan memikirkan gempa, ketakutan untuk masuk ke dalam rumah, mendengar suara gemuruh atau ketakutan bila malam tiba. Solusi yang ditawarkan adalah trauma healing dengan pendekatan spiritual yaitu melalui ceramah keagamaan dan peningkatan dalam beribadah yang bertujuan untuk mengurangi dampak psikologis akibat bencana seperti kecemasan dan ketakutan. Disamping itu dengan trauma healing melalui pendekatan spiritual maka akan terjadi penurunan fungsi medulla obolongata khususnya bagian vasomotor yang menghasilkan bradikardi serta mengurangi pengeluaran adrenalin oleh bagian medulla kelenjar adrenal.
MAKANAN SELINGAN BERBASIS PANGAN LOKAL UNTUK ANAK USIA 3-5 TAHUN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING
Reni Sofiyatin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v3i2.891
Kurangnya pemahaman ibu tentang makanan yang bergizi akan berdampak pada masalah gizi anak seperti stunting. Semakin baik kualitas makanan yang dikonsumsi akan mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak. Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam memperkenalkan makanan pada anak umur 3-5 tahun adalah membuat dalam bentuk makanan selingan dengan jumlah kalori 150-200 kkal. Pemanfaatan pangan Lokal seperti daun kelor, tempe ataupun tahu merupakan salah satu langkah alternatif dalam penanganan stunting. Tujuan kegiatan ini memberikan pendidikan gizi pada ibu balita berupa demostrasi pembuatan makanan selingan berbasis pangan lokal dalam upaya pencegahan stunting di Desa Karang Bayang Kecamatan Lingsar . Metode yang digunakan adalah Penyuluhan dan Demostrasi. Sasaran pengabmas adalah 45 ibu yang mempunyai anak usia 3-5 tahun . Resep yang di demostrasikan berupa bakso ayam tempe kelor wortel (nilai gizi per 100 gram sebesar Energi 210,25 Kkal, Protein= 17 gram) , bakso ayam tahu kelor (nilai gizi per 100 gram sebesar energi =210,25 Kkal, protein 16,95 Gram ) dan nugget ayam tahu wortel ( nilai gizi per 100 gram sebesar Energi = 130,16 Kkal dan Protein = 6,22 Gram)
EDUKASI IBU-IBU PKK UNTUK PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID19 DAN PENGGUNAAN ANTISEPTIK ALAMI
Erlin Yustin Tatontos;
Siti Zaetun;
Nurul Inayati;
Urip Urip;
IGAN Danuyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v3i2.897
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Peningkatan jumlah kasus berlangsung cukup cepat, dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Untuk mencegah penularan Covid19 di seluruh desa maka pada Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan edukasi ibu-ibu PKK untuk penerapan Protokol Kesehatan dan penggunaan Antiseptik alami. Sasaran PKM adalah ibu-ibu PKK di desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar Lombok Barat berjumlah 40 orang. Metode pelaksanaan PKM adalah penyuluhan dan simulasi penerapan Protokol Kesehatan Covid19 yaitu 3 M serta demonstrasi dan praktek pembuatan Antiseptik rebusan daun Sirih. Dalam pelaksanaan PKM dilakukan Pre Test dan Post test serta meliputi pengetahuan, pemahaman/ sikap dan perilaku. Observasi pada praktek pembutan antiseptik alami.. Analisis secara deskriptif. Hasil Pre test 70% ibu-ibu PKK memakai masker , Post Test 100%; Pre test mencuci tangan pakai sabun/ antiseptik 37,5% menjadi 100% pada Post Test; Pre test Menjaga jarak/ menjauhi kerumunan 50% menjadi 100% pada Post Test. Hasil observasi ibu-ibu PKK dapat mempraktekan pembuatan antiseptik rebusan daun Sirih.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN WADAH PEMBUANGAN DAHAK BERBAHAN DAUN SIRIH - SEREH DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 dan ISPA DI DESA KARANG BAYAN
Rohmi Rohmi;
Maruni Wiwin Diarti;
Yunan Jiwintarum;
Lalu Srigede;
Rabi'unnisa Sulaimah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v3i2.869
Spesimen dahak memiliki tingkat sensitivitas tertinggi kedua setelah spesimen cairan lavage Bronchoalveolar, yang menandakan jalan penularan cepat virus dan penyebab infeksi saluran nafas akut. Spesimen dahak yang dikeluarkan oleh masyarakat saat berludah banyak mengandung mikroba (virus,bakteri, jamur). Pemutusan penularan melalui dahak dapat diatasi dengan penyediaan tempat berludah yang mengandung desinfektan dan wadah tersebut harus terpapar sinar matahari, salah satunya adalah melalui pembuatan wadah dari botol bekas yang megandung desinfektan alami seperti sediaan simplisia daun sirih dan batang sereh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi ibu – ibu yang anggotanya berisiko ISPA dan Kader di Desa Karang Bayan dalam pengolahan bahan – bahan alam daun sirih dan sereh melalui demostrasikan dan mendampingi dalam pemanfaatan wadah desinfektan berbahan daun sirih-sereh untuk pembuangan dahak dalam upaya pencegahan penyebaran bakteri penyebab ISPA dan Covid-19. Hasil dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan kader dan ibu – ibu tentang cara pembuatan wadah ludah berdesinfektan daun sirih dan batang sereh, penularan Covid-19 dan penyakit ISPA, pencegah dan penanggulangan Covid-19 dan penyakit ISPA. Kesimpulan Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan Ibu – ibu dan kader dalam pemanfaatan wadah desinfektan berbahan daun sirih-sereh untuk pembuangan dahak dalam upaya pencegahan penyebaran bakteri penyebab ISPA dan Covid-19
PEMBERDAYAAN KARANG TARUNA DASAN CERMEN DALAM PEMANFAATAN “TERUNA” FILTRAT BUAH TERUNGU UNGU DAN BUNGA KENANGGA UNTUK PENGENDALIAN LARVA Aedes sp
Zainal Fikri;
Yunan Jiwintarum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v3i2.898
Salah satu daerah di Kota Mataram yang memiliki kasus DBD tergolong tinggi serta belum memiliki peta sebaran vektor virus dengue adalah Kelurahan Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya. Untuk memecahkan masalah masyarakat terkait dengan pengendalian kasus DBD, maka pelaksanaan pengabdian masyarakat ini memilih sasaran Karang Taruna dengan pendekatan pada Remaja. Solusi yang ditawarkan sebagai upaya pencegahan penyakit deman berdarah di lokasi Pengabdian Masyarakat dapat dilakukan adalah dengan pendekatan pada remaja melalui Karang Taruna Pendekatan dilakukan dengan memberikan edukasi cara pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti menggunakan insektisida spray filtrat buah terong ungu panjang dan bunga kenanga. Kegiatan pengabdian masyarakat program kemitraam masyarakat yang dilaksanakan di kelurahan Dasan Cermen kecamatan Sandubaya memberikan pengaruh yang besar terhadap peningkatan pada sikap remaja Karang Taruna tentang prilaku hidup bersih sehat terkait kebersihan sanitasi lingkungan untuk pengendalian vector DBD melalui TOT dan Coaching dalam upaya pengendalian larva Aedes sp untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) melalui pemanfaatan spray filtrat buah terong ungu panjang.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG HIGIENE GENITAL UNTUK REMAJA PUTRI MELALUI POSYANDU REMAJA DENGAN APLIKASI ONLINE
Irmayani Irmayani;
Baiq Eka Putri Saudia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v3i2.849
AbstrakKesehatan reproduksi remaja putri saat ini masih menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian terutama untuk remaja putri diantaranya adalah hygiene genital yang buruk. Hygiene genital merupakan komponen utama kesehatan wanita dan sangat penting untuk perlindungan kesehatan reproduksi. Namun, praktik higyene genital mempengaruhi kerentanan wanita infeksi menular seksual dan morbiditas seksual dan reproduksi lainnya. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap remaja dan praktik hygiene genital remaja melalui posyandu remaja dengan aplikasi online di Kelurahan Dasan Cermen. Sasaran dalam pengabdian masyarakat adalah remaja putri sebanyak 60 orang yang bertempat tinggal di Kelurahan Dasan Cermen. Metode yang dilakukan Metode yang dilakukan dengan memberikan memberikan edukasi kepada remaja putri yang mengikuti posyandu remaja melalui aplikasi. Hasil luaran yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah jurnal nasional pengabdian masyarakat, booklet pendidikan kesehatan Hygiene Genital. HAKI untuk booklet dan aplikasi online. Hasil pengabdian masyarakat ada perubahan pengetahun, sikap dan praktik remaja putri yang lebih baik dalam hygiene genital
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF “CONTINUITY OF CARE” PADA NY L DI WILAYAH PUSKESMAS NARMADA, LOMBOK BARAT
Intan Gumilang Pratiwi;
Wulan Yulia Tri Adekayanti Harys
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v3i2.900
Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2020 disebabkan oleh perdarahan sebanyak 1.330 kasus, hipertensi dalam kehamilan sebanyak 1.110 kasus, dan gangguan sistem peredaran darah sebanyak 230 kasus. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan asuhan komprehensif berkelanjutan pada ibu dimulai kehamilan 32 minggu sampai dengan pemakain alat kontrasepsi KB. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode pemeriksaan home care yaitu datang kerumah pasien. Proses persalinan didampingi oleh mahasiswa di pusat layanan kesehatan yaitu Puskesmas Narmada. Asuhan Kunjungan Ibu Nifas dilakukan selama empat kali disertai dengan Asuhan Kunjungan Neonatus untuk bayi. Setelah nifas pengabdi merekomendasikan pemberian alat kontrasepsi sesuai pilihan serta kecocokan ibu. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dilakukan asuhan komprehensif sesuai dengan standar mulai kehamilan sampai persalinan serta asuhan bayi baru lahir, keadaan ibu dan bayi sehat.
PELATIHAN SENAM HAMIL PADA KADER DI PUSKESMAS PEGANDON KABUPATEN KENDAL
Heny Rosiana;
Ana Sundari;
Triana Sri Hardjanti;
Erna Widyastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v3i2.814
Kehamilan merupakan periode penting dalam kehidupan wanita. Selama kehamilan terjadi perubahan secara psikologis dan fisiologis. Untuk tetap mejaga kebugaran, ibu hamil harus merawat diri dengan melakukan latihan fisik secara teratur. Pelaksanaan senam hamil juga masih terbatas karena kurangnya informasi mengenai manfaat senam hamil. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini adalah melatih kader binaan puskesmas Pegandon gerakan senam hamil sehingga mampu mejadi pelatih senam hamil yang ada di masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdain masyarakat ini adalah ceramah, diskusi dan partisipatif. Kegiatan ini berlangsung pada Bulan Juni 2019, pada 20 kader kesehatan dan 20 ibu hamil. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan 20 kader telah memiliki kompetensi untuk membimbing ibu hamil dalam melakukan senam hamil. Gerakan senam hamil yang diajarkan yaitu pada Trimester 1, 2 3 meliputi gerakan pemanasan, peregangan, gerakan inti dan pendinginan. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan ini bermanfaat, kader yang berada di masyarakat dan menjadi partner bidan dapat mengaplikasikan dan membantu ibu hamilPregnancy is an important period in women’s life. During pregnancy occur physicologycal and Physiological changes. To maintenance the fitness, pregnant women should take care their self by doing physical activity regularly. Aim of this activity is to train the cadres in Pegandon Public Health community about pregnancy exercise so that they can guide the pregnant women in community. Methods in this activity are counseling, discussion and partisipative methods. This activity took place in June 2019, with 20 health cadres and 20 pregnant womens. The results of community service found that 20 cadres had the competence to guide pregnant women in doing pregnancy exercises. Pregnancy exercise movements that are taught are in Trimester 1, 2, 3 including warming up, stretching, core movements and cooling down. The conclusion of this community service is that this training is useful, cadres who are in the community and become partners of midwives can apply and help pregnant women.
KOMUNIKASI PERUBAHAN PERILAKU “CEGAH STUNTING ITU PENTING” MELALUI PEMANFAATAN E-MODUL
Adriyani Adam;
Hikmawati Mas'ud
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 2 (2022): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32807/jpms.v3i2.882
Masalah stunting merupakan salah satu tantangan dalam pembangunan manusia di Indonesia. Prevalensi stunting selama 10 tahun terakhir berdasarkan hasil pengumpulan data secara nasional menunjukkan tidak terjadi perubahan yang signifikan dan hal ini mendeskripsikan bahwa stunting memerlukan penanganan secara cepat dan terintegrasi. Dalam rangka percepatan penurunan prevalensi stunting, Presiden Repubik Indonesia telah mencanangkan target penurunan stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui perubahan pengetahuan calon pasangan usia subur sebagai implementasi model komunikasi perubahan perilaku dengan pemanfaatan E-Modul sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan diawali dengan melakukan assessment berupa pengukuran antropometri kepada calon pasangan usia subur. Kemudian hasil tersebut akan menjadi informasi awal dalam pemberian edukasi tentang stunting. Sebelum dan setelah dilakukan pemberian informasi/edukasi pada calon pasangan usia subur dilakukan pre test dan post test untuk mengukur sejauh mana informasi tentang stunting telah dipahami oleh sasaran kegiatan pengabdian. Setelah itu dilakukan pemberian edukasi mulai dari definisi stunting, penyebab stunting dan pencegahan stunting. Hasil yang diperoleh bahwa assessment status gizi calon pasangan usia subur terdapat 7 orang calon pasangan usia subur yang mengalami kurang energi kronik (KEK), pengetahuan tentang stunting setelah dilakukan pre test dan post test meningkat dari 20% menjadi 85%. Peningkatan pengetahuan yang terjadi dalam pemberian edukasi karena calon pasangan usia subur memiliki ketertarikan dengan informasi yang diberikan dan akan menjadi bekal memasuki kehidupan rumah tangga sebelum memasuki 1000 HPK.