cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285722923393
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Prodi Pengembangan Kurikulum, Gedung Sekolah Pascasarjana UPI Lt. 6 Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : -
curriculum development; curriculum design; curriculum implementation; curriculum evaluation; instructional development; model of instructional; media of instructional; evaluation of instructional
Articles 295 Documents
Day Care Management Course Design Based on OBE and PjBL for Teacher Education of Early Childhood Education Program Azizah Muis; Laksmi Dewi
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.35713

Abstract

Sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembelajaran, kurikulum perguruan tinggi terus diinovasikan untuk mencapai tujuan SDGs. Outcome-based Education (OBE) dan model Project-Based Learning (PjBL) merupakan strategi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan pendidikan dan pembelajaran di perguruan tinggi. Artikel ini mendeskripsikan tentang desain pengembangan mata kuliah Pengelolaan Taman Penitipan Anak (TPA) yang berbasis pada OBE dengan PjBL pada Program Studi S1 PG-PAUD. Rancangan pengembangan mata kuliah yang dijabarkan melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dapat ditetapkan dan dikembangkan oleh dosen secara mandiri atau bersama dalam kelompok keahlian suatu bidang ilmu pengetahuan dan/atau teknologi dalam PS. Rancangan ini merumuskan capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), sub-CPMK, dan analisis mata kuliah. Metode pembelajaran menggunakan model PjBL yang dirumuskan dalam enam tahapan, yaitu: (1) pendahuluan, (2) pertanyaan pendorong, (3) penyelidikan berkelanjutan, (4) refleksi pengalaman, (5) analisis dan revisi proyek, dan (6) penyajian proyek. Model tersebut menjadi sebuah inovasi kurikulum yang dapat meningkatkan profesionalisme lulusan S1-PGPAUD dalam mengelola TPA.Kata Kunci: Outcome-based Education; Project-Based Learning; Taman Penitipan Anak; S1 PG-PAUDAbstractTo improve the quality of education and learning services in universities, improvement of the curriculum is done continuously to achieve the goals of the SDGs. Outcome-Based Education (OBE) and project-based learning (PjBL) models are innovative instructional strategies to advance education and learning in higher education. This article describes the development design of Daycare Management courses based on OBE and PjBL Models in a bachelor's degree of Early Childhood Education Department. The course development plan can be determined and developed by the lecturers independently or together in a team of experts in the same fields of science and technology in the study program. The model includes determining graduate learning outcome (GLO), course learning outcome (CLO), subject learning outcome (sub-CLO), and course analysis. The learning method uses the PjBL model is formulated in six stages, namely: (1) introduction, (2) prompting questions, (3) ongoing investigation, (4) reflection on experience, (5) project analysis and revision, and (6) project presentation. This model becomes a curriculum innovation that can improve the professionalism of undergraduate students in managing daycare.
Evaluasi Pembelajaran Berbasis E-Learning Pada Jenjang Pendidikan Tinggi Fitria Fii Silmi Kaaffah Kamilia; Dinn Wahyudin
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.37310

Abstract

Perkembangan teknologi menyebabkan perubahan pada pola pengajaran yang dilakukan di sejumlah lembaga pendidikan. E-learning sebagai moda pembelajaran yang dianggap efektif dalam meningkatkan kualitas belajar dan meningkatkan keterampilan digital pendidik dan juga peserta didik. Namun, saat ini manfaat dari mengadopsi sistem e-learning dalam pembelajaran di pendidikan tinggi masih belum terealisasi sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur berupa artikel jurnal dan prosiding yang diterbitkan pada rentang tahun 2011-2021 mengenai model evaluasi pembelajaran berbasis e-learning pada perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif untuk mencari fakta mengenai kerangka instrumen evaluasi yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas e-learning pada lembaga pendidikan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen penting dalam menyusun kerangka instrumen evaluasi e-learning mencakup: (1) keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan alat, (2) hakikat pedagogik pada pembelajaran elektronik, (3) ketersediaan sistem dukungan atau tenaga ahli teknis yang memiliki kemampuan khusus dalam mengelola platform e-learning, (2) keterampilan khusus dalam penggunaan e-learning, (5) pengaruh efikasi pengguna e-learning terhadap keberhasilan pelaksanaan pembelajaran.   Technological developments have led to changes in the pattern of teaching carried out in several educational institutions. E-learning is a learning tool that is considered an effective system to improve the quality of learning and improve educators' and students' digital skills. However, currently, the benefits of adopting an e-learning system in learning in higher education are still not fully realized. This study aims to analyze the literature in journal articles and proceedings published in the 2011-2021 range regarding the evaluation model of e-learning-based learning in universities. The research method used is descriptive qualitative to find facts about the framework of the evaluation instrument used to evaluate the effectiveness of e-learning in higher education institutions. The results of the study indicate that the essential components in developing the framework of the e-learning evaluation instrument include: (1) the involvement of various parties in the development of the tool, (2) the pedagogic nature of electronic learning, (3) the availability of a support system or technical experts who have special abilities in managing the e-learning platform, (2) specific skills in the use of e-learning, (5) the effect of e-learning user efficacy on the successful implementation of learning.
Mengembangkan kompetensi global melalui Model Service Learning Yoga Adi Pratama
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44216

Abstract

The 21st century, with all its technological developments and globalization, had succeeded in removing barriers between countries, cultures, and races, thus forcing us to be able to live side by side with other individuals with different backgrounds. Nevertheless, not everyone had a high sensitivity to these individual differences. This study aimed to examine global competence as one of the skills that can help people live in harmony with the intercultural atmosphere and investigate service learning as an innovation in building global competence. This research used a literature study method by analyzing several studies related to the topic of discussion, which was worldwide competence and service learning. Researchers used secondary data sources. The study results showed that the service-learning model was suitable for building students' global competencies because the service-learning mode’s syntax, preparation, action, reflection, and celebration followed global competency indicators. Furthermore, the service-learning model was considered appropriate because this model provided opportunities for students to take real action in providing services in the community. The conclusion was the service-learning model was considered capable of internalizing global competencies because this model was service-based, which would make students act in real terms to create service solutions to create a harmonious life. AbstrakAbad ke-21 dengan segala perkembangan teknologi dan globalisasinya berhasil menghilangkan sekat antar negara, budaya, dan ras, sehingga memaksa kita untuk hidup berdampingan dengan berbagai individu yang memiliki latar belakang yang berbeda. Meskipun begitu, tidak semua orang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perbedaan individu tersebut. Tujuan studi ini adalah mengkaji kompetensi global sebagai salah satu keterampilan yang dapat membantu orang-orang untuk hidup harmonis dengan suasana interkultural dan untuk menelisik inovasi pembelajaran model service learning dalam membangun kompetensi global. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dengan menganalisis beberapa kajian yang berkaitan dengan topik pembahasan yaitu kompetensi global dan service learning. Peneliti menggunakan sumber data sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa model service learning cocok untuk membangun kompetensi global peserta didik, karena sintak dalam model service learning yaitu preparation, action, reflection, dan celebration sesuai dengan indikator kompetensi global. Lebih lanjut, model service learning dipandang tepat karena model ini memberikan kesempatan peserta didik untuk melakukan aksi nyata dalam memberikan pelayanan di masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah model service learning dipandang mampu menginternalisasikan kompetensi global karena model ini berbasis pelayanan yang akan membuat peserta didik bertindak secara nyata membuat solusi pelayanan untuk menciptakan kehidupan yang harmonis.Kata Kunci: Abad ke-21; kompetensi global; model service learning
Peningkatan Pembelajaran Melalui Media Pembelajaran Video Animasi untuk Sekolah Dasar Azzahra Hita; Alka Febby Alya Shifa; Muhammad Raffy Maulana Gumelar
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 1 (2021): Inovasi Kurikulum, February 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i1.42680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan media pembelajaran video animasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa, (2) mengetahui kelayakan dari media pembelajaran video animasi melalui validasi para guru, dan (3) mengetahui keefektifan dari media pembelajaran video animasi yang diterapkan pada kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Jambi. Subjek pada penelitian ini adalah 35 siswa kelas IV, sebagai kelas uji coba. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas yang dikembangkan Kemmis dan Mc Taggart (1992:11). Metode tersebut dilakukan dari langkah pertama hingga keempat, yaitu: (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Uji keefektifan menggunakan tehnik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Keefektifan media video animasi guna meningkatkan motivasi, menarik perhatian, meningkatkan pemahaman, meningkatkan hasil belajar siswa, dan tujuan pembelajaran pun dapat tercapai dengan sesuai dengan yang diinginkan. Efektivitas dilihat dari skor hasil presentasi ketuntasan nilai siswa yang ada pada tahapan pra siklus, tahapan siklus I, kemudian dilanjut dengan tahapan kegiatan pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi layak digunakan untuk pembelajaran di jenjang pendidikan sekolah dasar. Hasil uji kelayakan media pembelajaran video animasi melalui validasi guru pada uji coba lapangan operasional pada kategori “Baik”. Terdapat perbedaan yang signifikan dari skor hasil presentasi ketuntasan nilai siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran video animasi dalam proses belajar mengajar.Kata Kunci: Pengembangan; Media Video Animasi; Karakter Kerja Keras AbstractThis study aims to (1) develop animated video learning media to improve student learning outcomes, (2) determine the feasibility of animated video learning media through teacher validation, and (3) determine the effectiveness of animated video learning media applied to class IV in Jambi City State Islamic Madrasah. The subjects in this study were 35 fourth grade students, as a test class. This research and development uses the Classroom Action Research Method developed by Kemmis and Mc Taggart (1992: 11). The method is carried out from the first to the fourth step, namely: (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. The effectiveness test uses data collection techniques in the form of observation, interviews, tests, and documentation. The effectiveness of animated video media to increase motivation, attract attention, increase understanding, improve student learning outcomes, and learning objectives can be achieved as desired. Effectiveness can be seen from the scores of students' completeness presentation results at the pre-cycle stage, the first cycle stage, then continued with the activity stages in the second cycle. The results of the study indicate that the animated video learning media is feasible to use for learning at the elementary school level. The results of the feasibility test of animated video learning media through teacher validation in operational field trials in the "Good" category. There is a significant difference in the results of the presentation of students' completeness scores between before and after using animated video learning media in the teaching and learning process
Pengaruh Media Pembelajaran Flashcard terhadap Kemampuan Membaca Anak Disleksia Nur Laili Maghfiroh; Ariga Bahrodin
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 1 (2022): Inovasi Kurikulum, February 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i1.39571

Abstract

Membaca merupakan kemampuan dasar yang sangat penting harus dimiliki oleh siswa dalam mencari ilmu, karena buku adalah sumber pengetahuan ketika siswa belajar. Dalam beberapa kasus, terdapat siswa yang mengalami disleksia yang mempengaruhi kemampuan membaca anak, sehingga guru harus berupaya mengatasi hal tersebut salah satunya dengan menggunakan media flashcard dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media flashcard terhadap kemampuan membaca anak disleksia di MI Darul Ulum 1 Sumberpenganten Jogoroto Jombang. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat pengaruh antara media pembelajaran flashcard terhadap kemampuan membaca anak disleksia di MI Darul Ulum 1 Sumberpenganten Jogoroto Jombang. Dari hasil analisis data menunjukkan pengaruh baik penggunaan media flashcard terhadap kemampuan membaca anak disleksia di MI Darul Ulum Sumberpenganten Jogoroto Jombang. Penggunaan media pembelajaran flashcard yang penuh dengan warna dan bergambar memberikan pengaruh dalam meningkatkan kemampuan membaca anak disleksia karena dapat menarik minat membaca anak.Kata Kunci: disleksia; flashcard; membaca AbstractReading is a very important basic skill that must be possessed by students in seeking knowledge, because books are a source of knowledge when students learn. In some cases, there are students who experience dyslexia which affects children's reading skills, so teachers must try to overcome this, one of them is by using flashcard media in the learning process. This study aims to determine the effect of using flashcard media on the reading ability of dyslexic children at MI Darul Ulum 1 Sumberpenganten Jogoroto Jombang. This type of research is correlational research using a quantitative approach. Based on the results of the study, it was found that there was an influence between flashcard learning media on the reading ability of dyslexic children at MI Darul Ulum 1 Sumberpenganten Jogoroto Jombang. From the results of data analysis shows the good influence of the use of flashcard media on the reading ability of dyslexic children at MI Darul Ulum Sumberpenganten Jogoroto Jombang. The use of flashcard learning media that is full of colors and pictures has an influence in improving the reading ability of dyslexic children because it can attract children's reading interest.
Perbandingan Tingkat Efektivitas Website SIAK dengan Penilaian Manual pada Mahasiswa UPI Gilbert Lumayan; Rafiola Nursani; Aisyah Argyanti
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 1 (2022): Inovasi Kurikulum, February 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i1.41321

Abstract

Penilaian adalah suatu sistem pengumpulan data yang ditujukan untuk melakukan pengukuran terhadap baik atau tidaknya kemampuan seorang peserta didik, di dalam artikel ini ditujukan untuk mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan tingkat kenyamanan penggunaan website SIAK dengan penilaian manual di kalangan mahasiswa UPI. Portal SIAK Mahasiswa UPI merupakan satu-satunya layanan akademik untuk mahasiswa UPI yang memuat seluruh aktivitas utama administrasi akademik. Sebagaimana diketahui, bahwa SIAK adalah salah satu contoh dari pemanfaatan teknologi yang memiliki banyak fungsi, yang salah satunya adalah sebagai penilaian kepada mahasiswa serta Para dosen dapat menginput nilai yang telah mereka pertimbangkan ke SIAK tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara kepada mahasiwa yang menggunakan SIAK. Hasil dari penelitian menujukan bahwa sebanyak 71,4 persen menilai bahwa penilaian online lebih efektif dibandingkan dengan penilaian manual. Hal ini didasari mulai dari privasi yang didapatkan dalam penilaian online sampai dengan kemudahan dalam penggunaannya, akan tetapi masih terdapat kekurangan dalam website SIAK ini dan diharapkan hal ini dapat menjadi masukan untuk pengembangan SIAK kedepannya dalam berproses menjadi lebih baik.Kata Kunci: SIAK; UPI; Mahasiswa; Website AbstractAssessment is a data collection system that aims to measure whether or not the ability of a student is good, in this article it is intended for students. The purpose of this study was to compare the level of comfort in using the SIAK website with manual assessments among UPI students. The UPI Student SIAK Portal is the only academic service for UPI students that contains all the main activities of academic administration. As it is known that SIAK is one example of the use of technology that has many functions, one of which is as an assessment for students and students can assess what they have considered for the SIAK. The research method used is qualitative, with data collection techniques, namely interviews with students who use SIAK. The results of the study itself showed that as many as 71.4 percent considered that online assessments were more effective than manual assessments. This starts from the privacy obtained in the online assessment to the ease of use, but there are still shortcomings in this SIAK website and it is hoped that this can be input for the development of SIAK in the future in a better process.
Media sosial sebagai inovasi pada model PjBL dalam implementasi Kurikulum Merdeka Alfin Anwar
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44230

Abstract

In the current post-Covid-19 pandemic, one solution for improving education is learning with a Project-based Learning (PjBL) model. PBL, as a teaching model built on learning activities and actual assignments, is considered very suitable to the conditions and needs of Indonesian education today, so this model was later developed in the concept of an independent curriculum. However, in the process, the PjBL learning model is still considered ineffective because teachers do not have sufficient knowledge and skills to make exciting and appropriate media. So, the PjBL model learning in the independent curriculum still requires innovation so that the learning process can take place effectively and efficiently. This study aimed to see the use of social media as an innovation in increasing the effectiveness and efficiency of the PjBL learning model in the Independent Curriculum. The approach used in this study is a descriptive approach using secondary data collection techniques with library methods. The results of this study state that using social media can positively impact learning with the PjBL model because it can develop students' creativity independently. AbstrakDalam situasi pasca Pandemic Covid-19 saat ini, salah satu solusi untuk perbaikan pendidikan adalah pembelajaran dengan model Project-based Learning (PjBL). PBL sebagai sebuah model pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata dinilai sangat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pendidikan Indonesia saat ini sehingga model ini kemudian dikembangkan dalam konsep kurikulum merdeka. Namun, pada prosesnya model pembelajaran PjBL dirasa masih kurang efektif karena guru belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam membuat media yang menarik dan sesuai. Sehingga pembelajaran model PjBL dalam kurikulum merdeka masih memerlukan inovasi agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pemanfaatan dari media sosial sebagai inovasi dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi model pembelajaran PjBL pada Kurikulum Merdeka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data sekunder dengan metode kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penggunaan media sosial dapat berdampak baik bagi pembelajaran dengan model PjBL karena dapat mengembangkan kreatifitas siswa secara mandiri.Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; media pembelajaran; media sosial; project-based learning
Korelasi Perhatian Orang Tua dengan Minat Belajar Siswa Kelas 2 Pada Mata Pelajaran Matematika Siti Aminatus Sholikhah; Ariga Bahrodin
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.39560

Abstract

Keluarga merupakan salah satu pusat pendidikan bagi seorang anak, apalagi dalam pendidikan orang tua merupakan sumber pendidik yang utama dan pertama bagi anak-anaknya. Berbagai faktor keluarga yang menimbulkan perbedaan kepribadian seorang anak mulai dari tingkat pendidikan orang tua, sikap perhatian dalam keluarga, realitas kehidupan sehari dalam keluarga dan lain-lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh perhatian yang diberikan oleh orang tua siswa di kelas 2 MI Madinatul Ulum Mojokrapak, terhadap minat belajar mereka pada Mata Pelajaran Matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat pengaruh antara perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas 2 di MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang. 1) Berdasarkan hasil rekapitulasi perhatian orang tua masih 50% tergolong rendah. 2) Dari hasil minat belajar siswa kelas 2 pada mata pelajaran matematika di MI Madinatul Ulum menunjukkan bahwa hasil rekapitulasi 60% masih tergolong rendah 3) Dari hasil analisis data menunjukkan hubungan yang kuat antara pengaruh perhatian orang tua terhadap minat belajar siswa kelas 2 pada mata pelajaran matematika di MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang Jombang Terdapat hasil korelasi dengan sig 2. Tailed 0,008 dan correlation coefficient (koefisien korelasi) sebesar 0.575 terdapat hubungan positif yang kuat antara perhatian orang tua dengan minat belajar siswa kelas 2 maka Ha diterima dan H0 ditolak.Kata Kunci: Belajar; Minat; Orang tua; Perhatian AbstractThe family is one of the educational centers for a child, especially in education, parents are the main and first source of educators for their children. Various family factors that cause differences in the personality of a child ranging from the level of education of parents, the attitude of attention in the family, the reality of daily life in the family and others. This study aims to examine the effect of the attention given by parents in grade 2 MI Madinatul Ulum Mojokrapak, on their interest in learning in Mathematics. This type of research is correlational research using a quantitative approach. Based on the results of the study, it was found that there was an influence between parental attention and interest in learning for grade 2 students at MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang. 1) Based on the results of the recapitulation of parental attention, 50% is still relatively low. 2) From the results of the learning interest of grade 2 students in mathematics subjects at MI Madinatul Ulum, it shows that the recapitulation results of 60% are still relatively low 3) From the results of data analysis shows a strong relationship between the influence of parental attention on the learning interest of grade 2 students in subjects Mathematics at MI Madinatul Ulum Mojokrapak Tembelang Jombang There is a correlation result with sig 2. Tailed 0.008 and a correlation coefficient of 0.575 there is a strong positive relationship between parental attention and interest in learning for grade 2 students, then Ha is accepted and H0 is rejected.
Prosedur pengembangan kurikulum (kajian literatur manajemen inovasi kurikulum) Varary Mechwafanitiara Cantika
Inovasi Kurikulum Vol 19, No 2 (2022): Inovasi Kurikulum, August 2022
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v19i2.44220

Abstract

The curriculum plays an essential role in educational success. Quality education starts with a suitable and appropriate curriculum. The curriculum is also a necessary component of education. The curriculum must be changed and updated to face the demands of the times to create superior graduates or Human Resources (HR) who can compete globally. This research aims to find out the various forms of curriculum development procedures. The research method used is a literature review from different trusted sources or previous research. The study results indicate that curriculum experts apply various curriculum development procedures. When viewed from the perspective of curriculum innovation management, the guidelines for curriculum development include curriculum supervision, curriculum organization, staffing, and curriculum planning. The existence of curriculum innovation management can be the answer to changes in the demands of the direction of education, which are influenced by various factors that are later expected to be able to provide new experiences to students. AbstrakKurikulum memegang peranan yang penting dalam keberhasilan pendidikan dikarenakan pendidikan yang bermutu berawal dari kurikulum yang baik dan tepat. Perlu dilakukan perubahan serta pembaharuan pada kurikulum guna menghadapi tuntutan perkembangan zaman dalam upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing secara global. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk-bentuk prosedur pengembangan kurikulum yang beragam. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dari berbagai sumber terpercaya atau penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai prosedur pengembangan kurikulum yang diterapkan oleh para ahli kurikulum. Adapun prosedur pengembangan kurikulum apabila ditinjau dari segi manajemen inovasi kurikulum meliputi: pengawasan kurikulum; pengorganisasian kurikulum; penyusunan staf; dan perencanaan kurikulum. Keberadaan manajemen inovasi kurikulum dapat menjadi jawaban dari adanya perubahan tuntutan arah pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang nantinya diharapkan juga mampu memberikan pengalaman baru kepada peserta didik.Kata Kunci: Kurikulum; pengembangan kurikulum; prosedur pengembangan kurikulum
Model Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Rizal Kailani
Inovasi Kurikulum Vol 18, No 2 (2021): Inovasi Kurikulum, August 2021
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v18i2.35798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana model pengembangan kurikulum yang dilaksanakan pada program studi Pendidikan Agama Islam dan pada Mata Kuliah Pengantar Studi Islam Proses pengembangan tujuan pada pengembangan kurikulum pendidikan agama islam dilakukan dengan memokuskan pada profil guru PAI yang professional kompetitif, Perumusan konten pembelajaran pada prodi PAI dengan membagi tiga kompetensi keahlian yaitu dasar, utama dan pendukung. Pengembangan metode lebih fleksibel dimana program studi memberikan wewenang kepada dosen dan tenaga pengajar dalam mengembangkan metode pembelajaran, Pengembangan komponen evaluasi pada tingkat program studi dilaksanakan dengan melihat umpan balik alumni dan daya serap masyarakat. Model Pengembangan Kurikulum yang dilaksanakan mengadopsi model D. K Wheeler dan perpaduan antara Top Down dan Grass Root atau biasa kita sebut Eklektik. Sementara dalam proses pengembangan kurikulum pada mata kuliah Pengantar Studi Islam menggunakan konsep Eklektik dalam pelaksanaanya dimana Konsepsi Eklektik ini memadukan antara konsep proses kognitif, konsep rekonstruksi sosial serta konsepsi teknologi. Prosedur pengembangan kurikulum mata kuliah pengantar studi islam menggunakan model pertengahan diantara kontinum kurikulum. Tujuan Pembelajaran di lakukan sebagai turunan capaian pembelajaran, materi yang disusun disusun berdasarkan simple to complex, metode yang digunakan berada pada kontinum ekspositori dan discoveri, evaluasi yang digunakan dalam mata kuliah pengantar studi islam adalah dengan tes maupun non tes.Kata Kunci: Pengembangan Kurikulum; Model Pengembangan Kurikulum; Pendidikan Agama Islam AbstractThis study aims to explain how the curriculum development model is implemented in the Islamic Religious Education study program and in the Introduction to Islamic Studies Course. The process of goal development in the development of the Islamic religious education curriculum is carried out by focusing on the profile of competitive professional PAI teachers, Formulation of learning content in PAI study programs. by dividing three skill competencies, namely basic, main and supporting. Development of a more flexible method where the study program gives authority to lecturers and teaching staff in developing learning methods. Development of evaluation components at the study program level is carried out by looking at alumni feedback and community absorption. The Curriculum Development Model implemented adopted the D. K Wheeler model and a combination of Top Down and Grass Root or what we call Eclectic. Meanwhile, in the process of curriculum development in the Introduction to Islamic Studies course, the Eclectic concept is used in its implementation, where the Eclectic Conception combines the concept of cognitive processes, the concept of social reconstruction and the conception of technology. The procedure for developing curriculum for introductory Islamic studies courses uses an intermediate model between the curriculum continuum. Learning objectives are carried out as a derivative of learning outcomes, the material is arranged based on simple to complex, the method used is on the expository and discoveri continuum, the evaluation used in introductory Islamic studies courses is by test or non-test.

Page 8 of 30 | Total Record : 295