Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema adalah publikasi ilmiah yang pertama kali terbit pada tahun 2018. Jurnal PIKMA dipublikasikan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas AMIKOM Yogyakarta. Selain itu, Jurnal PIKMA diterbitkan dua kali dalam setahun, yakni bulan Maret dan September. Adapun fokus tulisan Jurnal PIKMA adalah mengenai Media Baru dan Teknologi Komunikasi (New Media and Communication Technologies), Media dan Jurnalistik (Media and Journalism), Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication), Kajian Film (Film Studies), Komunikasi Antar Budaya (Cross-cultural communication), Komunikasi Politik (Political communication) dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology).
Articles
161 Documents
Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dan Cara Mendukung Korban: Analisis Konten Film Like dan Share
Catherine Patricia Samosir
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1303
Kekerasan berbasis gender online (KBGO) menjadi perhatian publik terkait jasa barter jual beli foto-foto porno yang viral di Twitter. Layanan ini didistribusikan melalui Google Forms dan group chat, di mana konten yang dibuat adalah revenge porn dan deep fake porn. Fenomena ini menunjukkan bagaimana penggunaan teknologi bisa dijadikan senjata untuk merugikan perempuan secara online. Sepanjang 2012-2021, Komnas Perempuan mencatat 2.247.594 kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan seksual di ranah elektronik/online. Kasus kekerasan online berbasis gender meningkat hampir tiga kali lipat selama pandemi COVID-19. Mayoritas korban berusia 15-19 tahun. Film Like and Share yang disutradarai oleh Gina S. Noer ini bercerita tentang kehidupan dua remaja yaitu Lisa dan Sarah. Salah satu tokoh utamanya, yakni Sarah, dihadapkan pada kasus revenge porn. Selain Sarah, ada juga tokoh lain bernama Fita yang mengalami kasus serupa. Dengan menggunakan metode analisis konten secara kualitatif, artikel ini mendeskripsikan bagaimana perempuan sangat rentan menjadi korban kekerasan berbasis gender online dan bagaimana cara memberikan dukungan kepada para korban melalui tindakan, seperti dengan tidak membagikan atau mencari setiap konten dari revenge porn, memblokir dan melaporkan akun yang memposting video/gambar revenge porn, dan bersikap bijaksana terhadap setiap korban yang menghadapi kasus serupa berdasarkan pesan-pesan yang disampaikan dalam film.
Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Informasi dan Publikasi (Studi Deskriptif Kualitatif pada Akun Instagram @rumahkimkotatangerang)
Damayanti, Alfira;
Delima, Isniyunisyafna Diah;
Suseno, Ari
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1308
Media sosial memiliki kepentingan yang signifikan bagi masyarakat, menyediakan informasi yang cepat, efisien, dan akurat melalui berbagai saluran komunikasi yang digunakan oleh organisasi, perusahaan, dan pemerintah. Salah satunya pemanfaatan media sosial yang dilakukan oleh Rumah KIM Kota Tangerang. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemanfaatan yang dilakukan oleh Rumah KIM sebagai media informasi dan publikasi kepada masyarakat serta kelompok informasi masyarakat (KIM) lalu hambatan yang dialami oleh akun instagram @rumahkimkotatangerang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian studi deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan model analisis data Miles and Huberman, diantaranya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, dalam pemanfaatan media sosial Instagram @rumahkimkotatangerang sudah cukup optimal hanya saja ada beberapa indikator yang masih kurang. Serta faktor penghambat yang dialami yaitu konten, design dan minat masyarakat.
Pemanfaatan Twitter Akun Autobase @JPFBASE Sebagai Media Komunikasi Bagi Kalangan Penikmat Pop-Culture Jepang di Pekanbaru
Kamila Khairunnisa;
Dyah Pithaloka
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1318
Abstrak Keberadaan berbagai budaya Jepang, meningkatkan karakteristik mereka secara global. Akun autobase @JPFBASE adalah media yang dikhususkan bagi para penggemar untuk berbagi opini, informasi, dan berdiskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pop-culture Jepang. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana penggemar pop-culture Jepang memanfaatkan fitur autobase sebagai media komunikasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan para peminat pop-culture Jepang memanfaatkan akun @JPFBASE sebagai sarana informasi, sarana menjalin hubungan, sarana edukasi, dan sarana hiburan. Hasil penelitian mengungkapkan faktor pendukung dan penghambat berperan besar dalam pemanfaatan basis tersebut. @JPFBASE adalah akun yang terbuka untuk umum bagi para pengikutnya untuk mendiskusikan konten Jepang terkait secara terbuka. Sebaliknya, followers yang belum di-follow oleh @JPFBASE tidak bisa mengirimkan menfess. Karena followers yang masif, beberapa menfess seringkali tidak terjangkau.
Whatsapp Group Sebagai Media Transaksi Pembangkit Ekonomi Masyarakat Pasar Rebo Miliran Yogyakarta
Bambang Srigati;
Mohammad Solihin;
Faridatus Sholikhah
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1323
Kelompok Pasar Rebo Miliran Yogyakarta muncul karena adanya pandemi Covid-19 membuat media sosial Whatsapp Group (WAG) jual beli yang semula sebagai media pengajian bagi anggota kelompoknya. Penelitian ini untuk menemukan alasan mereka hanya memilih menggunakan WAG sebagai media transaksi jual belinya dan menemukan dinamika komunikasi kelompok dalam memanfaatkan WAG. Teori yang digunakan adalah adaptive structuration theory dan participatory media culture theory. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif menggunakan paradigma post-positivistik dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WAG dipilih oleh Kelompok Pasar Rebo Miliran dikarenakan sudah familiar dan banyak digunakan oleh anggotanya. Pemilihan WAG juga tidak lepas dari pengaruh ketua kelompok. Alasan lainnya pengaruh iklim atau kondisi saat itu terjadi Pandemi Covid-19. Sementara dinamika komunikasi yang terjadi tidak hanya sebatas sebagai penjual saja, tetapi juga sebagai pembeli yang menumbuhkan budaya media baru sebagai budaya partisipatif diantaranya membuat jadwal sesi postingan produk setiap harinya, memberikan respon dan komplain, serta memberikan teguran bagi yang melanggar aturan.
Analisis Konflik Pembangunan Menara BTS di Dusun Poton, Kabupaten Sleman: Peran Sosialisasi dan Partisipasi Warga
Tri Agus Susanto
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1325
Sleman Smart Regency adalah Kabupaten Sleman yang cerdas dalam pengembangan dan pengelolaan berbagai sumber daya (alam, manusia, waktu, dan lainnya) untuk digunakan secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sehingga dapat memaksimalkan pelayanan publik serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Sleman Smart Regency sesuai visi Kabupaten Sleman yaitu terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasinya sistem e-Government menuju Smart Regency. Pendirian ratusan menara telekomunikasi di Kabupaten Sleman dimaksudkan untuk mendukung Sleman sebagai Smart Regency. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan menganalisis konflik pembangunan Menara BTS di Dusun Poton, Kabupaten Sleman melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Kalurahan Sariharjo tidak menjalankan sosialisasi dengan baik kepada warga di radius terdampak ketika akan mendirikan Menara BTS. Ketiadaan sosialisasi dengan baik, yang ditandai dengan tidak adanya dialog, tidak mendapat dukungan warga, dan tidak menampung keinginan atau keberatan warga, menyebabkan banyak warga kurang atau tidak berpartisipasi bahkan menentang keberadaan tower telekomunikasi itu. Pemerintah Kalurahan Sariharjo dalam rangka mendukung Sleman Smart Regency telah melakukan tindakan kurang smart dengan melakukan kesengajaan atau membiarkan mereka yang menandatangani Surat Persetujuan Warga Dalam Radius separuhnya orang di luar warga dalam radius. Dukungan teknologi informasi yang terintegrasi dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Namun saat akan membangun infrastruktur untuk mendukung Sleman Smart Regency berupa Menara BTS, muncul anggapan dari sebagian warga bahwa Pemerintah Kalurahan Sariharjo kurang transparan dan akuntabel. Salah satu sumbernya adalah Pemerintah Kalurahan Sariharjo tidak menjelaskan secara rinci terkait berapa uang kompensasi yang mestinya diterima warga radius terdampak.
Representasi Konflik Orang Tua dan Anak dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap
Salsabilla Afifah Salsa;
Tutut Ismi Wahidar
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 1 (2023): September
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24076/pikma.v6i1.1326
Salah satu film yang mengangkat tema keluarga adalah film Ngeri-Ngeri Sedap yang berlatar belakang suku Batak yang didalamnya terdapat konflik antara orang tua dan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana representasi konflik orang tua dan anak dalam film Ngeri-Ngeri Sedap. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan unit analisis semiotika Roland Barthes yang terdapat tiga aspek yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa makna denotasi konflik orang tua dan anak dalam film Ngeri-Ngeri Sedap merupakan penggambaran sosok ayah Batak yang menganut sistem Patriarki yang berwatak otoriter sehingga menuai konflik yang terjadi antara orang tua dan anak. Makna konotasi konflik menggambarkan konflik orang tua dan anak yang dapat ditinjau dari sisi orang tua terhadap anak dan sisi anak terhadap orang tua. Makna mitos konflik dibuktikan dengan kentalnya prinsip adat Batak yang dianut dalam keluarga. Adapun adat Batak yang diangkat pada film Ngeri-Ngeri Sedap yaitu larangan pernikahan beda suku, pendidikan tinggi pada anak dan kedudukan anak laki-laki dalam keluarga.
Cyber Branding Rumah Budaya Kratonan dalam Membentuk Citra Community Center Kota Surakarta
Syahroi, Muhammad Ridwan;
Briyan Pratiwi, Rhesa Zuhriya
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24076/pikma.v6i2.1292
This article aims to describe the cyber branding of Rumah Budaya Kratonan (RBK) as a community center via Instagram @rumah_kultur_kratonan. The type of research is descriptive qualitative, data collection through observation, in-depth interviews, and documentation of relevant sources. Data analysis was prepared interactively and source triangulation was carried out to find the validity of the data. The theory used is cyber branding in the 3 "i" concept from Deirdre Breakenridge. This article produces a picture that RBK is quite active in providing information, such as: events, national holiday commemorations, historical thematic information, and culinary entertainment in Surakarta. RBK uses comment, direct message and poll facilities on Instagram to maximize information interactivity with the public. RBK has an instinct to form special branding as a community center because of the existence of a historical gallery that supports its existence as a community institution that preserves history and culture in Surakarta. However, it is hoped that the management of existing cyber branding will be more optimal, especially in maximizing interactivity with the public, as well as packaging more interesting and varied Instagram content.
Application of DeVito’s Interpersonal Communication By Frontliner In Resolving Customer Complaints At PT. Bank Syariah Indonesia Bengkulu Branch Office
Astina, Melni Dwi;
Saragih, Rasi;
Sari, Eka Vuspa
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24076/pikma.v6i2.1332
This study aims to analyze the application of the principles of interpersonal communication by DeVito frotliner in handling customer complaints at PT. Bank Syariah Indonesia Bengkulu Branch Office. The research method used is a qualitative method with a phenomenological approach. Research data obtained through observation ,interviews and documentation. There were 7 informants in this study consisting of 7 main informants and 4 key informants. The technique for determining informants was by purposive sampling with the criteria set by the researcher. The results of this study indicate that from the aspect of Openness, interpersonal communication between frontliner and customers. This can be seen from the way he listens to complaints openly and reacts honestly. From the principle of Empathy, seen from ability frontliner in calming customers and focusing on customer complaints. For the principle of Support, visible from the ability frontliner respecting customer explanations to the end and trying to find the best solution to customer complaints. Furthermore, from the principle of Equality, seen from the attitude frontliner provide comfortable interactions with customers
Analisis Framing Pemberitaan Tragedi Kanjuruhan Malang pada Media Online Detik.com dan Kompas.com
Prathama Artha, Alan;
Ismandianto, Ismandianto
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 6 No. 2 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24076/pikma.v6i2.1335
This study aims to analyze the media framing of Detik.com and Kompas.com regarding the Kanjuruhan football riot tragedy in Malang at the end of 2022, with a focus on identifying the framing and media ideologies reflected in online reporting. The research employs the approach of the theory of social reality construction, with data collection through observation, documentation, and a literature review of 20 news articles covering the period from October 2 to October 14, 2022. The research findings reveal that Detik.com emphasizes framing news around the victims, attempting to convey empathy for them, and its reporting tends to be brief and less in-depth. On the other hand, Kompas.com is more oriented toward the development of events and problem resolution, with more informative and comprehensive reporting. The media ideology of Detik.com is more pronounced in its focus on the perspectives of the victims and the quantity of reporting, whereas Kompas.com emphasizes the development of issues and the government's role in resolving the case, with reporting focused on facts and data.
Analisis Komunikasi Interpersonal Dalam Proses Kegiatan Bimbingan Mentor Untuk Meningkatkan Citra Diri Anak Remaja Panti Asuhan
Atika, Afifah;
Akbari, Taufan Teguh
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 7 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24076/pikma.v7i1.1370
Remaja merupakan salah satu tahap perkembangan dalam kehidupan manusia, mengenal masa ini dengan masa terganggunya citra diri anak. Tahap perkembangan ini, merupakan tahapan transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, sehingga perkembangan dalam segala aspeknya berkembang begitu pesat. Selain itu, masa remaja juga dihadapkan pada tekanan sosial baru, yaitu dimana remaja dituntut untuk dapat merencanakan karir masa depan, menjadi lebih mandiri, dan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis, semua mengarahkan individu menjauh dari keluarga dan menuju penciptaan yang baru keluarga. Penelitian ini akan berfokus pada komunikasi interpersonal dalam kegiatan bimbingan mentor pada remaja panti untuk meningkatkan citra diri anak remaja panti asuhan, komunikasi interpersonal dalam proses kegiatan bimbingan mentor untuk meningkatkan citra diri anak remaja panti asuhan, mengetahui hal yang dapat menghambat serta hal yang mendukung dalam komunikasi interpersonal dalam proses kegiatan bimbingan mentor untuk meningkatkan citra diri anak remaja panti asuhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sehingga memperoleh hasil komunikasi interpersonal antara mentor dengan remaja panti secara verbal terjalin dengan efektif dan dapat membangun citra diri yang positif pada remaja panti yang ditunjukkan melalui pandangan bahwa dirinya berharga. Faktor psikologis dari mentor maupun remaja panti menjadi penghambar keefektifan komunikasi interpersonal, sehingga sulit terbangunnya citra diri positif remaja panti. Kenyamanan dapat membuat seseorang menjadi lebih terbuka dan hal tersebut dapat membuat mentor lebih mudah dalam mempengaruhi remaja panti untuk membentuk citra diri yang lebih positif.