cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 409 Documents
Penggunaan Metode Geolistrik untuk Mengidentifikasi Pengaruh Pemupukan Terhadap Nilai Resistivitas Tanah Doni, Doni; Ivansyah, Okto; Muhardi, Muhardi
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51245

Abstract

Penelitian telah dilakukan di area lahan gambut Parit Demang, Kecamatan Pontianak Selatan, Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan nilai resistivitas tanah sebelum dan sesudah pemupukan dan mengetahui pengaruh pemupukan pada nilai resistivitas tanah. Metode yang digunakan adalah metode geolistrik konfigurasi wenner-schlumberger. Pengambilan data mengaplikasikan 2 lintasan dengan panjang masing-masing 7 m. Dari hasil penelitian didapatkan nilai resistivitas tanah sebelum dan sesudah pemupukan adanya peningkatan yang terjadi pada Lintasan 1 dan Lintasan 2. Nilai resistivitas tanah Lintasan 1 sebelum pemupukan yaitu berkisar (0,374 "“ 270) Ωm, sesudah pemupukan berkisar menjadi (0,484 "“ 349) Ωm. Nilai resistivitas tanah Lintasan 2 sebelum pemupukan yaitu berkisar (0,374 "“ 269) Ωm, sesudah pemupukan yaitu berkisar menjadi (0,968 "“ 697) Ωm. Pengaruh pemupukan pada tanah berdasarkan nilai resistivitas terjadi peningkatan diduga karena pupuk kandang memiliki kemampuan menyerap air pada tanah, sehingga material tanah menjadi resistif.Kata Kunci : Pupuk Kandang, Geolistrik Resistivitas, Resistif
Aplikasi Metode Geolistrik 3D untuk Mengetahui Struktur Bawah Permukaan (Studi Kasus : Lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat) Isbiantoro, Ryan; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49463

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aplikasi metode geolistrik 3D yang bertujuan untuk mengetahui struktur bawah di lingkungan Universitas Tanjungpura Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Sclumberger. Pengukuran dilakukan secara 2D dan 3D dengan 2 lintasan yang saling berpotongan. Panjang lintasan pengukuran 2D adalah 235 m dengan spasi antar elektroda 5 m. Pengukuran secara 2D bertujuan untuk mengetahui struktur bawah permukaan dengan target kedalaman yang besar. Pengukuran 3D dilakukan pada grid berukuran 12 × 8 yang menempati lahan seluas 1.925 m2. Hasil dari penelitian secara 3D menunjukkan struktur lapisan bawah permukaan terdiri dari gambut, lempung dan lempung yang tersaturasi air tanah dengan nilai tahanan jenis dari 2,2 Ωm hingga 96,2 Ωm dan berada hingga kedalaman 15,9 m. Lebih lanjut, pada model 2D terdapat lapisan gambut, lempung dan lempung yang tersaturasi air tanah, lanau, tanah liat berpasir, dan pasir yang memiliki nilai tahanan jenis dari 14,5 Ωm hingga 181 Ωm terdapat pada kedalaman 1,25 m hingga 45,6 m.Kata kunci: Geolistrik 3D, Tahanan Jenis, Wenner-Sclumberger, Struktur Bawah Permukaan
Analisis Tingkat Kerawanan Banjir Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat Menggunakan Metode Overlay dengan Scoring Berbasis Sistem Informasi Geografis Tri, Mario Andika; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51089

Abstract

Kabupaten Mempawah merupakan satu diantara Kabupaten di Kalimantan Barat yang wilayahnya mempunyai potensi terjadinya banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai acuan dasar peringatan dini yang dijadikan pedoman rancangan penanggulangan bencana dan kebijakan perencanaan tata ruang wilayah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode overlay dengan scoring berbasis sistem informasi geografis dengan melihat pengaruh masing-masing parameter banjir yaitu kemiringan, ketinggian, curah hujan, tutupan lahan dan buffer sungai. Hasil penelitian menunjukan Kabupaten Mempawah memiliki 3 tingkat kerawanan banjir dengan klasifikasi yaitu rawan, cukup rawan dan aman. Tingkat rawan banjir merupakan kawasan terluas dengan luasan area 103966,20 ha (54,21%) dari luas Kabupaten Mempawah secara keseluruhan, sedangkan tingkat cukup rawan banjir seluas 80770,60 ha (42,11%) dan tingkat aman banjir yang merupakan kawasan dengan luas terkecil yaitu luas area 7055,54 ha (3,68%) dari total luas wilayah Kabupaten Mempawah sebesar 191792,34 ha. Kata Kunci : Banjir, peringatan dini, metode overlay, scoring, parameter banjir, tingkat kerawanan banjir.
Studi Permukaan Bebas dan Kecepatan Gelombang Pada Fenomena Tidal Bore Fossetta, Bella; Putra, Yoga Satria; Kushadiwijayanto, Arie Antasari
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49609

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara numerik bentuk permukaan bebas (free surface) dan kecepatan tidal bore berdasarkan variasi bilangan Froude. Simulasi dibangun menggunakan perangkat lunak CFD OpenFOAM model turbulensi LES k-equation. Penelitian ini telah membangun 11 simulasi yang menghasilkan bilangan Froude yang bervariasi, yaitu Fr = 1,27 "“ 1,53. Bentuk gelombang dari transisi tidal bore, breaking tidal bore terbentuk saat bilangan Froude tinggi dan undular tidal bore terbentuk jika bilangan Froude rendah. Bilangan Froude juga dipengaruhi oleh kecepatan gelombang tidal bore 𝑉𝑏 yang berbanding lurus dengan bilangan Fr. Semakin besar nilai Fr maka kecepatan tidal bore 𝑉𝑏 semakin meningkat. Kata kunci: tidal bore, bilangan Froude, permukaan bebas, kecepatan gelombang, LES k-equation.
Pendugaan Lapisan Akuifer Di Desa Peruntan Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau Berdasarkan Nilai Tahanan Jenis Putra, Novfreezal Iskandar; Zulfian, Zulfian; Muliadi, Muliadi
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51535

Abstract

Pendugaan lapisan akuifer di desa Peruntan kecamatan Jangkang kabupaten Sanggau telah berhasil dilakukan dengan menerapkan metode geolistrik tahanan jenis. Lintasan penelitian dibuat sebanyak 2 lintasan dengan panjang tiap lintasan sebesar 240 m. Pengambilan data pada tiap lintasan menggunakan konfigurasi konfigurasi Wenner- Schlumberger dan Dipole- dipole dengan spasi elektroda terkecil sebesar 5 m. Hasil model penapang resistivitas kedua konfigurasi menunjukan ada perbedaan lokasi dan kedalaman lapisan akuifer. Kedua konfigurasi pada kedua lintasan diduga memiliki kecocokan kedalaman lapisan akuifer berada pada kedalaman 8 m s.d. 30 m. Lapisan akuifer ini diduga berada pada lapisan pasir dan serpih dengan rentang nilai tahanan jenis sebesar 4.2 Ωm hingga 50,6 Ωm.Kata kunci: Lapisan akuifer, tahanan jenis, Wenner- Schlumberger, Dipole- dipole
Simulasi Lompatan Hidrolik pada Aliran Kanal Terbuka Menggunakan Pendekatan Komputasi Dinamika Fluida Desti, Desti; Putra, Yoga Satria; Kushadiwijayanto, Arie Antasari
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49501

Abstract

Proses terjadinya lompatan hidrolik dalam bidang pertanian dapat terjadi di saluran irigasi. Aliran air yang mengalir dari daerah hulu pintu air akan menabrak air yang ada di daerah hilir pintu air. Ketika pintu air tersebut dibuka maka akan terjadi lompatan hidrolik. Fenomena lompatan hidrolik dalam sebuah kanal terbuka dapat dipelajari menggunakan pendekatan komputasi dinamika fluida. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membangun simulasi numerik lompatan hidrolik menggunakan perangkat lunak open source OpenFOAM dengan menerapkan model turbulen LES Smagorinsky. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan profil kecepatan pada Bilangan Froude (Fr) yang berbeda, serta menganalisis bentuk tipologi lompatan hidrolik berdasarkan nilai Fr. Berdasarkan uji grid hasil yang mendekati data acuan terdapat pada Tipe I. Nilai korelasi tertinggi dan error terendah terdapat pada Tipe II. Profil kecepatan dekat dasar saluran akan meningkat seiring dengan nilai Fr yang semakin besar. Pada zona yang berada pada kolom air atau pada kedalaman sekitar 0,01 m, kecepatan perlahan-lahan akan mulai menurun yang disertai dengan terjadinya kenaikan elevasi pada permukaan air. Pada zona yang semakin dekat ke permukaan, profil kecepatan mulai meningkat dan ini terjadi pada lima Fr yang berbeda. Nilai Fr = 1,3 merupakan tipe lompatan berombak. Lompatan lemah terjadi pada saat nilai Fr = 1,8. Nilai Fr = 2,8 merupakan lompatan berosilasi. Nilai Fr = 6,8 merupakan lompatan tetap, dan nilai Fr = 9,8 merupakan lompatan kuat.Kata kunci: : Lompatan hidrolik, Bilangan Froude, komputasi dinamika fluida, profil kecepatan, OpenFOAM
Studi Dinamika Molekul Terhadap Hidrat Metana Tipe MH-IV Jamilah, Syarifah Intan; Arman, Yudha; Hasanuddin, Hasanuddin
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51256

Abstract

Dinamika hidrat metana tipe MH-IV pada berbagai kondisi termodinamika telah diteliti menggunakan metode dinamika molekul. Hidrat metana dikondisikan pada suhu 250 K dan tekanan 40 GPa, 70 GPa, 100 GPa, 140 GPa dan 150 GPa. Berdasarkan hasil perhitungan energi sistem, sistem hidrat yang disimulasi belum sepenuhnya mendekati hasil eksperimen yang ingin direplika. Fungsi distribusi radial dari sistem yang disimulasi menunjukkan pengaruh signifikan tekanan terhadap jarak koordinasi antar molekul penyusun hidrat. Sistem terlihat mengalami deformasi seiring dengan pertambahan tekanan. Beberapa bagian dari sistem terlihat mengalami deformasi yang diikuti dengan pemutusan ikatan hidrogen antar molekul air. Hal tersebut mengakibatkan sistem tidak lagi memiliki struktur kristal es seperti kondisi awal. Perubahan struktur yang dialami menyebabkan probabilitas molekul metana untuk berdifusi ke void baru menjadi semakin besar. Peningkatan tekanan yang diaplikasikan pada sistem menyebabkan kerusakan struktur semakin meluas yang diikuti dengan meningkatnya koefisien difusi molekul gas metana.Kata Kunci : Hidrat Metana MH-IV, Dinamika Molekul
Identifikasi Bidang Gelincir Daerah Rawan Longsor Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap Santi, Maria Aventri; Putra, Yoga Satria; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i2.49482

Abstract

Desa Betenung, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang merupakan daerah yang rawan akan terjadinya tanah longsor. Desa Betenung merupakan daerah perbukitan. Letak bidang gelincir diidentifikasikan dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Pada penelitian ini, telah diidentifikasi bidang gelincir di daerah rawan longsor di Desa Betenung Kecamatan Nanga Tayap dengan menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengambilan data dilakukan dengan lima lintasan. Empat lintasan memiliki panjang lintasan adalah 141 meter, satu lintasan memiliki panjang lintasan adalah 93 meter. Jarak antar elektroda adalah 3 meter. Hasil analisa penampang resistivitas dua dimensi (2D) dari lima lintasan menunjukan bahwa bidang gelincir tanah longsor berupa lempung pasiran dengan nilai resistivitas antara 50 Ωm sampai 1179.5 Ωm. Bidang gelincir di daerah penelitian terdapat pada kedalaman 3 "“ 7 meter dengan tipe tanah longsor berupa tipe rayapan.Kata kunci: bidang gelincir, geolistrik, resitivitas, Wenner - Schlumberger
Penggunaan Metode Ground Penetrating Radar (GPR) Untuk Identifikasi Utilitas Bawah Tanah Arief, Muhammad; Sumargana, Lena
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.51099

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi utilitas bawah tanah menggunakan metode GPR konfigurasi Radar Reflection Profiling dengan frekuensi antena 600 MHz. Penelitian ini menggunakan enam lintasan pengukuran. Citra radargram 2D diolah menggunakan perangkat lunak ReflexW. Ditemukan empat jenis objek utilitas pada lintasan pengukuran, yaitu kabel serat optik, kabel listrik, pipa hydrant, dan pipa air pada kedalaman 0,07 m hingga 0,74 m dengan nilai cepat rambat gelombang 0,07 m/ns hingga 0,1 m/ns. Kata Kunci: Georadar, Ground Penetrating Radar (GPR), ReflexW, Utilitas.
Konduktivitas Termal Papan Komposit dari Sekam Padi dan Ampas Tebu Haisyah, Haisyah; Arman, Yudha; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v9i3.49856

Abstract

Setiap tahun jumlah limbah sekam padi dan ampas tebu semakin meningkat sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Kedua limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku papan komposit. Papan komposit banyak dimanfaatkan sebagai bahan dinding bangunan bertingkat karena konduktivitas termalnya yang rendah dibanding batako. Oleh karena itu, pada penelitian ini penulis membuat dan menganalisis papan komposit berbasis sekam padi dan ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai konduktivitas termal papan komposit terhadap berbagai perbandingan komposisi sekam padi dan ampas tebu serta untuk mengetahui perbandingan komposisi yang tepat agar nilai konduktivitas termalnya minimum. Pengukuran konduktivitas termal dilakukan menggunakan conductivy apparatus. Komposisi sekam padi dan ampas tebu yang digunakan memiliki perbandingan sebesar 100:0, 90:10, 80:20, 70:30, 60:40, 50:50 dan 40:60. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata konduktivitas termal yang didapat berkisar antara 0,029 W/m.K-0,069 W/m.K. Nilai ini jauh lebih rendah dibanding material bahan bangunan lain seperti beton, asbes dan kaca sehingga lebih nyaman digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa semakin banyak ampas tebu yang digunakan maka semakin tinggi nilai konduktivitas termal papan komposit dan perbandingan komposisi yang tepat agar nilai konduktivitas termal bahan minimum adalah pada papan komposit yang semuanya diisi oleh sekam padi. Nilai konduktivitas termal minimum tersebut diduga dipengaruhi oleh kerapatan dan papan komposit pada sampel ini paling rendah dibanding sampel yang lain sehingga lebih banyak mengandung pori-pori terisi udara yang diketahui buruk mengantarkan panas.