cover
Contact Name
Aditiya Puspanegara
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+628112377758
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl.Lingkar Kadugede No.2 Kuningan Jawabarat 45561
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Health Research Science
ISSN : -     EISSN : 27987442     DOI : https://doi.org/10.34305/jhrs.v1i02
Core Subject : Health,
Health administration and policy Environmental health Occupational safety and health Ergonomics Health promotion and behavioral science Health law Demography Urban and rural health Vector control Infectious and non-communicable diseases Environmental health technology Environmental toxicology Medical Surgical Nursing Maternity Nursing Pediatric Nursing Psichiatric Nursing Comunity Management Emergency Nursing Geontology Nursing Family Nursing Vaccines and immunization Maternal and Child health Reproductive health Family planning Health education and counseling Midwifery community Gender Midwifery in complementary Pathology
Articles 161 Documents
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kebugaran jasmani calon jemaah haji di Kabupaten Majalengka 2023 Arif, Samsul; Mamlukah, Mamlukah; Wahyuniar, Lely; Badriah, Dewi Laelatul
Journal of Health Research Science Vol. 3 No. 02 (2023): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v3i02.946

Abstract

Latar belakang: Kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Kesehatan Kerja Povinsi Jawa Barat hasilnya adalah sebesar 27,9%. Angka kepuasan pelanggan di RSUD 45 kuningan didapatkan data sebesar 77, 79 % sedangan standar SPM dari kementrian kesehatan adalah sebesar 90% dibandingkan dengan Indek Kepuasan masyarakat kabupaten kuningan sebesar 86.97%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan kepuasan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) terhadap Layanan Whatsapp SIAP 45 dalam pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan 2023.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian mixed methods dengan menggunakan desain penelitian Korelasional untuk penelitian kuantitatif dan The Explanatory Sequential Design untuk penelitian kualitatif. Populasi penelitian ini berjumlah 5.445 orang dan sampel berjumlah 373 orang dengan menggunakan teknik purpossive sampling. Instrumen penelitian mengunakan lembar kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat, uji korelasi Rank Spearman dan uji regresi logistik.Hasil: ada hubungan yang signifikan antara fasilitas (p = 0,004), waktu layanan (p = 0,043), kecepatan layanan (p = 0,049), perilaku pelaksana (p = 0,046), empati (p = 0,049) dan penanganan komplain (p = 0,043) dengan kepuasan pasien. Variabel paling dominan yang berhubungan dengan kepuasan pasien yaitu variabel penanganan komplain dengan nilai p = 0,046 dan OR 2,014 (95% CI : 0,418 - 2,458).Kesimpulan: Diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pengembangan pelayanan pasien rawat jalan dengan berbagai pelatihan komunikasi teraupetik.
Hubungan lingkungan fisik, tingkat pengetahuan dan personal hygiene terhadap skabies di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon Mauliddah, Sekar Rizki; Anggraini, Neng Shopa; Nurhardiyanti, Syifa; Mulya, Ayu; Hamdan, Hamdan
Journal of Health Research Science Vol. 3 No. 02 (2023): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v3i02.967

Abstract

Latar belakang: Kasus penderita skabies di Kota Cirebon sebanyak 3.712 orang, di Rutan Kelas I Cirebon skabies termasuk dalam 3 penyakit yang paling sering terjadi dan secara berturut-turut menduduki urutan pertama pada bulan Oktober (42,7%), November (51,24%), Desember (48,3%).  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kondisi lingkungan fisik, tingkat pengetahuan dan perilaku terkait personal hygiene warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon.Metode: Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah warga binaan pemasyarakatan yang ada di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon dengan jumlah 495 orang dan jumlah sampel sebanyak 83 orang yang diambil menggunakan stratified random sampling.Hasil: Analisis data menggunakan uji chi-square pada taraf kepercayaan 5%. Variabel kondisi lingkungan fisik yaitu suhu (p=0,023), kelembaban (p=0,000), kepadatan hunian (p=0,013) ada hubungan dengan kejadian skabies. Sedangkan pencahayaan (p=0,274) tidak memiliki hubungan.Kesimpulan: Variabel perilaku terkait personal hygiene warga binaan pemasyarakatan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian skabies dengan nilai p 0,015. Dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan fisik (suhu, kelembaban, kepadatan hunian), tingkat pengetahuan, dan perilaku terkait personal hygiene warga binaan pemasyarakatan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian skabies di Rumah Tahanan Kelas I Cirebon.
Hubungan jarak dan durasi penggunaan laptop dengan keluhan computer vision syndrome pada mahasiswa semester akhir S1 Kesehatan Masyarakat di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang Riyah, Air; Puji , Lela Kania Rahsa; Ratnaningtyas, Tri Okta
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.974

Abstract

Latar Belakang: Computer Vision Syndrome didefinisikan oleh American Optometric Association Sebagai masalah mata yang melibatkan kesulitan melihat jarak dekat saat menggunaakan komputer atau perangkat penglihatan yang lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jarak dan durasi penggunaan laptop dengan keluhan Computer Vision Syndrome pada mahasiswa semester akhir di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang.Metode: Penelitian cross sectional study, dengan desain penelitian analitik deskriptif, dengan pendeketa cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 93 orang mahasiswa.Hasil: Berdasarkan hasil uji penelitian bahwa jarak dengan keluhan computer vision syndrome pada mahasiswa semester akhir di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang memiliki hubungan yaitu (p-value =0,022 <0,05) serta durasi penggunaan laptop dengan keluhan computer vision syndrome pada mahasiswa semester akhir di STIKes Widya Dharma Husada Tangerang memiliki hubungan yaitu (p-value =0,022 <0,05).Kesimpulan: Jarak dan durasi pengunaan laptop berat bisa beresiko mengalami keluhan CVS maka untuk itu gunakan  laptop secukupnya.
Hubungan stres kerja dengan produktivitas kerja pada pekerja industri sektor formal di Wilayah Jawa Barat Riyadi, Yadi Selamet; Fahrurozi, M. Viqri; Rahim, Fitri Kurnia
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.989

Abstract

Latar Belakang: Produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain beban kerja, ketidaknyamanan kerja, stres kerja, kelelahan objektif dan subjektif, penyakit akibat kerja, cedera kerja, dan kecelakaan kerja. Stres kerja, khususnya, dapat mengurangi produktivitas kerja dengan menyebabkan kinerja karyawan yang buruk, peningkatan ketidakhadiran, penurunan moral, peningkatan perputaran staf, dan ketidakhadiran yang tinggi serta biaya kompensasi yang meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan produktivitas kerja pada pekerja industri formal di wilayah Jawa Barat.Metode : Jenis penelitian analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Subjek penelitian pekerja industri sektor formal pengolahan makanan sebanyak 100 responden dengan teknik pengambilan sampel purpossive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji kolerasi rank spearman.Hasil : Lebih dari setengah pekerja mempunyai stres kerja dengan kategori sedang sebanyak 61 orang (61%) dan sebagian besar responden memiliki tingkat produktivitas tinggi sebanyak 61 orang (61%). Terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan produktivitas kerja dengan menghasilkan p-value sebesar 0,000.Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan prduktivitas kerja pada pekerja industri sektor formal di wilayah Jawa Barat dengan hubungan kolerasi yang kuat.
Hubungan tingkat pengetahuan tentang pencemaran udara dengan gejala ISPA pada masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon Devitasari, Ai; Maharani, Alma Sucita; Milnasari, Milnasari; Rahim, Fitri Kurnia; Amalia, Icca Stella
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.990

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data portal resmi terbuka pemerintah daerah provinsi Jawa Barat tahun 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 17,7% balita menderita ISPA dan untuk Kabupaten Kuningan sebanyak 890 balita laki-laki dan 734 balita perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Pencemaran Udara Dengan Gejala Ispa Pada Masyarakat Di Wilayah Kabupaten Kuningan Dan Cirebon Tahun 2023.Metode: Rancangan penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Populasi pada penelitian ibu rumah tangga di sekitar wilayah pertambangan, industry, pemukiman padat di Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon. Sampel dalam penelitian ini yaitu 161 responden yang mengisi kuesioner dan 50 rumah responden di Kabupaten Kuningan serta 50 rumah responden di Kabupaten Cirebon yang digunakan sebagai sampel pengukuran kualitas udara. Teknik pengambilan sampel dengan jenis non random sampling yang digunakan yaitu accidental sampling.Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pencemaran udara (p value = 0,000) dengan gejala ISPA pada masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon Tahun 2023.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pencemaran udara dengan gejala ISPA pada masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan dan Cirebon Tahun 2023.
Pengaruh pengembangan potensi tim penggerak pendongeng boneka tangan (hand puppet) terhadap perilaku dan keterampilan basuh tangan dengan sabun siswa kelas IV Minu Polowijen Kota Malang Fardani, Fadloil Najla Wida; Asiyah, Siti; Suharno, Budi
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.1038

Abstract

Latar Belakang: Kebiasaan menbasuh tangan dengan sabun sebaiknya dimulai sejak usia sekolah, karena anak-anak rentan terhadap penyakit di lingkungan mereka. Namun, di usia sekolah dasar, kebiasaan ini masih jarang dilakukan dengan baik. Menurut hasil Riskesdas tahun 2018, hanya sekitar 49,8% dari penduduk usia di atas 10 tahun di Jawa Timur yang mencuci tangan dengan benar. Sedangkan di Kota Malang, angka tersebut mencapai 62%.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan rancangan pre-test post-test satu kelompok.Hasil: Dari temuan penelitian ini, terjadi peningkatan yang signifikan antara kondisi sebelum dan setelah pengembangan potensi melalui tim penggerak pendongeng boneka tangan. Data telah diuji menggunakan uji Wilcoxon, dengan hasil nilai p p value untuk perilaku CTPS sebesar 0,000, yang lebih kecil dari nilai α (0,05), dan untuk keterampilan CTPS sebesar 0,000, juga lebih kecil dari nilai α (0,05).Kesimpulan: Pengembangan potensi melalui tim penggerak pendongeng boneka tangan memiliki dampak yang signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tim penggerak pendongeng boneka tangan  mampu menjadi salah satu solusi efektif dalam meningkatkan perilaku dan keterampilan menbasuh tangan dengan sabun.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan fasilitas pelayanan Kesehatan pelayanan obstetri neonatal emergency dasar (PONED) bagi ibu bersalin di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sodonghilir Kabupaten Tasikmalaya Herlina, Popon; Mamlukah, Mamlukah; Suparman, Rossi; Wahyuniar, Lely
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.1061

Abstract

Latar Belakang: Dalam rangka menjamin persalinan yang aman, Kementerian Kesehatan menekankan agar setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED).Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik deskriptif dengan metode kuantitatif, desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel disproposional random sampling serta jumlah sampel sebanyak 147 responden.Hasil: Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square yang dihubungkan dengan pemanfaatan pelayanan PONED didapatkan nilai p value variabel umur 0,398, pendidikan 0,012, pekerjaan 0,309, pendapatan 0,426, pengetahuan 0,001, persepsi 0,017, aksesibilitas 0,029, dukungan keluarga 0,000, kepemilikan jaminan kesehatan 0,000, hasil uji multivariate menggunakan uji regresi logistic didapatkan nilai OR paling tinggi pada variabel aksesibilitas 8,469.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pendidikan terakhir, pengetahuan, persepsi, aksesibilitas, dukungan keluarga dan jaminan kesehatan terhadap pemanfaatan PONED. Faktor dominan yang berhubungan dengan pemanfaatan PONED adalah aksesibilitas. Perbaikan aksesibilitas terutama akses terahadap layanan kesehatan perlu ditingkatkan sehingga bisa mencegah peningkatan AKI.
Hubungan dimensi mutu layanan kesehatan dengan pemanfaatan kembali layanan rawat inap di UPTD Puskesmas Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya Yudha, Resta Mutiara; Suparman, Rossi; Mamlukah, Mamlukah; Wahyuniar, Lely
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.1063

Abstract

Latar Belakang: Indikator mutu layanan Puskesmas dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan diantaranya efektif, keselamatan, berorientasi pada pasien, tepat waktu, efisien, adil, terintegrasi.  Jumlah pasien rawat inap pada tahun 2023 sampai bulan Juni mencapai 372 kunjungan. Tujuan Penelitian mengetahui hubungan dimensi mutu layanan kesehatan dengan pemanfaatan kembali layanan rawat inap di UPTD Puskesmas Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya.Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik dan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 105 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling, data dikumpulkan menggunakan observasi dan kuisioner.Hasil: Dimensi mutu layanan efektif, keselamatan, berorientasi pada pasien, tepat waktu, efisien, adil, terintegrasi  termasuk baik dan sebagian besar memanfaatkan kembali layanan rawat inap.Kesimpulan: terdapat hubungan antara dimensi efektif, keselamatan, berorientasi pada pasien, tepat waktu, efisien, adil dan terintegrasi, dengan variabel dimensi berorientasi pada pasien sebagai variabel dominan yang berhubungan dengan pemanfaatan kembali layanan rawat inap.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Tasikmalaya Hidayat, Aid Fitriyana; Mamlukah, Mamlukah; Iswarawanti, Dwi Nastiti; Suparman, Rossi
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.1085

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak menuju masa dewasa yang ditandai dengan peningkatan perkembangan fisik, mental emosional dan sosial. Pada tahun 2022 kejadian anemia di Kabupaten Tasikmalaya sebesar 41,2 % dan MAN 2 Tasikmalaya dari 250 orang siswi yang diperiksa terdapat 154 orang siswi menderita anemia atau sebesar 61,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Tasikmalaya.Metode: Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan Subjek adalah remaja putri sebanyak 265 orang yang dipilih dengan teknik proporsional random sampling, kemudian data dianalisis dengan uji chi square dan  uji regresi logistik.Hasil: Hasil uji bivariat menunjukan bahwa terdapat  hubungan signifikan  antara pengetahuan (p < 0,001), pola makan (p = 0,01), status gizi (p = 0,040), siklus menstruasi (p = 0,004) dengan kejadian anemia pada remaja putri, tidak terdapat hubungan signifikan antara pendapatan orang tua (p = 0,170) dan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) (p = 0,778).  Kesimpulan: Pengetahuan merupakan faktor  dominan yang berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN 2 Tasikmalaya dengan nilai OR = 3,913 yang artinya remaja putri dengan pengetahuan kurang baik beresiko 3,913 kali mengalami anemia dibandingkan dengan remaja putri yang pengetahuannya baik.
Analisis penerapan sistem proteksi kebakaran sebagai upaya pencegahan kebakaran di Instansi serta lingkungan masyarakat Kabupaten dan Kota Cirebon Rahim, Fitri Kurnia; Amalia, Icca Stella; Eka, Ifani; Zahra, Besta Al; Nita, Rahayu
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 01 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i1.1095

Abstract

Latar Belakang: Bencana kebakaran ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai pencegahan kebakaran, serta di beberapa instansi belum menerapkan sistem proteksi kebakaran sesuai dengan peraturan pemerintah.Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini 118 orang serta 4 instansi yakni 2 fasyankes dan 2 instansi pemerintahan.Hasil: Analisis univariat di peroleh hasil beberapa intansi tidak ada yang sesuai dengan dasar hukum Permen PU No.26 Tahun 2008 mengenai alat deteksi kebakaran, springkler, hydrant, dan alarm kebakaran, intansi yang sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai APAR terdapat presentase 93%, pengetahuan dan perilaku masyarakat rata-rata telah mengetahui penanganan mengenai tanggap darurat kebakaran.Kesimpulan: Beberapa intansi tidak ada yang sesuai dengan dasar hukum Permen PU No.26 Tahun 2008 mengenai alat deteksi kebakaran, springkler, hydrant, dan alarm kebakaran. Pengetahuan dan perilaku masyarakat rata-rata telah mengetahui  penanganan mengenai tanggap darurat kebakaran.

Page 8 of 17 | Total Record : 161