cover
Contact Name
Azridjal Aziz
Contact Email
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6285263006442
Journal Mail Official
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Editorial Address
Jl. Soebrantas km 12,5 Kampus Bina Widya, Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293, RIAU
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi
Published by Universitas Riau
ISSN : 14126257     EISSN : 25499742     DOI : https://dx.doi.org/10.31258/jst
Jurnal Sains dan Teknologi (JST), is a peer-reviewed scientific journal published regularly every six months, namely in March and September. The reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted articles. Articles are submitted for review with the understanding that they have not been published elsewhere. Each author is advised to submit the articles using article template of JST. Authors need to pay the publication fee. The author(s) will be responsible for proof-reading the article. There are two issues a year for this Journal and reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted manuscripts. Details of electronic submission are shown on the JST homepage.
Articles 192 Documents
PEMANFAATAN AIR KONDENSAT DARI VACUUM EVAPORATOR UNTUK MENURUNKAN TOTAL ALKALI PADA DREGS DI PROSES RECAUSTICIZING Novia Tenselawati; Edwin K. Sijabat; Tri Prijadi Basuki
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode yang digunakan untuk mengambil alkali pada dregs adalah dengan menggunakan metode ekstraksi. Ekstraksi alkali sangat penting dilakukan untuk meminimalisir soda loss yang terbuang. Untuk mengekstraksi alkali pada dregs dibutuhkan suatu pelarut. Pelarut yang biasa digunakan adalah wash water. Namun, penggunaan wash water kurang optimal untuk mengekstraksi alkali karena nilai konduktivitas yang tinggi sehingga perlu dicari bahan alternatif pengganti wash water untuk mengefisiensikan penggunaan energi yaitu menggunakan air kondensat dari vacuum evaporator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan air wash water dan air kondensat terhadap nilai Total Titratable Alkali yang akan dijadikan sebagai weak wash liquor dan Total Alkali pada dregs. Pada penggunaan air kondensat dengan perbandingan antara dregs dan air kondensat 1:4 dalam waktu ekstraksi 8 jam menghasilkan nilai Total Alkali 9.18%. Sedangkan penggunaan wash water dengan perbandingan antara dregs dan wash water 1:4 dalam waktu 8 jam menghasilkan nilai Total Alkali 14.07%. Berdasarkan pengamatan dan analisis, keuntungan dari penggunaan air kondensat diantaranya dapat mempercepat proses ekstraksi dan dapat lebih cepat menurunkan Total Alkali pada dregs.
PENGARUH PENGGUNAAN KATUP EKSPANSI JENIS KAPILER DAN TERMOSTATIK TERHADAP PERFORMANSI MESIN PENDINGIN SIKLUS KOMPRESI UAP HIBRIDA MENGGUNAKAN REFRIGERAN R 22 Jumadi Jumadi
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katup ekspansi merupakan salah satu elemen dasar dari sistem refrigerasi yang memiliki dua fungsi untuk menurunkan tekanan refrigeran cair dan mengatur aliran refrigeran ke evaporator. Katup ekspansi jenis kapiler merupakan salah satu jenis yang paling banyak digunakan dalam sistem refrigerasi yang berukuran kecil, sedangkan untuk jenis termostatik sangat terkenal pemakaiannya dalam sistem refrigerasi berukuran sedang. Pengambilan data dilakukan setiap lima menit selama 120 menit pengujian. Pengujian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunakan katup ekspansi kapiler, katup ekspansi termostatik terhadap performansimesin pendingin siklus kompresi uap dan penambahan hotspot water heater (HWH). Dari hasil pengujian di dapat bahwa untuk COP yang dihasilkan dengan penggunaan katup ekspansi jenis kapiler kondi standard an menggunakan HWH adalah 3,951 dan 2,695 sedangkan menggunakan termostatik adalah 3,80 dan 5,18. Untuk kerja kompresor didapat dari kedua jenis katup ekpansi tidak terlalu jauh berbeda, dari nilai rata dapat dilihat untuk kapiler 0,692 kW dan termostatik 0,679 kW. Untuk efek pelepasan kalor kapiler kondisi standar didapat 3,428 kW dan kapiler+HWH 1,50 kW sedangkan untuk termostatik didapat 2,76 kW dan 2,69 kW.
ANALISIS KINERJA MODUL TERMOELEKTRIK GENERATOR SP 1814 HOT SIDE DAN COLD SIDE TERHADAP TEMPERATUR PERMUKAAN ASPAL DAN OUTPUT DARI PELAT BAJA DAN ALUMINIUM Sahat Pandapotan Simarmata
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Termoelektrik generator merupakan alat pembangkit listrik yang mengkonversikan perbedaan temperatur yang diterima suatu alat sehingga menghasilkan energi listrik. Penelitian ini menggunakan modul termoelektrik tipe SP 1848. Aspal yang digunakan yaitu tipe AC-WC dengan dimensi 300 mm x 300 mm x 100 mm (pxlxt). Untuk memindahkan panas yang diserap aspal menuju termoelektrik digunakan pelat baja dan pelat aluminium yang mana pelat tersebut divariasikan kedalamannya yaitu 2 cm, 4 cm dan 6 cm. Pada pelat baja kedalaman 2 cm, daya maksimal yang dapat dihasilkan sebesar 6,5 W pada saat radiasi matahari sebesar 887 W/m2. Kemudian pada kedalaman 4 cm dan 6 cm, daya maksimal yang dihasilkan masing-masing 3,7 mW dan 3,8 mW saat radiasi matahari sebesar 887 W/m2. Sedangkan pada pelat aluminium kedalaman 2 cm, daya maksimal yang dapat dihasilkan sebesar 31,3 mW pada saat radiasi matahari sebesar 887 W/m2. Kemudian pada kedalaman 4 cm dan 6 cm, daya maksimal yang dihasilkan masing-masing 19,2 mW dan 16,7 mW saat radiasi matahari sebesar 887 W/m2. Perbedaaan daya antara variasi kedalaman pelat baja ini akibat panas yang berada di dalam aspal lebih lama lepas ke udara dibandingkan dengan pelat dengan kedalaman 2 cm. Dengan energi yang dihasilkan secara kontiniu setiap hari, memungkinkan penelitian ini harus dikembangkan agar dapat dimanfaatkan secara massal.
ANALISIS KINERJA MODUL TERMOELEKTRIK SP 1848 HOT SIDE DAN COLD SIDE TERHADAP TEMPERATUR ASPAL DAN OUTPUT DENGAN PELAT PENYERAP DARI ALUMUNIUM DAN TEMBAGA Yayan Riyanto
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya listrik yang dihasilkan Thermoeletric Generator. Memanfaatkan radiasi matahari untuk menghasilkan energi listrik menggunakan thermoelectric generator. Thermoelectric generatormerupakan perangkat generator listrik yang mengkonversikan panas (perbedaan temperatur) menjadi energi listrik melalui efek seeback. Penelitian ini menggunakan modul thermoelectric tipe SP 1848. Aspal yang digunakan yaitu tipe AC-WC dengan ukuran 300 mm x 300 mm x 100 mm. Untuk memindahkan panas yang diserap aspal menuju modul thermoelectric digunakan pelat. Di peneltian ini menggunkan dua jenis pelat alumunium yang mana pelat tersebut divariasikan kedalamannya yaitu 2 cm, 4 cm dan 6 cm. Pada pelat kedalaman 2 cm, daya maksimal untuk alumunium yang dapat dihasilkan sebesar 31 mW pada saat radiasi matahari sebesar 887 W/m2.
ANALISIS KEMAMPUAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK MENYERAP EMISI KARBON DIOKSIDA DARI KEGIATAN TRANSPORTASI DI KOTA PEKANBARU Aryo Sasmita; Muhammad Reza; Gitami Gitami; Puji Annur; Arief Harimurti; Ayu Putri
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan salah satu upaya penanganan terhadap meningkatnya emisi Gas Rumah Kaca (GRK) karena memiliki kemampuan dalam menyerap emisi karbondioksida (CO2). Kegiatan transportasi di Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau berpotensi menghasilkan emisi seiring meningkatnya pertumbahan penduduk dan perekenomian kota. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kecukupan kemampuan daya serap RTH terhadap emisi CO2 yang dihasilkan kendaraan bermotor dari kegiatan transportasi di Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan yaitu melakukan traffic counting untuk menghitung jumlah kendaraan, emisi CO2 dan menghitung seluruh RTH publik dengan jenis tutupan vegetasi berupa padang rumput dan pohon yang memiliki diameter lebih dari 20 cm, serta menghitung persentasi daya serap RTH. Hasil penelitian menunjukkan jumlah nilai emisi CO2 terbesar pada hari minggu, yaitu sebesar 177,104 ton CO2/hari. Estimasi emisi CO2 total dari sektor transportasi darat di Kota Pekanbaru adalah sebesar 57.595,23 ton CO2/tahun. Total kemampuan daya serap CO2 oleh RTH diperoleh sebesar 29.013,30 ton/tahun dengan persentase penyerapan sebesar 50,56%. Hal ini menunjukkan bahwa RTH eksisting yang terdapat di Kota Pekanbaru belum memenuhi dalam menyerap emisi CO2 dari kegiatan transportasi.
PENGUJIAN MOTOR BLDC 48 VOLT – 2KW TERHADAP PERFORMA PROTOTYPE MOBIL LISTRIK KAIBON KAPASITAS SATU PENUMPANG Ridwan Nurhalim; Haris Abizar; Sulaeman Deni Ramdani
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor Brushless DC (BLDC Motor) merupakan salah satu jenis motor-sinkron dimana medan magnet yang dihasilkan oleh rotor dan stator pada frekwensi yang sama. Motor BLDC juga banyak digunakan sebagai penggerak pada mobillistrik, karena motor BLDC dapat memenuhi faktor torsi, akselerasi, kecepatan dan biaya dalam pembuatan mobil listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa Motor BLDC 48 Volt – 2 KW yang dipasang pada prototype mobil listrik satu penumpang dari segi 1) kecepatan maksimal dan 2) jarak tempuh terjauh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur, pengujian langsung dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1) pengujian kecepatan maksimal yang dilakukan pada pengaturan throttle 120% menghasilkan kecepatatan maksimal secara berturut-terut adalah 55 Km/Jam, 57 Km/Jam, 57 Km/Jam, 58 Km/Jam dan 55 Km/Jam dan pengaturan throttle 60% secara berturut-turut adalah 29 Km/Jam, 32 Km/Jam, 31 Km/Jam, 30 Km/Jam dan 30 Km/Jam. 2) Pengujian dari segi jarak tempuh dilakukan sebanyak 2 kali dengan persentase throtlle sebesar 60% hasilnya adalah 12,7 Km dengan kecepatan maksimal hanya terbatas pada 37 Km/J dalam waktu 39 menit 03 detik. Adapun pada persentase throtlle sebesar 120% jarak tempuh yang dicapai sejauh 8,3 Km dalam waktu 27 menit 23 detik.
UNJUK KERJA RESIDENTIAL AIR CONDITIONING HIBRIDA DENGAN KONDENSOR DUMMY TIPE MULTI HELICAL COIL PADA BEBAN PENDINGINAN BERBEDA Aidil Adha
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk menghemat energi pada AC adalah dengan meningkatkan efisiensi energi dengan menggabungkan dua peralatan berbeda menjadi satu peralatan baru yang berfungsi ganda atau hybrid. AC hybrid dapat meningkatkan efisiensi energi dengan membuang limbah panas ke lingkungan melalui kondensor untuk memanaskan air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beban pendinginan terhadap suhu sistem siklus kompresi uap sistem pendingin udara hybrid dengan kondensor dummy tipe multi heliks. Pengujian dilakukan dengan beberapa variasi beban pendinginan (0, 1000, 2000 dan 3000 Watt) sebagai simulasi beban pendinginan perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur refrigeran dengan menggunakan HCR-22 diperoleh sekitar 67,47 °C hingga 72,93 °C. Temperatur refrigeran ditingkatkan serta beban pendinginan yang diterapkan ditingkatkan. Suhu refrigeran mempunyai lebih banyak panas yang diserap dan dilepaskan ke lingkungan sehingga suhu air yang dihasilkan juga meningkat. Suhu air panas sistem ACWH menggunakan refrigeran HCR-22 diperoleh sekitar 41,01-44,96 ˚C.
PERILAKU GETARAN PAKSA TEREDAM TABUNG TERBENAM MENGAMBANG (SUBMERGED FLOATING TUBE/SFT) YANG MENDAPAT GAYA GANGGUAN GELOMBANG Jamiatul Akmal; M. Yakuti Arsi; Thomas Wisudarma; Novri Tanti; Martinus Martinus
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada struktur kemaritiman, struktur silinder (bentuk tubular) banyak dijumpai untuk berbagai aplikasi. Akhir-akhir ini, bentuk tubular mulai dikembangkan untuk diaplikasikan sebagai submerged floating tunnel bridge (SFTB), yaitu terowongan transportasi penyeberangan selat. Artikel ini menyajikan perilaku dinamik submerged folating tube (SFT), dengan pembahasan yang meliputi gaya aksi gelombang, faktor redaman dan respon amplitudo getaran teredam. Spesimen tabung ditempatkan terbenam secara horizontal pada sebuah kolam uji yang dilengkapi dengan seperangkat mesin pembangkit gelombang. Gaya gelombang dan pergerakan tabung masing-masing direkam dengan sensor loadcell dan ultrasonic yang ditempatkan pada batang kantilever sebagai pemegang (holder). Sinyal dari sensor-sensor tersebut diproses dengan system acquisisi data untuk direkam dan ditampilkan di layar monitor. Perilaku getaran tabung ditampilkan dalam grafik non-dimensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya gelombang maksimum terjadi pada permukaan air dan makin mengecil pada posisi yang semakin dalam. Faktor redaman yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa variable; diameter tabung, massa jenis air dan koefisien redaman, serta kecepatan gelombang. Semakin besar diameter tabung mengakibatkan faktor redaman yang semakin kecil.
KAJI EKSPERIMENTAL PERFORMANSI MESIN PENDINGIN TYPE CHILLER UNTUK COLD STORAGE DAN INDOOR MENGGUNAKAN COOLANT ETHYLENE GLYCOL Hendrik Syahputra
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Refrigerasi merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan saat ini terutama bagi masyarakat perkotaan. Refrigerasi dapat berupa lemari es pada rumah tangga, penyimpanan dingin, pendingin sayur, buah-buahan, daging, minuman dan sebagainya. Sistem refrigerasi kompresi uap juga digunakan pada aplikasi tata udara. Mesin pendingin ini bertujuan mendinginkan coolant ethylene glycol sehingga bertemperatur dibawah 0oC untuk penyimpanan dingin dan mengukur kemampuan mesin pendingin dalam mendinginkan ruangan. Performansi mesin pendingin untuk penyimpanan dingin dan ruangan terdapat perbedaan nilai COP, nilai COP yang ke ruangan lebih besar dibanding dengan yang ke penyimpanan dingin disebabkan kerja yang diberikan ke ruangan lebih besar dari pada ke penyimpanan dingin, perubahan entalpi evaporator juga sangat mempengaruhi nilai COP, semakin besar perubahan entalpi evaporator maka akan semakin besar pula nilai COP yang diberikan mesin tersebut.
ANALISIS DATA DOMAIN WAKTU DAN WAVELET TRANSFORM PIPA YANG MENGALAMI SUMBATAN DAN KEBOCORAN Willy Hartino Siregar; Feblil Huda; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini disusun metode untuk mendeteksi kerusakan pada pipa menggunakan sinyal suara. Pendeteksian kerusakan pada pipa dilakukan dengan menggunakan sinyal suara dan empat mikrofon. Metode sinyal suara merupakan smart structural health monitoring yang dapat mendeteksi kerusakan dengan biaya yang lebih murah. Eksitasi suara diberikan dengan menggunakan loudspeaker dan respon sinyal suara dicuplik menggunakan empat mikrofon yang dihubungkan dengan PC-Oscilloscope yang berfungsi untuk mengkonversi sinyal analog hasil rekaman suara menjadi sinyal digital berupa nilai domain waktu dan kemudian menggunakan Continous Wavelet Transform (CWT) untuk menentukan letak kerusakan yang terjadi pada selubung pipa. Untuk mendeteksi letak kerusakan pipa di berbagai posisi kerusakan dapat dicari dengan membandingkan wavelet coefficient dari keempat mikrofon. Kerusakan yang diberikan berupa sumbat dan bocor dengan jarak dan posisi polar yang berbeda-beda. Dari hasil eksperimen diperoleh dengan kondisi kebocoran pada jarak 0,7 meter dengan arah 90°, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 2 sebesar 0,02534 dan kebocoran pada jarak 1,2 meter dengan arah 90°, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 2 sebesar 0,05038 sesuai dengan letak kerusakan yang terjadi pada sudut 90° dan untuk sumbatan pada jarak 1 meter, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 4 sebesar 0,2001 serta sumbatan pada jarak 1,4 meter, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 4 sebesar 0,176 sesuai dengan bentuk sumbatan yang diberikan berada dasar pipa.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 23 No 1 (2024): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 22 No 1 (2023): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21 No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 1 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20, No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20, No 1 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19 No 2 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 1 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19 No 1 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18 No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18 No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17 No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17 No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15 No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14 No 2 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14 No 1 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi More Issue