cover
Contact Name
Muhammad ikram
Contact Email
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Phone
+6282140018810
Journal Mail Official
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
ISSN : 27769984     EISSN : 27769704     DOI : 10.51574/kognitif
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024" : 39 Documents clear
Pengaruh Model Pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Tarigan, Melvi Riahta Br; Samosir, Katrina
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.1909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 37 Medan T.A 2023/2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-E sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Perolehan hasil rata-rata skor tes akhir (posttest) siswa kelas eksperimen yaitu sebesar 83,89, sedangkan pada kelas Kontrol hasil rata-rata skor tes akhir siswa yaitu sebesar 70,35. Pada uji hipotesis, diperoleh hasil uji perbedaan rata-rata (uji-t) dengan statistik nilai (5,189) yang artinya terdapat pengaruh dari penggunaan model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) yang diterapkan pada kelas eksperimen. Hal tersebut menandakan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis matematis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.
Penerapan Model Pembelajaraan Think-Talk-Write (TTW) untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa Kelas X SMA Ginting, Hanna Marcela; Samosir, Katrina
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.1934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dapat meningkatkan Self Efficacy siswa kelas X SMA dan untuk mengetahui peningkatan Self Efficacy siswa kelas X SMA Negeri 1 STM Hilir setelah menerapkan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana pada akhir setiap siklus peneliti memberikan tes dan angket untuk mengukur sejauh mana kemampuan Self Efficacy siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-4 SMA Negeri 1 STM Hilir yang berjumlah 30 orang siswa. Objek penelitian ini adalah kemampuan Self Efficacy siswa dengan menerapkan model pembelajaran Think-Talk-Write pada materi Sistem Pertidaksamaan Linear. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan Self Efficacy siswa pada siklus I, diperoleh bahwa hanya 19 siswa (63%) yang telah memenuhi kriteria yang ditentukan yaitu siswa memperoleh skor ≥70 dengan kriteria baik ke atas. Dari hasil tersebut, dinyatakan bahwa ketuntasan klasikal kelas belum mencapai kriteria minimal ≥85% (banyak siswa yang kemampuan self efficacynya minimal kriteria baik ke atas mencapai 85%). Setelah tindakan II diperoleh terdapat 28 siswa (93%) yang telah memenuhi standar kemampuan self efficacy yang telah ditentukan yaitu memperoleh skor ≥70. Terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan klasikal sebanyak 19 siswa atau (30%) dan berdasarkan hasil tersebut maka persentase ketuntasan klasikal ini sudah memenuhi standar yang sudah ditentukan. Rata-rata indikator pada tes kemampuan self efficacy siklus I yaitu 64,9 dan meningkat menjadi 87,6 pada siklus II sehingga diperoleh peningkatan rata-rata kemampuan self efficacy siswa sebesar 22,7. Berdasarkan uraian-uraian di atas disimpulkan bahwa Self Efficacy siswa meningkat dengan menerapkan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) pada materi Sistem Pertidaksamaan Linear di kelas X-4 SMA Negeri 1 STM Hilir.
Pengembangan Instrumen Tes HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Patricia, Dwi; Elfitra, Elfitra
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan dan reliabilitas instrumen tes HOTS (Higher Order Thinking Skills) untuk mengetahui dan mengukur kemampuan berrpikir kritis siswa pada materi segitiga dan segiempat jajargenjang. Sample dalam penelitian ini adalah satu kelas yang terdiri dari 30 peserta didik. Instrumen yang digunakan adalah lembar instrumen tes yang terintegrasi soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) berbentuk uraian sebanyak 5 butir, lembar validasi ahli, dan lembar angket respon. Desain penelitian menggunakan model Borg dan Gall dengan melalui 8 tahapan. Hasil penelitian memperoleh instrumen tes memiliki kevalidan sangat tinggi dengan validitas isi 91% dan validitas ke lima butir tes menunjukkan thitung > ttabel dengan kriteria sangat tinggi. Hasil uji reliabilitas instrumen tes menggunakan Alpa-Cronbach sebesar 0,93 dengan kriteria korelasi sangat tinggi. Hasil kevalidan dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen tes valid dan mampu mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hasil kemampuan berpikir kritis peserta didik menggunakan indikator Facione menunjukkan terdapat 1 peserta didik (3%) memiliki kemampuan berpikir kritis sangat tinggi, 5 peserta didik (17%) memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi, dan 6 peserta didik (20%) memiliki kemampuan berpikir kritis sedang, 9 peserta didik (30%) memiliki kemampuan berpikir kritis rendah dan 9 peserta didik (30%) memiliki kemampuan berpikir kritis sangat rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa instrumen tes HOTS (Higher Order Thinking Skills) yang dikembangkan mampu mengukur kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Pertama.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Model Pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS) Pada Materi Relasi Dan Fungsi Songkilawang, Gracela Agnes; Domu, Ichdar; Tumalun, Nicky Kurnia
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2184

Abstract

Matematika memiliki peran penting dalam berbagai disiplin ilmu. Namun, banyak siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit, sehingga minat mereka dalam mempelajarinya menurun. Salah satu penyebabnya adalah metode pembelajaran di kelas yang masih sering menggunakan model ceramah, yang membuat siswa kesulitan memahami materi yang disampaikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis model pembelajaran Search Solve Create Share (SSCS). Teknik pengumpuan data yakni observasi dan wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE dengan tiga tahapan (analysis, design, dan development). Data validasi menunjukkan bahwa bahan ajar mencapai presentase 83,75% dikategorikan layak, berdasarkan penilaian dosen pendidikan matematika, dan 93,33% dikategorikan sangat layak berdasarkan penilaian guru matematika. Hasil survey tanggapan siswa menunjukkan kategori sangat layak dengan presentase 87,40%. Implikasi dari hasil penelitian adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa lewat model pembelajaran yang inovatif.
Pengaruh Case Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Islam Terpadu Darul Fikri Tanjungbalai Syamsinah, Chairi; Siregar, Budi Halomoan
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajar melalui pembelajaran Case Based Learning dengan pembelajaran biasa, dan menjelaskan pengaruh pembelajaran Case Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen (quasy experiment). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII Putri (kelas eksperimen) dan VIII Putra (kelas kontrol) SMP Islam Terpadu Darul Fikri Tanjungbalai, dan objek penelitian ini adalah pembelajaran Case Based Learning (CBL) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa: (1) Tes postest kelas eksperimen dan kontrol yang diujikan mendapatkan nilai signifikansi 0,000 yang berada dibawah harga dengan kriteria jika , maka ditolak dan diterima, dengan demikian terjadi penolakan terhadap sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pembelajaran CBL terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa, (2) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dari rata-rata pretest 31,92 menjadi 78 pada postest, dengan analisis Gain menunjukkan peningkatan sebesar 0,6525 dalam kategori sedang.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Model Pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Dingkol, Andini Herlianti; Sulistyaningsih, Murni; Kaunang, Derel Filandy
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2200

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang ditemukan dari berbagai aspek salah satunya penyebab rendahnya kemampuan matematis peserta didik karena kurangnya efektivitas perangkat pembelajaran yang digunakan yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan produk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan model pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) di kelas VIII SMP PGRI Insil yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation). Skor penilaian dari hasil penilaian validator ahli adalah 87 dengan kategori sangat valid. Untuk skor penilaian kepraktisan dilihat dari respon siswa dengan skor 92 dengan kategori sangat praktis. LKPD yang dikembangkan ini telah memenuhi kriteria efektif berdasarkan presentase ketuntasan belajar klasikal sebesar 82%. Kesimpulannya, LKPD yang dikembangkan valid, praktis dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Matematika materi SPLDV.
Pengembangan E-Modul Menggunakan Anyflip untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Mendofa, Juvita Sri Kasrina; Mendrofa, Netti Kariani; Harefa, Amin Otoni; Telaumbanua, Yakin Niat
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2230

Abstract

Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa masih tergolong rendah. Selain itu, minimnya bahan ajar yang berbasis digital oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan e-modul pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas 5 tahapan yaitu analisis (Analyze), desain (design), pengembangan (development), penerapan (implementation), dan evaluasi (evaluation). Kami menggunakan instrumen tes hasil belajar, angket validasi ahli materi, angket validasi ahli bahasa, angket validasi ahli media, angket respon guru dan angket respon siswa. Data yang dikumpulkan beruapa data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul pembelajaran yang dikembangkan telah teruji dan dinyatakan valid baik dari segi validitas materi, validitas bahasa, dan validitas media. Selanjutnya, e-modul pembelajaran yang dikembangkan juga sangat praktis berdasarkan hasil angket respon guru dan angket respon siswa. E-modul pembelajaran yang dikembangkan juga efektif untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa yang terlihat dari nilai hasil tes belajar siswa. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa e-modul pembelajaran yang dikembangkan telah memenuhi harapan serta tujuan penelitian.
Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Waruwu, Nini Suryani; Mendrofa, Netti Kariani; Telaumbanua, Yakin Niat; Mendrofa, Ratna Natalia
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2233

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan studi pendahuluan peneliti dimana pemilihan model pembelajaran yang digunakan masih bersifat konvensional, minimnya perhatian pada gaya belajar siswa, serta kurangnya kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan soal matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran creative problem solving terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari gaya belajar. Kami menggunakan quasi eksperimen design dengan melibatkan siswa UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli sebanyak 50 siswa. Instrumen penelitian ini berbentuk uraian kemampuan berpikir kreatif dan angket gaya belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran creative problem solving terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari gaya belajar siswa. Berdasarkan angket gaya belajar awal dan akhir siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol aspek dominan gaya belajar siswa pada kedua kelas adalah visual.
Analisis Kesulitan Mahasiswa Calon Guru Matematika dalam Pembuktian Teorema Nalurita, Ika Victoria; Nisa', Roisatun; Jayanti, Melinda Dwi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2235

Abstract

Dalam matematika, teorema perlu dibuktikan kebenarannya. Melalui proses pembuktian, mahasiswa dapat mengetahui  kebenaran  suatu teorema  dan juga  dapat  mengasah  kemampuan  berpikir  logis  mahasiswa. Namun, hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa calon guru matematika mengalami kesulitan dalam pembuktian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan mahasiswa calon guru matematika dalam pembuktian teorema. Kami menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan mahasiswa semester II prodi Pendidikan Matematika Universitas Qomaruddin yang dipilih berdasarkan kemampuan awal matematikanya. Kami menggunakan soal tes dan pedoman wawancara untuk mengumpulkan data. Subjek yang terpilih diberikan soal pembuktian teorema dan dilakukan wawancara untuk memperjelas hasil jawaban pada saat tes tersebut. Data yang terkumpul dianalisis dengan kerangka kerja analisis Miles & Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kesulitan subjek berkemampuan tinggi adalah ketidakmampuan dalam menarik kesimpulan pembuktian teorema (2) kesulitan subjek berkemampuan sedang adalah ketidakmampuan mengingat beberapa konsep, dan kurang mampu menggunakan data serta mengaitkan pernyataan pernnyataan dalam pembuktian; dan (3) kesulitan subjek berkemampuan rendah adalah ketidakmampuan mengingat konsep pembuktian, ketidakmampuan mengenali simbol-simbol geometri matematika, dan ketidakmampuan dalam menarik kesimpulan.
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan Konstruktivistik terhadap Hasil Belajar Siswa Tendean, Vinny Anabella; Sumarauw, Sylvia Jane Annatje; Monoarfa, Jorry Ferry
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan signifikan rata-rata hasil belajar pada mata pelajaran matematika materi fungsi antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan konstruktivistik dan siswa yang diajarkan tanpa model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan konstruktivistik. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu dengan model pretest-posttest control group design. Pengumpulan data menggunakan tes/soal dengan jumlah 5 butir soal uraian. Penelitian ini diikuti oleh siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Tondano pada tahun ajaran 2024/2025 yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI-A dan XI-B dengan masing-masing jumlah siswa adalah 16 siswa. Kelas XI-B sebagai kelas eksperimen yaitu kelas yang diterapkan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas XI-A sebagai kelas kontrol yaitu kelas yang terapkan model pembelajaran konvensioanl (ceramah). Penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji-t. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol. Hal ini berarti model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan konstruktivistik lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional (ceramah)

Page 1 of 4 | Total Record : 39