cover
Contact Name
Dwi Pela Agustina
Contact Email
pikma@amikom.ac.id
Phone
+6287711948294
Journal Mail Official
pikma@amikom.ac.id
Editorial Address
Building VI.3.2 Universitas AMIKOM Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok Sleman, Yogyakarta, 55283 Phone: +62 274-884201 ext. 632
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema
ISSN : 26225476     EISSN : 26556405     DOI : https://doi.org/10.24076/pikma
Core Subject : Education,
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema adalah publikasi ilmiah yang pertama kali terbit pada tahun 2018. Jurnal PIKMA dipublikasikan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas AMIKOM Yogyakarta. Selain itu, Jurnal PIKMA diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. Adapun fokus tulisan Jurnal PIKMA adalah mengenai Media Baru dan Teknologi Komunikasi (New Media and Communication Technologies), Media dan Jurnalistik (Media and Journalism), Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication), Kajian Film (Film Studies), Komunikasi Antar Budaya (Cross-cultural communication), Komunikasi Politik (Political communication) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology).
Articles 146 Documents
Analisis Semiotika Feminisme Radikal dalam Film Poor Things Muslimin, Nada Musfikin; Muna, Naelul
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i1.1627

Abstract

The issue of feminism has been a topic of intense and in-depth discussion in various circles, involving a variety of perspectives in academic, social, and cultural studies. Social dynamics that occur such as social class injustice based on gender, oppression of women, sexism, patriarchal ideology that defines women as objects of sexuality and so on make this issue raised in any media, one of which is film. In this study, researchers are interested in analyzing the film Poor Things directed by Yorgos Lanthimos from a script by Tony McNamara which highlights women having freedom over their bodies, the setting of this film was taken in the Victorian era where at that time women were considered a second class that functioned to satisfy male sexual urges. This research aims to explain the meaning of the semiotic code of radical feminism in Poor Things directed by Yorgos Lanthimos from a script by Tony McNamara which highlights women having freedom over their bodies. The method used in this research is a qualitative approach with John Fiske's semiotic analysis based on codes that are divided into three levels, namely the level of reality, representation and ideology. The results show the values of radical feminism at the level of reality through the codes of appearance, makeup, costumes, speech, environment and behavior. At the representation level, the values of feminism are shown through the codes of camera, character, action, conflict and dialog. At the ideological level, radical feminism found in the movie Poor Things is included in patriarchal ideology. In the movie Poor Things, the level of ideology displayed is patriarchy where women are considered as a second class that functions to satisfy men's sexual urges.
Peran Komunikasi Pemasaran Modern pada Produk Kuliner Tradisional di Teras Jahe Yogyakarta Dyaloka, Dyaloka Puspita Ningrum; Syakdiah , Syakdiah
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i1.1735

Abstract

One business that is still consistently increasing and contributing to the national economy is the growth of the culinary/food and beverage (F&B) business industry, as gastronomic trends continue to be initiated as a new tourism alternative. This research aims to analyze the sales efforts of traditional culinary products carried out by Teras Jahe Yogyakarta using the 10P Marketing Mix theory based on Kotler and Armstrong's perspective. This research uses a qualitative descriptive method through data collection techniques: observation, in-depth interviews, documentation, and literature study. The results of the research show that the management at Teras Jahe Yogyakarta has carried out various promotions in conventional marketing media to digital marketing media, especially those that focus on strengthening the brand image with the tagline "Warming the Archipelago". The application of the 10P indicators in the marketing mix is a fundamental tool that Teras Jahe Yogyakarta must continue to optimize to maintain its business.
Dekonstruksi Identitas Androgini sebagai Akumulasi Kapital Mikro Selebriti Tik Tok Rhizky, Deani Prionazvi; Asrita, Stara
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i1.1741

Abstract

Androgini adalah gaya busana yang tidak hanya menjadi identitas namun dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kapital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dekonstruksi androgini yang ditampilkan mikro selebriti Tik Tok yaitu Ale dan Yumi dalam menciptakan akumulasi keuntungan. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan dekonstruksi Paula Saukko untuk melihat makna baru dari androgini. Teori modal kapital Pierre Bourdieu yaitu modal ekonomi, modal sosial, modal budaya dan modal simbolik digunakan untuk menganalisis relasi kuasa yang dibentuk mikro selebriti Tik Tok tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Data yang diperoleh melalui analisis wacana Norman Fairclough dengan tiga dimensi yaitu teks, nilai relasional dan nilai ekspresif. Hasil yang didapatkan bahwa Ale dan Yumi merepresentasikan androgini secara lebih cair karena mereka memiliki modal budaya yaitu pengetahuan fashion, modal sosial berupa endorsement, modal simbolik yaitu pemberian julukan sebagai fashion influencer dan modal ekonomi yaitu pendapatan dari unggahan konten Tik Tok atau pekerjaan di dunia fashion lain.
Komunikasi Dialogis Pengurus Masjid An-Nur Asmil Surakarta Yang Berbeda Ormas Islam Sihabuddin, Sihabuddin; Widiyowati, Estu
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i1.1744

Abstract

Latar belakang penelitian ini ialah adanya hubungan yang harmonis antara para pengurus masjid An-Nur Asmil Surakarta meski antar pengurus masjid berbeda latar belakang organisasi Islamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi dialogis yang terjadi antar pengurus masjid An-Nur Asmil Banjarsari Surakarta sehingga menciptakan hubungan yang harmonis meskipun antar pengurus terdiri dari berbagai ormas Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa para pengurus masjid An-Nur Asmil saat melakukan komunikasi dialogis berpedoman pada tujuan utama dibangunnya masjid, yaitu untuk semua masyarakat tanpa melihat ormas Islamnya atau golongannya. Dari pedoman inilah para pengurus masjid saat berdialog mengesampingkan ego jika ada permasalahan dan mencari persamaan di antara perbedaan seperti perbedaan dalam praktik keagamaan. Sehingga terjadilah saling mendengarkan untuk saling memahami, saling menghargai, dan saling mengalah jika ada permasalahan yang dinilai rumit.
Feminis Retorika Kritis Sutradara Laki-laki dalam Isu Kesetaraan Gender : (Analisis Feminist Stand Point Theory Sutradara Lucky Kuswandi) Marsya, Ulmi; Mairita, Desy
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i1.1758

Abstract

Munculnya para sineas laki-laki yang memiliki perhatian khusus pada isu perempuan dan kesetaraan gender merupakan kabar yang cukup menggembirakan karena pelibatan laki-laki dalam pewujudan kesetaraan gender merupakan hal yang sangat krusial. Namun, sebuah ide yang ditampilkan pada film, tidak lepas dari pengaruh pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki oleh para sineas mengenai hal tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Metode Kualitatif dengan pendekatan teori Feminist Standpoint yang digagas oleh Sandra Hardings untuk menguraikan bagaimana ide-ide feminist dipahami dan disuarakan oleh laki-laki. Empat pintu masuk analisis pada Feminist Standpoint yaitu, strong objectivity, situated knowledge, epistemic adventage, dan power relations. Keterlibatan perempuan dalam film garapan Lucky Kuswandi yang mengangkat isu perempuan terbilang cukup dominan baik dalam produksi maupun pemeran. Hal ini menunjukkan bahwa perspektif yang dibangun berlandaskan pada objektifitas sutradara. Penggambaran situasi pengetahuan dalam perspektif sutradara laki-laki dibangun dalam perspektif kelompok-kelompok marjinal seperti perempuan imigran, etnis tionhoa, kelompok marjinal seksual.
Representasi Animal Abuse Dalam Film Guardian Of The Galaxy Vol 3 Abraz, Firza El Widad; Wibowo, Arif Ardy
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i1.1768

Abstract

Film merupakan media komunikasi massa yang menghubungkan komunikator dengan komunikan melalui media. Pada dasarnya film diangkat dari realita yang dapat mewakili segala kejadian yang terjadi di lingkungan masyarakat. Terdapat banyak kasus yang melaporkan mengenai penyiksaan hewan terutama di media sosial, hal ini tergambarkan dalam film Guardian Of The Galaxy Vol 3 yang menceritakan tentang seekor hewan yang dijadikan objek percobaan guna kesenangan pribadi. Peneltian ini memiliki tujuan untuk menganalisis realita yang terdapat pada film Guardian Of The Galaxy Vol 3 menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika modek John Fiske dan berfokus terhadap tiga level, yaitu level realitas yang berisi aspek penampilan, aspek lingkungan dan aspek perilaku. Lalu level representasi yang berisi aspek kamera, aspek pencahayaan dan aspek suara atau musik. Selanjutnya pada level ideologi dengan menggambarkan penyiksaan hewan dan dapat disimpulkan sebagai ideologi sadisme.