cover
Contact Name
Wulan Agung
Contact Email
aristarkhusagung@gmail.com
Phone
+6282227139081
Journal Mail Official
jurnalsabdanusantara@gmail.com
Editorial Address
Sabda: Jurnal Teologi Kristen adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga. Diterbitkan dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Mei dan Nopember. Menerima naskah hasil penelitian dalam bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan Seluruh naskah yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu oleh editor, jika memenuhi ketentuan maka dapat diproses untuk review.
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda : Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27223078     EISSN : 2722306X     DOI : https://doi.org/10.55097/sabda.v2i2
Sabda: Jurnal Teologi Kristen menerima artikel dengan fokus: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan
Articles 115 Documents
Pluralisme dan Klaim Superioritas Agama: Konstruksi Teologi Agama dalam Kepemimpinan Gembala Santono Sinaga; Lidia H Parhusip
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 7, No 1 (2026): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v7i1.343

Abstract

Religious pluralism is an unavoidable sociological reality in contemporary society. The Church is called to maintain its faith identity, but on the other hand, living alongside communities of different beliefs in the public space creates pastoral problems that demand a responsible reconstruction of interfaith theology. The phenomenon of the strengthening claims of religious superiority in a pluralistic society often gives rise to defensive exclusivism or pragmatic relativism in pastoral leadership practices. This research aims to reconstruct an integrative religious theology as a foundation for diversity and a strategic basis for pastoral leadership in responding to pluralism and claims of religious superiority. In elaborating on this topic, the theological-constructive analysis approach serves as a tool to present this study. The findings from this research propose a dialogical-constructive religious theology framework that offers an integrative theological framework to address pluralism and claims of religious superiority, while simultaneously affirming a strong faith identity. This approach enables pastoral leadership to navigate the tension between orthodoxy and social coexistence thru theological reflection, pastoral strategies, and congregation education based on the ethics of love. AbstrakPluralisme agama merupakan realitas sosiologis yang tak terhindarkan dalam masyarakat kontemporer. Gereja dipanggil untuk memelihara identitas iman namun di sisi lain, hidup berdampingan dengan komunitas keyakinan yang berbeda dalam ruang publik memunculkan problem pastoral yang menuntut rekonstruksi teologi agama-agama secara bertanggung jawab. Fenomena menguatnya klaim superioritas agama di tengah masyarakat plural sering kali melahirkan eksklusivisme defensif maupun relativisme pragmatis dalam praktik kepemimpinan gembala. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi teologi agama yang integratif sebagai landasan keberagaman dan strategis bagi kepemimpinan gembala dalam merespons pluralisme dan klaim superioritas agama. Di dalam menguraikan topik ini  pendekatan analisis teologis-konstruktif menjadi alat untuk memaparkan kajian ini. hasil temuan dari kajian ini mengemukakan kontruksi teologi agama dialogis-konstruktif menawarkan kerangka teologis yang integratif untuk menghadapi pluralisme dan klaim superioritas agama, sekaligus menegaskan identitas iman yang kokoh. Pendekatan ini memungkinkan kepemimpinan gembala menavigasi ketegangan antara ortodoksi dan koeksistensi sosial melalui refleksi teologis, strategi pastoral, dan pendidikan jemaat yang berbasis etika kasih. Kata kunci: Gembala; Agama, Klaim Superioritas;  Pluralisme
Pendidikan Karakter Kristen sebagai Upaya Mengatasi Masalah Perilaku Sosial Anak di Sekolah Ester Melati; Paskah Parlaungan Purba
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i2.305

Abstract

This study aims to analyze Christian Character Education as an effort to overcome children's social behavior problems in schools. The research uses a literature study method with a qualitative-descriptive approach through the analysis of various literature. The results of the study show that Christian Character Education has a strategic and transformative role in shaping children's social behavior through the process of internalizing Christian values which is carried out in a sustainable manner through learning, habituation, example, faith reflection, and pastoral mentoring. This mechanism works by instilling the values of love, responsibility, self-control, respect for others, and social concern so that children not only understand moral values cognitively, but also live and practice them in daily social interactions. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan karakter Kristen sebagai upaya mengatasi masalah perilaku sosial anak di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui analisis berbagai literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan karakter Kristen memiliki peran strategis dan transformatif dalam membentuk perilaku sosial anak melalui proses internalisasi nilai-nilai Kristen yang dilakukan secara berkelanjutan melalui pembelajaran, pembiasaan, peneladanan, refleksi iman, dan pendampingan pastoral. Mekanisme ini bekerja dengan menanamkan nilai-nilai cinta, tanggung jawab, pengendalian diri, menghormati orang lain, dan kepedulian sosial sehingga anak tidak hanya memahami nilai-nilai moral secara kognitif, tetapi juga hidup dan mempraktikkannya dalam interaksi sosial sehari-hari. Kata Kunci: Karakter, Kristen, Anak, perilaku, social. 
Teologi Kepemimpinan Kristen Berdasarkan 2 Timotius 2:2 bagi Regenerasi Kepemimpinan dalam Kaitan Manajemen Gereja Paulus Eppang; Hariyanto Hariyanto
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i2.300

Abstract

Leadership is an important factor that determines the sustainability of service and the effectiveness of church management in carrying out God's mission amidst the continuously evolving social changes. However, many churches face challenges in preparing a new generation of leaders due to weak leadership development systems or the church's dependence on certain leader figures. This research aims to analyze Christian leadership theology based on 2 Timothy 2:2 and to relate it to the regeneration of leadership and contemporary church management. This research uses a qualitative method with an exegetical approach and literature study. The research results show that the theology of Christian leadership in 2 Timothy 2:2 places leadership regeneration as a theological mandate realized thru the process of discipleship and leader regeneration. The principle of Paul's ministry multiplication proves relevant for contemporary church management as it supports human resource development, leadership succession planning, and the effective sustainability of church ministry. This research produces an integrative model of Christian leadership theology that connects leader formation, leadership regeneration, and church management as a conceptual framework for strengthening governance and the sustainability of the church's mission in the contemporary era. Abstrak: Kepemimpinan merupakan faktor penting yang menentukan keberlanjutan pelayanan dan efektivitas manajemen gereja dalam menjalankan misi Allah di tengah perubahan sosial yang terus berkembang. Namun, banyak gereja menghadapi tantangan dalam mempersiapkan generasi pemimpin baru karena lemahnya sistem kaderisasi atau gereja ketergantungan pada figur pemimpin tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis teologi kepemimpinan Kristen berdasarkan 2 Timotius 2:2 serta merelevansikannya bagi regenerasi kepemimpinan dan manajemen gereja kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksegetis dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi kepemimpinan Kristen dalam 2 Timotius 2:2 menempatkan regenerasi kepemimpinan sebagai mandat teologis yang diwujudkan melalui proses pemuridan, dan regenerasi pemimpin. Prinsip multiplikasi pelayanan Paulus terbukti relevan bagi manajemen gereja kontemporer karena mendukung pengembangan sumber daya manusia, perencanaan suksesi kepemimpinan, dan keberlanjutan pelayanan gereja secara efektif. Penelitian ini menghasilkan model integratif teologi kepemimpinan Kristen yang menghubungkan pembentukan pemimpin, regenerasi kepemimpinan, dan manajemen gereja sebagai kerangka konseptual bagi penguatan tata kelola dan keberlangsungan misi gereja di era kontemporer. Kata Kunci: Regenerasi Pemimpin, 2 Timotius 2:2, manajamen, Gereja.
Resiliensi Spiritual Perempuan Kristen: Kajian Teologi Feminis atas Narasi Perempuan dalam Studi Perjanjian Baru Aya Susanti; Sarah Wassar
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i2.317

Abstract

Spiritual resilience is an important aspect of the lives of Christian women as it relates to their ability to socialise and develop their spiritual lives. In societies still influenced by patriarchal constructs, women often face marginalisation and, inevitably, limitations in gaining recognition for their spiritual roles and experiences. The theological foundations for the development of women’s spirituality have not yet been fully explored. This study aims to analyse the spiritual resilience of Christian women through a feminist theological examination of women’s narratives in the New Testament. It employs a qualitative method using a literature review approach. It can therefore be concluded that the spiritual resilience of Christian women in New Testament narratives is formed through a deep relationship with God in the face of marginalisation, as well as the courage to fulfil their spiritual calling amidst patriarchal social structures. The reinterpretation of women’s narratives through a feminist theological perspective affirms that women are active subjects in God’s work of salvation, making a significant contribution to the formation of spirituality. These findings result in the construction of a model of Christian women’s spiritual resilience that is relevant to the development of feminist theology and provides practical implications for church ministry.  AbstrakResiliensi spiritual merupakan aspek penting dalam kehidupan perempuan Kristen karena berkaitan dengan kemampuan bersosial dan membangun kehidupan rohani.  Masyarakat yang masih dipengaruhi oleh konstruksi patriarkal, perempuan sering menghadapi marginalisasi, dan tentunya keterbatasan dalam memperoleh pengakuan terhadap peran dan pengalaman spiritualnya. Peologisnya bagi pengembangan spiritualitas perempuan belum dieksplorasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis resiliensi spiritual perempuan Kristen melalui kajian teologi feminis atas narasi perempuan dalam Perjanjian Baru. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Maka dapat disimpulkan bahwa resiliensi spiritual perempuan Kristen dalam narasi Perjanjian Baru terbentuk melalui relasi yang mendalam dengan Allah dalam menghadapi marginalisasi, serta keberanian menjalankan panggilan spiritual di tengah struktur sosial yang patriarkal. Reinterpretasi narasi perempuan melalui perspektif teologi feminis menegaskan bahwa perempuan merupakan subjek aktif dalam karya keselamatan Allah yang memiliki kontribusi signifikan bagi pembentukan spiritualitas. Temuan ini menghasilkan konstruksi model resiliensi spiritual perempuan Kristen yang relevan bagi pengembangan teologi feminis serta memberikan implikasi praktis bagi pelayanan gereja. Kata Kunci: Resiliensi Spiritual; Perempuan Kristen; Teologi Feminis; Narasi Perempuan
Rekonstruksi Teologi Transformasi Paulus bagi Formasi Karakter Digital: Penguatan Teologi Pendidikan Kristen Septerianus Waruwu; Wilson Zalogo
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i2.308

Abstract

This research aims to reconstruct Paul's theology of transformation, especially the concept of mental renewal in Romans 12:2, as a theological framework for the formation of digital characters. The research uses a qualitative approach through literature studies. The results of the study show that transformation in Paul's thinking is a process of forming a life orientation that touches the cognitive, moral, and existential dimensions of humans. Mental renewal is understood as a process of cognitive-spiritual formation that results in the ability to assess reflective reality. This perspective shows that there is a structural similarity between digital habituation and spiritual formation, thus allowing the renewal of the mind to be reconstructed as a paradigm of digital character formation. This study suggests that the paradigm of moral renewal is integrated in digital character education, faith formation, and ecclesiastical pedagogical and formal education practices.  AbstrakPenelitian ini bertujuan merekonstruksi teologi transformasi Paulus, khususnya konsep pembaharuan budi dalam Roma 12:2, sebagai kerangka teologis bagi formasi karakter digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi dalam pemikiran Paulus merupakan proses pembentukan orientasi hidup yang menyentuh dimensi kognitif, moral, dan eksistensial manusia. Pembaharuan budi dipahami sebagai proses formasi kognitif-spiritual yang menghasilkan kemampuan penilaian reflektif terhadap realitas. Perspektif ini memperlihatkan adanya kesamaan struktural antara habituasi digital dan formasi spiritual, sehingga memungkinkan pembaharuan budi direkonstruksi sebagai paradigma formasi karakter digital. Penelitian ini menyarankan agar paradigma pembaharuan budi diintegrasikan dalam pendidikan karakter digital, pembinaan iman, dan praktik pedagogi gerejawi maupun pendidikan formal. Kata Kunci: karakter digital, pembaharuan budi, teologi Paulus.

Page 12 of 12 | Total Record : 115