cover
Contact Name
saifudinn yusuf
Contact Email
saifudinyusuf72@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsinda@gmail.com
Editorial Address
Jalan Masjid 22 Blitar, East Java, Indonesia, Website: www.unublitar.ac.id
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies
ISSN : 27766489     EISSN : 27970612     DOI : https://doi.org/10.28926/sinda
Core Subject : Religion, Education,
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies adalah jurnal Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama Blitar yang mewadahi penelitian akademisi untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, Terutama dalam bidang Jurnal Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Hukum Keluarga Islam, Psikologi Islam, PIAUD, Ilmu Al Quran Dan Tafsir, Komunikasi Penyiaran Islam dan ilmu pendidikan lain serta pengajarannya dengan membuat jurnal ilmiah terkait bidang keilmuan tersebut. Adapun tujuan dari publikasi ini adalah mensosialisasikan hasil temuan dari kajian atau penelitian berdasarkan evidence (bukti/kebenaran/fakta/data) di lapangan baik di tingkat lokal, nasional, regional dan internasional. Banyak sekali fakta hasil kajian dan penelitian yang sebetulnya sangat penting dan menarik untuk diakses dan dijadikan bahan yang sangat penting untuk pengambilan keputusan, tetapi sulit untuk diperoleh/diakses/dijangkau oleh pengambil kebijakan atau pihak pengguna lainnya. Hal ini disebabkan karena hasil kajian/penelitian para peneliti, dosen, mahasiswa tidak dipublikasikan secara luas. Jurnal SINDA Diterbitkan selama 3 kali setahun, yakni pada April, Agustus dan Desember oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 168 Documents
Analisis Kemampuan Bertanggungjawab Pengidap Baby Blues Syndrome Terhadap Tindakan Pembakaran Suami yang Menyebabkan Meningggal udin, khomar; Tertibi, Yaoma; Lestari, Arum Ayu
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 4 No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v4i3.1783

Abstract

Perempuan terutama di Indonesia memiliki keterbatasan akses dalam mengembangkan potensi dirinya sendiri, factor-faktor seperti mempunyai anak dan tidak ada support dari pasangan telah menjadi hal yang umum, hal tersebut seperti di normalisasikan bahwa tanggungjawa serta peran penuh terhadap anak adalah tanggungjawab seorang perempuan atau ibu. Hal ini menjadi salah satu penyebab perempuan yang berstatus menjadi istri merasa mempunyai banyak beban. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah beban-beban yang dirasakan oleh perempuan yang melakukan perbuatan pidana dapat menjadi salah satu factor yang dapat meringankan bahkan dapat membebaskannya dari jerat hukum. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan normative dan studi kasus. Dari penelitian yang penulis lakukan didapatkan hasil bahwa faktor-faktor yang meyebabkan perempuan merasa terbebani dengan segala aktivitas rumah tangga bahkan ketika seorang perempuan harus berhadapan dengan kondisi dan situasi baru semisal dari status perempuan menjadi seorang ibu sehingga tidak jarang mereka akan mengalami baby blues syndrome, tetapi hal tersebut tidak serta merta menjadikan dia terlepas dari jerat hukum, factor-faktor beban yang disampaikan polisi wanita dalam kasus yang disampaikan penulis hanya dapat dijadikan faktor peringan untuk meringankan hukuman yang dijatuhkan sesuai pasal yang didakwakan tidak dapat membebaskan dia dari segala tuntutan hukum
Perfilman Menelusuri Kontroversi: Film Indonesia yang Mendunia namun Dicekal di Tanah Air Aulia, Hanna
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i1.1852

Abstract

Film merupakan sebuah produk industri yang saat ini mengalami kemajuan pesat di Indonesia. Namun dengan kemajuan itu, film juga mengalami banyak kendala yang dihadapi, contohnya yaitu mengenai penyensoran bahkan pemblokiran yang terjadi pada film yang dianggap tidak layak tayang di Indonesia. Film-film yang tergolong tidak layak tersebut mayoritas memiliki visualisai yang mengandung unsur kekerasan dan pornografi, selain itu terdapat film yang diblokir untuk tayang di Indonesia karena alur cerita yang dianggap akan melukai bangsa Indonesia. Kebijakan dan perundangan film pada posisi ini menjadi penting untuk diterapkan dan dikaji ulang.
PARADIGMA KETIDAKSETARAAN GENDER PENYEBAB KEKERASAN RUMAH TANGGA DILIHAT DARI PERSPEKTIF HUKUM AGAMA DAN ADAT Khomarudin, Mohammad; Lestari, Arum Ayu; Labibah, Hanin Alya’; Tertibi, Yaoma
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i1.2093

Abstract

Perbedaan gender menjadi salah satu penyebab diskriminasi terhadap kaum perempuan (patriarki), Sehingga tidak jarang perempuan mendapat perlakuan tidak adil dalam berbagai hal. Dalam kerangka hukum Islam, rumah tangga dipandang sebagai unit fundamental dalam masyarakat yang diatur oleh prinsip-prinsip yang diturunkan dari Al-Quran dan Hadis. Konsep-konsep dalam al-qur’an dan hadis seperti kewajiban suami untuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya, kemudian kewajiban saling menghormati dan mendukung antara suami istri hal tersebut bertolak belakang dengan implementasinya, hal tersebut mengarah pada ketidakseimbangan kekuasaan, penindasan, dan ketidakadilan gender. Berbagai kekerasan dialami oleh perempuan baik kekerasan secara fisik, verbal maupun seksual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan teori segitiga kekerasan yang digagaskan oleh Johan Galtung yaitu, dan direct violence, structural violence cultural violence. Dari penelitian tersebut menghasilkan bahwa pentignya pemahaman gender yang perlu diatur lebih jelas dalam regulasi karena hukum karena untuk meminimalisir stigma yang telah menjadi adat budaya dalam masyarakat serta di dalam agama islam sendiri perempuan mendapatkan kehormatan untuk mereka diberikan kasih sayang, perlindungan serta keamanan
Membangun Kebersamaan Melalui Makan Kembul Bujana: Strategi Pengembangan Komunitas Berbasis Budaya di MWC NU Garum Kabupaten Blitar Kasanah, Siti Uswatun; Rosyadi, Zainal; Muttaqin, Asyharul
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i1.2149

Abstract

This study explores the tradition of Kembul Bujana at MWC NU Garum Blitar Regency. The research aims to understand the meaning, values, and social impact of this communal dining tradition within the local religious community. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, involving religious leaders, members of the autonomous bodies, and community participants. The findings reveal that Kembul Bujana serves not only as a medium for strengthening social bonds and fostering a sense of togetherness but also as a platform for transmitting religious teachings, cultural values, and collective identity. The discussion highlights the stages of the tradition, the integration of religious rituals with cultural practices, and the role of shared meals in reinforcing community cohesion. The study concludes that Kembul Bujana functions as an effective form of social and religious education, suggesting that such traditions should be preserved and adapted to modern contexts while maintaining their core values. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna kegiatan kembul bujana yang dilaksanakan MWC NU Garum Kabupaten Blitar, serta mengkaji nilai-nilai sosial, religius, dan kultural yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kembul bujana bukan hanya tradisi makan bersama, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan solidaritas jamaah, serta menjadi media internalisasi ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang ramah dan toleran. Tradisi ini memadukan nilai religius, seperti syukur dan kebersamaan dalam berbagi rezeki, dengan nilai sosial seperti gotong royong dan keterbukaan. Dalam perspektif kultural, kembul bujana menjadi bentuk pelestarian tradisi lokal yang selaras dengan prinsip dakwah kultural Nahdlatul Ulama. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan kembul bujana berkontribusi terhadap penguatan kohesi sosial dan transmisi nilai keislaman di tengah masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan strategi dakwah kultural yang efektif dan kontekstual, serta memberikan kontribusi terhadap pelestarian tradisi lokal yang bernilai positif.
Sustainability Business Strategy in the Era of VUCA Ashari, Denny Rakhmad Widi; Waskita, Gautama Sastra
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i1.2180

Abstract

Sustainability Business Strategy in the Era of VUCA: Dynamic Capability Perspective. The increasing uncertainty and complexity in the business environment, often described as the VUCA (volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity) era, pose significant challenges for small and medium-sized enterprises (SMEs) in sustaining their competitive advantage. While sustainability-driven business strategies have been widely acknowledged as a means to enhance long-term resilience, the role of dynamic capabilities in enabling SMEs to navigate sustainability challenges remains underexplored. This study aims to investigate how SMEs develop sustainable business strategies through dynamic capability mechanisms (sensing, seizing, and transforming), using Kedai Kosim, Indonesia, as a case study. Employing a qualitative approach with in-depth interviews and document analysis, this research reveals that strategic agility, stakeholder collaboration, and digital transformation are key enablers of sustainability in resource-constrained firms. The findings extend the dynamic capability theory by contextualizing it within SME sustainability strategies and offer practical insights for business practitioners and policymakers. The study suggests that SMEs can achieve sustainability by embedding it into core business models, leveraging technology, and fostering ecosystem partnerships. This research contributes to the ongoing discourse on sustainability and strategic agility in SMEs, highlighting the need for further empirical exploration across different industries and cultural contexts.
Dinamika Fatwa Fiqh Kontemporer Tsaniyah, Rikha Iffatuts; Khaerani, Wilda Nurona; Agastya, Naela Rihlana; Sabila, Saqila Daffa; -, Siyono
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i2.2281

Abstract

Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) telah menimbulkan pertanyaan fundamental mengenai kompatibilitasnya dengan hukum Islam, khususnya dalam konteks penerbitan fatwa dan pengambilan keputusan keagamaan. Penelitian ini mengkaji bagaimana kerangka metodologis istinbath empat mazhab fikih Sunni utama Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali dapat diaplikasikan untuk mengevaluasi fenomena AI dalam kehidupan Muslim kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur fikih, kajian keislaman kontemporer, serta publikasi ilmiah yang relevan dengan perkembangan AI dan dinamika fatwa modern. Temuan menunjukkan bahwa meskipun keempat mazhab sepakat bahwa AI tidak dapat menggantikan otoritas manusia dalam urusan keagamaan yang memerlukan kesadaran spiritual dan akuntabilitas moral, mereka berbeda dalam pendekatan metodologis: mazhab Hanafi dan Maliki menunjukkan fleksibilitas lebih besar melalui istihsan dan maslahah mursalah, sementara mazhab Syafi'i dan Hanbali mempertahankan kepatuhan tekstual yang lebih ketat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI dapat berfungsi sebagai alat bantu (wasilah) tetapi bukan sebagai sumber hukum Islam yang otonom, dan penerapannya harus sejalan dengan prinsip maqasid al-syari'ah untuk memastikan implementasi yang etis dan sesuai dengan teologi Islam dalam konteks modern.
Perlindungan Hak Asasi Perempuan Dalam Perspektif Hukum Nasional Dan Hukum Islam: Analisis Kritis Terhadap Kesenjangan Norma Dan Implementasi Di Indonesia Lestari, Arum Ayu; Istiqomah, Febri
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i1.2484

Abstract

Perlindungan hak asasi perempuan merupakan bagian integral dari prinsip keadilan dan persamaan di hadapan hukum. Secara normatif, berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia serta ajaran Islam telah memberikan jaminan terhadap hak-hak perempuan. Namun, dalam praktiknya, perempuan masih mengalami berbagai bentuk diskriminasi dan ketidakadilan, baik yang bersumber dari regulasi, tafsir keagamaan, maupun budaya patriarki yang mengakar dalam masyarakat.Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hak asasi perempuan dalam perspektif hukum nasional dan hukum Islam, serta mengidentifikasi kesenjangan antara norma hukum yang berlaku dengan implementasinya di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, didukung oleh analisis terhadap pemikiran hukum Islam dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan utama dalam perlindungan hak asasi perempuan bukan terletak pada ketiadaan regulasi, melainkan pada lemahnya implementasi hukum, bias gender dalam penafsiran hukum dan ajaran agama, serta dominasi nilai-nilai patriarki dalam praktik sosial dan hukum. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan integratif dan kritis yang mengharmonisasikan hukum nasional, hukum Islam, dan prinsip HAM guna mewujudkan perlindungan hak asasi perempuan yang substantif dan berkeadilan.
Etika Pemberian Pakan: Integrasi Prinsip Animal Welfare dan Hukum Islam dalam Pemenuhan Hak Ternak Lestariningsih, Lestariningsih; Lestari, Arum Ayu
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 5 No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i3.2510

Abstract

This research is motivated by the urgency of the ethics of feeding in the livestock industry which often ignores the aspect of animal welfare for the sake of production efficiency, as well as the need to integrate the principle of halalan thayyiban in Islamic law to guarantee the basic rights of livestock. The purpose of this study is to map global literature trends regarding the interconnection between animal welfare and Islamic law and identify research gaps related to feed ethics. The method used is a systematic literature review study with bibliometric analysis through the VOSviewer software on publication metadata for the 2020–2026 period. The results show a significant surge in publications in the last five years, with the identification of four main clusters linking research ethics, veterinary compliance, the production industry sector, and the human education dimension. Overlay and density analysis revealed that the focus of research has shifted from basic moral theory to practical application at the industrial level, but there is still a gap in specific studies on the integration of Islamic law in the standardization of feed materials. The conclusion of the study confirms that the fulfillment of livestock rights is a multidisciplinary responsibility where Islamic law functions as a moral reinforcement of existing industrial compliance standards. It is recommended for future researchers to explore the comparative study of classical fiqh literature with modern feed technology, while livestock practitioners are expected to begin integrating animal welfare parameters into the halal assurance system to realize more ethical and religious livestock practices.
The Art of Doing More with Less: Exploring Frugal Innovation Practices as Strategic Agility Drivers in SMEs Ashari, Denny Rakhmad Widi; Waskita, Gautama Sastra
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 5 No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i2.2511

Abstract

Small and medium-sized enterprises (SMEs) operating in resource-constrained environments often struggle to remain adaptive amid volatility, prompting the need for innovation approaches that enable agility despite structural limitations. This study examines how frugal innovation functions as a strategic driver of agility in SMEs, moving beyond its conventional framing as a cost-saving tactic. Using a qualitative research design involving semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis across selected SMEs, the study investigates the mechanisms that connect frugal innovation with strategic agility. The findings reveal three core mechanisms—strategic improvisation, resource recombination, and ecosystem engagement—that collectively enhance SMEs’ capacity to sense opportunities, respond swiftly, and reconfigure organizational processes. These mechanisms demonstrate that constraints can act as catalysts for adaptive capability rather than barriers to innovation. The study contributes to the theoretical integration of frugal innovation and strategic agility while offering practical insights for SME leaders, policymakers, and development institutions seeking to strengthen resilience and competitiveness. Broader implications highlight the role of frugal–agile practices in promoting inclusive and sustainable entrepreneurial ecosystems.
Crafting the Perfect Cup: How Sustainable Barista Training Shapes Product Quality at Kedai Kosim, Indonesia Waskita, Gautama Sastra; Ashari, Denny Rakhmad Widi
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 5 No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i3.2514

Abstract

Sustainable service delivery has become increasingly critical for small coffee enterprises, yet the role of sustainability-oriented training in shaping product quality remains empirically underexplored. This study examines how Sustainable Barista Training influences beverage quality, operational performance, and sustainability behavior at Kedai Kosim, Indonesia. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, non-participant observations, and document review to capture the integration of sustainability principles into barista competencies and daily workflows. The findings reveal that sustainability-focused training enhances technical consistency, strengthens environmental awareness, and cultivates mindful resource use in coffee preparation processes. These improvements elevate key dimensions of service quality, including reliability, assurance, and responsiveness, while embedding sustainable practices into routine operations. The study contributes to the service management and sustainable hospitality literature by positioning sustainability competencies as a critical yet underrecognized driver of product quality in micro-scale coffee businesses. Practical implications highlight the importance of structured, experiential training to improve beverage consistency, reduce operational waste, and support SDG-oriented coffee shop management. Future research should explore multi-case comparisons and longitudinal assessments to evaluate the durability and scalability of sustainability-driven training models