cover
Contact Name
Abdulloh Ubet
Contact Email
jilsa@uinsa.ac.id
Phone
+6282257622145
Journal Mail Official
jilsa@uinsa.ac.id
Editorial Address
Program Studi Bahasa dan Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Jl. Jend. Ahmad Yani 117 Surabaya Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab)
ISSN : 26147777     EISSN : 26151952     DOI : https://doi.org/10.15642/jilsa
Core Subject : Humanities,
Jurnal Ilmu Linguistik & Sastra Arab (JILSA) adalah Jurnal yang diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun oleh Program Studi Bahasa & Sastra Arab Fakultas Adab & HUmaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Jurnal ini memfokuskan bidang kajiannya dalam bidang Bahasa & Sastra Arab.
Articles 134 Documents
Baina al-Kalimāt wa al-Rawā’i': Istiksyāf Uslūbī li Ṣuwar al-Balāghah fī Sūrah al-Qalam Murtadho, Muhammad Alfa Choirul; Barnabila, Muhammad Kesit; Anshori, Mohammad; Noor, Dizhwar Aydeen
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2025.9.1.51-64

Abstract

Al-Qur’an is recognized not only as a sacred scripture containing religious teachings but also as a literary masterpiece rich in linguistic beauty and artistic imagery. Its captivating style brings vivid and meaningful visual images to life, allowing divine messages to be conveyed in a deeper and more thought-provoking manner to its readers. This study aims to analyze the use of literary imagery elements in Surah Al-Qalam and their role in effectively and aesthetically delivering religious messages. Employing a qualitative approach, the study uses descriptive analysis of the verses of Surah Al-Qalam through the lens of classical Arabic stylistics, focusing particularly on tasybīh (simile), isti‘ārah (metaphor), tashkhīṣ (personification), kināyah (irony), and majāz (metonymy). The findings reveal that these five imagery elements are harmoniously applied to express complex meanings in a visual, imaginative, and communicative manner. Tashkhīṣ animates abstract concepts; tasybīh and isti‘ārah enhance the visual representation of teachings; while kināyah and majāz deepen symbolic meaning and strengthen the rhetorical impact of the verses. The study concludes that the use of imagery in Surah Al-Qalam is not mere literary decoration but serves as a crucial instrument in clarifying and reinforcing the divine message.
Ta’līm al-Lugah al-‘Arabīyah ‘an ṭarīq ta’līm al-bī’ah al-‘arabīyah: Dirāsah Muqāranah Baina Daurah Ocean li Ta’līm al-Lugah al-‘Arabīyah wa Markaz al-Daurāt al-Islāmīyah li al-Lughah al-‘Arabīyah fī Pare Kediri Faizi, Ach. Wildan Al
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 9 No. 1 (2025): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2025.9.1.65-76

Abstract

This study aims to identify the state of the Arabic environment and provide solutions to problems in the formation of the environment for suggestions in language acquisition. From a theoretical point of view, it can be used as a source of knowledge about language acquisition and environment formation. This research follows a qualitative approach and descriptive research type.  The results of this research show that the Oshian Arabic language course and the Islamic courses center have similarities and differences in Arabic language teaching. Both use the environment as a tool in the Arabic teaching process. The difference between them lies in the learning methods and strategies used in the classroom. The Oshian course focuses more on language skills, while the Islamic Courses Center focuses on understanding grammar. There are many extracurricular activities in the language environment of the Oshian course and the Islamic Courses Center.
Puisi Ayyuhā al-Nās Karya Tamim al-Barghouti: Analisis Semiotika Riffaterre Yaqin, Moh. Ainul
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 6 No. 1 (2022): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2022.6.1.22-35

Abstract

Artikel ini mengkaji puisi Tamim al-Barghouti yang berjudul “Ayyuha an-Naas”. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan teori semiotika yang dikemukakan oleh Michael Riffaterre, yaitu dengan cara melakukan pembacaan heuristik, pembacaan hermeneutik atau retroaktif dan penentuan matriks dari puisi tersebut. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa puisi Ayyuha an-Naas dalam pembacaan heuristik masih rancu, belum teratur maknanya. Dalam pembacaan hermeneutik atau retroaktif, dengan menentukan model, matriks, dan hubungan aktual dalam puisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa salah satu model dalam puisi tersebut ada dalam kalimat “wahai manusia, kalian adalah pemimpin”, adapun matriks dalam puisi “Ayyuha an-Naas” adalah “karakter seorang pemimpin”.
Syakhṣiyyah Zulaykhā fī Qiṣṣah Yūsuf ʽAlayh al-Salām fī al-Qurʽān al-Karīm Muthalib, Abdul
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.1.35-47

Abstract

Kisah Yusuf dan Zulaikha adalah salah satu kisah yang diabadikan di dalam al-Qur’an. Kisah tersebut tertera dalam sebagian ayat al-Qur’an yang bisa dipetik hikmah dan pelajarannya bagi siapa saja yang mendalamminya. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, artikel ini mengkaji konsep-konsep atau teori-teori yang berkaitan dengan psikologi yang kemudian dijadikan sebagai landasan teori dalam menganalisis pewatakan (syahkshiyah) tokoh Zulaikha dalam kisah Yusuf dalam Al-Quran tersebut. Kesimpulan dari pembahasan ini adalah bahwa kepribadian perempuan ketika berada di puncak syahwatnya maka tidak mempunyai rasa malu dan harga diri, akan halnya dia tidak mampu menjaga etika kemasyarakatan dan keluarga, demikian juga upaya perempuan baik dalam hal melindungi diri atau menghindarkan dugaan pada dirinya.
Al-Muḥassināt al-Lafẓiyyah wa al-Maʽnawiyyah fī Maqāmāt al-Zamakhsyarī: Dirāsah Balāgiyah Maghfur, Ahmad Ali
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.1.48-70

Abstract

Maqamat adalah salah satu genre sastra Arab prosa yang biasa berisi tentang pesan-pesan moral, sosial keagamaan. Di antara sastrawan Arab yang menulis karya sastra dengan genre ini adalah al-Zamakhsyari. Di dalam maqamat-nya, terdapat 50 tema, di antaranya adalah: Maqamah al-Marashid, Maqamah al-Ridwan, Maqamah al-Taslim, Maqamah al-Tha’ah, Maqamah al-Tauhid, Maqamah al-Ibadah, dan lain sebagainya. Sebagai sebuah karya sastra, tentu di dalam maqamat karya al-Zamakhsyari ini terdapat banyak unsur-unsur keindahan sastra yang bisa memberikan efek terhadap siapa saja yang berinteraksi dengannya. Dengan metode deskriptif kualitatif, artikel ini mengkaji tentang keindahan-keindahan lafaz dan makna (al-muhassinat al-lafdziyah wal ma’nawiyah) yang terkandung di dalam maqamat karya al-Zamakhsyari dengan berlandaskan pada teori ilmu balaghah.
Uslūb al-Majāz wa Asrāruhū fī Qaṣīdah Maulid al-Dībaʽī al-Maunah, Rif’ah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.1.71-91

Abstract

Maulid al-Diba’i adalah kitab fenomenal yang sangat terkenal di kalangan umat Islam. Kitab ini berisi syair-syair pujian kepada Rasulullah Swt. yang dibaca secara rutin oleh hampir seluruh umat Islam termasuk masyarakat muslim Indonesia. Di tanah Jawa, pembacaan Maulid al-Diba’i telah menjadi tradisi dan budaya yang telah mengakar. Maulid al-Diba’i dibaca di berbagai acara seperti pesta pernikahan, acara khitanan dan berbagai acara adat serta dalam acara perayaan hari-hari besar Islam. Sebagai sebuah karya sastra yang berisi syair-syair madah kepada Rasulullah, tentu kitab ini memiliki nilai estetik dan sastrawi yang sangat tinggi. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, serta berangkat dari kajian ilmu balaghah, artikel ini mencoba menganalisis kitab Maulid al-Diba’i dari unsur-unsur majaz yang terkandung di dalamnya, berikut pula rahasia-rahasia dan bias makna yang diberikannya.
Al-ʽAnāṣir al-Dākhiliyyah fī Masraḥiyyah Aglā min al-Ḥub li ʽAlī Aḥmad Bākaṡir Hidayah, Titik Musfiyatul
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.1.92-110

Abstract

Penelitian ini berjudul “Unsur-Unsur Intrinsik dalam Drama Aghla Min al-Hubb Karya Ali Ahmad Bakatsir”. Pembahasan dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik yang meliputi tema, tokoh dan penokohan, alur, setting, gaya bahasa serta amanat. Drama ini terdiri dari tiga babak dan 14 adegan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, sumber data peneliti adalah naskah drama Aghla Min al-Hubb. Peneliti menyimpulkan bahwa tema dalam karya tersebut tentang perkembangan Islam, manusia dan kehidupan dari kebanyakan manusia modern yang mengalami krisis spiritual serta gangguan kecemasan psikologis., 7 tokoh dan penokohan yang terdiri dari 1 tokoh utama yaitu Hamid, dan 6 tokoh tambahan terdiri dari Ibtasam, Mahmud, Salim, Fatimah, Khadijah dan Zainab. 1 alur yaitu alur maju, 9 latar tempat dan 4 setting waktu. Terdapat 6 gaya bahasa yaitu kalam insyai thalabi, kalam khabari, jinas ghoiru tam, tashbih, qosam (sumpah) dan tiqror (pengulangan).
Anwāʽ al-Khabar wa Istikhdāmuhū fī Kitāb ʽAqīdah al-ʽAwwām: Dirāsah Naḥwiyah Nihayati, Aimmatun
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.111-127

Abstract

Mengenai ketersinambungan antara ilmu nahwu terhadap kitab-kitab berbahasa Arab, sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang susunan kalimat seperti mubtada’ khabar, fi’il fa’il maf’ul atau dhamir-dhamir yang kembali pada fi’il, na’at man’ut, dan yang lain sebagainya. Penelitian ini mengkaji kitab Aqidah al-Awwam dari segi nahwu, yaitu khabar dan macam-macamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara meneliti isi teks kitab kemudian mendeskripsikan dan mengklasifikasikan serta menjelaskan macam-macamnya khabar yang terdapat dalam kitab Aqidah al-Awwam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khabar dalam kitab Aqidah al-Awwam ada 68 khabar, sedangkan macam-macam khabar yang terdapat dalam kitab Aqidah al-Awwam yaitu khabar mufrad musytaq sebanyak 13, khabar mufrad jamid sebanyak 26, khabar jumlah ismiyah sebanyak 1, khabar jumlah fi’liyah sebanyak 9, khabar syibhul jumlah 19. Sedangkan penggunaan khabar dalam kitab Aqidah al-Awwam yaitu dzikru, taqdim al-khabar, jumlah ismiyah, jumlah fi’liyah, syibhul jumlah dan al-tankir.
Al-Taḥlīl al-Taqābulī Bayn al-Lugah al-ʽArabiyah wa al-Lugah al-Injlīziyah ʽalā Mustawā al-Tafḍīl Wahidah, Wahidah
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.128-141

Abstract

Language is the most important thing in human life. Each language has different rules. Like Arabic and English. In this regard, the researcher is interested in discussing the contrastive analysis between Arabic and English, using the isim tafdlil in Arabic and the degree of comparison in English as the object of his research. The researcher uses a contrastive analysis method, with a descriptive approach. That is by comparing Arabic and English and predicting difficulties that may arise in learning the two languages and using linguistics as a tool of analysis. The conclusion of the article is very important to study because it will greatly help the academic community and make it easier for students to understand one of the important language forms, namely isim tafdlil or prepositional level, both in Arabic and English.
Al-Istiʽārah fī Qaṣīdah Simṭ al-Durar: Dirāsah Balāgiyah Hidayatullah, Muhammad Taufiq
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 4 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2020.4.2.142-153

Abstract

Pengguna bahasa Arab tidak terbatas hanya pada pengungkapan bahasa sederhana dalam memproduksi suatu teks, namun terkadang juga menggunakan variasi-variasi tertentu dalam ilmu balaghah sehingga menjadi menarik dan tentunya mengamdung bias makna yang mendalam dalam setiap pilihan katanya. Di antara pembahasan pokok ilmu balaghah adalah pembahasan tentang isti’arah yang merupakan bagian dari majaz lughawi. Penelitin ini mengkaji kitab Simthu al-Durar yang berisi tentang sejarah hidup Rasulullah saw. dalam bentuk syair yang kemudian dianalisis menggunakan teori isti’arah dalam ilmu balaghah. Penulis menyimpulkan bahwa kasidah Simthu al-Durar banyak mengandung makna majazi yang digunakan untuk memperindah gaya bahasa. Penulis juga menyebutkan macam-macamnya, seperti isti’arah tashrihiyah, makaniyah, ashliyah, tab’iyah, murasyahah, mujarradah, dan mutlaqah.

Page 7 of 14 | Total Record : 134