MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika menerbitkan hasil penelitian yang original, dan atau naskah kajian teoritis dalam bidang matematika dan pendidikan matematika, tentang masalah terkini, yang dilakukan oleh: (1) Pengajar di tingkat Sekolah Dasar dan Menengah, serta Perguruan Tinggi, (2) Pengamat dan peneliti bidang Pendidikan Matematika, (3) Pengambil keputusan pendidikan di tingkat daerah dan nasional (berhubungan dengan Pendidikan Matematika).
Articles
133 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP Negeri 2 Tasifeto Timur Pada Materi Geometri
Juanina de Araujo;
Oktovianus Mamoh;
Fitriani Fitriani
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.1.2023.1-15
Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tasifeto Timur dengan menerapkan model Problem Based Learning pada materi Geometri. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tasifeto Timur. Data yang digunakan yaitu data hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa dan data hasil observasi disetiap siklus. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes dan instrumen observasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data hasil tes dan analisis data hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan model Problem Based Learning. Rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa dan persentase ketuntasan kelas dari siklus I hingga siklus III telah melewati standar yang ditentukan yakni rata-rata kelas 59,44 dengan persentase ketuntasan kelas 37,50% pada siklus I meningkat menjadi 73,75 dengan persentase ketuntasan kelas 79,17% pada siklus II dan meningkat menjadi 83,33 dengan persentase 100% pada siklus III. Sedangkan hasil observasi pelaksanaan pembelajaran pada siklus I rata-rata aktivitas siswa 2,33 kategori cukup. Pada siklus II rata-rata aktivitas siswa 3,17 kategori baik. Pada siklus III rata-rata aktivitas siswa 3,50 kategori sangat baik.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Siswa Kelas VIII-1 SMPN 11 Tanjungpinang Dalam Pembelajaran Matematika
Amoria Mahdalena Br Peranginangin;
Nur Izzati
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.1.2023.24-36
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa kelas VIII-1 SMPN 11 Tanjungpinang dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas VIII-1. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data penelitian adalah angket dan wawancara guru serta siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan siswa kelas VIII-1 SMPN 11 Tanjungpinang dalam pembelajaran matematika adalah faktor internal dan eksternal. Faktor internal seperti faktor fisiologis yaitu fungsi jasmani dan faktor psikologis yaitu perhatian, tanggapan, motivasi dan minat serta faktor eksternal seperti faktor lingkungan non-sosial yaitu tempat dan fasilitas belajar dan faktor lingkungan sosial yaitu guru dan keluarga merupakan faktor yang mendukung keaktifan keaktifan siswa kelas VIII-1 dalam pembelajara matematika. Sedangkan, faktor internal seperti faktor fisiologis yaitu keadaan jasmani dan faktor psikologis yaitu ingatan serta faktor eksternal seperti lingkungan non-sosial yaitu suasana belajar dan faktor lingkungan sosial yaitu teman merupakan faktor yang menghambat keaktifan siswa kelas VIII-1 dalam pembelajaran matematika. Faktor yang dominan mempengaruhi keaktifan siswa kelas VIII-1 dalam pembelajaran matematika adalah faktor psikologi siswa.
Profil Kemampuan Literasi Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Ekspresi Aljabar
Maria Delviana Mali;
Aloisius Loka Son;
Justin Eduardo Simarmata
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.1.2023.71-80
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan literasi matematis siswa kelas VII SMP dalam menyelesaikan soal-soal ekspresi aljabar. Metode penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Pada penelitian ini data yang terkumpul berbentuk kata-kata sehingga tidak menekankan pada angka. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Belu, pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII D yang berjumlah 26 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan kemampuan literasi matematis tinggi sudah mampu mencapai keseluruhan indikator kemampuan literasi matematis yaitu indikator pemahaman, penerapan, penalaran dan komunikasi. Walaupun dalam proses penyelesaiannya ada beberapa kesalahan penulisan. Siswa yang memiliki kemampuan literasi matematis sedang mampu memahami indikator pemahaman dan penerapan, namun masih tetap melakukan kesalahan-kesalahan teknis pada indikator tertentu yaitu penalaran dan komunikasi. Sedangkan siswa dengan kemampuan literasi matematis rendah hanya mampu memahami kemampuan literasi matematis pada indikator pemahaman.
Desain Learning Trajectory Matematika Dalam Memfaktorkan Persamaan Kuadrat Dengan Menggunakan Blok Aljabar
Deby Lucia Dwiputri;
Nur Rusliah;
Ria Deswita
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.1.2023.37-46
Tujuan penelitian ini adalah untuk desian learning trajectory yang valid dan praktis untuk mendukung pemahaman siswa dalam memfaktorkan persamaan kuadrat dengan menggunakan blok aljabar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah design research. Design research ini melalui beberapa tahapan yaitu: 1) Preliminary Design yang mencakup penyusunan hypotethical learning trajectory (HLT); 2) Design Experiment yang mencakup pelaksanaan pembelajaran berdasarkan HLT yang telah dirancang; dan 3) Retropective Analysis, yaitu membandingkan HLT yang dilaksanakan. Pengembangan HLT menjadi learning trajectory diperoleh melalui dokumentsi, observasi dan wawancara dengan guru dan siswa untuk mengklarifikasi dan mengkonfirmasi alur belajar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX C MTsN 6 Kerinci yang berjumlah 20 siswa untuk teaching expriment. Sedangkan pilot experiment adalah siswa kelas IX MTsN 6 Kerinci yang dipilih sebanyak 6 siswa dengan 3 yang mempunyai kemampuan yang berbeda-berbeda yang dipilih oleh guru yaitu 2 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang, dan 2 orang berkemampuan rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa desian pembelajaran yang disusun dapat mengembangkan aktivitas belajar siswa dalam memecahkan masalah matematika serta kemampuan konsep siswa tentang memfaktorkan persamaan kuadrat melalui blok aljabar. Siswa dapat menemukan konsep persamaan kuadrat dengan baik serta dapat mempresentasikan hasil pemecahan masalahnya.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
Shafira Aurelyasari;
Iyan Rosita Dewi Nur
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.1.2023.16-23
Kemampuan pemecahan masalah diartikan sebagai konsep mendasar dalam diri siswa tepatnya dalam aktivitas pembelajaran matematika, tanoa adanya kemampuan tersebut maka akan menghadapi sejumlah kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Adapun tujuan penelitian yakni untuk memahami tingkat kemampuan siswa SMP dalam memecahkan permasalahan matematis ketika mengerjakan soal dengan materi SPLDV. Peneliti menerapkan metode deskriptif kualitatif. Selanjutnya, subjek penelitian berjumlah 23 siswa, adapun proses pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Instrumen tes berbentuk soal essai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat 3.75 % dari siswa dapat diklasifikasikan pada tingkat tinggi karena mereka disebut mampu memenuhi indikator dalam memecahkan permasalahan secara baik, diantaranya: memahami permasalahan, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana serta memeriksa kembali. Sedangkan sebanyak 10,41% siswa dapat dikategorikan tingkat sedang dimana hanya mampu memenuhi tiga indikator yang terdapat dalam pemecahakan masalah. Serta 1.78 % siswa dapat diklasifikasikan pada tingkat rendah yang mana paling sedikit terdapat satu indikator bahkan tidak sama sekali memenuhi indikator kemampuan dalam pemecahan masalah.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Materi Lingkaran Dengan Menggunakan Strategi Joyfull Learning Pada Siswa SMP
Maria Igniosa Liunokas;
Stanislaus Amsikan;
Fitriani Fitriani
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.1.2023.58-70
Hasil belajar matematika siswa yang rendah dapat disebabkan oleh lingkungan pembelajaran yang kurang menyenangkan, yang menimbulkan fobia matematika. Guru dituntut untuk menerapkan model pembelajaran yang dapat memungkinkan siswa untuk belajar dan mencapai prestasi yang maksimal. Salah satu strategi pembelajaran yang dapat diterapkan adalah strategi pembelajaran joyful learning. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan strategi joyful learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan strategi joyfull learning. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMP Negeri Neonbat yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Data hasil tes dianalisis untuk mengetahui tingkat ketuntasan siswa. Analisis data hasil tes terdiri dari analisis ketuntasan perorangan dan ketuntasan kelas. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa strategi pembelajaran joyful learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN Neonbat
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Memahami Materi Perkalian Studi Kasus Kesulitan Siswa Kelas IV SD
Ahmat Wakit
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.1.2023.80-87
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis kesulitan siswa dalam memahami materi perkalian dalam matematika. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Sedangkan data akan dianalisis secara deskriptif secara detail dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan proses pembelajaran yang membosankan karena didominasi oleh soal-soal latihan dan kurangnya penjelasan dari guru, selain itu penggunaan media dan metode yang kurang variatif, hanya dengan ceramah yang membuat siswa tidak antusias sehingga sulit menangkap inti materi yang dijelaskan. Selain itu, minimnya peran orang tua dalam mendampingi anak atau siswa belajar di rumah sangat minim dengan membantu anak dengan mereview materi pelajaran yang telah dipelajari di sekolah. Setelah mengidentifikasi ciri atau gejala kemudian menganalisis kesulitannya, maka upaya yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan pembelajaran tersebut adalah dengan memilih model pembelajaran yang lengkap dengan media dan metode yang bervariasi sehingga dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa titik kesulitan siswa kelas IV SD memahami materi matematika pada konsep dasar perkalian dengan rumus perkalian, siswa mengalami kesulitan pada saat proses perkalian. Sehingga hasil akhirnya juga salah. Oleh karena itu, guru hendaknya memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa agar pembelajaran dapat menyenangkan.
Analisis Gaya Belajar Dan Kemampuan Literasi Matematika Pada Tuna Rungu
Indah Rahayu Panglipur
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 1 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.1.2023.24-36
Pendidikan yang layak diterima oleh para disabilitas utamanya tuna rungu sebagai hak sesuai dengan amanat undang-undang. Perhatian besar pemerintah juga diwujudkan dengan memebrikan layanan Pendidikan yang memedai. Kemampuan belajar harus disamakan. Tuna rungu dengan keterbatasannya masih harus terus sama dengan lainnya untuk kemapuan yang dikembangkan. Terkait dengan kemampuan literasi matematika yang banyak dikembangkan harus didukung dengan mengetahui gaya belajar tuna rungu. Metode penelitain yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan observasi, angket, dan wawancara. Disimpulkan tuna rungu menyukai visual atau gambar yang tampak oleh penglihatan dimana memang untuk indera tersebut para subyek tidak mengalami kendala atau keterbatasan. Sedangkan untuk gaya belajar kinestetik mereka tunjukkan karena kemampuan motorik kasar dengan menggunakan media peraga dan ilustrasi sangat membantu dan disukai karena teramati lebih mudah dapat menyalurkan maksud dan tujuan yang subyek pikirkan dapat tersampaikan denagn mudah dan baik. Dapat disimpulkan bahwa kemapuan literasi matematis tuna rungu baik dan mampu memenuhi semua indikatornya
Eksplorasi Etnomatematika Pada Alat Musik Tihar Dan Permainan Tradisional Biu Di Desa Lakanmau Kabupaten Belu
Meilandus Bertus Bitin;
Stanislaus Amsikan;
Zulkaidah Nur Ahzan
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.2.2023.148-155
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang terdapat pada alat musik tihar dan permainan tradisional biu di Desa Lakanmau Kabupaten Belu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data menggunakan studi lapangan, yaitu dengan melakukan observasi, wawancara, dukumentasi pada narasumber yang sama. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri atas instrumen utama dan instrumen bantu/pendukung. Teknik analisis data dalam penelitian ini merujuk pada rancangan Spradley yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema budaya. Hasil penelitian pada alat musik tihar dan permainan tradisional biu di Desa Lakanmau terdapat konsep matematika yaitu konsep geometri dan peluang, serta nilai-nilai budaya dan manfaat dari alat musik tihar dan permainan tradisional biu yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan pengetahuan dan keterampilan sosial. Oleh karena itu, peneliti menyarankan kepada para guru dan masyarakat dapat memanfaatkan hasil eksplorasi etnomatematika pada alat musik tihar dan permainn tradisional biu di Desa Lakanmau ke dalam pembelajaran matematika berbasis kontekstual. Masyarakat perlu menjaga dan melestarikan alat musik dan permainan tradisional anak sebagai kekhasan budaya agar tetap lestari dan tidak punah seiring perkembangan zaman, dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat memanfaatkan hasil penelitian berupa etnomatematika pada alat musik tihar dan permainan tradisioanal biu dan menggali lebih dalam lagi konsep matematika yang terdapat pada budaya lain baik di dalam maupun di luar masyarakat Desa Lakanmau.
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Penyajian Data Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri Wederok
Maria Eviana Telik Nahak;
Selestina Nahak;
Ferdinandus Mone
MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2023): MATH-EDU: Jurnal Ilmu Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32938/jipm.8.2.2023.105-118
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kesulitan dan penyebab terjadinya kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal penyajian data. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 3 orang siswa kelas VII B SMP Negeri Wederok yang mengalami kesulitan rendah, sedang dan tinggi. Teknik pengumpulan data yaitu tes dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa kesulitan-kesulitan yang dialami siswa yaitu: 1) kesulitan dalam memahami konsep sebesar 50% yang dapat dilihat dari kesulitan siswa menyajikan kembalidata ke dalam bentuk diagram batang, 2) kesulitan dalam menerapkan prinsip sebesar 60% yang dapat dilihat dari kesulitan siswa dalam menerapkan prinsip pada penjumlahan siswa salah dalam perhitungan, 3) kesulitan dalam menyelesaikan masalah verbal sebesar 75%, yang dapat dilihat dari kesulitan membuat model matematika sehingga siswa tidak bisa menyelesaikan soal. Faktor penyebab siswa mengalami kesulitan yang paling banyak berasal dari faktor internal diantaranya: 1) kemampuan mengingat rendah, 2) kebiasaan belajar yang rendah, 3) jarang mengulang materi yang disampaikan guru, 4) cara belajar yang kurang baik, 5) kurang perhatian saat pembelajaran dan minat belajar rendah dan 6) kurang terampil dalam perhitungan.