cover
Contact Name
Hasanuddin
Contact Email
prismafisika@physics.untan.ac.id
Phone
+65895372682757
Journal Mail Official
prismafisika@physics.untan.ac.id
Editorial Address
Kantor Jurusan Fisika, Komplek Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura Jl. Proff. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
PRISMA FISIKA
ISSN : 23378204     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini berisi publikasi ilmiah hasil penelitian di bidang fisika baik yang bersifat teoritis maupun terapan.
Articles 409 Documents
Identifikasi Keberadaan Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Di Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Bayangkari, Emilia Kristin; Zulfian, Zulfian; Sutanto, Yuris
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81474

Abstract

Identifikasi air tanah di Desa Kapur Kabupaten Kubu Raya telah berhasil dilaksanakan. Metode yang digunakan untuk identifikasi tersebut adalah metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv untuk memperoleh penampang resistivitas 2D di bawah permukaan pada lokasi penelitian. Lintasan yang dibuat sebanyak 2 lintasan dengan panjang lintasan masing-masing 120 m. Jarak antar elektroda adalah 5 m .Dari hasil inversi lapisan tanah pada daerah penelitian berupa tanah gambut, lempung dan pasir. Air tanah diduga terdapat pada lapisan gambut yang merembes ke lapisan lempung dan terakumulasi pada lapisan pasir dengan nilai resistivitas (1,00 "“ 128) Ω𝑚. Keberadaan air tanah diduga dari kedalaman (1,25 - 19,8) m dengan nilai resistivitas (1 "“ 4,01) Ω𝑚. Dari interpretasi ini, air tanah pada daerah penelitian berjenis akuifer bebas dan dangkal yang terletak pada lapisan gambut, lempung dan pasir. Informasi terkait keberadaan air tanah ini dapat digunakan oleh warga sekitar untuk melakukan pengeboran air tanah. Pengeboran air tanah disarankan pada jarak (45-80) m pada lintasan 1 dan pada jarak (60- 66) m untuk lintasan 2 pada kedalaman (17-19,8) m dan lapisan pasir.
Analisis Uji Kekuatan Tarik Serat Daun Nanas dengan Variasi PerlakuanAlkali pahmi, mayana; Asri, Asifa; Azwar, Azrul
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.67083

Abstract

Parameter penting dalam penentuan filler pada papan komposit serat adalah sifat mekanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat mekanis yaitu kekuatan tarik dan elongation pada serat daun nanas yang diberikan perlakuan alkali. Alkali yang digunakan adalah larutan Natrium Hidroksida (NaOH) dengan konsentrasi 2,5% dan 5%. Selain variasi konsentrasi NaOH, juga dilakukan perendaman dengan waktu yang berbeda yaitu 60 menit, 90 menit, dan 120 menit. Pembuatan spesimen uji dan pengujian tarik serat dengan ukuran (250Ñ…20Ñ…4) mm. Serat daun nanas sebelum diberikan perlakukan memiliki diameter 0,6 ±0,1 µm. Setelah dilakukan perendaman dengan NaOH, diameter serat mengalami peningkatan seiring dengan lamanya waktu perendaman. Nilai kekuatan tarik serat sebelum diberikan perlakuan adalah 18,33 MPa. Nilai kekuatan tarik serat ini mengalami peningkatan setelah direndam dengan NaOH 2,5% maupun 5% selama 90 menit. Namun, kekuatan tarik serat mengalami penurunan setelah waktu perendaman melewati 90 menit. Serat daun nanas yang direndam dengan NaOH 2,5% selama 90 menit memiliki ketebalan 0,8 ± 0,2 µm, kekuatan tarik 28,11 MPa. Sementara serat daun nanas yang direndam NaOH 5% selama 90 menit sedikit dan mengalami penurunan nilai kekuatan tarik jika dibandingkan dengan NaOH 2,5% (90 menit) yaitu 26,88 MPa.Kata Kunci : serat daun nanas, uji tarik, NaOH, elongation
Pengaruh Fenomena Madden Julian Oscillation terhadap Curah Hujan di Indonesia Faras, Angelia Millenis; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.69075

Abstract

Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) merupakan fenomena yang dapat memengaruhi curah hujan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh fenomena MJO fase 3,4,5 terhadap variabilitas curah hujan di wilayah Indonesia. Metode yang digunakan adalah analisis komposit terhadap parameter cuaca meliputi angin zonal dan curah hujan selama periode Desember, Januari, dan Februari pada tahun 2016 hingga tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh dari MJO fase 3 dan 4 dapat meningkatkan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia, dengan nilai rata-rata spasial masing-masing sebesar 35,81% dan 18,98%. Peningkatan intensitas curah hujan tertinggi selama MJO fase 3 dan 4 berada di Laut Halmahera masing-masing sebesar 350% dan 450%. Pada MJO fase 5 terjadi penurunan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia sebesar 0,05% dan di pulau Sumatra bagian barat mengalami penurunan intensitas curah hujan sebesar 100% dari kondisi klimatologinya.
Identifikasi Nilai Indeks Kerentanan Seismik Berdasarkan Pengukuran Mikrotremor di Wilayah Alahan Panjang, Sumatra Barat Antika, Cory; Muhardi, Muhardi; Cipta, Athanasius
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i2.81639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indeks kerentanan seismik di wilayah Alahan Panjang, Provinsi Sumatra Barat, dengan analisis mikrotremor menggunakan metode Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (HVSR). Wilayah Alahan Panjang dikenal sebagai salah satu daerah yang rentan terhadap gempa bumi di Indonesia. Analisis mikrotremor digunakan untuk menilai karakteristik dinamis tanah secara lokal, hal ini merupakan elemen penting dalam menentukan seberapa rentan suatu daerah terhadap gempa. Metode ini juga digunakan untuk menciptakan indeks kerentanan seismik dengan mempertimbangkan parameter-parameter seperti frekuensi dominan (f0) dan faktor amplifikasi (A0) di lokasi tersebut. Untuk mengkaji lebih lanjut, dilakukan pengukuran mikrotremor di Alahan panjang dengan 29 titik pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan distribusi indeks kerentanan seismik di wilayah Alahan Panjang, didapat rentang nilai KG 1,00-19,787. Daerah dengan indeks kerentanan seismik rendah (KG < 5) terletak di wilayah perbukitan dengan elevasi tinggi, sedangkan daerah dengan indeks kerentanan seismik tinggi (KG > 5) tersebar di beberapa wilayah topografi rendah.
Pengaruh Karbon Aktif Arang Kelapa dan Sekam Padi pada Keramik Berpori Putri, Farhana; Budi, Agus Setyo; Budi, Esmar
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i1.82265

Abstract

Telah dilakukan analisis pengaruh penambahan material karbon aktif arang tempurung kelapa dan arang sekam padi pada keramik berpori dengan variasi komposisi yang berbeda disetiap sampelnya. Sampel disintering pada temperatur 700℃ selama 1 jam. Sampel dianalisis hasil nilai pengukuran densitas dan hasil uji daya serap. Dari data hasil penelitian diperoleh nilai uji densitas sebesar 2,063-2,166 g/cm3, nilai uji daya serap sebesar 31,71-35,84%. Selanjutnya dilakukan karakterisasi Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil menunjukkan semakin banyak konsentrasi arang sekam padi maka morfologi permukaan material akan semakin halus.
Rancang Bangun Vending Machine Tisu Basah Berbasis NodeMCU ESP32 Prastiyo, Mohamad Bangkit Budi; Nasbey, Hadi; Rahardjo, Imam Arif
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i1.82218

Abstract

Pada survei yang dilakukan oleh Sunarsa dan Darmawijaya (2014) menemukan bahwa hanya 47% toilet umum memenuhi standar pengguna karena bau, kotor, kurangnya sabun, dan tisu. Permintaan akan tisu terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, dengan tisu basah menawarkan kelebihan seperti hidrasi yang baik dan bahan antibakteri. Mesin penjual otomatis semakin populer sebagai strategi pemasaran karena kemampuannya untuk beroperasi mandiri, memberikan layanan 24/7, dan efisiensi waktu. Penelitian ini merancang mesin penjual tisu basah menggunakan NodeMCU ESP32 dan konveyor sabuk motor DC. Pembayaran menggunakan RFID, dengan data transaksi disimpan secara lokal dan antarmuka ditampilkan pada LCD TFT ILI9488. Implementasi dilakukan di Laboratorium Instrumentasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Jakarta, dengan pengujian terbatas meliputi pengujian LCD ILI9488, pembayaran menggunakan RFID, operasi konveyor, dan penyimpanan data transaksi. Meskipun mencapai tingkat keberhasilan 97,5%, terdapat tantangan seperti akurasi operasi konveyor dan kesalahan dalam penyimpanan data transaksi. Kesimpulannya, mesin ini menunjukkan kinerja baik dengan potensi perbaikan melalui integrasi sensor dan pengembangan protokol penyimpanan data untuk meningkatkan keandalan di masa depan.
Pengukuran Permitivitas dan Konduktivitas Listrik Karbon Aktif Berbahan Dasar Tandan Kosong Kelapa Sawit faisal, faisal; asri, asifa
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i1.66328

Abstract

Studi mengenai karakteristik sifat kelistrikan pada suatu material masih terus dikembangkan. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran permitivitas dan konduktivitas listrik pada karbon aktif yang terbuat dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS). Kedua pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan kapasitor pelat sejajar berukuran (10 × 10) cm dengan jarak antar pelat adalah 0,45 cm. Pada bagian tengah diletakkan bahan dielektrik yaitu karbon aktif TKKS yang dihubungkan melalui sumber tegangan DC pada tegangan 3 hingga 5 volt dengan rentang 0,5 volt. Nilai konduktivitas listrik karbon aktif TKKS yang peroleh adalah 4,755×10-5 S/m. Berdasarkan nilai konduktivitas listrik tersebut maka karbon aktif TKKS dikategorikan bersifat semikonduktor. Selain itu juga diamati pengaruh nilai permitivitas listrik karbon aktif TKKS terhadap variasi nilai frekuensi yaitu 10.000 Hz hingga 100.000 Hz dengan interval 10.000 Hz yang dihubungkan dengan sumber tegangan AC. Berdasarkan nilai permitivitas yang dihasilkan, semakin tinggi nilai frekuensi yang diberikan menyebabkan nilai permitivitas dari karbon aktif TKKS mengalami penurunan. Pengukuran pada frekuensi rendah (10.000 Hz) dihasilkan nilai permitivitas yaitu 63,21. Sedangkan pengukuran pada frekuensi tinggi (100.000 Hz) dihasilkan nilai permitivitas yaitu 15,85
Dosis Paparan Radiasi Foto Thorax Pada Pasien Dewasa Laki-Laki dan Perempuan Mayasari, Ria; Nurhasanah, Nurhasanah; Hasanuddin, Hasanuddin
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i1.89653

Abstract

Telah dilakukan studi dosis paparan radiasi foto thorax pada pasien dewasa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis paparan radiasi foto thorax yang diterima oleh pasien laki-laki dan perempuan saat menjalani pemeriksaan radiodiagnostik, serta menganalisis pengaruh nilai ekspose terhadap nilai dosis paparan radiasi pasien laki-laki dan perempuan. Berdasarkan pengaruh nilai ekspose terhadap nilai dosis paparan radiasi pasien laki-laki dan perempuan. diperoleh hasil pada pasien laki-laki mulai dari usia 26 sampai 40 tahun adalah 0,0775 mGy sampai 0,3008 mGy, dengan nilai rata-rata yaitu 0,1630 mGy. Sedangkan pada pasien dewasa perempuan mulai dari usia 28 sampai 45 tahun, dosis paparan yang diterima adalah 0,0842 mGy sampai 0,2514 mGy, dengan nilai rata-rata yaitu 0,1654 mGy. Nilai Berat badan pada pasien sangat berpengaruh pada nilai ekspose dari tegangan (kV), dan nilai arus waktu (mAs). Nilai ekspose yang diberikan semakin besar maka dosis paparan radiasi yang diterima oleh pasien semakin tinggi.Kata Kunci : Dosis Paparan Radiasi, Sinar-X, Foto Thorax
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Sekitar Sumur Air Garam di Desa Manis Raya dengan Metode Geolistrik Resistivitas Purba, Indra Sanjaya; Muhardi, Muhardi; Zulfian, Zulfian
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i1.77608

Abstract

Penelitian terkait penerapan metode geolistrik resistivitas untuk mengidentifikasi lapisan bawah permukaan sekitar sumur air garam telah dilakukan di Desa Manis Raya Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner-schlumberger dengan 3 lintasan yang memiliki panjang masing-masing 195 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, lapisan bawah permukaan daerah penelitian terdiri dari 3 lapisan hingga 39,4 m. Lapisan pertama diidentifikasi sebagai lapisan gambut dengan nilai resistivitas 0,134 sampai dengan 0,766 Ωm. Lapisan kedua berupa lapisan lempung yang berada di bawah tanah gambut dengan nilai resistivitas 0,863 Ωm sampai dengan 2,18 Ωm. Lapisan ketiga berupa pasir berada di bawah lapisan lempung dengan nilai resistivitas 4,57 Ωm sampai dengan 38,7 Ωm. Lapisan pasir ini diduga sebagai lapisan akuifer yang menjadi wadah terakumulasinya air garam di lokasi penelitian yang berasal dari connate water dengan ketebalan mencapai 35 m.
Pemetaan Intensitas Curah Hujan di Kabupaten Sambas Menggunakan Sistem Informasi Geografis Pradipta, Aditya Tri; Putra, Yoga Satria; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.65491

Abstract

Kabupaten Sambas merupakan daerah yang sangat rawan terhadap banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Sambas menggunakan sistem informasi geografis. Metode yang digunakan adalah metode interpolasi IDW yang kemudian dihitung luas setiap kelas dan kecamatannya. Hasil penelitian ini berupa 5 peta kelas curah hujan di Kabupaten Sambas dari tahun 2017 - 2021. Sebaran intensitas curah hujan di Kabupaten Sambas pada tahun 2018 dan 2019 terdapat 3 kelas curah hujan yaitu sangat basah (>3000 mm/tahun), basah (2500-3000 mm/tahun), dan sedang (2000-2500 mm/tahun) sedangkan pada tahun 2017, 2020, dan 2021 hanya terdapat 2 kelas curah hujan yaitu sangat basah dan basah. Kecamatan yang memiliki sebaran kelas curah hujan dengan kategori sangat basah terluas di Kabupaten Sambas selama 5 tahun yaitu Kecamatan Sajingan Besar.