cover
Contact Name
Intan Gumilang
Contact Email
intangumil@gmail.com
Phone
+6285230803791
Journal Mail Official
intangumil@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prabu Rangkasari, Dasan Cermen , Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo
ISSN : -     EISSN : 27150496     DOI : https://doi.org/10.32807/jpms.v2i1
Core Subject :
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo is a national periodical that contains articles on the results of the dissemination of community service activities, which are published twice a year in March and September. This journal was published by the Poltekkes of the Ministry of Health of Mataram. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo adopts a peer-double-blind review policy, and concerns in various fields of health for example: Health care Health of both mother and child Midwifery Epidemiology Nursing Nutrition Health analyst.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2023): Mei" : 6 Documents clear
EDUKASI GIZI PENCEGAHAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Dwijayanti, Ira; Nugraha, Gilang; Rachmayanti, Notrisia; Nugraha, Dayu Satria
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.964

Abstract

Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami anemia. Salah satu penyebab terjadinya anemia adalah terjadi peningkatan kebutuhan gizi untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin yang dikandung. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan anemia pada ibu hamil di Desa Petiken Kabupaten Gresik. Edukasi pencegahan anemia pada ibu hamil dilakukan pada tanggal 6 Agustus 2022 pukul 08.30. Sebanyak 15 (lima belas) ibu hamil ikut aktif berpartisipasi dalam kegiatan edukasi tersebut. Edukasi dilakukan secara langsung di Balai Desa Petiken Kabupaten Gresik menggunakan media Microsoft Power Point. Materi disampaikan menggunakan media Power Point yang terdiri dari 4 topik yaitu 1) Pengertian anemia; 2) Penyebab anemia; 3) Pencegahan Anemia dan 4) Tips konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Hasil dari kegiatan ini dapat dilihat dari hasil pre-dan post-test yang telah dibagikan sebelum dan sesudah edukasi. Peserta secara mandiri mengisi kuesioner yang telah disediakan. Hasil menunjukkan bahwa 5 orang responden (33%) memiliki nilai sempurna. Responden tersebut sudah memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Sebanyak 10 orang responden (67%) menunjukkan adanya  peningkatan pengetahuan dengan adanya kenaikan nilai pre- dan post- test. Kegiatan edukasi pencegahan anemia pada ibu hamil memiliki manfaat positif bagi para responden.
EDUKASI PEMANFAATAN “RAJALOM” (RAMUAN JAMU LOMBOK) SEBAGAI MINUMAN PENAMBAH STAMINA DENGAN PEMBERDAYAAN ORGANISASI SOSIAL Diarti, Maruni Wiwin; Rohmi, Rohmi; Suhaema, Suhaema
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1064

Abstract

Analisis situasi permasalahan dari desa Karang Bayan yaitu desa Karang Bayan merupakan salah satu Desa yang ada di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat jumlah penduduk 659.312 jiwa dengan mata pencaharian terbesar pedagang, buruh gudang, buruh pasar,peternak dan petani, yang menyebabkan mobilisasi yang tinggi dalam masyarakatnya, sehingga menyebabkan penularan Covid-19 yang tinggi. Berdasarkan studi pendahuluan dan hasil wawancara tingginya penularan Covid-19 karena pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan Covid-19 terutama bagaimana penularan dan pencegahannya masih rendah. Belum optimalnya partisipasi kelompok masyarakat organisasi sosial seperti kader dan Karang taruna dalam pencegahan Covid-19 dan pemanfaatan tanaman obat keluarga seperti Jahe, Temulawak, Kunyit, Cengkeh, Sereh untuk imunitas atau meningkatkan stamina tubuh. Solusi yang ditawarkan  dengan edukasi, pelatihan dan pendampingan tentang Covid-19 (Penyebab, penularan, pencegahan, pengendalian) dan PHBS untuk pencegahan terjadinya meningkatnya Penularan Covid 19, pelatihan dan pendampingan pembuatan dan Penggunaan Suplement Kesehatan berbahan kearifan lokal tanaman obat keluarga seperti Jahe, Temulawak, Kunyit, Cengkeh, Sereh  dalam bentuk “Rajalom” Ramuan jamu Lombok serta memberikan bantuan bibit tanaman obat keluarga dalam pemanfaatan lahan sempit pekarangan dengan konsep desa model “Kebun Mini Sehat” keluarga, sehingga diharapkan ada keberlanjutan bahwa setiap keluarga dalam masyarakat memiliki kebun mini tanaman obat keluarga secara mandiri. Hasil PKM ini dapat meningkatkan menggerakkan kelompok masyarakat organisasi sosial seperti Kader dan Karang Taruna sebagai Mentor dan Role model dalam masyarakat di Desa melalui edukasi, pelatihan dan pendampingan penggunaan suplement kesehatan berbahan kearifan lokal tanaman obat keluarga seperti Jahe, Temulawak, Kunyit, Cengkeh, Sereh  dalam bentuk “Rajalom” Ramuan jamu Lombok meningkatkan stamina tubuh dan daya tahan tubuh (imunitas) dalam masa Pandemi Covid-19 dan membentuk Desa Karang Bayan menjadi Desa peduli dan siaga Covid-19, dengan konsep kembali ke alam “Back to Nature” membuat model “Kebun Mini Sehat” keluarga. 
EDUKASI CARA MEMBACA LABEL INFORMASI NILAI GIZI YANG BAIK PADA WANITA USIA SUBUR Ghafira, Irna; Sufyan, Dian Luthfiana; Yuningsih, Anita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1093

Abstract

Wanita usia subur (WUS) merupakan kategori wanita yang  memiliki rentang usia 15 – 49 tahun. Pada usia tersebut, wanita rentan terhadap penyakit reproduksi seperti PCOS, kanker serviks, dan permasalahan gizi seperti obesitas. Prevalensi angka obesitas pada wanita usia subur memiliki prevalensi yang tinggi dengan total 26,4% di Kota Depok. Dengan itu, diperlukan kegiatan berupa pemberian edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup yang baik seperti bijak dalam memilih asupan makanan agar tidak mengalami kelebihan asupan energi. Kegiatan pemberian edukasi dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan yang dihadiri oleh 30 WUS di daerah Pengasinan, Sawangan, Depok. Edukasi dilakukan dengan media leaflet, poster, dan produk camilan kemasan. Hasil evaluasi pengetahuan menunjukkan peningkatan rerata skor pre test dan post test, masing-masing 8.03 + 1.52 SD dan 9.67 + 0.54 SD. Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan rerata skor evaluasi pengetahuan tersebut p<0.05 pada pengetahuan mengenai pengetahuan obesitas dan tata cara membaca label informasi nilai gizi  sebelum dan sesudah dilakukannya edukasi. Pengetahuan terkait label informasi nilai gizi diharapkan dapat menginisiasi perubahan perilaku kepada konsumsi pangan yang lebih sehat.
EDUKASI PENCEGAHAN SINDROM METABOLIK PADA WANITA DEWASA DI PEDESAAN Fikri, Al Mukhlas; Elvandari, Milliyantri; Kurniasari, Ratih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1094

Abstract

Sindrom metabolik merupakan salah satu tantangan serius dalam kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai sindrom metabolik pada wanita dewasa pedesaan melalui edukasi. Metode kegiatan pengabdian berupa edukasi berbasis ceramah kepada 22 wanita dewasa yang tinggal di pedesaan Karawang sebagai sasaran kegiatan. Kegiatan pengabdian ini juga berupa pengukuran indeks massa tubuh dan lingkar perut untuk menilai status gizi sasaran. Edukasi yang diberikan berkaitan dengan faktor risiko, kriteria, dan upaya pencegahan sindrom metabolik. Perubahan pengetahuan sasaran dinilai dengan pre-post test. Uji Wilcoxon digunakan untuk melihat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan setelah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar sasaran memiliki status gizi obesitas (59,1%), dan obesitas sentral (72,6%). Kategori pengetahuan terkait sindrom metabolik sasaran hanya pada tingkat rendah dan sedang, baik sebelum maupun setelah edukasi. Sebanyak 4.5% sasaran mengalami peningkatan tingkat pengetahuan menjadi kategori sedang, namun secara statistik tidak signifikan (p > 0,05).
KELEPE (KELOR LELE TEMPE) SEBAGAI MAKANAN TINGGI PROTEIN UNTUK UPAYA PENCEGAHAN STUNTING ANAK BALITA Wahyuningsih, Retno; Darni, Joyeti; Ruslan Ningrat, Jaya Pandu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1120

Abstract

Angka kejadian stunting saat ini menjadi perhatian besar di Indonesia. Upaya saat ini yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi mengenai makanan berprotein tinggi. Edukasi yang diberikan bertujuan agar ibu balita dapat berperan menyediakan menu sehat berprotein tinggi sehingga bisa mencegah angka terjadinya Stunting. Edukasi pada ibu balita dapat diberikan melalui penyuluhan gizi. Penyuluhan bisa diberikan kepada kader Posyandu dan Ibu Balita guna meningkatkan pengetahuan sehingga akan berdampak pada perubahan perilaku sehari-hari dalam pencegahan masalah stunting pada Balita. Tujuan kegiatan adalah untuk memberdayakan kader dan ibu balita dalam pembuatan makanan tinggi protein berbasis pangan lokal (daun kelor, ikan lele, dan tempe/produk nugget kelepe) sebagai upaya pencegahan stunting. Metode dilakukan dengan memberikan penyuluhan, pelatihan antropometri (pengukuran ukuran dimensi tubuh, baik berupa berat badan, tinggi badan,panjang badan, LILA), demonstrasi pembuatan produk Kelepe (Kelor, Ikan Lele dan tempe), pengisian kuesioner pre-post test untuk mengetahui keberhasilan penyuluhan yang dilakukan baik kepada sasaran kader maupun ibu-ibu Balita. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata pengetahuan kader dan ibu balita mengalami peningkatan. Proses pelatihan antropometri dan demonstrasi pembuatan produk selingan berbasis Kelepe pada kader dan ibu balita berlangsung baik serta mereka mengapresiasi dengan berpartisipasi aktif. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat yakni kader dan ibu balita memiliki pengetahuan yang baik setelah mendapatkan penyuluhan tentang stunting dan kelepe sebagai makanan tinggi protein untuk upaya pencegahan stunting. 
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENENTUAN POLA MAKAN SEHAT TINGGI ANTIOKSIDAN PADA KADER HIV/AIDS Winarni, Sri; Martiningsih, Wiwin; Fitriah, Arsinah Habibah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 4 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i2.1200

Abstract

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, sedangkan AIDS merupakan kondisi HIV tahap akhir. Sampai saat ini, obat dan metode penanganan HIV belum dapat ditemukan. Peningkatan kualitas hidup penderita HIV/AIDS dapat dilakukan melalui edukasi kesehatan khususnya pola makan sehat tinggi antioksidan untuk mencegah infeksi lebih lanjut dan memperpanjang usia penderita melalui kader HIV/AIDS. Kader merupakan sukarelawan yang memperjuangkan kesehatan dan memfasilitasi kebutuhan penderita selama di komunitas. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui pendidikan dan pelatihan penentuan pola makan sehat tinggi antioksidan. Khalayak sasaran : kader HIV/AIDS yang belum pernah memperoleh edukasi pola makan sehat dan pelatihan penentuan bahan makanan tinggi antioksidan serta bersedia melaksanakan program kerja setelah diberikan diklat di Kecamatan Sananwetan Kota Blitar Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Metode pelaksanaan : edukasi tentang pola makan sehat dan pelatihan penentuan bahan makanan tinggi antioksidan guna meningkatkan daya tahan tubuh penderita HIV/AIDS serta dilakukan pendampingan dalam melaksanakan pola hidup sehat dan penentuan pola makan sehat tinggi antioksidan. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang pola makan sehat tinggi antioksidan sebelum dan sesudah pendidikan dan pelatihan melalui pre-test dan post-test. Kader HIV/AIDS menjadi tahu dan mengerti pola makan sehat dan tinggi antioksidan bagi penderita HIV/AIDS untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah penyakit komplikasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6