cover
Contact Name
Dini Kurniawati
Contact Email
jpa@umm.ac.id
Phone
+6285648070281
Journal Mail Official
jpa@umm.ac.id
Editorial Address
Jurnal Perempuan & Anak Universitas Muhammadiyah Malang Jl.Raya Tlogomas No.246, Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Perempuan & Anak
ISSN : 24422614     EISSN : 27163253     DOI : 10.22219
Focus and Scope Jurnal Perempuan dan Anak (JPA) merupakan media komunikasi dan informasi terkait dengan perempuan dan anak. JPA diterbitkan oleh Lembaga Pengkajian, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) Universitas Muhammadiyah Malang, sejak Januari 2013. JPA dikembangkan dengan maksud untuk mendorong peran dan perkembangan perempuan dan anak melalui publikasi hasil-hasil penelitian dan telaah kritis (review) terhadap perempuan dan anak dari berbagai aspek kajian. JPA menerima sumbangan artikel hasil penelitian dan artikel review (non penelitian) dari penulis. Setiap tahun terbit 2 (dua) kali bulan Februari dan Agustus.
Articles 81 Documents
Upaya Pemulihan Mental Anak Korban Child Abuse Melalui Play Therapy Fadhilah, Aulia Nisa; Ulin Nihayah; Karim, Abdul
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i1.30623

Abstract

This research highlights the issue of child protection as a gift and responsibility that should be implemented by parents and society, in accordance with the provisions of the Child Protection Law No. 23 of 2002. Although children have rights that must be safeguarded, there is often a gap between ideal concepts and the harsh reality. Acts of violence against children, whether physical, emotional, sexual, or neglect, pose serious problems, especially when the perpetrators come from environments that should provide protection. The negative impacts of child abuse include trauma, low self-esteem, psychological disorders, and a decline in performance, significantly affecting the future of children. Law Number 11 of 2012 emphasizes the need for a rehabilitative approach rather than punishment for children in conflict with the law. This research employs field observation methods focusing on the implementation of social programs for children who are victims of child abuse. The activities involve socialization, empowerment of children's interests and talents, play, and sharing experiences. The results show positive psychological changes in children, reflected in increased enthusiasm and awareness of their right to education. Therefore, collaboration among parents, society, and the government is crucial in protecting children. Adequate legal protection and a rehabilitative approach are key to ensuring that children can grow and develop optimally in line with their human rights.
Upaya Pencegahan Kekerasan terhadap Anak melalui Program Education Parenting: (Studi pada Orang Tua di SMP Islam Al-Azhar 30 Tasikmalaya) santia
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i1.31836

Abstract

Pencegahan merujuk pada tindakan-tindakan yang bertujuan untuk mencegah, menghalangi atau menghambat terjadinya suatu peristiwa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Upaya Pencegahan Kekerasan Pada Anak melalui Education Parenting di SMP Islam Al-Azhar 30 Tasikmalaya. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui program education parenting di SMP Islam Al-Azhar 30 Tasikmalaya. Penelitian ini megunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini mengunakan tahapan pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Hasil penelitian menunjukan bahwa program education parenting memiliki peran dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendidik anak secara positif dan mencegah terjadinya kekerasan. Partisipasi orang tua dalam kelas orang tua, acara hari orang tua dan kegiatan lainnya telah meningkatkan pemahaman akan pentingnya pengasuhan yang mendukung perkembangan anak. Selain itu, forum seperti think-thank dan arisan bicara memberikan kesempatan bagi orang tua untuk saling berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi tantangan dalam mendidik anak. Seminar yang diselenggarakan juga terbukti efektif dalam memberikan informasi dan keterampilan baru kepada orang tua dalam mencegah kekerasan pada anak. Selain itu upaya pencegahan yang dilakukan oleh orang tua dengan membangun komunikasi yang baik dengan anak menciptakan lingkungan yang aman untuk anak, sehingga anak bisa terbuka dengan orang tua. Simpulan dalam program parenting seperti kelas orang tua, hari orang tua, think-thank, arisan bicara dan seminar serta upaya pencegahan yang dilakukan oleh orang tua dapat mengoptimalkan pencegahan kekerasan pada anak.
GAMBARAN FAMILY STRENGTHS DALAM MENINGKATKAN KEHARMONISAN RUMAH TANGGA BERBEDA ETNIS Yulia Puspita Dewi; Nurliana Cipta Apsari
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i1.34362

Abstract

ABSTRAK Fenomena perkawinan antar etnis menjadi fenomena intercultural marriages. Fenomena intercultural marriages menjadi sebuah fenomena yang menarik di Indonesia karena mengingat negara Indonesia memiliki kekayanan budaya, tradisi, dan agama. Oleh karena itu, tujuan dari adanya artikel ini yaitu untuk menganalisis kekuatan keluarga berbeda etnis. Penelitian ini menggunakan studi literature review, sehingga pengumpulan data menggunakan database online. Hasil penelitian menunjukan bahwa kekuatan keluarga berbeda etnis dapat dianalisis enam dimensi Family Strengths Framework yang diantaranya: (a) Appreciation and affection, yaitu sebuah kedekatan emosional dan kasih sayang, menghargai setiap perbedaan serta memiliki rasa empati atas apa yang dialami oleh pasangannya.; (b) Commitment, terbentuk dari adanya komunikasi efektif untuk menegosiasikan terkait komitmen dan komitmen bisa terbentuk dari adanya keterbukaan antara pasangan suami istri; (c) Positive Communication, dilakukan dengan adanya kompromi antar pasangan suami istri, menerapkan komunikasi menggunakan Bahasa Indonesia, dapat membagikan perasaan dengan menanamkan prinsip keterbukaan dan tetap berkomunikasi dengan media elektornik sebagai perentara ketika sedang LDR (Long Distance Relationship); (d) Spiritual Well-Being, terkait tentang nilai-nilai yang diterapkan dalam keluarga sehingga pada awal-awal pernikahan pasangan suami-istri melakukan kompromi terkait nilai-nilai yang bisa dianut didalam keluarga mereka; (e) Ability to manage stress and crisis effectively, dapat dilakukan dengan adaptasi dan penyesuaian diri ketika menemukan perbedaan kebiasaan antar pasangan; dan (f) enjoyable time together, ditandai dengan adanya kegiatan seperti berkunjung ke pasar bersama-sama, di rumah dan saat bersantai bersama keluarga yang dapat membuat terjalinnya aktivitas komunikasi antar anggota keluarga berbeda etnis. Kata Kunci: Family Strengths, Keluarga Berbeda Etnis, Intercultural Marriages ABSTRACT The phenomenon of intercultural marriages has become an intriguing occurrence in Indonesia due to the country's rich cultural diversity, traditions, and religions. Therefore, the purpose of this article is to analyze the strengths of ethnically diverse families. This research employs a literature review study, thus data collection utilizes online databases. The research findings indicate that the strengths of ethnically diverse families can be analyzed through six dimensions of the Family Strengths Framework, namely: (a) Appreciation and affection, which involves emotional closeness and affection, valuing differences, and empathizing with one's partner's experiences; (b) Commitment, formed through effective communication to negotiate commitments, which can stem from openness between spouses; (c) Positive Communication, achieved through compromise between spouses, employing communication in the Indonesian language, sharing feelings by fostering openness principles, and maintaining communication through electronic media as intermediaries during Long-Distance Relationships (LDR); (d) Spiritual Well-Being, concerning the values applied within the family so that early in marriage, spouses compromise on the values embraced within their family; (e) Ability to manage stress and crisis effectively, achieved through adaptation and self-adjustment when encountering differences in habits between spouses; and (f) Enjoyable time together, characterized by activities such as visiting markets together, at home, and relaxing with family, fostering communication among members of ethnically diverse families. Keywords: Family Strengths, Ethnically Diverse Families, Intercultural Marriages
Ekofeminisme: Peran Perempuan sebagai Penjaga Hutan Adat Mandala Bayan di Kabupaten Lombok Utara Ashri Rahmatia
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.37573

Abstract

Abstrak Kesadaran terhadap relasi kuasa yang tidak seimbang dan marginalisasi yang telah mendarah daging terutama di lingkungan-lingkungan yang masih erat dengan budaya patriarki mengharuskan perempuan untuk terus berjuang untuk melawan dominasi gender, kesamaan rasa di mana perempuan dan alam yang sama-sama tidak berdaya dalam lingkaran patriarki mendorong gerakan perempuan untuk menjaga lingkungan hidup. Tujuan penelitian ini ialah melihat seberapa jauh peran perempuan sebagai penjaga hutan adat Mandala Desa Bayan, KLU dari perspektif ekofeminisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif di mana data diambil dari berbagai kajian literatur dan wawancara langsung dengan para tokoh perempuan penjaga Hutan Adat Mandala. Hasil penelitian ini memperlihatkan peran krusial yang dipegang oleh para perempuan sebagai salah satu tokoh kunci yang mampu mendorong keberhasilan upaya melestarikan hutan adat Desa Bayan melalui berbagai langkah progresif berupa advokasi dan pembinaan untuk memupuk kesadaran masyarakat sehingga mampu menciptakan sinergitas dalam pemanfaatan dan pengelolaan hutan tanpa merusak hutan itu sendiri. Kata Kunci: Ekofeminisme, Perempuan, Hutan Adat. Abstract Awareness of unequal power relations and marginalization that have become ingrained, especially in environments that are still closely linked to patriarchal culture, requires women to continue to fight against gender domination, a sense of equality where women and nature are both powerless in the circle of patriarchy. encourage women's movements to protect the environment. The aim of this research is to see how far the role of women as guardians of the traditional Mandala forest in Bayan Village, KLU is from an ecofeminist perspective. This research uses a descriptive qualitative research method where data is taken from various literature studies and direct interviews with female figures who guard the Mandala Traditional Forest. The results of this research show the crucial role played by women as one of the key figures who are able to encourage the success of efforts to preserve the Bayan Village customary forest through various progressive steps in the form of advocacy and coaching to foster community awareness so that they can create synergy in forest utilization and management without destroying the forest itself. Keywords: Ecofeminism, Women, Indigenous Forests.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga Perspektif Gender Sayyid Abdul Mahdi Al-Farisi; Khosyi’ah, Siah
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.38717

Abstract

Abstrak Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) umumnya berhubungan dengan kekerasan berbasis gender yang bisa terjadi kepada siapa saja dan dimana saja. Kekerasan ini didasari oleh perasaan dominasi atau kontrol penuh atas apa yang dilakukan oleh pihak yang merasa berkuasa bahwa segalanya berada di tangannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis permasalahan KDRT menggunakan perspektif gender yang dikaji dalam teori sosial-politik. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi pustaka, dengan deskriptif analitis sebagai metode analisis data. Hasil temuan dari penelitian ini menyebutkan bahwa faktor utama terjadinya KDRT selain dari faktor pelaku adalah tatanan hukum yang belum memadai, nilai sebuah kultur social, kebudayaan, salah persepsi dan mitos yang terjadi pada Masyarakat. Ditemukan pula bentuk dari KDRT yakni kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran rumah tangga. Sedangkan menurut analisis gender, ketidakadilan gender bisa diidentifikasi melalui berbagai manifestasi ketidakadilan, yakni marjinalisasi, subordinasi (anggapan tidak penting), pelabelan negatif (stereotype), kekerasan (violence), dan beban kerja ganda (double burden) Kata kunci: gender, kekerasan, rumah tangga Domestic violence (KDRT) is generally related to gender-based violence that can happen to anyone, anywhere.  This violence is rooted in a feeling of dominance or complete control over what is done by the party that feels powerful, believing that everything is in their hands.  The purpose of this research is to analyze the issues of domestic violence using a gender perspective examined within social-political theory.  The research method used for data collection is literature study, with descriptive analytical as the data analysis method.  The findings from this research indicate that the main factors contributing to domestic violence, aside from the perpetrator's influence, are inadequate legal frameworks, social cultural values, misconceptions, and myths prevalent in society.  Forms of domestic violence have also been identified, including physical violence, psychological violence, sexual violence, and neglect in the household.  According to gender analysis, gender injustice can be identified through various manifestations of inequality, namely marginalization, subordination, stereotypes, violence, and the double burden. Keyword: gender, violence, household
Peran Strategis Dalam Implementasi Kebijakan Perlindungan Anak dan Perempuan Menuju Indonesia Aman 2025 Mu'minin, Nashrul
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.41544

Abstract

Abstrak Kekerasan seksual terhadap Anak merupakan salah satu permasalahan serius yang dihadapi pemerintah saat ini, Secara sosial Perlindungan anak merupakan upaya dan tindakan bersama dari semua strata sosial, perbedaan kedudukan, dan peran yang berbeda, mereka sangat menyadari pentingnya anak bagi masa depan tanah air dan bangsa. sebagai generasi muda yang memiliki cita-cita tinggi untuk negara, pemimpin masa depan negara, dan sumber harapan bagi generasi sebelumnya, membutuhkan kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara mental, fisik, dan fisik. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif atau pengumpulan data dengan menggunakan database dari publish or perish dari google scholar menghasilkan 640 dokumen. UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dijelaskan juga bahwa Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Namun sayangnya dalam pengaplikasiannya sering mengalami hambatan maupun kendala, baik yang disebabkan karena faktor internal maupun faktor eksternal. Hal itu, terlihat dari peningkatan kasus kekerasan anak yang meningkat setiap tahunnya. Kebijakan yang dikeluarkan terhambat dalam hal implementasi, walaupun sudah dibentuk beberapa badan seperti KPAI (Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia) dan P2TP2A. Kata kunci: implementasi kebijakan, perlindungan anak dan perempuan
Strategi Penolakan Gerakan Perempuan di Inggris Terhadap Referendum Britain Exit Uwar, Basyarani Annisa Rizkynindita; Pradana, Hafid Adim; Soedarwo, Vina Salviana Darvina
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.42870

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi gerakan perempuan di Inggris dalam menolak referendum Brexit dengan menempatkan Brexit bukan sekadar persoalan teknis hubungan Inggris–Uni Eropa, melainkan sebagai ancaman terhadap hak dan kesejahteraan perempuan. Berangkat dari kerangka masyarakat sipil, gerakan sosial, dan politik gender, penelitian ini berupaya menjawab dua pertanyaan utama: bagaimana strategi gerakan perempuan di Inggris dalam menolak Brexit dan bagaimana mereka membingkai Brexit sebagai ancaman yang berimplikasi secara spesifik terhadap perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus deskriptif, berdasarkan studi pustaka terhadap buku, artikel jurnal, laporan organisasi masyarakat sipil, dan pemberitaan media, yang dilengkapi dengan satu wawancara semi-terstruktur dengan aktivis Women for Europe. Data dianalisis melalui pembacaan tematik untuk mengidentifikasi pola strategi, jaringan aktor, dan cara gerakan perempuan membingkai isu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gerakan perempuan membangun konfigurasi aktor yang berlapis dan strategi kampanye yang multi-level. Mereka menggabungkan demonstrasi dan aksi jalanan, produksi pengetahuan dan advokasi kebijakan, framing politik dan kampanye media, serta koalisi lintas gerakan dan kerja sama dengan aktor parlementer. Brexit dibingkai sebagai ancaman terhadap standar ketenagakerjaan, perlindungan sosial, dan kerangka hukum kesetaraan gender yang selama ini difasilitasi Uni Eropa, sekaligus sebagai contoh defisit demokrasi yang bias gender. Penelitian ini menegaskan peran gerakan perempuan sebagai aktor masyarakat sipil yang tidak hanya menolak Brexit, tetapi juga menawarkan pembacaan alternatif tentang demokrasi yang lebih inklusif dan peka gender.
Gambaran Kesejahteraan Psikologis Perempuan Kepala Keluarga Zuyina, Intan; Eka Pertiwi, Ratih
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 8 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v8i2.43255

Abstract

Perempuan kepala keluarga di Kabupaten X menghadapi tantangan emosional yang belum sepenuhnya teratasi oleh program pemerintah. Meskipun DP3A Kabupaten X telah melaksanakan program seperti Rumah Curhat dan bantuan ekonomi, dukungan psikologis masih kurang optimal. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesejahteraan psikologis perempuan kepala keluarga di Kabupaten X dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif mereka. Teori kesejahteraan psikologis Ryff, yang mencakup enam dimensi kesejahteraan, digunakan sebagai kerangka analisis. Penelitian ini dilakukan pada perempuan janda berusia 30 tahun ke atas, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa meskipun semua dimensi kesejahteraan psikologis ada pada setiap subjek, tingkat pemenuhannya berbeda-beda, dipengaruhi oleh faktor usia, usia perceraian, dukungan sosial, dan tingkat pendidikan. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan kepala keluarga di masa depan..
Teen dating and the Value Crisis in Junior and Senior High School Student Education Rahmawatia, Nuraini; Mu'minin, Nashrul
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 9 No. 1 (2026): Februari (On Process)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v9i1.43610

Abstract

The normalization of dating practices among junior and senior high school students indicates a shift in adolescents' moral constructions amid the strong influence of popular culture and digital media. This phenomenon raises critical questions regarding the effectiveness of character education based on Islamic values, particularly in internalizing the value of iffah as a principle of self-control and moral integrity. Although character education has become a strategic agenda in the national education system, empirical studies that specifically link adolescents' relational practices with the process of internalizing religious moral values remain relatively limited. Grounded in value internalization theory and moral development theory, this study aims to analyze how adolescents' dating practices reflect the level of iffah value internalization and its implications for character formation. This research employs a qualitative approach with a field study design. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis involving students, teachers, and school stakeholders. Analysis was conducted using first-cycle coding techniques and thematic grouping to identify patterns in moral understanding, relational practices, and self-control mechanisms. The findings reveal a gap between normative understanding of iffah and the actualization of behavior in social relations. Most students understand iffah at the cognitive level, yet dating practices are viewed as part of identity formation and adolescents' affective needs. This indicates that the value internalization process has not yet reached a stable stage of moral integration. This study affirms the need for a more transformative, contextual, and collaborative character education model to sustainably strengthen adolescents' moral integrity.
Self-Confidence and Anxiety About the Future in Early Adulthood Peristianto, Sheilla Varadhila
Jurnal Perempuan dan Anak Vol. 9 No. 1 (2026): Februari (On Process)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jpa.v9i1.43816

Abstract

The level of anxiety about the future experienced in early adulthood varies from person to person, but self-confidence is part of the emotional and cognitive factors that protect against anxiety about the future. The purpose of this study was to determine the relationship between self-confidence and future anxiety in early adulthood. The research method used was quantitative, with data collected using a self-confidence scale and a future anxiety scale. The sample was selected based on accidental sampling with criteria of being between 18 and 40 years old and having a minimum education level of high school, resulting in 70 participants. Hypothesis testing used Spearman's rho correlation. The results indicated a negative correlation between the variables of self-confidence and anxiety with a sig. value (2-tailed) of 0.012 and a correlation coefficient value of -0.298. The hypothesis stating that there is a correlation between self-confidence and anxiety about the future in early adulthood was accepted. These findings emphasize the importance of developing psychological interventions that focus on increasing self-confidence as a preventive measure in reducing anxiety about the future.