cover
Contact Name
Azridjal Aziz
Contact Email
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6285263006442
Journal Mail Official
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Editorial Address
Jl. Soebrantas km 12,5 Kampus Bina Widya, Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293, RIAU
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi
Published by Universitas Riau
ISSN : 14126257     EISSN : 25499742     DOI : https://dx.doi.org/10.31258/jst
Jurnal Sains dan Teknologi (JST), is a peer-reviewed scientific journal published regularly every six months, namely in March and September. The reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted articles. Articles are submitted for review with the understanding that they have not been published elsewhere. Each author is advised to submit the articles using article template of JST. Authors need to pay the publication fee. The author(s) will be responsible for proof-reading the article. There are two issues a year for this Journal and reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted manuscripts. Details of electronic submission are shown on the JST homepage.
Articles 112 Documents
IMPLEMENTASI KONSEP INTERAKTIFITAS PADA SISTEM PEMBELAJARAN JARAK JAUH BERBASIS WEB MULTIMEDIA Irsan Taufik Ali
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 1 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.405 KB) | DOI: 10.31258/jst.v12.n1.p%p

Abstract

Interaktifitas merupakan bagian yang penting pada sebuah sistem pembelajaran jarak jauh. Interakifitas pada proses pembelajaran jarak jauh diwujudkan dalam dua bentuk interaksi pertama, interaksi individual antara peserta ajar dengan materi pembelajaran dan interaksi yang kedua menyangkut interaksi antara peserta ajar dengan nara sumber yang akan membantu peserta dalam memahami materi pembelajaran. Sistem yang disediakan harus dapat mendukung proses interaksi individual antara peserta didik dengan materi pembelajaran, atau interaksi dalam komunikasi antara sesama peserta didik dan pemateri dalam sebuah grup pembelajaran. Dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi multimedia serta pemanfaatan elemen-elemen multimedia dan keunggulan yang dimilikinya maka akan menghasilkan sebuah antarmuka sistem dan aplikasi yang menarik, nyaman dan mudah digunakan, serta mampu mendukung bentuk-bentuk interaksi yang terjadi pada proses penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh.Kata kunci : pendidikan jarak jauh, interaktifitas, interaksi, antarmuka, multimedia
PENGUJIAN PENGERING TENAGA SURYA TIPE PEMANASAN LANGSUNG DENGAN UNTUK PENGERINGAN PISANG PADA KONDISI BERBEDA Azridjal Aziz; Ahmad Surya; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.387 KB) | DOI: 10.31258/jst.v18.n2.p82-90

Abstract

Alat pengering tenaga surya tipe pemanasan langsung telah diuji untuk pengeringan pisang pada kondisi berbeda. Alat pengering yang diuji merupakan alat pengering hibrida yang bias digunakan dengan sumber energy lain, selain menggunakan energy surya sebagai sumber energi utama pada siang hari, sedangkan gas LPG digunakan pada pengeringan di malam hari. Hasil penelitian menunjukkan temperatur tertinggi, penurunan kadar air tertinggi pada pengujian dengan LPG diperoleh pada rak 6, sedangkan terendah diperoleh pada rak 1, karena sumber kalor berada di bawah rak 6, hal sebaliknya terjadi pada pengeringan menggunakan energy surya, karena sumber kalor berasal dari bagian atas atau pada rak 1. Pada pengujian dengan LPG, temperatur tertinggi yang dapat dicapai yaitu 84,7 °C yaitu pada rak 6, sedangkan temperatur terendah 52,3 °C pada rak 1, sebaliknya temperatur pisang dengan menggunakan tenaga surya temperatur tertinggi pada rak 1 pada jam 11.00 WIB sebesar 62,9 °C dan paling rendah pada rak 1 pada jam 17.00 WIB sebesar 37,1 °C. Kebutuhan energi total pengeringan pada pengujian menggunakan gas LPG sebesar 4681,92 kJ sedangkan kebutuhan energi total pengeringan pada pengujian menggunakan tenaga surya sebesar 3176,24 kJ. Pengeringan menggunakan energi surya lebih ekonomis dibanding menggunakan gas LPG, namun waktu pengeringan lebih lama dibanding LPG. Pengeringan menggunakan alat pengering kualitasnya lebih baik dan higienis dibanding penjemuran langsung.
SEMEN PCC SEBAGAI MATERIAL GREEN CONSTRUCTION DAN KINERJA BETON YANG DIHASILKAN Rachmi Yanita
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 1 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.855 KB) | DOI: 10.31258/jst.v19.n1.p13-18

Abstract

ABSTRAK Tipe semen PC (Portland Cement) dan PCC (Porttland Composite Cemenrt) banyak digunakan sebagai bahan bangunan pembentuk beton pada proyek konstruksi  oleh para penyedia jasa seperti kontraktor maupun perusahaan ready-mix. Semen PCC merupakan semen dalam Green Listing Indonesia  dari Green Building Council Indonesia dan merupakan realisasi komitmen industri terhadap permasalahan lingkungan.  Penggunaan Semen  PCC  dengan kandungan Fly-Ash (FA) lebih tinggi  sering dikhawatirkan kekuatannya sebagai beton struktural dibanding semen PC oleh pihak pengguna jasa. Pada penelitian ini dikaji pengaruh penggunaan semen PC dan semen PCC pada beton fc’25 dilihat dari perbedaan kandungan FA, berat jenis(BJ)  dan komposisi mix-design terhadap  kuat tekan beton yang dihasilkan. Hasil analisa menunjukkan bahwa beton semen PC dan PCC (dengan kandungan FA max 22%, BJ >3) dengan Standar Deviasi(SD) =6 MPa dapat mencapai fc’25 yang direncanakan, dengan efisiensi biaya 8,1%  per m3  beton. Maka penggunaan semen PCC harus diawali dengan pemeriksaan spesifikasi produk semennya, karena hasil uji menunjukkan beton semen PCC yang tidak memenuhi kriteria di atas, tidak mencapai fc’yang direncanakan sehingga untuk meningkatkan kekuatannya dapat dilakukan dengan memperbesar nilai SD pada analisa mix-design atau memberi bahan additive.Penggunaan semen PCC sangat direkomendasi karena merupakan meterial ramah lingkungan yang menunjang material untuk Green Construction.                       Kata kunci: Semen ramah lingkungan, mix-design, kinerja beton.   ABSTRACT  Type of PC cement (Portland Cement) and PCC (Portland Composite Cement) are widely used as concrete building material for construction projects by service providers such as contractors and ready-mix companies. PCC cement is cement in the Green Listing Indonesia of the Green Building Council Indonesia and is a realization of the industry's commitment to environmental problems. The use of PCC Cement with higher Fly-Ash (FA) content is often feared for its strength as structural concrete compared to PC cement by service users. In this study the effect of PC cement and PCC cement on concrete fc '25 was examined as seen from differences in FA content, specific gravity (BJ) and mix-design composition on the compressive strength of the concrete produced. The analysis shows that PC and PCC cement concrete (with a max FA content of 22%, BJ> 3) with a Standard Deviation (SD) = 6 MPa can reach the planned fc'25, with a cost efficiency of 8.1% per m3 of concrete. So the use of PCC cement must be preceded by checking the specifications of the cement product, because the test results show that the PCC cement concrete which does not meet the above criteria, does not reach the planned plan so as to increase its strength can be done by increasing the SD value in the mix-design analysis or providing material additive. The use of PCC cement is highly recommended because it is an environmentally friendly meterial that supports materials for Green Construction. Keywords: Environmentally friendly cement, mix-design, concrete performance.
KARAKTERISTIK MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN AC (AIR CONDITIONER) DENGAN SIKLUS KOMPRESI UAP SISTEM UDARA TERBUKA Tio Vani Nesri; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.363 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n2.p63-68

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah melakukan analisa pada karakteristik pengeringan pada mesin pengering pakaian. Karakteristik pengeringan mencakupi nilai laju ekstraksi air spesifik (SMER) dan nilai konsumsi energi spesifik (SEC). Mesin pengering menggunakan sistem pengkondisian udara. Komponen yang dimanfaatkan dari sistem pengkondisian udara tersebut adalah kondensor. Temperatur dari kondensor masih relatif tinggi sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sumber panas untuk pengeringan pakaian. Penelitian menggunakan 2 metode pengujian. Pengujian tanpa pemanasan awal dan pengujian dengan pemanasan awal selama 30 menit pada mesin pengering. Dari pengujian didapatkan nilai SMER 3,420 kg/kWh – 4,120 kg/kWh dan nilai SEC 0,242 kWh/kg untuk pengujian tanpa pemanasan awal. Sedangkan untuk pengujian dengan pemanasan awal selama 30 menit didapat nilai SMER 3,689 kg/kWh – 4,282 kg/kWh dan nilai SEC 0,233kWh/kg-0,271 kWh/kg
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI BEAD ALGA Chlorella sp. DALAM FLAT-FOTOBIOREAKTOR UNTUK MENYISIHKAN NUTRIEN PADA PALM OIL MILL EFFLUENT (POME) Shinta Elystia; Indah Darmayanti Darmayanti; Sri Rezeki Muria
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.05 KB) | DOI: 10.31258/jst.v18.n1.p14-20

Abstract

Mikroalga Chlorella sp. memanfaatkan nutrien yang terdapat di dalam POME sebagai sumber nutrisi untuk pertumbuhannya. Pada penelitian ini dilakukan penyisihan nutrien yaitu kandungan COD dan Nitrogen Total dengan memanfaatkan POME sebagai medium kultivasi di dalam flat-fotobioreaktor. Imobilisasi sel dilakukan untuk membentuk beads dikarenakan sel Chlorella sp. yang mikroskopis, berat jenis rendah, dan sulit dipisahkan dari medium. Untuk mendapatkan efisiensi penyisihan terbaik dilakukan variasi konsentrasi bead alga di dalam flat-fotobioreaktor sebesar 6, 8, 10, 12, dan 14 beads/mL air limbah serta waktu kontak 0, 1, 3, 5, dan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan COD dan Nitrogen Total terbaik terdapat pada flat-fotobioreaktor dengan konsentrasi bead alga sebesar 12 beads/mL air limbah pada hari ketujuh sebesar 77,8 % dan 83,5 %.
OPTIMASI PROSES PEMUTIHAN ACACIA KRAFT PULP DENGAN PROSES BIOBLEACHING SEBELUM CHEMICAL BLEACHING UNTUK MENGURANGI PEMAKAIAN BAHAN KIMIA Amrizal '; Adrianto Ahmad; Bahruddin '
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 1 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.798 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n1.p1-6

Abstract

Proses pemutihan pulp dengan enzim (Biobleaching) sebelum pemutihan dengan bahan kimia membantu menurunkan konsumsi bahan kimia pemutih (ClO2). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum proses biobleaching terhadap kenaikkan derajat kecerahan pulp, pengaruhnya terhadap konsumsi ClO2 dan kualitas pulp serta dampaknya terhadap lingkungan. Sampel kraft pulp, terbuat dari campuran kayu acacia mangium, acacia crassicarpa dan eucalyptus. Enzim yang digunakan xylanase dengan aktivitas enzim sebesar 5000 IU/ml. Variabel proses terdiri dari waktu (X1), suhu (X2), pH (X3), dan dosis enzim (X4). Optimasi dilakukan pada berbagai variasi waktu (30, 60, 120, 180) menit, suhu (60, 70) oC, pH (4, 5, 6, 7, 8), dan dosis (0,2, 0,5, 1,0) kg/ton pulp dimana biaya enzim dan bahan kimia sebagai faktor kendala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH dan dosis enzim merupakan faktor signifikan yang berpengaruh terhadap kenaikan derajat kecerahan pulp. Hubungan antara kenaikkan derajat kecerahan (Y) terhadap pH dan dosis enzim ditunjukkan dengan persamaan Y = 0,792+0,576X3+0,688X4. Kondisi optimum biobleching diperoleh pada pH 8 dan dosis enzim 0,142 kg/Ton pulp dimana kenaikkan derajat kecerahan adalah sebesar 5,5%. Konsumsi ClO2 turun 15,2% dan kadar AOX turun 30% dibandingkan proses tanpa enzim. Kekuatan tarik pulp menunjukkan kenaikkan dari 64,2 N/m2 menjadi 65,2 N/m2.Kata kunci : AOX, biobleaching, derajat kecerahan, enzim xylanase, pulp
ANALISIS BUCKLING RESTRAINED BRACES SYSTEM SEBAGAI RETROFITTING PADA BANGUNAN BETON BERTULANG AKIBAT GEMPA KUAT Widya Apriani; Sjahril A Rahim
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.485 KB) | DOI: 10.31258/jst.v12.n2.p%p

Abstract

Pada umumnya bangunan yang ada di Indonesia telah dibangun dengan acuan pedoman SNI 1726-1989-F dan SNI 03-1726-2002. Setelah peraturan baru SNI 03-1726-2010 disahkan, bangunan yang telah ada boleh jadi tidak memenuhistandar baru, sehingga harus diperkuat (retrofitting). Untuk mendapatkan sistem struktur dengan respon yang palingbaik terhadap gempa dilakukan studi pengembangan analisis mengenai perilaku BRB (Buckling Restrained Braces).Bresing tipe ini diaplikasikan pada bangunan tinggi struktur beton bertulang. Penelitian terlingkup mengenai,mekanisme, kinerja, dan parameter-parameter aktualnya terkait dengan adanya pengaruh gempa rencana sesuai FEMA356. Hal-hal tersebut diteliti dengan membandingkan antara struktur eksisting, dengan struktur hasil retrofitting-nya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisa statik nonlinier (pushover analysis) untuk struktur sistem gandadengan BRBS sampai pada target peralihan (performance point) yang dihitung berdasarkan FEMA 356 struktur gedungyang didesain masih memiliki taraf kinerja Life safety.Kata kunci : buckling restrained brace, struktur sistem ganda, retrofitting, FEMA 356, taraf kinerja Life safety
ANALISIS DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN AIR SUNGAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN WATER QUALITY ANALISYS SIMULATION PROGRAM (WASP)7.3 (DAS SIAK BAGIAN HILIR KABUPATEN SIAK) Ivnaini Andesgur; Imam Suprayogi; Pipi Handrianti
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17, No 1 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.083 KB) | DOI: 10.31258/jst.v17.n1.p23-32

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak termasuk DAS kritis khususnya bagian hilir, dimana terjadinya penurunan debit dan kulitas air sungai yang dipicu oleh meningkatnya aktivitas disepanjang aliran sungai yang didominasi oleh kegiatan perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tampung beban pencemaran BOD, COD dan TSS pada DAS Siak bagian hilir menggunakan metode WASP 7.3; dan menentukan besar reduksi beban pencemarannya. DAS Siak bagian hilir dibagi menjadi 14 segment kemudian dilakukan simulasi beban pencemaran parameter BOD, COD dan TSS pada masing-masing segment. Pada simulasi ini digunakan debit minimum yaitu sebesar 151 m3/dt dilanjutkan dengan mereduksi beban pencemarannya sebesar 75%, 50% dan 25% sampai sesuai dengan baku mutu air peruntukan kelas II.  Hasil Pemodelan WASP7.3 Daya Tampung Beban Pencemaran DAS Siak bagian hilir kabupaten Siak pada debit andalan minimum masing-masing untuk parameter BOD sebesar -68.877,82 kg/hari, COD sebesar -300.242,11 kg/hari dan TSS sebesar -169.065,78 kg/hari, dimana tanda minus (-) menandakan bahwa beban pencemar melebihi daya tampung sungai. Reduksi beban pencemar untuk parameter BOD sebesar 75%, COD sebesar 50%, dan TSS sebesar 25%. Parameter BOD merupakan parameter tertinggi dilakukan reduksi karena semua segment pada DAS Siak bagian hilir kabupaten Siak melebihi baku mutu peruntukkan kelas II. Kemampuan DAS Siak bagian hilir kabupaten Siak untuk menampung beban pencemar berdasarkan baku mutu peruntukkan kelas II setelah dilakukan reduksi masing-masing parameter pencemar adalah BOD 75% sebesar 12.134,95 kg/hari, COD 50% sebesar 12.958,94 kg/hari, dan TSS 25% sebesar 36.280,66 kg/hari.
ANALISA PEMILIHAN DAYA MOTOR BARK BELT CONVEYOR 27B DENGAN KAPASITAS 244 TON/JAM Syafri '
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v14.n1.p%p

Abstract

Pada makalah ini dibahas tentang analisa pemilihan daya motor bark conveyor. Hal ini dilakukan untuk menghindariterjadinya overload pada saat conveyor beroperasi secara berkelanjutan setiap harinya. Pemilihan daya motor dilakukandengan cara mengkalkulasikan faktor sudut kemiringan conveyor (c), massa (qb) dan dimensi belt (p, w, t), tarikan belt(s), massa idler (q”p) serta tarikan pulley (wdr, wo). Dari hasil perhitungan diperoleh daya motor sebesar 27,3 kW.Dengan mempertimbangkan faktor umur pemakaian motor efektif sebesar 90% dan faktor keamanan sebesar 2 makadiperoleh daya motor total sebesar 60,6 kW. Pemilihan motor selanjutnya didasarkan kepada putaran serta jumlah kutubmotor, sehingga didapatkan motor dengan spesifikasi putaran 1480 rpm, frekuensi 50 Hz, sumber tegangan AC 340 volt3-fase.
KARAKTERISTIK PENGUJIAN PADA MESIN PENGERING PAKAIAN MENGGUNAKAN AIR CONDITIONER (AC) ½ PK DENGAN SIKLUS UDARA TERTUTUP Gordon HTTM; Azridjal Aziz; Rahmat Iman Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.496 KB) | DOI: 10.31258/jst.v16.n1.p24-30

Abstract

Analisa ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang dihadapi sektor rumah tangga dan usaha bisnis laundry pada penyediaan mesin untuk pencuci dan pengering yang dapat bekerja cepat. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian tentang mesin pengering pakaian ini yaitu mengetahui waktu pengeringan pakaian untuk berbagai jumlah variasi pakaian yang dikeringkan dengan jenis pakaian yang sama. Analisa perhitungan konsumsi dan biaya energi untuk mesin pengering pakaian menggunakan AC ½ PK dengan siklus udara tertutup didasarkan pada hasil perhitungan teoritis. Manfaat penelitian ini adalah Sebagai pengembangan dalam bidang penghematan energi dari teknologi refrigerasi dan pengkondisian udara. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan melalui perhitungan termodinamika dengan refrigerant yang dipakai R22. Kesimpulan dari analisa ini diperoleh dari nilai laju pengeringan pada mesin pengering pakaian dengan waktu yang bervariasi yaitu 29 menit - 126 menit, SMER 6,90 kg/kWh – 0,07 kg/kWh, SEC 0,15 kWh/kg – 14,13 kWh/kg, dengan laju pengeringan 22,50 gram/ menit - 34,75 gram/menit.

Page 3 of 12 | Total Record : 112