Kasanah, Siti Uswatun
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Internalisasi Konsep Ahlussunnah Wal Jam’ah An-Nahdliyah dalam Penelitian Dosen Kasanah, Siti uswatun; Ansori, M.Subhan; Nur Safaat, Ahmad Wafi; Ashari, M. Farkhan; Amukti, Candra Febriyan
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 4 No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v4i3.1651

Abstract

The aim of this research is to identify and analyze the concepts and structure of the Aswaja An-Nahdliyah internalization model that are relevant to lecturer research. This research uses the Literature Study method, from various Nahdlatul Ulama text and document sources and FGDs for lecturers to deepen understanding and skills in integrating this concept in research. The results of the internalization of the concept of Ahlussunnah Wal Jama'ah An-Nahdliyah are realized in various research topics that discuss moderate values, inclusive approaches, and adaptive methods in responding to social and cultural problems, not only functioning as a means of scientific development, but also as a medium dissemination of balanced and harmonious Islamic values, which can be a guide for the academic community in carrying out a better academic and social life
Pengukuran Moderasi Beragama pada Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Blitar di Era Milenial Nur Safaat, Ahmad Wafi; Rosyadi, Zainal; Maula, Silvia Rohmatul; Kasanah, Siti Uswatun
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 4 No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v4i3.1653

Abstract

The aim of this research is to measure the description and implementation of various moderation among UNU Blitar students in. The negative impact of the easy dissemination of information through social media requires prevention, students know the negative impact of the development of science and technology so that students have morals that are not extreme through religious moderation. Religious moderation is interpreted as an attitude, idea, or thought that tries to be in a middle position between different problems, so that it does not take sides or harm those that are excessive or extreme right or extreme left. The results of the research show that UNU Blitar students show a fairly strong attitude of religious moderation on the four indicators measured. This shows that they tend to have moderate and open views on religion, supporting tolerance, non-violence, commitment, and understanding local culture.
Internalisasi Konsep Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah Dalam Penelitian Dosen Prodi Hukum Keluarga Islam Nu'man, Moh; Kasanah, Siti Uswatun; Arifin, Moh; Rohman, Taufiqur
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 4 No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 Desember 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v4i3.1655

Abstract

The aim of this research is to identify and analyze the concepts and structure of the Aswaja An-Nahdliyah internalization model that are relevant to research for Islamic Family Law Study Program lecturers. using a qualitative approach with the Literature Study method, by conducting an in-depth study of the literature to examine the concepts of Aswaja An-Nahdliyah from various text sources and Nahdlatul Ulama documents for Islamic Family Law Study Program lecturers in order to deepen understanding and skills in integrating this concept. The internalization of the Aswaja concept in the research of Islamic Family Law (HKI) Study Program lecturers includes the application of the values ​​of tolerance, balance and moderation in every stage of the research. This not only has an impact on research methodology and processes, but also on the presentation and acceptance of research results in society. By implementing Aswaja principles, lecturers can produce research that is not only academically sound, but also relevant, inclusive and beneficial to the wider community.
Generasi Z dan Tantangan Moral di Era AI: Kajian Filosofis Tentang Kesadaran Dan Keputusan Etis Rosyadi, Zainal; Kasanah, Siti Uswatun
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i2.1404

Abstract

The advancement of artificial intelligence (AI) has significantly transformed various aspects of human life, including ethics and morality. Generation Z, as a group that has grown up in the digital era, faces challenges in understanding the ethical implications of their interactions with AI. This study aims to analyze the ethical awareness and moral decision-making of Generation Z in AI usage, employing a qualitative approach through a literature review. The findings indicate that while Generation Z possesses relatively high ethical awareness, there remains a gap in their understanding of AI’s long-term impact on morality. Key challenges include the risk of plagiarism in academia, a decline in creative thinking, and algorithmic biases in decision-making. This study highlights the importance of digital ethics education as a means to enhance moral awareness in AI utilization. By equipping Generation Z with a strong ethical foundation, they are expected to use AI responsibly without compromising human values.ABSTRAKKemajuan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam dimensi etika dan moral. Generasi Z, sebagai kelompok yang tumbuh di era digital, menghadapi tantangan dalam memahami implikasi etis dari interaksi mereka dengan AI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran etis dan keputusan moral Generasi Z dalam penggunaan AI, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Generasi Z memiliki tingkat kesadaran etis yang relatif tinggi, mereka masih menghadapi kesenjangan dalam memahami dampak jangka panjang AI terhadap moralitas. Tantangan utama meliputi risiko plagiarisme dalam akademik, penurunan kreativitas berpikir, serta bias algoritmik dalam pengambilan keputusan. Studi ini menekankan pentingnya pendidikan etika digital sebagai upaya meningkatkan kesadaran moral dalam penggunaan AI. Dengan membekali Generasi Z dengan pemahaman etis yang kuat, diharapkan mereka mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan.
Model Manajemen Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Kasanah, Siti Uswatun
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 2 (2025): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i2.1410

Abstract

The purpose of this study is to analyze the implementation of character-building management through the Islamic Religious Education (PAI) course in higher education. Character education is an essential aspect of the higher education system, particularly in shaping students' moral, ethical, and spiritual values. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation involving PAI lecturers, students, and program administrators at Nahdlatul Ulama University, Blitar. The findings indicate that the implementation of character-building management through PAI at Nahdlatul Ulama University, Blitar, adopts a comprehensive approach, encompassing strategic planning, effective organization, active mobilization and supervision, as well as integration into the university's tridharma activities. The use of active learning methods and continuous evaluation also contributes to the program's effectiveness. However, challenges such as resource limitations and external environmental influences need to be addressed through adaptive and collaborative strategies.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi manajemen pembentukan karakter melalui mata kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) di perguruan tinggi. Pendidikan karakter menjadi aspek penting dalam sistem pendidikan tinggi, terutama dalam membentuk nilai-nilai moral, etika, dan spiritual mahasiswa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap dosen PAI, mahasiswa, serta pengelola program studi di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi manajemen pembentukan karakter melalui PAI di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menunjukkan pendekatan yang komprehensif, mencakup perencanaan strategis, pengorganisasian yang efektif, penggerakan dan pengawasan yang aktif, serta integrasi dalam kegiatan tridharma perguruan tinggi. Penggunaan metode pembelajaran aktif dan evaluasi berkelanjutan juga berkontribusi pada efektivitas program. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan pengaruh lingkungan eksternal perlu diatasi melalui strategi adaptif dan kolaboratif.
Pengembangan Buku ASWAJA an-Nahdliyah di Perguruan Tinggi Sebagai Upaya Membentuk Sikap Moderat Bagi Mahasiswa di Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Kasanah, Siti uswatun
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 4 No 1 (2024): Volume. 4 Nomor 1 April 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v4i1.1349

Abstract

The aim of this research is as a solution to ward off radical attitudes by instilling a Moderate attitude in students through the development of the Aswaja an-Nahdliyah reference book which is important to convey to students in tertiary institutions. This research uses a research design design to develop products, namely Research and Development (R&D) according to Thiagarajan, namely the 4-D model which consists of 4 research and development steps, namely defining, and designing , development, and dissemination. The solution to realizing a moderate attitude in students who are the nation's assets as the young generation is through cultivating the 5 social attitudes of Nahdlatul Ulama, namely Tawassut (being moderate), Tasamuh (being tolerant), Tawazun (being balanced) and I'tidal (being fair) and Amar ma'ruf Nahi Mungkar (inviting goodness and preventing evil) in understanding concepts, analyzing and will be realized in the implementation of attitudes that arise in real life in society, nation and state.
Internalisasi Nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah: Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Hukum Administrasi Negara Kasanah, Siti uswatun
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 4 No 1 (2024): Volume. 4 Nomor 1 April 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v4i1.1353

Abstract

Tujuan dari 1penelitian ini adalah sebagai solusi untuk mengembangkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sesuai dengan novelty yang ditetapkan perguruan tinggi. Rencana Pembelajaran Semester (RPS) perlu dikembangkan melalui analisis standar kompetensi yang ingin dicapai, metode pengajaran, dan evaluasi pembelajarannya dengan menginternalisasikan nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan, Borg dan Gall, sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis konsep dan komparasi untuk memecahkan masalah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan ADDIE dari Branch. Perencanaan dalam proses Internalisasi Nilai-nilai Aswaja an-Nahdliyah: Pengembangan RPS Mata Kuliah Hukum Administrasi Negara dilakukan dengan menginternalisasi nilai-nilai moderat dalam arti al-wasat sebagai model berfikir dan berinteraksi secara seimbang di antara dua kondisi, sehingga sesuai dengan prinsip-prinsip Islam dalam berakidah, beribadah dan beretika, setidaknya bisa dilihat kesesuaiannya dengan pertimbangan-pertimbangan dalam berperilaku dan beretika.
Membangun Kebersamaan Melalui Makan Kembul Bujana: Strategi Pengembangan Komunitas Berbasis Budaya di MWC NU Garum Kabupaten Blitar Kasanah, Siti Uswatun; Rosyadi, Zainal; Muttaqin, Asyharul
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 April 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i1.2149

Abstract

This study explores the tradition of Kembul Bujana at MWC NU Garum Blitar Regency. The research aims to understand the meaning, values, and social impact of this communal dining tradition within the local religious community. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, involving religious leaders, members of the autonomous bodies, and community participants. The findings reveal that Kembul Bujana serves not only as a medium for strengthening social bonds and fostering a sense of togetherness but also as a platform for transmitting religious teachings, cultural values, and collective identity. The discussion highlights the stages of the tradition, the integration of religious rituals with cultural practices, and the role of shared meals in reinforcing community cohesion. The study concludes that Kembul Bujana functions as an effective form of social and religious education, suggesting that such traditions should be preserved and adapted to modern contexts while maintaining their core values. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna kegiatan kembul bujana yang dilaksanakan MWC NU Garum Kabupaten Blitar, serta mengkaji nilai-nilai sosial, religius, dan kultural yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kembul bujana bukan hanya tradisi makan bersama, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan solidaritas jamaah, serta menjadi media internalisasi ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang ramah dan toleran. Tradisi ini memadukan nilai religius, seperti syukur dan kebersamaan dalam berbagi rezeki, dengan nilai sosial seperti gotong royong dan keterbukaan. Dalam perspektif kultural, kembul bujana menjadi bentuk pelestarian tradisi lokal yang selaras dengan prinsip dakwah kultural Nahdlatul Ulama. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan kembul bujana berkontribusi terhadap penguatan kohesi sosial dan transmisi nilai keislaman di tengah masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan strategi dakwah kultural yang efektif dan kontekstual, serta memberikan kontribusi terhadap pelestarian tradisi lokal yang bernilai positif.
Konsep Islam sebagai Problem Solving dalam Menghadapi Quarter Life Crisis di Era Milenial Suatin, Wiwik; Kasanah, Siti Uswatun; Purwaningrum, Devia; Firmansyah, Satria Fajar; Prasetyo, Yogi Danang
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1350

Abstract

Tujuan dari 1penelitian ini adalah mengembangkan buku Konsep Islam sebagai Problem Solving dalam Menghadapi Quarter Life Crisis di Era Milenial, adalah memberikan pengetahuan bagi usia dewasa awal (emerging adulthood). Penelitian ini menggunakan rancangan studi kepustakaan (library research) dimana penulis mengumpulkan, mengidentifikasi, dan menganalisis, bahan-bahan yang relevan dengan masalah yang diangkat seperti buku, jurnal, dan artikel pada situs-situs terpercaya di internet. Periode seperempat kehidupan sebaiknya tidak lagi dikaitkan dengan hal-hal negatif, melainkan dapat dianggap sebagai ruang bagi individu untuk dapat tumbuh dan berkembang. Dengan ini diharapkan dapat mengurangi akibat-akibat negatif potensial yang dapat terjadi jika periode tersebut sudah diekspektasikan secara negatif. Periode seperempat kehidupan mungkin bagi sebagian orang merupakan masa-masa gelap, tetapi bagi mereka yang berusaha, bersangka baik, dan bertawakkal kepada Allah boleh jadi merupakan medianya untuk tumbuh secara personal dan lebih mendekatkan diri kepada-Nya