cover
Contact Name
Bram Denafri
Contact Email
semnas_sasindo@unpam.ac.id
Phone
+6282284658383
Journal Mail Official
bram@unpam.ac.id
Editorial Address
Sastra Indonesia, Kampus UNPAM 2, Gd. B., Lt.5., Jalan Raya Puspiptek, Setu, Buaran, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sasindo
Published by Universitas Pamulang
ISSN : -     EISSN : 27472663     DOI : 10.32493/
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Seminar Nasional Sasindo is articles raised from the results of research, studies, and scientific work in the fields of: 1. Linguistic and Literary analysis. 2. Research result of Indonesian Linguistics and Literature. 3. The research results of Language Learning and Indonesian Literature.
Articles 208 Documents
INTERFERENSI GRAMATIKA BAHASA INDONESIA KE DALAM TUTURAN BAHASA JEPANG MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA JEPANG Suyanti Natalia; Muhammad Darwis
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22092

Abstract

Proses komunikasi pada bilingual menyebabkan munculnya peristiwa kebahasaan sebagai akibat dari adanya kontak bahasa. Salah satu akibat adanya peristiwa kontak bahasa adalah terjadinya interferensi. Penelitian ini mengangkat masalah adanya pengaruh gramatika bahasa Indonesia yang memengaruhi tuturan bahasa Jepang mahasiswa sehingga menyebabkan terjadinya interferensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk interferensi sintaksis dalam tataran frasa, kemudian mencari interferensi tataran frasa apa saja yang muncul dan apa penyebab terjadinya dengan mengaitkannya pada kategori intralingual yaitu salah satu bidang kesalahan berbahasa pada pembelajar bahasa kedua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diambil dengan cara catat dan rekam. Hasil analisis menunjukkan adanya interferensi pada frasa verba, frasa nomina, frasa adjektiva dan frasa numeralia. Interferensi frasa verba paling banyak muncul karena adanya perbedaan dalam sistem gramatikal yaitu adanya bentuk konyugasi yang tidak ada dalam verba bahasa Indonesia, begitu juga sistem gramatika yang sama pada adjektiva karena mahasiswa kesulitan menuturkan secara langsung konyugasi adjektiva dalam bahasa Jepang. Frasa nomina muncul karena adanya sistem gramatikal M-D dalam bahasa Jepang namun dalam bahasa Indonesia merupakan sistem D-M. Interferensi frasa numeralia terjadi karena adanya perbedaan fungsi dalam bahasa Jepang yang digunakan sebagai sufiks yang berbedabeda sesuai dengan jenis benda yang dituturkan. Pada klasifikasi kesalahan yang menyebabkan interferensi yaitu bidang intralingual yang disebabkan oleh bahasa asing yang dipelajari. Urutan kategori terbanyak yaitu diawali darikategori Ignorance of Rule Restriction, False Analogy, Hypercorrection, Hyperextension dan Overgeneralizaton. Kata kunci: bilingual, intralingual, interferensi, bahasa Jepang, frasa
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM NOVEL LINGKAR TANAH LINGKAR AIR KARYA AHMAD TOHARI (KAJIAN PRAGMATIK) Amirudin Amirudin; Dwi Septiani
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22080

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan jenis dan bentuk makna tersirat secara umum serta makna tersirat secara konversasional pada cerita berjudul Lingkar Tanah Lingkar Air karya Ahmad Tohari. Penelitian ini berfokus pada bahasa dalam bidang kajian pragmatik, khusunya implikatur dalam novel Lingkar Tanah Lingkar Air karya Ahmad Tohari. Fokus pada penelitian ini adalah mengkaji implikatur, di antaranya adalah jenis dan wujud implikatur konvensional dan implikatur konversasional (percakapan) dalam novel Lingkar Tanah Lingkar Air karya Ahmad Tohari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam pengkajian tersebut berwujud narasi dan ucapan-penutur yang terdapat makna tersirat. Hasil hasil pengkajian tersebut adalah terdapat 23 implikatur konvensional dan 37 implikatur konversasional (percakapan) dalam novel Lingkar Tanah Lingkar Air karya Ahmad Tohari. Pada 23 implikatur konvensional, ditemukan 4 bentuk makna tersirat, yakni 11 bentuk makna tersirat kalimat berita, 2 bentuk makna tersirat kalimat tanya, 2 implikatur perintah (imperatif), dan 5 bentuk makna tersirat kalimat seruan (eksklamatif). Bentuk makna tersirat kalimat pertuturan, terdapat 4 bentuk makna tersirat, yakni 10 bentuk makna tersirat kalimat berita, 13 bentuk makna tersirat kalimat tanya, 13 bentuk makna tersirat kalimat perintah , dan 4 bentuk makna tersirat kalimat seruan.Kata Kunci: analisis pragmatik, implikatur, novel Lingkar Tanah Lingkar Air.
INTERFERENSI, CAMPUR KODE DAN ALIH KODE BAHASA INDONESIA KE BAHASA JAWA DALAM PERCAKAPAN MASYARAKAT TENTANG COVID-19 (Kajian Sosiolinguistik) Nur Samsiyah
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22097

Abstract

Perilaku masyarakat sering menggunakan dwibahasa dalam percakapan dengan mitra tutur yang sudah saling kenal atau akrab, sehingga menimbulkan adanya interferensi atau penyimpangan-penyimpangan bahasa. Di tengah maraknya kasus virus corona membuat masyarakat sering membahas kasus tersebut yang menimbulkan adanya perbedaan bahasa. Penyimpangan yang terjadi dalam percakapan sehari-hari salah satunya adalah percakapan masyarakat tentang covid-19 yang sedang menjadi kasus pandemi. Tujuan analisis ini untuk mengetahui interferensi, campur kode dan alih kode dalam percakapan masyarakat desa tentang kasus covid-19. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang ingin mengkaji penyimpangan bahasa. Penelitian ini dilakukan di Dusun Ngakar Madiun dengan subjek masyarakat desa Ngakar Madiun di rumah maupun di lingkungan masyarakat (poskamling). Jumlah responden yang terlibat sebanyak 10 orang. Objek analisis ini adalah percakapan tema covid-19 yang difokuskan pada dialek, interferensi bahasa Indonesia yang terjadi dalam pemakaian bahasa Jawa pada percakapan. Data diperoleh dengan teknik simak dan catat, hasilnya disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasilnya menunjukan bahwa interferensi terdapat dalam percakapan masyarakat tentang covid-19, yang terjadi dalam bidang kebahasaan seperti interferensi leksikan, adanya alih kode dan campur kode yang diakibatkan penggunaan kosa kata bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa.Kata kunci: alih kode, campur kode, covid-19, interferensi
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DAN TOKOH PENDUKUNG DALAM NOVEL KISAH SEDIH DI HARI MINGGU (TRAGEDI) KARYA UPAY: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Kurniasih Kurniasih; Dian Hartati
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22085

Abstract

Novel Kisah Sedih di Hari Minggu (Tragedi) karya Upay mengangkat isu gangguan mental berupa Baby Blues Syndrome yang dialami oleh tokoh. Penelitian bertujuan mengungkapkan aspek kepribadian tokoh utama dan tokoh pendukung dalam novel berdasarkan struktur kepribadian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan psikologi sastra menurut Sigmund Freud. Sumber data novel berjudul Kisah Sedih di Hari Minggu (Tragedi) karya Upay yang diterbitkan 2016. Data dalam penelitian ini berupa teks narasi dan dialog yang menggambarkan aspek psikologis tokoh. Teknik pengumpulan data dengan cara teknik baca dan teknik catat. Adapun tokoh-tokoh yang diteliti dalam penelitian ini meliputi tokoh utama bernama Riana dan tokoh pendukung bernama Ibunda Robert. Hasil penelitian menunjukkan tokoh Riana memiliki kepribadian yang seimbang. Seimbang berarti bahwa kepribadian dalam diri tokoh mampu menggerakkan id dan ego yang dikendalikan oleh superego dalam diri seseorang sama beratnya. Superego dalam diri tokoh Riana berfungsi dengan semestinya. Artinya superego tokoh Riana mengarahkan id dan ego dalam dirinya ke arah yang lebih bermoral. Tokoh Ibunda Robert memiliki struktur kepribadian yang tidak seimbang (adanya ketimpangan superego dalam diri seseorang menjadikan ego dalam dirinya dikuasai oleh id) antara id, ego, dan superego. Ketidakseimbangan terdapat pada superego dalam diri tokoh Ibunda Robert. Ego tokoh Ibunda Robert telah didominasi oleh id sehingga superego dari tokoh Ibunda Robert tidak berfungsi dengan semestinya. Begitu besarnya tekanan dan desakan dari id yang disalurkan melalui ego membuat struktur kepribadian superego tidak berfungsi hingga mengakibatkan terjadinya perilaku yang tidak sejalan dengan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.Kata Kunci: novel, psikologi sastra, tokoh utama, tokoh pendukung
DUGAAN FITNAH DALAM TAHAPAN KAMPANYE PILWALKOT BONTANG 2020: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK Syamsul Rijal
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22075

Abstract

Pilkada selalu menyisakan banyak cerita yang wajib diteliti secara ilmiah. Salah satunya adanya beberapa dugaan pelanggaran berupa fitnah, pencemaran nama baik, atau hasutan. Dalam istilah pilkada, politisi menyebutnya sebagai kampanye hitam dan kampanye negatif. Di Kota Bontang Kalimantan Timur, Bawaslu menerima dua laporan dari masyarakat tentang adanya pelanggaran kampanye. Kasus tersebut terdiri atas satu gambar bertuliskan amit-amit pilih Neni, cukup 1 periode dan satu video berdurasi satu menit. Linguistik forensik menjadi alat bantu penegak hukum untuk menentukan kasus tersebut. Keterangan linguis digunakan oleh penegak hukum dalam menarik keputusan akhir; bahwa apakah kasus tersebut termasuk pelanggaran atau hanya peristiwa kebahasaan biasa. Hasilnya, pelaporan pada kasus pertama  termasuk penghasutan dan ajakan kepada masyarakat untuk tidak memilih nama pasangan calon yang dituliskan namanya, tetapi tidak melanggar undang-undang pilkada tentang kampanye. Sedangkan, kasus pada video yang diduga fitnah tidak termasuk pelanggaran karena ketidakjelasan konteks waktu dan tempat serta nama dalam video tersebut.Kata kunci: linguistik forensik, dugaan fitnah, kampanye
MEWUJUDKAN KOTA TANGERANG SELATAN SEBAGAI KOTA LITERAT Washadi Washadi; Laswanti Laswanti
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang konsep dasar literat dan mewujudkan Kota Tangerang Selatan sebagai Kota Literat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data tulis diperoleh dari buku-buku referensi dan literatur yang terkait. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studi dokumen dan observasi. Tahapan analisis data dalam penelitian ini adalah menyajikan, mendefinisikan, dan menyimpulkan data yang diperoleh sebagai dasar penyampaian gagasan, pendapat, dan pemikiran tentang konsep dasar literat dan mewujudkan Kota Tangerang Selatan sebagai Kota Literat yang akan Penulis sampaikan kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Penulis sebatas menyampaikan gagasa, pendapat, dan pemikiran. Masih banyak cara dan strategi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah dan segenap masyarakat Kota Tangerang Selatan demi mewujudkan Kota Tangerang Selatan sebagai Kota Literat.Kata Kunci : Literat, Kota Tangerang Selatan, Kota Literat
ANALISIS TINDAK TUTUR LOKUSI, ILOKUSI, DAN PERLOKUSI DALAM CERITA PENDEK LANGIT MAKIN MENDUNG KARYA KI PANJI KUSMIN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Zaidan Almahdi; Ratna Dewi Kartikasari
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22093

Abstract

Sosiolinguistik dapat diartikan sebagai ilmu bahasa yang membahas keterkaitan berbahasa antara penutur dan mitra tutur. Terdapat gejala sosiolinguistik yang membahas mengenai tindak tutur dan peristiwa tutur. Ada tiga macam tindak tutur berdasarkan jenisnya dan dapat diketahui itu adalah lokusi, ilokusi dan perlokusi. lokusi dapat diartikan sebagai sebuah tindakan dalam sebuah tuturan yang berfungsi ataupun bermakna untuk menyampaikan informasi terterntu dan dapat dipahami. Ketika ada sebuah tuturan dan hanya menyampaikan informasi, maka tuturan itu tergolong dalam lokusi. Ilokusi juga dapat diartikan bahwa sebuah sebuah tuturan yang berguna untuk menyampaikan sesuatu dan biasanya digunakan dalam melakukan sebuah tindakan. Perlokusi sendiri juga dapat diartikan sebagai sebuah tindak tutur seseorang yang dapat memberikan dampak, daya pengaruh ataupun efek bagi yang mendengarkan. Cerita pendek sering kali disebut sebagai cerita yang dapat dibaca satu kali duduk, atau cerita yang cukup singkat. Cerita pendek Langit Makin Mendung, dipublikasikan pada Agustus 1968. Cerita pendek ini sempat menjadi kontroversial pada zamannya, karena isinya yang membahas mengenai peradaban Islam di Indonesia yang tidak sesuai ajaran Islam yang diajarkan oleh Nabi dan pemerintah Indonesia yang kurang baik dalam bekerja, sehingga menjadikan umat Islam marah dan merasa terhina, termasuk Presiden Indonesia saat itu Ir. Soekarno. Karena isi cerita yang dianggap menyinggung umat Islam dan menyindir kepemerintahan, penulis mencabut tulisannya dan meminta maaf melalui media masa. Dalam menemukan tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi pada Cerita pendek Langit Makin Mendung karya Ki Panji Kusmin digunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Terdapat tiga belas lokusi, sembilan ilokusi dan lima perlokusi dalam Cerita pendek Langit Makin Mendung karya Ki Panji Kusmin.Kata-kata kunci: Sosiolinguistik, tindak tutur, cerita pendek
BAHASA MELAYU DAN KOLONIALISME : JEJAK BAHASA MELAYU DALAM KUMPULAN CERPEN TEH DAN PENGHIANAT KARYA IKSAKA BANU Ahmad Bahtiar; Nailis Sa’adah
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22081

Abstract

Sebelum datangnya kolonialisme, bahasa Melayu sudah  menyebar ke seluruh Nusantara dan berbagai  tempat di Asia Tenggara. Saat itu, bahasa Melayu tak hanya menyerap unsur bahasa asing, tetapi mulai memengaruhi pula bahasa-bahasa  lokal. Bahasa Melayu tidak hanya menjadi bahasa perdagangan tetapi juga bahasa teknologi dan bidang-bidang lainya. Datangnya kolonialime, membuat peran bahasa Melayu semakin menjadi penting. Pemakaian bahasa Melayu tersebut digambarkan dalam cerpen-cerpen Iksaka Banu yang terkumpul dalam Teh dan Penghianat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan 6 cerpen sebagai objek materialnya, di antaranya cerpen “Kalabaka”, “Teh dan Pengkhianat”, “Kutukan Lara Ireng”, “Belenggu Emas”, “Nierke de Flinder”, dan “Tawanan”. Penelitian ini mencoba melihat bagaimana perkembangan bahasa Melayu  dan  peran bahasa Melayu dalam cerita dengan latar masa kolonial. Temuan penelitian ini menjelaskan bahwa pemerintah kolonial menggunakan bahasa Melayu sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaannya di berbagai tempat di seluruh nusantara baik dalam rangka membuka daerah-daerah baru maupun mempertahankan daerah-daerah yang sudah dikuasai.Kata Kunci : Kolonialisme, bahasa Melayu, Kumpulan Cerpen Teh dan penghianat
KONTRUKSI KECANTIKAN WANITA INDONESIA PADA MEDIA MASSA Rai Bagus Triadi
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22070

Abstract

Konsep kecantikan bagi wanita Indonesia mengalami perubahan dari masa ke masa. Hal ini terlihat dari gambaran-gambaran wanita ideal yang muncul di media, baik itu media massa berbentuk cetak, online atau pun sekarang lebih populer di media sosial. Berdasarkan hal tersebut perumusan masalah dalam penelitian ini berupaya mempertanyakan bagaimana bentuk kontruksi kecantikan wanita Indonesia pada berbagai media. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigm kritis dengan model analisis resepsi. Pada penelitian ini Analisis resepsi sebagai sebuah pendekatan yang digunakan untuk melihat bagaimana khalayak mengkonstruksi makna yang ditawarkan oleh media. Pada penelitian ini metode ini digunakan untuk melihat sebuah bentuk kontruksi yang ditawarkan oleh media, baik itu yang berbentuk cetak maupun yang berbentuk online, lebih jauh pada media sosial ketita membuat kriteria kecantikan bagi wanita. Sumber data pada penelitian ini terdiri dari berbagai sumber yang secara acak peneliti tentukan dengan melihat secara kasat mata tentang sebuah kontruksi yang dibangun, baik itu dari gambaran iklan kecantikan, gambaran iklan kosmetik atau gambaran dari berbagai produk yang dekat dengan dunia wanita. Selain itu sumber data pada penelitian ini terdiri dari beberapa responden yang dengan sukerela berani berpendapat tentang kriteria kecantikan wanita pada saat ini. Berdasarkan hasil analisis data di dapat bentuk-bentuk kontruksi wanita Indonesia yang mengacu ke beberapa konsep ideal wanita, yaitu wanita dengan tampilan indo-eropa, asia timur, dan timur tengah. Kontruksi ini membangun wanita indonesia mengubah penampilan menyerupai wanita-wanita Indonesia yang memiliki darah blasteran dengan ciri-ciri yaitu kulit putih bersih, wajah mengkilap, rambut pirang, hidung mancung dan mata berwarna. Pada kriteria ini kontruksi dibangun oleh beberapa produk kecantikan, seperti pewarna rambut, lensa pada mata, pemutih kulit dan peyamar hidung. Kriteria-kriteia ini berbeda dengan dengan kontruksi wanita-wanita lainnya, misal kontruksi wanita timur tengah yang mengandalkan kulit berwana coklat, rambut hitam atau coklat, bentuk mata yang menyerupai almond, dan garis bibir yang tebal. Sama dengan dugaan sebelumnya, kriteria ini dibentuk untuk mendapatkan pola persuasif yang cocok pada sebagian produk kecantikan, misal pewarna rambut, pewarna bibir dan penegas mata atau yang sering disebut eye shadingKata kunci : Kontruksi kecantikan, wanita Indonesia, Media massa
ANALISIS ORIENTALISME EDWARD W. SAID MENGGUGAT HEMEGONI BARAT DAN MENDUDUKKAN TIMUR SEBAGAI SUBJEK Desi Karolina Saragih
Prosiding Seminar Nasional Sasindo Vol 2, No 2 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SASINDO UNPAM VOL.2 NO.2 MEI 2022
Publisher : fakultas sastra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sns.v2i2.22099

Abstract

Orientalisme adalah  suatu cara untuk mengetahui  dunia Timur, berdasarkan wilayah yang khusus pada  pengalaman  orang Barat. Penduduk barat berangapan  bahwa  penduduk Timur adalah suatu bagian integral dari kultur dan tamadun material Barat. Tujuan penelitian untuk mengemukakan perjuangan Edward W.Said menggugat hemegoni Barat dan Timur sebagai subjek. Jenis penelitian  deskriptif kualitatif. Motode yang digunakan membedah penelitian ini studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dengan review terhadap buku, literatur dan berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang akan di analisis. Hasil penelitian adanya perbedaan antara pengetahuan murni dan pengetahuan dimana kita mudah memahami bahwa pengetahuan mengenai Shakespeare atau Wordsworth bukanlah pengetahuan yang bersifat politis (pengetahuan murni), sementara pengetahuan mengenai China atau Uni Soviet kontemporer merupakan pengetahuan politis. Kedua pengetahuan ini berbeda satu sama lain. Sebagai contoh, gelar formal saya ialah seorang “humanis”, suatu sebutan  yang mengatakan humaniora, dan dapat diungkapkan   bahwa tidak ada kemungkinan  yang  akan dilakukan pada profesi dapat berbias politis. Kesimpulan mengungkapkan  orientalisme merupakan sesuatu pemikiran yang tidak berangkaian  dengan pengaruh taktis saja, akan tetapi  memanifestasikan melalui satu media alterasi  jenis taktis .Kata Kunci: Orientalisme, Eward  W. Said, Hemegoni

Page 10 of 21 | Total Record : 208