cover
Contact Name
Azridjal Aziz
Contact Email
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6285263006442
Journal Mail Official
azridjal.aziz@lecturer.unri.ac.id
Editorial Address
Jl. Soebrantas km 12,5 Kampus Bina Widya, Simpang Baru Panam, Pekanbaru 28293, RIAU
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi
Published by Universitas Riau
ISSN : 14126257     EISSN : 25499742     DOI : https://dx.doi.org/10.31258/jst
Jurnal Sains dan Teknologi (JST), is a peer-reviewed scientific journal published regularly every six months, namely in March and September. The reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted articles. Articles are submitted for review with the understanding that they have not been published elsewhere. Each author is advised to submit the articles using article template of JST. Authors need to pay the publication fee. The author(s) will be responsible for proof-reading the article. There are two issues a year for this Journal and reviewing results will be provided within four weeks for most of the submitted manuscripts. Details of electronic submission are shown on the JST homepage.
Articles 112 Documents
PEMODELAN NUMERIS PERUBAHAN GARIS PANTAI (STUDI KASUS DI PANTAI TANJUNG MOTONG KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI) Dwi Puspo Handoyo; Sigit Sutikno; Manyuk Fauzi
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 2 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.682 KB) | DOI: 10.31258/jst.v13.n2.p%p

Abstract

Penelitian ini melakukan pemodelan numeris perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Motong Kab. Kepulauan Meranti Provinsi Riau dengan menggunakan perangkat lunak (software) GENESIS (GENEralized model for SImulating Shorline change). Data-data yang dipakai untuk pemodelan adalah data topografi, bathimetri, angin dan jenis tanah. Peramalan gelombang dilakukan dengan menggunakan data angin setiap jam selama 12 tahun (2001 – 2012) untuk mendapatkan tinggi dan periode gelombang rencana dengan menggunakan formula-formula empiris yang diturunkan dari model parametrik berdasarkan spektrum gelombang JONSWAP. Skenario pemodelan dilakukan dengan memprediksi perubahan garis pantai 10 tahun kedepan (2014-2024). Skenario pemodelan dibagi dua yaitu (1) simulasi perubahan garis pantai tanpa kalibrasi (2) simulasi perubahan garis pantai setelah dilakukan kalibrasi. Pada skenario kedua, sebelum melakukan simulasi perubahan garis pantai, model di kalibrasi dengan menggunakan bantuan tool DSAS (Digital Shoreline Analisis System), sehingga hasil pemodelan mendekati kondisi sebenarnya dilapangan. Hasil perbandingan dari dua skenario tersebut tampak perbedaan yang cukup jauh dimana laju perubahan garis pantai setelah dikalibrasi lebih besar dari pada sebelum dikalibrasi.Kata Kunci: perubahan garis pantai, pemodelan numeris, GENESIS, DSAS
TINGKAT KEHALUSAN DAN NOMOR BUTIR SERBUK BIOKERAMIK MENGGUNAKAN AYAKAN GETAR Hendri Van Hoten; Nurbaiti Nurbaiti; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19, No 2 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v19.n2.p58-62

Abstract

Penelitian ini akan membahas Pengecekan Tingkat Kehalusan dan Nomor Butir Serbuk Biokeramik Menggunakan Ayakan Getar. Biokeramik tersebut di proses terlebih dahulu menggunakan mesin Ball Mill dengan memvariasikan kecepatan dan waktu proses penggilingan serta nilai perbandingan massa serbuk terhadap massa bola penggiling.  Tingkat kehalusan dan nomor butir serbuk dilakukan pengecekan menggunakan mesin ayakan getar. Nomor ayakan yang digunakan adalah 35, 60, 120 serta 230 dengan tingkat kehalusan ukuran masing-masing sieve 500, 250, 125 dan 63 µm secara berturut-turut. Ukuran dari serbuk biokeramik dari cangkang telur tersebut masih tampak kasar-kasar. Ukuran serbuk terkecil didapatkan pada variasi kecepatan dan waktu proses penggilingan serta nilai perbandingan massa serbuk terhadap massa bola penggiling berturut-turut 150 rpm, 1 jam dan 1:6 yaitu 86.5 mm, sedangkan nomor kehalusan serbuknya yaitu 191.
INHIBITOR POLIFOSFAT UNTUK MENGENDALIKAN KOROSI PADA PIPA SISTEM PENDISTRIBUSIAN AIR Komalasari Komalasari; Zultiniar Zultiniar
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 13, No 1 (2014): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.031 KB) | DOI: 10.31258/jst.v13.n1.p%p

Abstract

Dalam proses industri sering terjadi masalah, salah satunya adalah adanya kebocoran/penipisan pada alat prosesproduksi yang disebabkan oleh korosi. Korosi merupakan proses kerusakan/degradasi pada material akibat berinteraksidengan lingkungan. Salah satu cara pencegahan korosi adalah dengan menambahkan inhibitor. Inhibitor adalah senyawakimia yang dapat mengendalikan atau memperlambat proses korosi. Polifosfat merupakan salah satu inhibitor yang baikuntuk mengendalikan laju korosi. Inhibitor polifosfat dapat mengurangi aktivitas proses korosi dan tidak menyebabkankerusakan pada material dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh inhibitorpolifosfat dalam mengendalikan korosi pada pipa air, menghitung laju korosi yang terjadi pada bahan logam tanpainhibitor dan memakai inhibitor serta mengetahui jenis logam yang baik dan tahan korosi agar dapat digunakan padaalat proses industri. Penelitian ini dilakukan dengan cara merendam coupon corrosion (besi, stainless steel, danaluminium) selama 1 minggu di dalam larutan NaCl dengan berbagai konsentrasi yang berbeda (500, 5000, 15.000, dan30.000ppm), tanpa inhibitor dan dengan menggunakan inhibitor polifosfat dengan berbagai konsentrasi polifosfat (50,100, 200, 300, dan 400ppm). Hasil dari penelitian ini diperoleh untuk uji tanpa inhibitor bahwa semakin tinggikonsentrasi NaCl maka laju korosi semakin meningkat pada berbagai coupon korosi. Sedangkan untuk uji denganmemakai inhibitor polifosfat, laju korosi menurun sampai pada titik konsentrasi NaCl 300ppm pada berbagai couponkorosi. Laju korosi yang tertinggi diperoleh pada logam besi dibandingkan dengan aluminium dan stainless steel. Lajukorosi yang terendah terjadi pada stainless steel.Kata Kunci : Inhibitor, Inhibitor Polifosfat, Korosi
Adsorpsi dan Pelepasan Doxorubicin dari Permukaan Partikel Magnetit/Hidroksiapatit Sri Murda Niati; Ahmad Fadli; Yelmida Aziz
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.365 KB) | DOI: 10.31258/jst.v18.n2.p50-56

Abstract

Cancer is a disease caused by poor cell growth in body tissues. One effective method of dealing with cancer cell growth is the nanomedicine or nano drug delivery approach. Biocompatible, biodegredable and non-toxic drug delivery material for the body is magnetite / hydroxyapatite composite. This research uses hydrothermal method to produce magnetite / hydroxyapatite composites. Furthermore, to determine the performance of magnetite / hydroxyapatite composites as drug delivery through adsorption kinetics and mathematical models of doxorubicin decay on the surface of the composite and the value of the mass transfer coefficient. The concentration of doxorubicin used for adsorption was 520, 720, 920 (ppm) with a composite mass of 0.2 0.3 0.4 and 0.5 (grams) and an adsorption temperature of 30, 40, 50 (0C). The doxorubicin release model in the composite layer uses PBS solution media pH 7.4 with a temperature of 370C. The results obtained for doxorubicin adsorption kinetics on composite surfaces were 71.43; 55.56; 90.91 mg/g for temperature variations of 30, 40, 50 °C with (R2) is 0.980 and % SSE by 33% and kinetics constant adsorption 0.282. Decay of doxorubicin in vitro using PBS solution was obtained. The value of the mass transfer coefficient obtained increased with the increase in the mass of the magnetite/hydroxyapatite composite, for the mass of the magnetite/hydroxyapatite composite 0.2; 0.3; 0.4; and 0.5 grams (kc) values obtained were 1.1 x 10-4 g/cm2.minute, 4.4 x 10-4 g/cm2.minute, 9.9 x 10-4 g/cm2.minute and 2 , 1 x 10-3 g/cm2.minute.
EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI UNIT PLTD/G TELUK LEMBU PT PLN PEKANBARU DENGAN METODE NIOSH Aryo Sasmita; Shinta Elystia; Jecky Asmura
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.874 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n2.p34-42

Abstract

Kebisingan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri karena hampir semua proses produksi di industri akan menimbulkan kebisingan. Kebisingan juga dapat menyebabkan gangguan yang berpotensi mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan terutama berasal dari kegiatan operasional peralatan pabrik. Pekerja lapangan PLTD/G setiap hari berhubungan dengan mesin-mesin pembangkit listrik yang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi. Risiko kerusakan pendengaran (damage risk on hearing) pada pekerja dapat disebabkan oleh bising yang tinggi atau waktu kumulatif paparan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebisingan yang ada dilokasi penelitian dan mengetahui waktu pemaparan maksimal yang diperbolehkan untuk bepekerja berada pada lokasi kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan perhitungan tingkat kebisingan yang terjadi di PT. PLN (Persero) Unit PLTD/G Teluk Lembu Pekanbaru berdasarkan KepMenLH Nomor 48 Tahun 1996 dan SNI 7231-2009 kemudian melakukan evaluasi waktu maksimal pekerja terpapar kebisingan yang ditimbulkan berdasarkan metode perhitungan NIOSH. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat empat titik yang berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) Kepmenaker No. 51 Tahun 1999 sedangkan sisanya diatas NAB. Waktu terlama pemaparan yaitu titik 2 dengan waktu pemaparan maksimal selama 88,89jam, sedangkan waktu pemaparan paling singkat yaitu titik 13 dengan lama pemaparan diperbolehkanhanya selama 5,68 menit
PENGENDALIAN KEBISINGAN DENGAN METODE CONCEPTUAL MODEL DI PABRIK KELAPA SAWIT PT. TUNGGAL PERKASA PLANTATIONS Aryo Sasmita; Jecky Asmura; Nandia Rian Ambarwati
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.955 KB) | DOI: 10.31258/jst.v17.n2.p61-68

Abstract

Untuk menunjang proses produksi guna memenuhi tuntutan peningkatan produktivitas,maka pabrik kelapa sawit telah menerapkan sistem mekanisasi pada alat dan mesin industri pengolahan buah sawit. Dengan penerapan mekanisasi produksi, dapat menimbulkan dampak kurang baik bagi kesehatan tenaga kerja, salah satunya adalah gangguan kebisingan saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif solusi permasalahan kebisingan di lokasi penelitian menggunakan conceptual model. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan pengukuran kebisingan yang diambil pada 139 titik di areal produksi dan loading ramp, kemudian dibandingkan dengan batas maksimum intensitas kebisingan yang diperbolehkan di tempat kerja dan melakukan perhitungan lamanya pekerja boleh terpapar kebisingan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada 43 titik yang melebihi baku mutu dan kebisingan tertinggi dititik 69 dengan 99,7 dB. Lama pemaparan maksimal dititik tersebut diperbolehkan hanya 16,08 menit jika tidak menggunakan Alat Perlindungan Diri. Pengendalian kebisingan dengan conceptual model dapat dilakukan secara internal yaitu dengan pengendalian di sumber, di perantara ataupun di penerima. Adapun pengendalian secara eksternal dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, pelatihan K3 dan pemasangan rambu penanda kebisingan.
PENGARUH VARIASI ARAH PUTARAN FAN TERHADAP PENDINGINAN PADA PENDINGIN MINUMAN PORTABLE MENGGUNAKAN TERMOELEKTRIK KAPASITAS 4,7 LITER Rahmat Iman Mainil; Syafri '; Azridjal Aziz; Renhard Niptro Gultom; Afdhal Kurniawan Mainil
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 2 (2015): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.734 KB) | DOI: 10.31258/jst.v14.n2.p%p

Abstract

Pendingin minuman portable dengan kapasitas 4,7 liter menggunakan modul termoelektrik (TEC) digunakan untuk mengetahui laju pendinginan minuman portable.Penelitian dilakukan dengan memvariasikan jumlah elemen peltier yang aktif dan membandingkannya terhadap variasi arah putaran fan serta beban pendinginan. Setiap pengujian dilakukan hingga temperatur pendingin minuman protable mencapai temperatur terendah. Dengan menggunakan arah putaran fan dorong, data memperlihatkan bahwa dengan menggunakan tiga modul TEC temperatur ruangan pendingin yang dapat dicapai 14,6 0C dalam 95 menit (tanpa beban pendingin) dan 25,5 0C dalam 40 menit (beban pendingin maksimum, 6 buah minuman kaleng). Sedangkan dengan menggunakan tiga buah modul TEC dengan arah putaran fan tarik temperatur ruangan pendingin terendah 17,4 0C dalam 55 menit (tanpa beban pendingin), dan 25,6 0C dalam 35 menit (beban pendingin maksimum, 6 minuman kaleng).
ANALISA KEHANDALAN STOKASTIK RANTAI MARKOV UNTUK SIMULASI DATA CURAH HUJAN HARIAN PADA DAS KAMPAR Bambang Sujatmoko; Mardani Sebayang; Muhammad Khalilullah
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.085 KB) | DOI: 10.31258/jst.v11.n1.p%p

Abstract

Suatu model telah dikembangkan untuk mensimulasi curah hujan harian pada 4 stasiun pengukur hujan yang berlokasi di DAS Kampar. Curah hujan yang merupakan sesuatu yang tidak pasti dan salah satu faktor penting dalam sebuah perencanaan akan disimulasi dengan sebuah model yaitu stokastik rantai Markov. Dengan menggunakan variabel acak, model stokastik rantai Markov dilakukan untuk mensimulasi deretan hari hujan dan kering dan untuk mensimulasi serangkaian besar curah hujan harian dengan menggunakan distribusi gamma. Analisa persentase perbedaan jumlah hari hujan dan total curah hujan dilakukan untuk mengetahui tingkat perbedaan antara simulasi dan pengamatan. Dan analisa uji Chi-Kuadrat dilakukan menjadi 2 bentuk uji apakah memiliki populasi yang sama yaitu untuk data simulasi dan pengamatan dan untuk data simulasi dan distribusi gamma. Hasil pengujian yang dilakukan terhadap 120 data tiap-tiap stasiun menyatakan bahwa berdasarkan uji Chi-kuadrat, tidak lebih dari 50% data curah hujan hasil simulasi sesuai atau cocok dengan curah hujan hasil pengamatan, dan bahwa kurang dari 30% data curah hujan hasil simulasi sesuai atau cocok dengan distribusi gamma. Tingkat kehandalan rantai Markov dalam mensimulasi data curah hujan di DAS Kampar adalah rendah karena nilai koefisien korelasi (r) antara model dan pengamatan lebih kecil dari nilai koefisien korelasi kritik (rkritik).Kata Kunci : curah hujan harian, hari hujan, model rantai Markov, data hujan simulasi.ABSTRACT
KETERSEDIAAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIKAN TENAGA SURYA DI KOTA PEKANBARU Dian Yayan Sukma; Iswadi Hasyim Rosma
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 16, No 2 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.327 KB) | DOI: 10.31258/jst.v16.n2.p62-69

Abstract

Energi surya sangat murah untuk didapatkan, tetapi besarnya berfluktuasi setiap saat dan berbeda di setiap wilayah. Pemanfaatan potensi energi terbarukan ini dalam menghasilkan energi listrik diprioritaskan untuk daerah terisolasi atau ditempatkan pada sistem distribusi (generator terdistribusi) yang secara langsung melayani kebutuhan beban. Durasi pembangkit listrik tenaga surya dalam menyediakan energi listrik di grid adalah tidak tetap dan berubah setiap saat. Hal ini disebabkan oleh perubahan potensi cuaca (radiasi matahari) dan pemilihan teknologi yang diterapkan. Ketersediaan sistem generator dengan pola operasi PLTS yang berdiri sendiri diperoleh 44,3% untuk area Panam dan 28,6% untuk area Sudirman. Secara keseluruhan, ketersediaan rata-rata sistem pembangkit tenaga surya (PLTS) untuk kota Pekanbaru adalah 36,45%.
PEMODELAN SEDIMENTASI PADA TAMPUNGAN BENDUNG TIBUN KABUPATEN KAMPAR Bambang Sujatmoko; Mudjiatko Mudjiatko; Mathias Robianto
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 11, No 2 (2012): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.29 KB) | DOI: 10.31258/jst.v11.n2.p%p

Abstract

Pemodelan sedimentasi pada suatu tampungan bendung diperlukan untuk mengetahui pergerakan sedimen yang terjadi dan berapa besar perubahan dasarnya. Untuk memudahkan proses pemodelan dapat digunakan bantuan teknologi yaitu dengan menggunakan software Surface-water Modelling System. Program ini dapat memodelkan arus dan sedimentasi dalam tampungan bendung, dimana hasil pemodelan dari program ini berguna untuk mengetahui pola aliran dan distribusi kecepatan aliran serta distribusi sedimen yang terjadi pada tampungan bendung. Penelitian ini bertujuan untuk memperlihatkan pergerakan arus dan sedimen pada tampungan bendung Tibun dengan menggunakan software Surface-water Modelling System. Pada pemodelan ini, data topografi, debit banjir, dan elevasi muka air diolah dengan menggunakan Resources Management Associates-2 dan Geometri File Generation yang menghasilkan bentuk aliran yang terjadi dan SED2D mengolah parameter-parameter sedimen dengan hasil berupa pergerakan sedimen yang terjadi pada tampungan bendung. Hasil pemodelan sedimentasi pada tampungan bendung Tibun, menunjukkan bahwa kecepatan aliran yang terjadi pada tampungan bendung sangat kecil nilainya. Kecepatan aliran pada periode ulang 10 tahun lebih besar nilainya dibandingkan periode ulang 5 tahun pada titik dan lokasi yang sama. Sebaliknya, perubahan dasar tampungan pada periode ulang 10 tahun lebih kecil nilainya dibandingkan dengan periode ulang 5 tahun pada titik dan lokasi yang sama.Kata Kunci : pemodelan sedimentasi, tampungan bendung, pola aliran, perubahan dasar

Page 4 of 12 | Total Record : 112