cover
Contact Name
Khoirul Anam
Contact Email
khoirul.anam@ppicurug.ac.id
Phone
+6281280480100
Journal Mail Official
langitbiru@ppicurug.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya PLP Curug, Serdang Wetan, Kec. Legok, Tangerang, Banten 15820
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
ISSN : 19791534     EISSN : 27458695     DOI : https://doi.org/10.54147/langitbiru.v14i03
1. Flight Operation a) Pilot performance b) Flight Operation Officer performance c) Aerodynamics d) delays, aircraf changes and operational limitation e) flight deck 2. Aircraft Maintenance a) Aircraft Maintenance b) Aircraft Maintenance Engineering c) Maintenance, Repair, and Overhaul Industri 3. CNS/ATM a) Communications b) Navigations c) Surveillance d) Air traffic management e) Aerodrome Information Service f) PANS-OPS g) Air navigations economic h) Flight data processing i) Remotely control [AFIS/TWR] j) ATFM/CDM k) Airspace management l) AIM dan SWIM m) Performance based navigations 4. Airport Engineering, Operation and Service a) Airport operation and management b) Airport eletricity c) Airport design, planning and maintenance d) runway maintenance e) KKOP f) Water Aerdrome g) Airport Mechanical h) Airport elektronics 5. Airline Industry a) Future airline industry b) Airline customer satisfaction c) Collaborative 6. Safety & Human Factor a) Safety management system b) Human fatigue risk management system c) Human factor d) Aviation Human resources Management 7. Aviation Business a) Logistic management b) Supply chain management c) Airport Business d) Airline Business e) Regulated Agent Business f) Multi mode transportation 8. Aviation Sustainability & Environment a) Environment sustainability b) Organization sustainability c) Noise management d) Carbon offsetting and reduction scheme for internasional aviation (CORSIA) e) Aviation meteorology 9. Aviation Educational Technology a) Instructional design b) Educational evaluation c) Advance learning d) Long life learning (elderly students) e) Aviation English 10. Innovation of Aviation Technology a) Unmanned vehicle b) Vehicle innovation c) Cyber technology d) Artificial Intelligent in Air transport system e) Airframe and power plant f) Aircraft technology 11. Aviation Rules and Regulation a) Air Law b) National Aviation Regulation c) International Aviation Regulation
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 522 Documents
PERENCANAAN PERUBAHAN KONFIGURASI PRECISION APPROACH LIGHTING SYSTEM (PALS) CATEGORY I LIMITED MENJADI MEDIUM APPROACH LIGHTING SYSTEM (MALS) DI BANDAR UDARA HUSEIN SASTRANEGARA – BANDUNG Destisari Amalia; Hendro Widiarto; Asep Samanhudi,
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020]
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.19 KB)

Abstract

B.Indonesia Perencanaan perubahan konfigurasi Medium Approach lighting System dimaksudkan sebagai pengganti konfigurasi lampu approach PALS CAT I LIMITED yang ada di Bandara Husein Sastranegara untuk mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dengan memperhatikan visibilitas di area bandara, Runway Visual Range (RVR), factor cuaca di sekitar bandara, jam operasional (ada atau tidak adanya penerbangan malam di bandara), tidak adanya fasilitas Instrument Landing System (ILS), tata letak bandara, dan kepadatan lalu lintas penerbangan, melalui Lampiran 14 Edisi 5, Desain dan Operasi Aerodrome, Manual Standar Teknis dan Operasional untuk Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil - Bagian 139 (Manual CASR Standar - Bagian 139) Volume 1 Aerodrome di KP 262 2017, dan SKEP / 114 / VI / 2002 tentang Gambar Instalasi AFL Standar. Konfigurasi ini terdiri dari konfigurasi system pencahayaan Medium Approach lighting System, instalasi MALS, rangkaian seri kabel, dan kapasitas CCR pada kondisi MALS. B.English The Planning Of Configuration Changing Of Medium Approach Lighting System Is Intended As A Substitute For The Existing PALS CAT I LIMITED Approach Light Configuration At Husein Sastranegara Airport In Order To Comply With The Rules Set By The International Civil Aviation Organization (ICAO) By Paying Attention To The Visibility In The Airport Area, Runway Visual Range (RVR), Weather Factors Around The Airport, Operating Hours (The Presence Or Absence Of Night Flights At An Airport), The Absence Of Instrument Landing System (ILS) Facilities, Airport Layouts, And Flight Traffic Density, Through Annex 14 5th Edition , Aerodrome Design And Operations, Technical And Operational Standard Manual For Civil Aviation Safety Regulations - Section 139 (Manual Of Standard CASR - PART 139) Volume 1 Aerodrome At KP 262 2017, And SKEP / 114 / VI / 2002 Concerning Standard AFL Installation Pictures. This Plan Consists Of A Medium Approach Lighting System Configuration, MALS Installation, Cable Series Circuit And CCR Capacity Under MALS Conditions.
PERENCANAAN PERLUASAN APRON MENGGUNAKAN KONSTRUKSI RIGID DI TERMINAL BARU BANDAR UDARA INTERNASIONAL AHMAD YANI SEMARANG Danesia Raka Panduwinata; Sukamto; Ika Endrawijaya
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020]
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.776 KB)

Abstract

B.Indonesia Dengan tingginya pergerakan pesawat udara pada waktu jam puncak maka dikhawatirkan terjadi waktu tunggu antar pesawat udara yang akan mendarat dikarenakan kurangnya penyediaan kapasitas apron. Demi menunjang kelancaran maka perlu adanya perluasan apron untuk dapat menampung seluruh pergerakan pesawat udara pada waktu jam puncak. Oleh karena itu tugas akhir ini disusun guna menyampaikan bagaimana merencanakan perluasan dan tebal perkerasan apron yang standar dengan mengacu pada Internasional Civil Aviation Organization (ICAO) serta penulisan tugas akhir ini digunakan metode deskriptif analisis. Sesuai hasil perhitungan maka pengembangan dimensi apron yang direncanakan adalah 820 x 131,5 m untuk penambahan 20 parking stand dan juga diperoleh tebal perkerasan keseluruhan apron adalah 64,8 cm. Termasuk tebal slab beton 39,4 cm dengan mutu beton K-400 dan tebal subbase 25,4 cm untuk subgrade dengan CBR 6%. B.English With the high airplane movements during peak hours, it is feared that there will be a waiting time between airplanes that will be landing because of the lack of apron capacity. In order to support the smoothness, the apron necessary to be expanded to accommodate all aircraft movements during peak hours. Therefore this final project is structured to convey how to plan the expansion and standard thickness of the apron pavement by referring to the International Civil Aviation Organization (ICAO) and writing this final project using descriptive analysis method. According to the result of the calculation, the development of the planned apron dimensions is 820 x 131,5 m for the addition of 20 parking stand and obtained the overall pavement thickness of the apron is 64.8 cm. Including 39.4 cm of concrete slab thickness with K-400 concrete quality and subbase 25.4 cm to subgrade with CBR 6%.
RANCANG BANGUN FUEL SYSTEM UNTUK TURBOCHARGER GAS TURBINE ENGINE DENGAN INDUCER DIAMETER 1,75 INCH DI HANGAR 01 TEKNIK PESAWAT UDARA SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA Ridho Ramadhan; Wira Gauthama; Zulham Hidayat
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020]
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.367 KB)

Abstract

B.Indonesia Turbocharger adalah sebuah kompresor sentrifugal yang mendapat daya dari turbin yang sumber tenaganya berasal dari gas buang kendaraan. Pada perancangan ini turbocharger digunakan sebagai pengganti dari fungsi compressor dan turbine[1]. Rancang bangun turbocharger gas turbine engine ini dibagi menjadi beberapa sistem antara lain; combustion chamber, oil system, fuel system, dan ignition system. Dari teori – teori yang ada pada referensi[2], penulis melakukan proses perancangan yang terdiri dari beberapa bahasan, antara lain menentukan bahan bakar yang akan digunakan, hose, valve dan nozzle. Bahan bakar yang digunakan dalam rancangan ini adalah LPG (Liquid Petroleum Gas)[3]. Hose dan valve yang digunakan pada rancangan ini menyesuaikan dengan debit fluida yaitu sebesar 6,89 × 10−3 ????3/????, kecepatan fluida sebesar 87,77 m/s, dan tekanan aliran fluida sebesar 238,88 psi. Nozle yang digunakan berdiameter 0,005 m. Dari perancangan fuel system yang penulis rancang dapat menyalurkan bahan bakar yang dibutuhkan agar dapat menghasilkan pembakaran yang optimal. B.English Turbocharger is a centrifugal compressor that gets power from turbines whose power source comes from vehicle exhaust gases. In this design the turbocharger is used instead of the compressor and turbine function. Refer to the References, the authors carry out the design process which consists of several topics, including determining the fuel to be used, hose, valve and nozzle. The fuel used in this design is LPG (Liquid Petroleum Gas). The hose and valve used in this design adjusts to the fluid flow of 6,89 × 10−3 ????3/????, the fluid velocity of 87,77 m/s, and the pressure of the fluid flow of 238,88 psi. The nozle used was 0,005 m in diameter. From the design of the fuel system that the author designed can deliver the fuel needed to produce optimal combustion.
RANCANGAN TURBIN EKSPANSI TIPE RADIAL SATU TINGKAT DENGAN MASSA ALIRAN UDARA INPUT SEBESAR 0,245 KG/S Ego Widoro; Sihono
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020]
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.552 KB)

Abstract

B.Indonesia Penggunaan turbin sangat luas, sesuai dengan fungsinya turbin didisain dalam bentuk khusus untuk dapat melakukan fungsinya tersebut, salah satunya turbin dapat digunakan sebagai turbin ekspansi pada air cycle machine yang digunakan sebagai sistem pendingin udara di kabin pesawat terbang. Perancangan turbin radial satu tingkat sebagai turbin ekspansi yang mudah dan murah biaya produksinya serta memiliki efisiensi yang tinggi. Perancangan ini diawali dengan menghitung parameter disain awal dan dilanjutkan dengan tahapan perancangan mendisain impeler turbin, nosel inlet turbin dan scroll turbin. Parameter disain turbin yang diperoleh dari perhitungan mencakup parameter non dimensional dan dimensional. B.English The utility of turbine is very wide, according to the function of turbine designed in special form to be able to perform this function, one of which the function is the turbine can be used as expansion turbine on air cycle machine that used as air cooling system in aircraft cabin. The design of a single stage radial turbine as an expansion turbine with easy and inexpensive production and high efficiency. This design begins with calculating the initial design parameters and continued with the design steps of designing the turbine impeller, inlet turbine nozzles and turbine scroll. Turbine design parameters derived from calculations include non-dimensional and dimensional parameters.
PERANCANGAN ALAT BACA LIFT DAN DRAG TIPE PEGAS ULIR DENGAN KAPASITAS 0 – 2,245 Lbs. PADA TEROWONGAN ANGIN KECEPATAN 14,493 Fps – 41,838 Fps. Wira Gauthama
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020]
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.604 KB)

Abstract

B.Indonesia Terowongan angin model terbuka laboratorium fluida Prodi Teknik Pesawat Udara PPI Curug digunakan untuk pembelajaran pola aliran udara berbagai model airfoil. Studi awal menunjukkan kecepatan udara di ruang uji memiliki rentang 14,493 fps – 41,838 fps, laminar sehingga memenuhi syarat diperlengkapi alat baca Lift dan Drag. Metode timbangan overhead digunakan dan lendutan pegas ulir baja tahan karat berdiameter 0,8 mm untuk Lift 0 – 2,5 lbs dan 0,2 mm untuk Drag 0 – 0,4 lbs. Setiap mm lendutan pegas membaca 0,0122 lbs Lift dengan akurasi 0,02 mm sama dengan 0,000244 lbs, dan membaca 0,0022 lbs Drag dengan akurasi pada vernier 0,02 mm. Beban maksimum pada pegas dihitung berdasarkan gaya terbesar pada model uji NACA 0012, NACA 2424 dan NACA 4412. Hasil penelitian memperlihatkan alat baca dapat mengukur rentang Lift negatif terbesar terjadi dengan model NACA 0012 sebesar 2,2642 lbs dan Lift positif terbesar terjadi pada NACA 4412 sebesar 1,839 lbs. dengan lendutan maksimum pegas 199,47 mm. Beban tarik pegas terbesar mengukur nilai Drag terjadi pada model NACA 4412 sebesar 0,0393 Lbs dengan lendutan maksimum pegas 18 mm. B.English Open type wind tunnel within the fluid laboratory of Prodi Teknik Pesawat Udara PPI Curug was utilized solely for training purpose to examine the variation of airflow over many kinds of airfoil model. Preliminary research showed the airspeed in the test chamber exhibits the laminar flow with the velocity range of 14.493 – 41.838 fps, and was technically met with the requirements to be equipped with Lift and Drag balance. The design adopted the simple overhead troly type balance with stainless steel coil spring as the main components with 0.8 mm diameter to measure 0 – 2.5 lbs Lift and a 0.2 mm diameter to measure 0 – 0.4 lbs Drag. With the 0.02 mm accuracy. For each mm spring deflection results in reading capability of 0.0122 lbs Lift equal to 0.000244 lbs calculated Lift, and 0.0022 lbs Drag equal to 0.000009 lbs calculated Drag. Maximum load is analyzed referred to the highest force possessed by NACA 0012, 2424 and 2412 airfoil model. Research study shows the balance is capable to measure the range of aerodynamic force of 2.2642 lbs highest negative Lift with NACA 0012 and 1.839 lbs highest positive Lift with NACA 4412 producing maximum spring deflection of 199.47 mm. Maximum spring tension of Drag measurement is 0.0393 lbs force possessed by NACA 4412 with 18 mm deflection.
ANALISIS COOLING LOAD RUANG MAKAN TARUNA ASRAMA CURUG I SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA Lutfia Primastri; Zulina Kurniawati; Imam Hariyadi Wibowo
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020]
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.366 KB)

Abstract

B.indonesia Ruang Makan Taruna merupakan salah satu fasilitas yang terdapat di Polteknik Penerbangan Indonesia Curug. Di Asrama Curug I , ruang makan yang digunakan sejumlah dua buah. Ruang makan taruna 1 digunakan oleh taruna senior dan ruang makan taruna 2 digunakan oleh taruna junior. Ruang makan taruna 1 memiliki kapasitas daya tampung hingga 302 taruna dalam waktu sekali makan, sedangkan ruang makan taruna 2 memiliki daya tampung sebanyak 386. Pada kedua ruang makan tersebut belum terpasang alat pengkondisian udara. Pengkondisian udara merupakan usaha untuk memberikan kenyamanan dan kesegaran bagi si pengguna ruangan. Pengkondisi udara diperlukan untuk menyerap kalor yang dihasilkan baik dari dalam ruangan maupun dari luar ruangan untuk menciptakan kenyamanan pada ruang tersebut. Metode yang digunakan untuk melakukan perhitungan beban adalah Metode Cooling Load Temperature Different (CLTD). Metode CLTD adalah prosedur manual untuk mengukur beban pendinginan melalui perolehan panas radiasi, konduksi matahari, beban internal, dan beban eksternal. B.English The Cadets’ Dining Room is one of the facilities at the Indonesia Aviation Polytechnics-Curug. There are two dining rooms at Curug I dormitory. The cadets’ dining room 1 is used by senior cadets and the cadet's dining room 2 is used by junior cadets. The cadet dining room 1 has a capacity of up to 302 cadets, while the cadet 2 dining room has a capacity of 386 cadets. In both dining rooms, air conditioning devices are not yet installed. Air conditioning is an attempt to provide comfort and freshness to the user of the room. Air conditioners are needed to absorb heat generated both indoors and from outside the room to create comfort in the space. The method used to perform load calculations is the Cooling Load Temperature Difference (CLTD). CLTD method is a manual procedure to measure cooling loads through the acquisition of radiation heat, solar conduction, internal loads, and external loads.
ALAT PENCATAT PENGGUNAAN LABORATORIUM BERBASIS PC DAN MIKROKONTROLLER DI LABORATORIUM AC PADA PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK BANDARA SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA Rubby Soebiantoro
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020]
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.544 KB)

Abstract

B.English Saat ini dunia pendidikan sedang menghadapi tantangan yang berat untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di era global. Salah satu faktor penunjang kegiatan belajar mengajar adalah kondisi laboratorium yang siap pakai dan terawat. Kondisi siap pakai dan terawat tersebut bisa terpenuhi apabila dilakukan perawatan yang sesuai dengan prosedur pemeliharaan oleh teknisi. Teknisi harus didukung oleh data penggunaaan dan perawatan yang akurat untuk melakukan perawatan secara maksimal.Selama ini data penggunaan laboratorim dicatat di logbook yang berada di masing-masing laboratorium dan data perawatan tidak tercatat dengan rapi , taruna maupun dosen tidak mengisi atau lupa tidak mengisi logbook, sehingga teknisi tidak dapat mendapatkan data penggunaan laboratorium dengan akurat. Dengan tidak akuratnya pencatatan penggunaan dan perawatan laboratorium maka akan menghambat tugas teknisi untuk melakukan perawatan laboratorium. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penulis membuat sebuah alat pencatat penggunaan dan perawatan laboratorium berbasis PC dan mikrokontroler Currently the education world is facing a serious challenge to prepare qualified human resources and competitive in the global era. One factor supporting teaching and learning activities is a ready-made laboratory conditions and maintained. Readymade and well-maintained condition can be met if the treatment is performed in accordance with maintenance procedures by technicians. Technicians must be supported by the use of data and accurate care to perform optimally care .So far, the data usage is recorded in the logbook laboratory are located in each laboratory and treatment data were not recorded with neat , cadets and lecturers forget to fill or not fill the logbook , so that technicians can not get the data with accurate laboratory use . With the use of inaccurate record keeping and laboratory maintenance tasks it will hinder the lab technician to perform maintenance. Based on the above , the authors make a recording device use and care of laboratory-based PC and microcontroller.
RANCANGAN TOOLSTORE UNTUK HANGGAR D DI AMO 145D-955 BALAI BESAR KALIBRASI FASILITAS PENERBANGAN Ahmad Helmy Taofik; Lilies Esthi Riyanti; Kaleb Putra Andhara
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020]
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.928 KB)

Abstract

B.Indonesia Perancangan tata letak toolstore dimulai dengan melakukan evaluasi terhadap ruangan yang akan digunakan sebagai tempat penyimpanan, pendataan terhadap tools , menentukan jumlah rak, menentukan standar kondisi ruangan sesuai CASR 145. Penyusunan checklist guna mempermudah teknisi dalam melakukan pendataan dan mencari tools. Uji coba rancangan dengan cara uji ahli, yaitu mempresentasikan hasil rancangan didepan ahli yang memiliki sertifikat auditor AMO 145. Hasil rancangan sudah memenuhi kriteria CASR 145 yaitu terpisah dari area kerja teknisi, toolbox, tool rack, dan wall tool rack sudah dipilih agar dapat memberi perlindungan terhadap kondisi lingkungan, dilayout dan disesuaikan dengan kapasitas ruangan serta jumlah tools yang ada. Pencahayaan diatur berdasarkan dengan tabel SNI pencahyaan 100 lux dengan menggunakan 2 buah lampu LED 12 watt , pengaturan temperatur berdasarkan standar penyimpanan dari vendor nya yaitu snap-on adalah 50℉ - 75℉ (10℃ - 23℃) serta standar humiditynya adalah 40%-60% B.English he design of the toolstore layout started from evaluating the room that will be used as a storage, collecting data on tools, determining the number of shelves, determining the standard of room conditions according to CASR 145. The arrengement of a checklist is used to facilitate the technician in conducting data collection and searching the tools. The design will be tested by the experts, that’s presenting the results of the design in front of the experts who have AMO 145 auditor certificates. The results of the design have fulfilled CASR 145 criteria, which are separated from the work area of technicians, toolboxes, tool racks, and wall tool racks. it has been selected in order to provide protection to the environmental conditions, layout and it’s also adapted to the capacity of the room and the number of tools. The lighting is regulated based on the table of SNI 100 lux with two LED lamps 12 watt, the temperature setting based on the standard of vendor's storage, they are the snap-on, 50 ℉75 ℉ (10 ℃ - 23 ℃) and the humidity standard, 40% - 60%..
MODIFIKASI ALAT PENYANGGA PELEPAS DAN PEMASANG TAIL BOOM HELIKOPTER NBO 105 BERSUDUT 2,2º ± 1º DI DIREKTORAT POLISI UDARA BADAN PEMELIHARA KEAMANAN POLRI PONDOK CABE Fajar Sidik Budiyanto; Djoko Herwanto; Amal Fatkhulloh
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020]
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.573 KB)

Abstract

B.Indonesia Dalam proses pelepasan dan pemasangan tail boom di Direktorat Polisi Udara khususnya di out base station ditahan oleh beberapa orang. Proses tersebut dapat berakibat beberapa baut rusak. Selanjutnya tail boom diletakkan pada sebuah rack. Untuk itu penulis mencoba memberikan solusi memodifikasi tail boom rack yang bertujuan untuk menggantikan sling dan crane sebagai pengangkat. Dalam rancangan modifikasi dibagi menjadi empat pembahasan. Pertama, merancang rangka. Selanjutnya membandingkan dengan tegangan yang diizinkan material. Kedua, merancang ulir penggerak dengan menggunakan teori ulir daya. Setelah di dapat panjang ulir maka dapat ditentukan seberapa tinggi alat ini mampu mengangkat tail boom. Ketiga, merancang pengatur sudut kemiringan tail boom. Keempat, menentukan bearing. Dari pembahasan di dapat tegangan pada rangka atas adalah 0,58kg/mm2 dan pada lengan penggerak adalah 19,466 kg/mm2, alat mampu mengangkat sampai 146 cm, sudut yang didapat mencapai 3,03° adapun bearing dengan digunakan adalah roller bearing tipe ball bearing dengan nomor 6208. B.English In the process of the removal and installation tail boom especially in out base station hangar of Directorat of Polisi Udara is lifted by some people. That process can affect some the bolts has broken. Because of that, the authors try to provide a solution by modifying tail boom rack that aims to replace the sling and crane those are not in the out base station as carrying out the. In modification there are four discussion. The first, design the framework modifications and comparing the stress that allowed by material. The second, design thread driver. After the length of power thread is known it can then be determined how high the tool is capable of lifting tail boom. The third, design the angle setting. From there it can be determined the tilt of angle of tail boom. The fourth, decisive the bearing. From the discussion it get the stress that happen on the upper frame is 0,58kg/mm2 and the drive arm is 19.466 kg/mm2, the tool is capable of lifting up to 146 cm, which can reach the angle of 3.03 °, use roller bearing type ball bearing with the number 6208.
ANALISIS PERAWATAN PERALATAN AUTOMATIC MESSAGE SWITCHING CENTER (AMSC) DISESUAIKAN DENGAN ADVISORY CIRCULAIR CASR Part 171-12 TERHADAP KELANCARAN KOMUNIKASI PENERBANGAN DI PERUM LPPNPI CABANG SOLO Feti Fatonah; Muh. Wildan; Sabdo Purnomo
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020]
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.466 KB)

Abstract

B.Indonesia Di dalam dunia penerbangan, informasi berperan penting untuk mendukung kelancaran komunikasi penerbangan demi keselamatan dan keamanan transportasi udara. Dalam rangka mendukung keselamatan, keteraturan, dan kenyamanan penerbangan, Perum LPPNPI cabang Solo menyediakan fasilitas Communication, Navigation, Surveillance dan Automation. Salah satu fasilitas otomasi yang tersedia di cabang Solo adalah fasilitas Automatic Message Switching Centre (AMSC), yang merupakan suatu alat pengendali komunikasi data atau telex dalam sistem pengatur penyaluran berita berbasis komputer yang bekerja secara store dan forward, artinya berita yang masuk ke AMSC disimpan lalu disalurkan sesuai dengan address (alamat) yang dituju. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sistem perawatan atau pemeliharaan peralatan AMSC berikut dengan beberapa potensi gangguan yang pernah muncul dalam operasi peralatan AMSC di Perum LPPNPI cabang Solo. Dalam penelitian ini diperlukan evaluasi dan pengamatan untuk pengetahui tingkat pemeliharaan AMSC yang disesuaikan dengan Advisory Circular CASR Part 171-12. B.English In the word of aviation, information is important role to support flight communication for the safety and security of air transportation. In order to support flight safety, order and comfort, Perum LPPNPI Solo branch provide communication fasilities, Navigation, Surveillance and Automation. One of the automation facilities available in the Solo branch is the Automatic Message Switching Centre (AMSC), which is a communication control device or telex in a computer based news distribution system that works in a store and forward manner, that means the news that goes to the AMSC is stored and then distributed according to the intended address. This study aims to analyze the maintenance system of the following AMSC with some potential interference that has appeared in the operation of the AMSC equipment in the Perum LPPNPI Solo branch. In this study needed an evaluation and observation to determine the maintenance level of the AMSC adjusted to Advisory Circular CASR Part 171-12

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 19 No 1 (2026): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 18 No 3 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 18 No 2 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 18 No 1 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 17 No 01 (2024): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 17 No 3 (2024): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 17 No 2 (2024): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 16 No 03 (2023): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 16 No 02 (2023): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 16 No 01 (2023): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 15 No 03 (2022): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 15 No 02 (2022): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 15 No 01 (2022): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 17 (2014): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 02 (2015): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 03 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 02 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 01 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020] Vol 13 No 01 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.1 [Februari 2020] Vol 13 No 03 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 6 No 14 (2013): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 4 No 9 (2011): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 12 No 3 (2019): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 12 No 2 (2019): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 12 No 1 (2019): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 11 No 3 (2018): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 11 No 2 (2018): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 11 No 1 (2018): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 10 No 3 (2017): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 10 No 2 (2017): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 10 No 1 (2017): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 9 No 3 (2016): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 9 No 2 (2016): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 9 No 1 (2016): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 9 No 18 (2014): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 5 No 12 (2012): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 5 No 11 (2012): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 4 No 11 (2011): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 4 No 10 (2011): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 3 No 6 (2010): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 2 No 5 (2009): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 2 No 4 (2009): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 2 No 3 (2009): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 1 No 1 (2008): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi More Issue