cover
Contact Name
Abdulloh Ubet
Contact Email
jilsa@uinsa.ac.id
Phone
+6282257622145
Journal Mail Official
jilsa@uinsa.ac.id
Editorial Address
Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Jl. Jend. Ahmad Yani 117 Surabaya Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab)
ISSN : 26147777     EISSN : 26151952     DOI : https://doi.org/10.15642/jilsa
Core Subject : Humanities,
Jurnal Ilmu Linguistik & Sastra Arab (JILSA) adalah Jurnal yang diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun oleh Program Studi Bahasa & Sastra Arab Fakultas Adab & HUmaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Jurnal ini memfokuskan bidang kajiannya dalam bidang Bahasa & Sastra Arab.
Articles 134 Documents
Analisis Ilmu Arudl dan Qawafi dalam Kitab Tanwīr al-Qāri' Karya Muhammad Mundzir Nadzir Masna Hikmawati; Ulfa Amalia; Nur Ilmi Kamiliah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.2.162-175

Abstract

Ilmu Arudl dan Qawafi merupakan dua ilmu yang ada di bidang sastra Arab yang saat ini kurang diminati oleh kalangan pelajar, karena dianggap terlalu terikat dengan aturan yang baku dan mengekang dalam mengungkapkan ekspresi serta emosi. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa kedua ilmu (Arudl dan Qawafi) ini telah menjadi mutiara dalam sejarah peradaban Arab. Penelitian ini berusaha menganalisa syair dalam kitab Tanwir al-Qari’ karya Muhammad Mundzir Nadzir yaitu kitab tajwid yang syairnya berbahasa Jawa yang ditinjau dari Ilmu Arudl dan Ilmu Qawafi. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu memaparkan hasil analisis puisi ini ditinjau dari Ilmu Arudl dan Ilmu Qawafi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair kitab Tanwir al-Qari’ menggunakan bahar Rajaz. Dilihat dari segi Ilmu Arudl, ada beberapa yang sahih, dan ada beberapa yang fasid. Dalam syair ini juga terdapat beberapa zihaf yang digunakan, antara lain; khabn, khazm, Thayy, dan khabl. Dari segi ilmu Qawafi, syair dalam bab nun sukun ini dibagi menjadi dua macam, yaitu bentuk Qawafi dan jenis qafiyah. Sedangkan dari segi bentuk Qawafi, syair kitab Tanwir al-Qari’ bab nun sukun ini menggunakan dua jenis huruf Qafiyah, yaitu ar-Rawiy (Rawiy Mutlak dan Rawiy Muqayyad) dan al-Wasl.
Keistimewaan Bahasa al-Qur’an: Studi Tentang Dugaan Ketidaksempurnaan dan Ketidakbenaran al-Qur’an Burhan Djamaluddin; Nurlailah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.2.118-135

Abstract

Terdapat dugaan dari sebagian kalangan masyarakat bahwa bahasa al-Qur’an memiliki beberapa kelemahan atau kekurangan. Diantara kekurangan bahasa al-Qur’an, adalah adanya susunan bahasa al-Qur’an yang tidak lazim, misalnya mendahulukan maf’ul dari fi’il dan fa’il, ‘adad yang tidak sesuai dengan ma’dud, dhamir yang tidak sesuai dengan isim yang dirujuk, ketidaksesuaian antara tamyiz dan mumayyiz, ketidaksesuaian antara mubtada’ dan khabar, ketidaksesuaian antara sifat dan mawsuf, ketidaksesuaian antara hal dan shahib al-hal, ketidaksesuaian antara fi’il dan fa’il, kesalahan dalam kaidah nahwiyyah, penggunaan kata kerja madhi yang digunakan untuk waktu yang akan datang, dan penggunaan fi’il mudari’ untuk waktu yang telah lalu, dan ketidakbenaran informasi dari al-Qur’an, khususnya informasi tentang akan terjadinya sesuatu pada masa yang akan datang. Dugaan-dugaan tersebut ternyata tidak benar, karena muncul dari ketidakpahaman terhadap bahasa al-Qur’an pada khususnya, dan bahasa Arab pada umumnya, yang memiliki ciri khas dibanding dengan bahasa lainnya. Dugaan ketidakbenaran informasi al-Qur’an, boleh jadi disebabkan oleh ketidakpahaman tentang pemilik bahasa al-Qur’an itu sendiri, yaitu Allah, yang Maha Mengetahui, baik yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Khusus sesuatu yang belum terjadi, yang diinformasikan lebih dahulu oleh al-Qur’an, boleh jadi diragukan oleh sebagian orang, adalah karena informasi tentang sesuatu yang akan terjadi yang muncul dari manusia, seperti dari tukang ramal, sering tidak sesuai dengan kenyataan.
Analisis Bentuk Struktur Sosial dalam Kisah Layālī Turkistān Karya Najīb Al-Kailānī Hasfikin S; Ainy Khairun Nisa; Nuz Chairul Mugrib
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.2.104-117

Abstract

This research is analysis of social structure in Layali Turkistan Novel written by Najib Al-Kailani aims to reveal the social structure in the story. This research is qualitative research. It uses literature research or library research and research method is content-analysis or descriptive qualitative. The approach used in this research is emic approach including literature, sociology and history socio. Type of social structure portrayed in the story in Layali Turkistan Novel written by Najib Al-Kailani is social status and role. Social status or social class in this story is ascribed status, achieved status and assigned status. Whereas, social role involving norms which are related with position or status to someone in society is the concept about what person is able to be achieved in society as social community and individual behavior which is important to social structure of society.
Semantik Hijrah dalam Al Qur'an Erwin Suryaningrat
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.68-82

Abstract

Istilah hijrah sudah masyhur didengar, bahkan ada fenomena di tengah masyarakat pada masa kini munculnya Gerakan “hijrah”, yaitu sekelompok orang yang didominasi oleh kaula muda untuk berproses menuju kepada kebaikan, dan proses perubahan menuju kebaikan ini mereka pahami dengan istilah “Hijrah”, Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban seputar permasalahan semantik hijrah dalam Al-Qur’an  yang  dirumuskan dalam poin-poin di bawah ini. (1) Persoalan etimologi hijrah (2) Persoalan pemakaian dan pemaknaan hijrah dalam Al-Qur’an (3) Relasi semantik hijrah dalam Al-Qur’an . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah linguistik dengan menggunakan kajian semantik. Dalam hal ini penulis menggunakan metode deskriptif, dan metode sinkronik dan diakronik, kemudian data tersebut dianalisis berdasarkan tata hubungan sintagmatik, paradigmatik, intratekstual, dan intertekstual. Hasil dari penelitian yang penulis dapatkan adalah Al-Qur’an  menyebutkan hijrah sebanyak tujuh belas kali dalam bentuk kata kerja dan ism fa’il. Penggunaan kata hijrah dalam Al-Qur’an  menunjukan kepada pengertian menjauh, baik dalam bentuk perbuatan, perkataan dan sikap. Ada empat makna dalam Al-Qur’an  yang menggunakan kata hajara, verba dari nomina hijrah, yaitu; 1) perkataan yang tercela, 2) meninggalkan dalam bentuk berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, 3) berpisah ranjang dengan pasangan, 4) meninggalkan dalam bentuk perkataan dan uzlah ‘menyendiri’. Dan pada akhirnya penulis menemukan subtansi dari makna kata  hijrah merupakan ism dari kata kerja hajara yang memiliki makna musytarak yang pada intinya menuju pada satu pengertian, yaitu meninggalkan.
Gaya Bahasa Jinās dan Saja’ dalam Surah Al-Qiyāmah M. Salwa Arraid
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.57-67

Abstract

Keindahan bunyi dari lafal-lafal al-Qur’an adalah salah satu kemukjizatan al-Qur’an yang paling mudah ditangkap dan dirasakan oleh orang-orang awam. Untuk mengungkapkan keindahan al-Qur’an ini diperlukan suatu disiplin ilmu, yaitu ilmu Balaghah . Salah satu bagian pembahasan ilmu Balaghah  adalah tentang muhassināt al-lafẓiyyah atau keindahan lafal. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keindahan lafal ayat-ayat al-Qur’an dalam surat al-Qiyāmah yang mengandung gaya bahasa jinās dan saja’. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan pada hasil penelitian ayat-ayat al-Qur’an dalam surat al-Qiyāmah, ditemukan berbagai macam gaya bahasa jinās dan saja’, yaitu jinās tam meliputi jinās al-mumatsil, jinās ghair tam yang meliputi jināsal-naqish, jināsal-mustaufi dan jināsal-qalbu. Adapun saja’ yang ditemukan yaitu saja’ muṭarraf, saja’ mutawāzī, dan saja’ muraṣṣa’.
Kontradiksi Nilai dalam Syair Arab Jahiliyah Burhan Djamaluddin; Nurlailah Nurlailah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.28-36

Abstract

Pada umumnya, kata Jahiliyah mengandung makna negatif, yang bertentangan dengan nilai yang dibawa oleh Islam. Nilai negatif dari kehidupan masyarakat Jahiliyah tersebut, ditemukan dalam berbagai masalah, baik dalam masalah akidah, masalah mu’amalah, hasil karya sastra, maupun masalah-masalah lainnya. Namun sebaliknya, dalam syair karya penyair Jahiliyah, misalnya syair karya Zuhair bin Abi Sulma, dan Labid bin Rabi’ah, ditemukan nilai-nilai yang berseberangan dengan nilai-nilai yang umumnya terdapat dalam masyarakat Jahiliyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kontradiksi nilai tersebut dalam karya syair Jahiliyah. Untuk mengungkap kontradiksi nilai tersebut digunakan pendekatan teologi, karena kontradiksi nilai yang ingin diteliti dalam syair Jahiliyah adalah nilai-nilai teologi. Penelitian ini mendapatkan temuan bahwa nilai-nilai yang terdapat dalam hasil karya penyair Jahiliyah, tidak seluruhnya menggambarkan nilai ketuhanan yang terdapat dalam kehidupan Jahiliyah, yaitu kemusyrikan. Tetapi kenyataanya, dalam syair karya penyair Jahiliah, seperti Zuhair bin Abi Sulma, Labid bin Rabi’ah, dan Antarah ditemukan nilai teologi yang sejalan dengan teologi yang diajarkan Islam.
Al-Isti’ārah fī Abyāt al-Imām al-Syāfi’ī Abdulloh Ubet
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.16-27

Abstract

Artikel dengan judul “Isti’arah Dalam Bait-bait Syair Imam Syafi’i membahas tentang karakteristik dan macam-macam bentuk Isti’arah yang terkandung dalam setiap bait-bait syair Imam Syafi’i, agar ditemukan hubungan Isti’arah (keserupaan timbal-balik yang saling mempengaruhi) antara pengarang dan karya sastranya. Metode strukturalisme genetik-ekstrinsik digunakan untuk menganalisis, bagaimana macam-macam Isti’arah dalam bait-bait syair Imam Syafi’i beserta manfaatnya. Hasilnya, Isti’arah adalah salah satu bagian dari majaz lughawi yang tashbih-nya dibuang salah satu atharaf-nya. Oleh karenanya hubungan antara makna hakiki dengan makna majazi adalah mushabahah. Adapun manfaat syair Imam Syafi’i adalah sebagai sarana dakwah untuk memperbaiki akhlak seperti kebaikan, ketakwaan dan petunjuk.
Uslūb al-Tafalsuf fī al-Qur’ān al-Karīm Machfud Muhamad Sodiq
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.1-15

Abstract

يعتبر كل من القرآن والفلسفة حركة فكرية تحاول، كل على حدة وعلى طريقتها الخاصة، الوصول إلى الحقيقة. ويحاول القرآن مساعدة الإنسان على التمتع بالحياة والتعامل مع تعقيداته المختلفة من خلال دفعهم للهروب الواعي من الواقع، خاصة غير المريح منه، وقد دعا القرآن إلى اعتبار هذه الموجودات بالعقل وتطلب معرفتها به والنظر إلى الحياة على الأرض باعتبارها محطة على الطريق لما بعدها من حياة موعودة. أما الفلسفة فتحاول مساعدة الإنسان على التمتع بحياته من خلال حثه على مواجهة تعقيداته الكثيرة المتنامية، وتطوير قدراته العقلية على ممارسة التأمل الواعي والتفكير العلمي، ولا ترى سببا في تخلي الإنسان عن هذه الحياة من أجل ما يعد به القرآن من حياة مؤجلة أخرى. وموضوع هذا البحث هوالفلسفة فى ضوء القرآن الكريم.
Pemikiran Al-Ushaili Terkait Tahapan Pemerolehan Bahasa Kedua Taufiqurrohman Taufiqurrohman
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.37-46

Abstract

The study of second (foreign) language acquisition or called second language acquisition (SLA)/foreign language acquisition (FLA) can be understood as an intradisciplinary field of science that seeks to uncover factors outside language in the process of acquiring a second (foreign) language such as psychosocial factors. and social factors. These factors are the disciplines of psycholinguistics, sociolinguistics, or neurolinguistics that influence the process of acquiring a second (foreign) language. Al-Ushailli is a modern Arabic language figure who has a great concern in the field of psycholinguistics as well as teaching Arabic. Al-Ushailli divides the second stage of language acquisition into five stages: Silent/pre-production period, early production, speech emergence, intermediate fluency, continued language development.
The Translation Techniques of Arabic to English Short Story "The Prophet Muhammad and The Angel Gabriel" Tristy Kartika Fi'aunillah; Lutfiyah Alindah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.47-56

Abstract

This article aims to analyze the translation techniques applied in the English translation of an Arabic short story entitled “The Prophet Muhammad and the Angel Gabriel”, as well as to imply the translation ideology in the target language text. The audience of Islamic short story has expanded alongside the growth of the religion’s communities in the world, which is why studying translation techniques in translating Arabic texts into English – the most well-known lingua franca – is substantial. The researcher used Molina and Albir’s translation technique classification. The article reveals that from the 41 techniques found in the target text, the techniques that focus on structure adjustment such as transposition and linguistic compression are the most frequently used, while the techniques that focus on lexical meaning adjustment are significantly fewer. This is also due to the source text that do not contain notably complicated sentences or implicit messages. The structure adjustment techniques make the target text sound more natural and readable implying that the ideology of the translation process is domestication.

Page 5 of 14 | Total Record : 134