Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman
FORAMADIAHI is a peer-reviewed journal on education,especially Islamic Education, share knowledge and information about research report on whole aspects of Islamic education integrated with all sciences, publicate qualified articles to show the development of Moslem scholars publications. FORAMADIAHI specifies on all education aspects in the Moslem world, and the purpose is to spread genuine works and latest issues on the subjects. All articles will be reviewed by some experts before published. Author is fully ressponsible for the content of article.
Articles
98 Documents
DILEMA KONSEP SASTRA
Muhammad Ridha Assagaf
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 11, No 1 (2019): FORAMADIAHI VOL.11 NO 1.EDISI JUNI 2019
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (68.439 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v11i1.150
Banyak orang mengakui bahwa pembahasan konsep sastra belum pernah mencapai kesepakatan. Itu sebabnya literatu dianggap aneh dan khusus juga. Konsep sastra semakin menjadi dilema ketika konsep seharusnya dimasukkan dalam bidang spesifik yang terpisah, yaitu konsep sastra Islam. Menurut penulis, dilema konsep sastra merupakan substansi potensial terutama untuk mengembangkan paradigma sastra ke depan.
PENDIDIKAN ISLAM DAN TANTANGAN MODERNITAS
Tamsin Yoioga
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 12, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (109.037 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v12i1.233
Istilah Pendidikan Islam dan Modernitas mengandung dua konsep yang berbeda. Pendidikan Islam sendiri tertuju pada keyakinan, ajaran, sistem tata nilai dan budaya sekelompok umat manusia yang beragama Islam sementara Modernitas Kata yang lebih dikenal dengan pembaharuan, bisa pula disebut dengan istilah “reformasi”. Perpaduan kedua konsep tersebut guna untuk melahirkan manusia-manusia unggul dalam ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang tidak terlepasdari sifat religius sebagaimana tujuan dalam pendidikan Islam itu sendiri.
KELUARGA SEBAGAI MADRASAH PERTAMA DAN MEDIA OPTIMALISASI FUNGSI EDUKATIF
RINELSA R HUSAIN;
FARADILA TAKDIR
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 10, No 1 (2018): FORAMADIAHI VOL.10 NO 1.EDISI JUNI 2018
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (163.532 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v10i1.113
Kelurga sangat besar pengaruhnya bagi pendidikan islam dalam hal pembentukkan kepribadian anak didik, karna itu suasana pendidikan yang pertama tersebut akan selalu menjadi kenangan sepanjang masa hidupnya. Keluarga merupakan lembaga pendidikan pertama, tempat anak didik pertama tama menerima pendidikan dan bimbingan dari orang tuanya atau anggota keluarga lainnya. Disamping ibu dan bapak sebagai pendidik kodrati biasanya juga terdapat kakek, nenek, paman, tante, bahkan mungkin kakak sebagai orang dewasa yang langsung dan tidak langsung menjalankan peran sebagai pendidik didalam keluarga inilah tempat meletakkan dasar-dasar kepribadian anak didik pada usia yang masih muda, karena pada usia ini anak lebih peka terhadap pengaruh dari pendidiknya (orang tua dan anggota yang lain). Dalam ajaran islampun telah dinyatakan oleh nabi Muhammad SAW. Dalam sabdanya yang berbunyi: “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka sesungguhnya kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia madjusi, yahudi, atau nasrani.”
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN MODEL SAIAD NURSI MENUJU PUNCAK PERDABAN UMAT ISLAM
Mustamin Giling
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 11, No 1 (2019): FORAMADIAHI VOL.11 NO 1.EDISI JUNI 2019
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.374 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v11i1.145
Said Nursi tokoh Muslim Turki terkemuka era transisi, menyaksikan dan mengalami langsung perubahan radikal yang terjadi dalam kehidupan Muslim, jatuhnya Khalifah Islamiyah yang terakhir (Dinasti Utsmani) hingga terbentuknya Republik Turki Modern. Pemikiran-pemikirannya bersifat modern dan moderat, dalam perjalanan intelektualnya, Said Nursi telah mewariskan ide-ide dan konsep yang mengintegrasikan antara pendidikan agama dan sains (unifikasi ilmu pengetahuan).Pemabahruan pemikiran Said Nursi dalam konteks pendidikan adalah meintegrasikan etos agama dan sains modern. yang berbeda dalam paham sekularisme.Keseluruhan pandangan serta landasan teori tentang konsep pendidikan Said Nursi sesungguhnya bukan dikotomik dalam upaya untuk menghilangkan image bahwa ternyata selama ini pendidikan agama dan umum tidak boleh disatuatapkan Tegasnya bahwa antara pendidikan agama dan Umum harus diintegrasikan menuju puncak-puncak kemajuan Islam, seperti pada zaman keemasan Islam (golden age)
ETOS KERJA GURU DALAM PERSPEKTIF SYEKH AL-ZARNUJI
Mubin Noho
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 11, No 2 (2019): FORAMADIAHI VOL 11. NO 2. EDISI DESEMBER 19
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (90.081 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v11i2.225
Posisi dan peran guru sangat penting. Jika guru adalah sumber nilai, tentu saja dia adalah orang yang harus selalu dapat ditaati dan diikuti sehingga guru dituntut bagaimana untuk selalu berusaha membekali dirinya agar dapat menjadi suri tauladan bagi anak-anak . Untuk menjadi orang yang pantas ditaati dan diikutu, tidaklah salah apabilă sebagai guru menengok kembali apa yang telah Sebaiknya dalam memilih seorang guru, pilihlah orang yang lebih Hanifahdan anaman di masa belajarnya memilih Syaekh Hamad bin Abi Sulaiman sebagai gurunya setelah beliau benar-benar merenung dan berpikir".Syarat-syarat yang kemukakan al-Zarnuji merupakan syarat yång ideal, hal ini perlu dikaji.sebagai syarat menjadi seorang guru
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Pengelolaan Kelas B Taman Kanak-kanak di Kota Ternate
Rinelsa R Husaen
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 13, No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1090.676 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v13i1.418
This study uses a quantitative approach to the ex post facto method with aims to determine the effect of:1) educators’ work motivation on classroom management; 2) educators’ teaching experience onclassroom management; 3) classroom facilities on classroom management. The study sample size of 76people. The instrument used in this study was a questionnaire. The data were presented by usingdescriptive statistics and regression analysis. Meanwhile, regression analysis shows that 1) there is nosignificant effect of educators’ work motivation on classroom management (P(α)= 0.275>0.05), 2) thereis no significant effect of educators’ teaching experience on classroom management (P(α)= 0.225>0.05), 3)there is no significant effect of classroom facilities on classroom management (P(α)= 0.201>0.05), and 4)there is no significant effect of educators’ work motivation, educators’ teaching experience, and classroomfacilities on the kindergarten classroom management (Rxy = 0.062) (P(α)= 0.103>0.05).Keywords: Classroom Management, Educators’ Work Motivation, Educators Teaching Experience,
KONSEP NASHIH ULWAN TENTANG PENDIDIKAN ANAK DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PAUD
NURSIN SAPIL;
CHAIRUNNISA CHAIRUNNISA
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 10, No 1 (2018): FORAMADIAHI VOL.10 NO 1.EDISI JUNI 2018
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (138.993 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v10i1.108
Pada saat setiap orang tua muslim mulai khawatir dengan keimanan dan moral anaknya, para pendidik mencemaskan perkembangan kepribadian peserta didiknya, patutlah ditengok kembali bagaimana Rasulullah memberikan contoh peletakan pondasi keimanan yang kokoh kepada seorang sahabat, sekalipun sepupu beliau yang masih kecil waktu itu, yaitu Ibnu Abbas ra. dalam arti Pendidikan yng luas bermakna merubah dan memindahkan kebudayaan kepada setiap individu dalam masyarakat. Pengertian tentang pendidikan ini dapat di ketahui bahwa pendidikan itu dapat melalui bermacam-macam proses ,tetapi pada dasarnya adalah proses pemindahan nilai pada suatu masyarakat kepada setiap individu yang ada didalamnya. Proses pendidikan terhadap anak-anak merupakan fondasi bagi tahap selanjutnya, pondasi yang kuat untuk mempersiapkan pribadi yang shaleh dan yang bertanggung jawab atas segala persoalan dan tugas hidupnya. Pada masa kecil anak hidup dalam buaian orang tua dan pada masa usia belajar dan pendidikan. Menurut Nashih Ulwan hendaknya orang tua dan pendidik mempunyai metode untuk memperbaiki, meluruskan kepincangan dalam mendidik akhlaknya. Islam mengajarkan metode atau cara yang spesifik, yaitu jika cukup dengan nasehat yang lemah lembut maka pendidik tidak diperkenenkan beralih kepada cara lainseperti meninggalkan atau memboikotnya apalagi sampai memukulnya.Pemukulan dengan tanpa melukai baru diperkenankan jika dengan nasehat dan boikot tidak mempan lagi dan dengan pemukulan tersebut diharapkan dapat memperbaiki anak didik tersebut.
BINT AL-SYATHI’DAN METODE PENAFSIRANNYA (Studi Atas Kitab Tafsir al-Bayani Li al-Qurán al-Karim)
Muhammad Wardah
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 10, No 2 (2018): FORAMADIAHI VOL.10 NO 2.EDISI Desember 2018
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.853 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v10i2.124
Abstrak: Bint al-Syathi’ adalah salah seorang mufassir wanita kontemporer yang berhasil mengukuhkan dirinya lantaran studinya mengenai sastra dan tafsir Al-Qur’an. Ia termasuk penulis yang produktif dan telah melahirkan beberapa tulisan dalam berbagai tema. Dalam bidang kajian tafsir tersebut telah memjadi perbincangan hangat di kalangan pengkaji tafsir modern dan dari kitab tafsirnya itu juga, dapat dilihat gambaran tentang metode dan sikapnya sebagai seorang mufassir wanita kontemporer dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an.
Dampak Radiasi Radioaktif Terhadap Kesehatan
Muhlis Malaka
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 11, No 2 (2019): FORAMADIAHI VOL 11. NO 2. EDISI DESEMBER 19
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.512 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v11i2.204
Radioactive elements or radionuclides in the environment can be grouped into two big categories, namely natural radionuclides and artificial radionuclides that both can serve as a source of radiation nature or environment. Source radiation source nice neighborhood the physical and fabrications can serve as a source of radiation on the human body. Radiation received the human body can come from sunber and external internal. An external source is the source of radiation lying outside the human body, while internal resources are a source of radiation inside the human body.
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Dengan Menggunakan Media Peta Pada Siswa Kelas IV SD 31 Kota Ternate
Taufik Abdullah
Foramadiahi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol 12, No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : IAIN Ternate
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.357 KB)
|
DOI: 10.46339/foramadiahi.v12i2.308
Tujuan Penelitian ini adalah menerpkan media peta dalam pembelajaran peserta didik pada jenjang Sekolah Dasar untuk meningkatkan hasil Belajar IPS. Metode penelitian yang digunakan adalah Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan subjek penelitian adalah siswa SD 31 Kota Ternate dengan jumlah siswa 21 yang terdiri 8 laki-laki dan 13 perempuan. Proses penelitian mengikuti siklus I dan siklus II dan instrumen penelitian adalah lembar observasi, tes hasil belajar, format wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan media peta sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD 31 Kota Ternate. Berdasarkan hasil belajar siswa pada siklus 1 terdapat siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketentuan Minimum (KKM) dengan rata-rata sebesar 58,13% untuk siklus II rata-rata nilai siswa sebesar 83,72% peningkatan hasil belajar siswa. Melalui hasil penelitian disarankankan pada guru kelas IV agar menggunakan media dalam pembelajaran dikelas, salah satunya adalah peta sebagai media pembelajaran, sehingga dalam pembelajaran IPS siswa lebih aktif belajar dan hasil belajar siswa pun meningkat