cover
Contact Name
Wulan Agung
Contact Email
aristarkhusagung@gmail.com
Phone
+6282227139081
Journal Mail Official
jurnalsabdanusantara@gmail.com
Editorial Address
Sabda: Jurnal Teologi Kristen adalah jurnal ilmiah dalam bidang teologi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Nusantara Salatiga. Diterbitkan dua kali dalam 1 tahun yaitu bulan Mei dan Nopember. Menerima naskah hasil penelitian dalam bidang: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan Seluruh naskah yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu oleh editor, jika memenuhi ketentuan maka dapat diproses untuk review.
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Sabda : Jurnal Teologi Kristen
ISSN : 27223078     EISSN : 2722306X     DOI : https://doi.org/10.55097/sabda.v2i2
Sabda: Jurnal Teologi Kristen menerima artikel dengan fokus: Teologi Biblika Teologi Sistematika Pendidikan Kristen (Gereja, Sekolah, dan Keluarga) Pastoral, Kepemimpinan Kristen, dan Manajemen Gereja Misi dan Penginjilan
Articles 96 Documents
Cermin Kehidupan Umat Kristen dalam Masyarakat Multikultural: Suatu Tinjauan Etika Kristen dan Pengaruhnya Terhadap Pendirian Rumah Ibadah Christiaan, John Abraham; Agung, Wulan
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i2.116

Abstract

Freedom of religion and worship is regulated in regulations regarding the establishment of places of worship and is an issue for Christians in areas with a majority of non-Christian religions. This research aims to find and discover the problem points of rejection of places of worship and the conditions for their establishment. The method used is qualitative with data collection through literature study. The results of the research found that several Christian houses of worship and their places of worship were often treated by the majority group as prohibiting worship, making it difficult to obtain approval for the establishment of houses of worship in accordance with applicable regulations. This condition encourages Christians to blend into the environment, carry out activities that are beneficial to local communities, and apply Christian ethical principles in a multicultural society as a form of implementing God's Word. The goal is for the church to be well received in the environment where the church is present. AbstrakKemerdekaan beragama dan beribadat diatur dalam peraturan tentang pendirian rumah ibadat dan menjadi peroalan bagi umat Kristen dilingkungan mayoritas agama Non Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menemukan titik persoalan dari penolakan rumah ibadat serta syarat-syarat pendiriannya. Metode yang digunakan adalah  kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ditemukan fakta bahwa beberapa rumah ibadat Kristen serta peribadatannya sering diperlakukan oleh kelompok mayoritas melakukan  pelarangan beribadat sampai dengan sulitnya untuk mendapatkan persetujuan pendirian rumah ibadat sebagaimana peraturan yang berlaku. Kondisi ini mendorong umat Kristen untuk berbaur dengan lingkungan, melakukan kegiatan bermanfaat masyarakat lokal, dan menerapkan prinsip-prinsip etika Kristen ditengah masyarakat yang multikultural  sebagai wujud pelaksanaan Firman Tuhan. Tujuannya agar gereja dapat diterima dengan baik dilingkungan di mana gereja hadir.Kata Kunci: Pendirian gereja, Etika Kristen, Masyarakat Multikultural
Eksplorasi Teologi Kovenan dan Kepastian Janji Allah dalam 2 Korintus 1:20 pada Dinamika Spiritual Jemaat Purwonugroho, Daniel Pesah
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i2.144

Abstract

This paper is crafted with the aim of exploring covenant theology and the certainty of promises in 2 Corinthians 1:20 concerning the spiritual dynamics of the congregation. Covenant theology frames the interaction between God and humanity and is divided into two systems: the covenant of works and the covenant of grace, each with distinct focal points. Jesus Christ plays a significant role in both systems, fulfilling the covenant of works and serving as the mediator between God and humanity within the covenant of grace. Jesus Christ is also the central figure of God's promises, as expressed in 2 Corinthians 1:20. God's promises have a significant impact on the spiritual life of the congregation. In addition to God's promises, covenant theology positively influences the spiritual dimension of the congregation. Through a descriptive qualitative approach, the author explores covenant theology and the certainty of promises in 2 Corinthians 1:20 for the congregation's spiritual dynamics. The author asserts that the exploration of covenant theology and the certainty of promises in 2 Corinthians 1:20 has a significant positive impact on the spiritual dynamics of the congregation. AbstrakTulisan ini dirangkai dengan tujuan untuk mengeksplorasi teologi kovenan dan kepastian janji dalam 2 Korintus 1:20 pada dinamika spiritual jemaat. Teologi kovenan merupakan teologi yang membingkai interaksi Allah dengan manusia. Teologi kovenan terbagi dalam 2 sistem yaitu kovenan kerja dan kovenan anugerah dimana masing-masing kovenan memiliki titik tumpu yang berbeda. Yesus Kristus memiliki peran signifikan di dalam 2 sistem tersebut dimana Yesus Kristus menggenapi kovenan kerja dan menjadi perantara Allah dan manusia di dalam kovenen anugerah. Yesus Kristus juga menjadi pusat janji Allah yang dinyatakan di dalam 2 Korintus 1:20. Janji Allah memilki dampak yang signifikan dalam membangun kehidupan rohani jemaat. Selain janji Allah, teologi kovenan juga memberikan pengaruh positif di dalam sisi spiritual jemaat. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penulis akan mengeksplorasi teologi kovenan dan kepastian janji dalam 2 Korintus 1:20 bagi dinamika spiritual jemaat. Penulis menegaskan bahwa eksplorasi teologi kovenan dan kepastian janji dalam 2 Korintus 1:20 memberi dampak positif yang signifikan di dalam dinamika spiritual jemaat yaitu jemaat akan mengalami pertumbuhan rohani baik secara individu maupun secara komunal.
Kajian Teologis Tentang Mujizat dan Ketaatan Berdasarkan 2 Raja-Raja 7:1-2 Pinem, Sony; Rumeksa, Edhy; Yanthie, Eva; Jonathans, Kornelius Rulli
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i2.166

Abstract

This study aims to demonstrate that miracles do not contradict natural laws but instead operate in harmony with them through divine intervention prompted by obedience to God’s Word. The study begins with a conceptual analysis of miracles from various academic sources to establish an objective theoretical foundation. Subsequently, the interaction between miracles and natural laws is analyzed using C.S. Lewis’s approach, focusing on the argument that miracles function within the framework of natural laws through the role of obedience. A hermeneutical approach is applied to 2 Kings 7:1–2 using lexicographical and syntactical methods to uncover the meaning of the text within its historical and grammatical contexts. The findings reveal that miracles, while seemingly impossible by natural laws, can occur through divine intervention, with obedience serving as the primary catalyst. Additionally, insights from Stanley Milgram’s social psychology research are incorporated to analyze factors influencing obedience, offering practical perspectives on developing patterns of compliance in daily life. This study concludes that obedience to God’s Word is a critical factor in enabling miracles and contributes to a deeper theological and practical understanding of the relationship between obedience, natural laws, and miracles through divine intervention. Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa mukjizat tidak bertentangan dengan hukum alam, melainkan berjalan selaras melalui intervensi Allah yang dipicu oleh ketaatan kepada Firman-Nya. Kajian ini diawali dengan analisis konseptual mukjizat dari berbagai literatur akademis untuk memperoleh landasan teoritis yang objektif. Selanjutnya, hubungan antara mukjizat dan hukum alam dianalisis menggunakan pendekatan C.S. Lewis, dengan fokus pada argumen bahwa mukjizat bekerja dalam kerangka hukum alam melalui peran ketaatan. Pendekatan hermeneutik diterapkan pada 2 Raja-raja 7:1-2 dengan menggunakan metode leksikografis dan sintaksis untuk menggali makna teks secara historis dan gramatikal. Hasil analisis menunjukkan bahwa mukjizat, yang secara alami tampak mustahil, tetap dapat terjadi melalui intervensi Allah, dengan ketaatan sebagai faktor penggerak utama. Perspektif psikologi sosial dari penelitian Stanley Milgram juga diintegrasikan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketaatan, memberikan wawasan tambahan terkait pembentukan pola ketaatan dalam kehidupan praktis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketaatan terhadap Firman Tuhan merupakan elemen krusial dalam membuka ruang bagi mukjizat sekaligus memperkaya pemahaman teologis dan praktis tentang hubungan antara ketaatan, hukum alam, dan mukjizat melalui intervensi ilahi.Kata Kunci: 2 Raja-raja 7:1-2. Mukjizat, Hukum Alam, Ketaatan.
Kekristenan di Turki: Potret Historitas Masa Kini Serta Implikasinya bagi Kekristenan di Indonesia Amtiran, Abdon Arnolus
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 5, No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v5i2.225

Abstract

Turkey, once the center of early Christianity, now faces significant challenges in maintaining its Christian identity amidst the dominance of Islam marked by complex ambivalence. Although there are various freedoms guaranteed by the constitution, in practice, the Christian community often experiences discrimination and difficulties in carrying out their worship. The method used in this study is descriptive literature. The study's results demonstrate that religious populism can improve the conditions for minority religions in Turkey. Christianity in Turkey has a long and dynamic history. In the early stages of its development, the apostles of Jesus Christ preached the Gospel there, and even though they faced various obstacles and persecution and were increasingly hampered, Christianity spread further. The experience of gathering experienced by the Christian community in Turkey can be a valuable lesson for Christians in Indonesia to better understand the importance of maintaining tolerance and interfaith dialogue. Abstrak:Turki yang pernah menjadi pusat Kekristenan awal, kini menghadapi tantangan yang signifikan dalam mempertahankan identitas Kristen di tengah dominasi Islam ditandai dengan ambivalensi yang kompleks. Meskipun terdapat beragam kebebasan yang dijamin oleh konstitusi, dalam praktiknya, komunitas Kristen sering kali mengalami diskriminasi dan kesulitan dalam menjalankan ibadah mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekripsif literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situasi di Turki menunjukkan bahwa populisme keagamaan dapat menyelamatkan kondisi bagi agama minoritas. Kekristenan di Turki memiliki sejarah yang panjang dan penuh dinamika. Pada awal perkembangannya, para rasul Yesus Kristus yang memberitakan Injil di sana dan kendati mereka berhadapan dengan berbagai hambatan dan penganiyaan namun semakin dihambat, kekristenan semakin merambat. Pengalaman berkumpul yang dialami oleh komunitas Kristen di Turki dapat menjadi pelajaran berharga bagi umat Kristen di Indonesia untuk lebih memahami pentingnya menjaga toleransi dan dialog antar agama.Kata Kunci: Kristen,  Turki; Sejarah; Indonesia
Menyuarakan Iman di Tengah Penindasan: Analisis Naratif Tematik Kisah Gadis Tawanan dari 2 Raja-Raja 5:1-5 Pattinaja, Aska Aprilano
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.187

Abstract

This captive girl demonstrated an active faith in spite of her oppression. Her testimony became the catalyst for Naaman's healing and his encounter with the God of Israel. This study aims to explore the narrative and thematic dynamics of the story, especially in relation to the themes of witness, God's providence, and inclusiveness in the plan of salvation. This study uses narrative and thematic analysis methods to uncover the theological messages contained in the actions and words of the captive girl. Therefore, four important values emerge from this research: first, the power of forgiveness; second, being trustworthy; third, having mercy; and fourth, trusting God. This research enriches biblical theology's understanding of the role of the "small and powerless" in the fulfillment of God's plan, affirms that hope and salvation can be present in the context of suffering, and makes it relevant to the dialogue of theologies of mission and social justice.AbstrakGadis tawanan ini memperlihatkan iman yang aktif meskipun berada dalam situasi penindasan. Kesaksiannya menjadi katalis untuk penyembuhan Naaman dan perjumpaannya dengan Allah Israel. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika naratif dan tematik dari kisah tersebut, khususnya terkait tema kesaksian, providensi Allah, dan inklusivitas dalam rencana keselamatan.   Penelitian ini menggunakan metode analisis naratif dan tematik untuk mengungkap pesan teologis yang terkandung dalam tindakan dan perkataan gadis tawanan itu. Oleh sebab itu ada empat nilai penting yang didapat dari penelitian ini, yakni: pertama, kuasa pengampunan; kedua, bisa dipercaya; ketiga, memiliki belas kasihan; dan keempat, mempercayai Tuhan. Riset ini memperkaya pemahaman teologi biblika tentang peran "yang kecil dan tak berdaya" dalam melaksanakan rencana Allah, menegaskan bahwa harapan dan keselamatan dapat hadir dalam konteks penderitaan, sehingga relevan dalam dialog teologi misi dan keadilan sosial. Kata Kunci: Naaman, Gadis, Tawanan
Spiritual Intelligence sebagai upaya Antisipatif Terjadinya Judi Online Akibat dampak Disrupsi Menurut Yakobus 4:7-8 Astuti, Tri Endah; Kiamani, Andris
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.186

Abstract

There are many social problems that arise in society, one of which is online gambling which is becoming more prevalent every day. This situation causes anxiety as a result of disruption, so the author of the letter of James provides encouragement to maintain spiritual life even in the midst of suffering. Therefore, this study aims to analyze the anticipatory steps in dealing with the rampant practice of online gambling as an impact of disruption, with reference to the spiritual perspective found in James 4:7-8. Through the use of qualitative exegesis method, it is expected to provide effective measures. Thus this study found that spiritual intelligence can be an effective solution by: First, submitting to God, Second, drawing near to God, Third, sanctifying oneself, Fourth, purifying the heart. By applying these four steps, it is hoped that each individual can develop better spiritual intelligence, which helps overcome the challenges that arise due to disruption in daily life.Abstrak:Banyaknya masalah sosial yang muncul di tengah masyarakat, salah satunya adalah judi online yang semakin hari semakin marak. Situasi tersebut menimbulkan kegelisahan sebagai dampak disrupsi, sehingga penulis surat Yakobus memberikan dorongan untuk menjaga kehidupan spiritual meskipun di tengah penderitaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi maraknya praktik judi online sebagai dampak dari disrupsi, dengan merujuk pada perspektif spiritual yang terdapat dalam Yakobus 4:7-8. Melalui penggunaan metode kualitatif eksegesis diharapkan dapat memberikan langkah-langkah yang efektif. Dengan demikian penelitian ini menemukan bahwa kecerdasan spiritual dapat menjadi solusi efektif dengan cara yaitu: Pertama, tunduk kepada Allah, Kedua, mendekat kepada Allah, Ketiga, menguduskan diri, Ke empat, menyucikan hati. Dengan menerapkan keempat langkah ini, diharapkan setiap individu dapat mengembangkan kecerdasan spiritual yang lebih baik, yang membantu mengatasi tantangan yang muncul akibat disrupsi dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Stimulasi, Kehidupan Kerohanian, Disrupsi, Disorentasi
Mengulik Dampak Profesi Sampingan Gembala Sidang Terhadap Pelayanan di Gereja Beraliran Pentakostal Berhitoe, Jevon Rainhard; Simon, Simon
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.219

Abstract

There is still debatale about side profession of pastor among Pentecostals.Usually, the important factors that are taken into consideration in choosing a side profession are those that do not contradict God's words, do not interfere with ministry, means of self-actualization, and get results that can support ministry..This article aims to carefully examine the impact of a pastor's side profession on his ministry in a Pentecostal church. By using a qualitative descriptive method and combining it with a literature study, it is believed that we will be able to review carefully and systematically the description of services within the Pentecostal church, descriptions of the side professions of pastors, as well as their impact on services within the Pentecostal church. It was concluded that the side profession of pastor has a very good impact because this side profession can be a source of additional income for the welfare of the pastor when the local congregation is unable to meet the financial needs of their family, as a means of developing talents from God, increasing greater opportunities to help others, and can be an entry point into market place services. Abstrak:Masih menjadi perdebatan di kalangan kaum Pentakostal terkait apakah gembala boleh bekerja atau tidak.Biasanya faktor penting yang yang dijadikan pertimbangan dalam pemilihan profesi sampingan adalah yang tidak bertentangan dengan firman Tuhan, tidak menggangu pelayanan, sarana aktualisasi diri, dan mendapatkan hasil yang bisa mendukung pelayanan. Artikel ini bertujuan mengulik secara cermat dampak profesi sampingan gembala sidang terhadap pelayanannya di gereja beraliran Pentakostal. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan mengkombinasikannya dengan kajian litaratur diyakini mampu mengulas secara cermat dan sistimatik terkait deskripsi pelayanan di lingkup gereja Pentakostal, deskripsi profesi sampingan gembala, serta dampaknya terhadap pelayanan di lingkup gereja Pentakostal. Disimpulkan bahwa profesi sampingan gembala sidang memiliki dampak sangat baik karena profesi sampingan ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan gembala manakala jemaat lokal belum mampu memenuhi kebutuhan keuangan keluarganya, sebagai sarana mengembangkan bakat dari Tuhan, meningkatkan peluang lebih besar untuk membantu sesama, serta bisa menjadi pintu masuk ke pelayanan market place.Kata Kunci: Gembala Sidang, Gereja Pentakostal, Profesi Sampingan, Teologi Pentakostal
Misi dalam Tantangan Zaman: Sebuah Analisa Perjalanan Misi Kaum Pentakosta di Indonesia Zega, David Folind; Simatupang, Febe; Ditakristi, Agiana Her Visnhu
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.223

Abstract

The church's role in fulfilling God's mission is a primary calling for all people across religions and cultures. However, many churches today have begun to lose their zeal in responding to the Great Commission entrusted by God. In this modern era of rapid technological development, some churches in Indonesia tend to focus more on internal matters. This condition poses a serious challenge that may hinder the fulfillment of God's mission. Ironically, technological advancements have not been maximized to expand the scope of mission work. This article aims to identify the challenges faced by Pentecostal churches in Indonesia in the context of modern society and highlight the role of the Holy Spirit in awakening missional awareness among churches and God’s servants. Using a qualitative approach, this study encourages churches to actively respond to contemporary challenges while remaining faithful to their divine mission in a relevant and contextual manner. Abstrak:Peran gereja dalam misi Allah merupakan panggilan utama bagi seluruh umat manusia lintas agama dan budaya. Namun, banyak gereja mulai kehilangan semangat dalam menanggapi Amanat Agung yang Tuhan percayakan. Di era modern yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi, sebagian gereja di Indonesia justru lebih fokus pada urusan internal. Kondisi ini menjadi tantangan serius yang dapat menghambat pelaksanaan misi Allah. Ironisnya, kemajuan teknologi belum dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas pelayanan misi. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi gereja Pentakostal dalam konteks zaman modern serta menyoroti peran Roh Kudus dalam membangkitkan kesadaran misi di kalangan gereja dan hamba Tuhan. Dengan pendekatan kualitatif, tulisan ini diharapkan mendorong gereja untuk aktif menjawab tantangan zaman dan tetap setia pada panggilan misinya secara relevan dan kontekstual. Kata Kunci: Era Modern, Pelayanan Misi Pentakosta, Tantangan.
Strategi Pendidikan Kristen dalam Mengatasi Fenomena FoMO pada Remaja di Gereja Pandie, Remegises Danial Yohanis; Romika, Romika; Sitanggang, Martauli Dina Rahayu; Bangngu, Ester
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.206

Abstract

This writing aims to examine the Christian education perspective on the FoMO phenomenon and Christian education strategies to solve the FoMO problem that occurs among teenagers in the church, so that it has a new perspective that can contribute to the church paying more attention to teenagers in using social media or directing teenagers to have the right motivation. In church. Where, The FoMO phenomenon not only occurs in the form of dependence on social media to view certain subjects, but in the real world it occurs in idolizing someone excessively, so that teenagers forget the main goal and essence of church. The research method used is a qualitative phenomenological method and literature study. The research results show that Christian education strategies in overcoming the FoMO phenomenon in the church are throughapproach teenagers;church special programs for teenagers; Christian Education collaborates with families to provide instructional equipment to youth; Christian Education creates talk shows; Christian education creates camp activities; Christian education directs teenagers to have the right motivation in church; Christian education directs teenagers to use social media properly and correctly. Good Christian education produces spirituality for teenagers.Abstrak:Penulisan ini bertujuan mengkaji sudut pandang pendidikan Kristen tentang fenomena FoMO dan strategi pendidikan Kristen menyelesaikan persoalan FoMO yang terjadi pada remaja di gereja, sehingga memiliki kebaharuan yang bisa memberikan sumbangsih bagi gereja untuk lebih memperhatikan remaja dalam menggunakan media sosial ataupun mengarahkan remaja untuk memiliki motivasi yang benar dalam bergereja. Di mana, fenomena FoMO tidak saja terjadi dalam bentuk ketergantungan terhadap media sosial untuk melihat subyek tertentu, namun dalam dunia nyata terjadi dalam mengidolakan seseorang secara berlebihan, sehingga remaja melupakan tujuan utama dan esensi dalam bergereja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenologis dan studi ahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan Kristen dalam mengatasi fenomena FoMO di gereja melalui melakukan pendekatan terhadap remaja; gereja program khusus untuk remaja; Pendidikan Kristen bekerja sama dengan keluarga memberikan pengajaran perlengkapan kepada para remaja; Pendidikan Kristen membuat talks show; Pendidikan Kristen membuat kegiatan camp; Pendidikan Kristen mengarahkan remaja untuk memiliki motivasi yang benar dalam bergereja; Pendidikan Kristen mengarahkan remaja untuk menggunakan media sosial dengan baik dan benar. Pendidikan Kristen yang baik menghasilkan spiritualitas yang bagi bagi remaja. Kata Kunci: Pendidikan Kristen; Remaja; Gereja; Fear of Missing Out; Fenomena. 
Peran Roh Kudus dalam Pembentukan Karakter Kristiani: Sebuah Kajian Teologis Nainggolan, Jisman; Sumual, Elisa Nimbo
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 1 (2025): MEI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i1.234

Abstract

This article discusses the role of the Holy Spirit in the process of Christian character formation. Through theological studies and literature studies, the author investigates various important aspects of how the Holy Spirit works in the life of a Christian, influencing the understanding of sanctification, growth of faith, and character formation that reflects the nature of Christ. The purpose of this study is to explore and understand how the Holy Spirit works in the lives of Christians, especially in the process of character formation that reflects the nature of Christ. This study uses a qualitative method with a literature review approach to analyze various relevant literature. The results of this study indicate that the contribution of the Holy Spirit in changing, guiding, and strengthening believers in their efforts to live according to Christian principles to become more like Christ, both in thoughts, feelings, and actions. AbstrakArtikel ini membahas peran Roh Kudus dalam proses pembentukan karakter Kristiani. Melalui kajian teologis dan studi literatur, penulis mengidentifikasi berbagai aspek penting bagaimana Roh Kudus bekerja dalam kehidupan seorang Kristen, mempengaruhi pemahaman tentang pengudusan, pertumbuhan iman, dan pembentukan karakter yang mencerminkan sifat Kristus..Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan memahami bagaimana Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang Kristen, khususnya dalam proses pembentukan karakter yang mencerminkan sifat Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka untuk menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi Roh Kudus dalam mengubah, membimbing, dan menguatkan umat percaya dalam upaya mereka untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Kristen agar semakin serupa dengan Kristus, baik dalam pikiran, perasaan, maupun tindakan.Kata Kunci: Roh Kudus, karakter Kristiani, pembentukan karakter, teologi Kristen.

Page 8 of 10 | Total Record : 96