cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 404 Documents
KETELADANAN ORANG TUA DALAM INTERAKSI LINTAS AGAMA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TINGKAH LAKU ANAK PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Shaumy Imani Istiqomah; Mira Mareta; Maimun Maimun; Hilmiati Hilmiati; M. Sobry
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11153

Abstract

  ABSTRACT This study was motivated by the importance of parental role modeling in shaping children’s tolerant behavior within a pluralistic society. The study aimed to analyze parents’ exemplary attitudes in interfaith interactions and their implications for children’s behavior from the perspective of Islamic education. This research employed a descriptive qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving Muslim families living alongside non-Muslim communities. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that parents’ exemplary behavior in building harmonious relationships with non-Muslims had a positive influence on children’s behavioral development. Children tended to demonstrate tolerant attitudes, politeness, respect for differences, and the ability to establish positive social relationships within their environment. In the perspective of Islamic education, these behaviors are aligned with the values of tasamuh, ukhuwah insaniyah, and hablum minannas, which emphasize the importance of noble character in social life. In addition, the study found that children who were consistently exposed to positive interfaith interactions within the family environment developed stronger social adaptability and greater openness toward diversity. The findings also indicate that family-based character education through parental role modeling can serve as an effective strategy for fostering social harmony and strengthening inclusive attitudes among children in multicultural communities. This study confirms that parental role modeling serves as an effective medium of social education in shaping children’s tolerant behavior in a pluralistic society. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keteladanan orang tua dalam membentuk perilaku toleran anak di tengah masyarakat plural. Penelitian bertujuan menganalisis keteladanan orang tua dalam interaksi lintas agama serta implikasinya terhadap tingkah laku anak dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap keluarga Muslim yang hidup berdampingan dengan masyarakat non-Muslim. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan orang tua dalam membangun hubungan harmonis dengan non-Muslim memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan perilaku anak. Anak cenderung menunjukkan sikap toleran, santun, menghargai perbedaan, serta mampu menjalin hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sekitar. Dalam perspektif pendidikan Islam, perilaku tersebut sejalan dengan nilai tasamuh, ukhuwah insaniyah, dan hablum minannas yang menekankan pentingnya akhlakul karimah dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, pembiasaan interaksi sosial yang harmonis dalam keluarga turut memperkuat kemampuan anak dalam beradaptasi dengan keberagaman sosial di lingkungannya. Proses keteladanan yang dilakukan secara konsisten juga membentuk kesadaran anak untuk menjunjung sikap saling menghormati dan hidup damai di tengah perbedaan keyakinan. Penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan orang tua menjadi media pendidikan sosial yang efektif dalam membentuk perilaku toleran anak di masyarakat plural.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI ERA SOCIETY 5.0 Fitriah Fitriah; Hilmiati Hilmiati; M. Sobry
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.11195

Abstract

ABSTRACT The Society 5.0 era demands the integration of digital technology with humanitarian values in various sectors, including Islamic education. This study aims to analyze the implementation of digital-based Islamic Religious Education (PAI) learning and its impact on strengthening students’ religious character. The research employed a descriptive qualitative approach using a literature study method through the collection, analysis, and interpretation of relevant scientific sources. The findings indicate that the integration of digital platforms, interactive media, and internet-based learning resources in PAI learning enhances student engagement, strengthens religious understanding, and supports the internalization of spiritual values through structured digital habituation. In addition to improving learning effectiveness, the use of digital technology also contributes to balancing students’ ritual piety and social piety. However, its implementation still faces challenges such as low digital literacy, limited supervision of digital media use, and the potential for moral degradation in cyberspace. Therefore, strengthening the role of teachers, continuous supervision, and wise use of technology are necessary to ensure that digital-based PAI learning can effectively shape students’ religious character in the Society 5.0 era. ABSTRAK Era Society 5.0 menuntut integrasi teknologi digital dengan nilai-nilai kemanusiaan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis digital serta dampaknya terhadap penguatan karakter religius siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka melalui pengumpulan, analisis, dan interpretasi berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi platform digital, media interaktif, dan sumber belajar berbasis internet dalam pembelajaran PAI mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman keagamaan, serta mendukung internalisasi nilai-nilai spiritual melalui pembiasaan digital yang terarah. Selain meningkatkan efektivitas pembelajaran, penggunaan teknologi digital juga berperan dalam membentuk keseimbangan antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial siswa. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital, keterbatasan pengawasan penggunaan media digital, dan potensi dekadensi moral di ruang siber. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran guru, pengawasan yang berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi secara bijak agar pembelajaran PAI berbasis digital dapat berjalan efektif dalam membentuk karakter religius siswa di era Society 5.0.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DEEP LEARNING DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN IPA SISWA SMP DI KABUPATEN BANDUNG Hajar Nurjanah; R. Supyan Sauri
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10545

Abstract

This study is motivated by the low level of scientific literacy among Indonesian students and the suboptimal implementation of learning practices that promote deep cognitive engagement at the junior secondary school level. Although the Merdeka Curriculum policy emphasizes student-centered learning, the implementation of deep learning approaches in schools still faces various pedagogical and managerial challenges. This study aims to analyze the implementation of deep learning policy in science learning and examine its implications for the quality of the learning process. This research employs a qualitative approach using a multi-site case study design conducted at SMPN 1 Majalaya and SMPN 1 Ibun, Bandung Regency. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through triangulation and member checking. The findings reveal that the implementation of deep learning is carried out through management functions, namely planning, organizing, actuating, and controlling. Learning practices have shown increased student participation and the use of active learning strategies; however, the implementation remains inconsistent across teachers. Supporting factors include school leadership and teacher collaboration, while constraints involve limited teacher understanding, inadequate facilities, and administrative workload. The study concludes that the successful implementation of deep learning depends on the integration of management functions and a supportive school ecosystem. It implies the need for strengthening teacher capacity, adaptive school management, and contextual policies to ensure sustainable implementation. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian literasi sains peserta didik Indonesia serta belum optimalnya implementasi pembelajaran yang mendorong keterlibatan kognitif mendalam di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meskipun kebijakan Kurikulum Merdeka telah mendorong penerapan pembelajaran berpusat pada peserta didik, implementasi pembelajaran mendalam di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek pedagogis maupun manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pembelajaran mendalam dalam pembelajaran IPA serta mengkaji implikasinya terhadap mutu proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multi-situs di SMPN 1 Majalaya dan SMPN 1 Ibun Kabupaten Bandung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran mendalam berlangsung melalui fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran telah mengarah pada peningkatan partisipasi siswa dan penggunaan strategi pembelajaran aktif, namun belum berjalan secara konsisten di seluruh guru. Faktor pendukung meliputi kepemimpinan sekolah dan kolaborasi guru, sedangkan hambatan meliputi keterbatasan pemahaman guru, sarana prasarana, serta beban administratif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaran mendalam sangat bergantung pada integrasi fungsi manajemen dan dukungan ekosistem sekolah. Implikasinya, diperlukan penguatan kapasitas guru, manajemen sekolah yang adaptif, serta kebijakan yang kontekstual untuk mendukung implementasi yang berkelanjutan.    
INTEGRASI COMPUTATIONAL THINKING UNPLUGGED DALAM PEMBELAJARAN NUMERASI DI SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Luthfiana Luthfiana; Fathur Rokhman; Agung Tri Prasetyo; Deky Avrilianda
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10556

Abstract

Research on computational thinking (CT) in primary education has continued to grow; however, studies that specifically synthesize the integration of Unplugged Computational Thinking into primary school numeracy learning remain limited. This study aims to analyze the forms of integration, potential impacts, developed CT components, and implementation challenges of Unplugged Computational Thinking in primary school numeracy learning. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) approach involving articles published between 2017 and 2025. The literature was searched through Google Scholar, Scopus, and national journal portals using keywords related to computational thinking, unplugged activities, numeracy, mathematics, and primary school. The articles were selected based on inclusion criteria, namely discussing CT or unplugged activities in educational contexts, being relevant to mathematics or numeracy learning in primary education, being available in full text, and being published as scholarly works. Following the identification, screening, and eligibility assessment stages, 15 final articles were included in the analysis. Data were extracted based on research focus, methods, participants, implementation forms, main findings, and limitations, and were then synthesized narratively. The synthesis indicates that most studies report the positive potential of Unplugged Computational Thinking in helping students understand numeracy concepts through concrete activities, games, simulations, and contextual problem-solving. This approach also supports the development of decomposition, pattern recognition, abstraction, and algorithmic thinking. Nevertheless, its implementation is influenced by teacher readiness, activity design, and contextual suitability. These findings highlight the novelty of this review in connecting Unplugged CT with primary school numeracy and provide a basis for developing more inclusive and contextual numeracy learning. ABSTRAK Kajian tentang computational thinking (CT) dalam pendidikan dasar telah berkembang, tetapi studi yang secara khusus mensintesis integrasi Computational Thinking Unplugged dalam pembelajaran numerasi sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk integrasi, potensi dampak, komponen CT yang berkembang, serta tantangan implementasi Computational Thinking Unplugged dalam pembelajaran numerasi di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel yang dipublikasikan pada rentang 2017–2025. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, Scopus, dan portal jurnal nasional dengan kata kunci yang berkaitan dengan computational thinking, unplugged activities, numeracy, matematika, dan sekolah dasar. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi, yaitu membahas CT atau aktivitas unplugged dalam konteks pendidikan, relevan dengan pembelajaran matematika atau numerasi di jenjang pendidikan dasar, tersedia dalam teks lengkap, dan berasal dari publikasi ilmiah. Setelah proses identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan, diperoleh 15 artikel final untuk dianalisis. Data diekstraksi berdasarkan fokus penelitian, metode, subjek, bentuk implementasi, temuan utama, dan keterbatasan, kemudian disintesis secara naratif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa mayoritas studi melaporkan potensi positif Computational Thinking Unplugged dalam membantu siswa memahami konsep numerasi melalui aktivitas konkret, permainan, simulasi, dan pemecahan masalah kontekstual. Pendekatan ini juga mendukung pengembangan dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Namun, implementasinya masih dipengaruhi oleh kesiapan guru, desain aktivitas, dan kesesuaian konteks pembelajaran. Temuan ini menegaskan kebaruan kajian pada integrasi CT Unplugged dan numerasi sekolah dasar serta memberikan dasar bagi pengembangan pembelajaran numerasi yang lebih inklusif dan kontekstual.
ANALISIS GAYA BAHASA EMOTIF “FAJAR SADBOY” DALAM PODCAST YOUTUBE PODKESMAS: KAJIAN STILISTIKA Fahrani Almira Rizkya Haryanto; Eko Suroso
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10646

Abstract

The development of information technology in the digital era has changed people's communication patterns, making podcasts an interaction space that allows spontaneous and natural expression of language. This study aims to analyze the form, function, and meaning of the emotive language style used by Fajar Sadboy in the YouTube podcast uploaded by Podkesmas and understand its role in representing the emotional state of the speaker and building interaction with the audience. This study uses a descriptive qualitative approach with a stylistic analysis framework and the function of the Jakobson Roman language. Data was collected from the video podcast "Podkesmas Bubaran Teraweh Fajar Sadboy makes Habib Jafar Shocked Continuously" through the technique of watching and recording, then transcribed and analyzed using the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that Fajar Sadboy uses a variety of emotive language styles, including interjection, repetition, parallelism, antithesis, and a combination of contemporary and religious diction. In terms of function, the speech is not only emotive, but also carries out a conative function (motivating and influencing the audience) and a fatis function (establishing familiarity). Meaningfully, speech contains literal, reflective, and symbolic layers that represent the values of gratitude, empathy, spiritual motivation, and subtle criticism of the phenomenon of mental health and romanticized culture among the digital young generation. It was concluded that the emotive language style displayed was varied, contextual, and had high expressive power, which functioned strategically as a multidimensional interaction tool to build closeness with the audience and shape social discourse. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi di era digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat, menjadikan podcast sebagai ruang interaksi yang memungkinkan ekspresi bahasa secara spontan dan natural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, fungsi, dan makna gaya bahasa emotif yang digunakan oleh Fajar Sadboy dalam podcast YouTube yang diunggah oleh Podkesmas serta memahami perannya dalam merepresentasikan kondisi emosional penutur dan membangun interaksi dengan audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis stilistika dan fungsi bahasa Roman Jakobson. Data dikumpulkan dari video podcast “Podkesmas Bubaran Teraweh Fajar Sadboy bikin Habib Jafar Kaget Terus” melalui teknik simak dan catat, kemudian ditranskripsi dan dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fajar Sadboy menggunakan variasi gaya bahasa emotif, meliputi interjeksi, repetisi, paralelisme, antitesis, serta perpaduan diksi kontemporer dan religius. Secara fungsi, tuturan tersebut tidak hanya bersifat emotif, tetapi juga menjalankan fungsi konatif (memotivasi dan memengaruhi audiens) serta fungsi fatis (menjalin keakraban). Secara makna, tuturan mengandung lapisan literal, reflektif, dan simbolik yang merepresentasikan nilai rasa syukur, empati, motivasi spiritual, serta kritik halus terhadap fenomena kesehatan mental dan budaya romantisasi di kalangan generasi muda digital. Disimpulkan bahwa gaya bahasa emotif yang ditampilkan bersifat variatif, kontekstual, dan memiliki kekuatan ekspresif tinggi, yang berfungsi strategis sebagai alat interaksi multidimensional untuk membangun kedekatan dengan audiens dan membentuk wacana sosial.
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI AKADEMIK MAHASISWA DAN DOSEN: KAJIAN PRAGMATIK DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Fanindia Luthfi Oksaoi; Eko Suroso
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10680

Abstract

This study aims to describe the form of speech and politeness in Indonesian in the interaction between students and lecturers in the Master of Indonesian Language and Literature Education program at the University of Muhammadiyah Purwokerto. This study is based on a pragmatic perspective with reference to the principles of politeness put forward by Leech, which encompasses the maxims of wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy. The method used in this study is qualitative descriptive with data collection techniques in the form of the method of watching through the tapping, free involving, recording, and recording methods. The research data is in the form of student and lecturer speeches obtained from online learning activities through Zoom Meetings and WhatsApp groups. The results of the study show that academic interaction between students and lecturers tends to use polite language, characterized by the use of subtle, polite expressions, and paying attention to the social context and communication situation. Four dominant types of politeness maxims were found, namely the maxim of praise, the maxim of humility, the maxim of wisdom, and the maxim of agreement. The maxim of praise is seen in the lecturer's appreciation of student achievements, the maxim of humility is shown through the attitude of humble students, the maxim of wisdom is seen in efforts to minimize losses for speech partners, and the maxim of agreement is reflected in the agreement between lecturers and students. Thus, this study shows that master's students have good pragmatic skills in applying the principle of language politeness. These findings are expected to be a reflection in improving the quality of effective, polite, and professional academic communication. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur dan kesantunan berbahasa Indonesia dalam interaksi antara mahasiswa dan dosen pada program Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kajian ini dilandasi oleh perspektif pragmatik dengan mengacu pada prinsip kesantunan yang dikemukakan oleh Leech, yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kesepakatan, dan simpati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa metode simak melalui teknik sadap, simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Data penelitian berupa tuturan mahasiswa dan dosen yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran daring melalui Zoom Meeting dan grup WhatsApp. Terdapat empat data yang diteliti yang menghasilkan maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kebijaksanaan, dan maksim kesepakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi akademik antara mahasiswa dan dosen cenderung menggunakan bahasa yang santun, ditandai dengan penggunaan ungkapan yang halus, sopan, serta memperhatikan konteks sosial dan situasi komunikasi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa magister memiliki kemampuan pragmatik yang baik dalam menerapkan prinsip kesantunan berbahasa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan refleksi dalam meningkatkan kualitas komunikasi akademik yang efektif, santun, dan profesional.
PENGARUH KESADARAN METAKOGNISI, EFIKASI DIRI, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS XI PADA PEMBELAJARAN KIMIA Nurhidayah Jufri; Halimah Husain; Muhammad Danial
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10844

Abstract

This study aims to examine the extent to which metacognitive awareness, self-efficacy, and learning motivation influence the scientific literacy achievement of 11th-grade students at SMAN 1 Gowa and SMAN 9 Gowa. A quantitative approach with a correlational ex post facto design was applied in this research. A total of 65 students were selected as the sample through a cluster random sampling procedure. Data were collected using Likert-scale questionnaire instruments to measure the three predictor variables, as well as tests to assess scientific literacy. All instruments were validated by experts and empirically tested, with adequate reliability indicated by Cronbach’s Alpha coefficients greater than 0.70. The analysis techniques used included descriptive statistics and multiple linear regression assisted by SPSS version 25. The findings confirm that the three independent variables significantly and positively influence students’ scientific literacy. Among them, metacognitive awareness emerged as the strongest predictor (β = 0.473; p < 0.001), followed by learning motivation (β = 0.384; p = 0.002) and self-efficacy (β = 0.252; p = 0.043). The obtained coefficient of determination (R² = 0.261) indicates that the three variables collectively explain 26.1% of the variance in scientific literacy. Practically, these findings highlight the need for educators to integrate metacognitive strategy training into instruction, provide constructive feedback to strengthen self-efficacy, and design contextual learning activities that can enhance learning motivation to support continuous improvement in scientific literacy. ABSTRAK Studi ini bertujuan menguji sejauh mana kesadaran metakognisi, efikasi diri, dan motivasi belajar memberikan pengaruh terhadap capaian literasi sains siswa kelas XI di SMAN 1 Gowa dan SMAN 9 Gowa. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan ex post facto korelasional diterapkan dalam penelitian ini. Sebanyak 65 siswa ditetapkan sebagai sampel melalui prosedur cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner berbasis skala Likert untuk mengukur ketiga variabel prediktor, serta tes untuk mengukur literasi sains. Seluruh instrumen telah divalidasi oleh pakar dan diuji secara empiris, dengan hasil reliabilitas yang memadai ditunjukkan oleh koefisien Cronbach's Alpha > 0,70. Teknik analisis yang digunakan mencakup statistik deskriptif dan regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 25. Temuan penelitian mengonfirmasi bahwa ketiga variabel independen tersebut secara signifikan dan positif memengaruhi literasi sains siswa. Di antara ketiganya, kesadaran metakognisi tercatat sebagai prediktor paling kuat (β = 0,473; p < 0,001), disusul motivasi belajar (β = 0,384; p = 0,002) dan efikasi diri (β = 0,252; p = 0,043). Koefisien determinasi yang diperoleh (R² = 0,261) mengindikasikan bahwa ketiga variabel secara bersama-sama mampu menjelaskan 26,1% variasi literasi sains. Dari sisi praktis, temuan ini menegaskan perlunya tenaga pendidik mengintegrasikan pelatihan strategi metakognisi ke dalam pembelajaran, memberikan umpan balik yang konstruktif sebagai sarana penguatan efikasi diri, serta merancang aktivitas kontekstual yang mampu membangkitkan motivasi belajar demi peningkatan literasi sains secara berkelanjutan.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS X SMK Anita Septiani Haloho; Juni Agus Simaremare; Renita Br Saragih
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10863

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effect of using Wordwall as a learning medium on the descriptive text writing skills of tenth-grade students at SMK Gelora Jaya Nusantara Medan. The research questions cover students' writing skills before and after using Wordwall, as well as the media's influence on students' descriptive text writing skills. The method used was a quantitative experiment with a One Group Pretest–Posttest design, measuring writing skills through a pretest and a posttest. Purposive sampling was used as the sampling technique. The study sample consisted of all 30 tenth-grade Axioo students. The analysis yielded an average pretest score of 56,1, while the posttest average score was 78,4. The results of the data analysis using the homogeneity test showed that the calculated F value was smaller than the F table value at the significance level of α = 0.05, namely 1.66 < 1.84. This indicates that the data were homogeneous and met the requirements for hypothesis testing. Furthermore, the results of the t-test showed that the calculated t value was greater than the t table value, so the alternative hypothesis (Ha) was accepted. Thus, it can be concluded that the use of Wordwall learning media had a significant effect on the descriptive text writing skills of tenth-grade students at SMK Gelora Jaya Nusantara Medan. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran Wordwall terhadap keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas X SMK Gelora Jaya Nusantara Medan. Masalah dalam penelitian ini mencakup keterampilan menulis siswa sebelum dan sesudah penggunaan media Wordwall, serta pengaruh media tersebut terhadap keterampilan menulis teks deskripsi siswa. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest, dengan pengukuran keterampilan menulis melalui tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas X Axioo yang berjumlah 30 orang. Hasil analisis diperoleh dengan nilai awal rata-rata pretest siswa sebesar 56,1, sedangkan nilai rata-rata setelah penggunaan media wordwall (posttest) sebesar 78,4. Hasil analisis data menggunakan uji homogenitas menunjukkan bahwa nilai F hitung lebih kecil daripada F tabel pada taraf signifikansi α = 0,05, yaitu 1,66 < 1,84. Hal ini menunjukkan bahwa data bersifat homogen dan memenuhi syarat untuk dilakukan pengujian hipotesis. Selanjutnya, hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar daripada t tabel, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Wordwall berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas X SMK Gelora Jaya Nusantara Medan.
E-GOVERNMENT DAN KEWARGAAN DIGITAL DALAM MENGATASI KESENJANGAN KOMUNIKASI DAN ASIMETRI INFORMASI: STUDI KOMUNIKASI PUBLIK DI WILAYAH KEPULAUAN Antasari Bandjar; Rosdawiyah Rosdawiyah; Pahrul Idham Kaliky
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10872

Abstract

ABSTRACT Archipelagic regions face public communication challenges influenced by fragmented geographical conditions, limited connectivity, and unequal access to public information. These conditions have caused public services and the distribution of governmental information in villages on Ambon Island to remain less than optimal, potentially creating communication gaps between the village government and the community. This study aims to analyze the implementation of e-government as a medium of public communication in reducing geographical barriers and to examine its relationship with the formation of digital citizenship within island village communities. The study employed a qualitative approach using a multiple case study design conducted in Halong Village and Soya Village, Ambon City. Research data were collected through in-depth interviews, observations of village digital communication practices, and documentation of digital-based public services. Data analysis was carried out thematically through data reduction, theme categorization, interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that the implementation of e-government has expanded access to public services, accelerated information dissemination, and reduced communication barriers caused by the geographical limitations of archipelagic areas. However, the use of digital platforms remains primarily oriented toward administrative services, resulting in limited community participation in the village’s digital public communication space. This study emphasizes that strengthening digital citizenship in archipelagic regions requires the integration of digital technology, community digital literacy, and local communication culture to establish a more inclusive and participatory village governance system. ABSTRAK Wilayah kepulauan menghadapi tantangan komunikasi publik yang dipengaruhi kondisi geografis terfragmentasi, keterbatasan konektivitas, serta rendahnya pemerataan akses informasi masyarakat. Situasi tersebut menyebabkan pelayanan publik dan distribusi informasi pemerintahan desa di Pulau Ambon belum berlangsung secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan kesenjangan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi e-government sebagai medium komunikasi publik dalam mengurangi hambatan geografis serta mengkaji keterkaitannya dengan pembentukan digital citizenship pada masyarakat desa kepulauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda pada Desa Halong dan Desa Soya di Kota Ambon. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi praktik komunikasi digital desa, serta dokumentasi layanan publik berbasis digital. Analisis data dilakukan secara tematik melalui proses reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi e-government mampu memperluas akses pelayanan publik, mempercepat distribusi informasi, dan mengurangi hambatan komunikasi akibat keterbatasan geografis wilayah kepulauan. Namun demikian, pemanfaatan platform digital masih berorientasi pada pelayanan administratif sehingga partisipasi masyarakat dalam ruang komunikasi digital desa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan digital citizenship di wilayah kepulauan memerlukan integrasi antara teknologi digital, literasi masyarakat, dan budaya komunikasi lokal untuk menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang lebih inklusif dan partisipatif.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DALAM PEMAHAMAN MENULIS TEKS PERSUASIF SISWA KELAS XI SMK Sintia Purba; Martua Reynhat Sitanggang Gusar; Pontas Jamaluddin Sitorus
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10897

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine students’ understanding in writing persuasive texts before and after the application of the Make a Match learning method and to identify the effect of this method on students’ ability to write persuasive texts in class XI of SMK Gelora Jaya Nusantara Medan. This research used a quantitative approach with an experimental method and a one group pretest-posttest design. The sample of this study consisted of 30 students from class XI KC1. The data were collected through writing tests of persuasive texts given before the treatment (pretest) and after the treatment (posttest). The data obtained were analyzed by calculating the mean score, standard deviation, normality test, homogeneity test, and hypothesis testing using the t-test. The results of the study showed that students’ persuasive text writing skills before using the Make a Match learning method obtained an average score of 52.16, which was categorized as fair, while after using the method, the average score increased to 76.83, which was categorized as good. Based on the results of the t-test, the tcount value of 17.175 was greater than the ttable value of 1.671 at the significance level of 0.05. Therefore, it can be concluded  that the Make a Match learning method had a significant  effect on  the  persuasive text writing skills of the eleventh-grade students at Gelora Jaya Nusantara Vocational High School Medan. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman menulis teks persuasif siswa sebelum dan sesudah menggunakan metode pembelajaran Make a Match serta untuk mengetahui pengaruh metode tersebut terhadap pemahaman menulis teks persuasif siswa kelas XI SMK Gelora Jaya Nusantara Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI KC1 yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis teks persuasif yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) dan sesudah perlakuan (posttest). Data yang diperoleh dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata, standar deviasi, uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis teks persuasif siswa sebelum menggunakan metode pembelajaran Make a Match memperoleh nilai rata-rata 52,16 dengan kategori cukup, sedangkan setelah menggunakan metode tersebut memperoleh nilai rata-rata 76,83 dengan kategori baik. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai thitung sebesar 17,175 lebih besar daripada ttabel sebesar 1,671 pada taraf signifikan 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran Make a Match berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menulis teks persuasif siswa kelas XI SMK Gelora Jaya Nusantara Medan.