cover
Contact Name
Muhammad ikram
Contact Email
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Phone
+6282140018810
Journal Mail Official
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
ISSN : 27769984     EISSN : 27769704     DOI : 10.51574/kognitif
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles 561 Documents
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Myer Brigss Type Indicator (MBTI) Khansa Faizah; Ria Sudiana; Fakhrudin Fakhrudin
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1686

Abstract

Tipe kepribadian siswa yang beragam cenderung memberikan dampak terhadap kemampuan berpikirnya, khususnya pada berpikir kritis. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari tipe kepribadian Myer Brigss Type Indicator (MBTI). Untuk menjawab permasalahan, kami menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Kami melibatkan 2 subjek diambil berdasarkan dimensi sensing – intuition dari kelas MAN 1 Kota Cilegon pada semester genap tahun pelajaran 2023/2024 dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, tes, dan wawancara. Untuk memastikan keabsahan data, kami menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis data meliputi, data deskripsi hasil tes tertulis dan hasil wawancara, dianalisis dari hasil tes tertulis dan hasil wawancara, kemudian ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa intuition memiliki kemampuan berpikir kritis lebih baik daripada siswa sensing
Pengembangan Instrumen Literasi Matematis dengan Konteks Kue Tradisional Banten pada Tingkat SMP Farras Nur Shaumi; Syamsuri Syamsuri
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1691

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi matematis yang dimiliki siswa di Indonesia disebabkan oleh ketidakfamiliaran siswa pada soal literasi matematis menggunakan aspek budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menilai dampak potensial instrumen soal literasi matematis konteks Kue Tradisional Banten yang valid dan realibel pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) Plomp yang terdiri dari lima tahapan yaitu self-evaluation, expert review, one-to-one, small group, dan field test dengan melibatkan siswa SMPN 14 Kota Serang. Data dianalisis menggunakan indeks aiken dan korelasi pearson. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan instrumen literasi matematis PISA yang valid dan realibel serta dampak potensial dilihat dari kemampuan siswa dalam: (1) menerapkan konteks sederhana menggunakan operasi hitung campuran untuk mencari jumlah persentase; (2) mengidentifikasi masalah dalam bentuk gambar; (3) mengidentifikasi masalah dalam bentuk gambar kue pasung untuk mencari sisi miring menggunakan phytagoras; (4) memformulasikan situasi masalah dalam bentuk gambar pola segitiga; (5) menganalisis pernyataan terkait perbandingan kue yang dihasilkan; (6) menginterpretasikan data penjualan; (7) memformulasikan hasil rata-rata produksi harian yang dinyatakan dengan suatu pernyataan; dan (8) menganalisis instruksi soal dalam bentuk gambar pola segitiga
Eksplorasi Keterkaitan antara Kearifan Lokal dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ratna Natalia Mendrofa; KMS Muhammad Amin Fauzi; Pardomuan Sitompul
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1693

Abstract

Studi ini mengkaji berbagai literatur yang membahas hubungan antara budaya lokal dan pendidikan matematika, serta bagaimana pendekatan berbasis kearifan lokal dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara kearifan lokal dan kemampuan pemecahan masalah matematika melalui studi pustaka. Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran matematika diyakini dapat memfasilitasi peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pengumpulkan informasi diperoleh dari berbagai sumber tertulis seperti buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konteks dari kearifan lokal membantu siswa memahami masalah secara lebih baik dan terlibat aktif dalam proses pemecahan. Integrasi kearifan lokal dalam proses pembelajaran matematika tidak hanya membuat pembelajaran lebih kontekstual dan relevan bagi siswa, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi, pemahaman konseptual, dan keterampilan berpikir kritis serta kemampuan dalam memecahkan masalah. Selain itu, integrasi kearifan lokal membantu siswa menghargai manfaat matematika dalam kehidupan nyata. Studi ini menyarankan bahwa pendidik perlu lebih memperhatikan dan mengintegrasikan unsur-unsur kearifan lokal dalam kurikulum matematika untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih holistik dan bermakna bagi siswa.
Analisis kesalahan Jawaban Siswa Kelas VIIA pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat yang Menggunakan Konsep Debet dan Kredit di SMPK St. Paulus Karuni Lepa, Yosefina; Moza, Florida; Bulu, Marlince Sridorce
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): Juli -Desember 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1339

Abstract

Dalam penyelesaian soal matematika, sering terjadi kekeliruan dan kesulitan dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep matematika sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat serta mencari faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan. Jenis penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMPK St. Paulus Karuni yang berjumlah 15 orang. Metode pengumpulan data berupa hasil tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) reduksi data (data reduction), (2) paparan data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/verifying). Hasil penelitian menunjukkan kesalahan yang dilakukan oleh siswa: (1) Kesalahan memahami (2) Kesalahan membaca (3) Kesalahan penulisan (4) Kesalahan proses
Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Pembelajaran Articulate Storyline 3 untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Mayoza, Hernilam; Harahap, Tua Halomoan; Manurung, Siti Aminah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): Juli - September 2024 (In Progress)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1598

Abstract

Pembelajaran yang berpusat pada guru terkadang menimbulkan kebosanan dan berdampak pada rendahnya prestasi siswa dalam belajar matematika, sehingga diperlukan model pembelajaran yang cocok untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu model pembelajaran Problem Based Learning. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan pemecahan masalah siswa. Dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dapat mendorong siswa untuk berpikir kritis, menganalisis informasi, dan menemukan solusi inovatif. Namun keberhasilan penerapan PBL sangat bergantung pada pemilihan media pembelajaran yang tepat. Articulate Storyline 3 sebagai salah satu perangkat lunak authoring yang populer, menawarkan fleksibilitas tinggi dalam menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan menarik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media pembelajaran Articulate Storyline 3 terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan melibatkan siswa kelas XI TKR 3 SMKN 4 Medan sebanyak 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengolah data kualitatif dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa sesudah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Articulate Storyline 3.
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Masitha, Cica; Sinulingga, Hizkia M.T; Ammy , Putri Maisyarah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): Juli - September 2024 (In Progress)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.1638

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran matematika yang seharusnya dikuasai oleh siswa di era saat ini. Namun beberapa siswa menghadapi kesulitan dalam mengidentifikasi masalah dan mengaplikasikan konsep matematika dalam situasi dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Indikator dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian, menggunakan strategi penyelesaian, dan memeriksa kembali jawaban yang telah ditemukan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 SMP Negeri 16 Medan yang berjumlah 32 siswa dan objek pada penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning pada materi penyajian data. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus dan diberikan tes pada setiap akhir siklus. Intrumen penelitian dalam pengumpulan data adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Tes digunakan untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi penyajian data saat diterapkan model problem based learning. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi penyajian data, yaitu pada siklus I memperoleh rerata kelas sebesar 69,2 dan pada siklus II meningkat menjadi 85,3. Berdasarkan analisis data dan pembahasan, penerapan model pembelajaran problem based learning mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Hambatan Didaktis Berpikir Kritis dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Rahaju, Rahaju; Murniasih, Tatik Retno; Sumaji, Sumaji; Muchtadi, Muchtadi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): Juli -Desember 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1672

Abstract

Berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam penyelesaian berbagai masalah. Akan tetapi, banyak siswa atau mahasiswa yang kurang terampil berpikir kritis. Salah satu hambatan berpikir kritis disebabkan oleh proses pembelajaran (hambatan didaktis). Penelitian ini bertujuan untuk menggali hambatan didaktis berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi segitiga. Subjek penelitian sebanyak 24 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Instrumen pendukung penelitian ini berupa tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Pengecekan validitas data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga pola penyelesaian masalah, yaitu pola translasi gambar, pola relasi luas, dan pola kesetaraan luas. Hambatan berpikir kritis pada ketiga pola tersebut disebabkan pembelajaran yang mengandalkan penanaman konsep melalui contoh-contoh yang tidak bervariasi dan terbatas, pemberian rumus siap pakai untuk dihafal, serta penyajian masalah rutin dan prosedur penyelesaiannya. Pembelajaran tersebut membiasakan mahasiswa menyelesaikan masalah secara mekanis, sekedar meniru tindakan guru, tidak memahami makna rumus, dan menimbulkan miskonsepsi. Hal tersebut mengakibatkan kesalahan dalam memahami masalah, mengidentifikasi data, memberi alasan, dan melakukan refleksi. Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penyusunan materi dan masalah/soal matematika serta rencana pembelajaran untuk mereduksi hambatan berpikir kritis.
Pengaruh Locus of Control dan Konsep Diri terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Sari, Silvia Indah; Setiani , Yani
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): Juli -Desember 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1683

Abstract

Locus of control adalah cara seseorang melihat keberhasilan atau kegagalan dalam hidupnya, sedangkan konsep diri adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Kemampuan dalam menyelesaikan masalah matematika, disisi lain, adalah kemampuan untuk menemukan solusi dalam konteks matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana locus of control dan konsep diri mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif di SMP Negeri 18 Kota Serang selama Tahun Pelajaran 2023/2024. Sampel sebanyak 162 siswa dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur locus of control dan konsep diri, serta tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data meliputi regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dengan melakukan uji prasyarat seperti uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, dan uji heterokedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara locus of control dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Serang, dengan kontribusi sebesar 13,5%. 2) Konsep diri juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 10,7%. 3) Kedua faktor, locus of control dan konsep diri, secara bersama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 17,5%
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Desmos terhadap Kemampuan Matematis Siswa Muqtafia, Khoirina; Bintoro, Henry Suryo
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): Juli -Desember 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1684

Abstract

Discovery Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang membutuhkan integrasi teknologi/media dalam meningkatkan kemampuan matematis siswa. Tujuan dalam penelitian ini yakni untuk melihat adanya pengaruh dari penggunaan model discovery learning berbantuan dengan media desmos pada materi luas layang-layang terhadap kemampuan matematis siswa. Kami menggunakan metode ekperimen dengan melibatkan 31 siswa kelas VII. Instrumen yang kami gunakan adalah tes. Penelitian ini menggunakan dua macam tes yakni pretest dan posttest yang kami analisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan menerapkan model discovery learning yang didukung dengan media desmos. Kami menemukan bahwa kolaborasi antara discovery learning dan desmos cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan matematis siswa pada materi luas layang-layang.
Analisis Kemampuan Spasial Matematis Siswa SMK Ditinjau dari Tingkat Berpikir Van Hiele pada Materi Dimensi Tiga Maulid, Ahmad Ihsanudin; Nindiasari, Hepsi; Hendrayana, Aan
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): Juli -Desember 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1690

Abstract

Masalah geometri merupakan salah satu permasalahan yang sulit bagi siswa, sehingga diperlukan kemampuan spasial matematis untuk menyelesaikan permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan spasial matematis siswa SMK ditinjau dari tingkat berpikir Van Hiele. Subjek pada penelitian ini adalah 5 siswa kelas XI Akuntansi 1 yang mana sebelumnya dilakukan tes awal menggunakan Van Hiele Geometry test (VHGT) di semua siswa kelas tersebut lalu diambil perwakilan satu orang disetiap levelnya. Tidak hanya sebagai tes awal untuk pengambilan subjek, teori van hiele digunakan sebagai peninjau dalam penelitian ini. Temuan penelitian memiliki keberagaman jawaban siswa dalam menjawab soal. Siswa dengan level berpikir 0 (visualisasi) – 2 (pengurutan) cenderung melakukan kesalahan karena kemampuan spasial dan tingkat berpikir van hiele yang masih kurang, sedangkan siswa yang sudah mampu mencapai level berpikir 3 (dedukasi) dan 4 (akurasi) mampu mengerjakan tes kemampuan spasial dengan baik dan benar walau terkadang terdapat sedikit kesalahan dalam berhitung