cover
Contact Name
Euis Erlin
Contact Email
erlineuis@yahoo.com
Phone
+6281320658573
Journal Mail Official
bioed.unigal@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Galuh Jln. R.E. Martadinata No. 150 Ciamis Jawa Barat
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23390468     EISSN : 26865424     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/jpb.v9i2
Jurnal Bioed ini memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan Pendidikan Biologi (kurikulum, pembelajaran, laboratorium, dan lingkungan) atau telaah kritis dan penuangan ide-ide orisinal dalam ruang lingkup pendidikan Biologi. Bioed diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun (Maret dan September).
Articles 114 Documents
POTENSI TANAMAN TRANSGENIK SEBAGAI SALAH SATU TEKNOLOGI DALAM PENGELOLAAN HAMA TERPADU Jeti Rachmawati; Taupik Sopyan
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i1.10203

Abstract

Berbagai teknologi yang diterapkan dalam pengelolaan hama, memiliki beberapa kelemahan yang harus diantisipasi. Oleh karena itu maka perlu adanya integrasi atau pemaduan antar teknologi untuk memaksimalkan hasilnya dalam bentuk pengelolaan hama terpadu (PHT). Pengelolaan hama terpadu merupakan langkah yang sangat strategis dalam kerangka tuntutan masyarakat dunia terhadap berbagai produk yang aman dikonsumsi, menjaga kelestarian lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan yang memberikan manfaat antar waktu dan antar generasi. Salah satu teknologi yang dapat digunakan dalam PHT adalah pengendalian dengan tanaman inang yang tahan hama menggunakan kultivar-kultivar tanaman yang resisten terhadap hama, yang dikenal sebagai tanaman transgenik. Tanaman transgenik memiliki potensi untuk menjadi komponen integral dari PHT, karena memilki beberapa peluang untuk menghindari resiko terjadinya peledakan hama sekunder dan resistensi hama dengan memasukan tanaman refugia. Dengan berkembangnya teknologi rekombinan DNA telah membuka peluang untuk merakit tanaman tahan hama dengan rekayasa genetika, akan tetapi teknologi ini mempunyai beberapa keunggulan dan kelemahan terhadap lingkungan. Oleh karena itu apabila penggunaan tanaman transgenik dikombinasikan dengan teknologi lain dalam pengelolaan hama, maka kemungkinan faktor-faktor negatif akibat dari tanaman transgenik dapat diminimalisir, sehingga tanaman transgenik dapat digunakan sebagai salah satu teknologi dalam  pengelolaan hama terpadu. Kata Kunci: Pengelolaan hama terpadu, tanaman transgenik, teknologi
PENGGUNAAN KOTORAN AYAM DAN KULIT PISANG DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP POPULASI Daphnia sp. SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF ALAMI LARVA LELE (Clarias gariepenus) Romdah Romansyah
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i1.10184

Abstract

Budidaya merupakan suatu kegiatan pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan secara terkontrol untuk diambil manfaat/hasil panennya. Daphnia sp. bisa dilakukan budidaya dan merupakan pakan alami yang banyak digunakan dalam pembenihan ikan air tawar seperti Ikan lele. Salah satu usaha sumber makan Dapnia berasal dari kotoran ayam dan pelepah pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian kotoran ayam dan kulit buah pisang terhadap peningkatan populasi Daphnia sp. selama kultur. Parameter yang digunkan ialah kepadatan populasi Daphnia sp. Metode analisis dengan uji statistik one_way Anova yang diuji lanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan menggunakan Software Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 17.0. Penelitian dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, dengan perlakuan, pakan 0 gr/l, 2.5 gr/l, 4.5 gr/l, 6.5 gr/l dan 8.5 gr/l. Perlakuan 8,5 gram kotoran ayam 12 gram kulit buah pisang memberikan hasil terbaik pertumbuhan populasi Dapnia sp, dan dapat disimpulan bahwa kotoran ayam dan pelepah buah pisang berpengaruh terhadap peningkatan populasi Daphnia sp. Kata kunci : Kotoran Ayam, Kulit Pisang, Daphnia sp
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBASIS GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMAN 3 CIAMIS Muhammad Israj Adnan Rivaldo; Warsono Warsono; Agus Cahyadin
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i1.10268

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif (PTKK) yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Ciamis bersama guru pamong sebagai kolaborator pada mata pelajaran Biologi khususnya materi Evolusi kelas XII IPA 1. Penelitian ini berfokus kepada peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajas Siswa melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif berbasis Group Investigation (GI) baik dari ranah kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 20 siswa yang terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi dan post test. Observasi dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data penilaian aktivitas siswa, sedangkan hasil belajar untuk mengetahui kognitif siswa yang dilakukan pada saat Siklus I dan Siklus II. Berdasarkan hasil kegiatan pembelajaran, aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan dari semua aspek yang diamati, hal ini dapat dilihat pada rata-rata prosentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar 53,75% meningkat 27,50% pada siklus II menjadi 82,50%, sedangkan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari tiap siklusnya dengan nilai rata-rata siklus I sebesar 64,50 menjadi 79,50 pada siklus II dengan rentang prosentase ketuntasan pada siklua I sebesar 55% menjadi 75% pada siklus II. Hal ini membuktikan bahwa penerapan model Group Investigation (GI) dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
UPAYA MENINGKATKAN PROBLEM SOLVING SKILLS MELALUI PENERAPAN MODUL MUTASI GENETIK BERBASIS CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA SISWA IPA SMA Rani Purwati; Warsono Warsono; Agus Cahyadin
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i1.10170

Abstract

Problem solving merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki siswa untuk mengahdapi perubahan dan masalah yang kompleks di abad 21. Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan problem solving skills siwa kelas 12th menggunakan modul mutasi genetik berbasis creative poblem solving. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam dua siklus, dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2023. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap: perencanaan, pelaksanaa, observasi dan refleksi. Partisipan penelitian adalah 24 siswa kelas 12 SMA Negeri 3 Ciamis. Data penelitian diperoleh melalui tes problem solving skills, wawancara dan observasi aspek keterampilan dan sikap. Targer penelitian adalah naiknya rata-rata persentse setiap aspek sekitar 30%. Hasil penelitian menunjukkan persentasi rata-rata problem solving skills siswa naik dari 36,93% menjadi 85,68%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa modul mutasi genetik berbasis creative poblem solving dapat meningkatkan problem solving skills siswa.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XII MELALUI PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD PADA MATERI EVOLUSI Amanah Lista Puriasih; warsono warsono; Agus Cahyadin
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i1.10180

Abstract

Hasil observasi yang dilakukan pada kelas XII IPA 1 di SMA Negeri 3 Ciamis ditemukan adanya beberapa peserta didik yang mendapat nilai ulangan dibawah KKM yang telah ditetapkan sekolah. Hal tersebut terjadi karena faktor dari peserta didik itu sendiri ataupun proses pembelajaran yang kurang menarik dan membosankan sehingga peserta didik menganggap biologi sebagai pelajaran yang sulit dan berakibat kurangnya motivasi dalam belajar. Penggunaan media Flash card pada mata materi Evolusi merupakan suatu gagasan baru yang diharapkan dapat membantu memberikan motivasi agar dapat meningkatkan akitivas dan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dari observasi peserta didik dan hasil tes. Aktivitas peserta didik mengalami peningkatan selama dua siklus, pada siklus I yaitu 57%, pada siklus II meningkat 71%. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan persentase ketuntasan pada prasiklus yaitu 35%, pada siklus I yaitu 60% dan pada siklus II meningkat menjadi 80%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan media flash card dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada materi evolusi.Kata Kunci: Aktivitas, Evolusi, Hasil Belajar, Media Flash Card
Penerapan Mind mapping Sebagai Media Belajar Dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Biologi Kelas XII IPA 2 SMAN 3 Ciamis Lia Apriyani; Warsono Warsono; Agus Cahyadin
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i1.10159

Abstract

Penelitian tindakan kelas dengan menerapkan mind mapping sebagai media belajar memiliki tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa baik dari ranah kognitif, afektif mapun psikomotorik. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Ciamis dengan jumlah subjek sebanyak 24 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Observasi bertujuan untuk mendapatkan data penilaian aktivitas siswa, hasil belajar ranah afektif dan hasil belajar ranah psikomotorik. Sementara tes digunakan untuk mendapatkan hasil belajar kognitif yang dilakukan pada saat prasiklus, siklus I dan siklus II.Berdasarkan hasil analisis data pada siklus I aktivitas siswa mencapai 68,89%. Pada siklus II mencapai 78,79%. Hasil belajar siswa ranah kognitif siklus I memiliki persentase ketuntasan sebesar 67% meningkat di siklus II menjadi 86%. Hasil belajar siswa ranah afektif siklus I memiliki persentase 79,44% meningkat di siklus II menjadi 85,23% sementara hasil belajar siswa ranah psikomotorik siklus I mencapai 67,78% dan mengalami peningkatan di siklus II menjadi 76,52%, dengan hasil yang dicapai tersebut dapat dinyatakan tuntas dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan Mind mapping sebagai media pembelajaran mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa secara signifikan pada siswa kelas XII IPA 2 SMA Negeri 3 Ciamis.
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA FORMULATOR TARSIA BERBASIS SCAFFOLDING PADA MATERI EVOLUSI KELAS XII SMAN 3 CIAMIS Anne Novia Fitri; Warsono Warsono; Agus Cahyadin
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i1.10181

Abstract

Penelitian ini merupakan suatu penelitian tindakan kelas yang menggunakan dua siklus dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Evolusi di kelas XII IPA 3 SMA Negeri 3 Ciamis melalui penggunaan media Formulator Tarsia berbasis Scaffolding.  Subjek penelitian adalah siswa kelas XII IPA 3 SMA Negeri 3 Ciamis Semester Genap Tahun Pelajaran 2022/2023. Objek penelitian adalah aktivitas dan hasil belajar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada siklus pertama, aktivitas belajar siswa yang meliputi indikator kegiatan visual, kegiatan lisan, kegiatan mendengarkan, kegiatan menulis, dan kegiatan motorik tergolong cukup baik dengan perolehan skor rata-rata 72% dan meningkat menjadi 80% yang tergolong kategori baik pada siklus kedua. Kemudian, hasil observasi belajar yang dilakukan pada siklus pertama tergolong cukup baik dengan perolehan skor rata-rata 66% dan meningkat menjadi 80% pada siklus kedua yang tergolong kategori baik. Dengan demikian, aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Evolusi dapat ditingkatkan dengan menggunakan media Formulator Tarsia berbasis Scaffolding.Kata Kunci: Formulator Tarsia, Scaffolding, Aktivitas belajar, Hasil belajar 
IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN BERPIKIR KREATIF Yani Yani; Tiffany Nurul Fajra; Lia Yulisma
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 1 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i1.10161

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa rendah. Model yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif adalah Problem Based Learning.Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi model Problem Based Learningterhadap kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa. Jenis penelitian ini Penelitian Tindakan Kelas Kolaborasi. Desain penelitian menggunakan posttest only design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIB berjumlah 32 orang. Pemilihan subjek penelitian secara random sampling. Prosedur terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Sumber data dari wawancara, posttest, dan dokumentasi pembelajaran. Sedangkan teknik analisis data menggunakan triangulasi metode. Berdasarkan hasil penelitian, pada variabel kemampuan berpikir kritis, rata-rata nilai posttest mengalami peningkatan pada siklus 1 sebesar 68,44%, siklus 2 sebesar 79,69%. Sedangkan pada variabel kemampuan berpikir kreatif rata-rata nilai posttest secara klasikal mengalami peningkatan pada siklus 1 sebesar 72,08%, siklus 2 sebesar 84,79%. Simpulan dari penelitian ini adalah implementasi model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Ciamis.Kata Kunci: Berpikir Kritis, Berpikir Kreatif, Model Problem Based Learning, Sistem Ekskresi
Pengaruh Pengaplikasian Pupuk Organik Cair Kulit Pisang dan Air Cucian Beras terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau Dicky Armanda; Enni Halimatussa’diyah Pakpahan; Alimatusakdia Panggabean
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 2 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i2.11064

Abstract

Pada penelitian ini akan dikaji pertumbuhan tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) dalam pengaruhnya dengan pemberian pupuk cair berbahan dasar kulit pisang dan air cucian beras. Pupuk organik cair (POC) plus air sederhana, pupuk organik cair (POC) dengan diberikan campuran air beras, dan air murni atau biasa adalah tiga bahan yang diuji. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk organik cair kulit pisang kepok terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi  Sumatera Utara. Selama 2 minggu, mulai dai tanggal 14-26 April 2023. Penelitiann menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 2 kali pengulangan, yaitu P0 = tanpa pupuk dan tanpa disiram apapun(Kontrol), P1 = hanya disiriam menggunakan air biasa tanpa campuran pupuk, P2 = Pupuk organik cair (POC) kulit pisang kepok dengan campuran air biasa, P3 = Pupuk organik cair (POC) kulit pisang kepok dengan menggunakan campuran air beras. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, dan jumlah dauni. Penelitian didapatkan bahwa perlakuan P0 tanaman hanya memiliki tinggi 8cm dan memiliki daun yang berjumlah 10 lembar daun, P1 tanaman memiliki tinggi 10cm dengan jumlah daun 11 lembar, P2 tanaman memiliki tinggi 12cm dengan daun berjumlah 11 lembar, dan P3 tanaman memiliki tinggi 14cm dengan daun berjumlah 18 lembar daun. Hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan P3 memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan Kata Kunci:  Kacang hijau, Kulit pisang kepok, Pupuk Organik Cair (POC).
Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Siswa Materi Sistem Ekskresi dengan Metode Praktikum Surya Fuji Rahayu; Maria Ulfah; Ferina Agustini; Yustina Kusumawati
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 11, No 2 (2023): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v11i2.11053

Abstract

Materi sistem ekskresi merupakan materi yang bersifat kontekstual dan abstrak. Praktikum dapat memberikan gambaran yang kongkrit tentang suatu peristiwa dan melalui kegiaan praktikum siswa dapat mengembangkan pemikiran mereka secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aspek kognitif peserta didik dengan metode praktikum. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yaitu penelitian yang berbasis pada permasalahan dari kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-H  SMP Negeri 6 Semarang yang berjumlah 31 siswa. Hasil penelitian menunjukan dengan penggunaan metode praktikum dapat meningkatkan kognitif peserta didik pada materi sistem ekskresi hal ini dibuktikan dengan hasil nilai kognitif peserta didik menunjukan adanya peningkatan nilai kognitif pada pembelajaran siklus 1 yaitu 8,64% dan peningkatan nilai pada siklus II dan III sebesar 16,31%.

Page 6 of 12 | Total Record : 114