cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 5 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MELALUI METODE TANYA JAWAB BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Selian, Amelia Khairani; Nursyaidah, Nursyaidah
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i4.8455

Abstract

This study aims to improve the speaking skills of fourth-grade students at SDN 25 Bilah Barat, Labuhanbatu Regency, through the application of the question-and-answer method assisted by picture media in Indonesian language learning. The background of this study is based on the low speaking ability of students, which is indicated by a lack of confidence, fluency, and courage in expressing ideas orally. This research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kurt Lewin model, which consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 22 fourth-grade students. Data were collected through speaking skill tests, observations, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive quantitative and qualitative techniques by comparing students’ learning outcomes in each cycle. The results showed a significant improvement in students’ speaking skills. In the pre-cycle stage, the percentage of students who achieved mastery learning was 40.91%, which increased to 63.64% in Cycle I and reached 86.36% in Cycle II. The implementation of the question-and-answer method assisted by picture media proved effective in enhancing students’ activeness, confidence, and ability to express ideas orally. Therefore, this method can be considered an effective alternative strategy for improving elementary school students’ speaking skills in Indonesian language learning. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN 25 Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu melalui penerapan metode tanya jawab berbantuan media gambar pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berbicara siswa yang ditandai dengan kurangnya keberanian, kelancaran, serta kepercayaan diri dalam mengungkapkan pendapat secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data meliputi tes keterampilan berbicara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa secara signifikan. Pada pra-siklus, persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 40,91%, meningkat menjadi 63,64% pada siklus I, dan mencapai 86,36% pada siklus II. Penerapan metode tanya jawab berbantuan media gambar terbukti mampu meningkatkan keaktifan, keberanian, serta kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat secara lisan. Dengan demikian, metode ini efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar.
PENERAPAN LITERASI DENGAN MEMBACA NYARING UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI Kholidah Nasution, Nur
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i4.8648

Abstract

This study aims to describe the implementation of literacy through read-aloud activities in developing language skills in early childhood at Aikmel Integrated Islamic Kindergarten, East Lombok, as well as identifying the supporting and inhibiting factors in its implementation. The research method used is descriptive qualitative. Data were collected through observations, interviews with the school principal, teachers, parents, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with data validity checked using observer persistence and triangulation. The results show that the read-aloud activity has been carried out effectively. The preparation stages carried out by the teachers include selecting the storybook, understanding its content, and focusing the children's attention. During the read-aloud activity, the teachers pay attention to seating positions, facial expressions, voice intonation, body movements, and involve the children in the story. After the activity, a discussion is held with the children to evaluate their understanding of the story read to them. The supporting factors for this activity include support from the school principal, enthusiasm from the children, teacher creativity, and cooperation between teachers and parents. The inhibiting factors include limited facilities and infrastructure and a lack of self-confidence among some teachers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan literasi dengan membaca nyaring dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Aikmel, Lombok Timur, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, orang tua, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengecekan keabsahan data menggunakan ketekunan pengamat dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membaca nyaring telah dilaksanakan dengan baik. Tahapan persiapan yang dilakukan guru meliputi pemilihan buku cerita, pemahaman isi cerita, dan memusatkan perhatian anak. Selama kegiatan membaca nyaring, guru memperhatikan posisi duduk, ekspresi wajah, intonasi suara, gerakan tubuh, serta melibatkan anak dalam cerita. Setelah kegiatan membaca, dilakukan diskusi dengan anak untuk mengevaluasi pemahaman mereka terhadap cerita yang dibacakan. Faktor pendukung kegiatan ini antara lain dukungan kepala sekolah, antusiasme anak, kreativitas guru, dan kerjasama antara guru dan orang tua. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana serta kurangnya rasa percaya diri pada sebagian guru.
REPOSISI TES SEBAGAI INSTRUMEN EVALUASI REFLEKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS RESTITUSI DAN MINDFUL LEARNING Subarkah, Bhayu Anggita; Kuntoro, Kuntoro
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i4.9033

Abstract

ABSTRACT Learning evaluation in Indonesian Language and Literature is still dominated by the use of tests oriented toward measuring final learning outcomes, resulting in the underdevelopment of reflective and humanistic evaluation functions. This condition contributes to increased psychological pressure on students and insufficient facilitation of productive language skills development. This article focuses on a theoretical review of repositioning tests as reflective evaluation instruments based on restitution and mindful learning approaches in Indonesian Language and Literature learning. The study employs a qualitative approach with a library research design combined with conceptual-reflective analysis through stages of literature exploration, categorization of key concepts, and theoretical synthesis within the framework of restitution and mindful learning. The findings indicate that tests can be reinterpreted as pedagogical tools that promote self-reflection, learning awareness, emotional regulation, and students’ responsibility for their learning processes. The integration of restitution and mindful learning reframes errors as learning opportunities and reduces the perception of tests as judgmental tools. This approach is relevant for sustainable language assessment practices. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia masih didominasi oleh penggunaan tes yang berorientasi pada pengukuran hasil akhir belajar sehingga fungsi reflektif dan humanistik evaluasi belum berkembang optimal. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya tekanan psikologis peserta didik serta kurang terfasilitasinya pengembangan keterampilan berbahasa produktif. Artikel ini berfokus pada kajian teoretis reposisi tes sebagai instrumen evaluasi reflektif berbasis pendekatan restitusi dan mindful learning dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka yang dipadukan dengan analisis konseptual reflektif melalui tahapan penelusuran literatur pengelompokan konsep utama dan sintesis teoretis dalam kerangka restitusi dan mindful learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa tes dapat dimaknai ulang sebagai sarana pedagogis yang mendorong refleksi diri kesadaran belajar regulasi emosi serta tanggung jawab peserta didik terhadap proses belajarnya. Integrasi pendekatan restitusi dan mindful learning memposisikan kesalahan sebagai peluang belajar dan mengurangi persepsi tes sebagai alat penghakiman. Pendekatan ini relevan bagi praktik penilaian bahasa berkelanjutan.
MENUMBUHKAN NALAR EKOLOGIS MELALUI SASTRA: INTEGRASI EKOKRITIK DALAM KURIKULUM SMA Murti, D. Sanusi S.H.
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i4.9094

Abstract

Environmental education in Indonesia faces stagnation due to the dominance of cognitive-reductionist scientific approaches, often failing to engage the deeper dimensions of student consciousness. This study aims to revitalize the role of literature as a pedagogical instrument for cultivating ecological reasoning by developing ecocriticism-infused literary appreciation materials. Employing the ADDIE Research and Development (R&D) model, this study tests the construct validity of literature in bridging the gap between linguistic aesthetics and environmental ethics. Through triangulation validation (material experts, media experts, 15 practitioners) and field testing with 27 students at SMA Kolese De Britto, the research found that integrating ecocriticism across five literary genres achieved exceptionally high acceptability, with material expert validation at 92.08% and user response at 92.50%. These findings demonstrate that the ecocritical approach effectively transforms literary texts from mere rote-learning objects into dialectical spaces capable of training students' reasoning sensitivity and empathy toward the global environmental crisis. ABSTRAKPendidikan lingkungan hidup di Indonesia menghadapi tantangan stagnasi akibat dominasi pendekatan saintifik yang cenderung kognitif-reduksionistik, sehingga gagal menyentuh dimensi kesadaran terdalam siswa. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi peran sastra sebagai instrumen pedagogis dalam menumbuhkan nalar ekologis (ecological reasoning) melalui pengembangan bahan ajar apresiasi sastra bermuatan ekokritik. Menggunakan desain Research and Development (R&D) model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), penelitian ini menguji validitas konstruk materi sastra dalam menjembatani kesenjangan antara estetika bahasa dan etika lingkungan. Melalui validasi triangulasi (ahli materi, ahli media, 15 praktisi pendidikan) dan uji lapangan terhadap 27 siswa SMA Kolese De Britto, penelitian ini menemukan bahwa integrasi ekokritik dalam lima genre sastra memperoleh akseptabilitas sangat tinggi dengan skor validasi ahli materi 92,08% dan respon pengguna 92,50%. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan ekokritik mampu mentransformasi teks sastra dari sekadar objek hafalan menjadi ruang dialektis yang efektif untuk melatih kepekaan nalar dan empati siswa terhadap krisis lingkungan global.
AN ANALYSIS OF PREFIXES IN IKA NATASSA’S NOVEL IN ARSITEKTUR CINTA Mandalahi, Esterlita; Siagian, Novitasari; Siregar, Grace Shinta Wulandari; Marbun, Charli; Ambarita, Esron
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i4.9108

Abstract

ABSTRACT Morphological studies in literary works are important for understanding how linguistic elements contribute to meaning construction and narrative development. This study aims to analyze the use of prefixes in the novel Arsitektur Cinta by Ika Natassa, focusing on the four most productive prefixes in Indonesian, namely di-, me-, ber-, and ter-. The research focuses on the types of prefixes used, their grammatical functions and meanings, and their contribution to character development and narrative dynamics. This study employs a qualitative descriptive method, with data collected through systematic identification, recording, and classification of prefixed words found in the novel. The analysis stages involve grouping the data based on prefix types, morphological functions, and their contextual usage in sentences. The findings show that the prefixes me- and di- are the most dominant, functioning to express actions, processes, and experiences undergone by characters, both as agents and as recipients of actions. Meanwhile, the prefixes ber- and ter- are used to depict states, spontaneous reactions, and conditions that are unintentional or static. These findings indicate that prefixes function not only grammatically but also play an important role in enriching the narrative, strengthening characterization, and supporting plot development. Thus, this study concludes that affixation is a linguistic element that makes a significant contribution to the construction of meaning and narrative dynamics in contemporary Indonesian literary works. ABSTRAK Kajian morfologi dalam karya sastra penting dilakukan untuk memahami bagaimana unsur kebahasaan berperan dalam pembentukan makna dan pengembangan narasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan prefiks dalam novel Arsitektur Cinta karya Ika Natassa dengan fokus pada empat prefiks yang paling produktif dalam bahasa Indonesia, yaitu di-, me-, ber-, dan ter-. Fokus permasalahan penelitian ini meliputi jenis prefiks yang digunakan, fungsi gramatikal dan maknanya, serta kontribusinya terhadap pembangunan karakter dan dinamika alur cerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa identifikasi, pencatatan, dan pengklasifikasian kata-kata berprefiks yang ditemukan dalam teks novel secara sistematis. Tahapan analisis dilakukan dengan mengelompokkan data berdasarkan jenis prefiks, fungsi morfologis, dan konteks penggunaannya dalam kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prefiks me- dan di- merupakan prefiks yang paling dominan digunakan, yang berfungsi untuk mengekspresikan tindakan, proses, dan pengalaman yang dialami oleh tokoh, baik sebagai pelaku maupun sebagai penerima tindakan. Sementara itu, prefiks ber- dan ter- digunakan untuk menggambarkan keadaan, reaksi spontan, serta kondisi yang bersifat tidak disengaja atau statis. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan prefiks tidak hanya berfungsi secara gramatikal, tetapi juga berperan penting dalam memperkaya narasi, mempertegas karakterisasi, dan mendukung perkembangan alur cerita. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa afiksasi merupakan unsur kebahasaan yang memiliki kontribusi signifikan dalam membangun makna dan dinamika naratif dalam karya sastra Indonesia kontemporer.

Page 1 of 1 | Total Record : 5