cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 853 Documents
Vol 9, No 2 (2026): Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026 Hadi, Wirawan Noor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18951

Abstract

ANALISIS PENGENDALIAN CACAT FINISHING PADA PROSES PEMBUATAN TIKAR KATI/ AJIRO MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) PADA PT. SARIKAYA SEGA UTAMA BANJARBARU Fitriati, Dessy; Sari, Noor Mirad; Abidin, Zainal
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18940

Abstract

PT Sarikaya Sega Utama merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri rotan dan hasil hutan dengan komoditi ekspor berupa aneka Rattan Carpet, Wood Carpet, Wood Moulding, Rattan Ajiro Carpet, Rattan Saburina. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengetahui apakah kerusakan atau cacat produk tikar ajiro masih dalam tingkat yang wajar atau dapat ditoleransi dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan dan berkontribusi terhadap kecacatan produk pada produksi tikar ajiro. Data primer dan sekunder merupakan dua jenis data yang digunakan dalam penelitian ini. Data primer dikumpulkan di lapangan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap para pekerja dan lingkungan sekitar. Membaca literatur yang berkaitan dengan topik yang dibahas dalam penelitian ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data sekunder. Penelitian ini menyimpulkan bahwa cacat yang paling banyak ditemukan pada produk tikar ajiro yaitu warna kehitaman yang berjumlah 18 buah dengan persentase 34,62%, cacat salah anyaman yang berjumlah 14 buah dengan persentase 26,92%, cacat retak/patahan yang berjumlah 8 buah dengan persentase 15,38%, cacat bayangan yang berjumlah 6 buah dengan persentase 11,54%, cacat pada perekatan lem dan bolongan yang masing-masing berjumlah 3 buah dengan persentase 5,77%. Dari hasil analisis diagram sebab-akibat terlihat jelas bahwa bahan baku yang berkualitas rendah merupakan penyebab utama dari cacat retak/patahan dan cacat kehitaman.
Energi Biomassa sebagai Sumber Energi Terbarukan: Karakteristik Organic Solid Waste Biopellet (OSWBp) dari Limbah Padat Organik Tambunan, Hardiansyah; Ifanda, Dayun; Marsudi, Sundari; Silalahi, Hanna Tresia; Rahmadan, M. Rizki; Halawa, Yoram Lefrand
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18354

Abstract

Organic solid waste, which is abundant and easily available, has great potential to be used as raw material for biomass energy. This study aims to produce a source of biomass energy in the form of biopellets from a mixture of organic solid waste consisting of vegetable waste, durian peel, and sawdust. The study was conducted following systematic stages through preparation, pelletization, biopellet characterization, and data analysis. Next, to evaluate the effect of raw material type and mixing ratio with sawdust on the properties of biopellets, statistical analysis was performed using a Factorial Completely Randomized Design (FCRD). The results showed that the moisture content, density, ash content, and calorific value of the biopellets met the ISO 17225-6:2021 class B standard. Mixing vegetable and durian peel raw materials with wood powder can produce high-quality biopellets that meet international standards. Statistical analysis shows that the interaction between raw material types and mixing ratios with wood powder has a significant effect on the physical, mechanical, and chemical properties of biopellets. The results of this study indicate that organic solid waste has the potential to be developed as an alternative biopellet raw material that meets international quality standards and has the opportunity to be a sustainable renewable energy source.
Strategi Pengelolaan Dusung di Desa Liang Kecamatan Teluk Elpaputih Kabupaten Maluku Tengah Parera, Evelin; Wattimena, Cornelia M. A
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.14874

Abstract

This study aims to analyze the strategy of Dusung management to increase productivity and sustainability in Liang Village, Teluk Elpaputih District. Dusung is a traditional agroforestry system that has long been applied by the Maluku community. This system has an important role in maintaining food security, improving the economic welfare of the community, and preserving the environment. However, in recent years, Dusung management has faced various challenges, such as changes in land use patterns, minimal technological support and limited market access. The methods used in this study include surveys, in-depth interviews, field observations, and SWOT and AHP analyses to determine priority strategies. The results of the study indicate that the most effective approach in Dusung management is increasing farmer capacity through training, developing Dusung-based ecotourism, and investing in marketing and distribution infrastructure. By implementing this strategy, it is hoped that Dusungs can continue to provide economic, social and environmental benefits to the local community.
ANALISIS PROFITABILITAS AGROFORESTRI DUKUH DI KABUPATEN BANJAR Laniari, Putri; Hafizianor, Hafizianor; Basir, Basir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15926

Abstract

The existence of dukuh (traditional agroforestry plots) in Banjar Regency represents a form of natural resource utilization, particularly land, with the expectation of providing maximum benefits. Dukuh has become a distinctive feature in Banjar Regency, especially those that have been sustained until the present time, found in Kertak Empat Village, Pengaron Sub-District, and Biih Village, Karang Intan Sub-District. The purpose of this research is to analyze the profitability of agroforestry dukuh in Biih Village, Karang Intan Sub-District, Banjar Regency, and Kertak Empat Village, Pengaron Sub-District, Banjar Regency. This study employs interview methods with the communities who have agroforestry dukuh in Biih Village and Kertak Empat Village. The research findings on profitability analysis reveal that the communities in Biih Village and Kertak Empat Village, Banjar Regency, have implemented agroforestry systems, which have been inherited from their ancestors. Agroforestry provides a solution to the problem of converting forest land into combined agricultural land. Based on this, optimal land management practices are necessary to achieve maximum yields to meet increasing demands. One effective method for optimal land utilization is through agroforestryAdanya keberadaan dukuh di Kabupaten Banjar merupakan bentuk pemanfaatan sumber daya alam berupa tanah sehingga diharapkan memberikan manfaat secara maksimal. Dukuh ini menjadi ciri khas di Kabupaten banjar khususnya yang masih lestari sampai saat ini berada di Desa Kertak Empat Kecamatan Pengaron dan juga di Desa Biih Kecamatan Karang Intan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Profitability agroforestri dukuh di Desa Bi’ih Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar dan Desa Kertak Empat Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode wawancara kepada masyarakat yang memiliki agroforestri dukuh di Desa Bi’ih dan Desa Kertak Empat. Hasil penelitian ini mengenai analisis Profitabilitas oleh masyarakat di Desa Bi’ih dan Desa Kertak Empat Kabupaten Banjar yang telah menggunakan sistem tumpang sari (agroforestri) yang diturunkan dari nenek moyang terdahulu. Manfaat dari agroforestri adalah solusi untuk masalah konversi lahan dari hutan menjadi lahan kombinasi pertanian. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kegiatan pengolahan lahan yang optimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan yang makin meningkat, salah satu cara yang dapat digunakan untuk pemanfaatan lahan secara optimal adalah melalui agroforestri
KARAKTERISTIK BIOPELET SERBUK KAYU MAHONI (Swietenia mahagoni) DAN SEKAM PADI (Oryza sativa) Chantona, Jory; Mahdie, Muhammad Faisal; Abidin, Zainal
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi biopelet dari limbah serbuk kayu mahoni dan sekam padi, dengan tujuan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI). Biopelet dipilih sebagai sumber energi biomassa alternatif untuk mengatasi masalah kerapatan energi rendah serta tantangan dalam penanganan, penyimpanan, dan transportasi. Penelitian ini mengevaluasi karakteristik biopelet, termasuk kerapatan, kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon terikat, dan nilai kalor. Hasil penelitian diperoleh yaitu kerapatan tertinggi dicapai oleh intervensi A dengan nilai 0,6336%, dan terendah oleh intervensi E dengan nilai 0,4423%. Kadar air tertinggi terdapat pada intervensi B, yaitu 19,2820%, dan terendah pada intervensi E dengan nilai 10,6140%. Kadar abu tertinggi pada intervensi A adalah 0,634%, adapun terendah pada intervensi E adalah 0,442%. Zat terbang tertinggi pada intervensi B mencapai 9,999%, dan terendah pada intervensi E dengan nilai 5,538%. Karbon terikat tertinggi terdapat pada intervensi A dengan nilai 79,8257%, sedangkan terendah pada intervensi E dengan nilai 46,4626%. Nilai kalor tertinggi tercatat pada intervensi A dengan 4004,43 kal/g, dan terendah pada intervensi E dengan 3844,75 kal/g. Penelitian ini menunjukkan variasi karakteristik biopelet berdasarkan intervensi yang diberikan. Intervensi A memberikan kerapatan dan nilai kalor tertinggi, sementara intervensi E menunjukkan hasil terendah pada parameter yang diukur. 
KEANEKARAGAMAN KANTONG SEMAR (Nepenthes spp) DI KAWASAN HUTAN KERANGAS LIANG ANGGANG Husni, Alinur; Soendjoto, Mochamad Arief; Fithria, Abdi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18934

Abstract

Kantong semar (Nepenthes spp) termasuk golongan tumbuhan liana atau merambat, memiliki dua rumah, bunga jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Kantong semar memiliki cara hidup menempel pada batang atau ranting pohon, atau tumbuh secara terrestrial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis kantong semar (Nepenthes spp) di kawasan hutan kerangas Liang Anggang, serta menganalisis keanekaragaman tumbuhan yang berada di sekitarnya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis Nepenthes yang dominan di area penelitian, yaitu Nepenthes gracilis Korth. dan Nepenthes mirabilis. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai keanekaragaman jenis kantong semar di hutan kerangas dan dapat menjadi dasar untuk upaya konservasi tumbuhan tersebut.
ANALISIS VEGETASI HUTAN MANGROVE DESA PEMATANG KUALA, KECAMATAN TELUK MENGKUDU, KABUPATEN SERDANG BERDAGAI PROVINSI SUMATERA UTARA Mahfudziah, Jilan Rona; Winarno, Gunardi Djoko; Iswandaru, Dian; Dewi, Bainah Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15035

Abstract

Desa Pematang Kuala merupakan salah satu desa di Kecamatan Teluk Mengkudu yang memiliki luas wilayah hampir 80% berupa hutan mangrove. Hutan mangrove di desa ini merupakan hutan mangrove yang dikelola secara bersama oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi mangrove guna mengetahui kelestarian hutan mangrove di Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Berdagai, Sumatera Utara. Metode penelitian menggunakan petak contoh berukuran 10x10 m² secara systematic sampling with random start, jalur transek yang diterapkan sepanjang 141,42 m. Pengumpulan data dilakukan pada 3 blok (perlindungan, pemanfaatan 1 dan pemanfaatan 2) dengan jumlah total 15 petak contoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mangrove yang mendominasi pada setiap blok penelitian adalah Avicennia marina, dengan nilai Indeks Nilai Penting (INP) yang tinggi di semua fase pertumbuhan (semai, pancang, dan pohon) dengan rata rata nilai INP 136,13%. Keanekaragaman jenis mangrove pada blok perlindungan lebih tinggi dengan nilai (H’) 0,80 dibandingkan blok pemanfaatan dengan nilai (H’) 0,30 akibat dipengaruhi oleh tekanan aktivitas manusia seperti perikanan, tambak, dan pembuangan limbah. Nilai indeks keanekaragaman, kekayaan, dan kemerataan menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di lokasi penelitian masih tergolong rendah.
KESESUAIAN LAHAN BEBERAPA JENIS TANAMAN PADA LAHAN REHABILITASI DAS PT BORNEO INDOBARA DI DESA SUNGAI JELAI KECAMATAN TAMBANG ULANG Muhtadin, Luthfia Azzahra; Yamani, Ahmad; Nugroho, Yusanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15924

Abstract

Watershed management is an important aspect in the preservation of natural resources. The main focus is the protection of biological resources, soil, and water from degradation. The Tabunio watershed, under BPDAS Barito, has increased critical land, affecting water availability and community welfare. According to Government Regulation Number 37/2012, watershed rehabilitation is focused on areas with high degradation. Watershed rehabilitation planting includes plant types such as durian, hazelnut, and cashew. However, the suitability of the land for this type of plant has not been studied. This study aims to analyze the level or class of land suitability of durian (Durio zibethinus), candlenut (Aleurites moluccana), cashew (Anacardium occidentale) in each unit of watershed rehabilitation land PT Borneo Indobara, Sungai Jelai Village. This research was conducted in Tabunio Watershed, Tambang ulang District, Tanah Laut Regency. Soil sampling is carried out by purposive sampling method with data processing using tabulation method and data analysis is carried out by Matching method. The results showed that in land unit 1, durian and candlenut plants included in the marginal land suitability class (S3) while land unit 2 included in the Quite appropriate class (S2). In land units 3 and 4 belong to marginal appropriate class (S3) and in land unit 5 belong to current non-conforming class (N1). In land units 1 and 2, cashew plants are included in the land suitability class, namely Marginal Match (S3), while in land units 3 and 4 are included in Marginal Suitability class (S3). The results of this research can be used as information to PT Borneo Indobara and PT Hutan Rindang Banua to determine the management of forests in the area.Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan aspek penting dalam pelestarian sumber daya alam. Fokus utama adalah perlindungan sumber daya hayati, tanah, dan air dari degradasi. DAS Tabunio, di bawah BPDAS Barito, mengalami peningkatan lahan kritis, mempengaruhi ketersediaan air dan kesejahteraan masyarakat. Menurut PP Nomor 37/2012, rehabilitasi DAS difokuskan pada daerah dengan degradasi tinggi. Penanaman rehabilitasi DAS mencakup jenis tanaman seperti durian, kemiri, dan jambu mete. Namun, kesesuaian lahan untuk jenis tanaman ini belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat atau kelas kesesuaian lahan jenis tanaman durian (Durio zibethinus), kemiri (Aleurites moluccana), jambu mete (Anacardium occidentale) pada setiap unit lahan rehabilitasi DAS PT Borneo Indobara, Desa Sungai Jelai. Penelitian ini dilakukan di DAS Tabunio, Kecamatan Tambang Ulang Kabupaten Tanah laut. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposive sampling dengan pengolahan data menggunakan metode tabulasi dan analisis data dilakukan dengan metode Matching. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada unit lahan 1 jenis tanaman durian dan kemiri termasuk kelas kesesuaian lahan Sesuai marjinal (S3) sedangkan unit lahan 2 termasuk kelas Cukup sesuai (S2). Pada unit lahan 3 dan 4 termasuk kelas Sesuai marjinal  (S3) dan pada unit lahan 5  termasuk kelas Tidak sesuai saat ini (N1).Pada unit lahan 1 dan 2 jenis tanaman jambu mete termasuk kelas kesesuaian lahan yaitu Sesuai marjinal  (S3) sedangkan pada unit lahan 3 dan 4 termasuk kelas Sesuai marjinal  (S3). Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi kepada pihak PT Borneo Indobara dan PT Hutan Rindang Banua untuk menentukan pengelolaan pada hutan di wilayah tersebut
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN STEK PUCUK MERANTI MERAH (Shorea leprosula) DI BPTH BANJARBARU Alwi, Syayed Akhmad; Rudy, Gusti Syeransyah; Peran, Setia Budi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.9339

Abstract

Meranti merah (Shorea leprosula) is one of the prima donna species that has its own charm. The utilization of Meranti merah (Shorea leprosula) is used for various purposes including the wood is suitable for household furniture, house construction or carpentry, and has very good prospects, is quite hard, durable, and easy to process for various needs. Manifestation to meet the availability of these raw materials and at the same time to maintain sustainability is by cultivating various types of commercial trees such as meranti merah (Shorea leprosula). One of the advantages of planting meranti shoot cuttings by means of shoot cuttings is that the provision of plant shoot cuttings can reproduce more quickly and the maturity period of flowering and fruiting is faster. The purpose of this study was to analyze the growth percentage of meranti merah (Shorea leprosula) shoot cuttings. This study used the shoot cuttings method for the propagation of meranti merah (Shorea leprosula) saplings. The results showed that the survival percentage of Meranti merah shoots (Shorea leprosula) with growth regulators (Naturestek) obtained the best treatment successively 100 ppm at 95%, 150 ppm at 80%, 200 ppm at 70% and no treatment (control ) by 60%. The overall survival percentage is 76.25%, the results can be said that Naturestek administration is quite good.Meranti merah (Shorea leprosula) merupakan salah satu jenis primadona yang mempunyai daya tarik tersendiri. Pemanfaatan meranti merah (Shorea leprosula) ini digunakan untuk berbagai keperluan diantaranya kayunya cocok untuk perabotan rumah tangga, pembangunan rumah atau pertukangan, serta mempunyai prospek yang sangat baik, cukup keras, awet, dan mudah diolah untuk berbagai kebutuhan. Manifestasi untuk memenuhi ketersediaan bahan baku tersebut dan sekaligus untuk menjaga kelestarian adalah dengan upaya membudidayakan berbagai jenis pohon komersil seperti meranti merah (Shorea leprosula). Salah satu keunggulan stek pucuk tanam meranti dengan cara stek pucuk bahwa penyediaan stek pucuk tanaman dapat lebih cepat perbanyakannya serta periode dewasa berbunga dan berbuahnya lebih cepat. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis persentase tumbuh stek pucuk meranti merah (Shorea leprosula). Penelitian ini menggunakan metode stek pucuk untuk perbanyakan anakan meranti merah (Shorea leprosula). Hasil menunjukan bahwa Persentase hidup stek pucuk meranti merah (Shorea leprosula) dengan pemberian zat pengatur tumbuh (Naturestek) diperoleh perlakuan terbaik secara berturut-turut 100 ppm sebesar 95%, 150 ppm sebesar 80%, 200 ppm sebesar 70% dan tanpa perlakuan (kontrol) sebesar 60%. Persentase hidup keseluruhan sebesar 76,25%, hasil tersebut dapat dikatakan pemberian Naturestek tergolong baik.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026 Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026 Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue