cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ajp.almufi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tgk. Di Kuala No. 06 Mns Matang Pasi, Kec. Peudada, Kab. Bireuen, Aceh,
Location
Kab. bireuen,
Aceh
INDONESIA
Almufi Jurnal Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27765148     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Almufi jurnal Pendidikan didirikan sejak tahun 2021, jurnal ini di singkat dengan AJP. Almufi jurnal Pendidikan (AJP) menerima artikel berupa hasil penelitian pada bidang pendidikan secara umum. terkhusus pada perkembangan siswa, belajar dan pembelajaran, serta masalah lain yang berkaitan dengan dunia pendidikan. AJP terbit 3 (tiga) kali dalam satu tahun yaitu April, Agustus, dan Desember. Nama terbitan berkala : Almufi Jurnal Pendidikan Judul terbitan sebelumnya : - Bulan dan tahun pertama kali terbit : April 2021 Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Volume 1 Nomor 1 (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Elektronik Alamat url terbitan : http://almufi.com/index.php/AJP
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 69 Documents
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Daring pada Mata Kuliah Teori Belajar di STKIP Kusumanegara Jakarta Iswadi; Herinto Sidik Iriansyah
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1: April (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efektivitas pembelajaran daring menggunakan media online selama pandemi covid-19 pada mata kuliah Teori Belajar .Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang fokus pada evaluasi pembelajaran menggunakan media online. Populasi penelitian yakni seluruh Mahasiswa/I semester 3 Jurusan Pendidikan Matematika  yang diajar pada matakuliah Teori belajar menggunakan metode daring. Sampel penelitian yakni Mahasiswa/i semester 3 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dengan mempertimbangkan homogenitas populasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pembelajaran daring. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menggambarkan mahasiswa menilai pembelajaran Teori belajar menggunakan media online sangat efektif (23,3%), sebagian besar mereka menilai efektif (46,7%), dan menilai biasa saja (22%). Meskipun ada juga mahasiswayang menganggap pembelajaran daring tidak efektif (8 %), dan sama sekali tidak ada (0%) yang menilai sangat tidak efektif. Akhirnya, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring Teori belajar selama pandemi covid-19,maka Dosen harus memenuhi dua belas  saran dari responden, yakni: (1) pembelajaran dilakukan melalui WhatsApp, Google Classroom, Zoom, Google Meet; (2) pemberian tugas Untuk di upload video ke Channel YouTube   (3) penilaian teman sejawat  melalui  Form Penilaian yang telah diberikan oleh Dosen secara daring (4)pemberian materi pembelajaran yang ringkas; (5 ) Dosen perlu menetapkan ukuran file Video yang akan di upload  ke  Channel YouTube supaya tidak terlalu berat untuk menghemat kuota; (6) pemilihan materi dalam video harus berdasarkan kriteria bahasa yang mudah dipahami; (7) tetap memberikan materi sebelum penugasan; (8) pemberian soal yang variatif dan berbeda tiap  mahasiswa ; (9) pemberian tugas harus disertakan cara kerjanya; (10) memberikan tugas sesuai dengan jadwal pelajaran; (11) mengingatkan mahasiswa jika ada tugas yang diberikan; dan(12) Mengurangi tugas.
Usaha Orang Tua dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja di Desa Pebaun Hulu Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Indra Maiyoga
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 1: April (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menanggulangi Kenakalan Remaja Di Desa Pebaun Hulu Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Peran Orang Tua Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja Di Desa Pebaun Hulu Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Berdasarkan  hasil analisa data penelitian penulis tentang Peran Orang Tua Dalam Menanggulangi Kenakalan Remaja Di Desa Pebaun Hulu Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi dikategorikan “Kurang Baik” karena berada pada rentang 50% - 75% yaitu 61,75%.Faktor-faktor yang mempengaruhi Peran Orang Tua Dalam Mengawasi Kenakalan Remaja Di Desa Pebaun Hulu Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi. Faktor pertama yaitu keluarga, khususnya pendidikan orang tua, dimana anak pada awalnya mendapatkan pendidikan adalah pada orang tua, pendidikan orang tua yang berbeda-beda tentu akan menghasilkan pendidikan di rumah berbeda-beda pula, keluarga merupakan hal yang utama atau merupakan hal yang inti dalam proses membimbing anak, juga keluarga harus saling tolong menolong dalam mendidik dan membimbing anak remaja kepada hal yang positif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kemudian hubungan antara ibu dan ayah harus harmonis agar anak merasa nyaman dan aman di rumah.Faktor yang kedua adanya factor lingkungan masyarakat, tokoh adat, agama dan pemerintahan desa harus sama-sama membimbing untuk menganggulanginya.Faktor yang ketiga yaitu sekolah termasuk di dalamnya guru, pelajaran dan tugas-tugas sekolah yang diberikan kepada anak, apakah menunjang pendidikan anak atau tidak.
Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Mengembangkan Perangkat Pembelajaran Melalui In House Training (IHT) Dengan Metode Pendampingan Teman Sejawat Di SMK Negeri Nibaaf Yanuarius Seran Fahik
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi Guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran dengan metode pendampingan teman sejawat Pada Guru SMK Negeri Nibaaf Tahun Pelajaran 2022/2023 melalui kegiatan In House Training (IHT) serta menganalisis berbagai tindakan guna memperbaiki kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research). Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri Nibaaf, dengan guru sebagai subyek penelitian yang berjumlah 23 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua (2) siklus, di mana setiap siklus berlangsung 1 hari disesuaikan dengan pelaksanaan kegiatan In House Training (IHT), dengan tahapan-tahapan masing-masing siklus meliputi: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi pada saat kegiatan In House Training (IHT) berlangsung. Instrumen untuk mengumpulkan data monitoring kegiatan ini adalah angket dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik persentase. Temuan hasil penelitian selama dua (2) siklus ini menunjukkan bahwa dengan metode pendampingan teman sejawat dapat meningkatkan kompetensi guru-guru SMK Negeri Nibaaf dalam mengembangkan perangkat pembelajaran pada semester ganjil tahun pelajaran 2022/2023 melalui kegiatan In House Training (IHT). Analisis hasil observasi kepala sekolah terhadap persiapan guru dan siswa (sebagai responden) dalam kegiatan ini dengan ketercapaian secara kuantitatif pada siklus I adalah 67,23% meningkat menjadi 85,02% pada siklus II. Analisis hasil observasi kepala sekolah terhadap Evaluasi hasil kegiatan dengan prosentase ketercapaian secara kuantitatif pada siklus I 60,65% meningkat menjadi 85,22% pada siklus II. Sedangkan Hasil observasi monitoring Pencapaian Student Wellbeing (Kebahagiaan Murid) dengan prosentase ketercapaian secara kuantitatif pada siklus I adalah 59,38% meningkat menjadi 83,75% pada siklus II. Sementara itu, rata-rata nilai individual kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran pada siklus I sebesar 67,39 meningkat menjadi 92,39 pada siklus II.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif terhadap Peningkatan Mutu Hasil Belajar IPS Fani Marlina Sari; Mellyza Azzara; Nora Wyrentia Suhaili
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekompakan dalam pembelajaran menjadi ciri dan karakteristik dalam model pembelajaran kooperatif, peserta didik dituntut aktif dan kreatif dalam pembelajaran. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan dan implementasi model pembelajaran kooperatif, faktor-faktor yang berperan meningkatkan hasil belajar IPS, serta bagaimana pengaruh model pembelajaran kooperatif saat diterapkan kepada siswa. Keunggulan model pembelajaran cooperative learning dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik , pembelajaran kooperatif juga membangun keaktifan dan aktifitas peserta didik dikelas . Metode penelitian pada penulisan ini melalui metode analisis data kualitatif pada aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa yang digali dari sumber tersurat. Peningkatan mutu dalam hasil belajar siswa diharapkan menjadi hasil dalam penelitian ini dengan hasil belajar telah mencapai ketuntasan baik berdasarkan individu pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Implementasi Metode Sorogan Pada Mata Pelajaran Fiqih Dalam Meningkatkan Kecerdasan Santri Di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Fil Waadhi Nada Shofiyah; Inayatul Marfu'ah Hakim; Muhammad Farid Wajidi
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi metode pembelajaran sangat penting dilakukan dalam proses belajar mengajar, seperti metode sorogan yang diterapkan di pesantren salafiyah dalam pembelajaran kitab kuning pada mata pelajaran fiqih. Metode sorogan tidak kalah menarik dengan metode lainnya dan terbukti berhasil meningkatkan kecerdasan santri. Karena di dalam penerapan metode tersebut proses belajar mengajar dilakukan secara terperinci dan aktif antara siswa dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan metode sorogan pada mata pelajaran fiqih dalam meningkatkan kecerdasan santri di pondok pesantren Nurul Hidayah Fil Waadhi. Metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode sorogan berhasil meningkatkan kecerdasan santri pada mata pelajaran fiqih di pondok pesantren Nurul Hidayah Fil Waadhi. Tetapi metode ini memakan waktu yang cukup lama dan masih terdapat hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam menciptakan keefektifan proses belajar mengajar dan mencapai keberhasilan dalam meningkatkan kecerdasan santri yang lebih baik lagi.
Peluang dan Tantangan Sosial Ekonomi Dosen Pembimbing Lapangan KM3 Rahmattullah
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang peluang dan tantangan dosen pembimbing lapangan dalam menjalankan tugas membimbing mahasiswa di kampus mengajar gelombang ke 3 dalam kondisi sosial ekonomi yang sedang diuji masa pandemi covid 19. Penelitian ini menggunakan Analisis SWOT sebagai Teknik menganalisis berbagai data sosial dan ekonomi di lapangan.  Adapun kekuatan sosial ekonomi yang dapat dipaparkan pada penelitian ini yaitu kampus mengajar merupakan kesempatan bagi dosen untuk mendapatkan mahasiswa bimbingan maksimal lima orang dalam satu semester, honor dosen yang menjanjikan, kebebasan dosen diluar kampus. Adapun kelemahan dari kampus mengajar ini adalah ketidak konsisten mahasiswa yang menerima penempatan lokasi jauh dari domisili, lamanya pencairan termin,  penempatan dosen diluar domisili.   Adapun peluang yang didapat dari kampus mengajar ini adalah sertifikat pembimbing lapangan untuk pengurusan kenaikan jabatan, menambah relasi dengan dinas, mendapat pengalaman berharga diluar kampus.  Adapun ancaman yang didapat adalah gangguan system pembayaran, mahasiswa mengundurkan diri, penolakan dari daerah penempatan.  Hasil penelitian ini dapat dinyatakan bahwa strategi yang tepat diambil oleh dosen dalam menyikapi problema sosial ekonomi terhadap kampus mengajar di masa pandemi berada pandemi adalah berpeluang besar untuk menyukseskan program kampung mengajar.  Adapun rekomendasi dalam penelitian ini adalah untuk para mahasiswa yang telah lulus di kampus mengajar sebaiknya diusahakan tidak mengundurkan diri sebagai wujud dari kontrak yang telah ditandatangani disaat pengajuan persyaratan mengikuti tes awal
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMA pada Penyelesaian Fungsi Invers Yuli Amalia
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan koneksi matematis siswa SMA pada penyelesaian materi Fungsi Invers. Kemampuan koneksi matematis dalam belajar matematika dan dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal penting. Siswa kesulitan dalam memahami, memecahkan masalah, serta kurang terampil mengoperasikan soal fungsi invers. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari  kelas X MIPA-1 dan Kelas X MIPA-2 sebanyak 72 orang siswa . Objek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 orang siswa yang terdiri dari 1 orang siswa  kelas X MIPA-1 dan 1 orang siswa dari  Kelas X MIPA-2. Penentuan objek dilakukan secara random. Pengumpulan data dengan teknik dokumentasi, metode angket, tes, dan wawancara dari sumber data yang valid. Indikator kemampuan koneksi matematis siswa yang penelitian gunakan, yaitu: mengenali koneksi ide-ide matematika, memahami antara hubungan matematika, dan mengaitkan ide-ide matematika pada kehidupan sehari-hari. Hasil angket diperoleh, 50% siswa suka dan setuju bahwa mereka mampu memenuhi 3 kriteria kemampuan koneksi matematis yang dirumuskan oleh NCTM. Hasil penelitian yang diperoleh hanya 1 orang siswa yang dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan koneksi matematis pada 5 soal tes yang diberikan. Sedangkan 1 orang siswa lagi hanya dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan koneksi matematis pada soal nomor 1-3, namun pada soal nomor 4 hanya 2 indikator yang mampu dipenuhi dan pada soal nomor 5 hanya 1 indikator yang dapat dipenuhi.
Improving Students’ Speaking Ability by Using Role Play at SMAN 2 Banda Aceh Sri Wahyuni; Maulizan ZA; Rudi
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam rangka mengembangkan kemampuan berbicara siswa pada siswa kelas satu SMAN 2 Banda Aceh melalui kegiatan role play. Metodologi yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dan subjek penelitian adalah 34 siswa kelas II SMAN 2 Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan role play memberikan kemungkinan untuk mengungkapkan kemampuan siswa dalam berbicara dan meningkatkan komunikasi yang lebih baik. Selanjutnya, hasil pre-test tindakan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 47,47. Hanya ada tiga siswa atau 13,04 % siswa yang mendapat nilai lulus kriteria tingkat ketuntasan minimal (KKM). Sementara itu, peneliti menemukan bahwa rata-rata hasil post-test kedua siswa adalah 69,15, juga menunjukkan bahwa dua puluh dua siswa (95,65%) yang lulus kriteria tingkat ketuntasan minimal (KKM). Dalam hal ini, skor tersebut menunjukkan keberhasilan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas I SMAN 2 Banda Aceh.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PKN melalui Metode Inkuiri Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Kuta Rentang Musdiani
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan aktivitas siswa dan guru pada mata pelajaran PKn siswa kelas IV SD Negeri Kuta rentang melalui metode inkuiri Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kuta Rentang  yang berjumlah 8 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data dengan mengunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Rata-rata  Aktivitas guru  Pada siklus I   berjumlah 2,7. Pada siklus II  dengan nilai rata-rata 3,7 berada pada kategori sangat baik. Rata-rata Aktivitas siswa  pada siklus I  dengan nilai rata-rata 2,37. Aktivitas pada siklus II  diperoleh bahwa rata-rata aktivitas siswa  3,37 dikategorikan Sangat Baik.  Hasil dari siklus I diketahui bahwa nilai rata-rata  hasil belajar PKN melalui metode Inkuiri siswa Kelas IV yaitu sebesar 69,37. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan hasil belajar berada di bawah KKM yang ditentukan yaitu 70. Jumlah siswa yang telah tuntas adalah 5  orang siswa dengan presentase 62,5 %. Sedangkan siswa yang tidak tuntas mencapai 3 orang siswa dengan presentase 37,5%. Nilai tertinggi yang diraih siswa pada tahap siklus 1  adalah sebesar 85 dan nilai terendahnya adalah 35. Hasil dari siklus II diketahui bahwa nilai rata-rata hasil belajar  siswa Kelas IV pada pembelajaran PKn yaitu sebesar 76,25. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan siswa sudah berada di atas KKM yang ditentukan yaitu 70. Jumlah siswa yang telah tuntas adalah 7 orang siswa dengan presentase 87,5%. Sedangkan siswa yang tidak tuntas mencapai 1 orang siswa dengan presentase 12,5%. Nilai tertinggi yang diraih siswa pada tahap siklus II  adalah sebesar 90 dan nilai terendahnya adalah 45.
ELT Teachers’ Difficulties at Elementary Schools in Rural Area Mulyadi Syahputra
Almufi Jurnal Pendidikan Vol 2 No 2: Agustus (2022)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study highlights the difficulties of teaching English at primary level in rural areas of Aceh. The participants of the research were from Pining District, Gayo Lues, Aceh, Indonesia. Data was collected from twenty primary teachers including both male and female of government schools and the interview was conducted to two teachers randomly taken from the participant of the survey. Data was analyzed on SPSS version 25. A questionnaire gave to the teachers to express their views about difficulties of teaching English at elementary level in rural areas. The teachers described their difficulties related to socio cultural difficulties, students’ lack of prior knowledge, students’ lack of motivation, schools’ lack of facilities and teacher’ lack of training on their professionalism.