cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 791 Documents
FREKUENSI KERUSAKAN AKIBAT SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT PADA BIBIT GAHARU (Aquilaria malaccensis) DI PERSEMAIAN Andi Muhammad Verryan Aksar; Normela Rachmawati; Dina Naemah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5048

Abstract

Gaharu tree can be used in the trunk, bark, roots, and leaves. Currently the agarwood plant is on the verge of extinction because the higher demand for agarwood causes it to enter an endangered plant species. One of the threats to agarwood is pests and diseases. This study aims to analyze the types of damage caused by pest and disease attacks on agarwood seeds (Aquilaria malaccensis) and the frequency of pest and disease attacks on agarwood seeds (A. malaccensis). Data analysis used descriptive method through field observations. This research shows the results found in the nursery area, namely the types of wood grasshopper pests and plant ladybugs, while the diseases found are fallen leaves and hollow leavesPohon Gaharu dapat dimanfaatkan dibagian batang, kulit batang, akar, dan daun. Saat ini tanaman Gaharu diambang kepunahan karena semakin tinggi tingkat permintaan Gaharu menyebabkan Gaharu masuk kedalam jenis tanaman yang terancam punah. Salah satu ancaman pada Gaharu adalah hama dan penyakit. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis jenis kerusakan akibat serangan hama dan penyakit pada bibit Gaharu (Aquilaria malaccensis) dan frekuensi serangan hama dan penyakit pada bibit Gaharu (A. malaccensis). Analisis data menggunakan metode deskriptif melalui observasi di lapangan. Peneitian ini menunjukkan hasil yang terdapat pada area persemaian yaitu jenis hama belalang kayu dan kepik tanaman sedangkan penyakit yang ditemukan yaitu daun rontok dan daun berlubang
Sampul Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 1 Edisi Februari 2022 trisnu satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5061

Abstract

ANALISIS ASOSIASI TUMBUHAN OBAT DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT DESA MANDIANGIN, KALIMANTAN SELATAN Eko Prabowo; Setia Budi Peran; Ahmad Yamani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5054

Abstract

This study aims to analyze the association of medicinal plants with other species of plants. The research was conducted at KHDTK, Lambung Mangkurat University, Mandiangin Village, South Kalimantan for ± 3 months. Sampling using the checkered line method, namely by jumping one or more plots in a certain path and determining the point of observation by purposive sampling. Plant association is used to determine the association between medicinal plants and other species of plants by calculating a two-dimensional contingency table. The results showed that the composition of plant species in KHDTK was found in 72 species of plants. The number of plant species at the seedling growth rate was 38 species, 44 species of saplings, 27 species of poles and 39 types of trees. There are 12 medicinal plants found that are associated with other plants, where the analysis is based on each growth rate. The medicinal plants are associated very significantly with the positive association type. Negatifly associated species were found at the seedling level with a combination of Sapit Undang with Patindis (Uruphyllum arborescens) and Tretepan (Antidesma sp.) With a minimum association of -1. The level of saplings also found a negatif association in the combination of dragon lime (Callophylum saluatri) and the combination of Sapit Undang and Sapat also had a minimum association of -1.Penelitian ini bertujuan untuk mengnanalisis asosiasi tumbuhan obat dengan tumbuhan jenis lain. Penelitian dilaksanakan di KHDTK Universitas Lambung Mangkurat Desa Mandiangin, Kalimantan Selatan selama ± 3 bulan. Pengambilan sampel dengan metode garis berpetak, yaitu dengan cara melompati satu atau lebih petak-petak dalam jalur tertentu dan penentuan titik pengamatan secara purposive sampling. Asosiasi tumbuhan digunakan untuk mengetahui asosiasi antara tumbuhan obat dengan tumbuhan jenis lain dengan dilakukan perhitungan tabel kontangensi dua dimensi. Hasil penelitian menunjukan komposisi jenis tumbuhan di KHDTK ditemukan 72 jenis tumbuhan. Jumlah jenis tumbuhan pada tingkat pertumbuhan semai terdapat 38 jenis, tingkat pancang ada 44 jenis, tingkat tiang 27 jenis dan pohon 39 jenis. Tumbuhan obat yang ditemukan ada 12 jenis yang diasosiasikan dengan tumbuhan lain, dimana analisis didasarkan pada tiap-tiap tingkat pertumbuhan. Tumbuhan obat yang berasosiasi rata-rata sangat nyata dengan tipe asoisasi positif. Jenis yang berasosiasi negatif ditemukan pada tingkat semai dengan kombinasi Sapit undang dengan Patindis (Uruphyllum arborescens) dan Tretepan (Antidesma sp.) dengan asosiasi minimum -1. Tingkat pancang juga ditemukan asosiasi negatif pada kombinasi Kapur naga (Callophylum saluatri) dan kombinasi Sapit undang dengan Sapat juga terjadi asosiasi minimum -1
KLASIFIKASI KEMAMPUAN LAHAN DI AREAL RDAS PT TUNAS INTI ABADI SUB DAS RIAM KANAN DESA TIWINGAN LAMA KABUPATEN BANJAR KALIMANTAN SELATAN Muhammad Thoha Al alabi; Abdi Fithria; Badaruddin Badaruddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5044

Abstract

The ability of land in an area is very necessary to know so that the land can be utilized as best as possible. Land capabilities include characteristics of the land such as soil properties, topography, drainage, and other environmental conditions. The purpose of this research is to evaluate land capability in the Rehabilitation Area of Desa Tiwingan Lama Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. A map overlay is performed to determine the determination of the land unit. Observation of land closure vegetation in the field using 0.1% intensity and plot and soil sampling in the field using purposive sampling method. Soil sampling using ring samples and soil drills will then be tested. Based on the analysis, there are 5 Land Capability Classes namely II, III, IV, VII and VIII with Sub Class Land Capability limiting factor among them most dominant is slope. The amount of Erosion (ton/Ha/yr) is owned by the bushland cover with an average erosion of 30.09 tons/Ha/yr. Erosion Hazard Level (TBE) owned by Heavy Scrubland Cover (III-B). Evaluation of Land Capability Class for land capability II and III of agroforestry and maintenance direction, land capability of reforization and maintenance, land capability VII Maintained and recommended planting type MPTS, land capability VIII maintained, rehabilitated with superior and enhanced maintenance.Kemampuan lahan dalam suatu areal sangat perlu untuk diketahui sehingga lahan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Kemampuan lahan mencakup karakteristik dari lahan itu seperti  topografi, kondisi lingkungan hidup lain, sifat tanah serta drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Kemampuan Lahan di Area Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai Desa Tiwingan Lama Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Overlay peta dilakukan untuk mengetahui penentuan unit lahan. Pengamatan vegetasi penutupan lahan di lapangan menggunakan intensitas 0,1% dan pengambilan plot serta sampel tanah dilapangan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel tanah menggunakan ring sample dan bor tanah yang kemudian akan dilakukan pengujian. Berdasarkan analisis, terdapat 5 kelompok Kelas Kemampuan Lahan yaitu II, III, IV, VII dan VIII dengan Sub Kelas Kemampuan Lahan faktor pembatas diantaranya paling dominan adalah lereng. Besarnya Erosi (ton/Ha/thn) dimiliki oleh penutup lahan Semak Belukar dengan rata rata erosi 30,09 ton/Ha/thn. Penutup lahan Semak Belukar memiliki Tingkat Bahaya Erosi (TBE) termasuk Berat (III-B). Evaluasi Kelas Kemampuan Lahan untuk kemampuan lahan II dan III arahan agroforestry dan pemeliharaan, kemampuan lahan Reboisasi dan pemeliharaan, kemampuan lahan VII dipertahankan dan direkomendasikan penanaman jenis MPTS, kemampuan lahan VIII juga dapat tetap dipertahankan dengan melakukan rehabilitasi menggunakan bibit yang unggul serta pemeliharaan yang perlu ditingkatkan
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN NILAI TAMBAH KERAJINAN ROTAN DI DESA SUNGAI LIMAS KECAMATAN HAUR GADING KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Wafaul Fauzah; Rosiah Rosidah; Lusyiani Lusyiani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5059

Abstract

Productivity and added value of a product need to be analyzed from year to year. The purpose of this study is to identify the characteristics of rattan craftsmen and rattan handicraft productivity, as well as explain the added value of rattan in Haur Gading Subdistrict, Hulu Sungai Utara Regency South Kalimantan. This research method is an observation method and interview method to get information in supporting research. The selection of respondents using purposive sampling method in 1 village with a total of 25 respondents. Data processing is carried out to determine the characteristics of respondents, calculate productivity, the amount of capital required during production, as well as the added value of rattan handicrafts. The characteristics of the sex of the craftsman affect the difference in the type of craft. Female craftsmen tend to work on light but meticulous types of crafts such as plates and parcel baskets. While male craftsmen tend to do heavy crafts such as rattan partition walls, child seat chairs, and chairs and tables. The average productivity of rattan handicraft labor varies for each craft. The highest average labor productivity is the craft of the position of child seat chairs by 3.060 pieces/year while the lowest productivity is the craft of tables and chairs of 132 pieces/year. The value of rattan processed into handicrafts produces the highest added value obtained on table and chair crafts amounting to Rp.25.571.360,-/year and the lowest added value obtained by parcel handicrafts amounting to Rp.8.572.500,-/year.Produktivitas dan nilai tambah suatu produk perlu dianalisis dari tahun ke tahun. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi karakteristik pengrajin rotan dan produktivitas kerajinan rotan, serta menjelaskan nilai tambah rotan di Kecamatan Haur Gading Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Metode penelitian menggunakan metode observasi dan metode interview untuk mendapatkan informasi dalam menunjang penelitian. Pemilihan responden menggunakan metode purposive sampling dalam 1 desa dengan jumlah 25 responden. Pengolahan data dilakukan untuk mengetahui karakteristik responden, menghitung produktivitas, jumlah modal yang diperlukan saat produksi, serta nilai tambah kerajinan rotan. Karakteristik jenis kelamin  pengrajin mempengaruhi perbedaan jenis kerajinannya. Pengrajin berjenis kelamin perempuan cenderung mengerjakan jenis kerajinan yang ringan tetapi teliti seperti kerajinan piring dan keranjang parcel. Sementara pengrajin lelaki cenderung mengerjakan kerajinan yang dikerjakan secara berat seperti dinding sekat rotan, kursi duduk anak, serta kursi dan meja. Rata-rata Produktivitas tenaga kerja kerajinan rotan berbeda-beda untuk tiap kerajinan. Rata-rata Produktivitas tenaga kerja tertinggi adalah kerajinan kedudukan anak kendaraan sebesar 3.060 buah/tahun sedangkan produktivitas terendah adalah kerajinan meja dan kursi sebesar 132 buah/tahun. Nilai rotan yang diolah menjadi kerajinan menghasilkan nilai tambah tertinggi yang didapatkan pada kerajinan meja dan kursi sebesar Rp.25.571.360,-/tahun dan nilai tambah yang terendah didapatkan oleh kerajinan parcel sebesar Rp.8.572.500,-tahun
KOMPOSISI JENIS, STRUKTUR TEGAKAN DAN DIVERSITAS VEGETASI HUTAN BAKAU DI PULAU KARAMIAN KABUPATEN SUMENEP JAWA TIMUR Mohammad Jufri; Gusti Syeransyah Rudy; Kissinger Kissinger
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5049

Abstract

Mangroves become forest ecosystems with extreme physical factors, waterlogged habitats with high salinity located on beaches and rivers. Soil conditions in muddy. Mangrove forests become one of the important economic sources for people who live in the marine area of Karamian Island. The purpose of this study is to analyze the composition of mangrove forest vegetation types on keramian island, analyze horizontal vegetation structures in mangrove communities and analyze the deversity of mangrove forest diversity types. This study uses observation method with purposive sampling data collection technique as much as 3 research plots with a length of 200 m each plot. Important value index (INP) of Rhizopora sp tree (142.11 %), rhizopora sp pole level (275.79 %) and seedling level Rhizopora sp ( 88.84 %) with the diversity of species or diversity of mangrove forests on karamian island is still relatively low at every level of vegetation that has been observedHutan bakau (Mangrove) menjadi ekosistem hutan dengan faktor fisik yang ekstrim, habitat tergenang air dengan salinitas tinggi yang berada di pantai dan sungai. Kondisi tanah pada hutan mangrove berlumpur. Hutan bakau menajadi salah satu sumber ekonomi penting bagi manusia yang berada dan tinggal di wilayah perisir laut Pulau Karamian. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis komposisi jenis vegetasi hutan mangrove di pulau Keramian, menganalisis struktur vegetasi horizontal pada komunits mangrove serta menganalisis deversitas jenis keragaman hutan mangrove. Penelitian ini menggunakn metode observasi dengan dengan teknik pengambilan data purposive sampling sebanyak 3 plot penelitian dengan panjang masing-masing plot 200 m. Indeks nilai penting (INP) tingkaat pohon Rhizopora sp (142,11 %), tingkat tiang Rhizopora sp (275,79 %) dan tingkat semai Rhizopora sp ( 88,84 %) dengan diversitas jenis atau keragaman hutan mangrove di pulau Karamian masih tergolong rendah pada setiap tingkat vegetasi yang telah diamati
KERAGAMAN SPESIES DAN KEMIRIPAN KOMUNITAS BURUNG DI AREA REVEGETASI PERUSAHAAN TAMBANG BATUBARA DI KALIMANTAN SELATAN, INDONESIA Yuda Pranata; Mochamad Arief Soendjoto; Khairun Nisa; Fazlul Wahyudi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5040

Abstract

Birds are easy to find and use to monitor revegetation developments. The purpose of this research was to record bird species found in revegetation areas and to measure species diversity and community similarities. Four locations with different revegetation years in PT Adaro Indonesia, South Kalimantan Province were used as sample locations for data collection in November 2019. Diurnal bird species and the number of individuals were recorded through the pathway and abundance point method. The researcher walked slowly along pathways (inspection road) up to 500 m while observing the left and right of the road within a maximum distance of 50 m. Data collected twice for each location. Data were tabulated and calculated to obtain a diversity indexes (Shannon-Wienner) and community similarity indexes. Of the 35 species (22 families) of birds, 11 species (H '= 2.01) were found in the 2014 revegetation area, 20 species (H' = 1.97) in the 2015 area, 25 species (H '= 2.74) in the 2016 area, and 10 species (H '= 1.18) in the 2017 area. The community similarity index based on species presence ranged from 0.29‒0.65 and based on the number of individuals ranged from 0.41‒0.89. In general, the similarity indexes based on the presence of species are smaller than that based on the number of individuals, although there is exceptional case where the value is greaterBurung mudah sekali ditemukan dan dimanfaatkan untuk memantau perkembangan revegetasi. Tujuan penelitian adalah mendata spesies burung yang ditemukan di area revegetasi serta mengukur keragaman spesies dan kemiripan komunitasnya. Empat lokasi yang berbeda tahun revegetasi di PT Adaro Indonesia, Provinsi Kalimantan Selatan dijadikan lokasi sampel pengumpulan data pada November 2019. Nama spesies burung diurnal beserta jumlah individunya didata melalui metode jalur dan titik kelimpahan. Peneliti berjalan perlahan sepanjang jalur (jalan inspeksi) maksimal 500 m sambil mengamati kiri kanan jalan dalam jarak maksimal 50 m. Pendataan dilakukan 2 kali ulangan untuk setiap lokasi. Data ditabulasi dan dihitung sehingga diperoleh indeks keragaman spesies (Shannon-Wienner) dan indeks kemiripan komunitas. Dari 35 spesies (22 famili) burung, 11 spesies (H’ = 2,01) ditemukan di area revegetasi tahun 2014, 20 spesies (H’ = 1,97) di area tahun 2015, 25 spesies (H’ = 2,74) di area tahun 2016, dan 10 spesies (H’ = 1,18) di area tahun 2017. Indeks kemiripan komunitas berdasarkan pada kehadiran spesies berkisar 0,29‒0,65 dan berdasarkan pada jumlah individu berkisar 0,41‒0,89. Secara umum indeks kemiripan berdasarkan kehadiran spesies bernilai lebih kecil daripada berdasarkan pada jumlah individu, walaupun ada kasus pengecualian yang menunjukkan bahwa nilainya lebih besar
OPTIMASI PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK DILINGKUNGAN KAMPUS MENGGUNAKAN KOMBINASI AKTIVATOR EM4 DAN KOTORAN TERNAK Megawati Megawati; Gusti Muhammad Hatta; Yudi Firmanul Arifin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5055

Abstract

One of the organic waste that can be used and processed is Ieaf Iitter which is in the Lambung Mangkurat University. A potentiaI effort that can be made to maximize the use of this type oforganic waste is composting organic waste. The bioactivator used in this research is Iivestock manure (chicken manure and cow manure) combined with EM4 bioactivator. This study aims to anaIyze the best decomposition speed between activator chicken manure and cow manure with activator EM4 combination and to anaIyze the yieId of the fertiIizer obtained whether it has the quaIity of fertiIizer according to SNI. The resuIts of the study of the acceIerated decomposition of compost that were observed visuaIIy showed that the fastest rate of compost maturity occurred in treatment C (giving a combination of cow manure activator + EM4) which began to decompose at week 3, foIIowed by treatment B (giving chicken manure activator + EM4) which decomposed at week 4 and the Iatest in treatment A (controI) experienced decomposition at week 6. The resuIts of fertiIizer anaIysis showed that the compost produced aImost fuIfiIIed aII compost quaIity parameters based on SNI-19-7030-2004SaIah satu sampah organik yang dapat dimanfaatkan dan dioIah adaIah seresah daun yang berada di area kampus Universitas Lambung Mangkurat. Upaya yang sangat potensiaI yang dapat diIakukan untuk memaksimaIkan pemanfaatan sampah organik jenis ini adaIah dengan meIakukan pengomposan sampah organik. Bioaktivator yang digunakan daIam peneIitian ini adaIah kotoran ternak (kotoran ayam dan kotoran sapi) yang dikombinasikan dengan bioaktivator EM4. PeneIitian ini bertujuan untuk menganaIisis kecepatan penguraian terbaik antara aktivator kotoran unggas dan kotoran sapi dengan kombinasi aktivator EM4 serta menganaIisis hasiI dari pupuk yang diperoIeh apakah teIah memiIiki kuaIitas pupuk kompos sesuai SNI. HasiI peneIitian dari percepatan penguraian kompos yang diamati secara visuaI menunjukkan jika Iaju kematangan kompos yang paIing cepat terjadi pada perIakuan C (pemberian kombinasi aktivator kotoran sapi + EM4) yang muIai mengaIami penguraian pada minggu ke-3, disusuI perIakuan B (pemberian aktivator kotoran ayam + EM4) yang mengaIami penguraian pada minggu ke-4 dan yang paIing Iambat pada perIakuan A (kontroI) mengaIami penguraian pada minggu ke-6. HasiI anaIisis pupuk menunjukkan bahwa kompos yang dihasiIkan hampir memenuhi semua parameter kuaIitas kompos berdasarkan SNI-19-7030-2004
ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN BAWAH DI SEKITAR TEGAKAN AREN (Arenga pinnata Merr) Haidir Ali; Dina Naemah; Yusanto Nugroho
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5045

Abstract

This research was intended to obtain the level of control of species based on the importance, namely the result of the relative density and relative frequency of all identified understorey species.The referred understorey is all types of plants in the form of grass, herbs, shrubs or low shrubs with a solitary life form, clumps, upright, creeping or climbing and being around plants or palm plants (A. pinnata Merr.). Sugar palm as it is known is a type of annual plant that reaches a height of 12 to 20 m, with a variety of benefits that can be used by the community ranging from leaves, stems, fruits and roots to provide business opportunities.The plot was determined by purposive sampling so that it represented the expected conditions and objectives with a distance of 10m between lines. The results showed that the Litu species (Lygodium scandens) is the most dominant understorey around the palm stands. The important value of Litu's understorey is 28.21%Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan tingkat penguasaan jenis berdasarkan nilai penting yaitu hasil dari kerapatan relatif dan frekuensi relative dari seluruh jenis tumbuhan bawah teridentifikasi. Tumbuhan bawah yang dimaksud merupakan seluruh jenis tanaman  berupa rumput, herba, semak atau perdu rendah dengan bentuk hidup soliter, berumpun, tegak, menjalar atau memanjat dan berada disekitar tumbuhan atau tanaman aren (A. pinnata Merr.). Aren sebagaimana diketahui merupakan jenis tanaman tahunan yang mencapai tinggi 12 sampai 20 m, dengan beragam manfaat yang dapat digunakan oleh masyarakat mulai dari daun, batang, buah dan akar sehingga memberikan peluang usaha. Pembuatan plot ditentukan secara purposive sampling sehingga mewakili kondisi dan tujuan yang diharapkan dengan jarak antar jalur 10m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Litu (Lygodium scandens adalah jenis tumbuhan bawah yang paling dominan berada disekitar tegakan aren. Nilai penting tumbuhan bawah Litu sebesar 28,21% dari 42 jenis tumbuhan bawah lainnya.
EFEKTIFITAS CUKA KAYU AKASIA (Acacia mangium Will) SEBAGAI BAHAN PENGAWET PADA KAYU DURIAN (Durio zibethinus Murr) TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH Tommy Kimli; Diana Ulfah; Trisnu Satriadi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i1.5060

Abstract

This study sight to examine the use of as a cast preservative, the appearance of the concentration and soaking time of Acacia’s wood vinegar toward beam weight reduction due to termite counterattack. Nowadays in the market, many uses of fruit wood were used as an alternative effort to overcome deficiencies of wood supply or availability. Most of these fruit woods has a low durability grade. With a low level of durability, the wood will be susceptible to pests such as wood destroyer termites. One of the fruit woods is Durian wood which has II-III durable classes. To increase its service life, Durian wood must be preserved. Acacia’s wood vinegar can be practicaled as a cast preservative to prevent dry wood termite attack. The average value of absorption and retention are influenced by the duration of the concentration and soaking time of Acacia’s wood vinegar. The longer soaking time and the higher concentration of Acacia’s wood vinegar, absorption and retention values were also high. This value affects the percentage of the degree of damage and weight loss of Durian wood. The higher the retention and absorption, reduce the percentage of damage and loss of weight. The need for further research on Acacia wood vinegar so that it can be used as a natural preservative against termite attacks on strange wood speciesPenelitian ini bertujuan untuk melihat pendayagunaan cuka dari kayu Akasia selaku bahan pengawet yang alami dan pengaruh lamanya perendaman dan konsentrasi dari cuka kayu Akasia terhadap pengurangan berat dari kayu oleh rayap. Sekarang ini di pasaran banyak digunakan kayu buah yang dijadikan pengganti untuk mengurangi berkurangnya kesediaan bahan baku atau simpanan kayu. Kayu buah-buahan ini banyak yang memiliki tingkat awet yang rendah. Tingkatan keterawetan yang rendah sangat sensitif terserang hama seperti rayap perusak kayu. Satu diantara jenis kayu buah-buahan adalah kayu Durian yang berada pada berat jenis di rata rata 0,57 hingga tergolong di kelas kuat II-III, untuk meningkatkan masa pakainya maka kayu Durian harus diawetkan. Cuka pada kayu Akasia dapat dipakai untuk menghindari atau mengurangi serangan rayap kayu kering sebagai bahan pengawet alami.  Nilai rata-rata absorbsi dan retensi kayu Durian dipengaruhi dengan lama perendaman kayu dan besarnya konsentrasi cuka kayu Akasia. Semakin lama waktu perendaman serta semakin tinggi konsentrasi cuka kayu Akasia maka nilai absorbsi dan retensi semakin tinggi. Nilai tersebut mempengaruhi besarnya persentase derajat kerusakan dan kehilangan berat kayu Durian. Semakin tinggi nilai absorbsi dan retensi maka persentase derajat kerusakan dan kehilangan berat cenderung menurun. Perlunya penelitian lebih lanjut mengenai cuka kayu Akasia sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami terhadap serangan rayap pada jenis kayu lain

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue