cover
Contact Name
Dwi Pela Agustina
Contact Email
pikma@amikom.ac.id
Phone
+6287711948294
Journal Mail Official
pikma@amikom.ac.id
Editorial Address
Building VI.3.2 Universitas AMIKOM Yogyakarta Jl. Ringroad Utara, Condongcatur, Depok Sleman, Yogyakarta, 55283 Phone: +62 274-884201 ext. 632
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema
ISSN : 26225476     EISSN : 26556405     DOI : https://doi.org/10.24076/pikma
Core Subject : Education,
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema adalah publikasi ilmiah yang pertama kali terbit pada tahun 2018. Jurnal PIKMA dipublikasikan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas AMIKOM Yogyakarta. Selain itu, Jurnal PIKMA diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. Adapun fokus tulisan Jurnal PIKMA adalah mengenai Media Baru dan Teknologi Komunikasi (New Media and Communication Technologies), Media dan Jurnalistik (Media and Journalism), Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication), Kajian Film (Film Studies), Komunikasi Antar Budaya (Cross-cultural communication), Komunikasi Politik (Political communication) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology).
Articles 146 Documents
Konsep Human Interest Pada Festival Musik “The Sounds Project” Menarik Minat Kaum Muda Rizky, Ramadhanty Cahyaning
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i2.2009

Abstract

A music festival is a series of music events featuring many performers and more than one stage. The Sound Project (TSP) Music Festival is one of the choices of music festivals for young people. Through the concept of human interest photos uploaded to the Instagram account @thesoundsproject, it becomes an interesting event to invite young people to come to The Sounds Project. This study aims to determine the concept of human interest photos in attracting young people to visit The Sounds Project Music Festival 2023 through the role of Instagram social media and increasing TSP awareness. A qualitative approach was used in this study by conducting in-depth interviews and data collection. The results of this study indicate that utilizing the concept of human interest can attract young people's interest in The Sound Project music festival so that it can increase awareness of the music festival through Instagram social media @thesoundsproject. This study can be a reference for The Sound Project to increase the use of social media, not only by using the concept of human interest but also using methods that can make content more interactive.
Identifying Minority Ethnic Cultures Through Documentary Films: An Experimental Study on Vietnamese Students in Ho Chi Minh City Truong Nguyen Khanh, Dan; Nguyen, Tan Khang; Nguyen Vo Huong, My; Lu Hoang Phuong, Thao; Tran Khanh, Van; Nguyen Thi Thao, Ly
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i2.2016

Abstract

The preservation of ethnic minority cultures in Vietnam faces significant challenges due to globalization, modernization, and declining intergenerational cultural transmission. As traditional education struggles to sustain engagement, documentary films have emerged as a potential tool for cultural education. This study investigates the effectiveness of documentary films in enhancing Vietnamese students' awareness of H’mong and Hà Nhì cultures. Employing a mixed-method approach—including experiments, surveys, and focus group discussions—the research evaluates changes in students' knowledge and perceptions before and after exposure to documentary content. Results indicate that while documentaries enhance students’ understanding of both tangible and intangible cultural aspects, they are insufficient to promote active cultural preservation efforts. The study underscores the importance of integrating documentary films into higher education curricula alongside experiential learning and digital applications to foster deeper cultural engagement among young people.
Humor sebagai Media Dakwah (Analisis Semiotika dalam Film Insya Allah Sah 2) Betirudin, Betirudin; Sultan, Moehammad Iqbal; Mau, Muliadi; Ikhwan, Fadeliyah
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i2.1999

Abstract

Kajian ini mengkaji pemanfaatan humor sebagai media dakwah dalam film Insya Allah Sah 2 melalui pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce. Hasil temuan menunjukkan bahwa humor dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan Islam. Ikon-ikon berupa ekspresi wajah dan gerak-gerik komedi, indeks-indeks yang menggambarkan hubungan sebab akibat dalam humor yang menuntun pada pemahaman nilai-nilai Islam, serta simbol-simbol seperti ucapan salam dan busana Islami merupakan unsur-unsur kunci dalam mengkonstruksi pesan-pesan dakwah. Humor yang disajikan membuat nilai-nilai Islam lebih mudah diterima, terutama oleh khalayak muda, tanpa terkesan didaktis. Kajian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian dakwah melalui film komedi, dengan menawarkan pendekatan dakwah Islam yang lebih inklusif, ringan, dan menghibur. Lebih jauh lagi, kajian ini memberikan wawasan baru bagi para sineas dan penceramah Islam dalam mengembangkan strategi dakwah yang relevan bagi khalayak modern. Penelitian ini juga merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk mengkaji respon khalayak terhadap penggunaan humor dalam dakwah dan membandingkan efektivitas berbagai genre film sebagai media penyebaran ajaran Islam.
Optimalisasi Komunikasi Pemasaran Digital BINUS University pada Konten Media Sosial Instagram dan YouTube Utomo, Rama Romindo
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i2.2005

Abstract

Kemajuan platform media sosial telah banyak digunakan untuk berbagi informasi kepada publik secara luas. Memanfaatkan pemasaran media sosial untuk mempromosikan program studi di perguruan tinggi merupakan sebuah kebutuhan. Penelitian ini bermaksud untuk mengungkap peran platform media sosial khususnya Instagram dan YouTube yang telah dilakukan dalam mempromosikan program studi di BINUS University selama tahun 2023 hingga 2024. Melalui metode penelitian kualitatif, wawancara, dan teknik analisis konten, penelitian ini mengeksplorasi efektivitas platform tersebut dalam menjangkau dan mempengaruhi pandangan calon mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BINUS University telah mengoptimalkan penggunaan media baru dengan cara menyebarkan konten dengan target utama penonton yaitu generasi Z, guna mempromosikan berbagai program studi baik untuk jenjang studi S1 maupun jenjang program Master (S2). Hasil studi penelitian ini akan berkontribusi pada pertumbuhan literatur terkait platform media sosial dalam mempromosikan pendidikan tinggi, dan oleh karena itu dapat memberi potensi transformatif dalam membentuk strategi pemasaran universitas untuk upaya perekrutan mahasiswa
Persuasive Strategies in WHO's Dengue Awareness Posters: ELM-Based Content Design in Vietnam Do Thi Ha , Phuong
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 2 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.v7i2.2014

Abstract

Public health communication is essential for raising awareness and influencing behavior. In Vietnam, dengue fever remains a major health concern, with WHO-designed posters promoting prevention and management. However, their persuasive effectiveness remains underexplored. This study applies the Elaboration Likelihood Model (ELM) to analyze these posters and propose improvements. A qualitative content analysis of eight WHO dengue prevention posters published on Facebook (September 2022–2023) examined central cues (message clarity, logical argumentation, action-oriented guidance) and peripheral cues (visual appeal, emotional engagement, source credibility). Findings show a strong reliance on central cues, while peripheral elements—such as striking visuals and digital engagement—are underutilized, limiting persuasive impact. To enhance effectiveness, the study recommends improving visual appeal, incorporating emotional triggers, and optimizing digital engagement. These insights contribute to applying ELM in health communication and improving public health messaging in Vietnam.
Strategi Negative Word of Mouth dalam Pesan Persuasif Akun X @GerakanBDS_ID Una Salsabila, Azalia; Indrayani, Heni
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/ywh4c444

Abstract

Media sosial, khususnya akun X @gerakanbds_id, menjadi sarana penting dalam menyebarkan pesan persuasif aksi boikot produk berasosiasi Israel. Strategi Negative Word of Mouth (NWOM) digunakan untuk memobilisasi opini publik dan mendukung aksi kolektif melalui pesan yang memadukan kewajiban moral, solidaritas sosial, dan tekanan ekonomi. Metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten diterapkan pada 10.214 unggahan periode April 2022–Januari 2025 yang dikumpulkan melalui web scraping dan dianalisis menggunakan model IndoBERT. Sebanyak 4.408 unggahan diidentifikasi mengandung NWOM, terdiri dari 195 unggahan berkategori kewajiban moral, 402 solidaritas sosial, dan 259 tekanan ekonomi. Hasil menunjukkan NWOM efektif membentuk kesadaran publik, memperkuat identitas kolektif, dan mendorong aksi boikot sebagai perlawanan terhadap ketidakadilan.
Representasi Mixed Feelings dalam Video Klip BTS “Fake Love”(Analisis Semiotika Roland Barthes) Nabawi, Raudhah Suffa; Makkuraga, Afdal
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/eer2vr81

Abstract

Manusia dapat merasakan mixed feelings. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi perasaan yang bercampur aduk, salah satunya yaitu dengan mendengarkan musik. Dewasa ini, musik secara global didominasi oleh industri musik K-Pop, salah satunya yaitu BTS. Lagu BTS yang berjudul “Fake Love” ini memecahkan rekor YouTube dengan jumlah penonton terbanyak selama 24 jam dengan 35,9 juta penayangan pada tahun 2018. Dalam video klip tersebut terdapat campuran emosi yang dituangkan dalam bentuk visual maupun dengan lirik lagu. Metode yang digunakan yaitu analisis semiotika Roland Barthes dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 8 tanda denotatif pada video klip, ideologi dan pesan pada lagu Fake Love dan mixed feelings yang digambarkan merupakan perasaan negatif.
Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure: Representasi Kritik Sosial Pada Lirik “Bayar, Bayar, Bayar” Ariyanto, Jarot; Kant, Mohamad Alif Gibran; Hakim, Imam Chaerul; Darmawan, Ferry
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/k1tw5171

Abstract

Lirik lagu dengan berbagai genre apapun seringkali menjadi sarana untuk menyampaikan pesan sosial termasuk kritik di dalam berbagai aspek kehidupan seperti ketidakadilan, masalah sosial, kemanusiaan termasuk menyentuh pada ranah instansi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang kritik sosial yang direpresentasikan melalui lirik lagu "Bayar, Bayar, Bayar" karya Sukatani. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan analisis semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini berfokus kepada aspek penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam judul lirik tersebut berupa ungkapan kritik kepada kepolisian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna Penanda (signifier) dan petanda (signified) pada frase repetitif “bayar polisi” yang ada pada lirik lagu Sukatani memberikan ritme sekaligus sindiran berupa kritik sosial dan memperkuat kesan bahwa segala sesuatu yang melibatkan kepolisian berujung pada pembayaran informal.
Communication Strategies of Telkom Indonesia in Increasing ESG GoZero% Brand Awareness Pramesti, Farida; Mukhlisiana, Lusy
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/gtg95p41

Abstract

This study examines the communication strategy of PT Telkom Indonesia in enhancing brand awareness of its sustainability program, ESG GoZero%. The research is grounded in the urgency for the company to build a strong reputation and raise stakeholder awareness regarding the GoZero% initiative. This study aims to identify the communication strategies implemented by Telkom Indonesia to both internal and external audiences in promoting the ESG GoZero% program. Message reception is analyzed through the Elaboration Likelihood Model and Reception Theory. A qualitative approach with a case study method was used, and data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation from seven informants. The findings reveal that internal communication strategies are carried out through internal media such as the company’s internal website, training sessions, and official memos. Meanwhile, external communication strategies utilize social media platforms and the corporate website. Telkom Indonesia applies a branding strategy that includes brand positioning, brand identity, brand personality, and brand communication, with a communication process structured into three stages: planning, implementation, and evaluation. The study concludes that structured and consistent communication, both internally and externally, successfully builds brand awareness of ESG GoZero% and strengthens the company’s reputation among stakeholders.
Upaya Pencegahan Pelecehan Seksual; Analisis Semiotika Roland Barthes Film ‘Women From Rote Island’ Karomah, Dea Wahyu Nurul; Juariyah, Juariyah
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 8 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/6cjsgp88

Abstract

Pelecehan seksual merupakan salah satu masalah serisu di Indonesia. Kasus pelecehan seksual menjadi isu yang mawak di Indonesia, termasuk di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Pencegahan pelecehan seksual dalam film “Women from Rote Island” karya dari Jemerias Nyangoen dengan menggunakan teori Semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis Semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam film “women from Rote Island” menggambarkan budaya patriarki yang dapat memicu terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang terdekat. Sehingga menjadikan isu gender yang tanpa disadari terjadi pada lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam film ini juga menampilkan dampak depresi dan trauma yang di alami oleh korban kekerasan seksual.