cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 139 Documents
INOVASI DALAM RISET AKADEMIK: STRATEGI MENINGKATKAN KUALITAS DAN RELEVANSI PENELITIAN PERGURUAN TINGGI Abrar, Muhammad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.4921

Abstract

ABSTRACT Academic research serves as the fundamental basis for the advancement of science and technology. However, many research outcomes produced by universities in Indonesia have yet to make a significant impact on solving real-world societal problems. This study aims to identify and analyze effective strategies to strengthen the downstream implementation (hilirisasi) of research results in Indonesian higher education institutions. The research focuses on five key strategies: strengthening collaboration and partnerships, digitalization and technology utilization, development of research infrastructure and ecosystems, capacity building of human resources, and reform of research management systems. A qualitative approach was employed, using data collection techniques such as recent literature reviews, institutional document analysis, and in-depth interviews with key informants from universities, industries, and government agencies. The findings indicate that cross-sectoral integration through programs like Kedaireka and international collaborations significantly enhance the relevance and societal acceptance of research. The use of digital technologies, such as big data and AI, accelerates research processes and broadens collaborative networks. Moreover, infrastructure such as Science and Technology Parks (STPs), capacity building through the MBKM program, and the implementation of key performance indicators (KPIs) have proven effective in strengthening the national research system. This study recommends the formulation of integrated policies and sustained investment across these five areas to accelerate impactful research commercialization that supports national development. ABSTRAK Riset akademik merupakan fondasi utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, banyak hasil penelitian perguruan tinggi yang belum berdampak signifikan terhadap pemecahan masalah nyata di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi-strategi efektif dalam memperkuat hilirisasi hasil riset di perguruan tinggi Indonesia. Fokus utama penelitian meliputi lima strategi kunci: penguatan kolaborasi dan kemitraan, digitalisasi dan pemanfaatan teknologi, pengembangan infrastruktur dan ekosistem riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta reformasi sistem manajemen riset. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur terkini, analisis dokumen kelembagaan, dan wawancara mendalam dengan informan dari perguruan tinggi, industri, dan lembaga pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antarsektor melalui program seperti Kedaireka dan kolaborasi internasional mampu meningkatkan relevansi dan keberterimaan hasil riset di masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital seperti big data dan AI mempercepat proses riset dan memperluas jaringan kolaboratif. Selain itu, infrastruktur seperti Science and Technology Park (STP), peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa melalui MBKM, serta penerapan indikator kinerja utama (IKU) terbukti memperkuat sistem riset nasional. Penelitian ini menyarankan perlunya kebijakan terintegrasi dan investasi berkelanjutan dalam kelima aspek tersebut guna mempercepat hilirisasi riset yang berdampak langsung pada pembangunan nasional.
SEJARAH SINGKAT PENDIDIKAN ISLAM (TINJAUAN KRITIS) Fahmiyudin, Muhamad; Dhohiri, Daud; Mutaqin, Mumu Zainal; Arifin, Muhammad
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i1.4930

Abstract

ABSTRACT Islamic education has played a pivotal role in shaping the character, morality, and intellectual development of Muslim communities since the 7th century CE. This study examines the historical evolution of Islamic education, focusing on the role of madrasahs as formal educational institutions, and analyzes the challenges and opportunities presented by globalization and digital transformation. This study uses a qualitative approach based on a literature review to analyze various dimensions of Islamic education, from the history of its development to the challenges faced in the modern era. Employing a critical literature review methodology, the research encompasses a historical analysis of Islamic education's development and foundational principles, a critical evaluation of madrasahs' role in providing holistic education, and a contemporary analysis of the challenges and opportunities arising from globalization and digital innovation. Findings indicate the necessity for curriculum reform that integrates Islamic values with 21st-century competencies, enhancement of educators' digital proficiency, and optimal utilization of technology to ensure the continued relevance of Islamic education amidst dynamic social changes. In conclusion, Islamic education must preserve its core values while adapting to contemporary demands to cultivate generations endowed with moral integrity and modern competencies. ABSTRAK Pendidikan Islam telah memainkan peran sentral dalam membentuk karakter, moral, dan intelektual komunitas Muslim sejak abad ke-7 M. Penelitian ini mengkaji evolusi historis pendidikan Islam, dengan fokus pada peran madrasah sebagai lembaga pendidikan formal, serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam era globalisasi dan transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis tinjauan literatur untuk menganalisis berbagai dimensi pendidikan Islam, mulai dari sejarah perkembangannya hingga tantangan yang dihadapi di era modern. Melalui tinjauan literatur kritis, analisis dilakukan terhadap perkembangan pendidikan Islam dan prinsip-prinsip dasarnya, evaluasi peran madrasah dalam menyediakan pendidikan holistik, dan identifikasi tantangan serta peluang yang muncul akibat globalisasi dan inovasi digital. Hasil penelitian menunjukkan perlunya reformasi kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kompetensi abad ke-21, peningkatan kompetensi digital pendidik, dan pemanfaatan teknologi secara optimal untuk memastikan relevansi pendidikan Islam di tengah perubahan sosial yang dinamis. Kesimpulannya, pendidikan Islam harus mempertahankan nilai-nilai inti sambil beradaptasi dengan tuntutan kontemporer guna mencetak generasi yang memiliki integritas moral dan kompetensi modern.
LITERATUR REVIEW: PENGARUH STRATEGI COPING DALAM MENGATASI BURNOUT AKADEMIK MAHASISWA Khairunnisah, Khairunnisah; Marsofiyati, Marsofiyati; Dewi Utari, Eka
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.4970

Abstract

Academic burnout is a common phenomenon among students, both past and present, characterized by a condition of mental exhaustion due to excessive academic pressure. Some of the factors that cause academic burnout are high academic demands, accumulation of course assignments, pressure to maintain a cumulative grade point average (GPA) to maintain scholarships or meet parental expectations, and difficulty dividing time between academic and non-academic activities. Academic burnout consists of three main dimensions: Exhaustion, cynicism, and low personal satisfaction. This research will focus on analyzing the coping strategies used by students to deal with academic burnout. This research uses a qualitative approach with a literature study that examines various previous studies related to the phenomenon of academic burnout, the factors that cause it, and the coping strategies used. The research steps include collecting references from academic journals, books and articles, as well as critical analysis to synthesize an understanding of the topic. The results showed that students tend to use two coping strategies, namely problem-focused coping strategies, which seek immediate solutions to the problems they face, and emotion-focused coping strategies, which manage negative emotions caused by academic pressure. The conclusion of this study shows the importance of choosing coping strategies that are in accordance with individual characteristics to minimize the impact of academic burnout. Because these strategies are believed to support mental health and improve students' academic performance. ABSTRAK Burnout akademik merupakan fenomena umum di kalangan mahasiswa, baik dulu maupun sekarang, yang ditandai dengan kondisi kelelahan mental akibat tekanan akademik yang berlebihan. Beberapa faktor yang menyebabkan kelelahan akademik, yaitu tuntutan akademik yang tinggi, penumpukan tugas mata kuliah, tekanan untuk mempertahankan indeks prestasi kumulatif (IPK) untuk mempertahankan beasiswa atau memenuhi harapan orang tua, serta kesulitan untuk membagi waktu antara kegiatan akademik dan non-akademik. Burnout akademik terdiri dari tiga dimensi utama: Kelelahan, sinisme, dan rendahnya kepuasan pribadi. Penelitian ini akan berfokus pada analisis strategi coping yang digunakan oleh mahasiswa untuk menghadapi kejenuhan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur yang mengkaji berbagai penelitian terdahulu yang berkaitan dengan fenomena bunrout akademik, faktor penyebabnya, dan strategi coping yang digunakan. Langkah-langkah penelitian meliputi pengumpulan referensi dari jurnal akademik, buku dan artikel, serta analisis kritis untuk mendapatkan sintesis pemahaman mengenai topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menggunakan dua strategi coping, yaitu strategi coping yang berfokus pada masalah, yaitu mencari solusi langsung dari masalah yang mereka hadapi, dan strategi coping yang berfokus pada emosi, yaitu mengelola emosi negatif yang diakibatkan oleh tekanan akademik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan pentingnya pemilihan strategi coping yang sesuai dengan karakteristik individu untuk meminimalisir dampak dari burnout akademik. Karena strategi ini diyakinin dapat mendukung kesehatan mental dan meningkatkan performa akademik mahasiswa.
TRANSFORMASI DIGITAL DESA PONGGOK: TANTANGAN DAN POTENSI MENUJU DESA PINTAR YANG BERKELANJUTAN Yuliana, Rindi Astika; Natalia, Natalia
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.4977

Abstract

ABSTRACT The development of information and communication technology (ICT) has brought significant changes in various aspects of life, including in village governance. Digitalization is one of the main strategies in efforts to improve the quality of public services, administrative efficiency, and empower the economy of rural communities. The concept of smart villages emerged as a response to the need to integrate digital technology in sustainable rural development. This study aims to analyze the implementation of digitalization in Ponggok Village, Klaten Regency, Central Java, as part of the transformation towards a sustainable smart village. Using a qualitative approach with a case study method, the research was conducted on December 5, 2024. Data collection techniques included in-depth interviews, field observations, and documentation involving village officials, local MSMEs, community members, and tourism managers. The results indicate that digitalization has improved the efficiency of village governance through digital information systems that accelerate administrative processes and public services. In the economic sector, the use of social media and e-commerce platforms by MSMEs has enhanced product competitiveness and market reach. In tourism, digital platforms have supported the promotion of leading destinations, although better data integration is still needed. However, challenges such as limited internet infrastructure and low digital literacy hinder optimal implementation. Therefore, infrastructure development, human resource capacity building, and multi-stakeholder collaboration are essential to realizing Ponggok Village as an independent and sustainable smart village ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam tata kelola pemerintahan desa. Digitalisasi menjadi salah satu strategi utama dalam upaya peningkatan kualitas layanan publik, efisiensi administrasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Konsep smart village atau desa pintar muncul sebagai respons terhadap kebutuhan untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi digitalisasi di Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dalam rangka mendorong transformasi menuju desa pintar (smart village) yang berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 Desember 2024. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi yang melibatkan perangkat desa, pelaku UMKM, masyarakat, dan pengelola pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan desa melalui sistem informasi digital yang mempercepat proses administrasi dan pelayanan publik. Di sektor ekonomi, penggunaan media sosial dan platform e-commerce oleh UMKM meningkatkan daya saing dan pemasaran produk lokal. Pada sektor pariwisata, digitalisasi membantu promosi destinasi unggulan, meskipun masih diperlukan integrasi data wisata yang lebih baik. Namun, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur internet dan rendahnya literasi digital masih menghambat optimalisasi digitalisasi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, dan kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam mewujudkan Desa Ponggok sebagai desa pintar yang mandiri dan berkelanjutan.
SCIENTIFIC ATTITUDE AND THEIR RELATIONSHIP WITH STUDENTS' SCIENCE LITERACY IN JUNIOR HIGH SCHOOL Arsyad, Arsyad; Safitriani, Safitriani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.4979

Abstract

ABSTRACT Current education emphasizes the development of scientific attitudes such as curiosity, objectivity, and critical thinking as provisions for facing global challenges. These scientific attitudes play an important role in improving the scientific literacy of junior high school students because they encourage an understanding of science as a process of thinking and evidence-based investigation. This study aims to provide an overview of the profile of the scientific attitude ability and scientific literacy ability of students in Junior High School. The approach used in this research is quantitative with the sampling technique being total sampling. Based on the data that has been obtained, followed by the discussion described above, at the end of the study it can be concluded that the profile of the scientific attitude ability and scientific literacy ability of students in Junior High School, is dominated by students (students) with the ability of scientific attitudes with the category "good" as much as 38.16%, the "very good" category as much as 30.26%, the "medium" category as much as 22.37%, and as much as 9.21% for the "low" category. As for science literacy ability, it is dominated by students with the ability in the "good" category as much as 35.53%, the ability in the "very good" category as much as 32.89%, the "moderate" category as much as 21.05%, and the remaining 10.53 % categorized as “low”. Based on the results of the correlation test, it can also be concluded that there is a significant correlation between the ability of scientific attitudes and the ability of students' scientific literacy. Therefore, it shows that the ability of scientific attitudes has a significant effect on students' scientific literacy skills. ABSTRAK Pendidikan saat ini menekankan pengembangan sikap ilmiah seperti rasa ingin tahu, objektivitas, dan berpikir kritis sebagai bekal menghadapi tantangan global. Sikap ilmiah ini berperan penting dalam meningkatkan literasi ilmiah siswa SMP karena mendorong pemahaman sains sebagai proses berpikir dan penyelidikan berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang profil kemampuan sikap ilmiah dan kemampuan literasi sains siswa SMP. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Berdasarkan data yang telah diperoleh, dilanjutkan dengan pembahasan yang telah diuraikan di atas, pada akhir penelitian dapat disimpulkan bahwa profil kemampuan sikap ilmiah dan kemampuan literasi sains siswa SMP, didominasi oleh siswa (peserta didik) dengan kemampuan sikap ilmiah dengan kategori “baik” sebanyak 38,16%, kategori “sangat baik” sebanyak 30,26%, kategori “sedang” sebanyak 22,37%, dan sebanyak 9,21% untuk kategori “rendah”. Sedangkan untuk kemampuan literasi sains didominasi oleh siswa dengan kemampuan pada kategori “baik” sebanyak 35,53%, kemampuan pada kategori “sangat baik” sebanyak 32,89%, kategori “sedang” sebanyak 21,05%, dan sisanya sebesar 10,53% berkategori “rendah”. Berdasarkan hasil uji korelasi juga dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kemampuan sikap ilmiah dengan kemampuan literasi sains siswa. Dengan demikian, hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan sikap ilmiah berpengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi sains siswa.
PERAN PEMIMPIN PEMBELAJAR DALAM PEMBELAJARAN YANG BERKUALITAS Idris, Ahmad; Syarifudin, Encep; Gunawan, Agus
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.4980

Abstract

ABSTRACT The role of learning leaders is crucial in creating quality education. A learning leader is an individual capable of facilitating, inspiring, and motivating a learning community to continuously grow and innovate. This study aims to analyze the contribution of learning leaders in establishing an effective, inclusive, and relevant learning ecosystem that meets the demands of the 21st century. The approach employed is a literature review, examining the concept of learning leadership, its role in educational management, and its impact on the quality of teaching and learning processes and outcomes. The findings indicate that learning leaders play a pivotal role in fostering a culture of continuous learning, enhancing educators' competencies, and ensuring the implementation of student-centered teaching strategies. By applying transformational leadership, learning leaders can promote innovation, collaboration, and reflection that support the achievement of high-quality education. This study provides recommendations for education leaders to develop their skills as learning leaders. These skills are essential to improve the quality of learning in various educational contexts. With strong leadership abilities, education leaders can create innovative and inclusive learning environments. This is expected to support the continuous improvement of education quality. ABSTRAK Peran pemimpin pembelajar sangat penting dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Pemimpin pembelajar adalah individu yang mampu memfasilitasi, menginspirasi, dan memotivasi komunitas belajar untuk terus berkembang dan berinovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pemimpin pembelajar dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang efektif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis konsep pemimpin pembelajar pembelajaran, perannya dalam manajemen pendidikan, serta dampaknya terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin pembelajar memiliki peran kunci dalam mengembangkan budaya pembelajaran berkelanjutan, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta memastikan penerapan strategi pembelajaran yang berbasis siswa. Dengan menerapkan pemimpin pembelajar transformasional, pemimpin pembelajar mampu mendorong inovasi, kolaborasi, dan refleksi yang mendukung terciptanya pendidikan berkualitas tinggi. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi para pemimpin pendidikan untuk mengembangkan keterampilan sebagai pemimpin pembelajar. Keterampilan tersebut penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai konteks pendidikan. Dengan kemampuan kepemimpinan yang baik, pemimpin pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan inklusif. Hal ini diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
ANALISIS KETERLAKSANAAN PRAKTIKUM BIOLOGI SEMESTER GANJIL 2024/2025 SMA NEGERI 1 GOWA Arifah, Andi Iffah; Arsal, Andi Faridah; Syamsiah, Syamsiah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.4981

Abstract

ABSTRACT Biology learning in schools still faces various obstacles, such as low motivation and activeness of students and the use of media and learning models that are less interesting. In addition, the implementation of laboratory practicums is also less than optimal due to limited facilities, time, and supporting staff, which has an impact on the low active participation of students in the learning process. This study aims to determine and describe the implementation of biology practicum activities at SMA Negeri 1 Gowa. This type of research is descriptive research using quantitative and qualitative approaches (mix method). Data were collected through filling out checklists, interviews, and documentation. The results of the study showed that the implementation of biology practicums at SMA Negeri 1 Gowa referring to the Learning Outcomes (CP) of the Independent Curriculum reached 68% with a fairly good category in the laboratory. The practicums carried out in class XI included observations of diffusion, osmosis, mitosis and meiosis, human skeletal torso, blood type, blood pressure, pulse rate, and starch and glucose tests, while those that were not carried out were calorie calculations on the 4 healthy 5 perfect menu, vitamin tests, and fat tests. There were several obstacles in the implementation of biology practicums, including several microscopes in poor condition (blurry), practicums were carried out in class due to schedules that clashed with other subjects, students did not yet understand the basics of implementing practicums, limited time and water, practicums coincided with school events, and the unavailability of guides and Student Worksheets (LKPD) in several classes. ABSTRAK Pembelajaran biologi di sekolah masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya motivasi dan keaktifan peserta didik serta penggunaan media dan model pembelajaran yang kurang menarik. Selain itu, pelaksanaan praktikum di laboratorium juga kurang optimal akibat keterbatasan fasilitas, waktu, dan tenaga pendukung, sehingga berdampak pada rendahnya partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan keterlaksanaan kegiatan praktikum biologi SMA Negeri 1 Gowa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mix method). Data dikumpulkan melalui pengisian daftar periksa (check- list), wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan praktikum biologi di SMA Negeri 1 Gowa yang mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP) Kurikulum Merdeka mencapai 68% dengan kategori cukup baik di laboratorium. Praktikum yang terlaksana di kelas XI meliputi pengamatan difusi, osmosis, mitosis dan meiosis, torso rangka manusia, golongan darah, tekanan darah, denyut nadi, serta uji amilum dan glukosa sedangkan yang tidak terlaksana adalah perhitungan kalori pada menu 4 sehat 5 sempurna, uji vitamin, dan uji lemak. Terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan praktikum biologi, di antaranya beberapa mikroskop dalam kondisi kurang baik (buram), praktikum dilaksanakan di kelas akibat jadwal yang bertabrakan dengan mata pelajaran lain, peserta didik belum memahami dasar-dasar pelaksanaan praktikum, keterbatasan waktu dan air, praktikum bertepatan dengan acara sekolah, serta ketidaksediaan penuntun dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) di beberapa kelas.
TANTANGAN DAN STRATEGI GURU SD DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN ABAD 21 Sari, Cut Kumala; Amanda, Sherli Dwi; Anggraini, Sinta
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.5092

Abstract

Learning in the 21st century focuses on learning methods and techniques that are approptiate to the needs and changes in this era. Education today faces many challenges and major changes caused by technology, globalization, and raoid social change. The purpose of this study is to analyze the challenges of 21st century learning and strategies in implementing 21st century learning. In this study, the method used is literature study, emwhich involes collecting data from various books and journals. The result of this study are that teachers are faced with problems with school infrastructure  where facilities and infrastructure, limited internet access and lack of supporting facilities besides that there are also problems with teaching staff where there are qualifications and limitations of teachers, challenges in attracting quality graduates to the teaching professions, the influence  of teacher quality on the quality of learning, lack of support and appreciation for teachers and lack of availability of training and professional development. ABSTRAK Pembelajaran di abad 21 berfokus pada cara dan teknik belajar yang sesuai dengan kebutuhan siswa serta perubahan di zaman ini. Pendidikan saat ini menemui banyak tantangan dan perubahan besar yang disebabkan oleh teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial yang berlangsung dengan cepat. Tujuan pada penelitian ini adalah menganalisis tantangan pembelajaran abad 21 dan strategi dalam menerapkan pembelajaran abad 21. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan studi pustaka, yang melibatkan pengumpulan data dari berbagai buku dan jurnal. Hasil dalam penelitian ini yaitu guru di hadapkan dengan permasalahan infrastruktur sekolah di mana tidak mendukungnya sarana dan prasarana, keterbatasan akses internet dan kurangnya fasilitas penunjang. Selain itu juga ada pada permasalahan terhadap tenaga pengajar di mana terjadinya kualifikasi dan keterbatasan guru, tantangan dalam menarik lulusan berkualitas ke profesi pengajar, pengaruh kualitas guru terhadap kualitas pembelajaran, kurangnya dukungan dan penghargaan terhadap guru dan kurangnya ketersediaan pelatihan dan pengembangan profesional.
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI BIDANG PEMBANGUNAN DESA DI DESA INGGIS Wirayadi, Wirayadi; Firdaus, Aos Y.
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.5173

Abstract

This study looks at the issue of how the village head can get more people involved in the community, what things affect the village head's job, and what the village head does to get more people involved in the community. The study's goal is to find out what the village head does, what factors affect that job, and what steps are taken to get more people involved in the community. This study used a qualitative research method, with conversations, observations, and written records as ways to gather data. Purposive sampling methods were used to do in-depth conversations with sources. The village head, village officials, and the people who live in Inggis Village were asked to take part in this study. The study took place in Inggis Village, Mukok District, Sanggau Regency. The village head's job in this case is to inspire, help, and get people to work together. Conditions in the community, involvement in the community, and facilities and infrastructure all play a role in the job of the village head. The study found that the village head's role in getting more people involved in village growth is still not very good. This is because the village head's role is not very good as a motivator, guide, and mobilizer. Additionally, this is because a lot of people still don't know about or want to be a part of town growth.   ABSTRAK Riset ini mengkaji mengenai bagaimana kepala desa dapat melibatkan lebih banyak orang dalam masyarakat, hal-hal apa saja yang memengaruhi pekerjaan kepala desa, dan apa saja yang dilakukan kepala desa untuk melibatkan lebih banyak orang dalam masyarakat. Tujuan riset ini guna mengetahui apa saja yang dilakukan kepala desa, faktor-faktor apa saja yang memengaruhi pekerjaan tersebut, dan langkah apa saja yang dilakukan untuk melibatkan lebih banyak orang dalam masyarakat. Riset ini memakai metode penelitian kualitatif, dengan metode percakapan, observasi, dan catatan tertulis sebagai cara pengumpulan data. Metode purposive sampling dipakai guna melakukan percakapan mendalam dengan narasumber. Kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat yang tinggal di Desa Inggis diminta untuk ikut serta dalam riset ini. Riset dilaksanakan di Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau. Tugas kepala desa dalam hal ini adalah menginspirasi, membantu, dan mengajak masyarakat untuk bekerja sama. Kondisi di masyarakat, keterlibatan dalam masyarakat, serta sarana dan prasarana semuanya berperan dalam pekerjaan kepala desa. Temuan riset ini yakni peran kepala desa dalam melibatkan lebih banyak orang dalam pembangunan desa masih belum begitu baik. Hal ini dikarenakan peran kepala desa sebagai motivator, pemandu, dan penggerak belum berjalan dengan baik. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui atau ingin menjadi bagian dari pembangunan kota.
IMPLEMENTASI DIGITAL MARKETING PADA INSTRAGRAM SEBAGAI FAKTOR KEBERHASILAN MEDIA PROMOSI GLAD2GLOW Siwu, Trifena; Rengkung, Sesilia; Lolowang, Mitha; Legi, Eglesia; Ombuh, Irvandi Waraney
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.5468

Abstract

The rapid evolution of digital communication technologies has significantly transformed marketing strategies, especially within the beauty industry. This study explores the digital marketing strategies employed by Glad2glow, a local Indonesian skincare brand, with a particular focus on its utilization of Instagram as a primary promotional tool. Using a qualitative research approach through a case study method, data were collected from content analysis of the brand’s official Instagram account, supporting literature, and previous related studies. The findings indicate that Glad2glow has successfully optimized Instagram’s features—including Stories, Reels, Live, and Ads—to create compelling visual content, engage with audiences, and foster brand loyalty. Tactics such as influencer collaborations, user-generated content, and interactive campaigns have proven effective in enhancing brand awareness, increasing consumer trust, and driving purchase decisions. The study also highlights the challenges faced in adapting to algorithm changes and evolving consumer trends. These insights contribute not only to the academic discourse on digital marketing in the beauty sector but also provide practical guidance for local brands seeking to strengthen their promotional efforts through social media. Future research is encouraged to adopt a mixed-methods approach and examine comparative brand strategies across multiple platforms. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap pemasaran modern, khususnya melalui media sosial seperti Instagram yang menawarkan potensi besar dalam menjangkau audiens secara visual dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi strategi digital marketing melalui Instagram berperan dalam mendukung keberhasilan promosi produk skincare lokal, dengan studi kasus pada brand Glad2glow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis konten akun Instagram resmi Glad2glow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konten visual yang konsisten, kolaborasi dengan influencer, optimalisasi fitur Instagram seperti Reels, Story, dan Live, serta pemanfaatan user-generated content berperan penting dalam meningkatkan brand awareness, keterlibatan konsumen, dan keputusan pembelian. Strategi yang diterapkan Glad2glow juga berhasil membangun loyalitas konsumen melalui interaksi aktif dan kampanye yang melibatkan partisipasi pelanggan. Temuan ini mengindikasikan bahwa Instagram dapat menjadi kanal promosi yang efektif, khususnya bagi brand yang beroperasi dalam industri berbasis estetika dan gaya hidup. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman mengenai praktik pemasaran digital yang efektif serta menawarkan rekomendasi strategis bagi brand lokal yang ingin memaksimalkan media sosial sebagai alat promosi.

Page 11 of 14 | Total Record : 139