cover
Contact Name
Syadzadhiya Qothrunada Zakiyayasin Nisa
Contact Email
syadzadhiya.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6285262444345
Journal Mail Official
envirous@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Rungkut Madya No.1, Kel. Gunung Anyar, Kec. Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirous
ISSN : 27771040     EISSN : 27771032     DOI : https://doi.org/10.33005/envirous.v2i1
EnviroUS gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting to analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: environmental planning and management; protected areas development, planning, and management; community-based resources management; environmental chemistry and toxicology; environmental restoration; social theory and environment; and environmental security and management. Other relevant fields EnviroUS Journal published research results or application technology from an academic, consultant, or professional field.
Articles 260 Documents
Analisis Efisiensi Kinerja Pengolahan Limbah Cair Industri Farmasi PT. X Sulistiyo, Kevin Leonardo; Ugroseno, Wahyu
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.405

Abstract

Semakin bertambahnya tahun semakin besar pula jumlah produksi pada suatu industri. Dengan begitu limbah yang dihasilkan juga semakin bertambah sehingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Farmasi milik PT. X diperlukan analisis efisiensi pengolahan selama periode Januari hingga Desember Tahun 2024. Metode yang digunakan dilakukan secara kuantitatif dengan analisis deskriptif dilakukan dengan cara membandingkan konsentrasi parameter pencemar sebelum dan sesudah pengolahan untuk menghitung tingkat efisiensi penyisihan parameter pencemar. Unit pada Instalasi Pengolahan Air Limbah PT. X meliputi beberapa unit yaitu unit Oil and Scum Separation and Collection, unit Equalization and Neutralization, Unit Aeration Tank, Unit Clarifier Tank, Unit Break Tank, Unit Filtration, Unit Final Tank, Unit Sludge Collection and Stabilization, dan Unit Filter Press. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan efisiensi pada sebagian besar parameter terutama pada parameter BOD5, COD, NH3-N, dan Total Coliform. Sedangkan pada parameter TSS dan Minyak dan Lemak mengalami penurunan efisiensi akibat masalah operasional seperti sludge bulking dan adanya penyumbatan unit. Namun, secara keseluruhan IPAL PT. X mampu memenuhi baku mutu lingkungan dan menunjukkan nilai efektivitas tinggi dalam meremoval parameter pencemaran air limbah dengan nilai efektivitas yang berbeda pada parameter BOD5 83,9%, COD 80,08%, TSS 94,97%, NH3-N 98,02%, Minyak dan Lemak 57,39% dan Total Coliform 90,87%. Untuk memastikan IPAL dapat beroperasi secara optimal diperlukan adanya peningkatan pengawasan dan perawatan pada seluruh unit untuk selalu memastikan air limbah yang dihasilkan telah memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan.
Pemanfaatan Sludge IPAL Sebagai Substitusi Bahan Baku Produksi Pupuk NPK pada Industri Pupuk PT X Permata, Fina Rahma; Sitogasa, Praditya Sigit Ardisty
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.406

Abstract

PT X sebagai produsen pupuk terbesar di Indonesia menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berupa sludge dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terus meningkat seiring peningkatan kapasitas produksi, mencapai 24,25 ton pada Triwulan IV 2024. Penulisan artikel ini bertujuan menganalisis kelayakan teknis pemanfaatan sludge IPAL sebagai bahan substitusi dalam produksi pupuk NPK di PT X. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan pengumpulan data primer dan sekunder meliputi karakterisasi sludge, dokumen teknis, dan informasi proses produksi. Hasil karakterisasi menunjukkan sludge mengandung P₂O₅ total 11,6%, CaO 26,1%, N total 2,33%, yang berpotensi sebagai sumber fosfor dan kalsium meskipun kadar nitrogen dan kalium masih di bawah standar SNI 2803:2012. Sludge dikategorikan sebagai limbah B3 kode B301-7 yang dimanfaatkan melalui proses pengeringan, pengujian laboratorium, dan pencampuran dalam produksi pupuk NPK granulasi dan reaksi dengan batas maksimal 1% dari kapasitas produksi. Pemanfaatan sludge mengurangi volume limbah B3 yang harus dikelola pihak ketiga, meminimalkan biaya transportasi dan disposal, serta mendukung prinsip industri hijau sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 50 Tahun 2020. Program ini berkontribusi pada peningkatan kinerja lingkungan melalui aspek beyond compliance PROPER dan pencapaian SDG 6, SDG 9, dan SDG 12, sehingga memberikan rekomendasi strategis optimalisasi pengelolaan limbah B3 yang mendukung efisiensi produksi dan kinerja keberlanjutan perusahaan.
PENILAIAN RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERPADU PADA PT. X BERDASARKAN HIRA, ANALISIS KESELAMATAN PEKERJAAN, DAN INSPEKSI PERALATAN KESELAMATAN Al Ghafari, Muhammad Gibran; Asih, Ariesta Sulistyo; Habibie, Hikmal Akbar
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.407

Abstract

Bengkel baja merupakan lingkungan kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi akibat aktivitas pekerjaan panas, pengangkatan material berat, dan penggunaan peralatan bertekanan, sehingga diperlukan pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang terintegrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis risiko K3 di bengkel baja PT. X berdasarkan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA), Job Safety Analysis (JSA), serta hasil inspeksi peralatan keselamatan yang meliputi Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), dan tabung bertekanan. Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, dan diskusi dengan pihak terkait, dengan mengolah data HIRA, JSA, dan hasil inspeksi menjadi tabel analitis. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi bahaya dominan berasal dari aktivitas berisiko tinggi seperti pengelasan, pemotongan baja, pengangkatan material, dan penanganan tabung bertekanan, yang diperkuat oleh temuan ketidaksesuaian pada sebagian peralatan keselamatan terkait kelengkapan, kondisi fisik, dan kesiapan fungsional. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun instrumen analisis risiko telah tersedia, tingkat keterpaduan antara identifikasi bahaya, analisis pekerjaan, dan kesiapan sarana pengendalian di lapangan masih perlu ditingkatkan guna mencegah kecelakaan kerja dan meminimalkan dampak risiko di bengkel baja PT. X.
Analisis Efektivitas Instalansi Pengolahan Lumpur Tinja Kabupaten Nganjuk untuk menurunkan Kadar Polutan: Analysis of the Effectiveness of the Sludge Treatment Plant in Nganjuk Regency to Reduce Pollutant Levels Zidane Syah Putra; Cindy Aisyah Hakim
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.418

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Nganjuk berpengaruh terhadap peningkatan produksi lumpur tinja dimana Kabupaten Nganjuk tidak memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang beroperasi, sehingga hal ini dapat menimbulkan risiko pencemaran lingkungan. Upaya untuk menangani permasalahan tersebut, Pemerintah Nganjuk berencana untuk membangun fasilitas Pengolahan Lumpur Tinja melalui IPLT. Analisis efektivitas unit pengolahan lumpur tinja pada perencanaan IPLT di Kabupaten Nganjuk menggunakan metode deskriptif-analitis kuantitatif dengan menggunakan sampel kualitas lumpur tinja. Adapun hasil perhitungan tingkat efektivitas unit pengolahan IPLT menunjukkan tingkat penurunan yang efektif untuk BOD (84%), COD (84%), TSS (80%), Ammonia (84%) dan Total Coliform (99%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Cangkringan mampu menurunkan parameter pencemar utama secara signifikan hingga memenuhi baku mutu, sehingga layak untuk diterapkan dalam rangka mendukung pengelolaan limbah domestik berkelanjutan di Kabupaten Nganjuk.
Analisis Persepsi Masyarakat terhadap Dampak Lingkungan dari Kegiatan Konstruksi Industri Air Kemasan PT X Kabupaten Pasuruan serta Strategi Pengelolaannya Loviantary, Anindya; Hakim, Cindy Aisyah
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.419

Abstract

Kegiatan konstruksi industri berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya, sehingga persepsi masyarakat menjadi aspek penting dalam menilai tingkat penerimaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan dari kegiatan konstruksi Industri Air Kemasan PT X di Kabupaten Pasuruan serta merumuskan strategi pengelolaan yang dapat diterapkan oleh pemrakarsa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif melalui survei sosial, konsultasi publik, dan penyebaran kuesioner kepada 33 responden yang berdomisili di sekitar lokasi proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat bersikap netral terhadap rencana kegiatan (66,66%), namun tetap memiliki kekhawatiran yang cukup tinggi terhadap dampak konstruksi, khususnya kebisingan (20,37%), kerusakan jalan (18,52%), debu (12,96%), dan kemacetan lalu lintas (11,11%). Selain itu, sebesar (48,48%) responden menilai bahwa kegiatan konstruksi berpotensi mempengaruhi aktivitas masyarakat, terutama akibat gangguan debu dan kebisingan. Berdasarkan temuan tersebut, kebisingan menjadi dampak yang berpengaruh terhadap kegiatan konstruksi ini sehingga strategi pengelolaan dampak perlu difokuskan pada pengendalian kebisingan melalui pemeliharaan alat, penggunaan penghalang suara, pembatasan jam operasional, pemantauan kebisingan berkala, serta peningkatan insulasi bangunan terdampak. Pemrakarsa juga perlu mengoptimalkan komunikasi publik dan mekanisme pengaduan sebagai bagian dari pendekatan sosial.
Efektivitas Unit Kolam Maturasi dan Unit Kolam Desinfeksi pada Pengolahan Air Limbah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kabupaten Nganjuk Suprapto, Kungsus Gatot; Hakim, Cindy Aisyah
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.420

Abstract

Indonesia Emas 2045 memiliki rencana untuk memperbaiki akses layanan sanitasi yang aman di seluruh tanah air, demi mendukung kesehatan masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan, terutama di daerah yang masih membutuhkan kemajuan dalam infrastruktur sanitasi, seperti Kabupaten Nganjuk. Peningkatan jumlah penduduk berkontribusi secara tidak langsung terhadap naiknya volume limbah domestik yang meliputi lumpur tinja. Maka dari itu, salah satu langkah untuk mencapai tujuan ini adalah dengan menyediakan fasilitas pengolahan lumpur tinja. Kolam maturasi serta proses desinfeksi menjadi dua elemen penting untuk keberhasilan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa efektif kedua elemen tersebut dalam mengurangi pencemaran serta mikroorganisme patogen. Parameter yang dianalisis meliputi Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), Ammonia, dan Fecal Coliform. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kolam maturasi mampu menurunkan beban organik serta patogen, sementara proses desinfeksi berhasil mengurangi jumlah bakteri patogen dengan signifikan, dengan efisiensi pengurangan pada parameter BOD sebesar 70%, COD sebesar 67,8%, TSS sebesar 79%, dan Fecal Coliform sebesar 98%. Oleh karena itu, penggabungan kedua elemen ini akan menghasilkan kualitas efluen yang hampir memenuhi standar air limbah domestik yang berlaku, sehingga unit ini sangat penting bagi keberlanjutan pengelolaan instalasi pengolahan lumpur tinja.
Evaluasi Pengelolaan Sampah dan Perencanaan TPS 3R Pada Salah Satu PLTU X Nusa Tenggara Timur Sanja Alim, Rezan Dwi; Zakiyayasin Nisa, Syadzadhiya Qothrunada
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.421

Abstract

Pengelolaan sampah domestik pada PLTU X NTT masih menghadapi kendala akibat Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berada di area terbuka tanpa perlindungan dan tanpa pemilahan, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran dan ketidaksesuaian dengan standar teknis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi pengelolaan sampah eksisting serta merumuskan kebutuhan perancangan TPS 3R tertutup yang sesuai dengan ketentuan nasional. Metode yang digunakan adalah deskriptif–kualitatif dan deskriptif–kuantitatif terapan melalui observasi lapangan, pengumpulan data timbulan enam bulan, serta kajian regulasi. Data primer diperoleh dari pengamatan kondisi fisik TPS, pola pengumpulan, dan potensi pencampuran sampah, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen operasional pembangkit. Analisis dilakukan secara deskriptif–analitik dengan membandingkan kondisi eksisting terhadap PP 81/2012, Permen LHK 75/2019, dan Permen LHK 19/2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPS eksisting belum memenuhi persyaratan seperti perlindungan cuaca, lantai kedap air, dan pemilahan. Perhitungan timbulan juga mengindikasikan perlunya kapasitas penampungan terstruktur serta fasilitas pemilahan dan pengolahan. Berdasarkan temuan tersebut, disusun kebutuhan desain TPS 3R tertutup yang lebih aman, memenuhi standar teknis, dan mampu mendukung pengurangan sampah di sumber.
Analisis Dampak dan Persepsi Masyarakat pada Tahap Pembangunan Industri Air Minum PT X Kabupaten Magelang: Impact Analysis and Community Perception in the Development Phase of PT X Drinking Water Industry in Magelang Regency Nurul Rahma Anggraini; Cindy Aisyah Hakim
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.422

Abstract

Pembangunan industri secara global menimbulkan berbagai dampak lingkungan dan sosial, khususnya pada tahap konstruksi yang melibatkan aktivitas alat berat, mobilisasi material, dan potensi pencemaran udara serta kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan tingkat dukungan masyarakat terhadap rencana pembangunan Industri Air Minum PT X. Penelitian dilakukan di wilayah pemukiman sekitar lokasi proyek di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei sosial melalui konsultasi publik dan penyebaran kuesioner kepada 63 responden, kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,02% masyarakat mengkhawatirkan dampak dari rencana kegiatan. Masyarakat mengkhawatirkan adanya dampak genangan banjir, kerusakan jalan dan bangunan, lalu lintas, kebisingan dan debu. terutama debu dan kebisingan yang tinggi dengan persentase responden sebesar 30,77% dan 29,23%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, debu merupakan dampak paling signifikan pada kegiatan konstruksi ini. Oleh karena itu, strategi pengelolaan dampak harus diprioritaskan pada pengendalian debu dengan cara mengatur jadwal pengangkutan bahan, memasang penutup pada bak truk, dan membangun pagar pembatas di sekitar lokasi proyek. Selain itu, pengembang perlu meningkatkan komunikasi dengan masyarakat dan sistem pengaduan sebagai elemen dari pendekatan sosial.
Analisis Hubungan Kepatuhan Penggunaan APD dan Kegiatan Safety Patrol Dengan Insiden Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Galangan PT. X: Analysis of the Relationship Between Compliance with PPE Usage and Safety Patrol Activities with Work Accident Incidents Among Shipyard Workers at PT. X Bunga Ervina Rahma Berliana Putri; Muhammad Faisal Fadhil
Envirous Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i1.364

Abstract

PT. X adalah perusahaan yang bergerak dibidang reparasi kapal serta transportasi laut seperti, kapal tunda dan kapal pandu. Kondisi eksisting galangan yang dimiliki PT. X menunjukan bahwa hampir seluruh kegiatannya memiliki resiko kerja yang tinggi. Oleh karena itu pekerjaan di PT. X memerlukan SMK3 yang baik untuk mengendalikan tingkat kecelakaan kerja yang terjadi. Penelitian ini penting untuk dilaksanakan untuk mengindetifikasi keterhubungan antara kegiatan safety patrol, kepatuhan penggunaan APD, degan tingkat kecelakaan kerja pada periode observasi. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025, dengan metode penelitian kuantitatif cross sectional Study. Jumlah responden yang dibutuhkan yaitu 37 dari 58 pekerja yang ditentukan dengan rumus slovin dan menggunakan teknik simple random sampling. Kemudian, dengan menggunakan Excel, uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis data dari observasi dan wawancara baik secara univariat maupun bivariat. Penelitian ini menunjukkan persentase 10,8% pernah mengalami kecelakaan kerja, 70,2% pekerja tidak menggunakan APD, serta 62,1% pekerja yang pernah terkena teguran dan tidak patuh saat kegiatan safety patrol di PT. X selama periode penelitian berlangsung. Dari hasil pengujian chi square, terdapat hubungan penggunaan APD dengan kecelakaan kerja di PT. X selama periode penelitian yang berlangsung (p value=0,04).
Strategi Pengawasan Laboratorium Obat dan Makanan Berwawasan Lingkungan Berbasis Life Cycle Assessment: An Environmentally Sustainable Strategy for Drug and Food Laboratory Oversight Based on Life Cycle Assessment Hari Wahyuni, Retno; Intan, Bening Laksa
Envirous Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Envirous
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirous.v6i2.427

Abstract

Laboratorium pengujian obat dan makanan merupakan bagian penting dalam sistem pengawasan berbasis risiko, namun aktivitasnya juga menghasilkan beban atau dampak lingkungan melalui konsumsi energi, penggunaan reagen kimia dan media mikrobiologi, penggunaan air, serta timbulan limbah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hotspot dampak lingkungan operasional laboratorium pengujian obat dan makanan serta merumuskan strategi pengawasan berwawasan lingkungan berbasis Life Cycle Assessment (LCA). Kajian dilakukan dengan pendekatan LCA mengacu pada ISO 14040 dan ISO 14044 dengan batasan sistem gate-to-gate yang mencakup administrasi sampel, pemenuhan kondisi lingkungan laboratorium, preparasi sampel, dan analisis instrumentasi selama tahun 2023 (ISO, 2006a; ISO, 2006b; Hari Wahyuni, 2024). Unit fungsional yang digunakan adalah satu jasa analisis laboratorium, sedangkan data inventori diperoleh dari catatan operasional internal dan dianalisis menggunakan OpenLCA versi 2.0 dengan basis data Ecoinvent (Hari Wahyuni, 2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori dampak terbesar adalah Global Warming Potential (GWP) sebesar 161,601 kg CO2-ekuivalen per jasa analisis dan Cumulative Energy Demand (CED) sebesar 103,162 MJ per jasa analisis, dengan kontribusi dominan berasal dari tahap analisis instrumentasi dan preparasi sampel (Hari Wahyuni, 2024; Samadikun et al., 2024). Hasil normalisasi menempatkan urutan dampak dari yang terbesar hingga terkecil yaitu GWP, CED, asidifikasi, eutrofikasi, karsinogenik dan toksisitas, respiratory organic, serta ozone depletion (Hari Wahyuni, 2024). Berdasarkan hasil tersebut, strategi pengawasan laboratorium perlu diarahkan pada efisiensi energi, pengendalian penggunaan reagen kimia, penguatan digitalisasi, serta pengembangan program perubahan perilaku seperti OASIS, Conter Green Lab, dan Bilik Madya (Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, 2025). Penelitian ini menunjukkan bahwa indikator lingkungan berbasis LCA dapat digunakan sebagai dasar integrasi aspek keberlanjutan ke dalam audit internal, perencanaan program, dan evaluasi kinerja laboratorium.   Kata kunci: Life Cycle Assessment; laboratorium pengujian; dampak lingkungan; green laboratory; pengawasan lingkungan   ABSTRACT Drug and food testing laboratories are essential components of risk-based regulatory oversight, yet their operations also generate environmental burdens through energy consumption, chemical use, water use, and waste generation. This study aimed to identify environmental impact hotspots in laboratory operations and to formulate environmentally oriented supervisory strategies based on Life Cycle Assessment (LCA). The assessment applied the LCA approach in accordance with ISO 14040 and ISO 14044 using a gate-to-gate system boundary covering sample administration, laboratory environmental conditioning, sample preparation, and instrumentation analysis during 2023 (ISO, 2006a; ISO, 2006b; Hari Wahyuni, 2024). The functional unit was one laboratory analysis service, and inventory data were compiled from internal operational records and analyzed using OpenLCA version 2.0 with the Ecoinvent database (Hari Wahyuni, 2024). The results showed that the largest impacts were found in the Global Warming Potential (GWP) category at 161.601 kg CO2-equivalent per analysis service and Cumulative Energy Demand (CED) at 103.162 MJ per analysis service, with the main contributions originating from instrumentation analysis and sample preparation stages (Hari Wahyuni, 2024; Samadikun et al., 2024). Normalization results ranked the impact categories from highest to lowest as GWP, CED, acidification, eutrophication, carcinogenic and toxicity effects, respiratory organic effects, and ozone depletion (Hari Wahyuni, 2024). These findings indicate that supervisory strategies should focus on energy efficiency, chemical-use control, digitalization strengthening, and behavior-based environmental programs such as OASIS, Conter Green Lab, and Bilik Madya (Badan Pengawas Obat dan Makanan RI, 2025). This study confirms that LCA-based environmental indicators can support the integration of sustainability aspects into internal audits, program planning, and laboratory performance evaluation.  Keywords: Life Cycle Assessment; testing laboratory; environmental impact; green laboratory; environmental supervision