cover
Contact Name
Salfiana
Contact Email
salfiana.husain@gmail.com
Phone
+6285299202067
Journal Mail Official
teksuju@umsrappang.ac.id
Editorial Address
Ruang Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang Jl. Angkatan 45 No. 1 A Kampus UMS Rappang Lt. Salo Sidrap Indonesia (91651)
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian
ISSN : -     EISSN : 27980952     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian merupakan jurnal ilmiah yang disusun pada Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Jurnal ini memuat hasil peneltian primer atau sekunder, tinjauan, pemikiran atau ulasan dan komunikasi pendek yang dikemas secara sistematis dan kritis dibidang Teknologi Hasil Pertanian. Terbit pertama kali pada tahun 2021 dengan frekuensi terbit setiap semester atau pada bulan Mei dan November. Lingkup permasalahan mencakup teknologi hasil pertanian, biokimia hasil pertanian, mikrobiologi pertanian, teknologi fermentasi, rekayasa proses hasil pertanian, ilmu dan teknologi pangan serta agroindustri.
Articles 57 Documents
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Semangka (Citrullus lanatus) terhadap Karakteristik Fisik, Kimia dan Organoleptik Mi Ramadhan, Tri; Inayah, Astrina Nur; Salfiana, Salfiana
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.2434

Abstract

Indonesia menduduki posisi kedua terbesar di dunia dalam konsumsi mi instan, dengan total sekitar 12,62 juta porsi atau sekitar 12,6% dari konsumsi global. Mi telah menjadi makanan populer di berbagai kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari anak-anak hingga lansia, karena sifatnya yang praktis, mudah diolah dengan berbagai resep, serta cepat disajikan. Sementara itu, kulit semangka sebagai hasil samping buah semangka diketahui mengandung berbagai nutrisi dan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, namun pemanfaatannya masih sangat terbatas. Untuk mengurangi limbah dan meningkatkan nilai guna kulit semangka, bahan ini dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dalam pembuatan mi. Penelitian ini bertujuan yaitu mengetahui pengaruh penambahan kulit semangka terhadap mutu mi yang dihasilkan berdasarkan uji kimia (kadar protein, kadar air, kadar rendemen) dan uji organoleptik. Penelitian dilakukan dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh total 12 sampel. Data dianalisis menggunakan metode ANOVA untuk menguji perbedaan antar perlakuan, dan apabila terdapat perbedaan yang signifikan, kemudian melakukan uji DMRT pada taraf signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kulit semangka tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar protein, dengan nilai tertinggi pada perlakuan C (7,05%), kadar air tertinggi pada perlakuan B (4,56%), dan kadar rendemen tertinggi pada perlakuan D (48,39%). Berdasarkan hasil uji organoleptik, perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan kulit semangka sebanyak 9% (perlakuan D).
Potensi Antioksidan Ekstrak Buah Jambu Biji Ditinjau dari Nilai IC₅₀ dengan Pendekatan Metode DPPH Nurnawati, Andi Ayu; Hala, Dian Magfirah; Inderiati, Sitti
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.2445

Abstract

Jambu biji merupakan tanaman tropis dengan kandungan senyawa bioaktif dan berperan sebagai antioksidan alami. Senyawa ini berpotensi digunakan dalam pengelolaan pascapanen dan kultur jaringan tanaman karena kemampuannya menekan stres oksidatif dan menjaga stabilitas pigmen. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai IC₅₀ ekstrak buah jambu biji hasil maserasi menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) serta mengevaluasi potensinya dalam mendukung pemanfaatan sumber daya alami berkelanjutan di bidang pertanian. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% untuk menjaga kestabilan senyawa fenolik, sedangkan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan melalui pengukuran peredaman radikal DPPH. Nilai IC₅₀ sebesar 22,49 ppm menandakan bahwa ekstrak buah jambu biji memiliki kemampuan antioksidan yang sangat kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak jambu biji berpotensi diaplikasikan sebagai bahan alami untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura dan sebagai agen penekan pencoklatan dalam kultur jaringan tanaman. Dengan demikian, pemanfaatan ekstrak jambu biji dapat menjadi alternatif berkelanjutan dalam inovasi pertanian ramah lingkungan.
Pengaruh Penambahan Kayu Manis dan Cengkeh terhadap Minuman Tepache Kulit Nanas (Ananas Comosus L.) Gusmiyanti Sam; Rukmelia Rukmelia
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 6 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v6i1.1743

Abstract

Fermented drinks can be made from pineapple skin extract which is then called pineapple skin juice fermented drink. This study aims to determine the effect of cinnamon and cloves on pineapple skin tepache drinks, and to determine the organoleptic properties of pineapple skin tepache with the addition of cinnamon and cloves. Making pineapple skin tepache is done by fermenting for 24 hours using 150 grams of pineapple skin, 25 grams of brown sugar, 50 grams of granulated sugar, 250 ml of boiled water (group I), adding 2 cm, 2.5 cm, 3 cm of cinnamon (group II) and adding 2 cloves, 3 grains, 4 grains (group III). This study uses the Completely Randomized Design (CRD) analysis method, and will be continued with the Duncan Test if there is a significant difference. After fermentation, pineapple skin tepache drinks are obtained with the characteristics of color, aroma and taste. All drinks were liked by respondents related to these characteristics, the pH of the drink was also still at 4.13 - 4.37, inactive antioxidant activity (IC50 > 250 ppm), and the content of lactic acid bacteria was still low around 107.33 to 178.33. Pineapple skin tepache drink had inactive antioxidant activity, the acidity of all drinks was at the acid level, and the lactic acid bacteria colony was below standard. All samples were still liked by respondents, both in terms of color, taste, and aroma.
Transformasi Genetik Tanaman Serealia berbasis Agrobacterium Tumefaciens: Tinjauan Kemajuan dan Dampaknya terhadap Produktivitas Pertanian. Fenny Hasanuddin; Yusminah Hala
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 6 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v6i1.2459

Abstract

Transformasi genetik tanaman serealia yang dimediasi oleh Agrobacterium tumefaciens telah berkembang menjadi alat bioteknologi yang sangat efektif untuk peningkatan pertanian. Ulasan ini membahas kemajuan terbaru dalam sistem transformasi yang dimediasi Agrobacterium untuk tanaman serealia utama seperti padi, jagung, dan gandum, dengan fokus pada perbaikan teknis serta dampaknya terhadap produktivitas pertanian. Perkembangan utama meliputi optimasi protokol transformasi, aplikasi gen morfogenetik (BBM, WUS, GRF-GIF) untuk meningkatkan efisiensi regenerasi, serta integrasi dengan teknologi pengeditan genom CRISPR/Cas9. Dampak agronomis tanaman serealia transgenik mencakup peningkatan hasil panen yang signifikan (kenaikan 13-54% pada beragam tanaman), peningkatan ketahanan terhadap hama dan penyakit sehingga mengurangi penggunaan insektisida hingga 136,6 juta kg, toleransi yang lebih baik terhadap stres abiotik, dan biofortifikasi untuk mengatasi defisiensi mikronutrien. Manfaat ekonomi bagi petani mencapai $15,4 miliar secara global pada tahun 2015, dengan tambahan keuntungan lingkungan melalui pengurangan aplikasi pestisida kimia dan penerapan pertanian konservasi. Meskipun masih terdapat tantangan regulasi dan ketergantungan genotipe, transformasi yang dimediasi Agrobacterium terus merevolusi perbaikan tanaman serealia untuk ketahanan pangan dunia.
Karakterisasi Mutu Kimia, Sensori, dan Mikrobiologis Ikan Peda di Pasar Tradisional dan Pasar Modern Finna Aura Ramadhani; Adriana Monica Sahidu; Veryl Hasan
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 6 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v6i1.2544

Abstract

Peda fish is a product of traditional fermentation with the addition of 20-30% salt. The quality of peda fish needs attention considering that the production and distribution processes are still simple and conventional. This study aims to determine the chemical, sensory, and microbiological characteristics of peda fish. This research used peda fish samples obtained from traditional and modern markets in the city of Surabaya. The samples were observed for water content, acid-insoluble ash, salt, sensory properties (appearance, aroma, and texture), and Total Plate Count (TPC). The results showed that only one out of six peda fish samples met the requirements of SNI 8273:2023 for water content. The acid-insoluble ash content of all samples did not meet the requirements of SNI 8273:2023. The salt content, sensory properties, and Total Plate Count (TPC) of all peda fish samples were found to meet the requirements of SNI 8273:2023.
Pengaruh Maltodekstrin Terhadap Sifat Fisikokimia dan Antioksidan pada Minuman Instan Jahe Merah-Kunyit Putih Jefreanto Jefreanto; Andi Marlisa Bossa Samang; Nurlaela Nurlaela; Rizka Aulia Safarni; Margaretha Hanna Tiffany
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 6 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v6i1.2626

Abstract

ABSTRAK Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) dan kunyit putih (Curcuma zedoaria) kaya senyawa bioaktif, namun pengolahan bersuhu tinggi berisiko menurunkan aktivitas antioksidan dan mutu produk. Oleh karena itu, maltodekstrin sebagai bahan penyalut (enkapsulan) diharapkan mampu melindungi senyawa bioaktif sekaligus memperbaiki karakteristik minuman instan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi maltodekstrin terhadap sifat fisik, aktivitas antioksidan, dan sifat organoleptik minuman instan jahe merah–kunyit putih serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan konsentrasi maltodekstrin yaitu 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Parameter yang diamati meliputi kadar air, waktu larut, aktivitas antioksidan (metode DPPH, % inhibisi), serta uji hedonik warna, aroma, dan rasa (skala 1–5). Hasil menunjukkan bahwa penambahan maltodekstrin berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar air, waktu larut, aktivitas antioksidan, serta penilaian organoleptik aroma dan rasa, sedangkan atribut warna tidak berbeda nyata. Aktivitas antioksidan meningkat hingga konsentrasi 15% dengan nilai tertinggi 78,25% lalu cenderung menurun pada konsentrasi lebih tinggi. Perlakuan 15% menghasilkan keseimbangan terbaik antara aktivitas antioksidan dan karakteristik fisik, sedangkan 25% memberikan kesukaan panelis tertinggi dan waktu larut tercepat. Kata kunci: Jahe merah instan, kunyit putih, maltodekstrin, antioksidan, organoleptik ABSTRACT Red ginger (Zingiber officinale var. rubrum) and white turmeric (Curcuma zedoaria) are rich in bioactive compounds, yet high-temperature processing may reduce antioxidant activity and product quality; therefore, maltodextrin as an encapsulating carrier is expected to protect bioactives and improve the quality of instant beverages. This study evaluated the effect of maltodextrin concentration on physical properties, antioxidant activity, and sensory acceptance of an instant red ginger–white turmeric beverage and determined the best treatment. A completely randomized design with six maltodextrin levels (0%, 5%, 10%, 15%, 20%, and 25%) was applied. The measured parameters included moisture content, dissolution time, antioxidant activity (DPPH assay; % inhibition), and hedonic sensory scores for color, aroma, and taste (1–5 scale). The results indicated that maltodextrin significantly affected (p<0.05) moisture content, dissolution time, antioxidant activity, and hedonic scores for aroma and taste, while color was not significantly different among treatments. Antioxidant activity increased up to 15% maltodextrin, reaching the highest value of 78.25%, and then tended to decrease at higher concentrations. The 15% treatment provided the best overall balance between antioxidant activity and physical characteristics, whereas 25% maltodextrin achieved the highest panel preference and the fastest dissolution time. Keywords: red ginger, white turmeric, maltodextrin, antioxidant activity, sensory evaluation
Pengaruh Waktu Fermentasi terhadap Karakteristik Minuman Tepache Gula Kelapa Jihan Salsa Olii; A. Nurfitriani; Satriawati Pade; Tri Handayani; Asriani Laboko; Asniwati Zainuddin; Ika Okhtora Angelia
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 6 No 1 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v6i1.2765

Abstract

Honey pineapple peel, which is often underutilised and becomes a source of waste, contains secondary metabolites. The aim of this study was to determine the effect of varying fermentation times on the chemical and organoleptic analysis of tepache made from honey pineapple peel (Ananas comosus L. merr). The parameters observed included pH analysis, alcohol content, and organoleptic testing. Statistical validity of the results and analysis of variance (ANOVA) were used to determine the significance of differences between fermentation time treatments. Data collection employed a completely randomised design (CRD) with three fermentation time treatments (1 day, 3 days and 5 days). The results of the study showed that fermentation time had a significant effect on the chemical and organoleptic properties of tepache made from honey pineapple peel with coconut sugar. The lowest pH was achieved on day 5 (W3) (4.41), with an alcohol content of 0.06%. Meanwhile, the results of the organoleptic test showed that fermentation for 3 days (W2) was preferred by the panelists based on assessments of taste, aroma, colour, and overall quality. Thus, the best minimum fermentation time from the results of this study was on the third day and the optimal time was on the fifth day. Keywords: Fermentation, Coconut sugar, Tepache