JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga)
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) merupakan jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian, studi kasus, dan articles review di bidang Teknik Elektro. JITEL diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung dengan frekuensi terbitan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Maret dan September. JITEL telah teregistrasi dengan ISSN 2774-7972 (versi cetak) dan ISSN 2775-6696 (versi elektronik). Setiap artikel yang diterbitkan memiliki Digital Object Identifier (DOI) dari Crossref dengan prefiks 10.35313. Topik artikel yang diterima di JITEL mencakup dan tidak terbatas pada bidang: (1) Telekomunikasi meliputi Antena dan Perambatan Gelombang, Modulasi dan Pemrosesan Sinyal, Komunikasi Nirkabel dan Seluler, Teori dan Pengkodean Informasi, Komunikasi Elektronik dan Gelombang Mikro, Pencitraan Radar, Platform Terdistribusi, Jaringan dan Sistem Komunikasi, Layanan Telematika, Jaringan Keamanan, Komunikasi Radio, dan Internet of Things (IoT); (2) Elektronika meliputi Sistem Kendali, Mekatronika, Robotika, Optimasi Kendali, Sistem Tertanam, Kendali Terdistribusi, Kendali Cerdas, Kecerdasan Buatan, Instrumentasi Industri, Elektronika Optik, Material Elektronika, dan Jaringan Sensor; serta (3) Listrik Tenaga meliputi Otomasi Tenaga Listrik, Mesin Listrik, Elektronika Daya, Pembangkit Listrik, Transmisi dan Distribusi, Kualitas Daya, Energi Terbarukan, Kendaraan Listrik, Isolasi Tegangan Tinggi, Peralatan Tegangan Tinggi, Deteksi dan Perlindungan Petir, Analisis Sistem Tenaga, Perlindungan Sistem Tenaga, SCADA, dan Pengukuran Listrik.
Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 3: September 2024"
:
8 Documents
clear
Perancangan dan realisasi BPF trisection hairpin dengan kopling silang campuran pada frekuensi tengah 9,47 GHz
Salsabila, Nabila Zahra;
Sulaeman, Enceng
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 4 No. 3: September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/jitel.v4.i3.2024.177-184
Bandpass filter (BPF) merupakan alat dalam sistem telekomunikasi yang berfungsi melewatkan sinyal dengan rentang frekuensi yang dibutuhkan dan meredam atau menahan sinyal dengan rentang frekuensi di luarnya. Dalam karya sebelumnya telah dilakukan realisasi bandpass filter pada frekuensi X-Band, akan tetapi dalam hasil pengukuran realisasi bandpass filter masih terdapat parameter yang belum sesuai dengan spesifikasi. Maka dari itu, pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan sebuah bandpass filter yang bekerja dalam frekuensi 9200-9700 MHz dengan frekuensi tengah 9470 MHz. menggunakan metode trisection berbasis hairpin resonator dengan kopling silang campuran. Bandpass filter pada penelitian ini telah dirancang dengan software AWR Design Environment 2009 dan direalisasikan menggunakan substrat Roger Duroid 5880 dengan spesifikasi insertion loss passband kurang dari 2 dB, return loss passband lebih dari 14 dB, dan bandwidth sebesar 500 MHz. Telah diperoleh hasil realisasi bandpass filter dengan menggunakan casing pada frekuensi 9290-9680 MHz dengan frekuensi tengah 9485 MHz dan bandwidth 390 MHz yang belum memenuhi spesifikasi. Insertion loss passband yang diperoleh sebesar 2,5 dB dan return loss passband yang diperoleh sebesar 7,9 dB yang mana keduanya pun belum memenuhi spesifikasi. Bandpass filter metode trisection hairpin resonator dengan kopling silang campuran berhasil dirancang dan direalisasikan dengan menghasilkan dua buah transmission zeroes.
Analisis kelayakan performansi optical distribution point (ODP) pada optical network terminal (ONT) berdasarkan splitter 1:8
Wayoi, Cahya Muzaki;
Alam, Syah;
Surjati, Indra
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 4 No. 3: September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/jitel.v4.i3.2024.209-220
Teknologi yang semakin canggih menyebabkan kebutuhan manusia akan kecepatan data sangat tinggi untuk memberikan keseimbangan terhadap teknologi. Upaya untuk menunjang teknologi tersebut menggunakan teknologi Fiber to The Home (FTTH) sebagai transmisinya. Lokasi wilayah yang menggunakan teknologi FTTH tersebut berada di daerah Padalarang, Bandung Barat. Penelitian ini menganalisa serat optik dengan penggunaan splitter 1:8 melalui metode perhitungan Power Link Budget, pengukuran alat menggunakan Optical Power Meter (OPM), serta digunakan aplikasi simulasi Optisystem dan Google Earth. Hasil penelitian didapatkan receive sensitivity Power Link Budget sebesar -16,78 dBm untuk ODP dan -18,79 dBm untuk ONT. Terdapat selisih sebesar 9,18% antara hasil pengukuran dan perhitungan menggunakan metode Power Link Budget pada ODP, sebesar 7,5% antara pengukuran dan perhitungan menggunakan metode Power Link Budget pada ONT, sebesar 3,78% antara pengukuran dengan hasil simulasi Optisystem pada ODP, sebesar 1,97% antara pengukuran menggunakan OPM dengan hasil simulasi Optisystem pada ONT. Berdasarkan pemantauan kelayakan performansi jaringan yang dilakukan selama 2 minggu, didapatkan nilai rata-rata receive sensitivity untuk ODP sebesar -18,32 dBm. Pada ONT dilakukan pengukuran pada port 4,6, dan 8 di perangkat ODP menghasilkan nilai receive sensivity sebesar -19,35 dBm, -20,26 dBm, dan -20,95 dBm. Hal ini menunjukkan bahwa nilai telah memenuhi standar ITU-T G.984, yakni Pr lebih dari -27 dBm. Performansi jaringan Fiber to The Home yang dilakukan di daerah Padalarang, Bandung Barat sesuai PT. Telkom berdasarkan pengukuran yang dilakukan.
Rekonfigurasi jaringan dan penambahan trafo sisip pada jaringan radial menggunakan algoritma genetika
Priyatama, Muhammad Raka;
Busaeri, Nundang;
Risnandar, Muhammad Aris
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 4 No. 3: September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/jitel.v4.i3.2024.185-194
Seiring dengan berkembangnya teknologi, kebutuhan akan energi listrik terus meningkat, maka kebutuhan energi listrik perlu dipenuhi dengan diiringi kualitasnya yang baik. Masalah yang muncul di Indonesia yaitu topologi jaringan distribusi yang berbentuk radial dan memiliki kekurangan yaitu adanya nilai jatuh tegangan (drop voltage) pada bus yang berada jauh dari sumber sehingga dapat mengakibatkan kualitas tegangan pada pelanggan paling akhir akan menerima kualitas tegangan paling rendah. Pada penilitian ini menggunakan jaringan IEEE 33 bus yang telah dimodifikasi dengan menambahkan jaringan tegangan rendah (TR) yang terdapat trafo distribusi dalam proses analisis penambahan trafo sisip. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suatu jaringan distribusi radial yang akan dioptimasi untuk mendapatkan nilai tegangan yang optimal pada sistem menggunakan algoritma genetika (AG) dan penambahan trafo sisip yang akan dihitung kembali perhitungan dayannya menggunakan Backward Forward Sweep (BFS) pada software MATLAB R2023a dan divalidasi menggunakan software ETAP 19.0.1. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa dengan menggunakan algoritma genetika untuk merekonfigurasi jaringan sistem tenaga listrik radial dapat meningkatkan nilai tegangan sebesar 0,012008 p.u atau 0,241 kV pada jaringan TM dan 0,009332 p.u atau 3,732 V untuk jaringan TR. Sedangkan untuk penambahan trafo sisip dapat meningkatkan tegangan berdasarkan dengan kapasitas trafo apabila semakin besar kapasitas trafo terpasang maka peningkatan nilai tegangan semakin besar.
Analisis kondisi tunak dan simulasi konverter DC-DC buck-boost
Muhammad Ilman, Sofyan;
Ariefka Septian Putra, Febi
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 4 No. 3: September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/jitel.v4.i3.2024.231-238
Energi baru terbarukan mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama pada teknologi yang ada pada konverter. Dengan mengalisis operasi kerja dari suatu konverter tersebut, maka kita dapat mengetahui karakteristik dari konverter. Pada penelitian ini penulis melakukan analisis keadaan tunak tegangan keluaran pada konverter DC-DC buck-boost yang mana konverter ini memiliki dua mode kerja saat mengatur besarnya persentase dari duty cycle. Tahap pertama yang dilakukan adalah mencari persamaan ketika sakelar konverter dalam kondisi ON dan OFF kemudian dimodelkan dalam persamaan kirchhoff voltage law (KVL) yang kemudian ketika persamaan tersebut diperoleh, maka tahap selanjutnya adalah mensubtitusikan persamaan KVL ketika sakelar ON dan OFF dalam waktu satu periode kemudian mengintegralkan dan menyederhanakannya. Sebagai bentuk validasi dari penurunan persamaan tersebut maka dilakukan simulasi menggunakan software PSIM. Hasil yang diperoleh adalah ketika tegangan pada induktor dengan waktu switching nol sampai Ton adalah sebesar Vs dan ketika waktu switching Ton sampai T sebesar -Vo, dan ketika duty cycle dibawah 50% konverter akan sebagai mode buck, ketika duty cycle diatas 50% konverter akan sebagai mode boost.
Perkembangan concentrated solar cells (CSC) untuk meningkatkan efisiensi energi matahari menuju energi bersih dan berkelanjutan
Yusuf, Reggina Aulia;
Setianingsih, Putri Indah Ayu;
Hernawan, Ashilah Diandra;
Deviany, Deviany;
Yusupandi, Fauzi;
Suryanto, Ido;
Armanda, Selvy;
Yusadetama, Ega Amoret;
Corrysha, Jihan Luthfi;
Nugraha, Dea Amanda;
Afriliza, Tiara Fitri;
Alhanif, Misbahudin
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 4 No. 3: September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/jitel.v4.i3.2024.195-208
Dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, sel surya menjadi salah satu potensi energi terbarukan yang menjanjikan, terutama di wilayah dengan intensitas cahaya matahari yang tinggi seperti di Indonesia. Berbagai jenis sel surya telah banyak dikembangkan, mulai dari generasi pertama hingga generasi ketiga sebagai era baru dalam perkembangan teknologi sel surya. Concentrated Solar Cell (CSC) memunculkan harapan baru dalam pemanfaatan energi surya. Konsep dasar CSC melibatkan penggunaan lensa atau cermin konsentrator untuk meningkatkan intensitas cahaya matahari yang mencapai sel surya. Dengan memanfaatkan efek fotovoltaik pada material semikonduktor, CSC dapat meningkatkan efisiensi konversi energi matahari menjadi listrik. Mekanisme kerja CSC tidak hanya mengurangi jumlah sel yang diperlukan, tetapi juga memungkinkan desain multi-junction tandem yang lebih efisien, menggunakan bahan dan proses produksi yang umumnya mahal namun menjadi lebih terjangkau melalui penggunaan CSC. Berdasarkan ulasan analisis siklus hidup (LCA) yang dilakukan beberapa peneliti, CSC menunjukkan keunggulan dalam pengurangan material terbatas, seperti germanium (Ge) dan gallium (Ga), yang mendukung keberlanjutan pada skala besar. Keunggulan ini memberikan gambaran lebih luas tentang dampak positif CSC terhadap penurunan ketergantungan pada sumber daya yang langka dan peningkatan keberlanjutan di sektor energi.
Analisis pengaruh harmonisa dalam implementasi pengaturan tegangan berbasis dimmer Arduino pada motor AC
Jakariya, Jakariya;
Eliana, Bella
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 4 No. 3: September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/jitel.v4.i3.2024.221-230
Motor listrik AC memiliki karakteristik tidak bisa dikontrol ketika dihubungkan pada sumber beban sehingga motor tersebut langsung bekerja secara maksimal dengan putaran nominal. Normalnya ketika berjalan motor listrik akan menyerap arus sebanyak dua sampai tiga kali dari arus nominalnya sehingga bisa membuat MCB trip jika digunakan dalam aplikasi skala kecil. Adapun tujuan penelitian ini adalah melakukan pengaturan tegangan dengan menggunakan dimmer Arduino sehingga ketika dihubungkan dengan sumber tegangan motor mampu untuk disuplai tegangan secara bertahap. Dimmer Arduino sendiri merupakan rangkaian kontrol tegangan berdasarkan TRIAC dimana penggunaan komponen elektronika daya ini akan menyebabkan harmonisa, dimana efek dari harmonisa ini membuat penambahan rugi-rugi pada motor listrik. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan melihat dampak aplikasi dimmer Arduino pada motor AC pompa air skala laboratorium. Adapun metodologi penelitian yang digunakan adalah dengan melakukan percobaan eksperimental dimmer Arduino dirancang pada box tertentu kemudian motor pompa air 1 fasa dilakukan pengujian sebelum dan sesudah pemasangan dimmer untuk melihat parameter kinerjanya menggunakan alat ukur Power Quality meter Fluke 434. Hasilnya berdasarkan level tegangan yang diatur dari 50 V sampai 213 V dengan harmonisa tertinggi berada pada tegangan 50 V sebesar 100,3% dan terendah pada tegangan 213 V 20%. Dengan kondisi ideal, motor dikontrol pada tegangan 115 V menghasilkan kinerja penyaluran air 0,128 L/s dengan daya 74,75 Watt.
Starting of three phase permanent magnet synchronous motor using BLDC motor driven
Darwati, Endang
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 4 No. 3: September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/jitel.v4.i3.2024.239-246
Three phase permanent magnet motor has many advantages including simple construction that makes it easy to maintain, has dynamic performance, high power density, reliability and durability. Permanent magnet motors can be operated as stepper motors, brushless direct current motor (BLDCM) and synchronous motor without having to change the three-phase driver motor circuit. The BLDCM are supplied with square or trapezoidal voltages, while the synchronous motor are supplied with sinusoidal voltages. The synchronous motor have advantages in terms of torque and power efficiency but cannot operate from a stationary condition, so it requires starting techniques to run it. The starting technique in this paper is the motor initially operated as the BLDCM until it approaches the desired synchronous frequency then moves into the synchronous generator for a while and then becomes the synchronous motor. The frequency of the motor and the phase difference between the stator field and the rotor field are critical points for this operating displacement. When the stator field precedes the rotor field, the displacement is smooth and the displacement time is very short, that is 1 second. Whereas when the stator field is left behind from the rotor field, the motor experiences a moment of jerking during its displacement and takes 3 seconds.
Perancangan sistem pertanian vertikal terintegrasi panel surya berbasis Internet of Things (IoT)
Dika, Dika Satria;
Eka Subagja, Fajar;
Alif Ramdhan, Muhammad;
Al-Firdaus, Muhammad Faqih;
Khoirunnisa Antika Putri, Aninda;
Santoso, Dian Budhi
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 4 No. 3: September 2024
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/jitel.v4.i3.2024.247-256
Kabupaten Karawang memiliki luas panen sayur yang besar mencapai sekitar 1,4 juta hektar dengan total hasil panen sekitar 4,4 juta kg per tahun. Namun, hasil panen petani karawang kurang optimal akibat kekeringan lahan pertanian. Kekeringan ini yang sering dipicu oleh kejadian ekstrim seperti El-Nino yang memiliki dampak signifikan terhadap sektor pertanian. Seperti contoh, kekeringan ini telah menyebabkan sekitar 400 hektar lahan pertanian di kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, mengalami krisis air yang mengancam gagal panen. Untuk mengatasi tantangan ini, solusi yang diusulkan adalah perancangan pertanian vertikal cerdas dengan mengintegrasikan teknologi AI, IoT, dan solar cell (agrivoltaics). Tujuan dari sistem ini adalah mengurangi dampak sinar matahari langsung pada tanaman dan memberikan pemantauan serta pengelolaan yang lebih baik melalui penggunaan teknologi otomatis dan real-time. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan agrivolatics dapat mencegah paparan sinar matahari pada siang hari untuk menghindari keringnya daun tanaman dan menghindari kekeringan pada tanah pertanian dengan penghalauan matahari pada jam 11.00-14.00 WIB. Pada pengujian suhu dan kelembaban udara diperoleh perbandingan rata-rata suhu dan kelembaban udara yaitu suhu menggunakan agrivoltaics 36°C dan kelembaban 44% dan tidak menggunakan agrivolatics diperoleh suhu 36°C dan kelembaban 44%. Kemudian pada pengujian kelembaban tanah menggunakan sensor soil moisture diperoleh persentase penurunan 30% dan kelembaban tanah tidak menggunakan sistem agrivoltaics mendapatkan persentase penurunan 36%. Dari data yang dihasilkan dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem agrivoltaics dapat mencegah kekeringan yang diakibatkan oleh El-nino.