cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 166 Documents
ANALISIS YURIDIS TERHADAP SANKSI PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN DALAM PERSPEKTIF KRIMINOLOGI DAN TEORI ANOMIE DARI ROBERT KING MERTON INDRI PRATIWI SIREGAR
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i3.2475

Abstract

The crime of theft with aggravation still occurs today, if someone is proven to have committed the crime of theft with aggravation, then that person must be sentenced to a crime. In this case, the case of the crime of theft with weighting in the case study of case decision number 1530/Pid.B/2019/PN.TNG is analyzed using the theory of Anomie from Robert King Merton which is well known today and the sanctions against perpetrators of the crime of crime of theft with weighting. The problem in this research is whether the criminal act of theft with weighting in case decision number 1530/Pid.B/2019/PN.TNG is included in the social structure deviation in Robert King Merton's theory of anomie and what are the sanctions for perpetrators of the crime of theft with weighting in the case decision? number 1530/Pid.B/2019/PN.TNG. This research method is normative juridical, namely research by examining library materials. Data sources use primary data and secondary data. The conclusion is that the actions committed by Defendant I and Defendant II as well as the DPO fall within social structural deviations in Robert King Merton's theory of anomie and the sentence handed down by the judge to Defendant I and Defendant II is heavier than the demands of the Public Prosecutor, but lower than the threat punishment from the Article that it threatens. ABSTRAKTindak pidana pencurian dengan pemberatan ini masih terjadi pada saat ini, apabila seseorang terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan, maka orang tersebut harus dijatuhi pidana. Dalam hal ini kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam studi kasus putusan perkara nomor 1530/Pid.B/2019/PN.TNG dianalisis dengan teori Anomie dari Robert King Merton yang terpandang pada masa kini dan sanksi terhadap pelaku kejahatan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam putusan perkara nomor 1530/Pid.B/2019/PN.TNG termasuk kedalam penyimpangan struktur sosial dalam teori anomie Robert King Merton dan bagaimana sanksi terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam putusan perkara nomor 1530/Pid.B/2019/PN.TNG. Adapun Metode Penelitian ini adalah yuridis normatif yaitu suatu penelitian dengan meneliti bahan kepustakaan. Sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Adapun kesimpulannya adalah perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa I dan terdakwa II serta DPO masuk kedalam penyimpangan struktur sosial dalam teori anomie Robert King Merton dan hukuman yang dijatuhkan hakim kepada Terdakwa I dan Terdakwa II lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, akan tetapi lebih rendah dari ancaman hukuman dari Pasal yang diancamkannya.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA SISWA KELAS XI MIPA 2 SMAN TERPADU UNGGULAN 1 TANA TIDUNG ALFHA EDISON
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i3.2476

Abstract

This research is classroom action research (Classroom Action Research). This research was carried out in 3 (three) cycles, each cycle was carried out in 3 meetings, namely meeting 1, meeting 2, and meeting 3 with the stages in each cycle including planning, implementing actions, observing and reflecting. The research subjects were students of Class Data collection methods were obtained through observation, processing of problem-based learning models and formative tests. Data analysis techniques use quantitative descriptive analysis techniques. The results of this research show that the problem-based learning model has a positive impact in improving Mathematics learning achievement in class cycle, student learning achievement continues to experience significant improvement, namely cycle I (74%), cycle II (77%), and cycle III (90%) and in cycle III student learning achievement has classically reached the standard of learning achievement. Likewise, student learning completeness also experienced a significant increase, namely cycle I (56%), cycle II (65%), and cycle III (100%) and in cycle III classical student learning completeness was also achieved. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Reseach). Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 (tiga) siklus, tiap siklus dilaksanakan dalam 3 pertemuan yaitu pertemuan 1, pertemuan 2, dan pertemuan 3 dengan tahapan pada tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksana tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa-siswi Kelas XI MIPA 1 SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung Tahun 2022 Mata Pelajaran Matematika pada pokok bahasan Fungsi dan Komposisi fungsi. Metode Pengumpulan Data diperoleh melalui observasi pengolahan model pembelajaran berbasis masalah, dan tes formatif. Teknik Analisa Data menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar Matematika pada siswa kelas XI MIPA 2 SMAN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung tahun 2022. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi berupa test formatif yang dilakukan pada akhir pertemuan 3 pada tiap siklus, prestasi belajar siswa terus mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu siklus I (74%), siklus II (77%), dan siklus III (90%) dan pada siklus III prestsasi belajar siswa secara klasikal telah mencapai standar prestasi belajar. Demikian juga ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu siklus I (56%), siklus II (65%), dan siklus III (100%) dan pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal juga telah tercapai.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 8 MUARO JAMBI NOFRIZAL NOFRIZAL
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i3.2477

Abstract

The aim of this research is to improve mathematics learning outcomes for class XI IPA 1 SMAN 8 Muaro Jambi by implementing problem based learning. This research is classroom action research with a qualitative method approach. In its learning, this research uses a problem based learning model. The subjects of this classroom action research are students of class XI Science 1 SMA Negeri 8 Muaro Jambi for the 2022/2023 academic year. Data collection techniques use observation sheets, student test results, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Learning using the Problem Based Learning method is an effective strategy for delivering material on trigonometric equations for students in class better. ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar matematika kelas XI IPA 1 SMAN 8 Muaro Jambi dengan penerapan pembelajaran problem based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan metode kualitatif. Dalam pembelajaranya penelitian ini menggunakan suatu model pembelajaran problem based learning. Subyek dari penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Muaro Jambi tahun pelajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, hasil tes siswa, dan dokumentasi. Pada analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pembelajaran dengan metode Problem Based Learning merupakan strategi yang efektif untuk menyampaikan materi persamaan trigonometri bagi siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 8 Muaro Jambi Pembelajaran dalam kelompok kecil dapat meningkatkan kemampuan penguasaan materi matematika dari siswa , selain itu dengan kelompok kecil ini kerjasama diantara siswa dapat tercipta dengan lebih baik.
PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SD INPRES KAMALAPUTI DORKAS KONDANAMU
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i3.2478

Abstract

The principal as a learning leader has an important role in improving teacher performance to achieve the expected learning objectives. The principal as a supervisor provides assistance through supervision activities to improve the learning process. This research activity was carried out in two cycles with the result that there was an increase in value between cycle 1 and cycle 2, both lesson plans or lesson plans and the learning process in the classroom during the observation process. These results were obtained due to implementing supervision by examining learning tools related to the preparation of lesson plans, preparing media and learning resources while providing assistance according to teacher needs, this was done at the first meeting. The activities at the second meeting were carried out by academic supervision with individual techniques. Not only that, the principal had private conversations regarding the preparations and steps prepared in the process of implementing teaching and learning activities including in the preparation of visual aids and the implementation of evaluations included in the learning process. The results in implementing these actions can be seen in cycle 2 which describes all teachers or 17 out of 17 teachers or 100% of teachers who have completed both the preparation of learning tools and the observation of the learning process with scores between 76 – 100. ABSTRAKKepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja guru untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Kepala sekolah sebagai supervisor melakukan pendampingan melalui kegiatan supervisi untuk memperbaiki proses pembelajaran. Kegiatan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan hasil  terjadi peningkatan nilai antara siklus 1 dengan siklus 2 baik itu perencanaan pembelajaran atau RPP maupun proses pembelajaran di dalam kelas pada saat proses pengamatan berlangsung. Hasil tersebut diperoleh karena menerapkan supervisi dengan menelaah instrumen perangkat pembelajaran terkait penyusunan RPP, persiapan media dan sumber belajar sekaligus memberikan pendampingan sesuai kebutuhan guru hal ini dilakukan pada pertemuan pertama. Adapun kegiatan pada pertemuan kedua dilakukan supervisi akademik dengan teknik individu. Tidak hanya itu, kepala sekolah melakukan percakapan pribadi terkait persiapan dan langkah-langkah yang disiapkan dalam proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar termasuk dalam persiapan alat peraga dan pelaksanaan evaluasi yang terinklud dalam proses pembelajaran. Hasil dalam menerapkan tindakan tersebut dapat dilihat pada siklus 2 yang menggambarkan semua guru atau 17 dari 17 guru atau 100% guru sudah tuntas, baik pada penyusunan perangkat pembelajaran maupun pada pengamatan proses pembelajaran dengan perolehan nilai diantara 76 – 100.
PENERAPAN PENDEKATAN INQUIRY SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN KIMIA KELAS X IPA SMA NEGERI 1 BONE ISMAIL AKUBA HUSAIN
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i3.2479

Abstract

This research takes the form of classroom action research. Action research is a process that gives credence to the development of reflective power, discussion and thinking. The data is collected by: observation, documentation and tests. Meanwhile, the analysis uses analytical descriptive. The research was carried out in Class Research on two cycles includes planning, implementing actions, observing and reflecting. At the planning stage, learning scenarios are prepared and learning tools are prepared. The learning process is carried out using an inquiry approach. Observation results are presented in discussion. At the observation stage, students' activities and final learning results tests are carried out. The performance indicator in the research was the achievement of individual and classical learning completeness of 88.46%. The results of the implementation of cycle I showed that the performance indicators had not been achieved because the students' learning outcomes only reached an average score of 62.69 and 61.53% of students had completed their studies. Improvements in increasing student activity in cycle II show the completeness of student learning outcomes, namely with an average score of 71.71 and completeness of learning outcomes of 88.46%. ABSTRAKPenelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian tindakan merupakan suatu proses yang memberikan kepercayaan kepada pengembangan kekuatan reflektif, diskusi dan berfikir. Adapun pengumpulan datanya dengan cara: observasi, dokumentasi dan tes. Sedangkan analisisnya menggunakan deskriptif analitis. Penelitian dilaksanakan di Kelas X IPA SMA N 1 Bone Semeseter Ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Penelitian atas dua siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada tahap perencanaan disusun skenario pembelajaran dan menyiapkan perangkat pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan inquiry. Hasil observasi dipresentasikan dalam diskusi. Pada tahap observasi, dilakukan pengamatan aktifitas peserta didik dan tes hasil akhir belajar. Indikator kinerja pada penelitian berupa tercapainya ketuntasan belajar secara individual dan klasikal sebesar 88,46%. Hasil pelaksanaan siklus I menunjukkan bahwa indikator kinerja belum tercapai karena hasil belajar peserta didik hanya mencapai rerata nilai 62,69 dan 61,53% peserta didik yang tuntas belajar. Perbaikan pada peningkatan keaktifan peserta didik pada siklus II menunjukkan ketuntasan hasil belajar peserta didik yaitu dengan nilai rerata 71,71 dan ketuntasan hasil belajar 88,46%.
METODE CERAMAH DAN TANYA JAWAB DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN IJTIHAD PADA KEGIATAN MICROTEACHING FAHLEFI, AHMAD REZA; EL-YUNUSI, MUHAMMAD YUSRON MAULANA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i2.3344

Abstract

This research is based on the importance of a lecture and question and answer method in the learning process to be effective. The purpose of this study is to determine the implementation of the lecture and question and answer method in increasing the effectiveness of ijtihad learning in microteacing activities of postgraduate students of Sunan Giri University Surabaya. The research uses qualitative methods. The results of this study show that the use of lecture and question and answer methods can increase the effectiveness of ijtihad learning in microteaching activities. The lecture method is in an easy-to-understand language style and through the application of examples used in the microteaching process because the students are students of all departments in the first semester of Sunan University so that they can understand ijtihad. The use of the question and answer method with material questions has been explained such as the meaning of ijtihad, the requirements of mujtahid and the level of mujtahid carried out in the learning process in order to trigger active students. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya suatu metode ceramah dan tanya jawab dalam proses pembelajaran agar efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi metode ceramah dan tanya jawab dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran ijtihad pada kegiatan microteacing mahasiswa pascasarjana universitas sunan giri surabaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah dan tanya jawab dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran ijtihad pada kegiatan microteaching. Metode ceramah dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti dan melalui penerapan contoh-contoh yang digunakan dalam proses microteaching dikarenakan peserta didiknya adalah mahasiswa strtata satu semua jurusan semester satu universitas sunan supaya mereka bisa mengerti tentang ijtihad. Penggunaan metode tanya jawab dengan pertanyaan materi sudah dijelaskan seperti pengertian ijtihad, syarat mujtahid dan tingkatan mujtahid yang dilakukan dalam proses pembelajaran supaya memantik peserta didik aktif.
PERAN ORANG TUA DALAM LITERASI ANTIKORUPSI PADA ANAK AKBAR, SARI AISYAH DZAHABIYAH; SABILA, HIDAYANA; NABILA, MAHARANI; ATIKAH, ZAHRA; HAMIDO, HENDRIKSON
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i3.3612

Abstract

Corruption is a social problem that impacts various aspects of life, including the education and morality of the younger generation. Instilling anti-corruption values ??from an early age is important to form honest and responsible children's character. According to Izzati & Suyadi (2023), the anti-corruption literacy model describes how anti-corruption is implemented in early childhood. This research aims to analyze the role of parents in anti-corruption literacy in children and how these values ??can be instilled effectively in the family environment. Through a qualitative approach, this research explores parents' perceptions and efforts to introduce the concept of anti-corruption through the habit of honest behavior, good role models and discussions about the importance of integrity. The research results show that parents have a key role in educating children about the negative impacts of corruption by integrating anti-corruption values ??in everyday life. Parents who are actively involved in their children's moral education can help form critical awareness of acts of corruption and develop a strong anti-corruption attitude. This research concludes that anti-corruption literacy in the family is very necessary to prepare children as a generation with integrity and responsibility in the future. ABSTRAKKorupsi merupakan salah satu masalah sosial yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan termasuk pendidikan dan moralitas generasi muda. Penanaman nilai-nilai antikorupsi sejak dini menjadi penting untuk membentuk karakter anak yang jujur dan bertanggung jawab. Melalui pendekatan kualitatif penelitian ini menggali persepsi dan upaya orang tua dalam mengenalkan konsep antikorupsi melalui pembiasaan perilaku jujur, teladan yang baik serta diskusi mengenai pentingnya integritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran kunci dalam mengedukasi anak tentang dampak negatif korupsi dengan mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua yang secara aktif terlibat dalam pendidikan moral anak dapat membantu membentuk kesadaran kritis terhadap tindakan korupsi dan mengembangkan sikap antikorupsi yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi anti korupsi dalam keluarga sangat diperlukan untuk mempersiapkan anak sebagai generasi yang berintegritas dan bertanggung jawab di masa depan.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS XI SMAN 83 JAKARTA MELALUI METODE EKSPERIMEN VIRTUAL PhET SUTIYAWAN, AFIT; U.S, SUPARDI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i3.3617

Abstract

This study aims to improve the numeracy skills of 11th-grade students at SMAN 83 Jakarta in the topic of Dynamics of Motion through virtual experiments using PhET Interactive Simulations. The research employed Classroom Action Research (CAR) methodology, conducted in two cycles. Each cycle involved planning, implementation, observation, and reflection to evaluate the outcomes and effectiveness of the actions. Results revealed a significant improvement in students' numeracy skills, with the average score increasing from 8.02 (pre-cycle) to 13.14 (first cycle) and 17.78 (second cycle). The percentage of students achieving a good category also increased from 36.1% (pre-cycle) to 69.4% (first cycle) and 86.1% (second cycle). The application of virtual experiments proved effective in enhancing students' understanding of Dynamics of Motion concepts, engagement, and overall numeracy skills. This study contributes to the development of technology-based teaching methods to support 21st-century education. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas XI SMAN 83 Jakarta pada pokok bahasan Dinamika Gerak melalui metode eksperimen virtual menggunakan PhET Interactive Simulations. Penelitian dilakukan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus. Setiap siklus melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi untuk mengevaluasi hasil dan efektivitas tindakan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan numerasi siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 8,02 (pra siklus) menjadi 13,14 (siklus pertama) dan 17,78 (siklus kedua). Persentase siswa yang mencapai kategori baik juga meningkat dari 36,1% (pra siklus) menjadi 69,4% (siklus pertama) dan 86,1% (siklus kedua). Penerapan eksperimen virtual terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep Dinamika Gerak, keterlibatan siswa, dan kemampuan numerasi secara keseluruhan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran berbasis teknologi untuk mendukung pendidikan abad ke-21.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN RESITASI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA (EKSPERIMEN TERHADAP SISWA KELAS VIII SMP YADIKA 10 TANGERANG) PANDINI, INTAN; U.S, SUPARDI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i3.3618

Abstract

The objective of this study is to determine whether there is a difference in mathematics learning outcomes between the use of the recitation method and the conventional method in the topic of Geometry and Measurement for Grade VIII students at SMP Yadika 10 Tangerang. This research is expected to provide benefits to various groups in society. Theoretically, it can serve as a reference or source of information to expand knowledge, contribute ideas for deepening concepts, and enhance understanding of teaching methods, especially in mathematics education.The research employed an experimental method, involving two classes: the experimental class and the control class. These two groups were given different treatments without altering their composition. This study is categorized as qualitative research that strongly measures cause-and-effect relationships.The research instruments were tested using the following evaluations: Difficulty Level Test: Medium category, Discrimination Index Test: Good category, Item Validity Test: Valid for all test items, Reliability Test: Reliable category. After conducting calculations, it was concluded that the use of the recitation method affects mathematics learning outcomes. Based on the calculations, the average mathematics learning score using the recitation method was x?? = 72.6, while the average score using the conventional method was x?? = 62. Statistical hypothesis testing results showed t-value (t?) = 2.74, which is greater than t-table (t?) = 2.03 at a 5% significance level. This indicates that the experimental method has a significant effect. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan penggunaan metode resitasi terhadap hasil belajar matematika dibanding dengan menggunakan metode konvensional pada materi Geometri dan Pengkuruan kelas VIII SMP Yadika 10 Tangerang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfataan bagi banyak kalangan masyarakat. Secara teoritis, dapat dijadikan sebagai referensi atau sumber informasi sehingga dapat memperluas khasanah pengetahuan, memberikan sumbangan pemikiran dalam rangka pendalaman konsep dan pengetahuan ilmu yang berhubungan dengan metode pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimen, karena dalam penelitian ini ada 2 (dua) kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kedua kelompok ini diberikan perlakuan yang berbeda tanpa mengubah komposisi kelompok tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang sangat kuat mengukur hubungan sebab akibat. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji menggunakan Uji tingkat kesukaran dengan kategori sedang, Uji daya beda dengan kategori baik, Uji validitas butir soal dengan kategori valid pada seluruh butir soal, dan Uji reliabilitas dengan kategori reliable. Setelah mengadakan perhitungan didapat kesimpulan bahwa penggunaan metode resitasi mempengaruhi hasil belajar matematika. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh data nilai rata-rata hasil belajar matematika menggunakan metode resitasi sebesar ?x1 = 72,6 dan rata-rata hasil belajar yang menggunakan konvensional sebesar ?x2 = 62. Berdasarkan hasil pengujian hipótesis statistik diperoleh data nilai thitung = 2,74 ttabel = 2,03, pada taraf signifikan 5% yang berarti nilai thitung > ttabel maka dikatakan eksperimen mempunyai pengaruh signifikan.
PEMANFAATAN VISUALISASI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN DI KELAS VI ARIANTO, YUSTINUS DWI; U.S, SUPARDI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i3.3619

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of utilizing visualization to improve the understanding of the concepts of fraction multiplication and division among sixth-grade students at a private school in Tangerang. The visualization used in this study enables students to directly observe the process of fraction multiplication and division, which is often difficult to understand due to its abstract nature. With the help of visualization, students can better grasp the steps and concepts behind fraction multiplication and division in a more concrete and intuitive way. This research employs an experimental method with a one-sample t-test to compare students' learning outcomes after instruction using visualization to the Minimum Completeness Criteria (KKM) set at 70. The results show a significant improvement in the understanding of the concepts of fraction multiplication and division, exceeding the KKM standard. These findings suggest that visualization is effective in helping students overcome difficulties in understanding the concepts of fraction multiplication and division, making it a valuable alternative medium for mathematics instruction in elementary schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pemanfaatan visualisasi dalam meningkatkan pemahaman konsep perkalian dan pembagian pecahan pada siswa kelas VI di salah satu sekolah swasta di Tangerang. Visualisasi yang digunakan dalam penelitian ini memungkinkan siswa untuk melihat secara langsung proses perkalian dan pembagian pecahan, yang sering kali sulit dipahami karena sifatnya yang abstrak. Dengan bantuan visualisasi, siswa dapat memahami langkah-langkah dan konsep di balik perkalian dan pembagian pecahan secara lebih konkret dan intuitif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan uji statistik one-sample t-test, untuk membandingkan hasil belajar siswa setelah pembelajaran berbasis visualisasi dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 70. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep perkalian dan pembagian pecahan, yang melebihi standar KKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa visualisasi efektif dalam membantu siswa mengatasi kesulitan dalam memahami konsep perkalian dan pembagian pecahan, sehingga layak direkomendasikan sebagai media alternatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.

Page 9 of 17 | Total Record : 166