cover
Contact Name
Salfiana
Contact Email
salfiana.husain@gmail.com
Phone
+6285299202067
Journal Mail Official
teksuju@umsrappang.ac.id
Editorial Address
Ruang Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang Jl. Angkatan 45 No. 1 A Kampus UMS Rappang Lt. Salo Sidrap Indonesia (91651)
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian
ISSN : -     EISSN : 27980952     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian merupakan jurnal ilmiah yang disusun pada Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Jurnal ini memuat hasil peneltian primer atau sekunder, tinjauan, pemikiran atau ulasan dan komunikasi pendek yang dikemas secara sistematis dan kritis dibidang Teknologi Hasil Pertanian. Terbit pertama kali pada tahun 2021 dengan frekuensi terbit setiap semester atau pada bulan Mei dan November. Lingkup permasalahan mencakup teknologi hasil pertanian, biokimia hasil pertanian, mikrobiologi pertanian, teknologi fermentasi, rekayasa proses hasil pertanian, ilmu dan teknologi pangan serta agroindustri.
Articles 52 Documents
Pengaruh Substitusi Tepung Labu (Cucurbita moschata) terhadap Pembuatan Kue Choux Hikmah, Putri Nurul; Inayah, Astrina Nur
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i1.1761

Abstract

Tepung labu termasuk dalam produk setengah jadi yang memiliki kadar air dengan kapasitas rendah dan efisien digunakan untuk mengolah berbagai produk makanan. Dalam upaya mendukung penganekaragaman pangan maka tepung labu dijadikan substitusi utama dalam pembuatan produk pangan salah satunya adalah choux. Choux pastry termasuk jenis kue yang karakteristiknya ringan akan tetapi volumenya besar dan dikembangkan oleh sel yang besar. Choux paste juga dikenal sebagai kue sus yang lembut akan teksturnya dan didalamnya berbentuk kopong, oleh karena itu dapat diberi dengan berbagai macam tambahan misalkan fla aneka rasa. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh substitusi tepung labu dalam pembuatan choux dengan hasil dan kualitas terbaik menurut uji kimia yang meliputi kandungan β-karoten, kadar air dan uji organoleptik. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Adapun perlakuan yang dimaksud yaitu dengan penambahan substitusi tepung labu yang berbeda. Pada perlakuan C0 (0% tepung labu), C1 (10% tepung labu), C2 (20% tepung labu), C3 (30% tepung labu). Adapun parameter pengujian yang diamati yaitu uji kadar air dan uji organoleptik yang meliputi (rasa, aroma, warna dan tekstur). Dimana hasil uji kadar air tetinggi yang didapatkan terdapat pada C3 substitusi 30% yakni 37,5 gram, sedangkan untuk pengujian organoleptik tingkat kesukaan panelis tedapat pada sampel C1 dengan substitusi 10% yakni 12,5 gram.
Identifikasi Senyawa Fitokimia dalam Minyak Pala Fakfak (Myristica argentea Warb) secara Kualitatif Suloi, Andi Fitra; Nurmiati, Nurmiati; Djurumudi J, Khairunnisa Noervaqriani; Kalista, Ayu
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i1.1781

Abstract

Papuan nutmeg (Myristica argentea Warb.) is distributed from the Papua Peninsula to Papua New Guinea. This species is a native and endemic plant of Papua, with a wide distribution in West Papua, particularly in Fakfak Regency. Compared to Banda nutmeg oil, Papuan nutmeg oil contains higher levels of terpineol and safrole, indicating its high potential for further development. Phytochemical compound identification is conducted to provide insight into the potential uses of the bioactive components found in nutmeg seeds, with the aim of optimizing their applications. This study aims to identify the phytochemical compounds present in Fakfak nutmeg oil and to determine its yield. The identification process was carried out qualitatively by reacting the nutmeg oil with specific chemical reagents that correspond to the target compounds. The oil was extracted using the steam distillation method with water as the solvent. The resulting oil yield was 2%, calculated using the decimalization method. Phytochemical screening revealed that the nutmeg oil tested positive for flavonoids, indicated by an orange color change; saponins, indicated by foam formation; and polyphenols, indicated by a green color change. In contrast, tannins were not detected in the sample.
Fortifikasi Tepung Ikan Teri Nasi (Stolephorus Sp.) pada Bakso Ayam dengan Penggunaan Kombinasi Tepung Diniarti, Yulita Oktavia; Wahyu Mushollaeni, Wahyu; Wirawan, Wirawan
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i1.1847

Abstract

Pemanfaatan ikan teri sampai saat ini masih terbatas pada usaha pengasinan dan dikonsumsi secara langsung. Ikan teri dalam bentuk tepung dapat digunakan sebagai bahan fortifikasi nutrisi pada produk pangan lainnya, dikarenakan kadar kalsiumnya yang cukup tinggi (500 mg/100 g). Salah satu produk pangan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat dan berpotensi untuk dapat ditambahkan tepung ikan teri adalah bakso. Oleh karena itu, dalam penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi terbaik dari bakso ayam yang menggunakan campuran tepung ikan teri, tepung tapioka, tepung mocaf, atau tepung talas yang memiliki kualitas terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor. Perlakuan terbaik untuk menghasilkan bakso ayam yang dibuat dengan kombinasi bahan tepung ikan teri dan tepung lainnya sebagai bahan pengisi adalah formulasi tepung tapioka 30% dengan tepung ikan teri 20%. Bakso tersebut memiliki kadar kalsium 214,01 ppm; kadar tekstur 13,93 N; Kadar warna 21,94 dan rata-rata nilai kesukaan panelis adalah suka (Tekstur 2,7; rasa 2,86; warna 2,78; dan aroma 2,67).
Pengaruh Kombinasi Tapioka dan Bahan Pengenyal dalam Pembuatan Galantin Ikan Kembung Rendah Limbah Lasmi Latu, Priska Sulfiaster; Mushollaeni, Wahyu; Wirawan, Wirawan
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i1.1851

Abstract

East Manggarai in East Nusa Tenggara Province has rich marine resources and abundant productivity. One of the marine commodities is mackerel (Rastrelliger kanagurta). Currently, especially in East Nusa Tenggara, mackerel is primarily used as a side dish and processed into local food products. However, given its complete nutritional content, mackerel has the potential to be developed into a raw material for healthy food products that benefit human health. This research aims to determine the best treatment for the use of firming agents and their concentrations in the production of mackerel fish galantine. This study used a Randomized Block Design (RBD) with two factors: type of firming agent (CMC, carrageenan, agar) and concentration (1%, 2%, 3%). The tests conducted included calcium content, texture, and L* value (brightness) of the galantine. The best treatment was the use of CMC as a firming agent at a concentration of 3%. This formula produced mackerel fish galantine with a calcium content of 313.40 ppm, texture value of 12.20 N, brightness value (L) of 18.06, and an average preference test result of "like" (texture 2.68, taste 2.63, color 2.60, and aroma 2.73).
Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan Terhadap Mutu Kimia dan Organoleptik Tepung Biji Durian Ananda, Lilian; If'all, If'all; Spetriani, Spetriani; Sabariyah, Sitti; Indriasari, Yuanita; Wahid, Siti Fathurahmi
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i1.1944

Abstract

Durian seeds are a fruit by-product with potential as a food source due to their carbohydrate, protein, and fiber content. This study aimed to evaluate the effects of drying temperature and duration on yield, chemical properties, antioxidant activity, and organoleptic characteristics of durian seed flour. A completely randomized design (CRD) with two factors—drying temperature (40°C, 60°C, and 80°C) and drying time (14, 16, and 18 hours)—was used, with three replications per treatment. Results showed that both temperature and time significantly affected all observed parameters. The optimal treatment was drying at 40°C for 14 hours, yielding 55.56%, with moisture content of 1.23%, protein 3.20%, starch 28.64%, and the highest antioxidant activity (IC₅₀ = 17.12 ppm). Meanwhile, drying at 80°C for 16 hours received the highest panelist preference in terms of color, aroma, and texture. These findings suggest that durian seed flour has potential as a functional food ingredient and a natural antioxidant source. Optimizing drying conditions adds value to durian seed waste and supports its application in the food industry.
Pengaruh Waktu Fermentasi Teh Kombucha terhadap Kadar Antioksidan sebagai Minuman Probiotik Ani, Andi Nur Fitri; Malago, Yusrianto; Zainuddin, Asniwati
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i1.2042

Abstract

Teh mengandung zat antioksidan berupa subtansi fenol (tanin dan flavanoid). Teh kombucha adalah minuman fermentasi yang terbuat dari teh dan gula dengan SCOBY. Teh ini dapat menjadi probiotik yang kaya akan antioksidan. Salah satu bentuk peningkatan keanekaragaman hasil olahan teh yaitu dengan membuat minuman teh kombucha melalui proses fermentasi yang dapat berfungsi sebagai minuman probiotik yang memiliki khasiat lebih besar dibandingkan teh sebelum fermentasi. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh fermentasi terhadap kadar antioksidan. Teknik pengumpulan data menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan variasi waktu fermentasi 7,12,14 hari. Hasil penelitian nilai rata-rata pH yaitu 4 termasuk dalam batas aman untuk dikonsumsi. Kadar antioksidan tertinggi berdasarkan nilai IC50 fermentasi 12 hari 3,71 µg/mL, terendah fermentasi 7 hari sekitar 7,08 µg/mL. Hasil penelitian teh kombucha 7-14 hari fermentasi dan total pH teh kombucha dapat direkomndasikan menjadi minuman probiotik. Kata Kunci: Kombucha, Teh, Probiotik
Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan Pembuatan Tepung Kulit Pisang Kepok Amir, Minarsi; Rukmelia, Rukmelia; Nurwidah, Andi
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.1737

Abstract

Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara penghasil bahan pangan Salah satu sumber makanan yang sangat potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan adalah pisang. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai tepung. Untuk itu, perlu adanya inovasi untuk mengolah kulit pisang kepok menjadi tepung dan menjadikannya subtitusi dalam pembuatan cupcake. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karasteristik kimia dan organoleptik tepung kulit pisang kepok dan mengetahui perlakuan terbaik tepung kulit pisang kepok. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan 3 pengulangan. Perlakuan yang pertama yaitu lama pengeringan L1 (5 jam) dan L2 (6 jam), kedua adalah suhu pengeringan S1 (600C) dan S2 (700C). Parameter yang diamati meliputi kadar rendemen, kadar air, dan kadar abu, Zat Besi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktorial, apabila ada beda nyata dipakai uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kulit pisang memiliki pengaruh yang sangat nyata terhadap pada parameter kadar rendemen dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan L1S1 yaitu 80.70%, pada parameter kadar air berpengaruh sangat nyata dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan L1S1 yaitu 12.80%, pada parameter kadar abu berpengaruh sangat nyata dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan L12S1 yaitu 11.85%, dan berpengaruh sangat nyata pada parameter zat besi dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan L1S2 yaitu 780.84 ppm.
Pengaruh Perkecambahan terhadap Sifat Fungsional Jewawut: Tinjauan Komprehensif Indrastuti, Indrastuti; Wakiah, Nurul; Islamiyah, Syahmidarni Al
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.1903

Abstract

ABSTRACT Pearl millet, a resilient and nutritious cereal crop, plays a crucial role in ensuring food security in arid and semi-arid regions worldwide. Despite its importance, there is limited research on the physicochemical changes and functional properties of pearl millet during germination. This study aims to systematically review and synthesize existing literature to bridge this knowledge gap and provide insights into the potential of germinated pearl millet in functional food development. We hypothesize that germination significantly enhances the functional properties of pearl millet by altering its physicochemical characteristics. Previous studies have documented various biochemical and structural transformations in pearl millet during germination, including changes in enzyme activity, nutrient composition, and bioactive compounds. However, a comprehensive analysis of how these changes specifically influence the functional properties of pearl millet is lacking. By investigating these transformations, we can optimize the use of pearl millet in developing functional foods that cater to health-conscious consumers and address specific dietary needs or health concerns. This research will contribute to a better understanding of the nutritional and functional potential of germinated pearl millet, ultimately leading to innovative food products and improved food security in regions where pearl millet is a staple crop.
Aktifitas Antioksidan dan Sensori Herbal Kunyit Asam Lemon Cui Laboko, Asriani; Zainuddin, Asniwati; Karim, Agung Prasetyo; Lamiun, Noviyani; Pade, Satriawati; Fitriani, Andi Nur
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.2273

Abstract

This research aims to determine the antioxidant activity and consumer preference levels for an herbal drink made from turmeric, tamarind, and lemon (Cui) through sensory evaluation. Additionally, the study seeks to assess the quality of the instant turmeric, tamarind, and lemon drink as a functional beverage. The study was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD), consisting of one factor and three replications. The parameters observed included antioxidant activity, sugar content, and sensory attributes such as taste, aroma, and color. The results indicated that the highest antioxidant activity categorized as very strong was found in treatments H1 and H2, both with a value of 0.24 ppm. The sugar content that aligns with industry standards is approximately 7%; the closest value was observed in treatment H1, with a sugar content of 11.82%. Based on sensory evaluations conducted by 30 panelists, treatment H1 received the highest preference score in terms of taste.
Pemanfaatan Labu Siam dengan Kombinasi Buah Nanas dalam Pembuatan Selai Viktorius, Viktorius; Mushollaeni, Wahyu; Sasongko, Pramono
JASATHP: Jurnal Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Vol 5 No 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jasathp.v5i2.2325

Abstract

Pemanfaatan labu siam selama ini hanya sebatas dijadikan sayur, untuk mengolah labu siam untuk dijadikan selai perlu ditambahkan kombinasi buah yaitu nanas. Nanas dipilih karena memiliki rasa, aroma, dan warna khas yang disukai konsumen sehingga dapat memperbaiki kualitas sensoris selai. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan formulasi dengan kinerja terbaik dalam pembuatan selai berbahan dasar labu siam dengan tambahan buah nanas. Rancangan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah RAK ​​faktorial dengan dua faktor, yaitu perbandingan labu siam terhadap nanas serta konsentrasi pektin. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi 50% labu siam dan 50% nanas dengan penambahan pektin 1%, menghasilkan kadar udara 66,86%, kadar serat 13,26%, serta nilai rata-rata uji kesukaan panelis adalah rasa 2,63%, tekstur 2,68%, aroma 2,70% dan warna 2,60%. Analisis finansial menunjukkan nilai R/C sebesar 1,49 (>1), HPP Rp13.000, serta laba Rp141.187.650 per tahun, sehingga usaha selai labu siam–nanas dinyatakan layak untuk usahakan.