cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 388 Documents
Studi Sifat Fisika dan Kimia pada Air Sumur Garam Desa Manis Raya Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang Irawan, Muhamad Fajar; Muhardi, Muhardi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i3.78581

Abstract

Air sumur garam Desa Manis Raya terletak di Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang yang berada jauh dari daerah pesisir telah dimanfaatkan sebagai produksi garam lokal. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap sifat fisika dan kimia air sumur garam Desa Manis Raya Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Studi Sifat fisika dan kimia dilakukan pada dua sumur yaitu sumur 1 merupakan sumur yang telah produksi garam dan sumur 2 merupakan sumur yang belum produksi garam. Sifat fisika diidentifikasi dengan melakukan pengukuran secara langsung pada parameter salinitas, suhu air, Daya Hantar Listrik (DHL), dan Total Dissolved Solid (TDS), serta pengujian di laboratorium pada parameter Total Suspended Solid (TSS) dan kekeruhan. Sifat kimia diidentifikasi dengan pengujian di laboratorium terhadap parameter pH dan kadar NaCl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika pada sumur 1 berupa salinitas sebesar 86,8 ppt, suhu air sebesar 28,9 °C, DHL sebesar 8,18 S/m, TDS sebesar 88.028 ppm, TSS sebesar 816,5 mg/l dan kekeruhan sebesar 250 NTU, sedangkan sifat fisika sumur 2 berupa salinitas sebesar 46 ppt, suhu air sebesar 32,4 °C, DHL sebesar 6,042 S/m, TDS sebesar 79.198 ppm, TSS sebesar 50 mg/l, dan kekeruhan sebesar 6 NTU. Sementara itu, sifat kimia pada sumur 1 berupa pH sebesar 6,57 dan kadar NaCl sebesar 87,6%, sedangkan sifat kimia pada sumur 2 berupa pH sebesar 6,83 dan kadar NaCl sebesar 85,6%.
Simulasi Pola Arus Laut di Pelabuhan Gilimanuk Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics Yuliana, Dylla; Putra, Yoga Satria; Ardianto, Randy
PRISMA FISIKA Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i3.85295

Abstract

Pelabuhan Gilimanuk merupakan pelabuhan penyebrangan yang menjadi pusat transportasi vital sebagai pintu gerbang transportasi laut menuju Bali. Pelabuhan ini memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan perekonomian regional. Letaknya di Selat Bali menyebabkan kondisi navigasi perairannya dipengaruhi oleh pola arus yang kuat sehingga berpotensi mengganggu aktivitas operasional pelabuhan terutama dalam kondisi perairan yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan menganalisis pola arus di kawasan Pelabuhan Gilimanuk guna meningkatkan keselamatan navigasi menggunakan metode numerik Computational Fluid Dynamics (CFD) dengan perangkat lunak Delft3D. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data batimetri dari GEBCO, komponen angin dan tekanan dari FNL, serta komponen pasang surut dari TPXO 08. Simulasi dilakukan selama tujuh hari pada bulan Agustus 2020, periode ini dipilih karena merupakan bulan dengan kondisi arus terkuat sepanjang tahun menurut studi sebelumnya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa kecepatan rata-rata arus di kawasan pelabuhan berkisar antara 0,2 hingga 0,6 m/s, dengan kecepatan maksimum mencapai 2 m/s di bagian utara pelabuhan, di mana arus masuk melalui mulut Selat Bali dari Laut Bali. Arus dengan kecepatan tinggi ini bergerak dari berbagai arah, termasuk utara, barat, barat daya, dan selatan, menunjukkan bahwa seluruh area pelabuhan rentan terhadap arus kuat.
Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut di Pesisir Kabupaten Ketapang Menggunakan Metode Wilson Gustiani, Siska; Putra, Yoga Satria; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81305

Abstract

Pembangkit listrik energi terbarukan sangat dibutuhkan guna membantu Pemerintah mengatasi penggunaan listrik yang semakin tahun mengalami peningkatan. Salah satunya di Kabupaten Ketapang, yang produksi listrik dari tahun 2018 hingga 2021 mengalami peningkatan sebesar 62.477.359 KWh. Energi gelombang laut merupakan salah satu sumber energi pembangkit listrik terbarukan yang ramah lingkungan dan dapat ditemukan di perairan Indonesia. Secara umum, energi gelombang laut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan gelombang laut menuju ke daratan atau sebaliknya. Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) telah banyak dikembangkan, diantaranya, yaitu teknologi buoy tipe, teknologi overtopping devices, dan teknologi Oscillating Water Column (OWC).Peramalan gelombang digunakan untuk mencari nilai tinggi signifikan gelombang laut dan periode gelombang laut. Karakteristik ombak yang menuju ke tepi pantai pada saat angin berhembus dapat diprediksi dengan metode Wilson. Periode datangnya gelombang dapat dihitung menggunakan persamaan yang disarankan dari Kim Niels. Daya listrik yang dihasilkan pada ketiga titik lokasi tersebut mempunyai daya listrik yang tinggi pada wilayah pantai Pulau Bawal. Pantai Pulau Bawal memiliki lokasi yang tidak menyatu dengan dengan daratan, sehingga hal ini yang menyebabkan pada lokasi tersebut memiliki nilai daya yang tinggi. Pertama, ketinggian signifikan gelombang laut di lokasi penelitian menggunakan metode Wilson memiliki ketinggian signifikan gelombang laut pada bulan Agustus yang berkisar antara 0,02-0,01 m dari tahun 2017-2021. Kedua, potensi daya listrik yang dihitung dari nilai signifikan gelombang laut dari metode Wilson, menghasilkan daya listrik yang tidak berpotensi untuk membangkitkan PLTGL. Karena, dari hasil daya listrik yang dihasilkan dari metode Wilsom kecil, berkisar antara 6,9-2,9 watt.
Identifikasi Keberadaan Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Bayangkari, Emilia Kristin; Zulfian, Zulfian; Sutanto, Yuris
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81474

Abstract

Identifikasi air tanah di Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya telah berhasil dilaksanakan. Metode yang digunakan untuk identifikasi tersebut adalah metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk memperoleh penampang resistivitas 2D di bawah permukaan pada lokasi penelitian. Lintasan yang dibuat sebanyak 2 lintasan dengan panjang lintasan masing-masing 120 m. Jarak antar elektroda adalah 5 m .Dari hasil inversi lapisan tanah pada daerah penelitian berupa tanah gambut, lempung dan pasir. Air tanah diduga terdapat pada lapisan gambut yang merembes ke lapisan lempung dan terakumulasi pada lapisan pasir dengan nilai resistivitas (1,00 "“ 128) Ω𝑚. Keberadaan air tanah diduga dari kedalaman (1,25 - 19,8) m dengan nilai resistivitas (1 "“ 4,01) Ω𝑚. Dari interpretasi ini, air tanah pada daerah penelitian berjenis akuifer bebas dan dangkal yang terletak pada lapisan gambut, lempung dan pasir. Informasi terkait keberadaan air tanah ini dapat digunakan oleh warga sekitar untuk melakukan pengeboran air tanah. Pengeboran air tanah disarankan pada jarak (45-80) m pada lintasan 1 dan pada jarak (60- 66) m untuk lintasan 2 pada kedalaman (17-19,8) m dan lapisan pasir.
Analisis Uji Kekuatan Tarik Serat Daun Nanas dengan Variasi PerlakuanAlkali pahmi, mayana; Asri, Asifa; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.67083

Abstract

Parameter penting dalam penentuan filler pada papan komposit serat adalah sifat mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanis yaitu kekuatan tarik dan elongation pada serat daun nanas yang diberikan perlakuan alkali. Alkali yang digunakan adalah larutan Natrium Hidroksida (NaOH) dengan konsentrasi 2,5% dan 5%. Selain variasi konsentrasi NaOH, juga dilakukan perendaman dengan waktu yang berbeda yaitu 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Pembuatan spesimen uji dan pengujian tarik serat dengan ukuran (250Ñ…20Ñ…4) mm. Serat daun nanas sebelum diberikan perlakukan memiliki diameter 0,6 ±0,1 µm. Setelah dilakukan perendaman dengan NaOH, diameter serat mengalami peningkatan seiring dengan lamanya waktu perendaman. Nilai kekuatan tarik serat sebelum diberikan perlakuan adalah 18,33 MPa. Nilai kekuatan tarik serat ini mengalami peningkatan setelah direndam dengan NaOH 2,5% maupun 5% selama 90 menit. Namun, kekuatan tarik serat mengalami penurunan setelah waktu perendaman melewati 90 menit. Serat daun nanas yang direndam dengan NaOH 2,5% selama 90 menit memiliki ketebalan 0,8 ± 0,2 µm, kekuatan tarik 28,11 MPa. Sementara serat daun nanas yang direndam NaOH 5% selama 90 menit sedikit dan mengalami penurunan nilai kekuatan tarik jika dibandingkan dengan NaOH 2,5% (90 menit) yaitu 26,88 MPa.Kata Kunci : serat daun nanas, uji tarik, NaOH, elongation
Pengaruh Fenomena Madden Julian Oscillation terhadap Curah Hujan di Indonesia Faras, Angelia Millenis; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.69075

Abstract

Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) merupakan fenomena yang dapat memengaruhi curah hujan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fenomena MJO fase 3,4,5 terhadap variabilitas curah hujan di wilayah Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis komposit terhadap parameter cuaca meliputi angin zonal dan curah hujan selama periode Desember, Januari, dan Februari pada tahun 2016 hingga tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dari MJO fase 3 dan 4 dapat meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia, dengan nilai rata-rata spasial masing-masing sebesar 35,81% dan 18,98%. Peningkatan intensitas curah hujan tertinggi selama MJO fase 3 dan 4 berada di Laut Halmahera masing-masing sebesar 350% dan 450%. Pada MJO fase 5 terjadi penurunan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia sebesar 0,05% dan di pulau Sumatra bagian barat mengalami penurunan intensitas curah hujan sebesar 100% dari kondisi klimatologinya.
Identifikasi Nilai Indeks Kerentanan Seismik Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor di Wilayah Alahan Panjang, Sumatra Barat Antika, Cory; Muhardi, Muhardi; Cipta, Athanasius
PRISMA FISIKA Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indeks kerentanan seismik di wilayah Alahan Panjang, Provinsi Sumatra Barat, dengan analisis mikrotremor  menggunakan metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio  (HVSR).  Wilayah Alahan Panjang dikenal sebagai salah satu daerah yang rentan terhadap gempa bumi di Indonesia. Analisis mikrotremor digunakan  untuk menilai karakteristik dinamis tanah secara lokal, hal ini merupakan elemen penting dalam menentukan seberapa rentan suatu daerah terhadap gempa. Metode ini juga digunakan untuk menciptakan indeks kerentanan seismik dengan mempertimbangkan parameter-parameter seperti frekuensi dominan (f0) dan faktor amplifikasi (A0) di lokasi tersebut. Untuk mengkaji lebih lanjut, dilakukan pengukuran mikrotremor di Alahan panjang dengan 29 titik pengukuran.  Hasil penelitian menunjukkan distribusi indeks kerentanan seismik di wilayah Alahan Panjang, didapat rentang nilai KG  1,00-19,787. Daerah dengan indeks kerentanan seismik rendah (KG   5) terletak di wilayah perbukitan dengan elevasi tinggi, sedangkan daerah dengan indeks kerentanan seismik tinggi (KG   5) tersebar di beberapa wilayah topografi rendah.
Pengaruh Karbon Aktif Arang Kelapa dan Sekam Padi pada Keramik Berpori Putri, Farhana; Budi, Agus Setyo; Budi, Esmar
PRISMA FISIKA Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i1.82265

Abstract

Telah dilakukan analisis pengaruh penambahan material karbon aktif arang tempurung kelapa dan arang sekam padi pada keramik berpori dengan variasi komposisi yang berbeda disetiap sampelnya. Sampel disintering pada temperatur 700℃ selama 1 jam. Sampel dianalisis hasil nilai pengukuran densitas dan hasil uji daya serap. Dari data hasil penelitian diperoleh nilai uji densitas sebesar 2,063-2,166 g/cm3, nilai uji daya serap sebesar 31,71-35,84%. Selanjutnya dilakukan karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil menunjukkan semakin banyak konsentrasi arang sekam padi maka morfologi permukaan material akan semakin halus.
Rancang Bangun Vending Machine Tisu Basah Berbasis NodeMCU ESP32 Prastiyo, Mohamad Bangkit Budi; Nasbey, Hadi; Rahardjo, Imam Arif
PRISMA FISIKA Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i1.82218

Abstract

Pada survei yang dilakukan oleh Sunarsa dan Darmawijaya (2014) menemukan bahwa hanya 47% toilet umum memenuhi standar pengguna karena bau, kotor, kurangnya sabun, dan tisu. Permintaan akan tisu terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, dengan tisu basah menawarkan kelebihan seperti hidrasi yang baik dan bahan antibakteri. Mesin penjual otomatis semakin populer sebagai strategi pemasaran karena kemampuannya untuk beroperasi mandiri, memberikan layanan 24/7, dan efisiensi waktu. Penelitian ini merancang mesin penjual tisu basah menggunakan NodeMCU ESP32 dan konveyor sabuk motor DC. Pembayaran menggunakan RFID, dengan data transaksi disimpan secara lokal dan antarmuka ditampilkan pada LCD TFT ILI9488. Implementasi dilakukan di Laboratorium Instrumentasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, dengan pengujian terbatas meliputi pengujian LCD ILI9488, pembayaran menggunakan RFID, operasi konveyor, dan penyimpanan data transaksi. Meskipun mencapai tingkat keberhasilan 97,5%, terdapat tantangan seperti akurasi operasi konveyor dan kesalahan dalam penyimpanan data transaksi. Kesimpulannya, mesin ini menunjukkan kinerja baik dengan potensi perbaikan melalui integrasi sensor dan pengembangan protokol penyimpanan data untuk meningkatkan keandalan di masa depan.
Pengukuran Permitivitas dan Konduktivitas Listrik Karbon Aktif Berbahan Dasar Tandan Kosong Kelapa Sawit faisal, faisal; asri, asifa
PRISMA FISIKA Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i1.66328

Abstract

Studi mengenai karakteristik sifat kelistrikan pada suatu material masih terus dikembangkan. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran permitivitas dan konduktivitas listrik  pada karbon aktif yang terbuat dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Kedua pengukuran   ini dilakukan dengan menggunakan kapasitor pelat sejajar berukuran (10 × 10) cm dengan   jarak antar pelat adalah 0,45 cm. Pada bagian tengah diletakkan bahan dielektrik yaitu karbon   aktif TKKS yang dihubungkan melalui sumber tegangan DC pada tegangan 3 hingga 5 volt   dengan rentang 0,5 volt. Nilai konduktivitas listrik karbon aktif TKKS yang peroleh adalah  4,755×10-5 S/m. Berdasarkan nilai konduktivitas listrik tersebut maka karbon aktif TKKS dikategorikan bersifat semikonduktor. Selain itu juga diamati pengaruh nilai permitivitas listrik   karbon aktif TKKS terhadap variasi nilai frekuensi yaitu 10.000 Hz hingga 100.000 Hz dengan   interval 10.000 Hz yang dihubungkan dengan sumber tegangan AC. Berdasarkan nilai   permitivitas yang dihasilkan, semakin tinggi nilai frekuensi yang diberikan menyebabkan nilai   permitivitas dari karbon aktif TKKS mengalami penurunan. Pengukuran pada frekuensi rendah  (10.000 Hz) dihasilkan nilai permitivitas yaitu 63,21. Sedangkan pengukuran pada frekuensi tinggi (100.000 Hz) dihasilkan nilai permitivitas yaitu 15,85