cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 853 Documents
STUDI PERTUMBUHAN TANAMAN SUNGKAI (Peronema Canescens Jack) DI DESA HINAS KIRI KECAMATAN BATANG ALAI TIMUR KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Setiawan, Eko Budi; Pujawati, Eny Dwi; Payung, Damaris
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.9569

Abstract

adanya usaha pembudidayaan. Selama ini belum ada usaha-usaha untuk mengembangkan jenis sungkai agar diperoleh bibit yang berkualitas tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis pertumbuhan jenis Sungkai yang ditanam pada tahun 2004 (18 tahun) di Desa Hinas Kiri; (2) Menghitung persentase hidup jenis sungkai pada umur 18 tahun di Desa Hinas Kiri. Metode yang digunakan yaitu metode sensus terhadap pohon Sungkai umur 18 tahun yang akan dianalisa diameter, tinggi, dan kondisi tajuknya. Hasil yang didapat yaitu pertumbuhan jenis Sungkai pada 20 tanaman terbaik yang ada di CV. Sejahtera Meratus memiliki kriteria pertumbuhan yang bagus Ketinggian tanaman Sungkai terbaik berkisar antara 17,3 – 26,9 m dengan diameter 20,4 – 27,1 cm dimana kelurusan batang banyak yang lurus. Kondisi tajuk tanaman Sungkai dimana rasio tajuk hidup, kerapata tajuk, dan transparansi tajuk termasuk dalam kriteria bagus dimana diameter tajuk berkriteria sedang dan tajuk mati berkategori bagus dan tanaman Sungkai secara keseluruhan berjumlah 86 tanaman, pada kondisi lurus terdapat 12 tanaman dengan persentase 14% dan merupakan persentase terkecil, pada kondisi agak lurus terdapat 60 tanaman dengan persentase kondisi hidup sebesar 70% merupakan yang paling banyak, pada kondisi bengkok terdapat 14 tanaman dengan persentase 16%.
INOVASI PENAMBAHAN BAHAN AROMATERAPI SERBUK GAHARU TERHADAP KUALITAS BIOPELET SERBUK KAYU ULIN DAN MERANTI Mahdie, Muhammad Faisal; Rahmadi, Adi; Sari, Noor Mirad; Violet, Violet; Nisa, Khairun; Indrayatie, Eko Rini; Dwinta, Aprilya; Syifa, Noor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18948

Abstract

Urgensi dari penelitian ini adalah pemanfaatan limbah serbuk kayu ulin dan meranti dengan penambahan aromaterapi serbuk gaharu menjadi produk biopelet sebagai salah satu solusi untuk mendapatkan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas biopelet dengan penambahan serbuk kayu gaharu dan mengetahui perlakuan yang terbaik. Penelitian ini terdiri dari 10 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga jumlah sampel yang diperlukan sebanyak 30 sampel. Pembuatan sampel biopellet bertempat di Laboratorium Teknologi hasil Hutan Fakultas Kehutanan Universitas lambung Mangkurat dan pengujian dilakukan pada Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru. Kadar air terbaik yaitu 8,95%, kadar abu 0,36%, kadar zat terbang 8,90%, kadar karbon terikat 81,71%, nilai kalor 6605,69 kal/gr dan kerapatan 0,66 gr/cm3.
KLASIFIKASI KEMAMPUAN LAHAN PADA DAERAH TANGKAPAN AIR (DTA) SUB-SUB DAS RIAM KANAN SUB DAS MARTAPURA DAS BARITO Simanjuntak, Bella Joy; Indrayatie, Eko Rini; Kadir, Syarifuddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18939

Abstract

Kemampuan lahan ialah penilaian lahan dan pengelompokan ke dalam beberapa kategori berdasarkan sifat yang merupakan potensi serta penghambat dalam penggunaannya secara lestari. Kemampuan lahan perlu diketahui sehingga lahan dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sesuai karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menentukan karakteristik lahan (2) Menentukan kelas kemampuan lahan. Penentuan unit lahan dilakukan dengan cara overlay peta kelerengan, peta tutupan lahan dan peta jenis tanah yang menghasilkan 11 Unit Lahan. Metode pengambilan sampel tanah dan pengamatan kondisi di lapangan dilakukan dengan menggunakan purposive sampling Data hasil pengamatan diolah dengan matching data kemampuan lahan. Hasil penelitian menunjukkan DTA Sub-sub DAS Riam Kanan memiliki 4 kelas kemampuan lahan II terdapat pada UL 1 (PLLPK) dan UL 5 (PLLPLKC) dengan faktor pembatas erosi, perakaran tanaman, dan kelerengan (IIest), UL 6 (PKDPLKC) dengan faktor penghambat perakaran tanaman (IIs). Kelas III terdapat pada UL 10 (OHAMHT) dengan faktor pembatas kelerengan (IIIt). Kelas IV terdapat pada UL 3 (OKAMB) dan UL 11 (OHMHT) dengan faktor pembatas erosi (IVe). Kelas VII terdapat pada UL 2 (PLCB) dengan faktor pembatas kelerengan (VIIt) dan UL 4 (TEMB), UL 8 (TEMB), UL 7 (TEMB) dan UL 9 (TEMPT) dengan faktor pembatas erosi (VIIe).
Modal Sosial dan Keberlanjutan Usaha Kelompok Masyarakat dalam Program Desa Mandiri Peduli Gambut di Kalimantan Selatan Pitri, Rina Muhayah Noor; Kissinger, Kissinger; Hatta, Gusti Muhammad
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18424

Abstract

Kegiatan pemulihan ekosistem gambut berbasis masyarakat dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat dari berbagai segmen usia dan jenis kelamin. Pengembangan usaha kelompok masyarakat menjadi salah satu bagian dari program revitalisasi ekonomi untuk mencapai tujuan pemulihan ekosistem gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis modal sosial dan keberlanjutan Usaha Kelompok Masyarakat.  Lokasi penelitian  berada pada 2 desa yaitu Desa Marampiau di Kabupaten Tapin dan Desa Awang di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Responden dipilih secara purposive sampling yaitu anggota usaha kelompok, Fasilitator masyarakat (FM) dan Koordinator Fasilitator Masyarakat (KFM). Total jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 24 orang. Analisis modal sosial meliputi unsur kepercayan, tindakan proaktif, koordinasi, kerjasama, arus informasi dan kelembagaan. Focus Group Discusion (FGD) menjadi metode analisis dalam menentukan berbagai indikator yang menentukan dalam keberhasilan usaha kelompok masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa modal sosial masyarakat desa Marampiau adalah tinggi dan desa Awang adalah sedang.  Usaha kelompok masyarakat Desa Marampiau Kabupaten Tapin masih tetap bertahan hingga tahun ketiga dari pelaksanaan Program Desa Mandiri Peduli Gambut, sedangkan usaha kelompok desa Awang hanya bertahan selama 2 tahun mengikuti program Desa Mandiri Peduli Gambut. Kelemahan dalam modal sosial menjadi pemicu terhambatnya keberlanjutan usaha kelompok masyarakat di desa Awang. Hasil penelitian ini mengindikasikan bagaiamana peran modal sosial sebagai salah satu faktor yang mendukung keberlanjutan usaha kelompok masyarakat.
BIOPELET CAMPURAN SERBUK KAYU MERANTI (Shorea spp.) DAN SODA KUE UNTUK PENGHILANG BAU KOTORAN KUCING ARIANSYAH, ARIANSYAH; MAHDIE, MUHAMMAD FAISAL; Lusyiani, Lusyiani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.11292

Abstract

ABSTRACT. Biopellets Mixture of Meranti Wood Powder (Shorea spp.) and Baking Soda for Deodorizing Cat Litter. This research aims to determine the best composition of biopellet products to be applied as a substitute for lumpy sand in cat litter. This research made 3 types of composition, namely by comparing meranti wood powder and baking soda, 50% meranti wood powder with 50% baking soda, 60% meranti wood powder with 40% baking soda, and 70% meranti wood powder with 30% baking soda. . Data collection was carried out using organoleptic tests to obtain average numerical scale values. The numerical scale has 4 assessment criteria, namely very odorous with a value of 1, quite odorous with a value of 2, slightly odorous with a value of 3 and no odor with a value of 4. The number of panelists in this study was 3 people who were included in the limited type of panel who knew the product manufacturing process from the beginning to the testing process and the final results are taken from the decisions of the panel members themselves. The results obtained from this research were that after an organoleptic test was carried out, it was found that the composition of the ratio of 50% meranti sawdust to 50% baking soda had a value of 3 (slightly odorous), the ratio of 60% to 40% baking soda had a value of 2 (fairly odorous), a ratio of 70% to 30% baking soda, meaning that a composition ratio of 50% meranti wood powder to 50% baking soda is superior to other compositions. ABSTRAK. Biopellet Campuran Serbuk Kayu Meranti (Shorea spp.) dan Soda Kue untuk Penghilang Bau Kotoran Kucing. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui komposisi terbaik produk biopellet yang diaplikasikan sebagai pengganti pasir gumpal pada kotoran kucing. Penelitian ini dibuat sebanyak 3 macam komposisi yaitu dengan perbandingan antara serbuk kayu meranti dan soda kue 50% serbuk kayu meranti dengan 50% soda kue, 60% serbuk kayu meranti dengan 40% soda kue, dan 70% serbuk kayu meranti dengan 30% soda kue. Pengumpulan data dilakukan dengan cara uji organoleptik untuk memperoleh nilai skala numerik rata rata. Skala numerik memiliki 4 kriteria penilaian yaitu sangat berbau dengan nilai 1, cukup berbau dengan nilai 2, sedikit berbau dengan nilai 3 dan tidak berbau dengan nilai 4. Jumlah panelis pada penelitian ini sebanyak 3 orang yang termasuk kedalam jenis panel terbatas yang mengetahui proses pembuatan produk dari awal sampai dengan proses pengujian dan hasil ahir diambil dari keputusan dari anggota panel itu sendiri. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu setelah dilakukan uji organoleptik memperoleh hasil bahwa kompisisi perbandingan 50% serbuk kayu meranti dengan 50% soda kue memiliki nilai 3 (sedikit berbau), perbandingan 60% dengan 40% soda kue memiliki nilai 2 (cukup berbau), perbandingan 70% dengan 30% soda kue, artinya komposisi perbandingan 50% serbuk kayu meranti dengan 50% soda kue lebih diunggulkan daripada komposisi lain.
ESTIMASI BIOMASSA DAN CADANGAN KARBON POPULASI RAMBAI LAUT (Sonneratia caseolaris) MENGGUNAKAN CITRA UAV Arman, Yudiarto; Fithria, Abdi; Syam'ani, Syam'ani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.10854

Abstract

Climate change has become a global issue with the commitment of all countries through the Paris Agreement in 2015 which aims to hold air temperatures below 1.5˚C. The Indonesian government, in an effort to reduce greenhouse gas (GHG) emissions, has established a national program called Indonesia's Folu Net Sink 2030. Folu Net Sink is a condition to be achieved by reducing greenhouse gas emissions from the forestry and land use sectors provided that absorption levels are greater. of emission level. Forests provide indirect benefits such as carbon sinks, so it is necessary to calculate carbon reserves easily and effectively to determine stored carbon reserves. This research aims to analyze the correlation of carbon stock values from direct field measurements with estimates of rambai laut vegetation carbon using drone remote sensing methods in the Bakut Island natural tourism park. Data collection was carried out by direct measurements in the field and tree canopy measurements. Data analysis was carried out using regression to estimate data linkage. The research results show that the estimation of the carbon value of canopy area is more accurate than the diameter of the tree crown. The linear regression model was used with the formula y = 0.2903x + 1.354 with an R2 value of 0.82 and the RMSE value of crown area and trunk diameter obtained from the results of model validation using 17 sample trees of 6.71 cm. The estimated carbon content from direct field measurements was 18,164.31 kg, while the estimated carbon content from the canopy area was 14,456.30 kg, meaning the estimated results were smaller than the results from field carbon measurements with an RMSE value of 3,708.01 kg, meaning the average bias value per tree is 44.67 kg.Perubahan iklim menjadi isu global dengan adanya komitmen dari seluruh negara melalui Paris Agreement pada tahun 2015 yang bertujuan untuk menahan suhu udara dibawah 1,5˚C. Pemerintah indonesia dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) telah menetapkan program nasional yang dinamakan Indonesia’s Folu Net Sink 2030. Folu Net Sink adalah kondisi yang ingin dicapai dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan dengan syarat tingkat serapan lebih besar dari tingkat emisi. Hutan memberikan manfaat tidak langsung seperti penyerap karbon maka perlunya perhitungan cadangan karbon yang mudah dan efektif untuk mengetahui cadangan karbon yang tersimpan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis korelasi nilai cadangan karbon pengukuran langsung lapangan dengan estimasi karbon vegetasi rambai laut menggunakan metode penginderaan jauh drone di taman wisata alam pulau bakut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengukuran langsung di lapangan dan pengukuran tajuk pohon. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi untuk memperkirakan keterkaitan data. Hasil penelitian menunjukkan estimasi nilai karbon luasan tajuk lebih akurat dibanding diameter tajuk pohon. Model regresi linear digunakan dengan rumus y = 0,2903x + 1,354 dengan nilai R2 sebesar 0,82 dan Nilai RMSE luas tajuk dan Diameter batang di yang didapatkan dari hasil validasi model menggunakan 17 pohon sampel sebesar 6,71 cm. Hasil estimasi kandungan karbon dari pengukuran langsung lapangan didapatkan sebesar 18.164,31 kg sedangkan hasil estimasi karbon dari luasan tajuk sebesar 14.456,30 kg berarti hasil estimasi lebih kecil dibanding hasil pengukuran karbon lapang dengan nilai RMSE sebesar 3.708,01 kg artinya rata-rata nilai bias perpohon sebesar 44,67 kg.
STRATEGI BISNIS DENGAN PENDEKATAN ANALISIS MATRIKS BOSTON CONSULTING GROUP PADA WISATA PANTAI SUNGAI BAKAU KABUPATEN SERUYAN Musdalipah, Febby; Helmi, Muhammad; Rianawati, Fonny
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18944

Abstract

Strategi bisnis merupakan dasar dari usaha yang dikoordinasi dan ditopang, yang diarahkan terhadap pencapaian tujuan usaha jangka panjang. Strategi bisnis dalam pariwisata berbeda tergantung dari kondisi aktual lokasi serta permasalahan yang terjadi pada tempat wisata. Pantai Sungai Bakau merupakan salah satu wisata yang berada di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah yang pertama kali dibangun dan beroperasi. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menganalisis kategori kuadran (posisi) berbasis matriks BCG wisata Pantai Sungai Bakau. (2) Membuat strategis bisnis pengembangan wisata Pantai Sungai Bakau. Metode pendekatan Matriks Boston Consulting Group berfokus pada produk atau divisi yang dapat menghasilkan uang lebih banyak atau mengeluarkan uang lebih banyak dengan menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategi dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan. Matriks BCG terdapat 4 kuadran yang menggambarkan posisi suatu unit bisnis dipandang dari segi pertumbuhan pasar serta pangsa pasarnya, keempat kuadran atau kategori tersebut adalah : (1) Star. (2) Question Mark. (3) Cash Cow dan (4) Dogs. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan pasar wisata Pantai Sungai Bakau sebesar 18,3% dan pangsa pasar relatif sebesar 2,46 yang artinya masuk ke dalam kuadran Cash Cow (pertumbuhan pasar rendah dan pangsa pasar relatifnya tinggi). Strategi bisnis yang dapat diterapkan oleh kuadran Cash Cow adalah pengembangan produk, diversifikasi, penciutan dan divestas
ETNOBOTANI POHON BERKHASIAT OBAT PADA MASYARAKAT ADAT DAYAK MERATUS DESA EMIL BARU KABUPATEN TANAH BUMBU Chandra, Alfin; Yuniarti, Yuniarti; Satriadi, Trisnu
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan masyarakat mengenai jenis dan manfaat pohon berkhasiat obat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap narasumber yang terpilih pengobat tradisional (Batra). Teknik penentuan responden yaitu dilakukan dengan metode bola salju (Snowball Sampling). Berdasarkan pengetahuan masyarakat, jumlah pohon berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Emil Baru Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 8 jenis pohon dengan manfaatnya adalah Sangkuang dan Bayuan untuk mengobati diare, Mada untuk mengobati sariawan, Pasak Bumi untuk mengobati sakit pinggang, Jelatang untuk mengobati batuk, Bangkaru'uhan dan Palawan untuk mengobati demam, Mamali untuk mengobati gejala stroke.
UJI FITOKIMIA DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum cassia) DARI GUNUNG LINTANG Andika S, Ganjar Satria; Sutiya, Budi; Satriadi, Trisnu
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15921

Abstract

This research aims to determine the potential of chemical compounds contained in cinnamon (Cinnamomum cassia) by carrying out phytochemical tests. Analyze the phytochemical content of cinnamon leaves based on the position of the leaf, namely the tip/shoot, middle and base of the leaf. Analyzing the phytochemical content of cinnamon leaves based on location/land cover. This research was carried out for 2 months in the wood science laboratory of the Faculty of Forestry, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru, South Kalimantan. The cinnamon leaf samples studied were taken from Gunung Lintang, Martadah village, Tambang Re district, Tanah Laut district, South Kalimantan. Test result data by giving a plus two sign (++) if it contains active chemical compounds (strong/sharp indication), giving a plus one sign (+) if it contains active chemical compounds (weak indication), not detected/not containing active chemical compounds in it will be marked with a minus (-), then analyzed descriptively. Tabulation of data from observations of phytochemical tests on cinnamon leaves which observed flavonoids, saponins, quinones, tannins, steroids, triterpenoids, alkaloids. The research results show that cinnamon that grows under stands has phytochemical compounds in the leaves. The results of phytochemical tests on the leaves were characterized by the presence of saponin (+), quinone (-), steroid (+), alkaloid (+) compounds. The results of qualitative phytochemical tests on cinnamon leaves in the open were flavonoids (-), saponins (+), quinones (-), tannins (-), steroids (+), while the middle and base of the leaves indicated (++) triterpenoids (-), alkaloids in the shoot, middle and base are indicated (+).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa kimia yang terkandung dalam kayu manis (Cinnamomum cassia) dengan melakukan uji fitokimia. Menganalisis kandungan fitokimia daun kayu manis berdasarkan kedudukan daun yakni ujung/pucuk, tengah dan pangkal daun. Menganalisis kandungan fitokimia daun kayu manis berdasarkan lokasi/tutupan lahan. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan di laboratorium ilmu kayu Fakultas kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru Kalimantan selatan. sampel daun kayu manis yang diteliti diambil dari gunung lintang, desa Martadah kecamatan Tambang ulang kabupaten Tanah laut Kalimantan selatan. Data hasil pengujian memberi tanda plus dua (++)terdapat kandungan senyawa kimia aktif di dalamnya (indikasi kuat/tajam), memberi tanda plus satu (+) apabila kandungan senyawa kimia aktif di dalamnya (indikasi lemah), tidak terdeteksi/tidak mengandung senyawa kimia aktif di dalamnya akan ditandai dengan minus (-), kemudian dianalisis secara deskriptif. Tabulasi data hasil pengamatan uji fitokimia daun kayu manis yang di amati flavonoid, saponin, quinon,tanin, steroid, triterpenoid, alkaloid. Hasil penelitian menunjukan bahwa kayu manis yang tumbuh di bawah tegakan memiliki senyawa fitokimia pada bagian daunya. Hasil uji fitokimia pada daun ditandai dengan adanya senyawa saponin (+), quinon (-), steroid (+), alkaloid (+). Hasil uji kualitatif fitokimia pada daun kayu manis di tempat terbuka flavonoid (-), saponin (+), quinon (-), tannin (-), steroid (+), sedangkan bagian tengah dan pangkal daun indikasi (++) triterpenoid (-), alkaloid bagian pucuk, tengah dan pangkal indikasi (+)
POLA BINA PILIH UNTUK PENINGKATAN VOLUME TEGAKAN LANJUTAN DI PT. KARYA DELTA PERMAI Aulia, Muhammad; Udiansyah, Udiansyah; Jauhari, Ahmad
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.10281

Abstract

The selective development pattern is one of the forest management methods that aims to achieve sustainability in wood production, maintain environmental quality, and ensure the sustainability of the social and economic functions of forests. The objective of this research is to assess the optimal spatial pattern of the selective management system between the tree canopy buffer-based method and the box-grid method in an effort to increase the potential volume of the subsequent stand at PT. Karya Delta Permai to produce sustainable timber production. This research was conducted at PBPH PT. Karya Delta Permai Central Kalimantan in the RKT 2022 block plot 12P. The object of this study is the residual stand in the research plot in the RKT 2022 Block Plot 12P. The data collection method used is sampling with the purposive sampling method, which is selecting samples selectively and based on specific criteria. The conclusion obtained from this research is that the construction pattern design choosing a spatial design based on Header Buffer is more optimal than Box-Grid based, where trees built with a design based on crown buffer have more optimal growth space. The number of remaining stands before the tree canopy-based bina bilih pattern was designed was 1,717 trees, then after the tree canopy buffer-based selected bina bilih pattern was designed using buffers of 6m x 6m and 8m x 8m respectively the number of remaining stands reached 1,653 trees and 1,603 trees. Pola bina pilih merupakan salah satu metode pengelolaan hutan yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan dalam produksi kayu, mempertahankan kualitas lingkungan, serta memastikan keberlanjutan fungsi sosial dan ekonomi hutan. Penelitian ini mengkaji pola bina pilih yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tegakan tinggal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji pola bina pilih secara spasial yang optimal antara metode berbasis buffer tajuk pohon dan box-grid dalam upaya peningkatan potensi volume tegakan lanjutan di PT. Karya Delta Permai untuk menghasilkan produksi kayu yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan di PBPH PT. Karya Delta Permai Kalimantan Tengah Pada blok RKT 2022 petak 12P. Objek dari penelitian ini adalah tegakan tinggal di petak penelitian pada blok RKT 2022 Petak 12P.  Pengumpulan data yang digunakan ialah cara sampel dengan metode purposive sampling yaitu memilih sampel secara selektif dan berdasarkan kriteria tertentu. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah desain pola bina pilih desain spasial berbasis Buffer Tajuk lebih optimal dibandingkan berbasis Box-Grid, dimana pohon binaan dengan desain berbasis buffer tajuk memiliki ruang tumbuh yang lebih optimal. Jumlah tegakan tinggal sebelum dilakukan desain pola bina bilih berbasis tajuk pohon adalah 1.717 pohon, kemudian setelah dilakukan desain pola bina pilih berbasis buffer tajuk pohon dengan menggunakan buffer 6m x 6m dan 8m x 8m masing-masing jumlah tegakan tinggal yaitu mencapai 1.653 pohon dan 1.603 pohon. 

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026 Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026 Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue