cover
Contact Name
Bambang Budi Santoso
Contact Email
bambang.bs@unram.ac.id
Phone
+6283129672890
Journal Mail Official
siarilmuwantani@unram.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Mataram Jln. Majapahit No. 62 Mataram-NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27225488     EISSN : 27225496     DOI : https://doi.org/10.29303/jsit
Core Subject : Agriculture,
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI (JSIT), Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram). Artikel yang dimuat pada jurnal ini meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari hasil kajian pengembangan dan penerapan IPTEKS yang berhubungan dengan ilmu-ilmu pengetahuan terkait pengembangan dan pembangunan pertanian dalam arti luas (agrokomplek). FOCUS AND SCOPE Artikel yang dimuat di JSIT meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan agrokomplek baik pada aspek budidaya, sain, dan sosial-ekonomi yang telah dipertimbangkan dan disetujui oleh Dewan Editor. Adapun bidang tersebut meliputi: pembangunan manusia dan daya saing bangsa; pembangunan pertanian, perikanan, kehutanan, dan peternakan; pengentasan kemiskinan; pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir; pengembangan ekonomi dan kewirausahaan; dan pengembangan teknologi berwawasan lingkungan.
Articles 159 Documents
Budidaya Jahe Merah Menggunakan Pupuk Bio-Organik Fosfat Di Desa Narmada Kecamatan Narmada Lombok Barat Zaenal Arifin; Lolita Endang Susilowati; Mansur Ma’shum; Bambang Hari Kusumo; Bustan
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.16 KB) | DOI: 10.29303/jsit.v2i2.57

Abstract

Tanaman jahe merah merupakan tanaman rempah dan obat-obatan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Hal ini merupakan suatu peluang bagi petani untuk mengembangkan penanaman jahe merah untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Hal yang paling penting dalam budidaya organik adalah ketersediaan pupuk organik in situ. Di lokasi sasaran tersedia limbah pertanian dan rumah tangga yang belum dimanfaatkan dan dapat digunakan sebagai bahan baku pupuk bio-organik P. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan mitra sasaran terkait dengan manfaat pupuk organik dalam budidaya jahe merah (2) memberikan bimbingan teknis pembuatan pupuk bio-organik P yang mengandung pupuk hayati P beragensia bakteri pelarut fosfat toleran kekeringan (3) melakukan pendampingan praktik budidaya jahe merah dalam pot/polybag di pekarangan rumah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kurun waktu enam bulan di Desa Narmada Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Terhadap mitra sasaran digunakan pendekatan partisipatif, dimana mitra sasaran tidak saja sebagai obyek tetapi juga sebagai subyek. Bentuk kegiatan pemberdayaan terhadap mitra sasaran adalah: (1) penyuluhan dan (2) pembelajaran langsung melalui kegiatan bimtek pembuatan pupuk bio-organik P dan penanaman jahe merah. Hasil kegiatan ini dievaluasi dari respon positif peserta penyuluhan dengan penguasaan materi penyuluhan yang cukup baik yang dapat dilihat dari meningkatnya keterampilan mitra sasaran dalam pembuatan pupuk bio-organik P yang digunakan sebagai pupuk hayati untuk tanaman jahe merah dalam polybag.
Strategi Pengendalian Invasi Hama Baru Ulat Grayak Jagung, Spodoptera frugiperda, Di Daerah Sentra Produksi Kabupaten Lombok Barat Bambang Supeno; Tarmizi; Hery Haryanto; Ni Made Laksmi Ernawati; M. Taufik Fauzi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1766.501 KB) | DOI: 10.29303/jsit.v2i2.58

Abstract

Tanaman jagung pada musim tanam tahun lalu hingga sekarang terancam oleh datangnya Hama Baru dari benua Amerika, yaitu hama ulat grayak jagung (fall armyworm/FAW). Hama ulat grayak jagung, Spodoptera frugiperda telah menyebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Provinsi NTB. Kedatangan hama ini merupakan acaman baru dalam swasembada jagung di NTB, seperti telah dilaporkan kegagalan panen jagung oleh sebagian besar petani di pulau Lombok. Penanggulangan darurat telah dilakukan dengan melakukan eradikasi memakai pestisida namun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Salah satu alternatif yang ditawarkan ke petani adalah melakukan strategis pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian meliputi dua kegiatan pokok yaitu Pelatihan praktek langsung lapangan dan diskusi dan pembuatan demplot tanaman jagung pada bulan Juni-Oktober 2020. Demplot dilaksanakan di sawah milik salah satu anggota Kelompok Tani “Rahayu” di desa Jatisela, Kecamatan Gunungsari. Hasil kegiatan pengabdian seperti berikut: (a) Petani peserta kegiatan pengabdian semakin memahami strategi teknik pengendalian hama invasi baru ulat gerayak jagung dengan menggunakan tanaman refusia dan monitoring. (b) Petani semakin mengerti bahwa dengan teknik pengendalian tanam refusia dan monitoring dapat menekan serangan hama ulat grayak hingga 80% (c) dan penghematan biaya pembelian pestisida hingga 100%. (d) Petani semakin mengerti dengan adanya perbandingan antara hasil Demplot dan cara petani, yaitu kualitas dan hasil jagung pipil demplot lebih bagus daripada teknik pengendalian cara petani setempat.
Pembinaan Generasi Muda Melalui Pemanfaatan Lahan Marginal Untuk Usaha Budidaya Tanaman Hortikultura Di Desa Mujur Lombok Tengah Muhamad Siddik; Dwi Praptomo S.; Bambang Dipokusumo; Anas Zaini; Anwar
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.59

Abstract

Desa Mujur merupakan salah satu desa di Pulau Lombok yang berpenduduk padat di Indonesia. Penduduk tersebut sebagian besar bekerja pada sektor pertanian konvensional dengan luas lahan sawah yang sempit, sehingga sulit diharapkan mampu menyerap pertumbuhan tenaga kerja dan menjadi sumber pencaharian bagi masyarakat. Sementara pertumbuhan pekerjaan di luar sektor pertanian belum mampu menyerap kelebihan tenaga kerja muda sektor pertanian itu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memotivasi para generasi muda agar kembali bekerja pada sektor pertanian, memanfaatkan lahan marginal yang masih tersedia, mengusahakan tanaman hortikultura dengan sistem seri berlanjut. Pengabdian menggunakan metode partisipatif, melibatkan para generasi muda dari sejak persiapan, pelaksanaan sampai evaluasi akhir. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa minat generasi muda untuk mengusahakan komoditas hortikultura di lahan marginal dengan sistem seri berlanjut mencapai 81 persen; dan minat generasi muda untuk bekerja pada sektor pertanian sebagai pekerjaan pokok, meningkat dari 15,63 persen tahun 2019 menjadi sekitar 38 persen tahun 2020.
Penerapan Pupuk Kompos Untuk Produksi Sayuran Organik Di Lahan Kering Kabupaten Dompu A. Farid Hemon; Sumarjan; Hanafi Abdurrachman
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.60

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan untuk membantu mitra (1) “Kelompok Tani Mada Kabuntu” untuk menerapkan pupuk kompos dalam meningkatkan produksi sayuran organik di lahan kering Kabupaten Dompu. Untuk mencapai tujuan tersebut maka telah dilakukan kegiatan penyuluhan dan praktek lapangan pembuatan pupuk kompos. Metode penyuluhan yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dan praktek langsung dengan teknik partisipatif. Peserta penyuluhan yaitu pengurus Kelompok Tani dan Anggota Kelompok “Mada Kabuntu” dan PPL Kecamatan Dompu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa petani peserta program pengabdian kepada masyarakat sangat respons terhadap kegiatan penerapan kompos untuk produksi sayuran organik di lahan kering. Petani peserta secara gotong royong aktif melaksanakan semua tahapan kegiatan dari kegiatan ceramah penyuluhan, praktik pembuatan kompos, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa telah terjadi proses transfer teknologi penerapan kompos untuk produksi sayuran organik di lahan kering kabupaten Dompu.
Potensi Pengembangan Porang (Amorphophallus muelleri) di Desa Pengembur Kecamatan Pujut, Lombok Tengah Fahrudin Fahrudin; Sukartono
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.61

Abstract

Salah satu desa di Lombok Tengah bagian selatan yakni Desa Pengembur di Kecamatan Pujut mempunyai potensi untuk pengembangan produk unggulan yakni tanaman porang (Amorphophallus muelleri). Bentuk wilayahnya yang berbukit serta vegetasi tegakan yang mendominasi seperti mahoni, jati putih, senokling, gamal dan vegetasi tegakan lainnya yang mencapai luas ± 550 Ha yang merupakan tutupan sebagai syarat tubuh porang, serta ditunjang dengan sarana produksi (pembibitan dan pemupukan), karena beberapa tahun sebelumnya sudah ada beberapa kelompok tani telah mengembangkan porang serta suplai bibit dari desa Jangkih Jawean Perabu. Di samping itu kondisi iklim yang memadai untuk pertumbuhan porang, dimana bulan basah di Desa Pengembur mencapai 5-6 bulan dan kondisi suhu yang relatif sejuk yakni 24-30 oC. Adapun strategi yang dilakukan dalam pengembangan porang di Desa Pengembur yakni muai dari pendataan petani, menjalin kerjasama dengan beberapa investor dan off taker, melibatkan perbankan untuk mendapatkan kredit lunak dalam bentuk KUR serta pembibimngan alangsung baik oleh pemerintah setempat maupun para peneliti porang (akademisi/Universitas).
Standardisasi Produksi Agroindustri Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan Sesaot di Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Addinul Yakin; Amiruddin
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.62

Abstract

Abstract: Management and utilization of forest areas does not only focus on environmental conservation, but also on socio-economic aspects. The potential of non-timber forest products (NTFPs) around the Sesaot forest area can be developed through a value-added process by business actors who currently do not all have a home industry production permit (PIRT). This activity to facilitate standardization of agroindustry products has been carried out for 13 (thirteen) business actors, both groups and individuals. A series of activities carried out include identification of activity targets, coordination with related agencies, and facilitation of standardization of processed products including assistance for PIRT submissions. Based on the results of the activity implementation, it can be concluded as follows: (1) The implementation of the activity has been going well and smoothly, (2) This activity has improved the cognitive and affective aspects of the participants as evidenced by the fulfillment of the requirements for the issuance of PIRT, (3) This activity has become a vehicle for the dissemination of research results of University of Mataram to the user community, (4) dynamic and complementary relationships between universities and the community as well as other related parties need to be developed continuously. Based on the results of the activity implementation, some suggestions are given as follows: (1) micro and small business cctors can utilize the acquired knowledge and skills to better manage their business to improve their economic welfare, (2) participants can meet all the requirements needed for the issuance of PIRT, (3) this facilitation activity can be carried out sustainably with the halal certification process for products after obtaining PIRT. Keywords: Standardization, agroindustry product, processed foods, production permit, PIRT, Halal products, NTFP Abstrak: Pengelolaan dan pemanfaatan kawasan hutan tidak hanya fokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga harus memerhatikan sosial ekonomi. Potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK) di sekitar kawasan hutan Sesaot bisa dikembangkan melalui proses nilai tambah oleh pelaku usaha yang saat ini belum semuanya memiliki ijin produksi industri rumahtangga (PIRT). Kegiatan fasilitasi standardisasi produk olahan HHBK ini telah dilaksanakan di desa Sesaot Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat terhadap 13 (tiga belas) pelaku usaha baik kelompok maupun perseorangan. Serangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi identifikasi sasaran kegiatan, koordinasi dengan dinas terkait, dan fasilitasi standarisasi produk olahan termasuk pendampingan pengajuan PIRT. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pelaksanaan Kegiatan telah berlangsung dengan baik dan lancar, (2) Kegiatan ini telah meningkatkan aspek kognitif dan afektif dari peserta terbukti dengan adanya pemenuhan syarat-syarat untuk diterbitkan PIRT, (3) Kegiatan ini telah menjadi wahana desiminasi hasil penelitian di universitas Mataram kepada masyarakat pengguna, (4) hubungan yang dinamis dan saling mengisi antara perguruan tinggi dan masyarakat serta pihak-pihak terkait lainnya perlu dikembangkan terus. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan maka diberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dapat memanfaatkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh untuk mengelola usaha dengan lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka, (2) Kepada peserta fasilitasi yaitu pengelola UMK dapat memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan untuk penerbitan PIRT, (3) dalam kaitan dengan kegiatan fasilitasi ini bisa dilanjutkan dengan proses sertifikasi halal bagi produk-produk yang telah memperoleh PIRT. Kata kunci: Standardisasi, produk olahan, UMK, PIRT, Halal, HHBK, Sesaot
Pendampingan Pengelolaan Pekarangan Kelompok Tani Lembah Telaga Di Kawasan Lahan Kering Lombok Utara Untuk Kemandirian Pangan Dan Konsumsi ‘Gizi Seimbang’ Rumah Tangga Petani Jayaputra; I Komang Damar Jaya; Bambang Budi Santoso
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.63

Abstract

Lahan pertanian dan kawasan pemukiman penduduk di wilayah Lombok Utara didominasi lahan kering dengan produktivitas dan diversifikasi produksi pangan relatif rendah. Kondisi ini berpengaruh terhadap rendahnya ketersediaan pangan keluarga petani yang dapat berdampak terhadap konsumsi pangan dan gizi anggota keluarganya yang tidak seimbang serta dapat mengancam ketahanan pangan rumahtangga. Pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal diharapkan dapat menghasilkan berbagai bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dan berpeluang meningkatkan pendapatan rumah tangga. Oleh karena itu telah dilakukan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui inovasi teknologi budidaya di lahan pekarangan dan pemahaman gizi seimbang guna mewujudkan kemandirian pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Pelaksanaan pendampingan selama Juni-November 2021 melalui pelatihan, praktek, dan pembinaan dilaksanakan menggunakan metode pendekatan tindak-partisipatif (Participatory Action). Hasil kegiatan pendampingan ini dinilai cukup berhasil dilihat dari antusiasme dan ketekunan peserta dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Hasil yang nyata ditunjukkan baik pada jumlah tanaman maupun keanekaragaman tanaman yang diusahakan di lahan pekarangan sebagai sumber pangan bergizi bagi keluarga. Keberlanjutan dan pengembangan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya meningkatkan ketersediaan pangan dan pemenuhan gizi seimbang keluarga, peningkatan pendapatan tentu sangat diperlukan.
Efisiensi Usahatani Sayur-Sayuran Melalui Peningkatan Aplikasi Pupuk Organik dan Pengurangan Pupuk NPK di Desa Taman Ayu, Gerung, Lombok Barat, NTB I Ketut Ngawit; Bambang Budi Santoso; Wayan Wangiyana
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.64

Abstract

Pengusahaan sayur-sayuran di wilayah kegiatan masih dengan pola konvensional yang sangat tergantung pada pupuk NPK, biaya produksi mahal, kurang efisien dan keuntungan yang diperoleh sedikit. Oleh sebab itu maka, telah dilaksanakan penyuluhan dan pendampingan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani memproduksi pupuk organik dari bahan baku yang tersedia cukup berlimpah, sehingga mampu memproduksi sayur-sayuran dengan kualitas dan kontinyuitas produksi stabil. Kegiatan dilaksanakan dengan metode tindak partisipatif selama 8 bulan, melalui beberapa tahap yaitu, identifikasi masalah, penentuan sasaran, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi kemajuan program. Kegiatan berlangsung tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat, terbukti tingginya antusias mereka memproduksi pupuk organik dan mengusahakan sayur-sayuran dengan sistem pola tanam siklus dan seri. Pengusahaan cabe rawit dan sawi serta penanaman bawang merah pada akhir siklus memberikan pendapatan dan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengusahaan kacang panjang dan jagung manis. Kesuburan kimia dan biologi tanah stabil, sehingga hasil bawang merah yang ditanam sebagai penutup siklus pada petak dengan aplikasi pupuk organik 25 ton ha-1 tidak berbeda nyata dengan hasil pada petak dengan aplikasi pupuk NPK dosis 250 kg ha-1.
Pemanfaatan Kotoran Sapi Sebagai Pupuk Organik di Dusun Bongor Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung Lombok Barat I Ketut Ngawit; Wayan Wangiyana; Novita Hidayatun Nufus; Akhmad Zubaidi; I Putu Silawibawa; Nihla Farida
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.65

Abstract

Mengolah sumber bahan pupuk alternatif seperti kotoran ternak dan limbah pertanian merupakan suatu hal yang harus dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif fenomena kelangkaan pupuk buatan. Oleh sebab itu, telah dilaksanakan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam membuat pupuk organik dari bahan baku limbah ternak dan tanaman yang tersedia berlimpah di sekitar petani. Kegiatan dilaksanakan dengan metode tindak partisipatif selama 6 bulan, melalui beberapa tahap yaitu identifikasi masalah, penentuan kelompok sasaran, pelaksanaan program dan pendampingan, monitoring dan evaluasi. Seluruh kegiatan berlangsung tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat, terbukti dari tingginya antusiasme mereka memproduksi pupuk organik dan mengaplikasikannya pada beberapa jenis tanaman. Aplikasi pupuk organik 25 ton ha-1 pada cabe rawit, jagung dan kacang tanah memberikan keuntungan lebih tinggi dibandingkan dengan menanam kacang panjang dan bawang merah. Kesuburan kimiawi, fisik dan biologis tanah tetap stabil, sehingga hasil jagung, kacang tanah dan cabe rawit yang ditanam pada petak dengan aplikasi pupuk organik 25 ton ha-1 tidak berbeda nyata dengan hasil pada petak yang dipupuk NPK 250 kg ha-1.
Peningkatan Kapasitas Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani Hortikultura Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara Nurrachman; Nyoman Soemenaboedhy; I Wayan Sutresna; Taufik Fauzi; Uyek Malik Yakop; Mulat Isnaini; Lukman Taufik
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v3i1.68

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendapingan kelompok tani hortikultura bertujuan agar kelompok tani hortikultura dapat melakukan kegiatan budidaya secara berkesinambungan. Kegiatan pendampingan atau pemberdayaan kelompok tani merupakan serangkaian upaya yang sistematis, konsisten dan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing petani. Permasalahan kelompok tani hortikultura adalah: (1) posisi tawar petani umumnya lemah oleh karena petani kurang mendapatkan akses dan informasi pasar (2) kegiatan produksi masih konvensional tidak melihat peluang pasar atau belum melakukan agribisnis, (3) fungsi kelembagaan kelompok tani belum berjalan secara optimal. Peningkatan Kapasitas icipatory Action Research, Focus Group Discussion, sehingga kelompok tani lebih aktif dalam merumuskan permasalahan. Kegiatan pendampingan mengubah pola pikir sebagian besar anggota kelompok tani, peningkatan keterampilan dan pendapatan. hortikultura memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan petani dibandingkan dengan hasil pertanian lain , yaitu sebesar 40%.

Page 4 of 16 | Total Record : 159