cover
Contact Name
Siti Nuurlaily Rukmana
Contact Email
nuurlaily_rukmana@unipasby.ac.id
Phone
+6287750160001
Journal Mail Official
jurnal_planobuana@unipasby.ac.id
Editorial Address
Department Urban and Regional Planing - University of PGRI Adi Buana Surabaya Dukuh Menanggal XII, Surabaya 60234 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Plano Buana
ISSN : -     EISSN : 27462218     DOI : https://doi.org/10.36456/zx0t7r44
Journal Plano Buana is open access journal that focuses on scientific work devoted to the study of urban and regional planning. The topics of these article in Journal of Plano Buana, covering the results of thoughts and research results relating to the field of urban and regional planning directly or indirectly. The journal accepts original research, review articles, and applied studies in the following areas (non‑exhaustive): Regional and urban planning Urban design and development Participatory planning Transportation planning and urban mobility Coastal area development Disaster mitigation and adaptation Tourism planning and development Rural planning and development Urban conservation and revitalization Planning information systems
Articles 66 Documents
Proses Difusi Inovasi Pengolahan Hasil Laut dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung Br Sinamo, Hediyati Anisia; Aliva Shafira
Jurnal Plano Buana Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Plano Buana (April 2026)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/2fqg2q72

Abstract

Inovasi pengolahan hasil laut memiliki peran strategis dalam penguatan ekonomi lokal di Kelurahan Pasar Madang, sentra perikanan Kabupaten Tanggamus. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses difusi inovasi tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan analisis isi. Temuan menunjukkan bahwa inovasi pengolahan hasil laut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kenaikan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, inovasi ini mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan pemanfaatan sumber daya melimpah dan penguatan daya saing produk. Proses difusi berlangsung melalui lima tahap: pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Meskipun dukungan pemerintah belum optimal, pelaku usaha berhasil mengadopsi inovasi berkat keuntungan ekonomi, kesesuaian budaya, dan ketersediaan sumber daya. Seluruh pelaku usaha berkomitmen melanjutkan inovasi karena dampak positifnya. Difusi inovasi diharapkan terus meningkatkan produktivitas dan membuka peluang baru dalam pasar yang kompetitif.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat untuk Tetap Bermukim di Kawasan Rawan Banjir: Studi di Sekitar Kali Angke Roselin Vanisa Putri; Aphrodita Puspateja; Ratnawati Yuni Suryandari; Aditianata
Jurnal Plano Buana Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Plano Buana (April 2026)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kzznz770

Abstract

Banjir di Kota Tangerang, khususnya di Kelurahan Pedurenan dan Pinang, telah terjadi berulang sejak tahun 2002 akibat luapan Kali Angke dengan ketinggian air mencapai 50–150 cm. Meskipun berisiko, banyak warga tetap memilih bermukim di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat terhadap faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk tetap bermukim. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui penyebaran kuesioner skala Likert dan observasi lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan perhitungan mean rank terhadap 14 indikator utama. Hasil penelitian menunjukkan tiga faktor utama yaitu interaksi sosial antarwarga (8.97), ketersediaan fasilitas kesehatan (8.81), dan keterjangkauan terhadap pusat kota (8.39). Interaksi sosial yang kuat mencerminkan solidaritas dan dukungan antarwarga saat banjir, sementara akses terhadap fasilitas kesehatan serta lokasi strategis dekat pusat kota mendukung kemudahan aktivitas ekonomi. Dengan demikian, keputusan bermukim tidak hanya dipengaruhi faktor fisik, tetapi juga ikatan sosial dan ekonomi yang memperkuat keterikatan masyarakat terhadap lingkungan tinggalnya.    
Pengembangan Kerangka DERBI: Model Integratif Ketangguhan Bencana dan Iklim di Perdesaan Desderius, Kevie; Firtanto, Natan Waskito; Atma, Baiq Salsabila Hukama
Jurnal Plano Buana Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Plano Buana (April 2026)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/r1svd996

Abstract

Penelitian ini mengusulkan Model DERBI (Desa Resilien terhadap Bencana dan Iklim) sebagai kerangka integratif untuk membangun ketangguhan desa menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim yang saling terkait di Indonesia. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis terhadap kebijakan, pedoman teknis, dan laporan implementasi program ketangguhan desa seperti Desa Siaga Aktif, Kampung Iklim, dan Desa Tangguh Bencana. Hasil analisis menunjukkan bahwa model yang ada masih bersifat sektoral dan terfragmentasi sehingga kurang efektif dalam menghadapi risiko kompleks dan sistemik. Model DERBI dirancang dengan tiga pilar utama yakni tata kelola adaptif, ketahanan sosio-ekologis, dan perlindungan sosial inklusif, yang diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai inisiatif serta memaksimalkan efisiensi sumber daya. Model ini juga mengadopsi paradigma ketangguhan adaptif yang fokus pada kemampuan desa untuk bertransformasi dan berkembang setelah krisis. Model DERBI menyediakan solusi konseptual yang dapat menjadi panduan kebijakan dan praktik pembangunan ketangguhan desa yang lebih holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam literatur resiliensi berbasis komunitas dan implementasinya di konteks desa Indonesia.    
Kearifan Lokal Dalam Tata Ruang Tradisional Di Ohoi Namar, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara Ohoiwutun, Celcius Brain; Aryanto Boreel1; Adnan Affan Akbar Botanri
Jurnal Plano Buana Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Plano Buana (April 2026)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/awqeh197

Abstract

Masyarakat adat Evav di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, memiliki sistem tata ruang tradisional yang diwariskan secara turun-temurun melalui konsep fidnangan (darat) dan fidroa (laut) yang berlandaskan hukum adat Larvul Ngabal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan memetakan sebaran ruang tradisional beserta peruntukannya di Ohoi Namar, Ohoi Selayar, dan Ohoi Lairngangas; serta (2) menganalisis fungsi dan peran tata ruang tradisional terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Maluku Tenggara dan pengembangan ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode deskriptif, fenomenologi, analisis spasial, dan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 20 narasumber (tokoh adat, masyarakat, pemerintah), observasi lapangan, pemetaan partisipatif, dan telaah dokumen RTRW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ohoi Namar memiliki seluruh zona fidnangan secara lengkap (Ohoi, Wirin, Rok, Kait, Meon, Warain) dengan luas kawasan lindung adat 31,96 Ha dan kawasan budidaya 659,38 Ha, serta seluruh zona fidroa. Ohoi Selayar hanya memiliki empat zona darat (tanpa wirin dan meon) dengan luas 395,22 Ha, sementara Ohoi Lairngangas memiliki lima zona darat (tanpa meon) dengan luas 220,46 Ha. Ketiga ohoi memiliki kawasan laut (fidroa) secara lengkap dan setara. Analisis perbandingan dengan RTRW mengungkapkan bahwa kawasan lindung adat mencapai 31,96 Ha (2,45% dari total wilayah), jauh melampaui ketentuan RTRW yang hanya 4,48 Ha (0,34%). Sebaliknya, kawasan budidaya tradisional seluas 1.275,08 Ha (97,55%) telah terakomodasi sebesar 74,43% dalam RTRW. Sistem tata ruang tradisional terbukti memiliki tiga fungsi utama: (a) ekologis (perlindungan sumber air melalui meon, konservasi terumbu karang dengan sasi, pemulihan tanah melalui rotasi kait); (b) sosial-budaya (musyawarah adat, penguatan identitas, pewarisan nilai); dan (c) ekonomi (pertanian berkelanjutan, perikanan tradisional, hasil hutan). Peran strategis tata ruang tradisional terhadap tata ruang kabupaten meliputi: (1) model konservasi yang lebih ketat dan efektif; (2) dasar integrasi kebijakan dengan tingkat kesesuaian tinggi; (3) jembatan sosial yang menjamin partisipasi masyarakat; dan (4) pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Bagi ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota, kearifan lokal ini memperkaya teori perencanaan partisipatif, menyediakan metodologi pemetaan tradisional, dan menegaskan etika perencanaan yang menghormati hak masyarakat adat. Penelitian ini merekomendasikan integrasi tata ruang tradisional ke dalam dokumen perencanaan formal (RTRW dan RDTR) melalui pengakuan kawasan lindung adat, penguatan kelembagaan adat, pemetaan partisipatif, dan adopsi mekanisme sasi serta rotasi lahan dalam kebijakan sektoral.  
Delineasi Wilayah Terdampak dan Bias Penetapan Korban: Viktimisasi Tersembunyi dalam Kasus Lumpur Lapindo dan Implikasinya bagi Kebijakan Tata Kelola Bencana Sari, Lili Nur Indah; Nurul Afiyah Ramadhani Bachri
Jurnal Plano Buana Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Plano Buana (April 2026)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/txaxra30

Abstract

Bencana lumpur Lapindo menunjukkan permasalahan keruangan akibat ketidaktepatan delineasi wilayah terdampak dalam Peta Area Terdampak (PAT). Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana bias dalam penetapan batas wilayah memengaruhi penentuan korban dan memunculkan viktimisasi tersembunyi, serta implikasinya bagi tata kelola bencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen kebijakan dan tinjauan pustaka, diperkuat dengan triangulasi data. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan pengaliran lumpur ke Kali Porong (Perpres No. 14 Tahun 2007) memicu perluasan dampak secara spasial, ditandai tingginya kadar zat berbahaya yang terkandung pada sepanjang aliran sungai yang berdampak pada kesehatan dan mata pencaharian masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai. Delineasi PAT yang bersifat administratif tidak mampu menangkap dinamika tersebut, sehingga menghasilkan bias penetapan korban dan viktimisasi tersembunyi lintas wilayah. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa diperlukan pendekatan perencanaan wilayah berbasis analisis geospasial. Rekomendasi mencakup integrasi keadilan spasial-lingkungan, pengakuan korban lintas wilayah, dan evaluasi dampak jangka panjang.
Transformasi Co-Working Space: Ruang Kerja Konvensional Menuju Ruang Kerja Inovasi Ekonomi Digital Berdasarkan Karakteristik Pemanfaatannya di Kawasan Perkotaan Yogyakarta Dhea Cahya Aprilia Putri; Putri Dinantian Trisafanda; Yusnia Baroroh; Birgita Samodra; Murni Dhiya Afiyah; Iwan Aminto Ardi
Jurnal Plano Buana Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Plano Buana (April 2026)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/dwzmqa39

Abstract

Perkembangan teknologi dan dinamika kegiatan masyarakat berdampak pada bergesernya pola hidup masyarakat. Pada masa lalu kegiatan bekerja dan berinteraksi dengan kelompok atau komunitas lain tidak menjadi gaya hidup, kegiatan bekerja dan sosialisasi seolah terpisah ruang dan waktu, tetapi saat ini pola kehidupan masyarakat sudah mengalami pergeseran. Pada awalnya, Co-Working Space merupakan tempat kerja yang digunakan bersama oleh beberapa orang untuk mendukung kegiatan bekerja. Saat ini Co-Working Space telah menjadi sebuah fenomena global, terutama di kawasan urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik transformasi Co-Working Space dan karakteristik penggunanya, serta pemanfaatannya sebagai ruang ekonomi komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif statistik, dengan fokus kajian pada karakteristik perubahan fungsi ruang kerja bersama dari bentuk konvensional ke ruang inovasi berbasis digital untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi. Hasil dari penelitian ini berupa webscraping yang dihasilkan melalui gabungan dari metode webscraping dan GIS, transformasi Co-Working Space, pengguna dan aktor, kenyamanan dari Co-Working Space, dan pola pemanfaatannya.