cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 19 Documents clear
EVALUASI IMPLEMENTASI PROGRAM MAGANG INDUSTRI UNTUK PENGEMBANGAN KOMPETENSI TEKNIK OTOMASI INDUSTRI SMK MUHAMMADIYAH 2 CILEUNGSI Gusti, Tika Sylviani; Maksum, Hasan; Novaliendry, Dony
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8587

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the industrial internship program implementation in the Industrial Automation Engineering Expertise Program at SMK Muhammadiyah 2 Cileungsi. The evaluation was conducted using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model to obtain a comprehensive overview of the suitability of objectives, implementation readiness, internship process, and student outcomes. This study used a mixed-approach with a total sampling technique involving 50 students in grades XI and XII, as well as qualitative informants consisting of supervising teachers, industrial supervisors, and the head of the expertise program. Data were collected through questionnaires, interviews, observations, and documentation, then analyzed using descriptive statistics and qualitative analysis using the Miles and Huberman model. The results indicate that the industrial internship implementation has not been fully effective in supporting the development of students' technical competencies. The main problem lies in the mismatch between student placement and Industrial Automation Engineering expertise, resulting in many students not engaging in relevant work activities such as PLC programming, wiring panels, instrumentation, pneumatics, and industrial control systems. Instead, some students are placed in non-technical jobs that do not contribute to the improvement of automation skills. Nevertheless, the internship program still has a positive impact on the development of soft skills such as discipline, communication, and adapting to work culture. The study concluded that internship effectiveness would increase if the placement system were improved through student competency mapping, alignment with industry needs, and expanding partnerships with companies with work units in the automation sector. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi program magang industri pada Program Keahlian Teknik Otomasi Industri SMK Muhammadiyah 2 Cileungsi. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk memperoleh gambaran menyeluruh terkait kesesuaian tujuan, kesiapan pelaksanaan, proses magang, serta hasil yang dicapai siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran dengan teknik total sampling yang melibatkan 50 siswa kelas XI dan XII, serta informan kualitatif yang terdiri dari guru pembimbing, pembimbing industri, dan kepala program keahlian. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan magang industri belum sepenuhnya efektif dalam mendukung pengembangan kompetensi teknis siswa. Permasalahan utama terletak pada ketidaksesuaian penempatan siswa dengan bidang keahlian Teknik Otomasi Industri, sehingga banyak siswa tidak terlibat dalam aktivitas kerja yang relevan seperti pemrograman PLC, wiring panel, instrumentasi, pneumatik, dan sistem kontrol industri. Sebaliknya, sebagian siswa ditempatkan pada pekerjaan non-teknis yang tidak berkontribusi pada peningkatan keterampilan otomasi. Meskipun demikian, program magang masih memberikan dampak positif pada pengembangan soft skills seperti kedisiplinan, komunikasi, dan adaptasi budaya kerja. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas magang akan meningkat apabila sistem penempatan diperbaiki melalui pemetaan kompetensi siswa, penyelarasan kebutuhan industri, serta perluasan kemitraan dengan perusahaan yang memiliki unit kerja sesuai bidang otomasi.  
DUNIA MAYA YANG MENELAN NYATA: FENOMENA INTERNET GAMING DISORDER Darmawan, Made Agung; Kedel, Made Pranajapa; Ningsih, Ni Nyoman Ayu Julia
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8588

Abstract

Internet Gaming Disorder (IGD) is a behavioral disturbance that arises from excessive online gaming, leading to significant disruptions in academic, social, emotional, and health functioning. This article aims to review IGD through a literature review by examining national and international studies related to its definition, high-risk game genres—particularly MOBA, FPS, and MMORPG—and the psychological, social, and financial impacts experienced by players. The findings indicate that IGD is influenced by internal factors such as loneliness, escapism, and low self-control, as well as external factors including maladaptive parenting patterns and peer pressure. Beyond diminishing overall quality of life, IGD also drives impulsive purchases of virtual goods, time distortion, social withdrawal, and physical health issues. Modern game mechanisms such as loot boxes, randomized rewards, and daily quests have been shown to reinforce addictive behaviors through variable reinforcement patterns. Effective interventions include self-management strategies, social support, active parental involvement, and psychological treatments such as Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Overall, IGD is not merely a matter of excessive playtime but a reflection of unmet psychological needs and maladaptive coping strategies that require comprehensive intervention. ABSTRAK Internet Gaming Disorder (IGD) merupakan gangguan perilaku yang muncul akibat penggunaan game online secara berlebihan sehingga mengganggu fungsi akademik, sosial, emosional, dan kesehatan individu. Artikel ini bertujuan mengulas IGD melalui literature review dengan menelaah penelitian nasional dan internasional terkait definisi, jenis permainan pemicu kecanduan—terutama MOBA, FPS, dan MMORPG—serta dampak psikologis, sosial, dan finansial yang dialami pemain. Hasil kajian menunjukkan bahwa IGD dipengaruhi oleh faktor internal seperti kesepian, kebutuhan eskapisme, dan rendahnya kontrol diri, serta faktor eksternal berupa pola asuh yang tidak adaptif dan tekanan teman sebaya. Selain menurunkan kualitas hidup, IGD juga mendorong perilaku konsumtif terhadap virtual goods, distorsi waktu, penarikan diri secara sosial, dan gangguan kesehatan fisik. Mekanisme permainan modern seperti loot boxes, reward acak, dan daily quests terbukti memperkuat perilaku adiktif melalui pola penguatan variabel. Intervensi yang efektif meliputi manajemen diri, dukungan sosial, peran aktif orang tua, serta terapi psikologis seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Secara keseluruhan, IGD bukan hanya persoalan durasi bermain, tetapi refleksi dari kebutuhan psikologis yang tidak terpenuhi dan strategi koping maladaptif yang memerlukan penanganan komprehensif.    
ANALISIS PENDAPATAN DAN ALTERNATIF PENDAPATAN BRITISH SCHOOL JAKARTA Istiqomah, Nur Nasichah; Rifa’i, Rifa’i; Munadi, Muhammad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8589

Abstract

This study analyzes the revenue sources and alternative income generation at British School Jakarta (BSJ) for the fiscal years 2023 and 2024. The background of this research is the growing need for financial sustainability in educational institutions, which often rely heavily on tuition fees. The focus of the study is on revenue diversification and alternative income streams to support the school’s operational and developmental activities. The research employed a library research method, with data collected from BSJ’s annual financial reports for 2023 and 2024. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions to identify the main and alternative sources of revenue. The research results show that BSJ's revenue sources come from education fees, capital contribution fees, interest income, and other income. Based on the school's annual financial report, BSJ experienced a financial surplus of 43.7 billion in 2023 and a financial surplus of 48.1 billion in 2024. This figure was influenced by the increase in the number of students to 1,412, or 2% more than the previous year. BSJ's alternative income consists of interest income and other income. BSJ's alternative income also contributed to BSJ's financial surplus because investment income increased 50% more than the previous year. This study provides insight into the importance of income diversification as an effort to maintain school sustainability. Revenue diversification has been implemented by the British School Jakarta through deposits and bonds. This opens new insight that investing school capital is permissible as long as it does not disrupt the school's operational funds. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis tentang sumber pendapatan dan alternatif pendapatan di British School Jakarta (BSJ) pada tahun 2023 dan 2024. Fokus kajian meliputi diversifikasi pendapatan dan alternatif pendapatan pada BSJ. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan, teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data diolah dari laporan keuangan tahunan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pendapatan BSJ berasal dari biaya pendidikan, kontribusi iuran modal, pendapatan bunga, dan pendapatan lain-lain. Berdasarkan laporan keuangan tahunan sekolah, BSJ mengalami surplus keuangan sebesar 43,7 miliar pada 2023 dan surplus keuangan sebesar 48,1 miliar pada 2024. Nominal tersebut dipengaruhi oleh kenaikan jumlah siswa menjadi 1.412 atau 2% lebih banyak dari tahun sebelumnya. Alternatif pendapatan BSJ terdiri dari pendapatan bunga dan pendapatan lain-lain. Alternatif pendapatan BSJ juga turut berkontribusi pada surplus keuangan BSJ pasalnya pendapatan investasi meningkat 50% lebih banyak dari tahun sebelumnya. Studi ini membuka wawasan bahwa diversifikasi pendapatan sebagai upaya menjaga keberlanjutan sekolah penting dilakukan. Diversifikasi pendapatan sudah diterapkan oleh British School Jakarta melalui deposito dan obligasi. Hal ini membuka wawasan baru bahwa menginvestasikan modal sekolah diperbolehkan asalkan tidak mengganggu dana operasional sekolah.  
INOVASI PEMBELAJARAN INSTALASI MOTOR LISTRIK BERBASIS SIMULASI DIGITAL: IMPLEMENTASI SIMURELAY PADA MATERI RANGKAIAN DOL Risna, Mega; Maksum, Hasan; Novaliendry, Dony
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8590

Abstract

This study is motivated by the limited availability of practical facilities in motor installation learning at vocational high schools, which reduces students’ practice frequency and leads to suboptimal mastery of concepts and psychomotor skills, particularly in the Direct Online (DOL) motor starter topic. The focus of this research is to analyze the effectiveness of the SimuRelay digital simulation application as a learning medium for improving students’ learning outcomes on DOL material. The study employed a quantitative approach with a one-group pretest–posttest design involving 32 students of class XI TITL 2 at SMK Negeri 8 Palembang. The research procedures included instrument preparation, implementation of simulation-based learning, administration of pretest and posttest, and psychomotor assessment using an observation rubric. Data were analyzed by comparing pretest and posttest scores and conducting descriptive analysis for the psychomotor domain. The results showed an increase in the average score from 61.6 on the pretest to 80.2 on the posttest, with all students (100%) demonstrating improvement. The highest score increased from 75 to 90, while the lowest rose from 50 to 60, indicating that SimuRelay-based learning had a uniformly positive impact on all students. Psychomotor observations revealed improvement in students’ understanding of contactor working logic, self-holding circuits, and troubleshooting steps. It is concluded that the SimuRelay digital simulation effectively enhances cognitive learning outcomes and supports the development of basic practical skills, making it a relevant alternative learning medium for schools with limited laboratory facilities. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan sarana praktik pada pembelajaran instalasi motor listrik di SMK yang menyebabkan rendahnya frekuensi latihan siswa dan berdampak pada kurang optimalnya penguasaan konsep serta keterampilan psikomotorik, khususnya pada materi rangkaian Direct Online (DOL). Fokus penelitian ini adalah menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi simulasi digital SimuRelay sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi DOL. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 32 siswa kelas XI TITL 2 SMK Negeri 8 Palembang. Langkah penelitian meliputi tahap persiapan instrumen, pelaksanaan pembelajaran berbasis simulasi, pemberian pretest dan posttest, serta penilaian psikomotorik melalui rubrik observasi. Data dianalisis menggunakan perbandingan nilai pretest-posttest serta analisis deskriptif untuk ranah psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 61,6 pada pretest menjadi 80,2 pada posttest, dengan seluruh siswa (100%) mengalami peningkatan skor. Nilai tertinggi meningkat dari 75 menjadi 90, sedangkan nilai terendah dari 50 menjadi 60, menunjukkan bahwa pembelajaran melalui SimuRelay memberi dampak merata pada seluruh siswa. Secara psikomotorik, siswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memahami logika kerja kontaktor, alur self holding, dan identifikasi gangguan rangkaian. Disimpulan bahwa simulasi digital Simurelay efektif meningkatkan hasil belajar kognitif dan mendukung penguatan keterampilan dasar praktik, sehingga dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang relevan pada kondisi sekolah dengan keterbatasan fasilitas.    
PERAN PANCASILA SEBAGAI LANDASAN MORAL DAN IDEOLOGI DALAM PENDIDIKAN TINGGI INDONESIA Ladjard, Flaurens Luna; Manek, Eka Fadilah Kurnia; Koani, Shivana Khoiru Nisa'; T, Antonia Maria Claret; Zeya, Jeremia
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.8611

Abstract

Pancasila plays a fundamental role as the moral and ideological foundation of higher education in Indonesia. Amid globalization and rapid technological development, Pancasila values face various challenges, including moral degradation, declining nationalism, and the influence of ideologies that are inconsistent with national identity. This study aims to comprehensively examine the role of Pancasila in shaping student character and its relevance in academic and social life. The research employs a qualitative approach using a literature review method, drawing on books, scientific journal articles, and official documents related to Pancasila education. The findings indicate that Pancasila serves as an ethical guideline, a source of values, and an ideological foundation in higher education. The internalization of Pancasila values through curriculum implementation, campus culture, and student activities has proven effective in fostering integrity, tolerance, responsibility, and strong national awareness among students. Furthermore, Pancasila functions as a moral filter in responding to the challenges of globalization and digital transformation. Therefore, strengthening Pancasila values in higher education must be carried out continuously to produce future generations who are not only intellectually competent but also possess strong character, ethical awareness, and commitment to national unity. ABSTRAK Pancasila memiliki peran fundamental sebagai landasan moral dan ideologi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, nilai-nilai Pancasila menghadapi berbagai tantangan berupa degradasi moral, melemahnya nasionalisme, serta masuknya paham yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran Pancasila dalam membentuk karakter mahasiswa serta relevansinya dalam kehidupan akademik dan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yang bersumber dari buku, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen resmi yang relevan dengan tema pendidikan Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila berperan sebagai pedoman etika, sumber nilai, dan dasar ideologis dalam pengembangan pendidikan tinggi. Internalisasi nilai-nilai Pancasila melalui kurikulum, budaya kampus, dan aktivitas kemahasiswaan terbukti mampu membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, toleran, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. Selain itu, Pancasila juga berfungsi sebagai filter moral dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Dengan demikian, penguatan nilai-nilai Pancasila di perguruan tinggi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berkarakter, beretika, dan berkomitmen terhadap keutuhan bangsa.
ISLAM DALAM MEWUJUDKAN KESEIMBANGAN EKOLOGI: MEMAHAMI PRINSIP-PRINSIP ISLAM TENTANG KESEIMBANGAN ALAM Fahrurrozi, Muhammad; Manshur, Hamim Sirojuddin Al; Azmi, Safira Mufida; Annur, Fauzi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.10256

Abstract

ABSTRACT The global environmental crisis, characterized by ecosystem degradation, climate change, and uncontrolled resource exploitation, reflects challenges that are not merely technical in nature but also deeply rooted in value-based dimensions of the human–nature relationship. This study aims to conceptually examine the role of Islamic teachings in constructing an ecological ethical framework through the integration of the concepts of tauhid, khilafah, and mizan. The research employs a qualitative approach using a library research design, where data are collected from scholarly literature and Islamic sources selected thematically, and subsequently analyzed through content analysis to identify patterns of conceptual interconnections. The findings reveal that these three concepts form an interconnected value system that shapes awareness, responsibility, and balance in environmental management. The study also identifies a gap between normative values and social practices, which remain largely dominated by exploitative patterns. It concludes that strengthening environmental ethics based on Islamic teachings requires integration at both individual and structural levels through education, policy, and social practices. Therefore, the Islamic ecological framework is not only conceptual but also operationally relevant in promoting sustainable relationships between humans and the natural environment. ABSTRAK Krisis lingkungan global yang ditandai oleh degradasi ekosistem, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya menunjukkan adanya persoalan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berkaitan dengan dimensi nilai dalam relasi manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual peran ajaran Islam dalam membangun kerangka etika ekologis melalui integrasi konsep tauhid, khilafah, dan mizan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis library research, di mana data diperoleh dari literatur ilmiah dan sumber keislaman yang diseleksi secara tematik, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola keterkaitan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga konsep tersebut membentuk sistem nilai yang saling terhubung dalam membangun kesadaran, tanggung jawab, dan prinsip keseimbangan dalam pengelolaan lingkungan. Temuan juga mengindikasikan adanya kesenjangan antara nilai normatif dan praktik sosial yang masih didominasi oleh pola eksploitatif. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan etika lingkungan berbasis ajaran Islam memerlukan integrasi pada level individu dan struktural melalui pendidikan, kebijakan, serta praktik sosial. Dengan demikian, kerangka ekologis Islam tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memiliki relevansi operasional dalam mendorong keberlanjutan hubungan manusia dan alam.
ISLAM DALAM MEWUJUDKAN KESEIMBANGAN EKOLOGI: MEMAHAMI PRINSIP-PRINSIP ISLAM TENTANG KESEIMBANGAN ALAM Fahrurrozi, Muhammad; Manshur, Hamim Sirojuddin Al; Azmi, Safira Mufida; Annur, Fauzi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.10256

Abstract

ABSTRACT The global environmental crisis, characterized by ecosystem degradation, climate change, and uncontrolled resource exploitation, reflects challenges that are not merely technical in nature but also deeply rooted in value-based dimensions of the human–nature relationship. This study aims to conceptually examine the role of Islamic teachings in constructing an ecological ethical framework through the integration of the concepts of tauhid, khilafah, and mizan. The research employs a qualitative approach using a library research design, where data are collected from scholarly literature and Islamic sources selected thematically, and subsequently analyzed through content analysis to identify patterns of conceptual interconnections. The findings reveal that these three concepts form an interconnected value system that shapes awareness, responsibility, and balance in environmental management. The study also identifies a gap between normative values and social practices, which remain largely dominated by exploitative patterns. It concludes that strengthening environmental ethics based on Islamic teachings requires integration at both individual and structural levels through education, policy, and social practices. Therefore, the Islamic ecological framework is not only conceptual but also operationally relevant in promoting sustainable relationships between humans and the natural environment. ABSTRAK Krisis lingkungan global yang ditandai oleh degradasi ekosistem, perubahan iklim, dan eksploitasi sumber daya menunjukkan adanya persoalan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berkaitan dengan dimensi nilai dalam relasi manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual peran ajaran Islam dalam membangun kerangka etika ekologis melalui integrasi konsep tauhid, khilafah, dan mizan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis library research, di mana data diperoleh dari literatur ilmiah dan sumber keislaman yang diseleksi secara tematik, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola keterkaitan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga konsep tersebut membentuk sistem nilai yang saling terhubung dalam membangun kesadaran, tanggung jawab, dan prinsip keseimbangan dalam pengelolaan lingkungan. Temuan juga mengindikasikan adanya kesenjangan antara nilai normatif dan praktik sosial yang masih didominasi oleh pola eksploitatif. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan etika lingkungan berbasis ajaran Islam memerlukan integrasi pada level individu dan struktural melalui pendidikan, kebijakan, serta praktik sosial. Dengan demikian, kerangka ekologis Islam tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memiliki relevansi operasional dalam mendorong keberlanjutan hubungan manusia dan alam.
DESENTRALISASI KEKUASAAN DAN KEBERLANJUTAN PERADABAN: STUDI HISTORIOGRAFIS ATAS DINASTI-DINASTI ISLAM TIMUR Latifa, Azzahra Sindhi; Manshur, Hamim Sirojuddin Al; Sari, Fina Thazha Eka; Imamma, Arifah Nur; Istiqomah, Aginra Falah; Hakiman, Hakiman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.10257

Abstract

ABSTRACT The post-Abbasid period is often framed as a phase of decline due to the weakening of political authority in Baghdad. However, this perspective does not fully capture the dynamics in the eastern regions, which in fact experienced significant developments across various domains. This study aims to examine the role of political decentralization as a transformative mechanism that sustained the continuity of Islamic civilization during this period. It employs a qualitative approach based on library research, utilizing a historiographical-critical analysis of recent academic sources. The focus is placed on the dynamics of regional dynasties in the eastern Islamic world that contributed to changes in political, intellectual, and cultural structures. The findings indicate that the decline of central authority did not lead to stagnation, but instead facilitated the emergence of new centers that were active in advancing knowledge, economic activity, and religious life. Decentralization enabled a balance between political authority and religious legitimacy, while also expanding intellectual networks through local patronage and cultural adaptation. These findings suggest that the post-Abbasid period is more appropriately understood as a phase of adaptive transformation, characterized by the restructuring of power, diversification of civilizational centers, and socio-cultural integration. Accordingly, this study contributes to strengthening a resilience perspective in Islamic historiography, emphasizing continuity rather than decline. ABSTRAK Periode pasca-kejayaan Abbasiyah sering diposisikan sebagai fase kemunduran akibat meredupnya otoritas politik di Baghdad. Perspektif tersebut belum sepenuhnya menjelaskan dinamika di kawasan Timur yang justru menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai bidang. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran desentralisasi kekuasaan sebagai mekanisme transformasi yang menopang keberlanjutan peradaban Islam pada periode tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis historiographical-critical terhadap berbagai sumber akademik mutakhir. Fokus kajian diarahkan pada dinamika dinasti-dinasti regional di kawasan Timur yang berkontribusi dalam perubahan struktur politik, intelektual, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melemahnya pusat kekuasaan tidak mengakibatkan stagnasi, melainkan mendorong lahirnya pusat-pusat baru yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, dan praktik keagamaan. Desentralisasi memungkinkan terbentuknya keseimbangan antara otoritas politik dan legitimasi religius, sekaligus memperluas jaringan keilmuan melalui patronase lokal dan adaptasi budaya. Temuan ini menegaskan bahwa periode pasca-Abbasiyah lebih tepat dipahami sebagai fase adaptive transformation yang ditandai oleh restrukturisasi kekuasaan, diversifikasi pusat peradaban, dan integrasi sosial-budaya. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat perspektif resilience dalam historiografi Islam yang menekankan kesinambungan, bukan kemunduran.
DESENTRALISASI KEKUASAAN DAN KEBERLANJUTAN PERADABAN: STUDI HISTORIOGRAFIS ATAS DINASTI-DINASTI ISLAM TIMUR Latifa, Azzahra Sindhi; Manshur, Hamim Sirojuddin Al; Sari, Fina Thazha Eka; Imamma, Arifah Nur; Istiqomah, Aginra Falah; Hakiman, Hakiman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.10257

Abstract

ABSTRACT The post-Abbasid period is often framed as a phase of decline due to the weakening of political authority in Baghdad. However, this perspective does not fully capture the dynamics in the eastern regions, which in fact experienced significant developments across various domains. This study aims to examine the role of political decentralization as a transformative mechanism that sustained the continuity of Islamic civilization during this period. It employs a qualitative approach based on library research, utilizing a historiographical-critical analysis of recent academic sources. The focus is placed on the dynamics of regional dynasties in the eastern Islamic world that contributed to changes in political, intellectual, and cultural structures. The findings indicate that the decline of central authority did not lead to stagnation, but instead facilitated the emergence of new centers that were active in advancing knowledge, economic activity, and religious life. Decentralization enabled a balance between political authority and religious legitimacy, while also expanding intellectual networks through local patronage and cultural adaptation. These findings suggest that the post-Abbasid period is more appropriately understood as a phase of adaptive transformation, characterized by the restructuring of power, diversification of civilizational centers, and socio-cultural integration. Accordingly, this study contributes to strengthening a resilience perspective in Islamic historiography, emphasizing continuity rather than decline. ABSTRAK Periode pasca-kejayaan Abbasiyah sering diposisikan sebagai fase kemunduran akibat meredupnya otoritas politik di Baghdad. Perspektif tersebut belum sepenuhnya menjelaskan dinamika di kawasan Timur yang justru menunjukkan perkembangan signifikan dalam berbagai bidang. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran desentralisasi kekuasaan sebagai mekanisme transformasi yang menopang keberlanjutan peradaban Islam pada periode tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis historiographical-critical terhadap berbagai sumber akademik mutakhir. Fokus kajian diarahkan pada dinamika dinasti-dinasti regional di kawasan Timur yang berkontribusi dalam perubahan struktur politik, intelektual, dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melemahnya pusat kekuasaan tidak mengakibatkan stagnasi, melainkan mendorong lahirnya pusat-pusat baru yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, ekonomi, dan praktik keagamaan. Desentralisasi memungkinkan terbentuknya keseimbangan antara otoritas politik dan legitimasi religius, sekaligus memperluas jaringan keilmuan melalui patronase lokal dan adaptasi budaya. Temuan ini menegaskan bahwa periode pasca-Abbasiyah lebih tepat dipahami sebagai fase adaptive transformation yang ditandai oleh restrukturisasi kekuasaan, diversifikasi pusat peradaban, dan integrasi sosial-budaya. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat perspektif resilience dalam historiografi Islam yang menekankan kesinambungan, bukan kemunduran.

Page 2 of 2 | Total Record : 19