cover
Contact Name
Trisnu Satriadi
Contact Email
sylva.scientaeae@ulm.ac.id
Phone
+6285101185530
Journal Mail Official
trisnu.satriadi@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani Km 36 Simpang Empat Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Sylva Scienteae
ISSN : -     EISSN : 26228963     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Sylva Scienteae merupakan jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang kehutanan, meliputi Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Budidaya Hutan, dan Konservasi Hutan. Jurnal ini diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Terbit pertama kali di bulan Agustus 2018. Pada Tahun 2018 hanya mengeluarkan dua edisi yaitu Agustus dan Oktober. Selanjutnya pada tahun 2019 sampai sekarang, jurnal dipublikasikan sebanyak 6 edisi, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember.
Articles 853 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA ALAM GUNUNG BIRAH KECAMATAN PANYIPATAN KABUPATEN TANAH LAUT Novinta, Winda Meily; Pitri, Rina Muhayah Noor; Helmi, Muhammad
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.18408

Abstract

Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi besar pada sektor pariwisata terutama keindahan alamnya. Aktivitas wisata di Kabupaten Tanah Laut menjadi sektor penggerak pembangunan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Perannya yang sangat penting ini harus dikembangkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu potensi wisata alamnya yang pernah diteliti yaitu Gunung Birah, menunjukkan Wisata Alam Gunung Birah memiliki potensi yang sedang, namun fasilitas dan akomodasi yang tersedia masih kurang memadai sehingga perlu adanya pengembangan untuk meningkatkan kinerja wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi Wisata Alam Gunung Birah pada diagram kuadran analisis SWOT serta menyusun formulasi strategi pengembangan yang tepat berdasarkan hasil analisis tersebut. Metode yang digunakan yaitu observasi dan wawancara menggunakan kuesioner dengan informan sebanyak 28 pengelola menggunakan teknik sampling jenuh (sensus) dan responden sebanyak 70 pengunjung menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif analisis SWOT untuk menentukan posisi Wisata Alam Gunung Birah pada kuadran SWOT dan pendekatan kualitatif analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi berdasarkan hasil perhitungan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan posisi Wisata Alam Gunung Birah berada pada kuadran I (Strength-Opportunity). Formulasi strategi yang dapat dilakukan Wisata Alam Gunung Birah berdasarkan hasil analisis SWOT adalah strategi Progresif yaitu memaksimalkan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi terpilih dalam pengembangan Wisata Alam Gunung Birah yaitu melakukan pendekatan strategi pemasaran 5A dan meningkatkan komponen 4A penunjang wisata terutama pada bagian fasilitas (Amenities).
PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA TERHADAP BIBIT PULAI (Alstonia scholaris) PADA MEDIA TANAH BEKAS TAMBANG BATUBARA Maimunah, Maimunah; Nugroho, Yusanto; Pujawati, Eny Dwi
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i1.10218

Abstract

ABSTRACT. Mining activities can lead to changes in the environment, including physical, chemical, and biological changes. To address issues related to marginal land, soil engineering efforts are needed, such as the addition of biofertilizers. One alternative in soil engineering is to provide mycorrhizal biofertilizers, which involve a symbiotic association between plant root systems and fungi. The objective of this research is to analyze the influence of mycorrhizae on Alstonia scholaris seedlings in reclaimed coal mining soil and to determine the optimal mycorrhizal dosage for the growth and yield of Alstonia scholaris seedlings. The experimental design employed a completely randomized design (CRD) with five treatments and ten replications, resulting in 50 experimental units. The results of the study show that the percentage of Alstonia scholaris seedling survival was 100%. The application of mycorrhizae to Alstonia scholaris seedlings had a highly significant effect on height, leaf count, and stem diameter growth. The application of mycorrhizae at a dosage of 10 grams yielded the best response in terms of height growth (14,8 cm), leaf count increase (9,9 leaves), and stem diameter growth (3,03 mm) of Alstonia scholaris seedlings.Keywords: Mycorrhiza; Coal mining land; Alstonia scholarisABSTRAK. Pertambangan yang dilakukan dapat menimbulkan perubahan pada lingkungan seperti perubahan fisik, kimiawi, dan biologi. Untuk mengatasi permasalahan lahan marginal, perlu ada upaya rekayasa tanah, misalnya dengan penambahan pupuk hayati. Alternatif dalam pengupayaan rekayasa tanah salah satunya yaitu dengan memberikan pupuk hayati mikoriza yang merupakan asosiasi simbiotik antara system perakaran tanaman dengan jamur. Tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh mikoriza terhadap bibit pulai (Alstonia scholaris) pada media tanah bekas tambang batubara, menganalisis dosis mikoriza yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada bibit pulai. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dengan 10 ulangan, sehingga terdapat 50 unit percobaan. Hasil penelitian yang dilakukan yaitu persentase hidup bibit pulai (Alstonia scholaris) menunjukkan hasil 100%, pemberian mikoriza pada bibit pulai (Alstonia scholaris) memberikan pengaruh yang sangat nyata pada pertambahan tinggi, pertambahan jumlah daun dan pertambahan diameter batang. Pemberian mikoriza dengan dosis 10 gram memberikan respon terbaik terhadap pertambahan tinggi bibit pulai (Alstonia scholaris) sebesar 14,8 cm, pertambahan jumlah daun 9,9 helai dan pertambahan diameter batang 3,03 mm.Kata kunci: Mikoriza; Tanah tambang batubara; Alstonia scholaris
KETERSEDIAAN DAN DISTRIBUSI BIBIT PADA PERSEMAIAN PERMANEN BANJARBARU Liyani, Mayang Putri; Pitri, Rina Muhayah Noor; Badaruddin, Badaruddin
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15925

Abstract

The Barito Watershed Management Center (BPDAS) is one of the technical implementation units of the Ministry of Environment and Forestry in Indonesia, precisely in the ranks of the Directorate General of Watershed Control and Forest Rehabilitation (PDASRH). One of its main tasks and functions is to support the planting movement through the provision of forest plant seeds. The purpose of this study is to analyze the availability and distribution of seeds in 2020 – 2022 in the Banjarbaru Permanent Nursery and analyze the pattern of providing seed types according to community needs. This research was conducted in Banjarbaru Permanent Nursery and Permanent Nursery distribution coverage area. The sampling technique used by this research uses recipients of Banjarbaru Permanent seedbed seeds as respondents, the method of selecting the location ofthis research uses the purposive sampling method. The data collection methods used were interviews and questionnaires. Banjabaru Permanent Nursery provides 2,400,000 seedlings during 2020-2022, the seeds are available from April to December in the production year.  The availability of seeds in 2020 is 600,000 stems with 10 types, 900,000 in 2021 with a total of 6 types and in 2022 Banjarbaru Permanent Nursery provides 900,000 seedlings with 7 types. It is known that public interest tends to like fruit plants or vegetative fruit plants because in addition to guaranteed quality, the harvest process is faster because of superior seeds.  In addition, public interest in submitting seed requests is also still relatively highBalai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Barito merupakan salah satu unit pelaksana teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang ada di Indonesia, tepatnya berada pada jajaran Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH). Salah satu tugas pokok dan fungsinya adalah mendukung gerakan penanaman melalui penyediaan bibit tanaman hutan. Tujuan dari penelitian ini ialah enganalisis ketersediaan dan distribusi bibit pada tahun 2020 – 2022 pada Persemaian Permanen Banjarbaru dan menganalisis pola penyediaan jenis bibit sesuai kebutuhan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Persemaian Permanen Banjarbaru dan Wilayah cakupan distribusi Persemaian Permanen. Teknik Pengambilan Sampel yang digunakan penelitian ini menggunakan penerima bibit persemaian Permanen Banjarbaru sebagai responden, metode pemilihan lokasi penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Metode pengambilan data yang digunakan ialah wawancara dan kuesioner. Persemaian Permanen Banjabaru menyediakan bibit sebanyak 2.400.000 batang bibit selama tahun 2020-2022,  bibit tersebut tersedia mulai bulan April hingga Desember pada tahun porduksi.  Ketersediaan bibit pada tahun 2020 sebanyak 600.000 batang dengan 10 jenis,  900.000 pada tahun 2021 dengan total 6 jenis serta pada tahun 2022 Persemaian Permanen Banjarbaru menyediakan bibit sebanyak 900.000 batang dengan 7 jenis. Diketahui bahwa minat masyarakat cenderung menyukai tanaman buah atau tanaman buah hasil vegetatif dikarenakan selain kualitas yang terjamin,  proses panen lebih cepat karena dari bibit unggul.  Selain itu,  minat masyarakat untuk mengajukan permohoanan bibit juga masih tergolong tinggi
PERAN BIODIVERSITAS TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI WISATA PANTAI RINDU ALAM DESA BETUNG, KECAMATAN KUSAN HILIR, KABUPATEN TANAH BUMBU Rukwan, Selvi Gusnawati; Kissinger, Kissinger; Naparin, Muhammad
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18946

Abstract

Pantai Rindu Alam merupakan suatu tempat wisata yang terletak di kawasan Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Biodiversitas yang terdapat                                                       di kawasan Pantai Rindu Alam dapat menjadi daya tarik wisata dan berhubungan dengan kepuasan Pengunjung. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengidentifikasi pengaruh biodiversitas dengan variabel perlindungan spesies, Etnobotani, dan Fauna terhadap tingkat kepuasan pengunjung di Wisata Pantai Rindu Alam. Penelitian ini dilaksanakan di Wisata Pantai Rindu Alam, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan cara wawancara semi terstruktur dan menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden yang dijadikan sebagai sampel untuk penelitian ini, metode untuk analisis yaitu menggunakan aplikasi Smart-PLS3. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa Variabel Etnobotani dan Variabel Fauna berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung, dan Varibel Perlindungan Pesies berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan pengunjung. Variabel Perlindungan Spesies berpengaruh tidak signifikan dalam kepuasan pengunjung karena nilai P value 0,0924 yang berarti variabel Perlindungan Spesies terhadap variabel custumer satisfation dikatakan tidak signifikan.  Variabel Etnobotani berpengaruh signifikan dalam kepuasan pengunjung karena nilai p value 0,0236 yang berarti variabel Etnobotani terhadap variabel custumer satisfation dikatakan signifikan. Variabel Fauna berpengaruh signifikan dalam kepuasan pengunjung karena nilai P value 0,0013 yang berarti variabel Fauna terhadap variabel custumer satisfation dikatakan signifikan. Penting untuk mempertahankan biodiversitas yang terdapat di Kawasan wisata Pantai Rindu Alam untuk meningkatkan kepuasan wisatawan.
KONTRIBUSI PENDAPATAN ANGGOTA KELOMPOK USAHA PERHUTANAN SOSIAL DI HKM GAPOKTANHUT MUTIARA ARANG TIUNG KABUPATEN KOTABARU Putri, Annisa Novira; Rezekiah, Arfa Agustina; Pitri, Rina Muhayah Noor
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18935

Abstract

Perhutanan sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan dan dilakukan oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraannya. Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) adalah pemegang izin atau hak perhutanan sosial yang akan atau telah melakukan usaha dan hutan rakyat yang telah ditetapkan sebagai KUPS sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Usaha kelompok dalam perhutanan sosial menjadi harapan bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kontribusi kegiatan usaha pada 3 (tiga) KUPS yaitu KUPS Agroforestri, KUPS Jasa Lingkungan, dan KUPS Perlebahan terhadap pendapatan masing-masing anggotanya. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan data sekunder dari berbagai instansi terkait. Responden pada penelitian dilakukan secara sensus dengan anggotanya berjumlah 33 orang. Analisis data dilakukan dengan menganalisis pendapatan di KUPS dan pendapatan di luar KUPS untuk mendapatkan nilai kontribusi kegiatan usaha KUPS terhadap pendapatan anggota KUPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan tertinggi terdapat pada KUPS Agroforestri dengan nilai rata-rata kontribusi sebesar 48,37%, sedangkan nilai kontribusi terendah terdapat pada KUPS Perlebahan yaitu rata-ratanya sekitar 4,01%, dan rata-rata kontribusi KUPS Jasa Lingkungan sebesar 35,85%.
Sampul JSS Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025 Mirza, Arman
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.16021

Abstract

Sampul JSS Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
KEANEKARAGAMAN DAN MANFAAT JENIS TUMBUHAN BAWAH DI BAWAH TEGAKAN AKASIA (Acacia mangium) DI ARBORETUM FAKULTAS KEHUTANAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Lisdawati, Lisdawati; Rachmawati, Normela; Basir, Basir
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15923

Abstract

This study aims to analyze the diversity of undergrowth species under acacia stands and examine the benefits of the undergrowth species under acacia stands. This study was carried out for more than 2 months under acacia stands (Acacia mangium) arboretum arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru city, Kalimantan Selatan, 70714. The method used in this study was survey method by laying purposive sampling with a square shape measuring 1x1 meter. Place the square under the acacia stand, then observe, count the individuals, identify the individuals, document them and look for their species and benefits as well as calculate data analysis and retrieve environmental data. The results showed that the undergrowth that was there had low dominance and moderate diversity. Ten of the 12 species have medicinal properties, 2 of which can be used as animal feed, 5 species can be used as ornamental plants, and 6 species can be used as vegetables (food).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman jenis tumbuhan bawah di bawah tegakan akasia dan mengkaji manfaat dari jenis tumbuhan bawah di bawah tegakan akasia. Penelitian ini dilakukan kurang lebih dari 2 bulan bertempat di bawah tegakan akasia (Acacia mangium) arboretum Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan peletakan secara purposive sampling dengan bentuk kuadrat yang berukuran 1x1 meter. Peletakkan kuadrat ada di bawah tegakan akasia, kemudian diamati, dihitung individunya, diidentifikasi individunya, didokumentasi dan dicari jenis dan manfaatnya serta menghitung analisis data dan mengambil data lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan bawah yang berada di sana mempunyai dominansi yang rendah dan keanekaragaman yang sedang. Sepuluh dari 12 jenis berkhasiat sebagai obat, 2 diantaranya dapat digunakan sebagai pakan ternak, 5 jenis bisa digunakan sebagai tanaman hias, dan 6 jenis lagi dapat dipakai sebagai sayuran (pangan)
EFEKTIVITAS KOMPOS LIMBAH PASAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SENGON (Paraserianthes Falcataria) Risnawati, Maulia; Surnayanti, Surnayanti; Harianto, Sugeng P.; Bintoro, Afif
Jurnal Sylva Scienteae Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v8i3.15929

Abstract

Market waste is one of the main problems that has the potential to trigger environmental pollution. The accumulation of this waste not only has a negative impact on the environment, but also becomes a source of disease. One solution that can be applied to overcome this problem is the processing of market waste into compost that is beneficial for plant growth, including sengon (Paraserianthes falcataria). This study aims to evaluate the effectiveness of market waste compost in supporting the growth of sengon plants as an alternative to environmentally friendly and sustainable waste management. The research was conducted from November 2023 to February 2024 in the Greenhouse of the Integrated Field Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung, using the Complete Randomized Design (CRD) method with one factor, namely the dose of market waste compost fertilizer (M) in several treatments. The treatments included: (1) 100% soil (control), (2) 75% soil + 25% compost, (3) 50% soil + 50% compost, and (4) 25% soil + 75% compost. The results showed that applying compost fertilizer with different doses affected the growth of height, diameter, and number of leaves of sengon plants. The composition of 75% soil + 25% compost gave the best results for the three growth parametersLimbah pasar merupakan salah satu permasalahan utama yang berpotensi memicu pencemaran lingkungan. Penumpukan limbah ini tidak hanya berdampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi sumber penyakit. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah pengolahan limbah pasar menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman, termasuk sengon (Paraserianthes falcataria). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kompos limbah pasar dalam mendukung pertumbuhan tanaman sengon sebagai alternatif pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada November 2023 hingga Februari 2024 di Rumah Kaca Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu dosis pupuk kompos limbah pasar (M) pada beberapa perlakuan. Perlakuan yang diberikan meliputi: (1) tanah 100% (kontrol), (2) tanah 75% + kompos 25%, (3) tanah 50% + kompos 50%, dan (4) tanah 25% + kompos 75%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos dengan dosis berbeda memengaruhi pertumbuhan tinggi, diameter, dan jumlah daun tanaman sengon. Komposisi tanah 75% + kompos 25% memberikan hasil terbaik untuk ketiga parameter pertumbuhan tersebut
KEANEKARAGAMAN VEGETASI HUTAN KERANGAS Dl KELURAHAN PASlR PUTlH KABUPATEN KOTAWARlNGlN TlMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Sapitri, Dwi Ayu; Susilawati, Susilawati; Rudy, Gusti Syeransyah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18942

Abstract

Hutan kerangas, sebagai ekosistem tumbuhan yang tumbuh dalam wilayah terbatas, rentan mengalami degradasi. Jika mengalami degradasi, akan berubah menjadi padang terbuka yang dikenal sebagai "Padang". Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi jenis vegetasi penyusun hutan kerangas, menganalisis indeks nilai penting (INP) di hutan kerangas dan menganalisis indeks keragaman, indeks dominansi dan indeks kemerataan komunitas tumbuhan di Kelurahan Pasir Putih Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode jalur dan garis berpetak (Nested Sampling) dengan membuat jaIur transek sepanjang 100 m sebanyak 5 jalur dengan menggunakan roIe meter dengan plot berukuran 20×20 m, 10×10 m, 5×5 m dan  2×2 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat total 4 jenis tumbuhan yang didapat pada lokasi penelitian. Pada tingkat semai, kantong semar memiliki nilai INP tertinggi sebesar 80.36%, galam pada tingkat pancang sebesar 125.79%, dan galam pada tingkat tiang sebesar 182.65%. Pada tingkat semai sendiri, indeks keanekaragaman jenisnya sedang, sedangkan pada tingkat pancang dan tiang, keanekaragaman jenisnya rendah. Jenis-jenis yang dominan pada tingkat semai adalah kantong semar, sedangkan pada tingkat pancang dan tiang adalah galam. Indeks kemerataan jenis pada kawasan hutan kerangas di lokasi penelitian menunjukkan kemerataan jenis yang tinggi
UJI ORGANOLEPTIK DAN HEDONIK MADU HERBAL YANG TERBUAT DARI MADU KELULUT (Heterotrigona itama) DAN MINYAK ATSIRI KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii Blume) Mirza, Muhammad; Hamidah, Siti; Satriadi, Trisnu
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18931

Abstract

This study aims to analyze the effect of adding cinnamon bark essential oil (Cinnamomum burmannii) on the organoleptic characteristics and preference level (hedonic) of herbal honey based on kelulut honey (Heterotrigona itama). Five herbal honey formulations were tested with variations in essential oil levels, starting from without the addition of essential oil (F1) to the highest level (F5) of 0.300 ml of essential oil. Organoleptic tests of the aroma and taste of herbal honey used trained and semi-trained panelists, while the hedonic test used trained and semi-trained panelists with a scale of 0-5. Data analysis used one-way ANOVA and continued with the appropriate difference test to see the significance between treatments. The results showed that formulation F2 (15 ml honey + 0.075 ml essential oil) or the addition of 0.075 ml cinnamon bark essential oil to 15 ml of honey had the most preferred aroma and taste characteristics, and met the quality criteria based on SNI 8664:2018. On the other hand, increasing the concentration of essential oils above the optimal limit causes a significant decrease in sensory acceptance. It can be concluded that the formulation of herbal honey greatly determines the success of the product, both in terms of sensory characteristics and potential market acceptance.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026 Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 1 Edisi Februari 2026 Vol 8, No 6 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 6 Edisi Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Jurnal Sylva Scienteae Vol 8 No 3 Edisi Juni 2025 Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024 Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024 Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024 Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024 Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024 Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024 Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023 Vol 6, No 5 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 5 Edisi Oktober 2023 Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023 Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023 Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 2 Edisi April 2023 Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 6 Edisi Desember 2022 Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022 Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022 Vol 5, No 3 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 3 Edisi Juni 2022 Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 2 Edisi April 2022 Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Volume 5 No 1 Edisi Februari 2022 Vol 3, No 6 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Volume 3 No 6 Edisi Desember 2020 Vol 4, No 6 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 6 Edisi Desember 2021 Vol 4, No 5 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 5 Edisi Oktober 2021 Vol 4, No 4 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 4 Edisi Agustus 2021 Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 3 Edisi Juni 2021 Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 2 Edisi April 2021 Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021 Vol 3, No 5 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 5, Edisi Oktober 2020 Vol 3, No 4 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 4, Edisi Agustus 2020 Vol 3, No 3 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 3, Edisi Juni 2020 Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 2, Edisi April 2020 Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Sylva Scienteae Vol 3 No 1, Edisi Februari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 6, Edisi Desember 2019 Vol 2, No 5 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 5, Edisi Oktober 2019 Vol 2, No 4 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 4, Edisi Agustus 2019 Vol 2, No 3 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 3, Edisi Juni 2019 Vol 2, No 2 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 2, Edisi April 2019 Vol 2, No 1 (2019): Jurnal Sylva Scienteae Vol 2 No 1, Edisi Februari 2019 Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 2, Edisi Oktober 2018 Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Sylva Scienteae Vol 1 No 1, Edisi Agustus 2018 More Issue