cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 585 Documents
Perbandingan Efektivitas Penyuluhan Metode Ceramah dan Media Audiovisual terhadap Pengetahuan Ibu Rumah Tangga tentang 3M Plus sebagai Upaya Preventif Demam Berdarah Dengue Asli, Maghfira A.; Irsan, Abror; Putri, Eka A.
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 3b (2019): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Angka penderita DBD di Indonesia cenderung meningkat terutama 3 provinsi tertinggi yaitu DKI Jakarta (313,41), Kalimantan Barat (228,3), dan Kalimantan Timur (173,84). Di Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak tahun 2015, Kelurahan Sungai Jawi Luar merupakan kelurahan di Pontianak Barat dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) 70,14. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai perilaku preventif berupa 3M Plus juga menjadi salah satu faktor tingginya jumlah penderita DBD. Perlu pengetahuan masyarakat mengenai 3MPlus untuk dapat melakukan perilaku preventif terhadap DBD terutama pada ibu rumah tangga karena ibu rumah tangga berperan penting dalam menjaga kesehatan keluarga. Metode. Menggunakan kuasi eksperimental dengan desain pre-test post-test control group. Sampel berjumlah 96 responden menggunakan teknik non probability sampling. Hasil. Karakteristik responden mayoritas memiliki jenjang pendidikan terakhir SMA (35,41%) dan mayoritas berusia 25-50 tahun (79,16%). Pengetahuan kelompok ceramah dengan kategori baik meningkat menjadi 89,58% dengan nilai t 13,109 dan P=0,000, sedangkan kelompok audiovisual dengan kategori baik meningkat menjadi 39,58 dengan nilai t 8,902 dan P=0,000. Kesimpulan. Penyuluhan menggunakan metode ceramah lebih efektif dibandingkan dengan metode audiovisual.Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, 3M Plus, Penyuluhan, Pengetahuan, Ibu Rumah tanggaBackground. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious diseases caused by dengue virus transmitted by mosquito bite, Aedes aegypti. Number of (DHF) in Indonesia is increasing especially the highest 3 province, DKI Jakarta (313,41), West Borneo (228,3), and East Borneo (173,84). In West Borneo, especially Pontianak City in 2015, Kelurahan Sungai Jawi Luar has Angka Bebas Jentik (ABJ) 70,14. Lack of community knowledge about preventative behaviour of 3M Plus become one of the factors that cause high number of DHF patients. Community knowledge about 3M Plus is necessary in order to commit preventive behaviour of DHF especially toward housewives because they are play an important role to maintain their familys health. Method. Used quasi experimental with pre-test and post-test control group design. Number of sample were 96 respondents by using non probability sampling technique. Result. Majority of respondents last education level is high school (35,41%) and majority of respondents age are 25-50 years old (79,16%). The knowledge of communicative group with good category increased to 89,58% and t value 13,109 and P=0,000, meanwhile the knowledge of audio visual group with good category increased to 39,58 and t value 8,902 and P=0,000. Conclusion. Communicative method is more effective than audio visual method.Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever, 3M Plus, Health Education, Knowledge, Housewife?
UJI EFEK HEPATOPROTEKTOR EKSTRAK ETANOL DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID PLASMA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI PARASETAMOL ., Jefry Kurniawan
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : daun lidah buaya (Aloe vera L.) mengandung metabolitsekunder flavonoid yang berfungsi sebagai senyawa antioksidan danmenstimulasi pembentukan GSH (glutation) sehingga memberikan efekhepatoprotektor berupa penurunan kadar MDA. Tujuan : penelitian inibertujuan mengetahui efek hepatoprotektor dan dosis efektif ekstraketanol lidah buaya (Aloe vera L.) pada tikus putih jantan galur Wistardibandingkan kurkuma melalui indikator MDA (Malondialdehid).Metodologi: penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimentalrancang acak lengkap (RAL) dengan desain pretest dan posttest.Sebanyak 30 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi secara acak kedalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (parasetamol180mg/200gBB), kontrol positif (kurkuma), dosis I (1000 mg/kgBB), dosisII (2000 mg/kgBB), dosis III (4000 mg/kgBB) yang diinduksi parasetamolsatu jam kemudian selama 7 hari. Data dianalisis menggunakan uji Onewayanova yang dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil :Berdasarkan skrining fitokimia ekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera)mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil analisamenunjukkan perbedaan yang bermakna pada rata-rata kadar MDAkelompok kontrol negatif dan positif dengan kelompok dosis I, II, dan IIIekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera L.) (p<0,05) pada pengukuran kadarMDA setelah perlakuan (posttest). Dosis efektif yang didapatkan adalah4000 mg/kgBB. Kesimpulan : Ekstrak etanol lidah buaya (Aloe vera L.)memiliki efek hepatoprotektor berupa penurunan kadar yang lebih baikdibandingkan kurkuma sebagai kontrol positif pada dosis 4000 mg/kgBB Kata Kunci : Aloe vera L., ekstrak etanol  lidah buaya, parasetamol, kadarMDA, hepatoprotektor.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona muricata L.)TERHADAP Salmonella typhi SECARA IN VITRO ., Resti Puteri Apriyuslim
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Demam tifoid merupakan infeksi sistemik yangdisebabkan oleh Salmonella typhi. Masalah tifoid di Indonesia disebabkanoleh faktor kebersihan, resistensi antibiotik, dan belum adanya vaksinyang efektif. Tanaman sirsak (Annona muricata L.) telah digunakan secaraturun temurun oleh sebagian masyarakat Indonesia untuk mengobatipenyakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitasantibakteri ekstrak etanol daun sirsak terhadap Salmonella typhi,menentukan kandungan senyawa metabolit sekunder, menentukankonsentrasi efektif, dan konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstraketanol daun sirsak dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi.Metodologi: Daun sirsak diekstraksi secara maserasi menggunakanpelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh kemudian dilakukan skriningfitokimia. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakramKirby-Bauer. Penelitian ini menggunakan 6 konsentrasi yaitu 500 mg/mL,600 mg/mL, 700 mg/mL, 800 mg/mL, 900 mg/mL, 1000 mg/mL. Kontrolpositif menggunakan siprofloksasin 5 μg/disk sedangkan kontrol negatifmenggunakan DMSO 10%. Hasil: Berdasarkan skrining fitokimia, ekstraketanol daun sirsak mengandung senyawa alkaloid, fenol, flavonoid,saponin, tanin, dan triterpenoid. Ekstrak etanol daun sirsak tidak dapatmenghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Kesimpulan: Ekstrak etanoldaun sirsak tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Salmonella typhi.Kata Kunci: Antibakteri, Ekstrak etanol daun sirsak, Salmonella typhi
UJI AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA IN VITRO ., Eko Prestiyana Megawati
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 2, No 4 (2016): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Candida albicans dapat menyebabkan ruam, perleche, vulvovaginitis, kandidiasis kutis bahkan kandidiasis sistemik. Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) adalah salah satu obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat untuk mengobati diare, disentri, perdarahan, antiseptik dan abses serta kudis. Penelitian menunjukkan bahwa fungi endofit daun dan batang karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk) memiliki aktivitas antifungi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antifungi ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Metodologi: Skrining fitokimia menggunakan metode uji tabung. Uji aktivitas antifungi menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer dengan konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Kontrol positif yang digunakan adalah Ketokonazol 15 µg/disk sedangkan kontrol negatif yang digunakan adalah DMSO 10%. Hasil: Metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk yaitu fenol, flavonoid, saponin, tanin, steroid dan triterpenoid. Ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk tidak membentuk zona hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans. Kesimpulan: Ekstrak etanol 70% daun Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk tidak memiliki aktivitas antifungi terhadap pertumbuhan Candida albicans.
Hubungan Durasi Bermain Game Online dan Tingkat Stres pada Siswa SMPN 03 Kecamatan Sungai Raya ., Dwi Wahyuningsih
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Cerebellum
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Stres pada remaja biasanya terjadi karena konflik dengan orang tua, teman sebaya, harapan orang tua yang terlalu tinggi, sulitnya berinteraksi di kelas. Dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti 6 dari 10 siswa di SMPN 03 kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengalami stres. Bermain game online merupakan usaha pengalihan dari kondisi stres. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional jenis cross sectional. Data primer berupa tingkat stres  diperoleh dengan pengisian kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Penelitian dilakukan di SMPN 03 Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan subjek penelitian berjumlah 148 orang siswa yang bermain game online. Hasil. Responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki yang bermain game online(70 %), berusia 13 tahun (42,5 %), durasi bermain game online 1-3 jam/hari (56,7 %).Nilai signifikansi (p) dengan Spearman adalah 0,000. Kesimpulan. Terdapat hubungan durasi bermain game online pada siswa SMPN 03 Kecamatan Sungai Raya  Kabupaten Kubu Raya
HUBUNGAN TINGKAT KONTROL ASMA DENGAN NILAI VEP 1 / VEP 1 (%)PREDIKSI DAN RASIO VEP 1 /KVP (%) PREDIKSI PADA PASIEN ASMA BRONKIAL DI RSUD DOKTER SOEDARSO PONTIANAK ., Raisa Janet Ariestha
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Asma adalah penyakit inflamasi kronik saluran napas yangtujuan utama pengobatannya yaitu mencapai keadaan asma terkontrol.Inflamasi yang persisten pada saluran napas dapat menyebabkan perubahanstruktural yang dikenal sebagai airway remodeling. Pemeriksaan spirometridirekomendasikan sebagai bagian dari diagnosis dan evaluasi pasien asma,yang juga mampu menilai derajat obstruksi dan respon pengobatan.Obstruksi jalan napas diketahui dari nilai VEP1dan rasio VEP1/KVP. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kontrol asmadengan nilai VEP1/ VEP1% prediksi dan rasio VEP1/KVP % prediksi padapasien asma bronkial. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi analitikobservasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan datadilakukan tanggal 25 September-08 November 2013. Sampel berjumlah 55pasien yang dipilih dengan cara non-probability sampling dengan pendekatanconsecutive sampling. Data dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakanSPSS 20. Hasil: Dari 55 pasien, jenis kelamin terbanyak adalah wanita(52,7%); rentang usia terbanyak adalah 39-46 tahun (21%) dan 47-54 tahun(21%); pekerjaan terbanyak adalah PNS (38,2%); kelompok IMT terbanyakadalah IMT preobese (43,6%); dan tingkat kontrol asma terbanyak adalahtidak terkontrol (61,8%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kontrolasma dengan nilai VEP1/VEP1(%) prediksi dengan nilai p<0,05 (p=0,000)dan juga terdapat hubungan bermakna antara tingkat kontrol asma dan rasioVEP1/KVP (%) prediksi dengan nilai p<0,05 (p=0,000). Kesimpulan:Semakin buruk tingkat kontrol asma yang dimiliki oleh pasien asma bronkial,maka nilai  VEP1/VEP1(%) prediksi dan rasio VEP1/KVP (%) prediksi pasientersebut akan semakin rendah, dan begitu juga sebaliknya.Kata kunci: tingkat kontrol asma, nilai VEP1, rasio VEP1/KVP
Hubungan Tingkat Ketergantungan Merokok dan Health-Related Quality of Life Perokok di Klinik Berhenti Merokok ., Juwita Valen Ramadhania
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Merokok merupakan faktor penyumbang terbesar ke dua di dunia yang menyebabkan penyakit pada seluruh organ tubuh, dan merupakan penyebab utama kematian yang dapat dicegah di seluruh dunia. Bahaya paparan merokok dapat dikurangi hanya dengan berhenti merokok. Kesehatan seseorang dapat diukur melalui Health-Related Quality of Life (HRQoL). Pemerintah mendirikan Klinik Berhenti Merokok sebagai sarana untuk mencegah peningkatan jumlah perokok dan mengurangi jumlah perokok. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik menggunakan desain potong lintanf dengan jumlah sampel 49 responden. Hasil.  Sebagian besar pasien Klinik Berhenti Merokok Puskesmas UPTD Pontianak Kota tahun 2016 memiliki tingkat ketergantungan sedang (47%). Sebagian besar pasien Klinik Berhenti Merokok Puskesmas UPTD Pontianak Kota tahun 2016 memiliki kualitas hidup buruk pada dimensi nyeri. Tingkat ketergantungan merokok berhubungan dengan HRQol Perokok di Klinik Berhenti Merokok Puskesmas UPTD Pontianak Kota. (p=0,012) Kesimpulan. Tingkat ketergantungan merokok berhubungan dengan HRQol Perokok di Klinik Berhenti Merokok Puskesmas UPTD Pontianak Kota.
Hubungan Perilaku Pencegahan Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue Pada Masyarakat Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kecamatan Pontianak Barat Tahun 2013 ., Hartanto Lee
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue dan paling cepat menyebar di dunia. Kelurahan Sungai Jawi Dalam merupakan salah satu kelurahan di Kota Pontianak dengan Angka Bebas Jentik (ABJ) yang tinggi yaitu 86,86%. Namun, angka kejadian DBD pada daerah tersebut masih tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku pencegahan berupa kebiasaan menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas, penggunaan kelambu, penggunaan lotion anti nyamuk, menabur bubuk abate, dan memelihara ikan pemakan jentik dengan kejadian DBD pada masyarakat kelurahan Sungai Jawi Dalam Kota Pontianak tahun 2013. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan selama bulan Juli 2013. Total sampel sebanyak 95 rumah. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan diambil dengan metode purposive sampling. Data akan dianalisis dengan teknik Chi square. Hasil: Hasil menunjukan 58,9%% responden menguras bak mandi, 85,3% menutup penampungan air (TPA), 4,2% mengubur barang-barang bekas, 23,2% menggunakan kelambu, 45,3% menggunakan lotion/minyak anti nyamuk, 58,9% menabur bubuk abate, 15,8% memelihara ikan pemakan jentik dan 7,4% memiliki riwayat DBD. Didapatkan variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian DBD yaitu kebiasaan menguras bak mandi (p= 0,002), menutup TPA (p= 0,000) dan menabur bubuk abate (p= 0,018). Kesimpulan: Kebiasaan menguras bak mandi, menutup TPA  dan menabur bubuk abate  memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian DBD.
HUBUNGAN KONDISI FISIK RUMAH DAN LINGKUNGAN SEKITAR RUMAH DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA TANJUNG SATAI KECAMATAN PULAU MAYA KARIMATA KABUPATEN KAYONG UTARA TAHUN 2010 ., Lela Mantili
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan salah satu penyakit menularyang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk diIndonesia. Kecamatan Pulau Maya Karimata adalah salah satu dari6 kecamatan yang ada di Kabupaten Kayong Utara yangmenduduki peringkat pertama untuk kasus malaria positif padatahun 2010. Kejadian malaria dipengaruhi oleh kondisi fisik rumahpenduduk dan lingkungan sekitar rumah penduduk. Tujuan:Mengetahui  hubungan antara kondisi fisik rumah dan lingkungansekitar rumah dengan kejadian malaria di Desa Tanjung SataiKecamatan Pulau Maya Karimata Kabupaten Kayong Utara padaTahun 2010. Metodologi: Penelitian ini merupakan survei analitikdengan rancangan case control. Kasus adalah penderita malariapositif pada tahun 2010 dan kontrol adalah penduduk yang tidakpernah menderita malaria. Analisis dilakukan secara bivariatdengan menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariatdengan menggunakan regresi logistik. Hasil Penelitian: Jumlahsampel penelitian adalah 132 responden dengan 66 respondenkasus dan 66 responden. Variabel bebas yang memiliki hubungansignifikan dengan kejadian malaria (p=<0,05) dan merupakan faktorrisiko kejadian malaria adalah kerapatan dinding rumah,keberadaan plafon rumah, genangan air, semak-semak, dankandang ternak. Sedangkan keberadaan kawat kassa tidakmemiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian malaria (p=1).Seseorang yang mempunyai keempat faktor risiko tersebut memilikikemungkinan terkena malaria sebesar 99% lebih besar daripadaseseorang yang tidak memiliki faktor risiko. Kesimpulan: Variabelyang merupakan faktor risiko kejadian malaria adalah kerapatandinding, keberadaan semak-semak, genangan air, dan kandangternak. Sehingga disarankan untuk meningkatkan kegiatanpembersihan lingkungan sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.Kata Kunci: Kondisi Fisik Rumah, Lingkungan Sekitar Rumah,Malaria
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN HERNIA INGUINALIS DI RSU DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2010 ., MERRY FUJI ASTUTI
Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hernia inguinalis merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemukan dan sekitar 75% hernia yang ada didunia merupakan hernia inguinalis. Hernia merupakan salah satu kasus di bagian bedah yang pada umumnya sering menimbulkan masalah kesehatan dan lebih banyak terjadi pada usia lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mencari hubungan antara usia dengan kejadian hernia inguinalis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontianak. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan di ruang rekam medik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontianak selama bulan Mei 2013. Data dikumpulkan dari 200 sampel menggunakan rekam medik, dimana 114 sampel yang mengalami hernia inguinalis dan 86 sampel yang mengalami hernia jenis lain. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square.  Hasil: Sebanyak 43,8% subjek penelitian  mengalami hernia inguinalis pada usia 41-65 tahun,  23,7% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia lebih dari 65 tahun, 11,4% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 0-5 tahun, 8,8% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 21-40 tahun, 7,0% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 6-10 tahun, dan 5,3% subjek penelitian mengalami hernia inguinalis pada usia 11-20 tahun. Terdapat hubungan bermakna antara usia dan hernia inguinalis (p =0,004). Terdapat 93% subjek penelitian yang berjenis kelamin laki-laki dan 7% berjenis kelamin perempuan. Terdapat 114 subjek penelitian yang mengalami hernia inguinalis dan 86 subjek mengalami jenis hernia lain. Kesimpulan: Terdapat Hubungan antara usia dengan kejadian hernia inguinalis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedarso Pontianak tahun 2010. Usia lanjut mempunyai resiko lebih besar untuk mengalami hernia inguinalis.Kata kunci: usia, hernia inguinalis.

Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 3a (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 3b (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 2b (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2a (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Cerebellum Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 4, No 4 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 3 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Cerebellum Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 3, No 4 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 3 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Cerebellum Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 4 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 3 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Cerebellum Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Khatulistiwa Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dokter Kalbar Vol 1, No 4 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 3 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2015): Jurnal Cerebellum Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa PSPD FK UNTAN Tahun 2014 Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Publikasi Mahasiswa PSPD FK UNTAN Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura More Issue