cover
Contact Name
M. Zaenal Arifin
Contact Email
mzaenalarifin@stai-binamadani.ac.id
Phone
+6282249559482
Journal Mail Official
madanisyariah@stai-binamadani.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Hasyim Ashari kav dpr 236 gg. ambon. Kec. Pinang Kota Tangerang Post Code: 15145
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Madani Syari'ah : Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Core Subject : Economy,
jurnal madani syariah adalah jurnal yang dipublikasikan oleh prodi perbankan syariah. Jurnal ini mengupas pemikiran perbankan syariah dan mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan keuangan dan perbankan syariah. jurnal ini meliputi bidang, isu perbankan syariah, ekonomi islam, manajemen lembaga keuangan syariah, strategi marketing, bisnis syariah.
Articles 90 Documents
IMPLEMENTASI HYBRID CONTRACT (MULTI AKAD) DI PERBANKAN SYARIAH PERSPEKTIF FIKIH MUAMALAH Rachman, Abdul; Citra Zahara, Ade; Muizzudin, Muizzudin; Suardi, Didi; Defy R. Simatupang, Aisyah; Azwar, Martavevi
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 1 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i1.737

Abstract

Perbankan syariah dituntut untuk dapat melakukan pengembangan produk yang lebih inovatif dan kompetitif sehingga dapat bersaing pada sektor perbankan di Indonesia. Salah satu pengembangan produk adalah dengan menerbitkan produk dengan menggunakan multi akad (Hybrid Contract). Multi akad merupakan sebuah konsep dalam perbankan syariah di mana sebuah produk atau transaksi menggunakan kombinasi dari dua atau lebih akad (kontrak) syariah yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa konsep Hybrid Contract (multi akad) dan mengeksplorasi berbagai bentuk implementasi Hybrid Contract (multi akad) dalam produk dan layanan perbankan syariah dalam perspektif Fikih Muamalah. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian kepustakaan. Penelitian ini mendapati bahwa implementasi Hybrid Contract (multi akad) dalam perbankan syariah terdapat tiga model akad, yaitu: Pertama, model akad tunggal, mengacu pada situasi di mana hanya satu jenis perjanjian yang terlibat dalam suatu transaksi. Kedua, akad berganda atau Murakkabah yaitu penggabungan beberapa akad dalam satu proses muamalah dengan cara disatukan atau beralih, di mana semua kewajiban serta hak pada akad-akad tersebut dipersepsikan sebagai akibat ketentuan dari suatu transaksi. Ketiga, akad terbilang (Muta’addidah) merujuk pada perjanjian yang melibatkan berbagai aspek seperti objek, akad, pelaku, harga, dan sebagainya yang terdiri lebih dari satu perjanjian yang digabungkan dalam satu transaksi. Multi akad dalam perbankan syariah berdasarkan perspektif Fikih Muamalah adalah boleh dengan syarat harus sesuai dengan ketentuan prinsip-prinsip syariah dalam pelaksanaannya yaitu dengan adanya ketetapan fatwa yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.
ANALISA KINERJA KEUANGAN PT ZURICH GENERAL TAKAFUL INDONESIA PASCA SPIN OFF Suryawadi, Eko
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 1 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i1.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja keuangan PT Zurich General Takaful Indonesia setelah pelaksanaan spin-off dari unit usaha syariah PT Asuransi Adira Dinamika, Tbk. Fokus penelitian meliputi perubahan rasio keuangan seperti solvabilitas, likuiditas, profitabilitas, dan efisiensi operasional sebelum dan sesudah spin-off. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif dengan menghitung rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan yang diaudit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan tetap memiliki solvabilitas yang baik, kemampuan pembayaran klaim yang memadai, serta surplus dana tabarru yang stabil. Namun, beban operasional meningkat akibat struktur organisasi yang mandiri pasca spin-off. Temuan ini diharapkan memberikan wawasan bagi pelaku industri asuransi syariah lainnya yang berencana melakukan spin-off serta menjadi masukan bagi regulator terkait kebijakan pemisahan unit usaha syariah.
ANALISIS PERAN BANK SYARIAH MIKRO DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI DESA Anisa, Anisa; Nasution, Hairatun Nisah
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 1 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i1.744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bank syariah mikro dalam upaya pemberdayaan ekonomi desa dengan menggunakan pendekatan studi literatur. Bank syariah mikro memiliki peran penting dalam mendukung inklusi keuangan dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas, terutama di wilayah pedesaan yang sering kali kurang terjangkau oleh layanan perbankan konvensional. Melalui metode studi literatur, data dikumpulkan dari berbagi jurnal ilmiah yang relevan, laporan penelitian, dan publikasi terkait bank syariah mikro serta pemberdayaan ekonomi desa. Hasil analisis menunjukan bahwa keberlanjutan bank syariah mikro sangat dipengaruhi oleh beberapa factor, seperti ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, pemahaman masyarakat terhadap prinsip syariah, serta dukungan regulasi yang memadai. Bank syariah mikro mampu berkontribusi secara signifikan dalam pemberdayaan ekonomi desa melalui penyediaan pembiayaan berbasis akad syariah seperti qardhul hasan dan musyarakah yang mendorong terciptanya kegiatan ekonomi produktif. Penelitian ini merekomendasi penguatan program literasi keuangan syariah, peningkatan kapasitas operasional bank syariah mikro, serta kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat dalam mendukung pemberdayaan ekonomi desa.
ANALISIS PERSIAPAN SPIN-OFF UNIT USAHA SYARIAH PERUSAHAAN ASURANSI UMUM DALAM PERSPEKTIF REGULASI UU PPSK NO. 4 TAHUN 2023 DAN POJK NO. 11 TAHUN 2023 Suryawadi, Eko
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 2 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i2.784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan perusahaan asuransi umum dalam melakukan pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) sesuai ketentuan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) dan POJK No. 11 Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan manajemen UUS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan spin-off bervariasi tergantung pada skala usaha, kecukupan modal, dan kapabilitas internal. Tantangan utama mencakup pemenuhan modal minimum, pembentukan struktur organisasi independen, serta pengembangan sistem operasional dan manajemen risiko berbasis prinsip syariah. Di sisi lain, regulasi ini memberikan peluang strategis bagi entitas syariah untuk meningkatkan daya saing, tata kelola, dan profesionalisme dalam pasar keuangan syariah. Penelitian ini merekomendasikan dukungan teknis dan kelembagaan dari regulator, serta kolaborasi aktif antara perusahaan dan pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran proses spin-off. Temuan ini memperkuat pentingnya strategi transisi yang sistematis dan kesiapan institusional dalam mendukung pertumbuhan sektor asuransi syariah yang berkelanjutan di Indonesia pasca-implementasi regulasi.
PERAN FINTECH SYARIAH DALAM MENDUKUNG AKSES PEMBIAYAAN UMKM DI INDONESIA Ardiansyah, Rivangga Nur; Susetyo, Achmad Budi
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 2 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i2.814

Abstract

ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, baik dari sisi penyerapan tenaga kerja maupun kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, UMKM masih menghadapi kendala signifikan dalam hal akses pembiayaan formal dari lembaga keuangan konvensional, terutama karena keterbatasan agunan, riwayat kredit, dan proses birokrasi yang kompleks. Dalam konteks ini, financial technology (fintech) syariah hadir sebagai alternatif solusi pembiayaan yang inklusif dan sesuai prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fintech syariah dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di Indonesia. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif dan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa fintech syariah mampu menjembatani kesenjangan pembiayaan melalui skema pembiayaan yang lebih fleksibel, transparan, serta tanpa riba dan gharar. Selain itu, kemudahan akses digital dan penggunaan teknologi memungkinkan UMKM yang tidak terjangkau oleh lembaga keuangan konvensional untuk memperoleh pendanaan. Dengan demikian, fintech syariah berpotensi besar dalam mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, literasi keuangan syariah, serta kolaborasi antara pelaku fintech dan pemerintah untuk mendukung peran strategis fintech syariah secara berkelanjutan. ABSTRACT Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia's economy, both in terms of employment absorption and contribution to Gross Domestic Product (GDP). However, MSMEs still face significant obstacles in accessing formal financing from conventional financial institutions, mainly due to limitations in collateral, credit history, and complex bureaucratic processes. In this context, Islamic financial technology (sharia fintech) emerges as an alternative financing solution that is inclusive and compliant with Islamic principles. This study aims to analyze the role of sharia fintech in expanding financing access for MSMEs in Indonesia. Using a descriptive-qualitative approach and literature review, this study finds that sharia fintech is capable of bridging the financing gap through more flexible, transparent schemes that avoid riba (interest) and gharar (uncertainty). Moreover, the ease of digital access and the use of technology enable MSMEs that are underserved by conventional financial institutions to obtain funding. Thus, sharia fintech has significant potential to support MSME growth while strengthening the Islamic economic ecosystem in Indonesia. This study recommends strengthening regulation, improving Islamic financial literacy, and encouraging collaboration between fintech actors and the government to sustainably support the strategic role of sharia fintech.
MENEGUHKAN KONSUMSI HALAL DALAM PRAKTIK EKONOMI SYARIAH (STUDI KASUS UMKM KENTANGKU MUSTOFA) Luayyin, Reza Hilmy; Adim, Mohammad Khuluqin; Prasetya, Arif Andi; Bahtiar, Ainur Indra
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 2 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i2.850

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan konsumsi halal dan prinsip syariah dalam praktik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kentangku Mustofa milik Bapak Zakin. UMKM ini berdiri sejak 8 Desember 2023 sebagai bentuk kemandirian ekonomi setelah beliau gagal diterima kerja pasca kelulusan SMA. Usaha ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga bertujuan memberi manfaat sosial dengan membuka lapangan kerja bagi keluarga dan tetangga sekitar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan data utama diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsumsi halal dilakukan melalui pemilihan bahan baku bersertifikat halal, pengawasan ketat proses produksi, dan kepemilikan sertifikat halal resmi dari BPJPH. Selain itu, penerapan prinsip syariah juga tercermin dari penggunaan pembiayaan berbasis bagi hasil melalui BMT atau koperasi syariah, serta manajemen usaha yang menekankan kejujuran, transparansi, dan amanah. Keunggulan penerapan ini adalah meningkatnya kepercayaan konsumen Muslim, kemudahan masuk pasar modern, serta keselarasan usaha dengan nilai Islam. Meski demikian, tantangan seperti biaya operasional tambahan untuk menjaga standar halal dan terbatasnya akses pembiayaan syariah masih menjadi kendala. Namun secara keseluruhan, penerapan konsumsi halal dan prinsip syariah terbukti mendukung keberlanjutan usaha, memperluas pangsa pasar, serta membawa keberkahan dalam kegiatan bisnis. Kata kunci: UMKM, konsumsi halal, prinsip syariah, sertifikasi halal, Kentangku Mustofa
IMPLEMENTASI PRINSIP 5C PADA ANALISIS PEMBIAYAAN PERUMAHAN SYARIAH: STUDI KASUS BTN SYARIAH KCP KARAWACI TANGERANG Rachman, Abdul; Utami, Indriani
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 2 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i2.857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip 5C terhadap kelayakan nasabah dalam produk pembiayaan KPR Platinum iB pada BTN Syariah KCP Karawaci, Kota Tangerang, Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan observasi pada kantor BTN Syariah KCP Karawaci, Tangerang, wawancara terstruktur dengan beberapa informan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Prinsip 5C diterapkan dalam menilai kelayakan nasabah pada produk pembiayaan KPR Platinum iB pada BTN Syariah KCP Karawaci. Prinsip 5C yaitu Character, Collateral, Capital, Capacity dan Condition of Economy. Adapun implementasi Prinsip 5C pada BTN Syariah dilakukan untuk dapat menilai kelayakan nasabah pada pembiayaan KPR Platinum IB, yaitu pertama adalah Character. Penilaian Character dapat ditinjau dari riwayat pinjaman nasabah pada SLIK OJK yang dapat dikategorikan tidak memiliki catatan negatif atau kategori lancara. Sedangkan ketua adalah implementasi Capacity dilakukan dalam menentukan RPC yakni 55% dari take homepay dan terdapat pinjaman dibank lain akan tetapi kolektibiltas di pinjaman tersebut lancar. Penerapan Capital diukur dengan melihat uang muka yang dibayarkan oleh nasabah dengan kebijakan 5% uang muka dari harga rumah. Ketiga adalah penerapan Collateral dilakukan ada jaminan sertifikat sebagai agunan. Keempat adalah penerapan Capacity pada BTN Syariah KCP Karawaci dapat dilihat dari kemampuan nasabah dalam pembiayaan KPR Platinum iB. Kelima adalah implementasi Condition of Economy dapat diukur dari kemampuan membayar uang muka, kemampuan membayar biaya-biaya yang menjadi persyaratan KPR Platinum iB dan saldo mengendap di rekening tabungan nasabah.
JUAL BELI DALAM E-COMMERCE BUKALAPAK.COM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Ulpah, Mariya; Ferdiansyah, Akbar
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 2 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i2.861

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana transaksi jual beli yang ada didalam e-commerce bukalapak dalam persepektif ekonomi islam melalui jual beli yang terjadi melalui aplikasi online atau e-commerce yang terjadi di Tangerang dan apakah terpenuhinya syarat yang ada dalam ajaran agama islam tentang jual beli yang baik. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, yang dimana data-data yang didapatkan berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan. Metode penelitian ini bersifat deskriptif, mengungkap dan menganalisis secara menyeluruh dan mendalam. Untuk memperoleh data dalam proses penelitian ini, maka penelitian ini menggunakan 3 teknik pengumpulan data. Yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian menemukan bahwa dalam transaksi jual beli yang ada didalam e-commerce bukalapak.com dalam persepekrif ekonomi islam bukan hanya e-commerce yang mementingkan penjual yang dimana yang ambil hanya keuntungan tepai juga mementingkan kepuasan konsumen atau pembeli,dan didalam e-commerce tersebut juga terjadinya akad jual beli atau disebut juga syarat yang ada didalam ajaran agama islam tentang baiknya jual beli. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Implementasi Transaksi Jual Beli Dalam E-Commerce Bukalapak.Com Persepektif Ekonomi Islam sudah terpenuhi syarat-syarat yang diajarkan dalam agama islam bagaiman bertransaksi dengan baik, dan juga dalam e-commerce semua mendapatkan haknya masing-masing yang sesuai tidak ada yang dirugikan semuanya sesuai dengan porsinya masing-masing dan sesuai kebutuhannya dengan senang hati.
SISTEM PEMBERIAN KOMISI PADA TIKTOK AFFILIATE BERDASARKAN FATWA DSN-MUI NO.144 DSN-MUI/XII/2021 Umayyah, Ummu; Sholichah, Inti Ulfi
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 2 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i2.867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pemberian komisi pada program TikTok Affiliate berdasarkan prinsip syariah yang diatur dalam Fatwa DSN-MUI No.144/DSN-MUI/XII/2021, serta mengkaji kesesuaiannya dengan kaidah fiqh muamalah. Penelitian ini juga menelaah penerapan akad ju‘alah dalam sistem afiliasi digital serta implikasinya terhadap perlindungan hukum bagi affiliator. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yang menghimpun data dari literatur primer berupa Fatwa DSN-MUI No.144//XII/2021 dan sumber sekunder berupa buku, jurnal, artikel ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analisis untuk memperoleh gambaran komprehensif terkait praktik pemberian komisi di TikTok Affiliate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komisi pada TikTok Affiliate pada dasarnya sesuai dengan prinsip akad ju‘alah, di mana imbalan diberikan atas keberhasilan kerja yang telah disepakati. Namun, ditemukan beberapa aspek yang memerlukan peninjauan ulang, seperti kejelasan akad, transparansi promosi, dan perlindungan hukum bagi affiliator sebagai pihak yang relatif lemah. Penerapan prinsip syariah yang lebih optimal diharapkan dapat menciptakan sistem afiliasi yang adil, aman, dan terpercaya bagi semua pihak. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan literatur hukum ekonomi syariah di bidang perdagangan digital, serta memberikan kesadaran kepada pelaku usaha dan masyarakat Muslim akan pentingnya menerapkan prinsip syariah dalam aktivitas bisnis online, khususnya terkait pemberian komisi dalam program afiliasi..
ANALISIS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA BAITUL MAAL MASJID FATAHILLAH TANAH ABANG JAKARTA Rahman, Abdul
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 8 No 2 (2025): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v8i2.869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem informasi akuntansi (SIA) penerimaan dan pengeluaran kas yang diterapkan di Baitul Maal Masjid Fatahillah Tanah Abang Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan observasi langsung SIA yang diterapkan dalam pengelolaan kas, wawancara pihak pengurus dan dokumentasi melalui pengambilan foto. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terkait sistem informasi akuntansi (SIA), Baitul Maal Masjid Fatahillah telah menerapkan pencatatan berganda pada penerimaan dan pengeluaran kas yakni melalui manual dan via aplikasi, (2) dalam hal pencatatan dan pelaporan keuangan dana donasi, BMM belum sesuai dengan standar yang berlaku.