cover
Contact Name
Salfiana
Contact Email
salfiana.husain@gmail.com
Phone
+6285299202067
Journal Mail Official
teksuju@umsrappang.ac.id
Editorial Address
Ruang Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang Jl. Angkatan 45 No. 1 A Kampus UMS Rappang Lt. Salo Sidrap Indonesia (91651)
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian
ISSN : -     EISSN : 27980952     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian merupakan jurnal ilmiah yang disusun pada Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Jurnal ini memuat hasil peneltian primer atau sekunder, tinjauan, pemikiran atau ulasan dan komunikasi pendek yang dikemas secara sistematis dan kritis dibidang Teknologi Hasil Pertanian. Terbit pertama kali pada tahun 2021 dengan frekuensi terbit setiap semester atau pada bulan Mei dan November. Lingkup permasalahan mencakup teknologi hasil pertanian, biokimia hasil pertanian, mikrobiologi pertanian, teknologi fermentasi, rekayasa proses hasil pertanian, ilmu dan teknologi pangan serta agroindustri.
Articles 52 Documents
Pengaruh Pemberian Dosis BahanOrganik Kotoran Sapi dan Dosis Pupuk NPK (15:15:15) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat Ceri (Lycopersicum esculentum Mill.) Riana Intan Safitri; Setyo Budi; Wiharyanti Nur Lailiyah
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i1.878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara perlakuan dosis bahan organik kotoran sapi dan pupuk NPK. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Bawean jenis tanah latosol, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik yang berlangsung dari bulan Mei-September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari P0 = Kontrol (tanpa pupuk); P1 =15 ton/ha; P2 = 20 ton/ha; N0 = NPK Phonska 175 kg/ha; N1 = NPK Phonska 275 kg/ha; N2 = NPK Phonska 375 kg/ha. Dari hasil penelitian terdapat interaksi pemberian dosis bahan organik kotoran sapi 20 ton/ha dan pupuk NPK 375 kg/ha terhadap variabel pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang dan menunjukkan interaksi sangat nyata pada variabel hasil bobot pertanaman, bobot perpetak, bobot perhektar, jumlah pertanaman, jumlah perpetak, dan jumlah perhektar.
Analisis Aktor yang Berperan dalam Pengembangan Industri Gula Merah Lontar Di Kabupaten Jeneponto Syahmidarni Al Islamiyah; Margaretha Hanna Tiffany; Indrastuti Indrastuti; Nur Fitriyanti Bulotio
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i1.911

Abstract

Industri gula merah lontar di Kabupaten Jeneponto adalah industri kecil milik masyarakat yang dikelola secara mandiri. Industri ini memiliki kekuatan utama dalam ketersediaan dan kemudahan bahan baku. Berdasarkan evaluasi Internal-Eksternal (IE), posisi industri ini berada pada titik koordinat positif yaitu kuadran I yang menandakan situasi industri pengolahan gula merah lontar sangat menguntungkan untuk digunakan dalam pengembangan ke depan. Upaya pengembangan industri ini perlu kontribusi dari berbagai aktor. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis aktor yang berperan dalam pengembangan industri gula merah di Kabupaten Jeneponto berdasarkan kriteria penilaian ketersediaan bahan baku, keterampilan pengolah/Sumber Daya Manusia, aspek pemasaran, kemampuan teknologi pengolahan, dan kebijakan pemerintah daerah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data melalui studi pustaka dari buku referensi dan penelitian yang mendukung, wawancara, dan pengisian kusioner. Analisis data menggunakan Analisis Hierarki Proses (AHP). Hasil penelitian menunjukkan aktor yang berperan dalam pengembangan industri gula merah di Jeneponto berdasarkan kriteria penilaian dan derajat kepentinngannya adalah pengolah (0,617), pemerintah (0,209), lembaga mitra (0,102), dan lembaga keuangan (0,073). Kesimpulan penelitian ini yaitu aktor utama dengan derajat kepentingan tertinggi adalah pengolah (0,617).
Potensi Pengembangan Beras Merah sebagai Bahan Makanan Pokok Surianti Surianti
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i1.912

Abstract

Beras merupakan makanan pokok pada hampir seluruh masyarakat di Indonesia. Indonesia merupakan Negara agraris penghasil beras terbesar di dunia, baik itu beras putih maupun beras merah. Beras merah merupakan salah satu jenis beras yang mengandung nilai gizi yang tinggi dan mempunyai nilai khasiat yang lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih, serat dalam beras merah sangat penting, karena serat tidak dicerna oleh tubuh, sehingga tidak mempengaruhi kadar gula darah sehingga dapat mencegah lonjakan glukosa. Proses penggilingan beras merah menjadi beras putih akan menghancurkan 67% vitamin B3, 80% vitamin B1, 90% vitamin B6, sebagian besar kandungan mangan, separuh kandungan posfor, 60% zat besi, serta menghilangkan seluruh kandungan serat dan asam lemak esensial. Zat warna yang terdapat pada beras merah merupakan senyawa alami proantocyanin yang dapat mencegah tekanan darah tinggi, diabetes, menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker. Komponen phytokimia pada serealia utuh kemungkinan memiliki efek protektif terhadap diabetes yang dapat meliputi karotenoid, α dan β karoten, lutein, dan β kriptoxanthin, maka padi beras merah sangat baik untuk daerah rawan pangan khususnya masyarakat yang berstatus kurang gizi. Diharapkan ketersediaan beras merah dipasaran dapat mengurangi masalah gizi yang ada
Penganekaragaman Pangan Olahan Jagung Manis Sebagai Upaya Pengembangan Agroindustri di Desa Mario Minarsi Minarsi
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i1.918

Abstract

Jagung merupakan salah satu produk pertanian yang bisa dikembangkan sebagai produk agroindustri, karena daya saing yang dimiliki komoditas jagung di skala nasional cukup baik. Selain itu, jagung merupakan komoditas yang mempunyai kandungan gizi yang cukup tinggi sehingga nilai jual jagung juga cukup meningkatkan nilai ekonomis komoditas tersebut, Jagung merupakan salah satu jenis agroindustri yang menjadi potensi unggulan Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap. Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini bertujuan meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pengembangan agroindustri yang dimiliki desa dengan mengenalkan dan mempraktikan cara mengolahnya sehingga menjadi produk yang berkualitas sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat desa tersebut. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, praktek dan pendampingan bagaimana mengolah jagung menjadi olahan pangan seperti keripik jagung, kemudian pengemasan, mengurus perijinan dan sampai pada pemasarannya.
Faktor Pemasakan dan Rasio Beras dengan Air Nasi Nutrizink pada Sifat Sensori, Tekstur, dan Derajat Putih (Whiteness Index) Muhammad Sudirman Akilie; Wahid SC; Anto Anto
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i1.920

Abstract

The aim of this research was to know the interaction of cooking at cormorant and rice cooker, also the factor of ratio rice and water against physic and sensory of nutrizinc rice. Design in this research used factorial completely randomized design. The factors were cormorant and rice cooker. There were six treatments at cooking (P1 = Cormorant 200 gram of rice, water 200 ml , P2 = Cormorant 200 gram of rice, water 400 ml, P3 = Cormorant 200 gram of rice, water 600 ml, P4 = Rice Cooker 200 gram of rice, water 200 ml, P5= Rice Cooker 200 gram of rice, water 400 ml, P6= Rice Cooker 200 gram of rice, water 600 ml). The variabels that observed in this research were texture, colour and test of sensory. The result of this research showed that there was no interaction between cooking factors at cormorant and rice cooker, also the rice ratio and water on assessment of sensory such as level of likeness odour, taste and texture nutrizinc rice by testers. The factors of ratio rice and water 1 : 1, 1 : 2 and 1 : 3 significantly affected against tecture and level of whiteness nutrizinc rice, but it was no interaction between factors of cooking at cormorant and rice cooker, also the factors of rice ratio and water on grade of texture and level of whiteness nutrizinc rice. Keyword : Nutrizinc rice, the factors of cooking, the factors of rice ratio and water ABSTRAK Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui interaksi faktor pemasakan di dandang dan rice coocker serta faktor rasio beras dan air terhadap sifat fisik dan sensori nasi nutrizink. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial) yang terdiri dari 2 faktor yaitu dandang dan rice coocker sehingga menjadi 6 perlakuan (P1 = Dandang 200 gram beras air 200 ml , P2 = Dandang200 gram beras air 400 ml, P3 = Dandang 200 gram beras air 600 ml, P4 = Rice Cooker 200 gram beras air 200 ml, P5= Rice Cooker 200 gram beras air 400 ml, P6= Rice Cooker 200 gram beras air 600 ml). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tekstur, warna dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara faktor pemasakan di dandang maupun di rice coocker serta faktor rasio beras dan air pada penilaian sensori tingkat kesukaan aroma, warna, rasa dan tekstur nasi nutrizink oleh panelis. Faktor rasio beras dan air 1 : 1, 1 : 2 dan 1 : 3 memberikan pengaruh yang nyata terhadap takstur dan derjat keputihan nasi nutrizink tetapi tidak terdapat interaksi antara faktor pemasakan di dandang maupun di rice cooker serta faktor rasio beras dan air pada nilai tekstur dan derajat keputihan nasi nutrizink. Kata Kunci : Beras nutrizink, faktor pemasakan, faktor rasio beras dan air
Sifat Organoleptik Tepung Kulit Pisang Kepok (Musa Paradisiaca L) pada Pembuatan Cupcake Isiming, Mulyansyah; Nurwidah, Andi; Rukmelia, Rukmelia
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i2.1125

Abstract

Cupcake adalah jenis makanan yang ideal untuk berbagai acara, karena ukurannya yang kecil menjadikannya sebagai cemilan yang nyaman. Dengan menggunakan tepung kulit pisang yang kaya serat, cupcake dapat ditingkatkan nilai gizinya untuk menjadi lebih sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas cupcake dengan subtitusi tepung kulit pisang kepok terbaik berdasarkan uji organoleptik. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan 3 pengulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah substitusi tepung terigu : tepung kulit pisang yaitu A0 (kontrol) (100%:0%), A1 (95%:5%), A2 (90%:10%), A3 (85%:15%). Parameter yang diamati adalah uji organoleptik yang meliputi (warna, aroma, rasa dan tekstur). Tingkat kesukaan panelis terbaik terhadap warna terdapat pada substitusi 15% (A3). Sedangkan Tingkat kesukaan panelis terbaik terhadap aroma dan rasa menunjukan bahwa cupcake substitusi tepung kulit pisang kepok terbaik adalah pada substitusi 10% (A2). Sedangkan tingkat kesukaan terbaik terhadap tektur yaitu 0% (A0).
Pengaruh Penambahan Jahe (Zingiber officinale) pada Produk Minuman Serbuk Instan Cokelat Jahe Yunus, Asrul
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i2.1167

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale) PADA PEMBUATAN MINUMAN INSTAN COKLAT JAHE Cokelat (Theobrema cacao Linnaeus) merupakan komoditas perkebunan yang Paling penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Di Sulawesi Selatan, khususnya Daerah Tarengge, Kabupaten Luwu Timur belum adanya Inovasi minuman cokelat intans di Luwu Timur. Sementara Di daerah kabupaten Luwu Timur terkenal menjadi sebuah Kabupaten dengan penghasil buah cokelat terbesar di Sulawesi Selatan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan jahe pada minuman instan cokelat jahe dengan perbandingan terbaik uji kimia meliputi kadar rendemen, kadar air dan organoleptik. Penelitian ini di lakukan dengan empat perlakuan dengan tiga kali pengulangan. perbandingan jahe pada minuman serbuk instan dengan perbandingan A (control), B(30%), C (45%), D ( 60%). Penelitian ini menggunakan metode analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL), dan akan dilanjutkan uji tambahan yaitu Uji Duncan jika terdapat perbedaan nyata. Penelitian ini Menunjukkan bahwa minuman serbuk instan cokelat tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar gula, kadar Rendemen dan waktu larut. Kadar gula tertinggi terdapat pada perlakuan B (Penambahan jahe 30%) 29,41, dan Kadar air tertinggi ada pada perlakuan C 3.00 (penambahan jahe 45%). Sedangkan perlakuan tertinggi pada aspek warna A1( Kontrol), aspek aroma C(penambahan jahe 45%) dan Aspek Rasa C(penambahan jahe 45%) dan Aspek Tekstur D (penambahan jahe 60%) dan perlakuan terbaik yaitu pelelakuan C (penambahan jahe 45%) dengan nilai 4,7. Kata Kunci : Buah Cokelat, Jahe, Kadar gula, Kristalisasi, Minuman Instan
Evaluasi Kualitas Minyak Hasil Penggorengan pada Bahan Pangan Arsyad, Muh
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i2.1228

Abstract

Quality standards for cooking oil are important to determine the quality of the oil. There are several factors that determine quality standards, namely water and impurity content in oil, free fatty acid content, color and peroxide value. The aim of this research is to determine the effect of fried food ingredients on the quality of frying oil and the panelists' acceptance of the organoleptic test of frying oil. This research consisted of 3 treatments and 3 repetitions, where the first treatment was M1 with oil from frying fish, M2 with oil from frying bananas, and M3 oil from frying tofu. The oil quality parameters observed were free fatty acids, peroxide value, water content and organoleptics which included color, aroma and viscosity of the frying oil. This study used a completely randomized design (CRD). The research results showed that the use of different food ingredients had a significant effect on the free fatty acid content, peroxide value and water content of the frying oil. For the organoleptic test, it was found that the treatment preferred by the panelists was the M2 treatment using oil from frying bananas and the one least liked by the panelists was the M1 treatment using oil from frying fish.
Analisis Sifat Fisiko Kimia Nasi dari Beras Nutrizink dan Ciherang Gorontalo Akilie, Muhammad Sudirman; Fitriani, A Nur; Abudi, Ikran
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i2.1231

Abstract

The aim of this research was to analize the physics-chemical such as water, zinc, whiteness index level and the organoleptic consist of the taste, colour, oudor, texture of nutrizink and ciherang rice from Gorontalo. The design of this research used factorial completely randomized design with two factors, which the first and the second factors were variety of rice and ratio water rice. The four treatments were nutrizink rice 200gram: water 200 ml, nutrizink rice 200gram: water 400 ml, ciherang rice 200gram: water 200 ml, ciherang rice 200gram: water 400 ml with three replications. The results showed that the factors of various rice and ratio water rice did not affect significantly on water level but it affected significantly to zinc level. The factor of ratio rice and water had whiteness index level significantly. There were no interaction factors between various of rice and ratio water rice on water, zinc and whiteness index level of nutrizink and ciherang rice from Gorontalo. The treatment of nutrizink rice, ratio of water and rice 1:2 = rice 200gram water 400 ml was the best base on the panelists acceptance of the taste, colour, oudor and texture of nutrizink and ciherang rice.
Enkapsulasi Senyawa Lipid Bioaktif Menggunakan Nanoteknologi: Ulasan Ilmiah Tiffany, Margaretha Hanna; Bossa Samang, Andi Marlisa; Islamiyah, Syahmidarni Al
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 3 No 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v3i2.1234

Abstract

Lipid bioaktif merupakan nutrisi – nutrisi penting dalam makanan yang berkontribusi terhadap kesehatan manusia. Namun, penggunaan senyawa lipid bioaktif dalam formulasi produk pangan fungsional memiliki keterbatasan, yakni kelarutannya dalam air dan stabilitas yang rendah selama pemrosesan, penyimpanan, serta ketika berada dalam saluran pencernaan sehingga dapat mengurangi bioavailabilitasnya. Enkapsulasi berbasis nanoteknologi mampu mengatasi keterbatasan tersebut dengan cara memfasilitasi penanganan, stabilitas, serta bioavailabilitas lipid bioaktif. Oleh karena itu, ulasan ilmiah ini bertujuan untuk membahas tentang kemajuan terbaru dalam proses enkapsulasi senyawa lipid bioaktif berbasis nanoteknologi. Teknologi nano untuk enkapsulasi lipid bioaktif yang akan dibahas adalah nanoemulsi dan nanostructured lipid carrier. Nanoemulsi adalah emulsi yang memiliki rata-rata ukuran droplet sekitar 20-500 nm. Nanostructured lipid carrier adalah sistem pembawa berbasis lipid yang menggunakan matriks berupa lipid padat dan lipid cair yang distabilkan dengan penambahan surfaktan, sehingga menghasilkan rata-rata ukuran droplet sekitar 10-500 nm. Pembentukan nanoemulsi dan nanostructured lipid carrier dapat diformulasikan dengan menerapkan teknik homogenisasi tekanan tinggi yang akan menghasilkan ukuran droplet yang kecil (skala nanometer) dan memiliki kemudahan dalam pengoperasian alat pada skala industri.