cover
Contact Name
suparna wijaya
Contact Email
life.jurnalku@gmail.com
Phone
+6287780663168
Journal Mail Official
life.jurnalku@gmail.com
Editorial Address
Serpong, Tangerang Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Science
Published by PT WIM Solusi Prima
ISSN : -     EISSN : 28091167     DOI : https://doi.org/10.54957/ijhs
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Science is a place for disseminating research results in the field of health, including, but not limited to topics of public health, environmental health, occupational health, pharmacy, nutrition, epidemiology, medical laboratories, physiotherapy, or other general health.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 4 (2025)" : 30 Documents clear
Hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kota Banda Aceh Falsapah, Cyndi Annisa; Hermawati, Dewi; Delianti, Nosi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1470

Abstract

Stres merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami oleh ibu hamil dan dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Ibu hamil yang mengalami stres cenderung memiliki kualitas tidur yang buruk, dikarenakan adanya pikiran yang negatif sehingga membuat ibu hamil mengalami sulit tidur . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelatif menggunakan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi 193 ibu hamil dan sampel sebanyak 48 ibu hamil yang dipilih berdasarkan teknik consekutive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat stres Perceived stress scale (PSS-10) dan kuesioner kualitas tidur Pittsburgh sleep quality index (PSQI). Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tingkat stress pada kategori sedang 35 responden (72,9%) dan kualitas tidur buruk sebanyak 37 responden (77,1%). Hubungan tersebut menunjukan bahwa tingkat stres dapat mempengaruhi kualitas tidur. Diharapkan pada pihak tenaga kesehatan khususnya di wilayah Puskesmas Kota Banda Aceh untuk melakukan skrining melalui kuesioner tingkat stres dan kualitas tidur kepada ibu hamil.
Kecukupan energi sarapan dan status gizi dengan prestasi belajar Harleli, Harleli; Irma, Irma
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1517

Abstract

Sarapan pagi berperan penting dalam pemenuhan energi anak sekolah, dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan mudah menyerap pelajaran, sehingga prestasi belajar menjadi baik. Status gizi baik dapat dipenuhi dari kecukupan gizi sarapan yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif sehingga mempengaruhi peningkatan prestasi belajar pada anak sekolah. Ukuran pencapaian peserta didik setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran dinilai dari prestasi belajar berupa skala penilaian. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kecukupan energi sarapan dan status gizi dengan prestasi belajar pada siswa SMA Negeri 1 Kusambi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional dan menggunakan metode deskriptif analitik.. Sampel pada penelitian sebanyak 100 responden. Penentuan sample menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2024 menggunakan kuesioner, perhitungan IMT/U dan metode food recall 2x24 jam kemudian dianalisis menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan asupan energi sarapan diperoleh P-value = 0,012, status gizi diperoleh P-value = 0,013. Kesimpulan ada hubungan asupan energy, status gizi dengan pretasi belajar.
Asuhan kebidanan komprehensif terhadap Ny S usia 28 tahun G2P1A0 mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Puskesmas Bantarkawung Kabupaten Brebes tahun 2024 Hidayah, Anggi Nur; Khoeroh, Himatul; Mupliha, Mupliha
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1543

Abstract

Latar Belakang: Faktor yang meningkatkan Angka Kematian Ibu (AKI) dapat berupa hipertensi gestasional dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Menurut WHO, di tahun 2023 AKI berjumlah 287.000 kasus, di Indonesia 4.129 kasus, di Jawa Tengah 183 kasus, di Brebes  54 kasus, dan di Puskesmas Bantarkawung 2 kasus. Tujuan: Yaitu untuk menelaah teknis Asuhan Kebidanan Komprehensif untuk Ny. S., 28 tahun, dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Puskesmas Bantarkawung. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah studi kasus deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik serta penunjang, buku KIA, dan rekam medis. Informan pertama adalah Ny. S, dan informan tambahan yaitu suami, keluarga, bidan desa, bidan puskesmas, dan dr.Sp.OG. Hasil: Berdasarkan asuhan kebidanan komprehensif terhadap Ny. S., 28 tahun, penderita kekurangan energi kronik, semasa kehamilannya terdeteksi adanya KEK pada kunjungan awal namun pada kunjungan selanjutnya masalah KEK telah dituntaskan. dikarenakan terdiagnosis hipertensi gestasional maka persalinan dilakukan secara Sectio Caesarea. Kunjungan Neonatus (KN) dilakukan sebanyak 3 kali, tidak ditemukan masalah apapun. Kunjungan Nifas (KF) dilakukan sebanyak 4 kali, tidak ditemukan komplikasi apapun. Ny. S, menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan.
Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S usia 46 tahun dengan faktor resiko umur, multipara dan preeklamsia berat di Puskesmas Bumiayu tahun 2024 Nurjanah, Amelia; Andi, Endang; Ringgam, Riyanti
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1554

Abstract

Background: The Maternal Mortality Rate (MMR) worldwide will reach 189 per 100,000 Live Births (LBR) in 2023, and the Infant Mortality Rate (IMR) will reach 16.85 per 1,000 LBR. Objective: To reduce MMR, comprehensive midwifery care was provided to Mrs. S with risk factors of age, multiparity, and severe preeclampsia with methods in accordance with midwifery standards. Research method: This study used a qualitative descriptive method. Results: The second visit found obesity and severe preeclampsia was found on the third visit. Delivery by Sectio Caesarea (CS) with indications of superimposed severe preeclampsia. There were no problems at the neonatal visit and no problems were found during the postpartum visit. Mrs. S used MOW (Female Operative Method) KB. Conclusion: The care provided has been adjusted to midwifery standards to avoid complications during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and Family Planning (KB). Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di seluruh dunia mencapai 189 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH) pada tahun 2023, dan Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 16,85 per 1.000 KH. Tujuan: Untuk menekan AKI, diberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S dengan faktor risiko umur, multipara, dan preeklampsia berat dengan metode yang sesuai dengan standar kebidanan. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil: Kunjungan kedua ditemukan obesitas dan pada kunjungan ketiga ditemukan preeklampsia berat. Persalinan secara Sectio Caesarea (SC) dengan indikasi preeklampsia berat superimposed. Pada kunjungan neonatus tidak ada masalah dan saat kunjungan nifas tidak ditemukan masalah. Ny. S menggunakan KB MOW (Metode Operatif Wanita). Kesimpulan: Perawatan yang diberikan telah disesuaikan dengan standar kebidanan untuk menghindari komplikasi selama kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan Keluarga Berencana (KB).
Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dalam pemantauan dan mitigasi risiko malaria di daerah kepulauan dan terpencil: Tinjauan literatur Bless Suryan, Marasi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1562

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang mengeksplorasi pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (GIS) dalam pemantauan serta mitigasi risiko malaria, khususnya di wilayah kepulauan dan terpencil Indonesia. Studi ini menunjukkan bahwa data lingkungan dari satelit, seperti: curah hujan, kelembapan, suhu, dan vegetasi, data ini dapat digunakan untuk memetakan area berisiko tinggi penyebaran malaria secara efisien tanpa perlu survei lapangan yang mahal. Berbagai metode, termasuk penggunaan drone untuk intervensi langsung dan integrasi dengan sistem pengindraan jauh (remote sensing), terbukti mampu mendukung deteksi dini dan distribusi sumber daya secara tepat. Dengan adaptasi teknologi ini, pengendalian malaria di Indonesia dapat ditingkatkan secara signifikan, terutama di kawasan timur yang memiliki tantangan geografis dan aksesibilitas tinggi.
Pengaruh imunoterapi sebagai upaya terapeutik wanita dengan endometriosis: Kajian Naratif Ganisia, Ainun; Kwarta, Cityta Putri; Imeldawati, Rakhmalia; Fathiyyah, Nurul
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1564

Abstract

Introduction: Endometriosis is one of the most common gynaecological and systemic diseases, with a remarkable immune background. Patients suffer from pelvic pain and decreased fertility. Due to the different immune components, immunotherapy approaches may be necessary. In endometriosis, the immune system cell fraction shift is well known. In addition, hypoxia and inflammation cause a compromised immune response. Removal of endometriosis has a therapeutic effect, normalizes immune disorders, and remains the most effective causative treatment for pain and infertility. Treatment of endometriosis with immunotherapy is promising due to the significant contribution of immunological factors and the limitations of current treatment methods. The purpose of this study was to determine the effect of immunotherapy in improving fertility in patients with endometriosis. This research method uses a literature review and narrative method by collecting research results related to immunotherapy and endometriosis. Data sources were obtained from various international journals indexed by Scopus from 2018 to 2023. Results: Immunotherapy affects improving fertility in patients with endometriosis. Conclusion: Immunotherapy can improve the peritoneal immune microenvironment and inhibit the development of endometriosis lesions, working synergistically with hormonal therapy to fundamentally relieve disturbing symptoms and improve fertility in patients with endometriosis. Pendahuluan: endometriosis merupakan salah satu penyakit ginekologi dan sistemik yang paling umum, dengan latar belakang imun yang luar biasa. Pasien menderita nyeri panggul dan penurunan kesuburan. Dikarenakan komponen imun yang berbeda, pendekatan imunoterapi mungkin menjadi penting di masa mendatang. Pada endometriosis, pergeseran fraksi sel sistem imun sudah diketahui dengan baik. Selain itu, hipoksia bersamaan dengan peradangan menyebabkan respons imun terganggu. Pengangkatan endometriosis memiliki efek terapeutik, menormalkan gangguan imun, dan tetap menjadi pengobatan kausatif yang paling efektif dalam hal nyeri dan infertilitas. Pengobatan endometriosis melalui imunoterapi cukup menjanjikan karena kontribusi signifikan faktor imunologi dan keterbatasan metode pengobatan saat ini. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh imunoterapi dalam meningkatkan kesuburan pasien dengan endometriosis. Metode penelitian ini  menggunakan literature review dan bermetode narative dengan mengumpulkan hasil-hasil penelitian tentang terkait imunoterapi dan endometriosis. Sumber data didapat melalui berbagai jurnal internasional terindex scopus dari tahun 2018 hingga tahun 2023. Hasil: Imunoterapi berpengaruh dalam meningkatkan kesuburan pasien dengan endometriosis. Kesimpulan: Imunoterapi dapat meningkatkan lingkungan mikro imun peritoneum dan menghambat perkembangan lesi endometriosis, bekerja secara sinergis dengan terapi hormonal untuk secara mendasar meredakan gejala-gejala yang mengganggu dan meningkatkan kesuburan pada pasien dengan endometriosis.
Gambaran tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan informasi obat di instalasi farmasi rawat jalan eksekutif rumah sakit X periode Januari – Februari 2024 Rayhan, Mohammad; Lakoan, Milda Rianty
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1569

Abstract

Kepuasan pasien adalah suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperoleh setelah pasien membandingkan dengan apa yang dirasakan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Informasi Obat di Instalasi Farmasi Rumah Rawat Jalan Eksekutif Sakit “X” Bulan Januari – Febuari 2024. Berdasarkan 5 dimensi kepuasan yaitu dimensi berwujud (Tangible), dimensi kehandalan (Realibility), dimensi ketanggapan (Responsiveness), dimensi jaminan (Assurance), dan dimensi empati (Empaty). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang berobat di Instalasi Farmasi Eksekutif Rumah Sakit “X” yang memenuhi kriteria inklusi terhadap 70 responden. Hasil penelitian kepuasan pasien berdasarkan 5 dimensi yaitu dimensi berwujud (tangible) berada kategori puas (88%), dimensi kehandalan (Realibility) berada kategori puas (79,64%), dimensi daya tanggap (Responsiveness) berada kategori puas (80%), dimensi jaminan (Assurance) berada kategori puas (86,19%), dimensi empati (Empaty) berada kategori puas (83,57%) dengan rata – rata persentase 83,47%. 
Analisis implementasi total quality management dalam penurunan pending klaim BPJS kesehatan pada pelayanan rawat inap di rumah sakit X Kabupaten Serdang Bedagai Herawati, Putri; Gurning, Fitriani Pramita
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1575

Abstract

Jumlah pending klaim BPJS Kesehatan pada pelayanan rawat inap yang relatif tinggi di Rumah Sakit X Kabupaten Serdang Bedagai mencerminkan adanya permasalahan dalam penerapan manajemen mutu rumah sakit. Meskipun penerapan Total Quality Management (TQM) telah dilaksanakan di rumah sakit, namun kasus klaim yang tertunda masih sering terjadi. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kelancaran arus kas rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip-prinsip TQM dalam upaya menurunkan pending klaim BPJS Kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada staf rumah sakit yang terlibat dalam proses klaim. Data dianalisis dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi kesenjangan antara tingkat kepentingan dan kinerja implementasi TQM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip-prinsip Total Quality Management (TQM) di Rumah Sakit X secara keseluruhan memperoleh nilai rata-rata di atas 97, yang termasuk dalam kategori “memuaskan”. Berdasarkan analisis kartesius IPA, prinsip komunikasi dan peningkatan berkelanjutan termasuk dalam Kuadran B yaitu area yang menunjukkan kinerja tinggi namun tetap dianggap penting sehingga harus dipertahankan prestasinya. Gap terbesar ditemukan pada prinsip komunikasi (-0,13) dan peningkatan berkelanjutan (-0,12), yang menandakan perlunya perhatian untuk mempertahankan dan terus meningkatkan kinerja pada aspek tersebut. Implementasi TQM terbukti berkontribusi terhadap penurunan pending klaim, namun perlu perbaikan berkelanjutan dan penguatan koordinasi lintas unit untuk mencapai efisiensi maksimal. Implementasi prinsip-prinsip TQM secara konsisten dapat mengurangi pending klaim dan meningkatkan kualitas manajemen rumah sakit.
Implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok pada fasilitas umum di Kecamatan X Kabupaten Deli Serdang Fitria, Adinda Dwi; Gurning, Fitriani Pramita
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1577

Abstract

Tembakau menjadi penyebab utama kematian lebih dari 8 juta orang di dunia setiap tahun, termasuk 1,2 juta kematian akibat paparan asap rokok pada perokok pasif. Di Indonesia, perilaku merokok masih sangat tinggi, dengan peningkatan signifikan pada kelompok anak-anak dan remaja. Kabupaten Deli Serdang menunjukkan prevalensi perokok yang tinggi di berbagai kelompok usia, dan angka tersebut masih jauh dari target RPJMN dan SDG’s Sebesar 8,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok pada fasilitas umum di Kecamatan X, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Kecamatan X masih belum optimal. Kurangnya sosialisasi dan media informasi menyebabkan komunikasi kebijakan belum berjalan efektif. Sumber daya manusia dan sarana pendukung masih terbatas, disposisi pelaksana kebijakan menunjukkan kurangnya komitmen, dan struktur birokrasi belum terkoordinasi dengan baik. Akibatnya, pengawasan dan penegakan sanksi terhadap pelanggaran masih lemah. Penelitian ini memberikan saran kepada Pemerintah Daerah agar meningkatkan sosialisasi, penyediaan sarana pendukung, penguatan koordinasi antar lembaga, serta penegakan hukum yang konsisten untuk meningkatkan efektivitas kebijakan Kawasan Tanpa Rokok.
Amoebiasis: Etiologi, patofisiologi, morfologi, diagnosis, dan pengobatan Jannah, Insani Fitrahulil; Abdullah, Asriyani
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 4 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i4.1578

Abstract

Amoebiasis is an infectious disease caused by Entamoeba histolytica and remains a public health concern, especially in developing countries with poor sanitation. Transmission occurs via the fecal–oral route through contaminated food, water, or hands. The infection may be asymptomatic or progress to severe forms such as dysenteric colitis and amoebic liver abscess. Traditional diagnosis relies on stool microscopy, which has limited sensitivity and specificity. Molecular diagnostics such as PCR and immunological methods like ELISA have improved diagnostic accuracy but are not widely accessible in endemic regions. Treatment varies according to disease severity, involving luminal amebicides for non-invasive infections and tissue amebicides for invasive disease. Long-term prevention requires improved sanitation, public education, and vaccine development. Future research should focus on host–parasite interactions, gut microbiota dynamics, and the identification of biomarkers and novel therapies to enable more effective and sustainable control of amoebiasis in affected populations. Amoebiasis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica, dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang dengan kondisi sanitasi yang buruk. Penularan terjadi melalui jalur fekal-oral, baik secara langsung maupun tidak langsung. Infeksi ini dapat bersifat asimtomatik atau menyebabkan gejala berat seperti kolitis disenterik dan abses hati amebik. Diagnosis tradisional mengandalkan pemeriksaan mikroskopis feses, meskipun teknik ini memiliki keterbatasan dalam sensitivitas dan spesifisitas. Kemajuan dalam diagnostik molekuler seperti PCR dan metode imunologis (ELISA) telah meningkatkan akurasi diagnosis, namun aksesnya masih terbatas. Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan infeksi, dengan penggunaan amebisida luminal untuk infeksi non-invasif dan amebisida jaringan untuk infeksi invasif. Pencegahan jangka panjang melibatkan peningkatan sanitasi, edukasi masyarakat, dan pengembangan vaksin. Penelitian masa depan harus difokuskan pada interaksi parasit-inang, peran mikrobiota usus, serta penemuan biomarker dan terapi baru untuk pengendalian amoebiasis yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Page 1 of 3 | Total Record : 30